Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 24 Juli 2025

Peringatan HAN ke-41 Tahun 2025, Wabup Jigus Ajak Tanamkan Nilai Persaudaraan Sejak Dini Bagi Anak

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau yang akrab disapa Jigus, mengajak seluruh elemen masyarakat menanamkan nilai persaudaraan kepada anak sejak dini sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang inklusif dan tangguh.

“Persaudaraan ini melampaui ikatan darah, ia adalah ikatan kebangsaan yang dijalin dengan empati, kepedulian, dan gotong royong,” kata Jigus saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tingkat Kabupaten Cirebon di Gedung Kesenian Kecamatan Gegesik, Rabu (23/7/2025).

Menurutnya, penting untuk menanamkan rasa persatuan dan semangat kebangsaan kepada anak-anak, agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang menghargai keberagaman serta memiliki rasa memiliki terhadap bangsa dan negara.

Ia menyebutkan, anak-anak dari Sabang sampai Merauke, merupakan bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia yang harus dijaga melalui nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika.

“Dengan menanamkan rasa persaudaraan sejak dini, kita membangun fondasi masyarakat yang harmonis dan aman bagi anak-anak untuk bertumbuh,” ujarnya.

Jigus berpesan kepada anak-anak agar terus semangat dalam belajar, mencintai keluarga, peduli terhadap sesama, serta tidak lupa berdoa memohon perlindungan bagi diri sendiri dan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, menyampaikan bahwa peringatan HAN tahun ini diikuti 500 peserta dari unsur Forkopimda, perangkat daerah, lembaga vertikal, organisasi profesi, pemerhati anak, Forum Anak Kabupaten Cirebon, serta dunia usaha.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diselenggarakan berdasarkan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984.

“Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran semua pihak terhadap pentingnya pemenuhan hak anak dan menciptakan lingkungan yang ramah anak,” kata Indra.

Ia menyebutkan, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 5 Juli 2025 dengan sejumlah agenda seperti lomba menulis surat untuk guru, pelatihan membatik, melukis kaca, serta berbagai pertunjukan seni dan dongeng yang ditampilkan pada puncak acara.

Dalam acara tersebut sekaligus peluncuran buku “Bapak/Ibu Guru Tolong Dengarkan Suara Kami” yang berisi tentang suara hati anak-anak SMP dan SMA, yang mereka tuangkan dalam bentuk tulisan bertema surat cinta untuk bapak/ibu guru dan dilombakan.

Fitri–sapaan akrab Kepala DPPKBP3A, menyampaikan bahwa anggaran kegiatan ini bersumber dari APBD Kabupaten Cirebon serta partisipasi CSR sejumlah mitra, antara lain Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, RSUD Arjawinangun, RSUD Waled, Fakultas Kedokteran UGJ, Bank Indonesia, BJB, BCJ, BKC, Baznas, Indocement, PT Sumber Alfaria Trijaya, Indomarco, Wardah, PT Yakult, Empal Gentong H Apud, dan Lab Paramita.

“Terima kasih atas kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan kegiatan ini. Semoga menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperhatikan hak anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya. (din)

Komitmen Tingkatkan Transparansi, Kemenag Gelar Pendampingan Self Assessment PPID PTKN Zona 1 di UIN Walisongo

SEMARANG, FC - Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik dengan menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Self Assessment Questionnaire bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) unit Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Zona 1.

Yaitu PTKN Zona Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, NTT. Acara bergengsi ini digelar selama dua hari, Kamis dan Jumat, 24–25 Juli 2025, bertempat di UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diikuti oleh 32 PTKN dari wilayah tengah Indonesia, termasuk delegasi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang secara khusus mengirimkan Kepala Pustikom Riyanto, ST., M.Kom., dan Mohamad Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I., sebagai bentuk keseriusan dalam mewujudkan PPID yang transparan dan profesional di lingkungan kampus berbasis digital tersebut.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Nizar, M.Ag., yang juga merupakan pejabat utama PPID kampus tersebut, membuka kegiatan secara resmi. 

Dalam sambutannya, Prof. Nizar menekankan pentingnya penguatan tata kelola informasi publik sebagai bagian integral dari upaya mewujudkan good university governance. 

“Kata kuncinya adalah akuntabel dan transparan. Dan kitab sucinya bagi kita adalah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP),” tegasnya.

Lebih jauh, Prof. Nizar menguraikan tiga misi utama dalam pengelolaan informasi publik di lingkungan PTKN:

Meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan informasi publik serta dokumentasi.

Mengembangkan sistem informasi yang akuntabel, transparan, dan profesional.

Menyediakan serta mengelola informasi publik secara berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan anggaran serta ruang khusus bagi PPID adalah keharusan. “PPID tak bisa berjalan tanpa anggaran. Dan keberadaannya wajib terlihat, dengan ruang khusus yang senantiasa dimonitor oleh KIP,” ujarnya.

Kepala Bagian Strategi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan Kemenag RI, Moh. Khoeron, S.Ag., MA., dalam laporannya menyampaikan urgensi dari kegiatan ini. Menurutnya, dari total 72 PTKN yang ada, hanya lima yang berhasil meraih predikat informatif, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Walisongo Semarang, UIN Raden Fatah Palembang, dan IAIN Kediri. 

“Sisanya masih perlu peningkatan serius dalam hal pelayanan informasi publik. Dan kegiatan ini adalah langkah nyata untuk menuju ke arah itu,” jelas Khoeron.

Dijelaskan pula bahwa Self Assessment Questionnaire menjadi instrumen vital untuk menilai kesiapan dan implementasi keterbukaan informasi publik di masing-masing PTKN. Skor di atas 90 menjadi syarat agar suatu lembaga dapat menyandang status “informatif”, dari lima kategori penilaian yang berlaku.

Sebagai kampus yang telah menyandang status informatif sejak 2021, UIN Walisongo dijadikan benchmark bagi peserta. Dalam acara ini, hadir pula para tokoh penting seperti Prof. Dr. Ahmad Ismail, M.Ag. (Wakil Rektor II sekaligus PPID Utama UIN Walisongo), serta M. Fatah, S.Ag., M.Ed., selaku Kepala Biro AAKK dan Plt. Biro AUPK.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Kementerian Agama dalam mendukung reformasi birokrasi di lingkungan perguruan tinggi keagamaan. 

Harapannya, ke depan seluruh PTKN mampu membentuk sistem informasi publik digital yang modern, profesional, dan menjunjung tinggi nilai keterbukaan.

"Digitalisasi sistem informasi publik bukan pilihan, tapi keniscayaan," pungkas Prof. Nizar, yang disambut tepuk tangan peserta yang memenuhi aula utama UIN Walisongo Semarang. (din)

Rektor Utus Pustikom dan Humas UIN Siber Cirebon Hadiri Pendampingan PPID Zona 1 PTKN Se-Indonesia

H.M.Arifin, M.PD.I dan Riyanto, S.Kom hadiri agenda nasional di Semarang 


SEMARANG – Suasana kampus UIN Walisongo Semarang terasa berbeda selama dua hari terakhir. Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Zona 1 yang meliputi wilayah Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, dan NTT—berkumpul dalam sebuah agenda nasional bergengsi: Pendampingan Self Assessment Questionnaire bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). 

Kegiatan penting ini dipandu oleh Safrudin Ketua Tim Pengelola Informasi Kementerian Agama RI, dan diadakan selama dua hari, Kamis–Jumat, 24–25 Juli 2025, dengan menghadirkan peserta dari berbagai PTKN se-Zona 1.

Sesi materi utama disampaikan oleh narasumber kompeten, Siti Ajijah, S.H., M.H, Asisten Ahli Komisi Informasi Pusat (KIP), yang membuka cakrawala peserta tentang esensi keterbukaan informasi publik. 

