Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 15 Juli 2025

Komisi II DPRD Tagih Pemda Kota Cirebon Sehatkan BUMD

CIREBON - Komisi II DPRD Kota Cirebon meminta komitmen dan konsistensi pemerintah daerah menyehatkan perusahaan BUMD. Hal ini disampaikan Komisi II DPRD saat rapat kerja dengan jajaran Direksi lima BUMD di Griya Sawala, Senin (14/7/2025).

Kelima BUMD tersebut yaitu Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Perumda BPR Bank Cirebon, Perumda Pasar Berintan, Perusahaan Daerah Pembangunan, dan Perumda Farmasi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos MAP mengatakan bahwa BUMD harus berani secara terbuka dalam proses perekrutan SDM, termasuk pemilihan Direktur Utama dan Dewan Pengawas.

Menurutnya, harus ada keterbukaan dalam proses perekrutan direksi dan dewan pengawas di dalam struktur BUMD. Sehingga, masyarakat bisa menilai apa yang menjadikan seseorang layak menjadi Direktur Utama maupun Dewan Pengawas.

“Ke depan untuk penyehatan BUMD harus didukung SDM yang kuat. Harus berani terbuka dalam proses perekrutan Dirut dan Dewas, kalau perlu bahas dengan kami fit and proper testnya,” kata Andru, sapaannya.

Dalam rapat tersebut, Komisi II juga mengevaluasi kinerja BUMD di Kota Cirebon selama tahun 2024 yang dinilai tidak sesuai harapan. Sebab, dari target dividen sebesar 15,9 miliar, kelima BUMD hanya mampu menyetor 8,5 miliar.

Andru juga akan mengundang kembali masing-masing BUMD untuk memaparkan capaian kinerja sebagai evaluasi dalam format Forum Group Discussion agar lebih mendalam. Sebab, ia menyebut kelima BUMD memiliki persoalannya masing-masing yang berbeda.

“Kelima BUMD memiliki persoalan yang berbeda-beda. Maka, setelah Komisi II akan melakukan pendalaman lewat FGD dengan masing-masing BUMD, dan kami meminta tiap BUMD agar menyusun action plan ke depan seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cirebon Drs Sumanto menyampaikan rapat kerja dengan Komisi II menyoroti beberapa hal dalam upaya memperkuat serta menyelesaikan persoalan yang ada di BUMD.

Di antaranya, perbaikan tata kelola, keberlanjutan bisnis, pengamanan aset hingga pengelolaannya. Pihaknya juga akan membahas lebih lanjut dengan Kuasa Pemilik Modal (KPM) terkait permintaan action plan dari Komisi II DPRD.

“Kita sedang merumuskan agar lebih kompleks,” katanya.

Hadir dalam rapat Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon Ana Susanti SE MSi, dan sejumlah anggota Komisi II DPRD. Di antaranya, Anton Octavianto SE MM MMTr, Abdul Wahid Wadinih SSos, M Noupel SH MH, H Karso SIP, dan Tommy Sofianna SH. 

LSP UIN Sumber Cirebon Gelar Workshop Verifikasi Skema Selama Dua Hari

CIREBON, FC — Dalam upaya memperkuat sistem sertifikasi profesi berbasis kompetensi dan digitalisasi, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Siber Cirebon menyelenggarakan Workshop Verifikasi Skema selama dua hari, Senin-Selasa, 14–15 Juli 2025. 

Kegiatan ini digelar di Auditorium Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), lantai 3, dan diikuti oleh 36 peserta calon asesor LSP.

Workshop ini menghadirkan Senggono, seorang Master Asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai narasumber utama, yang memberikan arahan teknis dan praktis dalam penyusunan serta verifikasi skema sertifikasi yang sesuai dengan standar nasional.

Indra Gunawan, M.Pd., selaku Ketua LSP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para calon asesor mengenai prosedur dan prinsip-prinsip dasar dalam verifikasi skema, yang menjadi dasar dalam pelaksanaan uji kompetensi nantinya.

“Verifikasi skema merupakan fondasi utama dalam memastikan bahwa sistem sertifikasi yang dijalankan oleh LSP benar-benar memenuhi standar nasional dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Workshop ini menjadi titik awal strategis dalam menyiapkan asesor yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tegas Indra.

Lebih lanjut, Indra menekankan bahwa pengembangan dan penguatan kapasitas asesor sangat penting, terlebih UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon saat ini tengah bertransformasi sebagai perguruan tinggi berbasis digital dengan lingkup nasional dan internasional.

Senggono menekankan pentingnya keakuratan, legalitas, dan relevansi skema sertifikasi dalam menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

“Verifikasi skema adalah jantung dari sistem sertifikasi profesi. Melalui proses ini, kita memastikan bahwa setiap skema yang disusun tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga benar-benar relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja, termasuk sektor digital dan keislaman yang menjadi ciri khas UIN Siber,” jelas Senggono dihadapan para peserta.

Lebih lanjut, ia memaparkan secara rinci tentang elemen-elemen penting dalam skema sertifikasi, seperti unit kompetensi, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, serta asesor internalisasi pemetaan jabatan. 

Ia juga membimbing peserta dalam praktik verifikasi dokumen skema secara langsung, memberikan umpan balik kritis, dan berbagi pengalaman lapangan sebagai master asesor nasional.

Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyatakan bahwa LSP merupakan instrumen penting dalam mewujudkan link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

“Workshop ini bukan hanya tentang teknis verifikasi skema, tetapi lebih dari itu — ini adalah komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai universitas siber dalam menghadirkan lulusan yang tersertifikasi dan siap bersaing di era digital global,” tegas Rektor.

Didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahsiswaan dan Kerjsama Prof. Dr. Hajam, M.Ag.,Prof. Aan, juga menekankan bahwa sertifikasi profesi bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga keharusan bagi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan industri 4.0 dan society 5.0.

Kegiatan hari ini diisi dengan sesi pemaparan materi, diskusi kelompok, praktik verifikasi dokumen skema, dan simulasi uji skema. 

Para peserta diharapkan mampu menjadi asesor handal yang dapat melakukan penilaian kompetensi secara objektif dan profesional, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh BNSP.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui LSP-nya meneguhkan komitmen sebagai pelopor sertifikasi profesi berbasis teknologi dan nilai-nilai keislaman yang berorientasi pada mutu, daya saing, dan keberlanjutan. (din)

Wabup Jigus Buka Bimtek PSKS, Tegaskan Pentingnya Data Valid untuk Layanan Sosial

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Sosial menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Tahun 2025.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus, di Hotel Apita Tower Cirebon, Selasa (15/7/2025).

Bimtek ini diikuti oleh berbagai unsur seperti Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), Karang Taruna, serta unsur lainnya yang terlibat langsung dalam pelayanan sosial di masyarakat.

Wabup Jigus menyampaikan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi PSKS sangat penting, mengingat mereka merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Tujuannya untuk meningkatkan SDM PSKS, karena mereka yang paling tahu kondisi di lapangan,” ujar Jigus.


Ia menambahkan, melalui peningkatan kapasitas ini, diharapkan PSKS dapat membantu pemerintah daerah dalam memastikan data masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial menjadi lebih valid.

“Ke depan, kondisi masyarakat di Kabupaten Cirebon yang membutuhkan bantuan dapat divalidasi langsung oleh PSKS. Pemerintah daerah pun bisa menggunakan data yang valid,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan sosialisasi terkait data terpadu kesejahteraan sosial. Salah satunya adalah integrasi berbagai data seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data lainnya ke dalam Data Terpadu Sistem Nasional (DTSN).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas PSKS bertujuan agar mereka dapat bekerja lebih mandiri, profesional, dan optimal dalam pelayanan sosial.

Menurutnya, kehadiran PSKS merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah hingga tingkat desa, terutama dalam penanganan pemerlu pelayanan sosial.

“Dengan adanya PSKS, kami bisa bekerja lebih baik dan pemerintah Kabupaten Cirebon dapat hadir di desa-desa melalui layanan PSKS,” ujar Fitri–sapaan akrab Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon.

