Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 22 Agustus 2025

Bupati Imron: Manajemen Talenta Jadi Jalan Wujudkan ASN Berintegritas

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menegaskan peluncuran manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) dapat menciptakan pejabat yang berkompeten, berintegritas, dan menjunjung tinggi moralitas dalam memberikan pelayanan publik.

Menurut Imron, sistem baru tersebut menjadi langkah penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dalam mewujudkan reformasi birokrasi berbasis meritokrasi.

Ia menegaskan, seluruh proses pengisian jabatan nantinya berbasis data, sehingga lebih tepat sasaran.

“Harapannya, ASN kita semakin unggul, jujur, dan berintegritas. Dengan begitu, masyarakat tidak akan kecewa terhadap pelayanan publik,” kata Imron pada saat peluncuran di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (22/8/2025).

Ia menambahkan, penerapan manajemen talenta memudahkan proses mutasi, rotasi, hingga promosi jabatan.

Semua proses tersebut tidak lagi memerlukan izin atau seleksi terbuka, melainkan langsung berdasarkan pemetaan kompetensi yang sudah ada.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ade Nugroho menjelaskan, pelaksanaan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Cirebon mendapat rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) setelah melalui tujuh kali pendampingan teknis.

“Prosesnya sangat detail, mulai dari pengisian kertas kerja hingga asesmen. Dengan hasil ini, Cirebon resmi menerapkan manajemen talenta untuk pengelolaan ASN,” kata Ade.

Ia menilai sistem tersebut penting untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kepastian pengembangan karier ASN.

Dengan penilaian berbasis kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin, peluang terbuka bagi seluruh pegawai.

“Budaya kerja yang kompetitif diharapkan tumbuh, sehingga setiap ASN bisa berkarier sesuai prestasi dan kompetensinya,” ujarnya.

Sekretaris Utama BKN RI, Imas Sukmariah, menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan jantung dari sistem merit.

Melalui mekanisme ini, pengisian jabatan dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan bebas dari praktik kolusi maupun nepotisme.

“ASN dipetakan melalui asesmen potensi dan kompetensi, kemudian dimasukkan dalam sembilan kotak klasifikasi. Dari situ dapat diketahui siapa yang siap duduk di jabatan strategis,” katanya.

Ia menambahkan, BKN menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) untuk memetakan potensi ASN. Di Kabupaten Cirebon, sekitar 4.300 dari total 8.000 lebih PNS sudah mengikuti asesmen tersebut.

Menurutnya, implementasi manajemen talenta tidak hanya bermanfaat di daerah, tetapi juga dapat mendukung mobilitas talenta ASN antarwilayah sesuai kebutuhan nasional.

“Sampai saat ini, hampir 80 instansi pemerintah sudah menerapkan manajemen talenta. Kami berharap semua pemerintah daerah segera menyusul,” tutur Imas. (Nur)

Kamis, 21 Agustus 2025

Penanganan Stunting Jadi Prioritas, Pemkot Cirebon Perkuat Program Gizi Anak Lewat Sosialisasi dan Bantuan PMT

CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon,  Siti Farida Rosmawati, menghadiri kegiatan Sosialisasi Tumbuh Kembang Anak dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita Kurang Gizi yang diselenggarakan di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Kamis (21/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Cirebon, khususnya di wilayah Kelurahan Kalijaga. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS dan Bank BJB atas kontribusi dan dukungan mereka dalam penyaluran PMT serta bantuan sembako kepada balita dan keluarga yang terdampak stunting.

“Ini merupakan bentuk nyata gotong royong semua pihak dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting,” ujarnya.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kota Cirebon, ia menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur masyarakat dan pemangku kebijakan dalam menangani permasalahan gizi, pola asuh, dan kebersihan lingkungan.

