Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 30 Agustus 2025

Pemkot Cirebon Gelar Sapa Warga di Kebon Pelok, Wali Kota Tekankan Pentingnya Kondusivitas dan Serap Aspirasi Masyarakat

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon kembali menggelar kegiatan Sapa Warga sebagai wujud kedekatan dan keterbukaan pemerintah kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Lapangan Kebon Pelok, Kecamatan Harjamukti, pada Sabtu (30/8/2025).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, para asisten daerah, serta kepala perangkat daerah. 

Ratusan warga tampak hadir memanfaatkan beragam pelayanan gratis yang tersedia, mulai dari pemeriksaan kesehatan, layanan administrasi kependudukan, perbankan, hingga donor darah.

Mengawali kegiatan, Wali Kota Cirebon menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan kondusivitas, terutama menyikapi situasi aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa wilayah.

“Pemerintah menghargai setiap aspirasi masyarakat. Namun saya mengajak seluruh warga, termasuk para peserta aksi, untuk menyampaikannya dengan cara-cara yang damai, tanpa kekerasan ataupun kericuhan. Mari kita duduk bersama, mencari solusi terbaik demi kepentingan bersama,” ujar Wali Kota.

Dalam suasana penuh keakraban, Wali Kota juga berdialog langsung dengan masyarakat. Beragam aspirasi disampaikan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, perbaikan saluran air, penanganan banjir, persoalan limbah lingkungan, hingga permintaan penambahan fasilitas umum. 

Mendengar hal tersebut, Wali Kota secara tegas meminta perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti.

“Kami akan mengkaji dengan seksama setiap aspirasi yang masuk. Prinsipnya, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Cirebon  berpihak kepada masyarakat, demi peningkatan kualitas hidup bersama,” ungkapnya.

Selain pelayanan publik, kegiatan Sapa Warga kali ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

Langkah ini merupakan upaya Pemkot Cirebon dalam menstabilkan harga serta menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Tidak hanya itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon sebagai bentuk edukasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di lingkungan masyarakat. 

Pemkot Cirebon juga menyerahkan secara simbolis Kartu Identitas Anak (KIA) kepada sejumlah anak, sebagai komitmen dalam memastikan terpenuhinya hak administrasi kependudukan sejak usia dini.

Dengan kehadiran kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan secara langsung, namun juga dapat menyampaikan masukan serta melihat komitmen nyata pemerintah kota dalam menjawab kebutuhan publik. (Nur)



Kamis, 28 Agustus 2025

Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih BAZNAS Awards 2025 dalam Kategori Cendekiawan Muslim Pendukung Zakat

 


JAKARTA, FC – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menggelar ajang bergengsi BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta berbagai pihak yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap pengelolaan zakat di Indonesia.

Dalam acara yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/8/2025), salah satu tokoh akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Sugiato, S.H., M.H., berhasil meraih penghargaan prestisius BAZNAS Awards 2025. Guru Besar yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pascasarjana tersebut terpilih dalam kategori Special Award: Cendekiawan Muslim Pendukung Zakat Sejahterakan Umat.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kiprah Prof. Sugiato dalam mendorong pengembangan pemikiran dan peran strategis zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Dedikasinya dalam penelitian, publikasi ilmiah, serta advokasi kebijakan zakat dinilai memberikan dampak signifikan bagi penguatan ekosistem zakat nasional.

Ketua BAZNAS RI dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga motivasi agar seluruh elemen bangsa, khususnya para cendekiawan, terus berkontribusi dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.

Acara penganugerahan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, pimpinan lembaga zakat, pejabat pemerintah, akademisi, hingga mitra strategis BAZNAS.

Dengan penghargaan ini, nama Prof. Sugiato semakin mengukuhkan peran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam kontribusinya pada pengembangan zakat berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan penguatan peran akademisi dalam pemberdayaan umat. (din)

Rabu, 27 Agustus 2025

Kabupaten Cirebon Siap Implementasikan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan dua kebijakan pendidikan nasional yaitu Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). 

Kedua pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar secara menyeluruh, sejalan dengan visi CIREBON BERIMAN yang menekankan nilai keimanan, kasih sayang, dan kecerdasan berpikir.

Bupati Imron menegaskan bahwa pendidikan yang berpusat pada anak adalah fondasi masa depan bangsa. “Kami percaya bahwa pendidikan yang menumbuhkan rasa ingin tahu, empati, dan kemampuan berpikir kritis akan membentuk generasi yang tangguh dan berakhlak,” ujarnya di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (27/8).

Imron menyampaikan bahwa Pemkab Cirebon akan memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang telah dibangun bersama ekosistem pendidikan daerah untuk mendukung implementasi PM dan KBC. Kolaborasi ini telah berhasil mengurangi kesenjangan mutu pendidikan dasar, khususnya di wilayah pesisir.

Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengapresiasi komitmen Kabupaten Cirebon dalam mendukung Pembelajaran Mendalam (PM). Saat mengunjungi SD Negeri 3 Astanalanggar, Toni melihat guru telah menerapkan metode pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta rutin melakukan asesmen membaca untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan murid. 

”Guru lebih percaya diri dalam mendorong rasa ingin tahu siswa, empati, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis,” terangnya.

Toni mencatat meski belum semua guru mendapat pelatihan PM, namun semangat untuk menerapkan pembelajaran bermutu begitu tinggi di Kabupaten Cirebon. Toni berharap pelatihan PM dapat diperluas agar lebih banyak guru terlibat.

Sementara itu, Faesal Musaad, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama RI, mengapresiasi semangat guru-guru MIS Assuniyah 3. Ia melihat bahwa prinsipi-prinsip KBC telah diterapkan di madrasah ini, sekalipun guru-guru MIS Assuniyah 3 belum mendapatkan pelatihan. 

Penilaian itu disampaikan setelah melihat dampak penggunaan asesmen membaca, dan pendampingan belajar yang lebih intensif untuk siswa yang paling tertinggal. 

“Guru telah menunjukkan cinta dan tanggung jawab dalam membantu anak-anak yang tertinggal. Ini adalah salah satu esensi dari KBC,” ujarnya.

Lebih lanjut Faesal mengatakan para guru telah menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Asesmen kemampuan membaca dilakukan secara rutin untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. 

Guru kini lebih fokus membantu siswa yang tertinggal, mencerminkan semangat KBC yang menekankan pendidikan karakter dan kasih sayang dalam proses pendidikan. Pelatihan dan pendampingan ekosistem pendidikan daerah menjadi modal penting dalam penerapan KBC.

Tim Stapleton, Minister Counsellor Tata Kelola dan Pembangunan Manusia dari Kedutaan Besar Australia, menyampaikan kesan positifnya saat mengunjungi Kabupaten Cirebon. Ia menegaskan bahwa Australia bangga mendukung Indonesia dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI). 

Dukungan ini sejalan dengan komitmen bersama antara Perdana Menteri Anthony Albanese dan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan literasi dan numerasi anak-anak Indonesia.

Direktur Program INOVASI, Sri Widuri mengatakan program INOVASI merupakan kemitraan pendidikan antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya pada bidang literasi, numerasi, dan karakter. 

Program ini bekerjasama dengan Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan Bappenas, serta beroperasi di enam provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat dan Maluku. Di Jawa Barat, program ini bekerja di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Subang.

Bersama ekosistem pendidikan di Kabupaten Cirebon, INOVASI turut berkolaborasi lintas sektor, melibatkan Dinas Pendidikan, Kemenag, BBPMP Jawa Barat, BBGTK Jawa Barat, UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Pendidikan Indonesia, serta komunitas lokal seperti KLASA Cerbon dan INOVASI. 

Ekosistem ini memberikan pelatihan agar pengawas dan guru mampu melakukan asesmen diagnostik membaca, memperkuat kapasitas pengajaran, serta pendampingan melalui Pokjawas.

Hasilnya terlihat nyata di Kecamatan Losari. Di SD Negeri 3 Astanalanggar, kemampuan membaca siswa kelas awal dalam waktu lima bulan meningkat menjadi 42%, atau hampir tiga kali lipat dari capaian sebelumnya. Di MIS Assuniyah 3, dua dari tiga anak mengalami peningkatan kemampuan membaca hingga tingkat paragraf. 

Hal ini mencerminkan efektivitas intervensi. Dengan semangat kolaboratif dan dukungan dari berbagai pihak, Kabupaten Cirebon siap menjadi contoh implementasi kebijakan pendidikan yang berpihak pada anak. (din)

PBAK 2025 FUA Gaet Tokoh Nasional K.H. Said Aqil Siroj: Mahasiswa Baru Diajak Rawat Kebangsaan dan Moderasi

CIREBON – Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan kehadiran ulama kharismatik, K.H. Said Aqil Siroj, Senin (26/8).

Ribuan mahasiswa baru tampak antusias menyambut tokoh nasional yang dikenal sebagai penggerak moderasi Islam di Indonesia itu. Kehadiran Kiai Said merupakan inisiatif panitia PBAK Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), sehingga kegiatan kali ini terasa istimewa.

Dalam tausiyahnya, mantan Ketua Umum PBNU dua periode (2010–2021) yang kini menjabat Mustasyar PBNU (2022–2027) itu berpesan agar mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama.

“Mahasiswa bukan sekadar penerima ilmu, tetapi agen perubahan. Kalian adalah generasi yang dituntut untuk melahirkan gagasan segar, menjaga persatuan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Islam mengajarkan kita untuk cinta ilmu sekaligus menjaga kebhinekaan,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan meriah.

Kiai Said juga menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai Islam dengan perkembangan teknologi di era digital. Menurutnya, visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University sejalan dengan tantangan zaman, yakni bagaimana generasi muda menguasai teknologi tanpa kehilangan akar tradisi keilmuan Islam.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kesediaan Kiai Said Aqil hadir dan memberikan wejangan berharga.