Dalam paparannya, Ajijah menekankan bahwa seluruh dokumen yang diterima instansi pemerintah adalah informasi publik. “Setiap dokumen adalah informasi publik, kecuali yang dikecualikan sesuai UU,” ujarnya tegas.

Tak hanya menjelaskan peran PPID dan KIP, Ajijah juga menyoroti pentingnya peran Arsiparis dalam manajemen informasi. 

“Ke depan, Arsiparis akan menjadi bagian tak terpisahkan dari PPID. Mereka yang akan mengkaji dokumen ketika terjadi sengketa informasi,” jelasnya.

Acara ini tak hanya bersifat monolog. Seluruh peserta aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para PPID dari berbagai kampus pun saling bertukar pengalaman dan strategi dalam pengelolaan informasi dan dokumentasi publik.

Dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, hadir Kepala Pustikom Riyanto, ST., M.Kom., dan Pranata Humas Ahli Muda Mohamad Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I. Keduanya menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang acara. "Kami serius mengikuti pendampingan ini. Kami bertekad segera mengimplementasikannya di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon," ujar Riyanto optimis.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi UU Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan PTKN. Selain memperluas wawasan teknis dan regulatif, acara ini juga mempererat jejaring antar-PPID se-Zona 1.

Dengan semangat transparansi dan tata kelola informasi yang profesional, acara ini menandai komitmen kuat PTKN se-Zona 1 dalam mendukung keterbukaan dan akuntabilitas publik di era digital. 

UIN Walisongo pun membuktikan diri sebagai tuan rumah yang profesional dan inspiratif dalam menyelenggarakan kegiatan strategis ini. (din)

Pemkot Cirebon Dukung Penuh Pancasila Saka Adikara dan Adisiswa, Nyalakan Api Ideologi di Hati Generasi Muda

CIREBON - Denyut Pancasila terasa berdegup kencang dari jantung kota, Alun-Alun Kejaksan. Tempat yang menjadi saksi sejarah perjumpaan nilai, tradisi, dan harapan ini menjadi panggung kegiatan Pancasila Saka Adikara dan Pancasila Saka Adisiswa, yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Kamis (24/7/2025). 

Suatu kehormatan besar bagi Kota Cirebon yang dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan yang sarat makna ini.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, hadir dan memberikan sambutan penuh semangat. Dalam kata-katanya yang mengalun tenang namun membakar semangat kebangsaan, Sekda menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPIP yang telah memilih Kota Cirebon sebagai ruang berkumpulnya semangat kebangsaan anak-anak muda.

“Ini bukan sekadar kegiatan, ini adalah pernyataan bahwa Pancasila hidup dan menyala di dada generasi muda,” ujarnya.

Sekda menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dokumen sejarah yang dibaca dalam upacara atau dideklamasikan saat hari besar nasional. Menurutnya, Pancasila adalah ideologi hidup, kompas moral dan kekuatan pemersatu bangsa. 

"Dalam zaman yang penuh tantangan, dari krisis identitas hingga polarisasi sosial, nilai-nilai Pancasila justru menjadi lentera,” tambahnya.

Kegiatan ini pun tak hanya berhenti pada tataran simbolik. Dengan gerakan pungut sampah, aksi sosial di panti asuhan, ekspresi budaya, dan kolaborasi antar pelajar, mahasiswa, serta komunitas, semangat Pancasila dihidupkan secara nyata. 

Aksi nyata ini menjadi penanda bahwa Pancasila tak lagi mengendap di ruang wacana, tapi tumbuh dalam perbuatan dan perilaku sehari-hari.

“Generasi muda hari ini bukan sekadar penerus, mereka adalah penentu arah masa depan. Maka, membekali mereka dengan nilai luhur sejak dini adalah investasi kebangsaan,” tutur Sekda. 

Ia juga menekankan komitmen Kota Cirebon dalam menjaga ruang kebhinekaan sebagai bagian dari pembangunan manusia yang utuh dan berkarakter.

“Marilah kita rawat dan jaga Pancasila bukan hanya sebagai warisan, tetapi sebagai kesadaran kolektif, sebagai napas kehidupan, dan pijakan dalam setiap langkah membangun Indonesia," harapnya.

Turut hadir,  Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Presiden,  Panji Setiadi Nugraha yang memberikan refleksi mendalam terkait peran generasi muda dalam merawat Pancasila di era digital. 

“Ini bukan seremonial belaka. Kegiatan ini sesuai dengan asa cita pertama Presiden, yaitu memperkokoh ideologi Pancasila sebagai dasar berbangsa," ujarnya.

Panji juga mengingatkan bahwa tantangan zaman kini hadir bukan hanya di sekolah dan lingkungan rumah, tetapi juga di ruang digital yang penuh arus informasi. 

“Generasi muda menghabiskan banyak waktunya di media sosial. Penting untuk cerdas dan bijak dalam bermedia sosial. Kita harus memiliki kesadaran kritis, agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya diajarkan, tapi diterapkan,” jelasnya.

Menurut Panji, media sosial dapat menjadi medan baru perjuangan ideologis. Di sinilah generasi muda harus mampu membumikan Pancasila dalam cara berkomentar, berbagi informasi, dan membangun narasi kebangsaan yang inklusif.

Kegiatan Pancasila Saka Adikara dan Saka Adisiswa  menjadi oase kebangsaan di tengah riuhnya zaman. Menyentuh tidak hanya logika, tapi juga rasa. Tidak sekadar mendidik, tapi juga menggerakkan. Menanamkan kesadaran bahwa Indonesia yang majemuk ini hanya dapat berdiri teguh jika nilai-nilai Pancasila hidup di setiap langkah rakyatnya. (din)



Rabu, 23 Juli 2025

DKUKMPP Kota Cirebon Gelar Bimtek Pemutakhiran Data Koperasi, Dorong Penguatan Kelembagaan

CIREBON, FC – Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data Koperasi selama dua hari, pada 23–24 Juli 2024.

Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan kualitas data koperasi yang tercatat di daerah. Data yang valid dan mutakhir akan menjadi landasan penting dalam upaya penguatan kelembagaan koperasi di era digital.

“Pemutakhiran data bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian dari strategi penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Melalui data yang valid, program pembinaan dan pengembangan koperasi bisa lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Selama dua hari, peserta mendapatkan materi seputar tata cara pemutakhiran data koperasi melalui dan juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya tata kelola yang baik dan transparan dalam pengelolaan koperasi.

DKUKMPP berharap, kegiatan ini mampu mendorong koperasi-koperasi di Kota Cirebon untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, sekaligus memperkuat posisi kelembagaan mereka dalam ekosistem ekonomi lokal. (Ara)

Dr.H.Acep Komara, M.Si Resmi Dilantik sebagai Ketua DPD AFEBSI Jawa Barat Periode 2025–2030


CIREBON, FC — Segenap keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunung Jati (FEB UGJ) dengan bangga mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Drs. H. Acep Komara, SE., M.Si., AK., CSRS atas pelantikannya sebagai Ketua DPD AFEBSI (Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia) Provinsi Jawa Barat untuk masa bakti 2025–2030. 

Pelantikan ini menandai kepercayaan dan pengakuan terhadap dedikasi, integritas, dan kiprah beliau dalam memajukan dunia pendidikan tinggi, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis. 

AFEBSI merupakan wadah kolaborasi antar fakultas ekonomi dan bisnis dari perguruan tinggi swasta se-Indonesia yang bertujuan meningkatkan mutu akademik, riset, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. 