“Program ini tidak hanya sebatas pada pemberian bantuan, tetapi juga menyasar peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi, pola pengasuhan yang tepat, serta sanitasi. Semoga dengan berbagai program dan kerja sama lintas sektor, target TP3S dapat tercapai, yaitu menjadikan Kota Cirebon bebas stunting. Kita ingin menciptakan generasi yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045. Insyaallah, dengan semangat kebersamaan, kita bisa membawa Kota Cirebon menuju kota yang setara dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Kalijaga, Entis Sutisna, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 200 anak di wilayahnya yang masuk dalam kategori stunting. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan masalah ini.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, baik dari pemerintah maupun mitra pendukung, yang telah bersama-sama membantu mengatasi permasalahan ini,” tutur Entis.

Kegiatan ini menjadi bukti konkret komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan terpadu dan partisipatif. Pemerintah berharap, dengan sinergi berbagai pihak, permasalahan stunting di Kota Cirebon dapat segera tertangani secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Nur)



Rabu, 20 Agustus 2025

Munir Raih Dukungan Mayoritas PWI Provinsi, Bertekad Perkuat Konsolidasi Organisasi

 

JAKARTA - Peta dukungan menjelang Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang akan digelar 29-30 Agustus 2025 di BPPTIK, Komdigi, Cikarang, Bekasi, semakin mengerucut.

Bakal calon Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, berhasil mengantongi dukungan mayoritas dengan sedikitnya 20 PWI Daerah Provinsi. Dukungan ini diyakini akan terus bertambah dari beberapa provinsi lain hingga hari pelaksanaan kongres.

Besarnya dukungan ini tampak dalam acara rapat  konsolidasi dg para ketua dan pengurus harian PWI Provinsi di Jakarta, Rabu malam (20/8)

Soliditas dukungan bagi Munir semakin kuat setelah sejumlah tokoh yang sempat digadang maju memutuskan mundur dan memberikan dukungan penuh. 

Zulmansyah Sekedang, mantan Ketua PWI Riau sekaligus Ketua Umum PWI Pusat versi KLB 2024, secara tegas menyatakan tidak akan maju. Sikap serupa ditunjukkan Atal S. Depari, Ketua Umum PWI periode 2018-2023, juga memilih memberi dukungan kepada Munir. 

Hal senada juga datang dari Johnny Hardjojo, mantan Ketua Departemen Pertahanan PWI Pusat, yang juga sebelumnya akan maju.

Konsolidasi besar ini membuat Munir kian dipandang sebagai figur pemersatu sekaligus kandidat terkuat dalam suksesi kepemimpinan PWI di Cikarang.

Munir, yang kini menjabat Direktur Utama LKBN Antara, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030.

"Bismillah, saya maju untuk membawa PWI bersatu kembali, melakukan rekonsiliasi, sekaligus melakukan konsolidasi organisasi, terutama penguatan PWI di daerah seluruh Indonesia," kata Munir yang akrab disapa Cak Munir, Rabu malam (21/8).

Sebagai mantan Ketua PWI Jawa Timur dua periode dan pernah menjabat Ketua Bidang Daerah PWI Pusat, Munir mengaku sangat memahami denyut organisasi di tingkat daerah. Ia menegaskan, wartawan di daerah adalah ujung tombak kehidupan pers nasional.

"Darah saya PWI. Sejak mulai jadi wartawan tahun 1991, saya hidup bersama PWI, terutama di daerah. Karena itu saya ingin mengembalikan marwah PWI sekaligus memastikan daerah mendapat perhatian lebih besar," tegasnya.

Munir juga menyiapkan sejumlah program  yang menitik beratkan kepentingan PWI daerah antara lain Konsolidasi organisasi secara menyeluruh dan tuntas pasca terjadinya dualisme, membangun ekosistem  media/pers nasional, meningkatkan kapasitas wartawan di daerah dengan memperbanyak Uji Kompetensi Wartawan, pelatihan berjenjang, workshop digital, dan penguatan media lokal, digitalisasi kelembagaan PWI, literasi dan pendalaman jurnalisme dan AI.

Dengan dukungan mayoritas PWI Provinsi dan program yang berpihak kepada kepentingan daerah, Munir diyakini menjadi figur yang mampu mengembalikan marwah dan martabat PWI sebagai rumah besar wartawan Indonesia. (din)

Pemkot Cirebon Tandatangani MoU SCLSC, Wujudkan Industrialisasi Pertanian untuk Kurangi Kemiskinan

 PRESS RELEASE

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Proyek Implementasi Skema Semi Closed-Loop Supply Chain (SCLSC) untuk Industrialisasi Pertanian dan Material Baru sebagai bagian dari Program Aglomerasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Hotel Grand Mansion, Rabu (20/8/2025). 