“Tugas PSKS adalah membantu Dinas Sosial dalam penanganan pemerlu atensi sosial. Harapannya, ke depan kita bisa memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tuturnya.

Melalui Bimtek PSKS ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen memperkuat pelayanan sosial yang lebih berkualitas, berbasis data valid, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Senin, 14 Juli 2025

Alun-Alun Kejaksan Jadi Oase Malam Hari bagi Warga Cirebon

CIREBON, FC – Suasana malam di Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon kian nyaman dan menenangkan. Setelah seharian lelah beraktivitas, banyak warga memilih menghabiskan waktu di pusat ruang terbuka ini sebagai tempat untuk melepas penat dan merefleksikan diri.

Beragam permainan anak, deretan jajanan kaki lima, serta suasana yang hangat menjadikan alun-alun sebagai tempat favorit di malam hari. Pencahayaan dari lampu-lampu taman yang tertata rapi juga menambah kesan estetis dan memberikan rasa aman bagi para pengunjung.

Tidak hanya itu, area parkir yang luas di halaman depan Masjid Raya At-Taqwa memudahkan pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi. Kuliner malam pun hadir dengan berbagai pilihan, mulai dari makanan ringan hingga sajian khas Cirebon yang menggugah selera. 

Tak heran bila malam hari di Alun-Alun Kejaksan terasa seperti ruang rekreasi terbuka yang memanjakan semua kalangan.

“Kami senang bisa punya tempat seperti ini. Malam-malam ke sini rasanya tenang, anak-anak bisa main, kita bisa ngobrol sambil makan jajanan,” ujar Ani Nurhasanah.

Namun demikian, beberapa pengunjung berharap adanya penambahan fasilitas seperti wahana permainan anak yang lebih representatif dan gratis, serta kehadiran tim keamanan yang memadai untuk membantu pengawasan, terutama saat anak-anak bermain lepas.

“Kalau bisa sih ada tambahan air mancur atau hiburan interaktif, supaya anak-anak juga makin betah,” kata Asiyah, warga pengunjung asal luar kota yang malam itu datang bersama keluarganya.

Antusiasme warga menunjukkan bahwa Alun-Alun Kejaksan telah bertransformasi menjadi ruang publik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menyenangkan.

Dengan sedikit tambahan fasilitas dan peningkatan pelayanan, kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata malam yang semakin menarik, bukan hanya untuk warga lokal, tapi juga wisatawan dari luar daerah. (Ara)






12 Ribu PBI-JKN Dinonaktifkan, Komisi III Minta Dinsos Segera Perbarui Data unuk Reaktivasi

CIREBON – Sebanyak 12.000 peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) Kota Cirebon mengalami penonaktifan oleh Kementerian Sosial. Hal itu merupakan dampak dari integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama menentukan status kepesertaan warga miskin dan rentan.

Merespons hal tersebut, Komisi III menggelar rapat kerja dengan Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), Direktur RSD Gunung Jati, BPJS Kesehatan, serta Forum Rukun Warga di Griya Sawala, Kamis (10/7/2025).

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Yusuf MPd menjelaskan, staus nonaktif tersebut diputuskan melalui DTSEN Kemensos dengan klasifikasi kesejahteraan masyarakat dalam desil 1 sampai 10.

Kategori penerima bantuan pemerintah, masuk dalam kategori desil satu sampai lima. Sedangkan desil enam sampai sepuluh dikategorikan sebagai golongan menengah ke atas.

“Penonaktifan ini karena adanya perubahan data di Kemensos melalui DTSEN, di mana DTSEN itu ada klausul desil yang mengklasterisasi kondisi masyarakat berdasarkan tingkat sosial ekonominya,” tutur Yusuf.

Kendati telah dilakukan reaktivasi sebanyak 900 peserta, baru delapan peserta saja yang diaktivasi Kemensos. Sehingga, Komisi III meminta pemerintah daerah segera membentuk satgas untuk pendataan secara berkala terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat Kota Cirebon.

“Dengan kondisi seperti ini, Dinsos harus segera melakukan pendataan berkala. Cuma 350 ribu penduduk, masa tidak bisa mendata sosial ekonomi masyarakat,” katanya.

Plt Dinsos Kota Cirebon Agus Syahroni SKM juga menyampaikan adanya penonaktifan ini karena adanya sejumlah penerima yang diduga masuk kategori desil enam sampai sepuluh. Pada desil ini dikategorikan mampu sehingga tidak mendapatkan bantuan apapun, termasuk PBI-JKN.

Ia juga menyebut bahwa penonaktifan tersebut langsung dilakukan oleh Kemensos melalui DTSEN yang merupakan penggabungan tiga data yaitu Regsosek, P3KE dan DTKS.

“Rencana kita approve lagi, karena kemarin sudah kita usulkan reaktivasi sekitar 900 peserta,” tuturnya, singkat

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Cirebon dr Siti Maria Listiawaty MM menyampaikan bahwa jumlah peserta JKN BPJS di Kota Cirebon ada sebanyak 356 ribu orang, dan sebanyak 134 ribu merupakan PBI-JKN dengan 12 ribu diantaranya terkena status penonaktifan oleh Kemensos.

Kendati terjadi penonaktifan sejumlah PBI-JKN, masyarkat yang membutuhkan pelayanan kesehatan akan tetap dilayani, dengan catatan pasien merupakan betul warga Kota Cirebon.

“Sepanjang itu benar warga Kota Cirebon, apabila membutuhkan pelayanan kesehatan, kami bisa menerima dan mengusulkan bahwa ini prioritas dari PBI-JKN,” katanya.

Hadir dalam rapat Sekretaris Komisi I DPRD Aldyan Fauzan Ramadlan Sumarna, Sekretaris Komisi III DPRD R Endah Arisyanasakanti SH, serta anggota Komisi III DPRD. Di antaranya, Indra Kusumah Setiawan Amd, dr Tresnawaty SPb, Hendi Nurhudaya SH, dan Stanis Klau. (Ara)

Peringati Hari Koperasi ke-78, Sekda Ajak Masyarakat Bangkitkan Semangat Gotong Royong Ekonomi

CIREBON – Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggelar Upacara Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 di Halaman Balai Kota Cirebon, Senin (14/7/2025). Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, 

Agus Mulyadi, bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan yang turut dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Cirebon, serta ketua dan pengurus koperasi se-Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Sekda menekankan bahwa peringatan Hari Koperasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai acara seremonial semata. Menurutnya, ini adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar koperasi, yakni semangat gotong royong, kesetaraan, dan kemandirian ekonomi.

"Koperasi bukan hanya alat ekonomi, tapi juga wahana membangun solidaritas dan demokrasi ekonomi di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia juga membacakan sambutan resmi Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, yang menyoroti pentingnya koperasi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa koperasi menjadi pondasi utama dalam mewujudkan ekonomi yang adil, inklusif, dan berdaulat. 

“Kita tidak bisa membayangkan Indonesia yang adil tanpa peran koperasi yang kuat,” tutur Sekda mengutip sambutan menteri.

Sekda menambahkan bahwa semangat koperasi adalah semangat “dari kita, oleh kita, dan untuk kita”. Dalam koperasi, semua anggota memiliki hak yang setara, tidak bergantung pada besar kecilnya modal. “Itulah bentuk nyata demokrasi ekonomi yang sebenarnya. Koperasi memberi ruang bagi setiap warga untuk menentukan arah masa depan bersama,” katanya.

Menanggapi arah kebijakan nasional, Sekda menjelaskan bahwa pemerintah pusat saat ini tengah mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Inpres dan Kepres Nomor 9 Tahun 2025. Koperasi ini dibentuk langsung oleh masyarakat melalui musyawarah desa atau kelurahan, dengan harapan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal. 