Dengan terpilihnya Dr. Acep Komara sebagai Ketua DPD Jawa Barat pertama, diharapkan akan memperkuat sinergi antar kampus swasta, meningkatkan kualitas SDM akademik, serta memperluas jejaring kerja sama regional dan nasional. 

Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGJ sebagai tempat beliau mengabdi, turut merasa bangga dan siap mendukung penuh segala langkah dan program strategis yang akan dijalankan selama masa kepemimpinan lima tahun mendatang. 

FEB UGJ menyatakan komitmen penuh untuk mendukung seluruh program strategis AFEBSI di bawah kepemimpinannya. Bahkan semua harus siap menyongsong era baru pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis yang lebih kolaboratif, inovatif, dan adaptif terhadap transformasi digita. 

Dengan semangat ini, FEB UGJ siap terus mencetak lulusan unggul dan berdaya saing tinggi di era digital, sejalan dengan misi besar AFEBSI dalam memajukan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. (din)



Dr. H. Acep Komara, M.Si : AFEBSI Jawa Barat Wadah Startegis Perkuat Kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Se-Indonesia

Dr. H. Acep Komara, SE., M.Si., AK., CSRS, 
Ketua DPD AFEBSI Jawa Barat 


CIREBON, FC – Sebuah tonggak penting dalam dunia pendidikan tinggi swasta kembali tercatat. Dr. Drs. H. Acep Komara, SE., M.Si., AK., CSRS resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) Provinsi Jawa Barat untuk periode 2025–2030.

AFEBSI adalah wadah strategis yang menghimpun fakultas ekonomi dan bisnis dari perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia. 

Organisasi ini, menurut Dr H Acep Komara, hadir dengan semangat “Tumbuh Bersama, Berkembang Bersama, dan Sukses Bersama”, sebagai sarana koordinasi, komunikasi, sinergi, dan kolaborasi antar-fakultas dalam menghadapi tantangan zaman dan memperkuat kualitas pendidikan tinggi.

"AFEBSI tidak dibentuk untuk berkompetisi, tetapi untuk berkolaborasi. Kita percaya bahwa di era sekarang, kekuatan perguruan tinggi terletak pada kolaborasi dan saling dukung, bukan persaingan," ungkap Dr. Acep Komara, M.Si.

Sebagai informasi, DPN AFEBSI Pusat baru terbentuk 4 tahun, yakni di bulan april 2021. Sedangkan pada tahun 2025 ini, DPD Jabar baru terbentuk, dan Acep Komara adalah Ketua DPD Jabar yang pertama untuk masa bakti 2025-2030 yang dilantik hari ini di Bandung.

Menurut Dr H Acep Komara, di jawa barat sendiri, terdapat lebih dari 350 PTS, dan hampir seluruhnya memiliki fakultas ekonomi dan bisnis yang kerap menjadi fakultas favorit dengan jumlah mahasiswa terbesar.

"AFEBSI hadir untuk menjembatani kebutuhan pertukaran informasi, peningkatan kapasitas SDM akademik, pengembangan riset kolaboratif, hingga membangun jejaring kerja sama antarkampus," ujar Dr H Acep Komara, M.Si.

Melalui platform ini, setiap fakultas memiliki peluang untuk tumbuh bersama dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional. (din)


SMK Presiden Delta Cirebon Berikan Beasiswa dan Program Unggulan untuk Siswa, Termasuk Magang ke Bali hingga Jepang

 Susanti, S.Pd
Kepsek SMK Presiden Delta Cirebon


CIREBON, FC - SMK Presiden Delta Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas kepada siswanya. 

Hingga tahun keempat berdirinya, sekolah ini tetap memberikan perhatian besar terhadap siswa dari keluarga menengah ke bawah. Sekitar 40% siswa berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah, dan sekolah tetap memberikan beasiswa penuh hingga kelas 3. Beasiswa tersebut mencakup pembebasan biaya SPP, uang kegiatan, dan kebutuhan lainnya.

Salah satu program unggulan yang dijalankan sekolah ini adalah program magang yang terbukti berjalan dengan baik. Tahun ini, sebanyak 22 siswa diberangkatkan magang ke Bali, disusul oleh 31 siswa lainnya yang saat ini juga tengah mengikuti program serupa. 

Program magang ini dirancang agar para siswa belajar langsung mengenai budaya kerja profesional di berbagai sektor.

“Anak-anak kami anggap sebagai karyawan kontrak selama enam bulan. Mereka tinggal di Bali dan menjalani kehidupan sebagai pekerja penuh, bukan sekadar magang biasa,” ujar Susanti, S.Pd Kepala SMK Presiden Delta Cirebon.

Meskipun demikian, kata Susanti, kontrol dari pihak sekolah tetap dilakukan secara berkala, seperti melalui pertemuan virtual (Zoom Meeting) bulanan dan absensi daring.

Selain di dalam negeri, sekolah juga telah memberangkatkan satu angkatan pertama untuk magang ke Jepang. Permintaan dari berbagai perusahaan di Jepang terus berdatangan, sehingga sekolah juga mempersiapkan siswa dengan pelatihan bahasa dan keterampilan kerja untuk dapat bersaing secara global.

Berbeda dengan sekolah lain yang hanya melaksanakan MPLS selama lima hari, MPLS di sekolah ini menjalankan program pelatihan dasar disiplin dan kepemimpinan siswa (DKS) selama satu bulan penuh. 

Para siswa baru tidak langsung mengenakan seragam kebanggaan mereka, melainkan hanya diperbolehkan setelah mengikuti pelantikan resmi sebagai bagian dari penanaman nilai kedisiplinan.

“Ini bukan sekolah taruna, tetapi kami terapkan sistem yang mendidik siswa agar tangguh dan bermental pekerja. Mereka harus menyelesaikan pelatihan satu bulan setengah sebelum masuk masa belajar penuh selama satu setengah tahun,” jelasnya.

Program magang juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan besar seperti Astra. Para siswa tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan upah selama magang, dengan nominal yang bervariasi antara Rp500.000 hingga Rp1.200.000 per bulan, tergantung perusahaan. 

“Yang kami tekankan bukan nominalnya, tetapi bagaimana siswa memahami budaya kerja, membangun kedisiplinan, dan mengenali etos kerja di dunia nyata,” pungkasnya.

Sekolah ini juga menjalin kerja sama magang dengan beberapa kota seperti Madiun, Salatiga, dan Pekalongan. Program ini menjadi jembatan penting bagi siswa untuk siap terjun ke dunia kerja, baik nasional maupun internasional. (Udin)

Job Fair 2025, Ikhtiar Pemkot Cirebon Kurangi Pengangguran dan Buka Peluang Baru

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Tenaga Kerja kembali menggelar  Job Fair atau Bursa Kerja Tahun 2025 di Grage City Mall, Rabu-Kamis  (23-24/7/2025).

 Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Cirebon ke-598, dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cirebon, Sumanto, mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.

Job Fair 2025 ini hadir tidak semata sebagai pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan, melainkan sebagai jembatan harapan yang kokoh antara potensi lokal dan peluang kerja. Bertemakan “Cirebon Nyumponi Ing Gawe” yang berarti Cirebon menyediakan dan menyiapkan pekerjaan.

Acara ini mencerminkan tekad dan kolaborasi semua pihak dalam menata masa depan ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Sumanto menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dinas Tenaga Kerja atas konsistensinya dalam menyelenggarakan kegiatan ini. 

Ia menekankan bahwa pembangunan suatu daerah tidak semata diukur dari kemegahan infrastruktur, melainkan dari kualitas sumber daya manusia yang mengisinya. Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga kerja adalah batu pijakan utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan

“Job Fair ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata dari kepedulian pemerintah untuk menyediakan ruang yang adil dan terbuka bagi seluruh pencari kerja, khususnya generasi muda,” lanjutnya.