Kegiatan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, sektor swasta, dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).

Wali Kota menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal penting dalam membangun ekosistem yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Ia menyebut kemiskinan sebagai persoalan struktural yang membutuhkan pendekatan sistemik dan kolaboratif.

"Tugas kita bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi membangun sistem yang memberi kesempatan bagi masyarakat miskin untuk berdaya. Skema SCLSC kami pandang sebagai alternatif solusi konkret untuk memperkuat rantai nilai pertanian hingga ke pasar,” ujarnya.

Menurutnya, posisi geografis Kota Cirebon yang strategis, sebagai simpul antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, membuka peluang besar untuk menjadikan Cirebon sebagai pusat pengolahan, distribusi, dan perdagangan hasil pertanian dari wilayah sekitar seperti Brebes, Indramayu, dan Kuningan. Hal ini sejalan dengan semangat menciptakan nilai tambah dari sektor hulu hingga hilir.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa nota kesepahaman ini diharapkan membawa tiga manfaat utama, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin melalui koperasi, peningkatan efisiensi serta nilai tambah produk pertanian, dan pembangunan berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. 

Program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketimpangan sosial.

Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk menyalakan semangat pembangunan dari wilayah pinggiran, seraya mengutip pesan Bung Hatta "Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi akan bercahaya karena lilin-lilin di desa."

"Mari kita nyalakan lilin itu, dari Brebes hingga Cirebon, agar sinar pembangunan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam menghadirkan solusi terintegrasi untuk pengentasan kemiskinan struktural. Ia menyoroti peran koperasi sebagai tulang punggung model ekonomi rakyat yang mampu menghubungkan petani dengan sektor produksi, distribusi, hingga pasar.

"Penandatanganan MoU ini adalah langkah konkret menuju pengentasan kemiskinan struktural melalui pemberdayaan ekonomi lokal. Kami percaya koperasi dapat menjadi katalisator transformasi pertanian yang berkelanjutan,” tutur Budiman.

Ia menambahkan bahwa program ini melibatkan empat pemerintah daerah, Kota dan Kabupaten Cirebon, Brebes, Indramayu, dan Kuningan serta lima mitra swasta, termasuk PT Garam (Persero) dan perusahaan pengolahan limbah dari Belanda, Harvest Waste. Sinergi multipihak ini dinilai penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur, teknologi, dan sumber daya lokal.

BP Taskin juga menyebutkan sembilan sektor prioritas dalam kolaborasi ini, antara lain pangan, energi baru terbarukan, industri kreatif, digital, pendidikan, kesehatan, transportasi, perumahan, dan hilirisasi produk. Pendekatan lintas sektor ini bertujuan mempercepat transformasi sosial-ekonomi dan menciptakan pembangunan yang inklusif.

Model SCLSC yang diadopsi dalam program ini merupakan sistem rantai pasok semi tertutup yang mengintegrasikan sektor produksi, pengolahan, distribusi, serta pemanfaatan limbah secara efisien dan berkelanjutan. Skema ini berbasis koperasi dan UMKM sebagai aktor utama, sehingga masyarakat miskin dapat terlibat secara langsung dalam aktivitas ekonomi produktif.



Sambut Kunjungan Dankodaeral III TNI AL, Wakil Wali Kota: Sinergi dengan TNI AL Kunci Ketahanan Maritim


CIREBON -   Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri acara ramah tamah dalam rangka kunjungan kerja Komandan Komando Daerah Maritim (Dankodaeral) III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetya, di wilayah kerja Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cirebon, Rabu (20/8/2025).

Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Laksamana Muda TNI Uki Prasetya beserta seluruh jajaran. Kehadiran Dankodaeral III dinilai sebagai bentuk perhatian nyata dari TNI Angkatan Laut terhadap wilayah pesisir, khususnya di Kota Cirebon.