“Lebih dari 80 ribu koperasi desa telah terbentuk. Ini bukan program top-down, melainkan gerakan dari bawah, dari rakyat untuk rakyat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa koperasi desa/kelurahan ini diharapkan mampu mengatasi kendala distribusi barang dan mengurangi biaya ekonomi masyarakat. Selain itu, koperasi juga akan menjadi pusat produksi dan distribusi ekonomi di tingkat lokal. 

“Bayangkan, warga tidak perlu menunggu terlalu lama untuk barang-barang subsidi. Efisiensi bisa tercapai jika pengelolaan dilakukan oleh koperasi milik masyarakat sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan koperasi. Menurutnya, koperasi harus mampu menjawab tantangan zaman, dengan tata kelola yang profesional, akuntabel, dan terpercaya. 

“Kita butuh lebih banyak anak muda yang tidak hanya melek teknologi, tapi juga sadar akan pentingnya ekonomi kolektif,” ucapnya.

Ia menilai, koperasi bukan lagi pilihan alternatif, tapi solusi utama untuk ekonomi yang lebih adil. Sekda mengajak seluruh warga Kota Cirebon, terutama generasi muda, untuk membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan.

"Terima kasih kepada para pengurus dan anggota koperasi atas kontribusi mereka dalam membangun ekonomi kerakyatan," tuturnya.

Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 ini ditutup dengan penegasan komitmen Pemda Kota Cirebon untuk terus mendukung pengembangan koperasi. 

“Kita ingin koperasi menjadi pilar ekonomi lokal yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan koperasi, kita bisa wujudkan Indonesia yang adil dan makmur, bukan karena kekuatan segelintir, tapi karena kekuatan rakyat bersama,” pungkas Sekda. (Nur)



Membangun Generasi Berencana, Wali Kota Lepas Peserta Jambore Remaja dan Kukuhkan Duta GENRE 2025

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi melepas peserta Jambore Remaja dan Pengukuhan Duta Generasi Berencana (GENRE) Kota Cirebon Tahun 2025 di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Cirebon, Senin (14/7). 

Peserta Jambore Remaja Kota Cirebon Tahun 2025 akan menuju lokasi kegiatan di Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Effendi Edo menegaskan bahwa Jambore Remaja bukan sekadar ajang pertemuan biasa, melainkan merupakan wadah strategis yang penuh makna untuk menumbuhkan karakter, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan para remaja. 

“Di sinilah semangat GENRE kita hidupkan, dengan menanamkan nilai-nilai perencanaan kehidupan yang matang, baik dalam pendidikan, karier, maupun keluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan seluruh peserta tentang komitmen Three Zero yang menjadi prinsip utama dalam program GENRE, yakni Zero Pernikahan Dini, Zero Seks Bebas, dan Zero Narkoba. 

“Tiga komitmen ini bukan sekadar slogan, melainkan tonggak kokoh bagi kita dalam menciptakan generasi tangguh yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Melalui Jambore Remaja ini, Wali Kota berharap para peserta dapat memperluas wawasan, saling bertukar pengalaman, serta mengasah keterampilan yang berguna dalam kehidupan. 

“Belajarlah menjadi komunikator yang baik dan bangun jejaring positif antarsesama remaja dari berbagai latar belakang. Ini adalah kesempatan emas untuk berproses menjadi pribadi yang utuh dan bijaksana,” pesannya.

Dalam kesempatan itu pula, Wali Kota memberi pesan khusus kepada para Duta GENRE dan peserta Jambore agar menjadi agen perubahan yang inspiratif.

“Gunakan bahasa dan cara yang sesuai dengan generasi kalian untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada teman sebaya. Jadilah teladan dalam gaya hidup sehat, bertanggung jawab, dan visioner,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Cirebon pun menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan positif ini. Diantaranya dengan menyediakan fasilitator yang kompeten, alokasi anggaran memadai, layanan konseling, serta pendampingan berkelanjutan. 

"Investasi terbaik bagi bangsa adalah investasi untuk generasi muda,” lanjut Wali Kota.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan harapan besar agar Jambore Remaja ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya membangun karakter, tapi juga memberikan manfaat luas bagi lingkungan dan masyarakat. 

"Jaga nama baik Kota Cirebon, dan selamat berproses menjadi generasi terbaik bangsa," pesannya. (Ara)



Komitmen untuk Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan, 100 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat


CIREBON – Awal tahun ajaran baru 2025/2026 menandai langkah baru bagi dunia pendidikan di Kota Cirebon. Suasana berbeda terasa di Jalan Pronggol No. 19, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, saat derap langkah anak-anak mulai mengisi ruang-ruang belajar Sekolah Rakyat. 

Sekolah ini bukan sekolah biasa, melainkan bagian dari 65 lokasi percontohan program nasional dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Sekolah Rakyat Kota Cirebon berdiri berdampingan dengan SMP Negeri 18 dan kini menjadi rumah bagi 100 siswa SD dan SMP yang mengawali harinya dengan harapan baru. 

Pemerintah Kota Cirebon, melalui berbagai instansi, turut hadir memastikan proses belajar-mengajar berlangsung secara aman dan nyaman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, yang hadir langsung dalam pembukaan kegiatan belajar mengajar, menyampaikan bahwa Pemkot Cirebon terus mendampingi proses ini. 

“Hari ini, tahun ajaran baru secara serentak dimulai di seluruh jenjang pendidikan, termasuk di Sekolah Rakyat. Kurikulum dari Kemendikbud dan Kemenag telah disiapkan, dan kegiatan diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” ujarnya.

Ia menjelaskan, penunjukan Kota Cirebon sebagai salah satu lokasi percontohan merupakan bentuk kepercayaan dari pemerintah pusat yang harus dijaga dengan baik. Evaluasi terhadap kesiapan fisik dan nonfisik telah dilakukan, dan Pemkot siap menindaklanjuti segala kebutuhan yang masih kurang.

“Sudah ada banyak dukungan dari Kementerian, baik dari segi fisik seperti bangunan dan perlengkapan, maupun nonfisik seperti tenaga pengajar dan tenaga pendukung. Namun masih ada beberapa hal teknis yang harus kita benahi bersama,” tuturnya. 

Hari pertama pembelajaran dimulai dengan pemeriksaan kesehatan untuk seluruh siswa, sebagai upaya preventif dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah. 

Rombongan belajar terdiri dari dua kelas untuk jenjang SD dan dua kelas untuk SMP, dengan pendekatan yang bersifat inklusif dan adaptif terhadap kondisi siswa.

“Besok, mereka akan menjalani tes kebugaran. Hasilnya akan dijadikan dasar oleh Dinas Kesehatan untuk menyesuaikan proses belajar dengan kondisi fisik anak. Ini penting agar pendidikan yang diterima benar-benar tepat sasaran dan berpihak pada kebutuhan individu,” tambahnya.

Untuk diketahui, saat ini baru tersedia tiga kamar mandi untuk putra dan tiga untuk putri dengan jumlah siswa putra 63 orang dan siswi putri 37 orang. 

“Ini salah satu catatan kami. Pembagian ruang, terutama antara siswa laki-laki dan perempuan, masih harus diperhatikan lebih lanjut. Kami akan sampaikan kepada pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan,” tuturnya.

Terkait tenaga pengajar, saat ini terdapat 13 orang yang ditugaskan, termasuk satu guru Pendidikan Agama Islam. Selain itu, telah hadir pula tenaga kependidikan seperti bendahara, tenaga administrasi, operator, juru masak, dan petugas kebersihan yang turut menopang operasional sekolah.

Yang menarik, Sekolah Rakyat tidak menggunakan kurikulum konvensional. Kurikulum yang diterapkan adalah Meme (multi-entry dan multi-exit), suatu pendekatan inovatif yang memungkinkan siswa masuk dan keluar pendidikan tidak secara seragam, melainkan berdasarkan kesiapan dan perkembangan masing-masing.