Sumanto juga berterimakasih kepada para perusahaan, terima kasih atas dedikasi dalam membuka kesempatan kerja untuk masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya lewat ajang ini.  

“Kepada para pencari kerja, jangan hanya mencari pekerjaan, carilah juga pengalaman dan pemahaman. Karena di antara angka-angka statistik ini, ada harapan, ada keluarga, dan ada masa depan yang sedang diperjuangkan," tuturnya.

Untuk diketahui, Job Fair tahun ini diikuti oleh 35 perusahaan dari dalam dan luar Kota Cirebon yang bergerak di berbagai sektor seperti perbankan, jasa, konstruksi, dan industri lainnya. 

Tak kurang dari 1.839 lowongan kerja tersedia, terdiri dari 1.530 posisi dalam negeri, 304 posisi luar negeri, dan 5 posisi yang disediakan khusus untuk penyandang disabilitas. Tercatat sebanyak 4.252 orang telah mendaftar secara daring.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Agus Suherman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konkret Pemerintah Kota Cirebon dalam menurunkan angka pengangguran yang saat ini berada pada angka 6,29 persen atau sekitar 12 ribu orang.

“Ini adalah momentum penting untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha secara langsung. Lewat Bursa Kerja Khusus (BKK) yang telah kami bentuk di 28 sekolah, baik SMA, SMK, maupun madrasah, kami berharap job fair ke depan bisa hadir juga di sekolah-sekolah dan kampus,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya sebagai sarana pencarian kerja, tetapi juga sebagai bentuk edukasi dan pemetaan potensi angkatan kerja muda. Informasi mengenai peluang kerja kini tidak lagi terbatas di papan pengumuman, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat, membuka pintu-pintu masa depan yang lebih luas.

"Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak melewatkan kesempatan ini," tutup Agus. (din)



SMK Presiden Delta Cirebon Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Program B2SA Goes to School dari Badan Pangan Nasional, Ratusan Siswa Antusias Ikuti Program Gizi Seimbang

Susanti, S.Pd 
Kepala SMK Presiden Delta Cirebon


CIREBON, FC— Sebanyak 750 pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK se-Kota dan Kabupaten Cirebon mengikuti kegiatan sosialisasi Program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) Goes to School yang digelar oleh Badan Pangan Nasional di SMK Presiden Delta Cirebon, Rabu, (23/7/2025).

Saat wawancara, Susanti, S.Pd, Kepala SMK Presiden Delta Cirebon menjelaskan, kegiatan ini berlangsung meriah dan edukatif di salah satu sekolah yang ditunjuk langsung sebagai tuan rumah oleh Badan Pangan Nasional.

Pihak sekolah terpilih hanya bertindak sebagai penyedia tempat, sementara seluruh koordinasi dan pelaksanaan teknis acara dikendalikan langsung oleh pihak Badan Pangan Nasional bersama Kementerian terkait. 

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pangan Provinsi Jawa Barat serta pejabat dari dinas-dinas pangan kabupaten/kota se-Jawa Barat.

"Ini adalah program nasional yang menyasar pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Kita ingin mereka mengenal pentingnya pola makan yang sehat, bergizi, dan seimbang sejak dini," ujar Susanti, S.Pd.

Dijelaskan, awalnya Bupati Cirebon direncanakan hadir, namun karena adanya agenda yang bersamaan, beliau diwakili oleh Sekda dan jajaran asisten daerah.

"Dalam kegiatan ini, siswa diajak mengenal berbagai jenis makanan lokal bergizi seperti olahan singkong, serta diberikan edukasi melalui simulasi porsi makan sehat menggunakan miniatur makanan," jelasnya.

Anak-anak diajak membandingkan kebiasaan makan sehari-hari dengan pola makan ideal. Ternyata, masih banyak siswa yang cenderung memilih makanan instan dan tidak seimbang, seperti mi instan dan jajanan berlemak tinggi.

“Melalui simulasi ini, siswa menyadari bahwa pola makan mereka belum ideal. Kami ingin mereka paham bahwa gizi seimbang bukan hanya soal kenyang, tapi investasi untuk kesehatan dan prestasi belajar,” jelas narasumber dari Badan Pangan Nasional yang disampakian Susanti kepada media.

Menurutnya, program ini menjadi momentum penting bagi Kota Cirebon sebagai lokasi pertama pelaksanaan B2SA Goes to School di Jawa Barat. Penyelenggara berharap kegiatan serupa bisa berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar di seluruh Indonesia.

"Ini adalah awal yang baik. Kami siap jika ke depan dipercaya kembali untuk berkolaborasi dengan kementerian atau lembaga lain dalam program edukasi pelajar,” paparnya.

Dengan waktu persiapan yang hanya satu minggu, acara ini tetap berlangsung sukses berkat dukungan penuh dari sekolah, panitia, dan para peserta. 

"Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan para pelajar, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini," tandasnya. (udin)

TNI dan Pemkab Cirebon Buka TMMD di Desa Sende, Bangun Akses Jalan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

 

KABUPATEN CIREBON - Kodim 0620 bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon membuka kegiatan karya bhakti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Sende, Kecamatan Arjawinangun, Rabu (23/7/2025).

Program ini menyasar pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, baik secara fisik maupun nonfisik.

Bupati Cirebon, Imron, yang hadir dalam pembukaan tersebut mengapresiasi pelaksanaan program TMMD. Ia menilai, TMMD sangat bermanfaat bagi warga.

Salah satu titik fokus pembangunan, yakni akses jalan penghubung yang selama ini menjadi persoalan utama warga saat musim hujan.

“Hari ini kami menghadiri pembukaan acara TMMD di Desa Sende, Kecamatan Arjawinangun. Di sini, dibuat jalan yang tembus langsung ke blok IV. Kata Pak Kuwu (kepala desa), kalau hujan, jalan ini banjir dan tidak bisa dilalui. Maka dibangunlah jalan ini,” ujar Imron.

Imron berterima kasih kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0620/Kabupaten Cirebon yang telah memilih Desa Sende sebagai lokasi pelaksanaan TMMD.

“Kami ucapkan terima kasih kepada TNI, khususnya kepada Pak Dandim 0620. Program ini menyasar pembangunan fisik seperti jalan yang rusak dan rumah tidak layak huni (rutilahu), serta nonfisik seperti pembinaan kesehatan, kebangsaan, dan peningkatan pengetahuan masyarakat,” tambah Imron.

Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Yusron, menyampaikan program karya bhakti ini difokuskan pada pembangunan jalan sepanjang 584 meter dan perbaikan tanggul, dengan lebar sekitar 3 meter. Hal itu sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Pekerjaan kami libatkan warga lokal, untuk mengangkat kearifan lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Target pengerjaan rampung dalam satu bulan,” jelas Dandim Yusron.

Selain pembangunan fisik, program ini juga mencakup kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan keterampilan bagi warga.

Diharapkan, keberadaan program TMMD ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur desa, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya Desa Sende. (Hafiz)








Selasa, 22 Juli 2025

Diskominfo Kabupaten Cirebon Gelar Bimtek Geospasial Dukung Satu Data dan Satu Peta

 

KABUPATEN CIREBON — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial di Hotel Apita Cirebon, Senin (21/7/2025), sebagai upaya memperkuat kebijakan satu data dan satu peta di tingkat daerah.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 pengelola data statistik dari perangkat daerah se-Kabupaten Cirebon, dengan menghadirkan dua narasumber dan satu pengajar dari Diskominfo Provinsi Jawa Barat.

Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, mengatakan pelaksanaan bimtek tersebut merupakan bentuk implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, yang kemudian ditindaklanjuti di tingkat daerah melalui Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2022 tentang Satu Data Kabupaten Cirebon.

“Geospasial menjadi salah satu elemen utama dalam perencanaan pembangunan berbasis data. Pemanfaatan teknologi seperti sistem informasi geografis, penginderaan jauh, dan aplikasi berbasis lokasi menjadi sangat penting,” kata Bambang saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, teknologi geospasial tidak hanya mendukung perencanaan yang lebih akurat, tetapi juga menjadi pilar penting dalam pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, hingga perencanaan wilayah.

Menurut Bambang, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman serta keterampilan pengelola data dalam mengintegrasikan data geospasial dengan kebijakan dan program pembangunan daerah.

“Melalui bimtek ini, kita juga mendorong penguatan kapasitas SDM bidang geospasial agar pemanfaatan teknologinya bisa lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bambang secara resmi membuka kegiatan Bimtek Geospasial Tahun 2025, dengan harapan pelatihan ini mampu memberikan manfaat maksimal bagi pengembangan dan pembangunan daerah.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial Tahun 2025 secara resmi saya buka,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik, Persandian, dan E-Government Diskominfo Kabupaten Cirebon, Endang Sri Pujiastuti, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi nasional, mulai dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 hingga Peraturan Presiden tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional.

Ia menuturkan, bimtek ini bertujuan untuk membentuk persepsi yang sama antarperangkat daerah dalam memahami pentingnya data dan informasi geospasial, serta memastikan tersedianya pengelola data yang mampu menyajikan data spasial sesuai standar nasional.

“Bimtek ini menjadi bagian dari upaya membangun simpul jaringan informasi geospasial dalam mendukung kebijakan satu data dan satu peta di Kabupaten Cirebon,” jelas Endang.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut juga menjadi momentum kolaborasi antarperangkat daerah dan lembaga sebagai produsen data, serta Diskominfo sebagai walidata yang mendorong penerapan TIK termasuk teknologi geospasial secara tepat guna.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat teknis, tetapi juga memperkuat koordinasi dan integrasi data lintas sektor,” pungkasnya. (din)






Senin, 21 Juli 2025

Dosen S2 SPI UIN Siber Cirebon Didapuk Jadi Narasumber Pada Seminar Expert Meeting Menelusuri Jejak Rempah di Asia

PEKALONGAN – Seminar Expert Meeting dengan tema “Menelusuri Jejak Rempah di Asia: Warisan Pengobatan dalam Manuskripsi dan Sejarah Peradaban”, berlangsung di Hotel Santika Pekalongan hari ini (21/7). 

Pada kesempatan itu, Dr. Tendi, S.Pd., S.T., M.Hum, sejarawan dan dosen di Prodi S2 SPI Sekolah Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, didapuk menjadi salah satu narasumber bersama dua narasumber terkemuka lainnya, yaitu: Prof. Seung Won Song dari Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan, dan Dr. (cand.) Sonezza Ladyanna, M.A., yang juga merepresentasikan Hankuk University dan Universitas Andalas, Sumatera Barat.

Dr. Tendi, memaparkan informasi tentang khazanah medis tradisional dalam manuskrip Nusantara dengan materi yang berjudul Jamu dan Pengobatan Tradisional dalam Manuskrip Kuno Nusantara: Menyingkap Warisan Lokal melalui Naskah. 

Sementara itu, Prof. Seung Won Song mendeskripsikan pengobatan tradisional Korea dan perkembangannya dengan materi yang bertajuk Tradisi Pengobatan Hanbang: Akar Historis dan Transformasi Pengobatan Tradisional Korea. 

Selain itu, Sonezza Ladyanna, M.A., menyampaikan materi bertajuk Filologi dan Etnomedisin dalam Manuskrip Komunitas Matrilineal Islam: Studi Kasus Masyarakat Minangkabau.

Kegiatan Seminar Expert Meeting ini merupakan bagian dari rangkaian program Mora the Air Funds yang didanai oleh Kementerian Agama RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dilaksanakan di Hotel Santika Pekalongan pada Senin, 21 Juli 2025, dengan tim kolaborasi riset dari UIN Siber Syeh Nurjati Cirebon (UIN SSC) dan Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, yang terdiri dari Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, Fika Hidayani, M.Hum, Am’mar Abdullah Arfan, M.H, Hj. Isriani Hardini, Ph.D, Dr. Rahmat Kamal, M.Pd.I, serta Dicky Rachmat Pauji, M.Hum., Ph.D. 

Para peneliti ini secara aktif menggagas dan melaksanakan riset interdisipliner terhadap naskah-naskah kuno yang menyimpan pengetahuan tentang warisan pengobatan tradisional serta dinamika perdagangan rempah di Asia.

Fika Hidayani, M.Hum, dan Am’mar Abdullah Arfan, M.H, selaku anggota tim riset Mora the AIR Funds, yang berasal dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda jangka panjang untuk membangun pusat riset kolaboratif lintas kawasan yang fokus pada studi rempah-rempah dan pengobatan dalam manuskrip kuno. 

Funding riset ini bersumber dari Program Indonesia Bangkit yang merupakan kerjasama antara LPDP dengan Kementerian Agama, dimana riset ini berlangsung selama 3 tahun. Penelitian ini berusaha untuk menggali potensi rempah yang ada dalam naskah kuno untuk dapat dimanfaatkan secara optimal.

Di samping menghimpun pelbagai informasi dari seluruh pihak terkait, seminar ini juga bertujuan untuk memberikan masukan dan referensi terkait sumber-sumber tradisional yang otoritatif dalam proses penyelesaian penelitian tim riset kolaborasi Mora the AIR Funds ini. 

“Kehadiran narasumber expert dari Cirebon, Padang, dan Korea ini, diharapkan bisa memberikan masukan dan inspirasi bagi research kami. Bagaimanapun, kami memiliki cita-cita yang mulia, karena kami berharap agar riset kami ke depannya bisa menjadi suatu kajian yang utuh menyeluruh dan memiliki dampak yang positif bagi kehidupan masyarakat,” pungkas keduanya. (din)

Komisi III DPRD Dukung Penguatan Peran Karang Taruna Kota Cirebon

CIREBON – Komisi III DPRD Kota Cirebon menegaskan pentingnya peran Karang Taruna dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat, khususnya pemuda di Kota Cirebon.

DPRD mendorong agar pemerintah daerah memberikan ruang lebih luas bagi organisasi kepemudaan tersebut untuk lebih berperan aktif dan melakukan pembinaan masyarakat.

“Karang Taruna mendukung pelayanan di Kota Cirebon untuk para pemuda. Pemerintah daerah diharapkan mendukung program pembinaan masyarakat yang mereka jalankan,” ujar Ketua Komisi III DPRD, Yusuf MPd saat rapat kerja bersama Karang, Dinas Sosial dan Asisten Pemerintahan Setda Kota Cirebon di Griya Sawala, Senin (21/7/2025).

Yusuf menambahkan, Karang Taruna sampai di tingkat kelurahan memiliki sejumlah program positif yang berjalan baik, seperti pelayanan kesehatan gratis dan kegiatan jalan santai. Namun, ia mengakui masih terdapat kendala yang menghambat optimalisasi peran mereka.

“Namun ada beberapa kendala yang mereka hadapi, seperti belum adanya regulasi yang mengatur keberadaan Karang Taruna di Kota Cirebon, serta ketiadaan sarana prasarana yang memadai karena sekretariat mereka masih bersifat sewa atau ngontrak,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Komisi III DPRD Kota Cirebon meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cirebon untuk memfasilitasi ruang sekretariat permanen bagi Karang Taruna. 

