Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 20 Juli 2025

Tim Periset UINSSC Gelar FGD Inovasi Buku AR Bilingual untuk Generasi Alpha

CIREBON – Upaya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur cerita rakyat melalui pendekatan teknologi mutakhir, Tim Periset UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Eksplorasi Kebutuhan dan Tantangan Pengembangan Inovasi Buku Cerita Bergambar Bilingual Berbasis Augmented Reality untuk Generasi Alpha" pada Rabu, 16 Juli 2025 di Safti Co-Working Space, Kompleks Patra, Cirebon, Jawa Barat.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program penelitian MoRA The AIR Funds ini secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian LP2M UINSSC, Mujib Ubaidillah, M.Pd, dan dipimpin oleh Dr. H. Tamsik Udin, M.Pd sebagai ketua tim peneliti, didampingi dua anggota peneliti yaitu Nur Atikoh, M.Pd dan Ana Humardhiana, M.Hum.

FGD ini menghadirkan para narasumber ahli lintas bidang yang memperkaya diskusi, di antaranya:

Dr. Made Casta, M.Pd (Ahli Budaya Cirebon),

Nurhannah Widianti, M.Pd (Ahli Bahasa dan Pendongeng Anak),

Heru Mudiyanto, M.Pd (Pakar Teknologi Pendidikan).

Dalam paparannya, Dr. Made Casta menekankan pentingnya pemartabatan budaya melalui inovasi digital. 

“Ini adalah momentum emas. Cerita rakyat yang dulu hanya disampaikan secara lisan, kini bisa hadir dalam bentuk Augmented Reality. Ini bukan sekadar revitalisasi, tapi pemartabatan budaya dan bahasa sebagai pembentuk kebudayaan lintas generasi,” tegasnya.

FGD ini turut dihadiri oleh para guru, akademisi, pegiat literasi anak, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Cirebon, Toli-Toli, Lombok, Lampung, dan Papua—baik secara luring maupun daring. Diskusi berlangsung dinamis dengan menggali berbagai aspek kebutuhan, hambatan, hingga peluang pengembangan buku cerita bergambar bilingual berbasis AR yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan Generasi Alpha, generasi digital yang tumbuh bersama teknologi.

Hasil FGD ini akan dijadikan sebagai landasan strategis dalam penyusunan dan pengembangan prototype buku cerita bergambar berbasis teknologi yang tak hanya berfungsi sebagai media literasi, namun juga sebagai sarana pelestarian budaya Nusantara dalam bentuk interaktif, menyenangkan, dan edukatif.

Menurut Ketua Tim Peneliti, Dr. Tamsik Udin, proyek ini diharapkan mampu menjembatani dunia anak dengan khazanah budaya lokal secara modern. 

“Kami ingin Generasi Alpha tidak hanya menjadi konsumen konten global, tetapi juga mencintai dan memahami cerita-cerita rakyat Nusantara melalui medium yang mereka akrabi—yakni teknologi,” pungkasnya.

Dengan FGD ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai pelopor inovasi pendidikan berbasis budaya dan teknologi, sekaligus aktor strategis dalam pelestarian warisan budaya bangsa secara kontekstual dan relevan di era digital. (din)

Sabtu, 19 Juli 2025

Cakra Khan Meriahkan Malam Puncak Hari Jadi Cirebon ke-598: Harmoni Musik dalam Napas Sejarah

CIREBON — Cahaya lampu dan gemuruh tepuk tangan mewarnai langit malam di depan Balai Kota Cirebon, Sabtu (19/7). Ribuan pasang mata menyatu dalam satu semangat yakni merayakan  malam puncak Hari Jadi Cirebon ke-598. 

Dengan tema “Cirebon Mayungi lan Nyumponi,” perayaan malam puncak ini bukan sekadar pesta kota, melainkan simbol harapan yang bertumbuh dari akar sejarah dan cinta yang mendalam terhadap tanah leluhur.

Berbagai penampilan memukau membuka malam penuh makna ini. Di antara yang tampil adalah Papa Jamees Band dari Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Band Amora, dan Band BUMN, yang masing-masing menghadirkan warna tersendiri bagi panggung budaya. 

Namun, gemuruh penonton mencapai puncaknya ketika Cakra Khan, penyanyi bersuara khas nan menyentuh, tampil sebagai bintang tamu utama. Dengan membawakan lagu-lagu melankolis, seperti Butiran Debu, Kekasih Bayangan, dan Harus Berpisah, ia sukses menggiring emosi penonton ke dalam ruang kenangan dan harapan.

“Saya selalu senang bisa tampil di Cirebon. Antusiasme dan kebersamaan dari masyarakat di sini luar biasa," ujar Cakra Khan.

Di kesempatan tersebut, Cakra Khan juga menyempatkan diri mengapresiasi karya-karya seniman lokal yang terpajang di Ruang Adipura Balai Kota.

"Karya-karya seniman Cirebon itu punya jiwa. Ada salah satu karya yang menarik dan saya beli," ungkapnya.

Selain mengapreasi karya para seniman, Cakra Khan juga selalu menikmati kuliner khas Cirebon. 

Ia tidak pernah lupa dengan kue cikak, jajanan tradisional khas Cirebon. "Saya suka kue cikak, enak," tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyampaikan bahwa Hari Jadi bukan hanya tentang merayakan usia, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali identitas dan arah perjalanan kota.

"Cirebon bukan sekadar bangunan atau batas wilayah administratif. Ia adalah ruang hidup, ruang sejarah, ruang budaya, dan ruang harapan,” ujar Wali Kota.

Seperti yang diketahui, Kota Cirebon telah melewati zaman demi zaman, kerajaan, kolonialisme, hingga kemerdekaan. 

"Dan dalam setiap tahapannya, Cirebon selalu punya cara untuk tetap hidup dan memberi artI," ucapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa tema “Mayungi lan Nyumponi” bukanlah sembarang frasa, melainkan falsafah luhur. Mayungi berarti memberi perlindungan, Nyumponi berarti mencukupi dan menghadirkan manfaat.

"Kami ingin Cirebon menjadi kota yang meneduhkan sekaligus menumbuhkan. Kota yang bukan hanya indah dari luar, tapi juga hangat dari dalam, dengan rasa keadilan, kenyamanan, dan kasih sayang yang nyata," tuturnya.

Wali Kota juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pemerintahan yang hadir, mendengar, dan bekerja untuk rakyat, hingga ke pelosok RW dan gang-gang sempit.

"Karena bagi kami, kota ini bukan sekadar ruang administratif, melainkan rumah besar bersama yang harus kita rawat dengan cinta dan kita bangun dengan kerja nyata,” tutupnya.

Dalam suasana haru yang bercampur bahagia, Wali Kota juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Cirebon yang bersama-sama membangun dan menjadi nadi kehidupan kota.

Turut hadir dalam perayaan ini Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para asisten daerah, staf ahli, Ketua Pelaksana Hari Jadi Iing Daiman, jajaran kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh budaya, dan masyarakat dari berbagai penjuru kota dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ditampilkan pula prosesi penutupan Hari Jadi Cirebon ke 598. Diantaranya ada penampilan Erhu, Hadroh, Tari Topeng Panca Wanda hingga Tari Putri Binangkit. Selain itu, Wali Kota Cirebon juga memberikan beberapa penghargaan, diantaranya untuk Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (Peran Serta dalam Perbaikan Infrastruktur Penanganan Banjir), Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Cirebon, Bapenda Jabar (Peran Serta dalam Optimalisasi Pendapatan Daerah Kota Cirebon).

Kemudian penghargaan kepada Palang Merah Indonesia Kota Cirebon (Peran Serta dalam Pemecahan Rekor MURI Donor Darah dalam rangka Peringatan Hari Jadi Cirebon Ke-598), PT Bank Pembanguinan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Cabang Cirebon (Peran Serta Aktif dalam Mendukung Hari Jadi Cirebon Ke-598 Tahun 2025), Ir Djajadi Susanto (PT Duta Hita Jaya) (Peran Serta Aktif dalam Mendukung Hari Jadi Cirebon Ke-598 Tahun 2025) dan Nick Nurrachman (Adyawinsa Group) (Peran Serta Aktif dalam Mendukung Hari Jadi Cirebon Ke-598 Tahun 2025).