“Pemerintah Kota siap terus mendukung dan mengawal agar Sekolah Rakyat tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga tumbuh sebagai ruang belajar yang bermartabat. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Dinas Sosial untuk memastikan pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai,” pungkasnya. (Nur)



Minggu, 13 Juli 2025

POLBEL FEST 2 di Belitung: Pesta Kreasi Anak Muda, Kolaborasi Hebat untuk UMKM dan Daerah

BELITUNG, FC - Semangat anak muda Politeknik Belitung kembali menggebrak! POLBEL FEST 2 resmi digelar selama empat hari penuh, dari 11 hingga 13 Juli 2025. Bertempat di Belitung, festival ini bukan sekadar ajang hiburan, tapi juga pesta kolaborasi yang menyatukan kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat.

Dengan menghadirkan 75 pelaku UMKM lokal, berbagai pertunjukan seni, dan hiburan rakyat, POLBEL FEST 2 membuktikan bahwa semangat gotong royong bisa menjelma jadi acara luar biasa.

Direktur Politeknik Belitung, Agi Santri, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan merupakan hasil kreativitas murni mahasiswa. Lebih dari itu, festival ini menjadi bukti nyata keberhasilan konsep Quadruple Helix, sinergi antara empat pilar pembangunan: perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Event ini lahir dari kolaborasi. Inilah wujud nyata bagaimana kita bisa membangun daerah secara bersama-sama,” tegas Agi.

Semangat kolaboratif ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, yang turut membuka acara secara resmi. Ia menyoroti pentingnya sinergi antar unsur, bukan hanya dari sisi materi atau sponsor, tetapi dari harmoni dan semangat kebersamaan yang terbangun.

“Yang saya lihat bukan hanya festival, tapi bagaimana semuanya bisa bersatu. Inilah yang membuat event ini terasa hidup, cantik, dan punya dampak besar,” ujar Hellyana.

Tak hanya sekadar panggung hiburan, POLBEL FEST 2 juga dipandang sebagai langkah nyata mendukung UMKM dan menggairahkan perekonomian desa. Menurut Hellyana, kehadiran kampus dalam riset dan pendampingan UMKM bisa menjadi kunci membangun desa yang mandiri dan kreatif.

“Saya membayangkan, jika kampus, desa, dan UMKM bersatu, maka Belitung bisa tumbuh cepat. Terlebih, jika Bandara Internasional Hanandjoeddin bisa melayani rute luar negeri, dampaknya ke pariwisata dan UMKM akan luar biasa,” ungkapnya penuh harap.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang saat ini tengah defisit. Namun, dengan kolaborasi dan komunikasi lintas sektor, dirinya optimistis Belitung akan melesat.

“Tantangan fiskal harus dijahit dengan kolaborasi. Saya yakin, dengan semangat seperti di POLBEL FEST ini, Belitung bisa menjadi contoh daerah yang bergerak maju bersama UMKM dan sektor lainnya,” tutup Hellyana.

Hadir pula dalam acara ini sejumlah pejabat daerah, mulai dari Plt Asisten Perekonomian Setda Belitung Syamsudin, Kepala BNNK Belitung Kompol Agus Handoko, hingga para kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

POLBEL FEST 2 bukan sekadar festival, ia adalah semangat baru untuk Belitung yang kreatif, inklusif, dan kolaboratif.

Sabtu, 12 Juli 2025

Tim DPRD Kota Cirebon Raih Juara Satu Kategori Tournament Bergengsi

 

CIREBON.- Melalui perjuangan keras dan ketat, tim DPRD meraih juara 1 Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Kategori Instansi pada Turnamen bergengsi Cirebon Open Esport Tournament 2025 di Aula Gedung Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Sabtu-Minggu (12-13 Juli 2025).

Tim DPRD Kota Cirebon berhasil mengalahkan tim Sekretariat Dewan (Sekwan) yang juga maju ke partai final dalam kelas bergengsi yang melibatkan 34 tim Tingkat Nasional.

Kedua tim bermain saling menyerang dan mematahkan pertahanan musuhnya untuk memenangkan pertandingan partai puncak tersebut. Masing-masing tim mendapat dukungan dari supporter yang sengaja datang agar timnya keluar menjadi juara.

Tampak kehadiran Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE secara langsung membuat timnya unggul pada partai final. Andrie menjadi Ketua Tim DPRD Kota Cirebon pada ajang tersebut sehingga memberikan keunggulan bagi timnya.

Sementara juara 3 MLBB Kategori instansi dari Bea cukai yang juga tampil bagus pada event tersebut.

Pada event tersebut juga menempatkan juara 1 MLBB Kategori Umum dari Tangerang, juara 2 asal Depok dan juara ketiga dari Sukabumi.

Sedangkan juara 1 Efootball kategori Umum diraih Jepara (Jawa Tengah), peringkat kedua tim Jateng dan juara ketiga Kabupaten Cirebon.

Turnamen bergengsi Cirebon Open Esport Tournament 2025 secara resmi dibuka dan langsung disambut antusias oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh ESI Kota Cirebon ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Cirebon ke-598, dan menjadi ajang penting bagi para atlet e-sport untuk unjuk gigi di panggung kompetitif.

Ketua Panitia, Egi Syaiful Rochmat menyampaikan, turnamen ini diikuti oleh peserta dari kalangan umum, instansi pemerintahan, swasta, hingga komunitas e-sport.

Pada hari pertama, sebanyak 34 tim kategori umum yang masing-masing berisi lima pemain turut ambil bagian dalam pertandingan game Mobile Legends.

“Mereka berasal dari berbagai wilayah seperti Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Sukabumi, DKI Jakarta, serta perwakilan dari wilayah Cirebon dan sekitarnya,” ucapnya.

Egi menambahkan, kompetisi berlanjut di hari Minggu (13/7), dengan pertandingan Mobile legends kategori instansi dan e-Football yang diikuti oleh 118 peserta dari wilayah yang lebih luas, termasuk Kendal, Semarang, dan Jakarta.

Jadi hari minggu itu ada Mobile legends juga tapi yang kategori Instansi, hampir semua instansi di Kota Cirebon ikuti turnamen ini, kemudian e-football juga ada di hari minggu yang diikuti oleh 118 peserta,” tambahnya.

Untuk hadiahnya sendiri, kata Egi, sebesar 15 Juta dengan rincian turnamen Mobile Legend kategori umum sebesar 7 Juta dan kategori Instansi sebesar 5 Juta. Sementara E-Football dengan kategori umum sebesar 3 juta.

“Kami secara khusus mengucapkan terima kasih kepada SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Kota Cirebon yang ikut serta dalam mendukung suksesnya kegiatan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua ESI Kota Cirebon, Kukuh Yudha Prasetyo mengungkapkan, penyelenggaraan Cirebon Open Esport Tournament 2025 juga dimaksudkan sebagai ajang pemanasan menuju Seleksi Daerah (Selekda) dan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BKPORPROV), dua tahapan penting dalam kancah esport nasional.

“Cirebon Open ini memang ditujukan minimal untuk lingkup Jawa Barat karena sebentar lagi akan ada ajang bergengsi seperti Selekda dan BK PORPROV, tapi kami juga membuka ruang bagi peserta dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Dari sisi teknis turnamen Mobile Legend, kata Kukuh, kompetisi menggunakan sistem pertandingan Best of One (BO1) sejak babak 32 besar hingga 8 besar untuk kategori umum, dan beralih ke sistem Best of Three (BO3) dari perempat final hingga partai puncak. Untuk e-Football, seluruh pertandingan berlangsung dengan sistem gugur.

“Teknisnya sendiri Mobile Legend per tim akan bermain 2 babak, sementara E-Football itu sistem gugur, yang kalah langsung gugur,” katanya.

Menanggapi antusiasme peserta, Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengapresiasi terselenggaranya turnamen ini. 

Kepala Dispora, Irawan Wahyono menyebut ajang ini sebagai salah satu turnamen bergengsi yang mendorong minat generasi muda terhadap olahraga e-sport di Kota Cirebon.

“Ini luar biasa, sebuah turnamen bergengsi yang diikuti banyak generasi muda. E-sport saat ini sudah menjadi olahraga yang tidak hanya prestisius, tetapi juga menjadi bagian dari dunia olahraga pelajar,” ujarnya.