Menurut Yusuf, hal ini penting karena Karang Taruna merupakan mitra strategis Dinsos dalam berbagai program sosial kemasyarakatan.

“Kalau ada program kerja, tinggal disampaikan saja ke pemerintah. Namun, perlu juga ada dukungan fasilitas agar mereka bisa bekerja maksimal,” tandas Yusuf.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Cirebon, Rian Hadi Saputra menyampaikan, kedatangan Karang Taruna ini bertujuan menjalin silaturahmi dan koordinasi, sekaligus menyampaikan berbagai kegiatan yang telah mereka lakukan.

“Karang Taruna telah melaksanakan advokasi dan pendampingan terhadap berbagai permasalahan hukum yang dihadapi pemuda, menyelenggarakan kegiatan sosial, hingga pekan olahraga Karang Taruna,” kata Rian.

Namun, menurutnya, masih ada sejumlah persoalan yang dihadapi. Di antaranya belum adanya regulasi atau aturan khusus yang mengatur keberadaan Karang Taruna di Kota Cirebon, ketiadaan sarana prasarana yang memadai, serta minimnya dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

“Harapan kami, komunikasi dan koordinasi dengan terus terjalin dengan baik, dan berbagai persoalan yang kami sampaikan bisa segera diselesaikan,” pungkasnya. (din)

Komisi II DPRD Cirebon Desak Evaluasi Direksi dan Dewas PAM Tirta Giri Nata

CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon mendesak Walikota Cirebon untuk mengevalusi jajaran Direksi Perumda Air Minum (PAM) dan Dewan Pengawas Tirta Giri Nata Kota Cirebon.

Hal itu disampaikan saat rapat kerja Komisi II DPRD dengan jajaran Direksi PAM Tirta Giri Nata, Polres Cirebon Kota, Paguyuban Masyarakat Cirebon, LBH Caruban Nagari, serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cirebon di Griya Sawala, Senin (21/7/2025).

Rapat kerja tersebut membahas tindaklanjut dan evaluasi kinerja PAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon, termasuk kasus penggelapan keuangan yang melibatkan salah satu oknum pegawai.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos MAP mengatakan, melalui rapat kerja tersebut mendapat beberapa informasi terbaru, baik dari sisi Polres Cirebon Kota maupun dari direksi PAM Tirta Giri Nata.

“Setidaknya kami mendapatkan informasi terbaru, terutama masalah keuangan yang melibatkan salah satu karyawan PAM Tirta Giri Nata,” tuturnya.

Dua Informasi tersebut, menurut pria akrab disapa Andru itu mengatakan, pekan ini ada penetapan atau kepastikan status hukum bagi karyawan tersebut. Sedangkan dari PAM Tirta Giri Nata sudah menyiapkan sanksi sesuai dengan status hukum yang dikeluarkan Polres Cirebon Kota.

“Jika sudah ada kepastian hukum, kami mendorong PAM Tirta Giri Nata segera menindaklanjuti, paling tidak 1×24 jam. Hal itu untuk memberikan penegasan terhadap publik yang terus mempertanyakan,” paparnya.

Selain itu, Andru juga menyoroti absennya jajaran direksi PAM Tirta Giri Nata dan Inspektorat dalam rapat yang membahas permasalahan serius tersebut. Padahal, menurutnya, mereka memiliki peran penting dalam penyelesaian persoalan.

Lebih lanjut, kata Andru, DPRD akan memberikan rekomendasi kepada Kuasa Pemilik Modal (KPM) untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran direksi dan dewan pengawas PAM Tirta Giri Nata. 

DPRD juga mempertimbangkan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna mendalami permasalan ini secara lebih menyeluruh.

“Sejak awal kami menghormati proses hukum. Tapi publik bertanya-tanya karena hingga karyawan yang terlibat keuangan tersebut masih kerja, padahal sudah ada pengakuan dan nilai kerugian sesuai audit mencapai Rp3,7 miliar,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Sofyan Satari menyatakan, pihaknya tetap menunggu proses hukum yang sedang berjalan di Polres Cirebon Kota.

“Permasalahan yang berkaitan dengan staf kami masih berjalan. Kami menghormati proses hukum. Jika sudah ada penetapan resmi, kami akan menjalankan kewajiban sesuai ketentuan hukum,” katanya. (din)

Kopdes Merah Putih, Motor Presiden untuk Gerakkan Ekonomi Desa

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan pendirian Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, Senin, 21 Juli 2025. Kopdes Merah Putih termasuk Asta Cita ke-6 Presiden untuk menggerakkan ekonomi lokal sehingga pengentasan kemiskinan bisa dimulai dari tingkat desa/kelurahan.

Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengatakan, Kopdes Merah Putih merupakan satu dari trisula pengentasan kemiskinan di era pemerintahan Prabowo. Trisula pengentasan kemiskinan diluncurkan sepanjang Juli 2025.

“Senjata pertama adalah kesehatan, senjata kedua adalah pendidikan, dan senjata ketiga adalah sosial-ekonomi,” kata Hasan, Minggu (20/7).

Ketiga senjata itu terwujud masing-masing dalam Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah, Sekolah Rakyat, dan Kopdes Merah Putih. Tiga program ini merupakan upaya dan komitmen serius pemerintah untuk memastikan pemerataan kesejahteraan yang nyata, bukan sekadar seremoni.

Kopdes Merah Putih diluncurkan berdasarkan Instruksi Presiden No 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Inpres dikeluarkan dan berlaku pada 27 Maret 2025.

Program ini bertujuan untuk membangun ekonomi dari desa dan menciptakan pemerataan dan memerdekakan masyarakat dari kemiskinan. Sebanyak 13 kementerian dan 2 badan dilibatkan untuk menyukseskan program Kopdes Merah Putih, termasuk para Gubernur, Walikota/Bupati dan Kepala Desa.

Kemiskinan merupakan sumber ketidakmampuan masyarakat untuk mengakses layanan dasar utama seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang layak. Berdasarkan data BPS (2025) jumlah penduduk miskin pada September 2024 sebanyak 24,06 juta orang atau 8,57%. Bahkan, 3.170.003 jiwa masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Persoalan kemiskinan menjadi tantangan dalam upaya menuju visi Indonesia Emas 2045. Kemiskinan sangat mempengaruhi pengembangan sumber daya manusia, karena kemiskinan akan berdampak pada keterbatasan akses terhadap pendidikan yang berkualitas, pelatihan keterampilan, layanan kesehatan yang memadai, serta pangan dan gizi yang mencukupi.

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO), Adita Irawati mengatakan, kelembagaan 80.000 Kopdes Merah Putih akan diluncurkan pada Senin, 21 Juli 2025, di mana 103 nya menjadi mock up atau model percontohan ke depan. Kisah sukses dari 103 Kopdes Merah Putih ini nantinya akan direplikasi ke desa lainnya, yang diharapkan dapat beroperasi penuh pada 28 Oktober 2025.

“Sebanyak 103 Kopdes Merah Putih ini akan dilihat operasionalisasinya. (Kopdes Merah Putih) yang lain persiapannya bertahap. Ini dilakukan untuk memastikan bukan hanya berdiri dan beroperasi, tapi Kopdes Merah Putih bisa memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” kata Adita.

Kopdes Merah Putih dioperasikan melalui pendekatan yang inklusif, modern, dan berbasis gotong-royong. Kopdes Merah Putih diharapkan bisa memperkuat ekonomi desa, meningkatkan ketahanan pangan, dan ujungnya mengurangi kemiskinan.