Malam itu, Kota Cirebon tidak hanya merayakan usia, ia menghidupkan harapan. Di panggung musik, dalam kata-kata penuh makna,  Kota Cirebon kembali mengukuhkan dirinya sebagai kota yang mayungi lan nyumponi, kota yang melindungi, mencukupi, dan mencintai. (din)



Jumat, 18 Juli 2025

Letkol Pnb Yudisthira Resmi Jabat Danlanud SKI, Tradisi Militer Penuh Haru Iringi Tongkat Komando Baru


MAJALENGKA — Nuansa kebanggaan dan semangat baru begitu terasa di Lanud Sugiri Sukani, Majalengka, Jumat (18/7/2025), saat Letkol Pnb Yudisthira secara resmi menerima tongkat komando sebagai Komandan Lanud SKI. Momen istimewa ini ditandai dengan upacara tradisi militer Passing In yang berlangsung khidmat namun sarat semangat.

Rangkaian tradisi diawali dengan laporan resmi dari perwira yang ditunjuk, kemudian dilanjutkan dengan pengalungan bunga kepada Komandan baru dan pemberian hand bouquet kepada Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 6/D.I Lanud Sugiri Sukani.

Suasana haru dan bangga semakin terasa saat para perwira melakukan penghormatan pedang, diiringi pembacaan puisi dan lantunan lagu “Selamat Datang Pahlawan Muda” oleh seluruh personel. Momen ini mengiringi langkah Letkol Pnb Yudisthira menuju Mako Lanud sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas amanah baru yang diemban.

Setibanya di Mako, rangkaian tradisi dilanjutkan dengan pemasangan papan nama Komandan baru, penyerahan simbolis kunci ruang kerja, serta penyerahan memorandum sebagai tanda peralihan tanggung jawab. 

Sebagai bentuk estafet kepemimpinan, Mayor Pnb Fariana turut memasang foto Komandan yang baru di ruang utama.

Mengakhiri prosesi, Letkol Pnb Yudisthira memberikan pengarahan singkat kepada seluruh personel Lanud SKI. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan di Lanud Sugiri Sukani.

Tradisi Passing In bukan sekadar seremoni, tetapi wujud penghormatan terhadap nilai-nilai kehormatan, disiplin, serta kesinambungan dalam tubuh TNI Angkatan Udara.

Dengan kepemimpinan baru, semangat dan dedikasi keluarga besar Lanud Sugiri Sukani diharapkan terus berkobar demi menjaga kehormatan, kejayaan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. (din)

Kamis, 17 Juli 2025

Festival Kuliner Jalur Rempah, Simpul Rasa Nusantara dalam Arus Sejarah

CIREBON –  Festival Kuliner Jalur Rempah (FKJR) 2025 resmi digelar untuk kedua kalinya, membawa pesan yang lebih dalam dari sekadar pesta rasa. Ini adalah selebrasi warisan, identitas, dan ketahanan budaya. Kali ini, FKJR digelar di Gedung DPRD Kota Cirebon dan sekitarnya, Kamis-Sabtu (17-19/7/2025) dengan tema "Wastra Nusantara".

Festival ini merupakan bagian dari agenda strategis tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon yang tahun ini mengusung semangat ketahanan pangan, pelestarian budaya kuliner, dan pemberdayaan ekonomi lokal. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya FKJR 2025.

"Kami berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah berkontribusi dan mendukung festival ini. FKJR bukan hanya agenda rutin, tapi sebuah cermin perjalanan sejarah. Cirebon, dalam catatan sejarah, adalah simpul penting jalur perdagangan rempah. Dari pelabuhan ini, aroma cengkeh, pala, dan lada mengarungi lautan dan menyentuh dunia,” ujarnya 

Agus menambahkan bahwa peran Cirebon dalam jalur rempah bukan hanya ekonomis, tapi juga kultural. Kota ini menjadi tempat pertemuan dan akulturasi agama, budaya, hingga kuliner yang menjadikannya “Sarumban”, sebuah istilah yang berarti campuran atau pertemuan.

“FKJR tahun ini tidak hanya menyajikan kuliner tradisional, tetapi juga lomba foto-video, pagelaran seni tari dan musik, workshop melukis topeng, launching maskot Kota Cirebon, fashion show, lomba tumpeng mini, hingga bazar UMKM. Kami juga mengangkat tema besar ketahanan pangan dan menghidupkan kembali Wastra Nusantara sebagai wujud cinta pada akar kita sendiri,” imbuh Agus.

Festival ini turut melibatkan berbagai komunitas, termasuk asosiasi perias dan pelaku budaya, yang menghadirkan nuansa lokal dalam balutan semangat nasional.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo dalam pidato pembukaan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh unsur masyarakat dan panitia yang telah menyukseskan acara ini.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cirebon, saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, para pelaku UMKM, komunitas budaya, media, dan para sponsor yang dengan tulus mencintai dan menjaga warisan bangsa kita,” ujar Wali Kota.

Wali Kota menegaskan bahwa FKJR 2025 bukan sekadar festival, melainkan pernyataan jati diri sebuah kota yang berakar pada sejarah besar Nusantara. Melalui festival ini, Wali Kota ingin menegaskan bahwa kuliner adalah kekayaan intelektual, bagian dari identitas yang hidup. 

“Jalur rempah bukan hanya jalur dagang, tapi jalur peradaban. Ia membawa cita rasa, ilmu, dan nilai-nilai. Maka, dapur rakyat bukan sekadar ruang memasak, tapi juga ruang mencipta sejarah," tuturnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa FKJR 2025 dirancang sebagai ruang dialog budaya, penguatan jejaring antardaerah, dan sarana pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis lokal.  

Sejalan dengan visi SETARA BERKELANJUTAN yakni Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Aman, dan Berkelanjutan, Pemkot Cirebon ingin menjadikan Cirebon sebagai destinasi budaya dan kuliner yang autentik.

“Kita ingin Kota Cirebon hadir sebagai simpul rasa Nusantara. Sebuah kota pelabuhan yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tapi juga berakar dalam budaya," tegasnya.

Mengakhiri pidatonya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya untuk hadir dan terlibat aktif.

“Mari kita rayakan kekayaan rasa dan sejarah kita. Hadiri festival ini, dukung UMKM lokal, dan banggakan warisan kuliner kita. Tunjukkan kepada dunia bahwa Kota Cirebon bukan sekadar persinggahan, tapi rumah bagi cita rasa dan budaya yang abadi,” tutupnya.

Festival Kuliner Jalur Rempah 2025 akan berlangsung selama tiga hari ke depan, diisi dengan berbagai pertunjukan budaya, kompetisi kreatif, hingga pameran produk-produk lokal unggulan. (Ara)

Bupati Imron Dukung Menko PM Perkuat Peran Pesantren Atasi Kemiskinan

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar, yang mendorong pesantren naik kelas menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Hal itu disampaikan Imron saat menyambut Menko PM dalam agenda Rembug Warga bertajuk “Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pesisir Berbasis Pesantren” yang digelar di Pondok Pesantren Gedongan, Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kamis (17/7/2025).

“Kami menyambut baik kedatangan Bapak Menko ke Cirebon, terutama dengan membawa agenda yang sangat relevan bagi daerah kami sebagai kota santri,” kata Imron.

Imron menjelaskan, Kabupaten Cirebon memiliki karakteristik wilayah pesisir yang menghadapi beragam tantangan pembangunan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, rendahnya daya saing SDM, hingga tingginya angka kemiskinan.

“Angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon masih 11 persen atau sekitar 245 ribu jiwa. Namun kami optimistis, pesantren bisa menjadi motor penggerak dalam menurunkan angka ini,” ujarnya.