Dengan penyelenggaraan yang sukses dan antusiasme yang tinggi, Irawan berharap Cirebon Open Esport Tournament 2025 menjadi agenda tahunan yang memperkuat ekosistem e-sport di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat.

“Semoga setiap tahun akan ada turnamen bergengsi seperti ini yang akan diselenggarakan oleh ESI Kota Cirebon,” pungkasnya. (din)

UIN Siber Cirebon dan Asia e University Malaysia Perkuat Sinergi Internasional

 

JAKARTA, FC — Komitmen Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) dalam membangun jejaring internasional dan transformasi digital pendidikan tinggi terus diperkuat. 

Hal ini ditunjukkan melalui pertemuan strategis antara UINSSC dan Asia e University (AeU) Malaysia, yang digelar di Hotel Pullman Jakarta sebagai bagian dari agenda “Study in Malaysia” oleh Education Malaysia Global Services (EMGS). (12/07).

Dalam pertemuan tersebut, UINSSC diwakili oleh Wakil Rektor III, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., sementara AeU hadir melalui Vice Chancellor Prof. Dr. Noor Raihan Ab Hamid dan Dean of School of Science & Technology, Professor Ts. Dr. Aedah Abd Rahman.

Pertemuan ini menjadi momen penting dalam membahas tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya, khususnya dalam penguatan ekosistem digital kampus dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Sebagai satu-satunya kampus PTKIN berbasis siber di Indonesia, UINSSC memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong digitalisasi pendidikan tinggi Islam. Kolaborasi dengan AeU yang sudah berpengalaman dalam pembelajaran daring dan riset teknologi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas akademik dan kelembagaan kami,” ujar Prof. Dr. Hajam.

Visi Sejalan untuk Pendidikan Digital Global

Sementara itu, Prof. Dr. Noor Raihan Ab Hamid mengungkapkan bahwa pihaknya melihat UINSSC sebagai mitra prioritas dalam upaya memperluas jangkauan kerja sama pendidikan digital di kawasan Asia Tenggara. 

Ia menyatakan bahwa UIN Siber adalah institusi pertama yang dijajaki saat kunjungannya ke Indonesia, sebagai simbol kesamaan visi dan komitmen dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berbasis teknologi.

“Kerja sama ini bukan hanya administratif, tapi kami memandangnya sebagai kemitraan strategis yang memiliki potensi dampak nyata di bidang pendidikan digital — khususnya untuk membangun jembatan pengetahuan antarnegara serumpun,” jelasnya.

Kolaborasi Riset, Pertukaran Akademik, dan Kurikulum Digital

Dalam kesempatan yang sama, Professor Ts. Dr. Aedah Abd Rahman menyampaikan bahwa AeU sangat antusias menjajaki kolaborasi jangka panjang, termasuk dalam pengembangan kurikulum digital bersama, program pertukaran dosen dan mahasiswa, serta riset kolaboratif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon merupakan mitra potensial yang progresif. Kami melihat keseriusan mereka dalam mentransformasikan budaya akademik menuju arah digital. Ini adalah kemitraan berbasis kesetaraan dan inovasi,” ujarnya.

Menuju Realisasi Program Nyata

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan awal untuk menyusun roadmap implementasi kerja sama, yang meliputi penguatan Learning Management System (LMS), pengembangan modul daring lintas negara, pelatihan pengembangan SDM digital, serta kolaborasi dalam konferensi internasional bertema pendidikan siber.

Langkah ini menegaskan peran UINSSC sebagai pionir kampus keagamaan berbasis siber yang terus melebarkan pengaruhnya di tingkat regional dan global, serta memperkuat ekosistem digital yang inklusif, adaptif, dan kolaboratif.

Dengan sinergi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Asia e University Malaysia, harapan terhadap pendidikan tinggi Islam yang unggul, digital, dan berdaya saing global kini semakin dekat dengan kenyataan. (din)


Teken MoU, UIN Siber Cirebon dan Komdigi, Prof Hajam : Kerjasama ini Sesuai Dengan Visi Besar UINSSC Sebagai Kampus Siber

CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon atau Cyber Islamic University (CIU) kembali menunjukkan langkah progresifnya sebagai pionir transformasi digital di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

Melalui audiensi resmi yang digelar di Jakarta, UINSSC menjajaki kerja sama strategis dengan Kominfo Digital (Komdigi), khususnya Badan Pengembangan SDM Kominfo Digital. (11/07).

Pertemuan berlangsung penuh semangat kolaboratif antara delegasi UINSSC yang dipimpin oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. Hajam, M.Ag., bersama Basiran, M.Ag. (Kepala Admisi dan Promosi), serta Indra Gunawan, M.Pd. (Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi). Mereka diterima langsung oleh Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pudjianto, M.Eng., Kepala Badan Pengembangan SDM Komdigi.

Dalam sambutannya, Dr. Bonifasius menyampaikan apresiasi luar biasa terhadap UIN Siber yang disebutnya sebagai “satu-satunya kampus siber di lingkungan PTKIN.” Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan UINSSC untuk memperkuat ekosistem budaya digital di kalangan sivitas akademika.

“Pengembangan budaya digital di lingkungan pendidikan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kami melihat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai mitra strategis dalam membentuk SDM unggul yang mampu menjawab tantangan era transformasi digital nasional,” ujarnya.

UIN Siber Siap Menjadi Model Kampus Digital Masa Depan

Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Hajam, M.Ag. menyampaikan bahwa kerja sama dengan Komdigi sejalan dengan visi besar UINSSC sebagai kampus transformasional yang mengintegrasikan teknologi, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai keislaman.

“Budaya digital bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang cara berpikir, cara bekerja, dan cara berinteraksi dalam seluruh sistem kampus. Mulai dari pembelajaran, kurikulum, hingga layanan administrasi akademik — semuanya harus terdigitalisasi,” tegasnya.

Prof. Hajam menambahkan bahwa kolaborasi dengan Komdigi akan membuka ruang bagi pelatihan kompetensi digital, penyusunan modul literasi digital, serta riset bersama untuk pengembangan inovasi pendidikan berbasis teknologi.

Literasi Digital untuk Mahasiswa yang Kompetitif

Basiran, M.Ag., selaku Kepala Admisi dan Promosi, turut menekankan pentingnya literasi digital sebagai modal utama bagi mahasiswa untuk berkompetisi di era 5.0. Ia melihat pelatihan digital sebagai bagian dari strategi branding kampus siber yang sesungguhnya.

“Mahasiswa kita harus disiapkan tidak hanya untuk lulus, tetapi juga untuk unggul. Pelatihan siber adalah bagian dari transformasi karakter dan kompetensi yang harus terus kita perkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Indra Gunawan, M.Pd., menyampaikan bahwa LSP UIN Siber siap menjadi mitra strategis Komdigi dalam penyusunan dan pelaksanaan skema sertifikasi digital yang diakui BNSP.

“Kami ingin membekali lulusan UIN Siber tidak hanya dengan ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi digital yang terstandardisasi dan dibutuhkan dunia kerja,” jelasnya.

Komitmen Bersama Kembangkan SDM Digital Unggul

Dalam sesi presentasi, Fahrizal Lukman Budiono, S.Kom., M.M., Ph.D., selaku Senior Human Resources Analyst di Komdigi, menjelaskan peran krusial lembaganya dalam mendukung pengembangan kapasitas digital masyarakat Indonesia, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor untuk mempercepat peningkatan SDM digital nasional.

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UIN Siber akan memperkuat fondasi literasi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” paparnya.

Menuju Penandatanganan MoU Resmi

Pertemuan strategis ini menjadi pondasi penting menuju penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Komdigi. 

MoU tersebut akan menjadi payung kerja sama penguatan budaya digital di lingkungan PTKIN, pengembangan modul dan pelatihan literasi digital, serta sertifikasi kompetensi digital nasional.