"Kehadiran Bapak merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami di Kota Cirebon. Ini menjadi wujud nyata dari perhatian TNI Angkatan Laut terhadap wilayah pesisir dan maritim di daerah kami,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menyoroti pentingnya posisi geografis Cirebon yang strategis, berada di jalur Pantura yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta memiliki garis pantai yang langsung berbatasan dengan Laut Jawa, salah satu jalur utama perdagangan dan transportasi laut nasional.

Menurutnya, posisi strategis ini menghadirkan dua sisi yakni tantangan dan peluang. Tantangan yang mencakup potensi kerawanan di laut seperti penyelundupan, perdagangan ilegal, dan ancaman keamanan lainnya, diimbangi oleh peluang besar untuk pengembangan sektor kelautan, perikanan, pariwisata bahari, dan ekonomi maritim.

Dalam konteks ini, keberadaan Lanal Cirebon dan jajaran TNI Angkatan Laut dianggap sangat krusial. "TNI AL bukan hanya garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, meningkatkan rasa aman, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” tegas Wakil Wali Kota.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, menyadari bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa stabilitas keamanan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda dipandang sebagai kebutuhan mutlak.

Wakil Wali Kota juga menilai kunjungan Dankodaeral III sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan dan komunikasi antara TNI AL dan Pemerintah Kota Cirebon, guna merumuskan langkah-langkah bersama menghadapi berbagai tantangan maritim.

Tak hanya itu, ia turut menyoroti pentingnya membangun kesadaran maritim di kalangan generasi muda. Pembangunan Kota Cirebon, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari dimensi kemaritiman. Pengelolaan pelabuhan, pengembangan kawasan pesisir, serta pembinaan masyarakat maritim perlu mendapat perhatian serius.

"Kami berharap sinergi antara TNI AL dan pemerintah daerah dapat melahirkan program-program pembinaan yang menyasar generasi muda, baik dalam bentuk pendidikan kebangsaan, pelatihan bela negara, maupun penguatan karakter disiplin dan cinta tanah air,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Cirebon menyampaikan penghargaan atas kunjungan Laksamana Muda TNI Uki Prasetya beserta rombongan, seraya berharap kunjungan kerja tersebut mempererat hubungan kelembagaan serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat Cirebon.

"Semoga kunjungan kerja ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat koordinasi, dan membawa manfaat,” pungkasnya. (din)



Selasa, 19 Agustus 2025

Kelompok KKN 84 UINSSC Berkolaborasi Dengan Kolaborator Kebaikan.id Gelar Aksi Clean Up di Desa Tersana

CIREBON, FC - semangat gotong royong kembali terpancar di Desa Tersana Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon. Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tersana menggelar aksi clean up di sungai berkolaborasi dengan komunitas Kolaborator Kebaikan.id dan lainnya.

Terhitung ada sekitar 50 massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen, seperti perangkat desa, karang taruna, mahasiswa KKN sekitar desa Tersana, komunitas pegiat lingkungan PALRI, dan instansi yang diundang seperti Puskesmas, DLH dan BPBD Kabupaten Cirebon. Semua turut berkontribusi bahu-membahu dalam kegiatan bersih-bersih.

Mengangkat "AMAL" atau Aksi masyarakat untuk lingkungan sebagai judul acara. Dimulai pukul 08.00 WIB dengan apel singkat, pengarahan, dan sambutan dari pak kuwu, dilanjut foto bersama dan diarahkan menuju lokasi sungai yang tak jauh jaraknya dari balai desa Tersana.

Dalam sambutannya, pak Tarmudi menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan positif KKN kali ini. 

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan KKN yang sudah hampir di penghujung masa pengabdiannya, proker demi proker terlaksana dengan baik dan ditutup dengan gebrakan besar aksi clean up yang juga menggandeng banyak pihak. 

"Adanya aksi ini adalah bukti nyata kepedulian masyarakat tersana terhadap lingkungan" tuturnya.

Butuh waktu sekitar 2 jam untuk membersihkan sampah yang ada di sungai sepanjang 40 meter. Komposisi sampah didominasi oleh sampah rumah tangga seperti plastik, pampers, sterofoam, yang berasal dari masyarakat itu sendiri. 