Ia menyebut, ratusan pesantren yang tersebar di wilayahnya tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga aktif membangun ekonomi kerakyatan. Karena itu, pemerintah daerah siap mendukung setiap langkah peningkatan kapasitas pesantren.

“Dengan pesantren ekonomi, warga mendapatkan pengaruh positif yang signifikan. Harapannya, pesantren dapat naik level sebagai game changer dalam pengentasan kemiskinan,” ucapnya.

Selain itu, Pemkab Cirebon juga mendukung penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi sebagai basis penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan agar lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Menko PM, Muhaimin Iskandar menyatakan, pondok pesantren memiliki sejarah panjang dalam membantu rakyat kecil melalui pendidikan tanpa diskriminasi, bahkan sejak sebelum kemerdekaan.

“Pesantren telah lama menjadi tempat bagi siapa pun, termasuk masyarakat miskin, untuk mengakses pendidikan. Ini kunci penting dalam memotong rantai kemiskinan,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

Ia menambahkan, pesantren perlu dikembangkan menjadi pusat pelatihan kerja, inkubator usaha, dan jaringan distribusi produk lokal.

Dengan transformasi ini, pesantren tidak hanya mencetak santri yang alim, tetapi juga santri yang mandiri secara ekonomi.

Kemenko PM, lanjut Cak Imin, akan terus mengorkestrasikan dukungan lintas kementerian/lembaga, guna memperkuat peran pesantren dalam memberdayakan masyarakat.

Upaya ini menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang menargetkan pengentasan kemiskinan ekstrem pada 2026.

“Mari kita perkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan, agar seluruh lapisan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya. (din)

1.735 Tenaga Honorer Resmi Dilantik Jadi PPPK, Kabupaten Cirebon Raih Penghargaan dari BKN

 

KABUPATEN CIREBON — Momen bersejarah terjadi di Stadion Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (16/7/2025).

Sebanyak 1.735 tenaga honorer resmi dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Bupati Cirebon, Imron.

Pelantikan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier ribuan tenaga honorer yang selama ini telah lama mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Suasana penuh haru dan bahagia tampak mewarnai acara pelantikan yang disaksikan langsung oleh jajaran pejabat pemerintah daerah serta perwakilan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan, bahwa pengadaan PPPK tahun anggaran 2024 ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat pelayanan publik dan mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cirebon.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon telah melaksanakan pengadaan PPPK dengan menitikberatkan pada formasi guru, tenaga kesehatan, dan teknis. Ini sebagai bentuk ikhtiar kita bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan,” ujar Imron.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan formasi tambahan untuk tahun 2024, yakni 97 formasi tenaga guru, 50 formasi tenaga kesehatan, dan 1.893 formasi tenaga teknis.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.735 orang telah lolos tahapan seleksi dan kini resmi diangkat sebagai PPPK.

Imron menekankan pentingnya peran PPPK dalam mendukung jalannya roda pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

“Saya minta kepada seluruh PPPK yang hari ini dilantik, agar benar-benar bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Tunjukkan dedikasi dan loyalitas, karena kalian adalah orang-orang terpilih,” pesannya.

Tak hanya itu, Imron juga mengajak para pegawai yang baru dilantik untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan bekerja dengan semangat serta integritas.

“Jadikan momentum ini untuk membangun kapasitas diri, bekerja dengan cerdas dan sepenuh hati. Mari kita bersama-sama membawa Kabupaten Cirebon menuju arah yang lebih baik,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga menerima penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemkab Cirebon dalam melakukan percepatan pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Formasi Tahun 2024.

Predikat tersebut diberikan oleh Kantor Regional III BKN, dan menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai salah satu instansi terbaik dalam proses pengadaan ASN.

Kini, dengan status yang lebih pasti, mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih maksimal untuk kemajuan Kabupaten Cirebon. (din)

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional Etika Siber dan Informasi

CIREBON, FC — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi  pelopor kampus digital keislaman di Indonesia. 

Melalui Perpustakaan Pusat dan berkolaborasi dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), UIN Siber Cirebon menjadi tuan rumah Seminar Internasional bertajuk “Navigating the Landscape of Cyber Ethics and Information Ethics: Exploring the Challenges, Management Strategies, and Policies in the Realm of Digital Libraries”, Rabu (17/07/2025).

Berlokasi di Gedung SBSN lantai 8, seminar ini diikuti lebih dari 110 peserta dari 58 perguruan tinggi di Indonesia, baik secara luring maupun daring. Selain itu, sebanyak 40 perguruan tinggi turut menandatangani nota kesepahaman (MoA) sebagai upaya memperkuat jejaring perpustakaan digital nasional.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, Gunawan, ATD, DEA, yang hadir mewakili Wali Kota Cirebon. 

Ia mengapresiasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atas penyelenggaraan seminar yang dinilai strategis di tengah era disrupsi digital.

“Kegiatan ini sangat positif dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya kota Cirebon. Ini mencerminkan peran nyata UIN Siber dalam membangun ekosistem pengetahuan digital berbasis etika dan nilai,” ujar Gunawan.

Seminar ini menghadirkan pembicara dari berbagai institusi internasional, antara lain: Amir Hussain Md Ishak, Chief Librarian Asia e University Malaysia, Dr. Labibah, M.LIS, President SLA (Special Library Association) Asian Community, Prof. Dr. H. Didin Nurul Rosyidin, Ph.D, Dosen UIN Siber Cirebon dan Moderator : Lala Bumela, Ph.D, Direktur International Office UIN Siber Cirebon.


Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menyampaikan bahwa seminar ini sekaligus menjadi ajang afirmasi pencapaian UIN Siber sebagai perguruan tinggi berbasis digital pertama di bawah naungan Kementerian Agama.

“Tepat satu tahun sejak ditetapkan melalui Perpres No. 60 Tahun 2024, kami berhasil meraih akreditasi UNGGUL dari BAN-PT. Ini bukti bahwa transformasi digital yang kami jalankan berhasil mengangkat kualitas pendidikan tinggi Islam ke tingkat global,” ujarnya.

Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Perpustakaan Pusat UIN Siber Cirebon, Syibli Maufur, M.Pd, menyatakan bahwa seminar ini menjadi tonggak penting dalam menyikapi tantangan etika informasi di era perpustakaan digital.

“Tema seminar ini sangat relevan dan menjawab kebutuhan akan kebijakan informasi yang etis, adaptif, serta manajemen literasi digital yang berkelanjutan,” jelas Syibli.

Sementara itu, Ketua FPPTI Pusat, Mariyah, S.Sos., M.Hum, yang hadir secara daring, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UIN Siber Cirebon dalam memperkuat literasi informasi yang berlandaskan etika di lingkungan perguruan tinggi.

Dengan terselenggaranya seminar ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperkuat posisinya sebagai pionir dalam pengembangan budaya akademik digital dan etika informasi di tingkat nasional maupun internasional. (din)

Persetujuan Tiga Raperda, Wujud Komitmen terhadap Tata Kelola dan Pembangunan Daerah

CIREBON — Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan legislasi daerah pada Kamis (17/7/2025). 

Dalam rapat tersebut, tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis disetujui bersama, menandai komitmen kuat antara eksekutif dan legislatif untuk memperkuat tata kelola serta pembangunan daerah secara menyeluruh.

Tiga Raperda yang disetujui meliputi Raperda tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Raperda tentang Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bank Cirebon, dan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024. Ketiganya dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan dan kebutuhan strategis Kota Cirebon saat ini.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa persetujuan Raperda ini bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan semangat kolaboratif dalam menghadirkan kebijakan yang adaptif dan berpihak pada masyarakat. 

“Paripurna hari ini adalah bentuk nyata dari sinergi kita dalam mewujudkan regulasi yang lahir dari aspirasi publik, bukan dari ruang kosong,” ujarnya.