Dengan penjajakan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya sebagai pelopor kampus keagamaan berbasis teknologi yang siap bersinergi dengan pemerintah untuk mencetak generasi unggul dan adaptif menghadapi tantangan zaman. (din)

Jumat, 11 Juli 2025

Rumah Sakit Berbasis Masyarakat Hadir di 10 Puskesmas Kota Cirebon

CIREBON -  Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui program Rumah Sakit Berbasis Masyarakat (RSBM). 

Program ini kembali diintensifkan dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk 32 dokter spesialis dari sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon, Jumat (11/7/2025). 

RSBM merupakan layanan kesehatan yang dirancang untuk menjangkau masyarakat langsung di luar gedung rumah sakit. Layanan ini mengintegrasikan upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif dengan melibatkan dokter spesialis yang turun langsung ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.

"RSBM ini sudah digagas sejak 2006 hingga 2024 oleh para dokter spesialis, dan alhamdulillah tahun ini kita mulai lagi dengan semangat baru," ujar Wali Kota.

RSBM mencakup di beberapa puskesmas Kota Cirebon. Diantaranya, Puskesmas Kejaksan, Puskesmas Gunung Sari, Puskesmas Majasem, Puskesmas  Jagastru, Puskesmas Pegambiran, Puskesmas Cangkol,Puskesmas  Kalitanjung, Puskesmas  Sitopeng, dan Puskesmas  Kalijaga.

Layanan yang ada berupa spesialis di bidang kebidanan, kesehatan anak, dan jantung. Keberadaan dokter spesialis di puskesmas ini tak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga berperan dalam transfer pengetahuan bagi tenaga kesehatan setempat serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Upaya ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dengan adanya layanan spesialis di puskesmas, masyarakat dapat memperoleh layanan berkualitas tanpa harus merujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

"Mudah-mudahan niat baik kita semua dalam membantu masyarakat ini diberi kelancaran dan keberkahan. Semoga program RSBM bisa terus maju dan berjalan dengan baik," pungkas Wali Kota.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Siti Maria, program RSBM memiliki peran penting dalam mendekatkan layanan spesialis kepada masyarakat. 

"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kota Cirebon, sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan," jelasnya.

Siti Maria menyatakan, rakor ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk membangun sinergi antara rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, serta masyarakat. 

Dalam diskusi yang berlangsung, juga dibahas model koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan RSBM berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan aktif para dokter spesialis yang bersedia turun langsung ke lapangan. Ini bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan tak selalu harus menunggu pasien datang ke rumah sakit,” tambahnya.

Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, dan masyarakat, Pemerintah Kota Cirebon optimistis program RSBM mampu menjadi model pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat lokal. (din)



Wakil Wali Kota Dukung Wirausaha Muda: Menanam Semangat dan Menuai Kemandirian


CIREBON – Dalam upaya memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan ekonomi daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon menyelenggarakan pelatihan bertema “Pengembangan Manajemen Kewirausahaan untuk Ekonomi yang Berkelanjutan” di Kedai Terserah, Jumat (11/7/2025) . 

Kegiatan ini mendapat perhatian dan apresiasi langsung dari Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang hadir dan memberikan sambutan serta motivasi kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya keberadaan wirausahawan muda sebagai elemen vital dalam pembangunan ekonomi lokal. Ia menyampaikan bahwa tidak selamanya pembangunan harus bertumpu pada proyek-proyek besar atau investasi korporasi. 

Menurutnya, justru inisiatif dan kreativitas anak-anak muda lah yang akan menjadi pembeda dalam membentuk masa depan perekonomian daerah.

“Kita tidak bisa hanya bertumpu pada investasi besar atau proyek-proyek pemerintah. Harus ada ruang yang luas bagi tumbuhnya inisiatif dari pemuda. Karena mereka inilah kelak yang akan menciptakan lapangan kerja, memunculkan inovasi, dan memperkuat daya saing Kota Cirebon,” ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menyebut bahwa tema pelatihan kali ini sangat relevan dengan kondisi zaman. Di era perubahan teknologi yang cepat, disrupsi pasar, dan dinamika sosial yang kompleks, pendekatan kewirausahaan yang adaptif dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan.

“Membekali pemuda dengan manajemen kewirausahaan berkelanjutan itu penting, bahkan mendesak. Kita tidak ingin hanya mencetak pedagang musiman, tapi entrepreneur sejati yang tahan banting, punya visi, dan siap beradaptasi dengan tantangan zaman,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon memiliki komitmen serius dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya kewirausahaan muda. 

“Mulai dari pelatihan, inkubasi usaha, penyederhanaan izin usaha, hingga sinergi dengan komunitas dan pelaku dunia usaha, semuanya adalah bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan Kota Cirebon yang Setara Berkelanjutan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota berpesan agar peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi benar-benar menyerap pengetahuan dan menjadikan pelatihan ini sebagai langkah awal. 

“Jangan tunggu sempurna. Bisnis hebat lahir dari keberanian untuk belajar sambil berjalan. Dan ingat, menjadi wirausahawan bukan hanya soal laba, tapi soal manfaat yang bisa kita hadirkan bagi masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Cirebon, Irawan Wahyono, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membentuk pemuda yang mandiri dan berdaya saing. 

Ia menyebut ada tiga fokus utama yang dijalankan Dispora yakni penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan pemuda.

“Kegiatan ini strategis. Kami berharap peserta benar-benar bisa menyerap ilmu yang disampaikan, dan menerapkannya agar usaha mereka bisa berkelanjutan dan mandiri. Kita ingin pemuda Kota Cirebon tidak hanya siap kerja, tapi juga siap menciptakan pekerjaan,” ujar Irawan.

Kegiatan pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan teori, tetapi juga praktik langsung serta berbagi pengalaman dari pelaku usaha yang telah sukses. 

Diharapkan, dari kegiatan ini akan muncul generasi baru wirausahawan muda yang bukan hanya kuat secara bisnis, tetapi juga membawa dampak sosial positif bagi lingkungan sekitar.

"Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, Kota Cirebon menatap masa depan yang lebih berdaya saing dengan pemuda sebagai ujung tombaknya," harapnya. (Nur)









UIN Siber Cirebon dan Komdigi Bahas MoU Penguatan Budaya Digital di UINSSC

JAKARTA, FC - UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melakukan penjajakan kerja sama dengan Kominfo Digital (Komdigi) di Jakarta melalui audiensi resmi bersama Kepala Badan Pengembangan SDM Kominfo Digital, Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pudjianto, M.Eng.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. Hajam, M.Ag., Basiran, M.Ag. selaku Kepala Admisi dan Promosi, dan Indra Gunawan, M.Pd. sebagai Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Siber.

Dalam suasana yang penuh semangat kolaboratif, Dr. Bonifasius menyampaikan apresiasi dan antusiasme tinggi terhadap inisiatif UIN Siber, yang ia sebut sebagai "the one and only kampus siber di lingkungan PTKIN." 

Dirinya menegaskan pentingnya menjalin sinergi untuk memperkuat ekosistem digital di dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam memperluas literasi dan budaya digital di kalangan civitas akademika.

Prof. Dr. Hajam, M.Ag., selaku Wakil Rektor III, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pelopor transformasi digital di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

Ia menyampaikan bahwa upaya ini bukan hanya bersifat simbolis atau administratif, melainkan merupakan bagian dari langkah strategis dalam membangun ekosistem digital di kampus.

"Kita akan menghadirkan budaya digital sebagai bagian dari kehidupan kampus, mulai dari kegiatan pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis digital, digitalisasi manajemen akademik, hingga pola komunikasi dan pelayanan yang semuanya berbasis teknologi informasi. 

UIN Siber harus menjadi model kampus masa depan yang tidak hanya siap menghadapi era digital, tetapi juga mampu membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa agar adaptif, inovatif, dan unggul di tingkat nasional maupun global," ujar beliau.

Prof. Hajam juga menambahkan bahwa kemitraan dengan lembaga seperti Komdigi adalah peluang emas untuk memperkuat program-program literasi digital, pelatihan kompetensi digital untuk dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi pendidikan. 