Hasbi anggota Karang Taruna mengungkapkan aampah di sungai ini gak mungkin muncul sendiri, pasti ada oknum di masyarakat yang membuang sampah sembarangan asal lempar ke kali" ucapnya ketika diwawancarai.

Kolaborasi adalah kunci, sampah yang terlihat sangat menumpuk akhirnya dapat diatasi secara bersama-sama. Nida mahasiswi KKN yang juga selaku menyampaikan bahwa persiapan aksi ini sebetulnya kurang dari seminggu namun setiap harinya kami maksimalkan bahkan H-1 diadakan brifing akbar melibatkan semua elemen agar satu komando dan meminimalisir misskom saat aksi, "Alhamdulillah hari H lancar dan terharu liatnya," ucapnya.

Respon positif pun datang dari kalangan masyarakat, salah satunya Ibu Anggi selaku warga yang terkena dampaknya karena rumahnya bersebelahan dengan sungai yang dipenuhi sampah. 

"Sudah dua tahun kondisi di belakang rumah saya seperti itu, pihak desa pun belum ada gerakan, untungnya ada anak-anak KKN dari UIN dan rekan-rekan pegiat lingkungan yang terjun sehingga bersih kembali. Terima kasih banyak," ungkapnya.

Selaras dengan hal tersebut, CEO Kolaborator Kebaikan.id Omar Qad Panity. Menegaskan bahwa sudah seharusnya pengabdian KKN menjawab tantangan yang ada di desa, memberikan dampak secara nyata, bukan hanya merealisasikan proker a b dan c alih-alih pengabdian justru hanya menggugurkan tri dharma perguruan tinggi. 

"Semoga bukan hanya KKN di desa Tersana yang sadar akan urgensi ini, dan semakin banyak abdi muda dari ruang akademik yang berkiprah di desa," paparnya.

Aksi ditutup dengan membuat konten agar lebih masif memantik kesadarannya, setidaknya agar yang melihat tidak membuang sampah sembarangan, memang hanya sekedar meminimalisir sampah yang ada namun sudah satu langkah lebih maju.

Semoga di usia Indonesia yang ke-80 tahun ini, masyarakatnya tidak lagi terbelenggu dalam kebodohan akan minimnya kesadaran terhadap isu lingkungan, salam lestari.

Minggu, 17 Agustus 2025

HUT ke-80 RI: Wali Kota Cirebon Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Keras, Cerdas, dan Ikhlas

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cirebon di Lapangan Bima Madya, Minggu (17/8/2025). 

Upacara dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, para asisten dan staf ahli; Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon menegaskan makna mendalam dari peringatan kemerdekaan kali ini. 

"Hari ini kita semua berdiri tegak di bawah kibaran Sang Merah Putih. Hari ini, kita bukan sekadar memperingati sebuah tanggal bersejarah, tetapi juga menyelami makna terdalam dari sebuah perjalanan panjang 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Wali Kota menambahkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah semata, melainkan lahir dari pengorbanan para pejuang, doa para ibu, keberanian pemuda, tekad ulama, dan tokoh adat. Seperti yang diketahui, tema peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini adalah Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. 

"Tema ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan hanya bermakna bila rakyat bersatu, bangsa berdaulat, kesejahteraan dirasakan merata, dan kemajuan dapat dijangkau oleh semua,” kata Wali Kota.

Dalam pidatonya, Wali Kota juga menekankan pentingnya persatuan yang lahir dari penghargaan terhadap perbedaan. Ia mencontohkan Kota Cirebon sebagai kota pelabuhan dan pertemuan budaya Jawa, Sunda, Arab, Tionghoa, hingga Eropa, yang menunjukkan nilai persatuan sebagai warisan yang harus terus dirawat.

“Ketika kita menyebut kata berdaulat, kita diingatkan bahwa kedaulatan berarti rakyat tidak boleh kehilangan kendali atas hidupnya sendiri. Kebijakan daerah harus berpihak kepada rakyat banyak, bukan segelintir kelompok,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan komitmen pemerintah untuk menjadikan Kota Cirebon sejahtera, tertata, aspiratif, religius, aman, dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kesiapan generasi masa depan.