Raperda lalu lintas, menurut Wali Kota, diarahkan untuk menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan terintegrasi. 

Sementara pembentukan BPR Bank Cirebon menjadi bagian dari strategi besar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan memperluas akses keuangan bagi masyarakat kecil. Sedangkan Raperda Pertanggungjawaban APBD mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas anggaran.

Proses penyusunan dua Raperda substansi tersebut telah melalui tahapan harmonisasi dan fasilitasi yang ketat, termasuk mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Hukum dan HAM melalui Kanwil Jawa Barat serta Gubernur Jawa Barat. 

“Kami pastikan bahwa seluruh tahapan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Wali Kota.

Apresiasi pun disampaikan kepada seluruh anggota DPRD Kota Cirebon, terutama Panitia Khusus dan Badan Anggaran, yang telah bekerja keras selama proses pembahasan. 

“Terima kasih atas dedikasi dan kesungguhan seluruh pihak yang telah terlibat, termasuk tim teknis dari eksekutif,” tambahnya.

Wali Kota juga menegaskan pentingnya tindak lanjut setelah persetujuan Raperda ini. Ia menginstruksikan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk segera menyiapkan langkah operasional dan regulasi turunan yang dibutuhkan, seperti Peraturan Kepala Daerah dan petunjuk teknis. 

“Perda bukan sekadar produk hukum, tapi harus hadir dalam bentuk layanan konkret yang dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.

Wali Kota mengingatkan bahwa kekuatan sebuah regulasi akan sangat bergantung pada pelaksanaannya. Untuk itu, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, kepemimpinan teknis, dan semangat birokrasi yang berorientasi pada hasil. “Mari pastikan bahwa kebijakan ini berdampak nyata dan positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga integritas dalam proses legislasi daerah. 

“Setiap Raperda yang disusun dan disahkan adalah bagian dari amanah publik yang tidak bisa kita abaikan. Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama,” pungkasnya.

Rapat Paripurna ini menjadi bukti bahwa kerja sama yang solid antara pemerintah dan legislatif dapat menghasilkan kebijakan yang progresif dan berakar pada kebutuhan riil masyarakat. (din)



Keuntungan Indonesia dalam Kemitraan Ekonomi IEU-CEPA

JAKARTA – Pemerintah Indonesia baru saja menyepakati kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Apa saja keuntungan Indonesia dari kerja sama strategis ini?

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Fithra Faisal menyampaikan, salah satu dampak positif utama dari IEU-CEPA adalah potensi peningkatan ekspor Indonesia hingga 50% dalam tiga hingga empat tahun ke depan. 

Hal ini dimungkinkan karena sekitar 80% produk unggulan Indonesia—seperti minyak kelapa sawit berkelanjutan, tekstil, alas kaki, hasil perikanan, makanan olahan, dan produk pertanian—akan mendapat bebas tarif atau preferensi tarif di pasar Eropa.

Dampak turunannya adalah penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor seperti industri manufaktur, pertanian dan perikanan, serta jasa profesional dan logistik. “Potensi penyerapannya bisa mencapai satu juta tenaga kerja,” kata Fithra di Jakarta, Kamis (17/7).

Keuntungan lainnya adalah dukungan terhadap pengembangan ekonomi hijau. IEU-CEPA diharapkan mempercepat investasi dan pertumbuhan di sektor energi terbarukan, industri hijau, serta pertanian berkelanjutan. Ini merupakan langkah penting dalam transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.

“Kita bisa leverage kapasitas institusional untuk memenuhi standar Uni Eropa, baik dalam hal lingkungan, kelembagaan, maupun tata kelola,” jelas Fithra. “Hal ini akan memperkuat governance dan mempercepat transformasi menuju ekonomi berkelanjutan.”

Kemitraan ini juga diyakini akan meningkatkan daya saing industri nasional. Standar IEU-CEPA yang tinggi membuka peluang alih teknologi dan peningkatan standar produksi di dalam negeri.

“Ini menciptakan sinyal positif dan bandwagon effect, tidak hanya untuk investasi dari Uni Eropa tapi juga dari negara-negara lain yang melihat Indonesia sebagai mitra dagang yang memenuhi standar internasional tertinggi,” ujar Fithra.

Selain memperkuat pasar utama, perjanjian kerja sama IEU-CEPA juga membuka peluang untuk ekspansi ke pasar-pasar baru yang selama ini belum tergarap secara optimal. Saat ini, Indonesia masih berada di peringkat ke-33 sebagai mitra dagang Uni Eropa, sementara Uni Eropa merupakan mitra dagang kelima terbesar bagi Indonesia.

“Jadi dengan perluasan pasar yang sifatnya belum optimal itu bisa meningkatkan peluang ekspor kita juga ke luar negeri. Jadi tidak tergantung atau terkonsentrasi ke satu negara saja,” katanya.

Penandatanganan exchange letter yang menjadi pedoman akselerasi perjanjian IEU-CEPA dilakukan pada Minggu, 13 Juli 2025, usai pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Kantor Pusat Uni Eropa, Berlaymont Building, Brussel.

Dokumen ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan European Union Commissioner for Trade and Economic Security, Maroš Šefčovič. (din)

Jelang Ujian, UIN Siber Cirebon Gelar Technical Meeting PJJ Secara Daring

CIREBON, FC – Menjelang pelaksanaan ujian Computer Based Test (CBT) dan wawancara Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), Program Sarjana Pendidikan Jarak Jauh (S1 PJJ) UIN Siber Cirebon menggelar technical meeting secara daring pada Rabu, 16 Juli 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh panitia, pengawas, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Technical meeting tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan teknis dan pemahaman bersama menjelang pelaksanaan ujian yang akan berlangsung pada Kamis, 17 Juli 2025.

Ujian akan dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi CBT pada pukul 08.30 WIB, dan dilanjutkan dengan sesi wawancara pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

Dalam sambutannya, Kepala UPT PJJ UIN Siber Cirebon, Dr. Muslihuddin, M.Ag, menekankan posisi strategis kampus sebagai pelopor pendidikan tinggi berbasis teknologi dalam lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah Kementerian Agama.

“UIN Siber Cirebon adalah PTKIN pertama yang menyelenggarakan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Ini bukan hanya metode pembelajaran, tapi bagian dari visi besar transformasi pendidikan tinggi keislaman di era digital,” ujar Muslihuddin.

Ia menambahkan, sistem PJJ yang dikembangkan memberikan fleksibilitas maksimal kepada mahasiswa, memungkinkan mereka mengikuti perkuliahan dari mana saja tanpa harus hadir secara fisik di kampus.

“Efisiensi waktu dan fleksibilitas ritme belajar membuat mahasiswa bisa mengatur sendiri waktu belajarnya. Dengan begitu, proses belajar menjadi lebih personal, efektif, dan efisien,” lanjutnya.

Muslihuddin juga menegaskan bahwa PJJ di UIN Siber Cirebon tidak hanya menekankan pada kemajuan teknologi, tetapi juga integrasi nilai-nilai keislaman. Hal ini, menurutnya, penting untuk mencetak generasi pembelajar yang adaptif sekaligus berakhlak mulia.

“Melalui PJJ, kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tapi juga memiliki nilai spiritual dan etika Islam yang kuat,” pungkasnya.

Dengan komitmen tersebut, UIN Siber Cirebon terus mengukuhkan perannya sebagai pionir dalam pendidikan tinggi berbasis digital yang inklusif dan bernilai. (Nur)

Sesi Terakhir SPMB Mandiri UIN Siber Cirebon 2025 Berakhir, Warek I Monitoring

 

CIREBON, FC – Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Jalur Mandiri Reguler Tahun Akademik 2025/2026 di UIN Siber Cirebon resmi berakhir pada Rabu sore, 16 Juli 2025. Sesi kelima yang juga menjadi penutup rangkaian seleksi selama dua hari ini berlangsung di Gedung M, yang dikenal sebagai Gedung Siber Lama.