Jadi, tidak adalah lagi pinjol ilegal atau tengkulak dan rentenir yang selama ini menjerat masyarakat desa. Kopdes Merah Putih juga berpotensi mendorong usaha lokal, memperpendek rantai distribusi, dan menyediakan akses terhadap sumber daya serta layanan yang dibutuhkan masyarakat desa.

Kopdes Merah Putih mengedepankan kemakmuran dan kesejahteraan petani, karena menjadi tempat menampung hasil produksi pertanian secara langsung, tanpa melewati panjangnya rantai pasok yang selama ini menekan keuntungan petani. 

Rantai pasok yang singkat juga menekan pergerakan tengkulak dan menguntungkan konsumen yang bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Kopdes Merah Putih dikembangkan melalui tiga pendekatan utama. Pertama, membangun koperasi baru; kedua mengembangkan koperasi yang sudah ada, dan ketiga merevitalisasi koperasi. 

Secara kelembagaan, Kopdes Merah Putih terdiri dari kantor, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik dan apotek desa, cold storage, dan distribusi logistik.

“Fasilitas yang terdapat di Kopdes Merah Putih diharapkan bisa mempermudah masyarakat mengakses kebutuhan pokok yang lebih terjangkau. Masyarakat juga bisa meminjam modal dengan mudah tanpa melalui rentenir. Layanan kesehatan akan lebih dekat. Hasil tani dan laut bisa disimpan di tempat yang aman. Distribusi logistik juga berjalan lancar,” pungkas Adita. (din)

Presiden RI Luncurkan 80.000 Koperasi Merah Putih, Pemkot Cirebon Komitmen Dukung Ekonomi Kerakyatan

CIREBON-  Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, bersama para asisten, staf ahli, camat, lurah, dan perangkat daerah terkait, mengikuti peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih  yang diresmikan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara virtual, Senin (21/7/2025).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa koperasi adalah kekuatan tersembunyi bangsa. Ia mengibaratkan koperasi sebagai lidi. 

“Satu lidi itu lemah. Tak berarti apa-apa. Tapi jika lidi-lidi itu dikumpulkan menjadi satu, ia akan menjadi alat yang ampuh, yang bisa membersihkan jalan, mengangkat debu, mengusir lumpur. Begitu pula koperasi, alat orang-orang lemah yang bersatu membentuk kekuatan ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menyoroti bagaimana sistem koperasi seharusnya dimaknai oleh bangsa ini. Menurutnya, koperasi adalah wadah untuk rakyat yang ingin bangkit bersama.  

“Konsep koperasi bukan untuk yang kuat. Yang kuat akan memilih korporasi, holding, dan segala bentuk PT. Dari lemah menjadi kuat. Dari tidak punya menjadi mandiri,” ucap Prabowo.

Peluncuran program Koperasi Merah Putih ini menjadi tonggak penting menuju ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil. Sebuah inisiatif yang melibatkan kolaborasi lintas kementerian, lembaga nasional, hingga badan usaha milik negara. 

Tak kurang dari 19 kementerian dan belasan BUMN, termasuk Bank BRI, PT Pupuk Indonesia, Bulog, hingga Pos Indonesia, turut bergotong royong mewujudkan cita-cita ini. Sebuah gotong royong nasional yang menjadikan koperasi sebagai tulang punggung perekonomian desa dan kelurahan.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, dalam kesempatan tersebut menegaskan kesiapan dan komitmen daerah dalam menyukseskan program ini. 

“Saat ini, semua kelurahan di Kota Cirebon telah membentuk koperasi merah putih. Kami terus memetakan potensi wilayah masing-masing. Peran operasional koperasi ini kami letakkan di tangan masyarakat setempat agar bisa tumbuh dari bawah,” ungkapnya.

Sekda juga menyampaikan bahwa koperasi ini merupakan satu dari tiga program strategis nasional yang saat ini tengah berjalan di Kota Cirebon, selain Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.  Ketiganya menjadi pilar penting dalam pembangunan manusia dan ekonomi lokal. 

“Yang terpenting adalah kita jalankan program ini dengan serius, dengan hati. Kami akan terus memantau pelaksanaannya agar bisa memberi dampak nyata,” tegasnya.

Sekda menilai, Koperasi Merah Putih bukan hanya lembaga ekonomi, tapi simbol kebangkitan rakyat kecil. Menurutnya, koperasi ini bukan sekadar program, tapi gerakan yang menyala di tiap sudut desa dan kelurahan.

"Program semoga menjadi trigger atau pemantik geliat ekonomi masyarakat. Dengan pendekatan berbasis potensi lokal dan penguatan kelembagaan, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi wahana lahirnya wirausaha baru, peningkatan produksi UMKM, serta ketahanan ekonomi berbasis komunitas," harapnya. (din)



Minggu, 20 Juli 2025

Tim Periset UINSSC Gelar FGD Inovasi Buku AR Bilingual untuk Generasi Alpha

CIREBON – Upaya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur cerita rakyat melalui pendekatan teknologi mutakhir, Tim Periset UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Eksplorasi Kebutuhan dan Tantangan Pengembangan Inovasi Buku Cerita Bergambar Bilingual Berbasis Augmented Reality untuk Generasi Alpha" pada Rabu, 16 Juli 2025 di Safti Co-Working Space, Kompleks Patra, Cirebon, Jawa Barat.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program penelitian MoRA The AIR Funds ini secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian LP2M UINSSC, Mujib Ubaidillah, M.Pd, dan dipimpin oleh Dr. H. Tamsik Udin, M.Pd sebagai ketua tim peneliti, didampingi dua anggota peneliti yaitu Nur Atikoh, M.Pd dan Ana Humardhiana, M.Hum.

FGD ini menghadirkan para narasumber ahli lintas bidang yang memperkaya diskusi, di antaranya:

Dr. Made Casta, M.Pd (Ahli Budaya Cirebon),

Nurhannah Widianti, M.Pd (Ahli Bahasa dan Pendongeng Anak),

Heru Mudiyanto, M.Pd (Pakar Teknologi Pendidikan).

Dalam paparannya, Dr. Made Casta menekankan pentingnya pemartabatan budaya melalui inovasi digital. 

“Ini adalah momentum emas. Cerita rakyat yang dulu hanya disampaikan secara lisan, kini bisa hadir dalam bentuk Augmented Reality. Ini bukan sekadar revitalisasi, tapi pemartabatan budaya dan bahasa sebagai pembentuk kebudayaan lintas generasi,” tegasnya.

FGD ini turut dihadiri oleh para guru, akademisi, pegiat literasi anak, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Cirebon, Toli-Toli, Lombok, Lampung, dan Papua—baik secara luring maupun daring. Diskusi berlangsung dinamis dengan menggali berbagai aspek kebutuhan, hambatan, hingga peluang pengembangan buku cerita bergambar bilingual berbasis AR yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan Generasi Alpha, generasi digital yang tumbuh bersama teknologi.

Hasil FGD ini akan dijadikan sebagai landasan strategis dalam penyusunan dan pengembangan prototype buku cerita bergambar berbasis teknologi yang tak hanya berfungsi sebagai media literasi, namun juga sebagai sarana pelestarian budaya Nusantara dalam bentuk interaktif, menyenangkan, dan edukatif.

Menurut Ketua Tim Peneliti, Dr. Tamsik Udin, proyek ini diharapkan mampu menjembatani dunia anak dengan khazanah budaya lokal secara modern. 

“Kami ingin Generasi Alpha tidak hanya menjadi konsumen konten global, tetapi juga mencintai dan memahami cerita-cerita rakyat Nusantara melalui medium yang mereka akrabi—yakni teknologi,” pungkasnya.