Berdasarkan data triwulan pertama 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon mencapai 4,89 persen, didukung sektor perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta industri pengolahan. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,02 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,08. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,29 persen dan inflasi terkendali pada 2,53 persen secara tahunan.

“Isu penurunan stunting menjadi perhatian penting kita. Tahun ini, kita menargetkan angka stunting turun dari 14,9 persen menjadi maksimal 13,95 persen, melalui kolaborasi, konvergensi, dan inovasi,” tambah Wali Kota.

Wali Kota menutup pidatonya dengan ajakan bagi seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, cerdas, dan ikhlas.

 “Mari kita wariskan kepada anak cucu bukan hanya cerita perjuangan masa lalu, tetapi bukti bahwa kita menjaga bangsa ini tetap tegak, bersatu, berdaulat, sejahtera, dan maju,” pungkasnya.

Selain upacara bendera, peringatan HUT ke-80 RI di Kota Cirebon juga diisi dengan pemberian remisi kepada sejumlah warga binaan, peluncuran program KIPDA (Kartu Idola Pendidikan Daerah) kepada perwakilan siswa SD dan SMP, serta tarian kolosal bertemakan kemerdekaan. (din)



Ramah Tamah Bersama Perintis Kemerdekaan, Wali Kota Cirebon Beri Penghormatan

CIREBON –  Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Ketua TP PKK Noviyanti Edo dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah, menyelenggarakan acara ramah tamah bersama para perintis kemerdekaan. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu (16/8/2025), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di tengah senyum dan sapaan hangat, Wali Kota menyampaikan penghormatan kepada para perintis kemerdekaan. “Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Cirebon, kami sampaikan penghormatan setinggi-tingginya,” ucapnya. 

Kata-kata tersebut  sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan buah dari pengorbanan dan keteguhan hati para pendahulu, yang menjadi cahaya penuntun bagi langkah generasi saat ini.

Usia 80 tahun Republik Indonesia mencatat perjalanan panjang yang sarat perjuangan. Dari perlawanan melawan penjajahan hingga upaya membangun bangsa yang mandiri, setiap detik sejarah meninggalkan pelajaran berharga. 

Wali Kota menegaskan, tantangan masa kini berbeda, namun inti perjuangan tetap sama: menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan berdaya saing. Di Kota Cirebon, hal ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan publik yang lebih optimal, serta penyediaan ruang hidup yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

"Pertemuan hangat ini juga menjadi ajang belajar bagi generasi muda. Kehadiran para perintis adalah pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan setiap hari," tuturnya.

Wali Kota mengajak seluruh warga menjadikan momentum ini sebagai pembaruan tekad, bahwa semangat kemerdekaan hidup melalui kerja nyata.

"Juga kolaborasi, dan komitmen bersama demi masa depan yang lebih baik," jelasnya.

Sejalan dengan itu, Ketua LVRI Kota Cirebon, H. Abdul Rosyid, menyampaikan apresiasi dan refleksi pada momentum bersejarah ini. Meski saat ini anggota LVRI di Kota Cirebon tinggal 54 orang, namun semangat untuk terus menjaga dan melanjutkan kemerdekaan tak pernah padam.

"Kami ucapkan Selamat HUT ke-80 RI. Kemerdekaan ini bukan semata-mata hadiah, melainkan buah dari perjuangan dan pengorbanan jiwa raga serta tumpah darah para pendahulu kita,” ujarnya.

Menurut Rosyid, setiap generasi memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan meneruskan warisan kemerdekaan. 

"Baik melalui pengabdian maupun teladan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Kehadiran para perintis kemerdekaan di tengah generasi sekarang menjadi penguat nilai persatuan dan kebangsaan. Karena sejatinya, kemerdekaan adalah warisan yang harus terus dijaga, dihormati, dan diwujudkan melalui langkah nyata bagi masa depan yang lebih baik. (Nur)



Wali Kota Cirebon Kukuhkan Anggota Paskibraka 2025, Tekankan Jiwa Nasionalisme dan Teladan bagi Generasi Muda

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Cirebon Tahun 2025 di Balai Kota Cirebon pada Sabtu malam (16/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada para anggota Paskibraka yang telah terpilih untuk menunaikan tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kota Cirebon.