Sebanyak 400 calon mahasiswa baru ambil bagian dalam proses seleksi yang terdiri dari tes CBT dan wawancara. Sesi terakhir ini menjadi penentu akhir bagi para peserta yang telah melewati tahapan seleksi ketat di lingkungan kampus berbasis digital tersebut.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si, melakukan monitoring langsung jalannya seleksi bersama Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik, Zainal Arifin, S.Ag

Menurut Ayus, monitoring bukan sekadar agenda formal, tetapi bagian dari komitmen menjaga kualitas dan transparansi dalam penerimaan mahasiswa.

“SPMB adalah pintu gerbang pertama bagi calon mahasiswa. Kami ingin mereka mendapatkan kesan awal yang positif: pelayanan yang ramah, sistem yang profesional, dan suasana yang mendukung,” ujar Ayus di sela-sela monitoring.

Ia pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan tim teknis yang telah bekerja maksimal selama dua hari penuh. “Keberhasilan seleksi ini adalah hasil kerja sama solid lintas unit kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Zainal Arifin yang menjadi ujung tombak pelaksanaan teknis seleksi menyebut sesi kelima sebagai momen krusial.

“Kami berusaha menjaga konsistensi kualitas layanan dari awal hingga akhir. Tim kami terus menjaga tempo dan semangat kerja sampai sesi terakhir,” jelasnya.

SPMB Jalur Mandiri Reguler 2025 menjadi ajang penting bagi UIN Siber Cirebon untuk menunjukkan kemampuannya menyelenggarakan layanan akademik berbasis teknologi dan nilai-nilai keislaman. Kampus ini terus mengembangkan ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan humanis.

Dengan selesainya sesi kelima, seluruh proses seleksi jalur mandiri tahun ini resmi ditutup. Selanjutnya, panitia akan masuk ke tahap evaluasi dan pengolahan hasil untuk menentukan calon mahasiswa terbaik yang siap menjadi bagian dari perjalanan akademik di UIN Siber Cirebon. (Ara)

Momen Rekonsiliasi Pers Nasional : Kapolri Dukung PWI Segera Bersatu Jelang Kongres Agustus 2025

JAKARTA - Menjelang Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dijadwalkan pada 29–30 Agustus 2025 di Jakarta, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan dukungan penuh agar PWI segera kembali bersatu. 

Dorongan itu disampaikan melalui Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Shandi Nugroho, usai menerima audiensi panitia kongres di Mabes Polri, Selasa (15/7/2025).

“Pak Kapolri selalu menanyakan, kapan PWI akan kembali bersatu? Ini menunjukkan perhatian dan kepedulian beliau terhadap eksistensi dan soliditas PWI sebagai mitra strategis Polri,” ujar Irjen Shandi.

Audiensi tersebut dihadiri jajaran Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Kongres PWI. Hadir di antaranya Ketua SC Zulkifli Gani Ottoh, Ketua OC Marthen Selamet Susanto, Wakil Ketua OC Raja Parlindungan Pane, serta beberapa tokoh seperti Totok Suryanto, Tb Adhi, Musrifah, dan Herwan Pebriansyah.

Polri memandang PWI sebagai mitra penting dalam menjaga iklim demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia. Shandi menegaskan bahwa dalam konteks dinamika internal PWI, semua pihak tetap dianggap sebagai rekan.

“Yang di sana teman, di sini juga teman. Kepedulian kita adalah agar PWI kembali bersatu dan kuat,” tegasnya.

Bentuk dukungan konkret Polri juga terlihat saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, di mana institusi kepolisian turut mengirim perwakilan ke dua lokasi perayaan yang diselenggarakan terpisah di Pekanbaru dan Banjarmasin.

Kongres PWI kali ini mengusung tema “Bangkit dan Bersatu”, yang diharapkan menjadi momentum besar untuk rekonsiliasi dan penyegaran organisasi. Wakil Menteri Kominfo Digital, Nezar Patria, menekankan pentingnya momen ini dalam membangun PWI yang lebih inklusif dan profesional, terutama di tengah tantangan era digital dan penyebaran disinformasi.

Sementara itu, Atal S. Depari selaku Wakil Ketua SC menegaskan bahwa kongres harus menjadi titik balik bagi PWI dalam mengembalikan marwah dan kepercayaan publik.

“PWI ke depan harus tampil lebih utuh, kuat, dan bermartabat sebagai pilar keempat demokrasi Indonesia,” tegas Atal.

Sejauh ini, panitia kongres telah melakukan serangkaian audiensi ke berbagai lembaga negara, seperti Kementerian Hukum dan HAM, TNI, dan Kominfo, untuk memperkuat legitimasi dan sinergi lintas sektor.

Dengan dukungan penuh dari Polri dan keterlibatan aktif berbagai pihak, Kongres PWI 2025 diyakini akan menjadi ajang penting untuk memperkuat kembali jati diri PWI—sebagai rumah besar para jurnalis dan garda depan kebebasan pers di Indonesia. (Nur)

Rabu, 16 Juli 2025

Pemkot Cirebon Dukung Atlet ASIAFI Tampil di Ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional


CIREBON – Perkumpulan Instruktur dan Fitness Indonesia (ASIAFI) Kota Cirebon secara resmi merekomendasikan salah satu pegiat senam terbaiknya, Rahmadanil Tesardo Pasia, untuk mewakili Kota Cirebon dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat pada 25 Juli hingga 1 Agustus 2025.

Rahmadanil merupakan anggota ASIAFI Jawa Barat yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi luar biasa di bidang senam aerobik. 

Salah satu pencapaian gemilangnya adalah meraih Juara 1 dalam kategori Senam Aerobik Perorangan Usia 40 tahun ke Bawah pada ajang FORNAS VII tahun 2023 yang digelar di Jawa Barat. Keberhasilan ini menjadikannya salah satu atlet andalan dalam kontingen Kota Cirebon.

Untuk diketahui, FORNAS dilaksanakan setiap dua tahun dan dinaungi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota (Dispora), Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), dan Induk Organisasi Olahraga (INORGA). 

"Saya sangat antusias bisa kembali ikut serta, dan tentunya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Harapan saya, bisa membawa pulang medali emas untuk Kota Cirebon," ujar Tesardo dalam pernyataannya.

Selain Tesardo, perwakilan Kota Cirebon dalam ajang tersebut juga mencakup peserta dari komunitas Barongsai dan Onthel, yang juga berada di bawah naungan KORMI. Partisipasi ini menunjukkan keberagaman dan semangat tinggi pegiat olahraga rekreasi dari berbagai komunitas di Cirebon untuk terus aktif dan berprestasi di kancah nasional.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pemkot Cirebon yang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi saya untuk ikut serta dalam ajang ini. Ini menjadi penyemangat tambahan untuk tampil sebaik mungkin di tingkat nasional,” tambahnya.

Keikutsertaan Tesardo dan rekan-rekannya mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cirebon. Wakil Wali Kota Cirebon secara langsung menerima kunjungan para peserta yang didampingi Kepala Dispora Kota Cirebon, Irawan Wahyono, memberikan apresiasi serta motivasi agar mereka dapat tampil maksimal. 

“Kami sangat bangga dan mendukung penuh. Semoga bisa bertanding dengan semangat dan membawa pulang prestasi yang membanggakan untuk Kota Cirebon,” ujarnya.

Dukungan ini diharapkan mampu memberikan semangat tambahan bagi para atlet untuk mengharumkan nama Jawa Barat, khususnya Kota Cirebon.

Pada FORNAS VII sebelumnya, kontribusi dari KORMI Kota Cirebon cukup signifikan, dengan menyumbangkan 2 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu. 

Pencapaian ini turut berperan dalam keberhasilan Jawa Barat menjadi Juara Umum dengan total 420 medali. Harapannya, capaian ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan di FORNAS VIII nanti. (din)



Selasa, 15 Juli 2025

Komisi II DPRD Tagih Pemda Kota Cirebon Sehatkan BUMD

CIREBON - Komisi II DPRD Kota Cirebon meminta komitmen dan konsistensi pemerintah daerah menyehatkan perusahaan BUMD. Hal ini disampaikan Komisi II DPRD saat rapat kerja dengan jajaran Direksi lima BUMD di Griya Sawala, Senin (14/7/2025).