"Kampus berbasis siber bukan sekadar soal platform daring, tapi sebuah lompatan budaya akademik yang siap bersinergi dengan ekosistem digital nasional," tegasnya.

Senada dengan itu, Basiran, M.Ag. menyoroti pentingnya pembekalan literasi dan keterampilan digital bagi mahasiswa.

"Kampus harus menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era digital, dan pelatihan siber menjadi langkah strategis dalam mempromosikan kamupus siber yang harus kami tempuh. Dengan hadirnya kerja sama dengan Komdigi, saya yakin UINSSC akan" ucapnya.

Sementara itu, Indra Gunawan, M.Pd., menambahkan bahwa LSP UIN Siber yang siap menjadi mitra strategis dalam sertifikasi kompetensi digital. 

"Kami melihat potensi besar dalam membangun skema sertifikasi bersama yang diakui secara nasional, dan tentu saja akan memperkuat daya saing alumni kami di dunia kerja," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Bapak Fahrizal Lukman Budiono, S.Kom., M.M., Ph.D., selaku Senior Human Resources Analyst, yang mempresentasikan peran strategis Badan Pengembangan SDM Komdigi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dalam mengakselerasi kapasitas SDM digital, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting menuju penandatanganan MoU resmi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Komdigi, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengembangkan SDM unggul berbasis digital di lingkungan pendidikan tinggi Islam. (din)

Kamis, 10 Juli 2025

Bimtek KKN Tematik Moderasi Beragama, Perkuat Ketahanan Sosial dari Ancaman Radikalisme


CIREBON, FC — Dalam upaya memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat serta membangun ketahanan sosial dari bahaya radikalisme, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) KKN Tematik Penguatan Moderasi Beragama. 

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 9–10 Juli 2025, di Gedung Siber SBSN Lantai 8, dan diikuti oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta mahasiswa peserta KKN.

Bimtek ini merupakan bagian dari program strategis hasil kolaborasi antara UIN Siber Cirebon dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang bersama-sama mengusung Program Desa SIAPSIAGA. 

Program nasional ini bertujuan membangun ketahanan masyarakat desa terhadap pengaruh ideologi ekstremisme dan terorisme, dengan menekankan pentingnya peran keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial dalam menciptakan masyarakat yang moderat dan inklusif.

Dalam sesi lanjutan kegiatan, peserta dibekali dengan pemahaman mendalam melalui Diskusi Panel bertajuk Ketahanan Keluarga dari Radikalisme. Diskusi ini dipandu oleh Humas BNPT, Ghina Nur’aini, dan menghadirkan narasumber inspiratif: Ustadz Haris Amir Falah dan Umi Ainun Syafaah — pasangan suami-istri yang merupakan mitra program deradikalisasi BNPT. 

Keduanya menceritakan pengalaman pribadi bagaimana pernah terjerumus dalam paham ekstremisme, hingga akhirnya kembali ke pangkuan NKRI melalui pendekatan yang humanis dan dukungan lingkungan keluarga. Kisah mereka menjadi refleksi penting akan kekuatan keluarga dan komunitas dalam menangkal infiltrasi paham radikal.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Siber Cirebon, Dr. Budi Manfaat, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen UIN Siber dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang moderat ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat.

“Program KKN Tematik Moderasi Beragama ini bukan sekadar pengabdian rutin. Ini adalah bagian dari gerakan nasional untuk membentengi desa-desa dari ancaman ideologi kekerasan. Mahasiswa tidak hanya turun mengabdi, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam membumikan Islam rahmatan lil ‘alamin,” tegas Dr. Budi.

Kegiatan ini juga menandai kesiapan para mahasiswa UIN Siber Cirebon untuk terjun langsung dalam Program Desa SIAPSIAGA di sejumlah titik di Kabupaten Cirebon. Mereka akan mendampingi masyarakat desa dalam membangun wawasan kebangsaan, nilai toleransi, serta memperkuat solidaritas sosial berbasis kearifan lokal.

Dengan mengusung semangat Cyber Islamic University, UIN Siber Cirebon menunjukkan peran sentralnya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman, termasuk dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme melalui pendidikan dan pengabdian yang transformatif. (din)



UIN Siber Cirebon dan BNPT Perkuat Ketahanan Sosial Lewat Bimtek KKN Tematik Moderasi Beragama

CIREBON — Dalam komitmennya membangun ketahanan sosial masyarakat dari ancaman radikalisme, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Penguatan Moderasi Beragama pada Rabu–Kamis, 9–10 Juli 2025. 

Bertempat di Gedung Siber SBSN Lantai 8, kegiatan ini diikuti oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan ratusan mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke masyarakat.

Bimtek ini merupakan bagian dari implementasi kolaborasi strategis antara UIN Siber Cirebon dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam Program Desa SIAPSIAGA — sebuah inisiatif nasional yang bertujuan menciptakan desa-desa tangguh terhadap ideologi ekstremisme dan terorisme melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan partisipatif.

Dalam sesi lanjutan kegiatan, para peserta KKN mendapatkan materi penting mengenai Perkembangan Terorisme di Media Sosial, yang disampaikan langsung oleh Analis Media Sosial Subdirektorat Teknologi Intelijen BNPT, Atmo Gayuh Laksono Setiawan, S.ST. 

Ia memaparkan bagaimana narasi-narasi ekstremisme kini menyusup melalui konten digital, algoritma media sosial, dan platform komunikasi daring yang sering tidak terpantau publik.

“Terorisme hari ini tidak hanya lahir dari senjata dan kekerasan, tetapi juga dari narasi. Media sosial menjadi senjata ideologis baru yang harus kita waspadai bersama. Mahasiswa perlu cerdas digital dan mampu menjadi agen kontra narasi di ruang siber,” jelas Atmo dalam paparannya yang disambut antusias peserta.

Tak hanya fokus pada aspek digital, sebelumnya peserta juga mendapatkan pembekalan dari sesi diskusi inspiratif bertajuk Ketahanan Keluarga dalam Menangkal Radikalisme. Diskusi ini menghadirkan pasangan Mitra Deradikalisasi BNPT, Ustadz Haris Amir Falah dan Umi Ainun Syafaah, yang membagikan kisah nyata perjalanan mereka keluar dari ideologi ekstrem menuju pemahaman Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Siber Cirebon, Dr. Budi Manfaat, M.Si., menegaskan pentingnya sinergi kampus dengan lembaga strategis negara seperti BNPT dalam memperluas jangkauan pengabdian mahasiswa yang berdampak langsung pada ketahanan ideologis masyarakat.

“Program Desa SIAPSIAGA adalah bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham radikal. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengabdi, tetapi juga sebagai edukator dan pemantik perubahan sosial yang damai dan toleran,” ujar Dr. Budi.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa UIN Siber Cirebon yang tergabung dalam KKN Tematik Moderasi Beragama akan ditempatkan di berbagai desa di Kabupaten Cirebon, membawa misi untuk menyemai semangat kebhinekaan, memperkuat nilai-nilai toleransi, dan membangun masyarakat yang tahan terhadap infiltrasi ideologi kekerasan.

Bimtek ini sekaligus mempertegas positioning UIN Siber Cirebon sebagai kampus pelopor moderasi beragama berbasis digital — yang tak hanya unggul di ranah akademik, tetapi juga aktif membumikan nilai-nilai Islam wasathiyah demi menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa. (din)



Pemkab Cirebon Gencar Bersihkan TPS Liar, Wabup Jigus Ajak Masyarakat Sadar Kebersihan

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta masyarakat untuk membudayakan kebersihan. Salah satunya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan, yang tentu saja dapat mengganggu kesehatan.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, ditengah pembersihan tempat pembuangan sampah liar yang berada di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Rabu (9/7/2025).

Dikatakan Jigus, sapaan akrabnya, saat ini telah banyak TPS liar yang ditemukan di wilayah Kabupaten Cirebon. Oleh sebab itu, Jigus mengajak masyarakat untuk menerapkan hidup sehat dan bersih.