“Ini adalah momen yang membahagiakan dan membanggakan. Tidak semua orang mampu memiliki tekad dan mental yang kuat, mendedikasikan dirinya melawan cuaca dan terpaan sinar matahari, berlatih setiap hari untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Mental seperti inilah yang kami harapkan menjadi penerus Kota Cirebon kelak,” ujarnya.

Wali Kota menegaskan bahwa anggota Paskibraka tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas pada hari pelaksanaan upacara, tetapi juga menanamkan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari.

 “Sebagai putra-putri terbaik, harus mampu memberi energi positif bagi generasi muda lainnya dan juga masyarakat. Tunjukkanlah keteladanan kalian sebagai pelajar yang berprestasi, berdisiplin, bermoral, serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi,” tambahnya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, pembina, pelatih, dan pihak sekolah yang telah mendukung persiapan para anggota Paskibraka.

"Terima kasih atas dorongan, motivasi, dan kesabaran dalam membimbing putra-putri kita. Semoga mereka menjadi teladan bagi siswa-siswi lainnya dan terus menjaga persatuan di atas keragaman,” ungkapnya.

Wali Kota berharap, melalui pengalaman ini, para anggota dapat menjadi pemimpin dan tokoh masa depan yang membanggakan bangsa. (Nur)



Fitri Ayu Khoirunnisa Mahasiswi Fasya UIN Siber Cirebon Raih Juara I Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat 2025

BANDUNG – Tepat di momen peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Fitri Ayu Khoirunnisa, mahasiswi semester 6 dari Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, berhasil meraih Juara I dalam ajang “Pemilihan Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat 2025”, yang diselenggarakan oleh PT Wincent Simpor Group di Kota Bandung.(17/08).

Ajang prestisius ini merupakan program tahunan dari Paguyuban Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat yang mempertemukan para finalis terbaik dari seluruh provinsi. 

Fitri, yang berasal dari Desa Sende, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan seleksi mulai dari pra-karantina secara daring pada 26–27 Juli dan 3 Agustus 2025, karantina intensif pada 9–10 Agustus, hingga Grand Final pada 10 Agustus 2025. Penetapan pemenang diumumkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Fitri Ayu Khoirunnisa menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia sangat bersyukur atas kesempatan dan kepercayaan ini. 

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya yang selalu mendoakan dan mendukung, serta kepada seluruh sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan semangat dan motivasi selama proses ini berlangsung,” ujarnya dengan penuh haru.

Keberhasilan Fitri juga mendapat sambutan hangat dari pihak kampus. Uun Sunimah, S.E., selaku coach dan pendamping Fitri, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan semua pihak. 

“Fitri menunjukkan konsistensi, integritas, dan karakter muslimah yang luar biasa. Ini buah dari kerja keras dan doa semua pihak,” katanya.

Dekan Fakultas Syariah, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A., memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. 

“Kami sangat bangga. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Syariah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkompetisi di ajang bergengsi dengan nilai-nilai Islam yang melekat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengungkapkan rasa bangga mendalam atas keberhasilan Fitri.

 “Kemenangan ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga menjadi cerminan dari nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan yang kita tanamkan di CIU. Semoga ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk berani tampil dan berprestasi di berbagai bidang yang positif dan konstruktif,” tegasnya.

Dengan gelar Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat 2025 di tangan, Fitri Ayu Khoirunnisa kini membawa misi baru sebagai duta generasi muda muslimah yang cerdas, inspiratif, dan berkontribusi untuk masyarakat, bangsa, dan agama. pungkas rektor.

Kemenangan Fitri Ayu Khoirunnisa menandai langkah awalnya sebagai duta muslimah muda yang tak hanya menampilkan kecantikan dan kecerdasan, tetapi juga semangat kontribusi dalam memajukan peran perempuan muslimah di Indonesia. (din)