Kelima BUMD tersebut yaitu Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Perumda BPR Bank Cirebon, Perumda Pasar Berintan, Perusahaan Daerah Pembangunan, dan Perumda Farmasi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos MAP mengatakan bahwa BUMD harus berani secara terbuka dalam proses perekrutan SDM, termasuk pemilihan Direktur Utama dan Dewan Pengawas.

Menurutnya, harus ada keterbukaan dalam proses perekrutan direksi dan dewan pengawas di dalam struktur BUMD. Sehingga, masyarakat bisa menilai apa yang menjadikan seseorang layak menjadi Direktur Utama maupun Dewan Pengawas.

“Ke depan untuk penyehatan BUMD harus didukung SDM yang kuat. Harus berani terbuka dalam proses perekrutan Dirut dan Dewas, kalau perlu bahas dengan kami fit and proper testnya,” kata Andru, sapaannya.

Dalam rapat tersebut, Komisi II juga mengevaluasi kinerja BUMD di Kota Cirebon selama tahun 2024 yang dinilai tidak sesuai harapan. Sebab, dari target dividen sebesar 15,9 miliar, kelima BUMD hanya mampu menyetor 8,5 miliar.

Andru juga akan mengundang kembali masing-masing BUMD untuk memaparkan capaian kinerja sebagai evaluasi dalam format Forum Group Discussion agar lebih mendalam. Sebab, ia menyebut kelima BUMD memiliki persoalannya masing-masing yang berbeda.

“Kelima BUMD memiliki persoalan yang berbeda-beda. Maka, setelah Komisi II akan melakukan pendalaman lewat FGD dengan masing-masing BUMD, dan kami meminta tiap BUMD agar menyusun action plan ke depan seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cirebon Drs Sumanto menyampaikan rapat kerja dengan Komisi II menyoroti beberapa hal dalam upaya memperkuat serta menyelesaikan persoalan yang ada di BUMD.

Di antaranya, perbaikan tata kelola, keberlanjutan bisnis, pengamanan aset hingga pengelolaannya. Pihaknya juga akan membahas lebih lanjut dengan Kuasa Pemilik Modal (KPM) terkait permintaan action plan dari Komisi II DPRD.

“Kita sedang merumuskan agar lebih kompleks,” katanya.

Hadir dalam rapat Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon Ana Susanti SE MSi, dan sejumlah anggota Komisi II DPRD. Di antaranya, Anton Octavianto SE MM MMTr, Abdul Wahid Wadinih SSos, M Noupel SH MH, H Karso SIP, dan Tommy Sofianna SH. 

LSP UIN Sumber Cirebon Gelar Workshop Verifikasi Skema Selama Dua Hari

CIREBON, FC — Dalam upaya memperkuat sistem sertifikasi profesi berbasis kompetensi dan digitalisasi, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Siber Cirebon menyelenggarakan Workshop Verifikasi Skema selama dua hari, Senin-Selasa, 14–15 Juli 2025. 

Kegiatan ini digelar di Auditorium Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), lantai 3, dan diikuti oleh 36 peserta calon asesor LSP.

Workshop ini menghadirkan Senggono, seorang Master Asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai narasumber utama, yang memberikan arahan teknis dan praktis dalam penyusunan serta verifikasi skema sertifikasi yang sesuai dengan standar nasional.

Indra Gunawan, M.Pd., selaku Ketua LSP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para calon asesor mengenai prosedur dan prinsip-prinsip dasar dalam verifikasi skema, yang menjadi dasar dalam pelaksanaan uji kompetensi nantinya.

“Verifikasi skema merupakan fondasi utama dalam memastikan bahwa sistem sertifikasi yang dijalankan oleh LSP benar-benar memenuhi standar nasional dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Workshop ini menjadi titik awal strategis dalam menyiapkan asesor yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tegas Indra.

Lebih lanjut, Indra menekankan bahwa pengembangan dan penguatan kapasitas asesor sangat penting, terlebih UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon saat ini tengah bertransformasi sebagai perguruan tinggi berbasis digital dengan lingkup nasional dan internasional.

Senggono menekankan pentingnya keakuratan, legalitas, dan relevansi skema sertifikasi dalam menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

“Verifikasi skema adalah jantung dari sistem sertifikasi profesi. Melalui proses ini, kita memastikan bahwa setiap skema yang disusun tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga benar-benar relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja, termasuk sektor digital dan keislaman yang menjadi ciri khas UIN Siber,” jelas Senggono dihadapan para peserta.

Lebih lanjut, ia memaparkan secara rinci tentang elemen-elemen penting dalam skema sertifikasi, seperti unit kompetensi, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, serta asesor internalisasi pemetaan jabatan. 

Ia juga membimbing peserta dalam praktik verifikasi dokumen skema secara langsung, memberikan umpan balik kritis, dan berbagi pengalaman lapangan sebagai master asesor nasional.

Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyatakan bahwa LSP merupakan instrumen penting dalam mewujudkan link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

“Workshop ini bukan hanya tentang teknis verifikasi skema, tetapi lebih dari itu — ini adalah komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai universitas siber dalam menghadirkan lulusan yang tersertifikasi dan siap bersaing di era digital global,” tegas Rektor.

Didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahsiswaan dan Kerjsama Prof. Dr. Hajam, M.Ag.,Prof. Aan, juga menekankan bahwa sertifikasi profesi bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga keharusan bagi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan industri 4.0 dan society 5.0.

Kegiatan hari ini diisi dengan sesi pemaparan materi, diskusi kelompok, praktik verifikasi dokumen skema, dan simulasi uji skema. 

Para peserta diharapkan mampu menjadi asesor handal yang dapat melakukan penilaian kompetensi secara objektif dan profesional, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh BNSP.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui LSP-nya meneguhkan komitmen sebagai pelopor sertifikasi profesi berbasis teknologi dan nilai-nilai keislaman yang berorientasi pada mutu, daya saing, dan keberlanjutan. (din)

Wabup Jigus Buka Bimtek PSKS, Tegaskan Pentingnya Data Valid untuk Layanan Sosial

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Sosial menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Tahun 2025.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus, di Hotel Apita Tower Cirebon, Selasa (15/7/2025).

Bimtek ini diikuti oleh berbagai unsur seperti Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), Karang Taruna, serta unsur lainnya yang terlibat langsung dalam pelayanan sosial di masyarakat.

Wabup Jigus menyampaikan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi PSKS sangat penting, mengingat mereka merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Tujuannya untuk meningkatkan SDM PSKS, karena mereka yang paling tahu kondisi di lapangan,” ujar Jigus.


Ia menambahkan, melalui peningkatan kapasitas ini, diharapkan PSKS dapat membantu pemerintah daerah dalam memastikan data masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial menjadi lebih valid.

“Ke depan, kondisi masyarakat di Kabupaten Cirebon yang membutuhkan bantuan dapat divalidasi langsung oleh PSKS. Pemerintah daerah pun bisa menggunakan data yang valid,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan sosialisasi terkait data terpadu kesejahteraan sosial. Salah satunya adalah integrasi berbagai data seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data lainnya ke dalam Data Terpadu Sistem Nasional (DTSN).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas PSKS bertujuan agar mereka dapat bekerja lebih mandiri, profesional, dan optimal dalam pelayanan sosial.

Menurutnya, kehadiran PSKS merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah hingga tingkat desa, terutama dalam penanganan pemerlu pelayanan sosial.

“Dengan adanya PSKS, kami bisa bekerja lebih baik dan pemerintah Kabupaten Cirebon dapat hadir di desa-desa melalui layanan PSKS,” ujar Fitri–sapaan akrab Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon.