Dengan FGD ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai pelopor inovasi pendidikan berbasis budaya dan teknologi, sekaligus aktor strategis dalam pelestarian warisan budaya bangsa secara kontekstual dan relevan di era digital. (din)

Sabtu, 19 Juli 2025

Cakra Khan Meriahkan Malam Puncak Hari Jadi Cirebon ke-598: Harmoni Musik dalam Napas Sejarah

CIREBON — Cahaya lampu dan gemuruh tepuk tangan mewarnai langit malam di depan Balai Kota Cirebon, Sabtu (19/7). Ribuan pasang mata menyatu dalam satu semangat yakni merayakan  malam puncak Hari Jadi Cirebon ke-598. 

Dengan tema “Cirebon Mayungi lan Nyumponi,” perayaan malam puncak ini bukan sekadar pesta kota, melainkan simbol harapan yang bertumbuh dari akar sejarah dan cinta yang mendalam terhadap tanah leluhur.

Berbagai penampilan memukau membuka malam penuh makna ini. Di antara yang tampil adalah Papa Jamees Band dari Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Band Amora, dan Band BUMN, yang masing-masing menghadirkan warna tersendiri bagi panggung budaya. 

Namun, gemuruh penonton mencapai puncaknya ketika Cakra Khan, penyanyi bersuara khas nan menyentuh, tampil sebagai bintang tamu utama. Dengan membawakan lagu-lagu melankolis, seperti Butiran Debu, Kekasih Bayangan, dan Harus Berpisah, ia sukses menggiring emosi penonton ke dalam ruang kenangan dan harapan.

“Saya selalu senang bisa tampil di Cirebon. Antusiasme dan kebersamaan dari masyarakat di sini luar biasa," ujar Cakra Khan.

Di kesempatan tersebut, Cakra Khan juga menyempatkan diri mengapresiasi karya-karya seniman lokal yang terpajang di Ruang Adipura Balai Kota.

"Karya-karya seniman Cirebon itu punya jiwa. Ada salah satu karya yang menarik dan saya beli," ungkapnya.

Selain mengapreasi karya para seniman, Cakra Khan juga selalu menikmati kuliner khas Cirebon. 

Ia tidak pernah lupa dengan kue cikak, jajanan tradisional khas Cirebon. "Saya suka kue cikak, enak," tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyampaikan bahwa Hari Jadi bukan hanya tentang merayakan usia, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali identitas dan arah perjalanan kota.

"Cirebon bukan sekadar bangunan atau batas wilayah administratif. Ia adalah ruang hidup, ruang sejarah, ruang budaya, dan ruang harapan,” ujar Wali Kota.

Seperti yang diketahui, Kota Cirebon telah melewati zaman demi zaman, kerajaan, kolonialisme, hingga kemerdekaan. 

"Dan dalam setiap tahapannya, Cirebon selalu punya cara untuk tetap hidup dan memberi artI," ucapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa tema “Mayungi lan Nyumponi” bukanlah sembarang frasa, melainkan falsafah luhur. Mayungi berarti memberi perlindungan, Nyumponi berarti mencukupi dan menghadirkan manfaat.

"Kami ingin Cirebon menjadi kota yang meneduhkan sekaligus menumbuhkan. Kota yang bukan hanya indah dari luar, tapi juga hangat dari dalam, dengan rasa keadilan, kenyamanan, dan kasih sayang yang nyata," tuturnya.

Wali Kota juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pemerintahan yang hadir, mendengar, dan bekerja untuk rakyat, hingga ke pelosok RW dan gang-gang sempit.

"Karena bagi kami, kota ini bukan sekadar ruang administratif, melainkan rumah besar bersama yang harus kita rawat dengan cinta dan kita bangun dengan kerja nyata,” tutupnya.

Dalam suasana haru yang bercampur bahagia, Wali Kota juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Cirebon yang bersama-sama membangun dan menjadi nadi kehidupan kota.

Turut hadir dalam perayaan ini Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para asisten daerah, staf ahli, Ketua Pelaksana Hari Jadi Iing Daiman, jajaran kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh budaya, dan masyarakat dari berbagai penjuru kota dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ditampilkan pula prosesi penutupan Hari Jadi Cirebon ke 598. Diantaranya ada penampilan Erhu, Hadroh, Tari Topeng Panca Wanda hingga Tari Putri Binangkit. Selain itu, Wali Kota Cirebon juga memberikan beberapa penghargaan, diantaranya untuk Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (Peran Serta dalam Perbaikan Infrastruktur Penanganan Banjir), Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Cirebon, Bapenda Jabar (Peran Serta dalam Optimalisasi Pendapatan Daerah Kota Cirebon).

Kemudian penghargaan kepada Palang Merah Indonesia Kota Cirebon (Peran Serta dalam Pemecahan Rekor MURI Donor Darah dalam rangka Peringatan Hari Jadi Cirebon Ke-598), PT Bank Pembanguinan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Cabang Cirebon (Peran Serta Aktif dalam Mendukung Hari Jadi Cirebon Ke-598 Tahun 2025), Ir Djajadi Susanto (PT Duta Hita Jaya) (Peran Serta Aktif dalam Mendukung Hari Jadi Cirebon Ke-598 Tahun 2025) dan Nick Nurrachman (Adyawinsa Group) (Peran Serta Aktif dalam Mendukung Hari Jadi Cirebon Ke-598 Tahun 2025).

Malam itu, Kota Cirebon tidak hanya merayakan usia, ia menghidupkan harapan. Di panggung musik, dalam kata-kata penuh makna,  Kota Cirebon kembali mengukuhkan dirinya sebagai kota yang mayungi lan nyumponi, kota yang melindungi, mencukupi, dan mencintai. (din)



Jumat, 18 Juli 2025

Letkol Pnb Yudisthira Resmi Jabat Danlanud SKI, Tradisi Militer Penuh Haru Iringi Tongkat Komando Baru


MAJALENGKA — Nuansa kebanggaan dan semangat baru begitu terasa di Lanud Sugiri Sukani, Majalengka, Jumat (18/7/2025), saat Letkol Pnb Yudisthira secara resmi menerima tongkat komando sebagai Komandan Lanud SKI. Momen istimewa ini ditandai dengan upacara tradisi militer Passing In yang berlangsung khidmat namun sarat semangat.

Rangkaian tradisi diawali dengan laporan resmi dari perwira yang ditunjuk, kemudian dilanjutkan dengan pengalungan bunga kepada Komandan baru dan pemberian hand bouquet kepada Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 6/D.I Lanud Sugiri Sukani.

Suasana haru dan bangga semakin terasa saat para perwira melakukan penghormatan pedang, diiringi pembacaan puisi dan lantunan lagu “Selamat Datang Pahlawan Muda” oleh seluruh personel. Momen ini mengiringi langkah Letkol Pnb Yudisthira menuju Mako Lanud sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas amanah baru yang diemban.

Setibanya di Mako, rangkaian tradisi dilanjutkan dengan pemasangan papan nama Komandan baru, penyerahan simbolis kunci ruang kerja, serta penyerahan memorandum sebagai tanda peralihan tanggung jawab. 

Sebagai bentuk estafet kepemimpinan, Mayor Pnb Fariana turut memasang foto Komandan yang baru di ruang utama.

Mengakhiri prosesi, Letkol Pnb Yudisthira memberikan pengarahan singkat kepada seluruh personel Lanud SKI. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan di Lanud Sugiri Sukani.

Tradisi Passing In bukan sekadar seremoni, tetapi wujud penghormatan terhadap nilai-nilai kehormatan, disiplin, serta kesinambungan dalam tubuh TNI Angkatan Udara.

Dengan kepemimpinan baru, semangat dan dedikasi keluarga besar Lanud Sugiri Sukani diharapkan terus berkobar demi menjaga kehormatan, kejayaan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara. (din)