“Saya harap mulai hari ini, masyarakat mengutamakan kebersihan. Jika lingkungan bersih, maka kesehatan juga akan terjaga,” ujarnya.

Selain itu, Jigus juga menginstruksikan agar semua pihak bisa bekerja sama dalam upaya mencegah munculnya TPS liar di wilayah masing-masing. Mulai dari tingkatan desa, Jigus mengungkapkan perlu adanya koordinasi.

“Kami bersama Dinas Lingkungan Hidup tidak henti dalam melakukan pembersihan. Termasuk juga jika ada TPS liar, maka kami minta diinfokan agar segera ditangani dan dibersihkan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan, menyebut pembersihan di lokasi TPS liar Desa Kertawinangun sudah kedua kalinya. Dirinya juga menyayangkan tindakan warga yang masih membuang sampah sembarangan.

“Sebetulnya pembersihan di lokasi ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Tetapi, saya juga menyayangkan tindakan masyarakat yang membuat kita melakukan tindakan ekstra pembersihan disini,” ujar Iwan.

“Untuk kali ini, kita rencana mengerahkan sepuluh truk untuk mengangkut sampah dengan estimasi satu truk itu memuat 3 ton sampah. Berarti, ada 30 ton sampah dari sini,” terang Iwan.

Disinggung tindakan selanjutnya, Iwan mengatakan telah melakukan komunikasi dengan camat dan kuwu setempat.

“Akan ada pemagaran, agar masyarakat tidak lagi buang sampah disini. Langkah lainnya juga sudah kita komunikasikan dengan camat dan kuwu,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini juga, Iwan menyebut, pihaknya masih terus mempercepat pembuatan peraturan daerah yang mengatur tentang pembuangan sampah liar.

Dia menegaskan, bahwa ada denda yang akan diberikan kepada masyarakat jika terbukti membuang sampah sembarangan.

“Dendanya sampai Rp500 ribu. Semoga Perbup ini segera selesai dan dapat diterapkan,” tutupnya. (Nur)








Foto Kuwu Sampiran Dicatut untuk Modus Penipuan, Sujito: Warga Diminta Waspada

CIREBON,FC – Kuwu Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Sujito, menyampaikan klarifikasi kepada seluruh warga desa atas tindakan tidak bertanggung jawab pihak tertentu yang menyalahgunakan foto dirinya untuk melakukan aksi penipuan. 

Dalam pernyataannya, Sujito menegaskan bahwa ia tidak pernah meminta apapun, baik berupa uang maupun dalam bentuk lainnya, kepada warga.

“Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah meminta, apalagi menyuruh seseorang untuk melakukan transfer uang. Jika ada yang mengatasnamakan saya dan meminta sesuatu, mohon jangan langsung percaya. Segera konfirmasi ke saya langsung atau melalui perangkat desa,” ujar Sujito dalam keterangannya, Kamis (10/7/2025).

Sujito mengungkapkan bahwa baru-baru ini dirinya menjadi korban penyalahgunaan identitas, di mana foto dirinya digunakan oleh oknum pelaku penipuan untuk menghubungi warga dan meminta sejumlah uang. Warga yang merasa kenal dan percaya, tanpa melakukan konfirmasi ulang, akhirnya menjadi korban.

“Pelaku memanfaatkan foto saya agar korban percaya. Setelah itu mereka menelpon dan mengaku sebagai saya, lalu meminta ditransfer sejumlah uang. Karena percaya itu benar saya, korban langsung mengirimkan uang tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Ini sangat disayangkan,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Sampiran untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan, terutama yang mengatasnamakan pejabat desa atau tokoh masyarakat. 

Menurutnya, pelaku kejahatan akan menggunakan berbagai cara untuk memanipulasi dan mengecoh warga, khususnya mereka yang sedang dalam kondisi membutuhkan bantuan atau sedang mengalami tekanan.

“Saya minta kepada seluruh warga, jika menerima pesan atau telepon yang mencurigakan, jangan langsung percaya. Cek dan ricek dulu kebenarannya, pastikan dengan cara menghubungi nomor resmi saya atau datang langsung ke kantor desa,” tegas Sujito.

Dirinya berharap kasus serupa tidak terulang kembali dan warga menjadi lebih hati-hati serta bijak dalam menyikapi segala bentuk permintaan melalui media sosial, pesan singkat, maupun telepon yang mengatasnamakan dirinya atau pemerintah desa.

“Modus penipuan saat ini semakin canggih. Saya mohon warga jangan menjadi korban berikutnya. Waspada, dan jangan mudah percaya sebelum memastikan kebenarannya,” pungkasnya. (din)

Rabu, 09 Juli 2025

Pengabdian Tak Bertepi, Wali Kota Serahkan SK Pensiun dan Penghargaan 22 ASN Purnabhakti

CIREBON -  Sebanyak 22 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon menerima Surat Keputusan Pensiun dan Tanda Penghargaan atas pengabdiannya, Rabu (9/7/2025). Penyerahan SK Pensiun dan Tanda Penghargaan tersebut langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.

ASN yang memasuki masa purnabhakti terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2025 ini terdiri dari 8 orang pejabat struktural, 9 orang pejabat fungsional tertentu, dan 5 orang pejabat fungsional umum. Seluruhnya telah menuntaskan tugas dan tanggung jawab dengan penuh integritas di berbagai lini pemerintahan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian para ASN tersebut. Ia menyebut masa pensiun bukanlah akhir dari kontribusi, melainkan babak baru dalam bentuk yang berbeda.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cirebon, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi yang setulus-tulusnya kepada Bapak dan Ibu sekalian. Bapak dan Ibu telah menjadi teladan bahwa menjadi ASN bukan semata-mata tentang rutinitas, tapi juga soal ketulusan mengemban amanah dan melayani masyarakat," ungkap Wali Kota.

Wali Kota melanjutkan, para ASN yang memasuki masa purna tugas telah menjadi bagian penting dari jalannya roda pemerintahan selama bertahun-tahun. Teladan tentang disiplin, loyalitas, dan integritas diharapkan dapat terus diteladani oleh generasi ASN yang masih aktif.

"Kami berharap nilai-nilai itu tidak ikut pensiun, tapi justru menjadi warisan moral bagi ASN muda. Karena di balik pembangunan yang berkelanjutan, tersimpan semangat mereka yang pernah menorehkan pengabdian dalam diam," tuturnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota Cirebon tengah berfokus pada reformasi birokrasi dan penguatan manajemen sumber daya manusia aparatur. 

Visi pembangunan Kota Cirebon yang Setara Berkelanjutan yakni Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Aman, dan Berkelanjutan hanya dapat tercapai dengan peran ASN yang kompeten dan berintegritas.

"Saya percaya, meski secara administratif masa tugas Bapak dan Ibu telah usai, semangat pengabdiannya akan tetap hidup, baik di lingkungan sosial, maupun dalam keluarga. Rumah besar Pemkot Cirebon ini akan selalu terbuka untuk silaturahmi dan berbagi pengalaman," tutup Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati, dalam laporannya menjelaskan bahwa para ASN yang pensiun telah berkontribusi besar dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

"Sebanyak 22 orang ASN yang memasuki masa purnabhakti ini adalah pribadi-pribadi yang telah memberikan warna dalam dinamika birokrasi kita. Mereka datang dari berbagai jabatan, membawa pengalaman dan semangat yang tak ternilai," ujarnya.

Ia berharap, ke depan akan lahir lebih banyak ASN yang tak hanya cerdas secara teknis, tapi juga matang secara etika, seperti para pendahulunya yang kini menapaki masa pensiun.

Kini, langkah para ASN purnabhakti tak lagi terikat oleh jam kantor, tetapi tetap menyala dalam kenangan dan teladan. Purnabhakti bukan sekadar perpisahan, melainkan awal dari pengabdian yang berganti wajah, lebih tenang, namun tetap menginspirasi. (din)