“Tugas PSKS adalah membantu Dinas Sosial dalam penanganan pemerlu atensi sosial. Harapannya, ke depan kita bisa memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tuturnya.

Melalui Bimtek PSKS ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen memperkuat pelayanan sosial yang lebih berkualitas, berbasis data valid, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Senin, 14 Juli 2025

Alun-Alun Kejaksan Jadi Oase Malam Hari bagi Warga Cirebon

CIREBON, FC – Suasana malam di Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon kian nyaman dan menenangkan. Setelah seharian lelah beraktivitas, banyak warga memilih menghabiskan waktu di pusat ruang terbuka ini sebagai tempat untuk melepas penat dan merefleksikan diri.

Beragam permainan anak, deretan jajanan kaki lima, serta suasana yang hangat menjadikan alun-alun sebagai tempat favorit di malam hari. Pencahayaan dari lampu-lampu taman yang tertata rapi juga menambah kesan estetis dan memberikan rasa aman bagi para pengunjung.

Tidak hanya itu, area parkir yang luas di halaman depan Masjid Raya At-Taqwa memudahkan pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi. Kuliner malam pun hadir dengan berbagai pilihan, mulai dari makanan ringan hingga sajian khas Cirebon yang menggugah selera. 

Tak heran bila malam hari di Alun-Alun Kejaksan terasa seperti ruang rekreasi terbuka yang memanjakan semua kalangan.

“Kami senang bisa punya tempat seperti ini. Malam-malam ke sini rasanya tenang, anak-anak bisa main, kita bisa ngobrol sambil makan jajanan,” ujar Ani Nurhasanah.

Namun demikian, beberapa pengunjung berharap adanya penambahan fasilitas seperti wahana permainan anak yang lebih representatif dan gratis, serta kehadiran tim keamanan yang memadai untuk membantu pengawasan, terutama saat anak-anak bermain lepas.

“Kalau bisa sih ada tambahan air mancur atau hiburan interaktif, supaya anak-anak juga makin betah,” kata Asiyah, warga pengunjung asal luar kota yang malam itu datang bersama keluarganya.

Antusiasme warga menunjukkan bahwa Alun-Alun Kejaksan telah bertransformasi menjadi ruang publik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menyenangkan.

Dengan sedikit tambahan fasilitas dan peningkatan pelayanan, kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata malam yang semakin menarik, bukan hanya untuk warga lokal, tapi juga wisatawan dari luar daerah. (Ara)






12 Ribu PBI-JKN Dinonaktifkan, Komisi III Minta Dinsos Segera Perbarui Data unuk Reaktivasi

CIREBON – Sebanyak 12.000 peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) Kota Cirebon mengalami penonaktifan oleh Kementerian Sosial. Hal itu merupakan dampak dari integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama menentukan status kepesertaan warga miskin dan rentan.

Merespons hal tersebut, Komisi III menggelar rapat kerja dengan Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), Direktur RSD Gunung Jati, BPJS Kesehatan, serta Forum Rukun Warga di Griya Sawala, Kamis (10/7/2025).

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Yusuf MPd menjelaskan, staus nonaktif tersebut diputuskan melalui DTSEN Kemensos dengan klasifikasi kesejahteraan masyarakat dalam desil 1 sampai 10.

Kategori penerima bantuan pemerintah, masuk dalam kategori desil satu sampai lima. Sedangkan desil enam sampai sepuluh dikategorikan sebagai golongan menengah ke atas.

“Penonaktifan ini karena adanya perubahan data di Kemensos melalui DTSEN, di mana DTSEN itu ada klausul desil yang mengklasterisasi kondisi masyarakat berdasarkan tingkat sosial ekonominya,” tutur Yusuf.

Kendati telah dilakukan reaktivasi sebanyak 900 peserta, baru delapan peserta saja yang diaktivasi Kemensos. Sehingga, Komisi III meminta pemerintah daerah segera membentuk satgas untuk pendataan secara berkala terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat Kota Cirebon.

“Dengan kondisi seperti ini, Dinsos harus segera melakukan pendataan berkala. Cuma 350 ribu penduduk, masa tidak bisa mendata sosial ekonomi masyarakat,” katanya.

Plt Dinsos Kota Cirebon Agus Syahroni SKM juga menyampaikan adanya penonaktifan ini karena adanya sejumlah penerima yang diduga masuk kategori desil enam sampai sepuluh. Pada desil ini dikategorikan mampu sehingga tidak mendapatkan bantuan apapun, termasuk PBI-JKN.

Ia juga menyebut bahwa penonaktifan tersebut langsung dilakukan oleh Kemensos melalui DTSEN yang merupakan penggabungan tiga data yaitu Regsosek, P3KE dan DTKS.

“Rencana kita approve lagi, karena kemarin sudah kita usulkan reaktivasi sekitar 900 peserta,” tuturnya, singkat

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Cirebon dr Siti Maria Listiawaty MM menyampaikan bahwa jumlah peserta JKN BPJS di Kota Cirebon ada sebanyak 356 ribu orang, dan sebanyak 134 ribu merupakan PBI-JKN dengan 12 ribu diantaranya terkena status penonaktifan oleh Kemensos.

Kendati terjadi penonaktifan sejumlah PBI-JKN, masyarkat yang membutuhkan pelayanan kesehatan akan tetap dilayani, dengan catatan pasien merupakan betul warga Kota Cirebon.

“Sepanjang itu benar warga Kota Cirebon, apabila membutuhkan pelayanan kesehatan, kami bisa menerima dan mengusulkan bahwa ini prioritas dari PBI-JKN,” katanya.

Hadir dalam rapat Sekretaris Komisi I DPRD Aldyan Fauzan Ramadlan Sumarna, Sekretaris Komisi III DPRD R Endah Arisyanasakanti SH, serta anggota Komisi III DPRD. Di antaranya, Indra Kusumah Setiawan Amd, dr Tresnawaty SPb, Hendi Nurhudaya SH, dan Stanis Klau. (Ara)

Peringati Hari Koperasi ke-78, Sekda Ajak Masyarakat Bangkitkan Semangat Gotong Royong Ekonomi

CIREBON – Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggelar Upacara Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 di Halaman Balai Kota Cirebon, Senin (14/7/2025). Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, 

Agus Mulyadi, bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan yang turut dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Cirebon, serta ketua dan pengurus koperasi se-Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Sekda menekankan bahwa peringatan Hari Koperasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai acara seremonial semata. Menurutnya, ini adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar koperasi, yakni semangat gotong royong, kesetaraan, dan kemandirian ekonomi.

"Koperasi bukan hanya alat ekonomi, tapi juga wahana membangun solidaritas dan demokrasi ekonomi di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia juga membacakan sambutan resmi Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, yang menyoroti pentingnya koperasi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa koperasi menjadi pondasi utama dalam mewujudkan ekonomi yang adil, inklusif, dan berdaulat. 

“Kita tidak bisa membayangkan Indonesia yang adil tanpa peran koperasi yang kuat,” tutur Sekda mengutip sambutan menteri.

Sekda menambahkan bahwa semangat koperasi adalah semangat “dari kita, oleh kita, dan untuk kita”. Dalam koperasi, semua anggota memiliki hak yang setara, tidak bergantung pada besar kecilnya modal. “Itulah bentuk nyata demokrasi ekonomi yang sebenarnya. Koperasi memberi ruang bagi setiap warga untuk menentukan arah masa depan bersama,” katanya.

Menanggapi arah kebijakan nasional, Sekda menjelaskan bahwa pemerintah pusat saat ini tengah mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Inpres dan Kepres Nomor 9 Tahun 2025. Koperasi ini dibentuk langsung oleh masyarakat melalui musyawarah desa atau kelurahan, dengan harapan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal. 

“Lebih dari 80 ribu koperasi desa telah terbentuk. Ini bukan program top-down, melainkan gerakan dari bawah, dari rakyat untuk rakyat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa koperasi desa/kelurahan ini diharapkan mampu mengatasi kendala distribusi barang dan mengurangi biaya ekonomi masyarakat. Selain itu, koperasi juga akan menjadi pusat produksi dan distribusi ekonomi di tingkat lokal. 

“Bayangkan, warga tidak perlu menunggu terlalu lama untuk barang-barang subsidi. Efisiensi bisa tercapai jika pengelolaan dilakukan oleh koperasi milik masyarakat sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan koperasi. Menurutnya, koperasi harus mampu menjawab tantangan zaman, dengan tata kelola yang profesional, akuntabel, dan terpercaya. 

“Kita butuh lebih banyak anak muda yang tidak hanya melek teknologi, tapi juga sadar akan pentingnya ekonomi kolektif,” ucapnya.

Ia menilai, koperasi bukan lagi pilihan alternatif, tapi solusi utama untuk ekonomi yang lebih adil. Sekda mengajak seluruh warga Kota Cirebon, terutama generasi muda, untuk membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan.

"Terima kasih kepada para pengurus dan anggota koperasi atas kontribusi mereka dalam membangun ekonomi kerakyatan," tuturnya.

Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 ini ditutup dengan penegasan komitmen Pemda Kota Cirebon untuk terus mendukung pengembangan koperasi. 

“Kita ingin koperasi menjadi pilar ekonomi lokal yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan koperasi, kita bisa wujudkan Indonesia yang adil dan makmur, bukan karena kekuatan segelintir, tapi karena kekuatan rakyat bersama,” pungkas Sekda. (Nur)



Membangun Generasi Berencana, Wali Kota Lepas Peserta Jambore Remaja dan Kukuhkan Duta GENRE 2025

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi melepas peserta Jambore Remaja dan Pengukuhan Duta Generasi Berencana (GENRE) Kota Cirebon Tahun 2025 di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Cirebon, Senin (14/7). 

Peserta Jambore Remaja Kota Cirebon Tahun 2025 akan menuju lokasi kegiatan di Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Effendi Edo menegaskan bahwa Jambore Remaja bukan sekadar ajang pertemuan biasa, melainkan merupakan wadah strategis yang penuh makna untuk menumbuhkan karakter, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan para remaja. 

“Di sinilah semangat GENRE kita hidupkan, dengan menanamkan nilai-nilai perencanaan kehidupan yang matang, baik dalam pendidikan, karier, maupun keluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan seluruh peserta tentang komitmen Three Zero yang menjadi prinsip utama dalam program GENRE, yakni Zero Pernikahan Dini, Zero Seks Bebas, dan Zero Narkoba. 

“Tiga komitmen ini bukan sekadar slogan, melainkan tonggak kokoh bagi kita dalam menciptakan generasi tangguh yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Melalui Jambore Remaja ini, Wali Kota berharap para peserta dapat memperluas wawasan, saling bertukar pengalaman, serta mengasah keterampilan yang berguna dalam kehidupan. 

“Belajarlah menjadi komunikator yang baik dan bangun jejaring positif antarsesama remaja dari berbagai latar belakang. Ini adalah kesempatan emas untuk berproses menjadi pribadi yang utuh dan bijaksana,” pesannya.

Dalam kesempatan itu pula, Wali Kota memberi pesan khusus kepada para Duta GENRE dan peserta Jambore agar menjadi agen perubahan yang inspiratif.

“Gunakan bahasa dan cara yang sesuai dengan generasi kalian untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada teman sebaya. Jadilah teladan dalam gaya hidup sehat, bertanggung jawab, dan visioner,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Cirebon pun menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan positif ini. Diantaranya dengan menyediakan fasilitator yang kompeten, alokasi anggaran memadai, layanan konseling, serta pendampingan berkelanjutan. 

"Investasi terbaik bagi bangsa adalah investasi untuk generasi muda,” lanjut Wali Kota.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan harapan besar agar Jambore Remaja ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya membangun karakter, tapi juga memberikan manfaat luas bagi lingkungan dan masyarakat. 

"Jaga nama baik Kota Cirebon, dan selamat berproses menjadi generasi terbaik bangsa," pesannya. (Ara)



Komitmen untuk Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan, 100 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat


CIREBON – Awal tahun ajaran baru 2025/2026 menandai langkah baru bagi dunia pendidikan di Kota Cirebon. Suasana berbeda terasa di Jalan Pronggol No. 19, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, saat derap langkah anak-anak mulai mengisi ruang-ruang belajar Sekolah Rakyat. 

Sekolah ini bukan sekolah biasa, melainkan bagian dari 65 lokasi percontohan program nasional dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Sekolah Rakyat Kota Cirebon berdiri berdampingan dengan SMP Negeri 18 dan kini menjadi rumah bagi 100 siswa SD dan SMP yang mengawali harinya dengan harapan baru. 

Pemerintah Kota Cirebon, melalui berbagai instansi, turut hadir memastikan proses belajar-mengajar berlangsung secara aman dan nyaman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, yang hadir langsung dalam pembukaan kegiatan belajar mengajar, menyampaikan bahwa Pemkot Cirebon terus mendampingi proses ini. 

“Hari ini, tahun ajaran baru secara serentak dimulai di seluruh jenjang pendidikan, termasuk di Sekolah Rakyat. Kurikulum dari Kemendikbud dan Kemenag telah disiapkan, dan kegiatan diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” ujarnya.

Ia menjelaskan, penunjukan Kota Cirebon sebagai salah satu lokasi percontohan merupakan bentuk kepercayaan dari pemerintah pusat yang harus dijaga dengan baik. Evaluasi terhadap kesiapan fisik dan nonfisik telah dilakukan, dan Pemkot siap menindaklanjuti segala kebutuhan yang masih kurang.

“Sudah ada banyak dukungan dari Kementerian, baik dari segi fisik seperti bangunan dan perlengkapan, maupun nonfisik seperti tenaga pengajar dan tenaga pendukung. Namun masih ada beberapa hal teknis yang harus kita benahi bersama,” tuturnya. 

Hari pertama pembelajaran dimulai dengan pemeriksaan kesehatan untuk seluruh siswa, sebagai upaya preventif dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah. 

Rombongan belajar terdiri dari dua kelas untuk jenjang SD dan dua kelas untuk SMP, dengan pendekatan yang bersifat inklusif dan adaptif terhadap kondisi siswa.

“Besok, mereka akan menjalani tes kebugaran. Hasilnya akan dijadikan dasar oleh Dinas Kesehatan untuk menyesuaikan proses belajar dengan kondisi fisik anak. Ini penting agar pendidikan yang diterima benar-benar tepat sasaran dan berpihak pada kebutuhan individu,” tambahnya.

Untuk diketahui, saat ini baru tersedia tiga kamar mandi untuk putra dan tiga untuk putri dengan jumlah siswa putra 63 orang dan siswi putri 37 orang. 

“Ini salah satu catatan kami. Pembagian ruang, terutama antara siswa laki-laki dan perempuan, masih harus diperhatikan lebih lanjut. Kami akan sampaikan kepada pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan,” tuturnya.

Terkait tenaga pengajar, saat ini terdapat 13 orang yang ditugaskan, termasuk satu guru Pendidikan Agama Islam. Selain itu, telah hadir pula tenaga kependidikan seperti bendahara, tenaga administrasi, operator, juru masak, dan petugas kebersihan yang turut menopang operasional sekolah.

Yang menarik, Sekolah Rakyat tidak menggunakan kurikulum konvensional. Kurikulum yang diterapkan adalah Meme (multi-entry dan multi-exit), suatu pendekatan inovatif yang memungkinkan siswa masuk dan keluar pendidikan tidak secara seragam, melainkan berdasarkan kesiapan dan perkembangan masing-masing.

“Pemerintah Kota siap terus mendukung dan mengawal agar Sekolah Rakyat tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga tumbuh sebagai ruang belajar yang bermartabat. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Dinas Sosial untuk memastikan pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai,” pungkasnya. (Nur)