“Kehadiran Kiai Said menjadi motivasi luar biasa bagi seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa baru. Pesan beliau selaras dengan visi kampus kami sebagai perguruan tinggi Islam berbasis digital yang tetap menjunjung tinggi nilai moderasi dan kebangsaan,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., turut mengapresiasi kerja keras tim panitia yang berhasil menghadirkan sosok inspiratif bagi mahasiswa baru.

“PBAK tahun ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Kiai Said Aqil. Kami berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah berupaya maksimal demi terselenggaranya kegiatan ini dengan baik,” katanya.

Dengan hadirnya K.H. Said Aqil Siroj, PBAK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon 2025 tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga forum penguatan nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama yang akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam perjalanan akademik maupun kehidupan bermasyarakat. (din)

Selasa, 26 Agustus 2025

Bupati Imron Harap CDPOB Cirebon Timur Percepat Pemerataan Pembangunan

 

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron berharap rencana pembentukan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Cirebon Timur, dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Jawa Barat di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (26/8/2025), yang membahas persiapan pemekaran wilayah sekaligus calon ibu kota Cirebon Timur.

“Harapan kami, pemekaan ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, terutama untuk pemerataan pembangunan dan percepatan kesejahteraan,” kata Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon saat ini menanggung beban besar dengan jumlah penduduk sekitar 2,4 juta jiwa, tersebar di 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan.

“Dengan jumlah penduduk sebesar itu, sementara dukungan anggaran dari pusat masih terbatas, maka pemekaran menjadi salah satu solusi agar pembangunan bisa lebih merata,” ujarnya.

Imron menekankan pembentukan daerah persiapan otonomi baru tidak hanya sebatas urusan administratif. Namun juga harus memperhatikan kesiapan sumber daya manusia, aspek keuangan, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Karena itu, ia menyambut baik kunjungan Komisi I DPRD Jawa Barat sebagai bagian dari kajian objektif terhadap kesiapan Cirebon Timur menjadi CDPOB.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sangat penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono menyebut, skor kelayakan Cirebon Timur sebagai CDPOB masih di angka 351 poin, sementara standar minimalnya 400-500 poin.

Menurut Ono, ada beberapa aspek yang perlu diperkuat melalui dukungan APBD Kabupaten Cirebon, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

“Kalau masyarakat sudah satu barisan dan calon ibu kota jelas, tidak ada alasan untuk memperlambat. Yang penting kekurangan indikator segera dipenuhi,” kata Ono. (din)







Bupati Imron Harap CDPOB Cirebon Timur Percepat Pemerataan Pembangunan

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron berharap rencana pembentukan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Cirebon Timur, dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Jawa Barat di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (26/8/2025), yang membahas persiapan pemekaran wilayah sekaligus calon ibu kota Cirebon Timur.

“Harapan kami, pemekaran ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, terutama untuk pemerataan pembangunan dan percepatan kesejahteraan,” kata Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon saat ini menanggung beban besar dengan jumlah penduduk sekitar 2,4 juta jiwa, tersebar di 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan.

“Dengan jumlah penduduk sebesar itu, sementara dukungan anggaran dari pusat masih terbatas, maka pemekaran menjadi salah satu solusi agar pembangunan bisa lebih merata,” ujarnya.

Imron menekankan pembentukan daerah persiapan otonomi baru tidak hanya sebatas urusan administratif. Namun juga harus memperhatikan kesiapan sumber daya manusia, aspek keuangan, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Karena itu, ia menyambut baik kunjungan Komisi I DPRD Jawa Barat sebagai bagian dari kajian objektif terhadap kesiapan Cirebon Timur menjadi CDPOB.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD sangat penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono menyebut, skor kelayakan Cirebon Timur sebagai CDPOB masih di angka 351 poin, sementara standar minimalnya 400-500 poin.

Menurut Ono, ada beberapa aspek yang perlu diperkuat melalui dukungan APBD Kabupaten Cirebon, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

“Kalau masyarakat sudah satu barisan dan calon ibu kota jelas, tidak ada alasan untuk memperlambat. Yang penting kekurangan indikator segera dipenuhi,” kata Ono. (din)

Dukungan Ekosistem Pendidikan Berhasil Kurangi Kesenjangan Mutu Pembelajaran di Pesisir Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Upaya kolaboratif lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, menunjukkan hasil yang menggembirakan. 

Dukungan ekosistem yang melibatkan sekolah, madrasah, pemerintah, universitas, komunitas lokal, dan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), program kemitraan pendidikan dasar antara Pemerintah Australia dan Indonesia, berhasil meningkatkan mutu pembelajaran dasar, khususnya dalam kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Salah satu contoh nyata terlihat di SD Negeri 3 Astanalanggar, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Sekolah yang sudah beroperasi 46 tahun ini, menghadapi tantangan kompleks, mulai dari keterbatasan sarana, rendahnya keterlibatan orang tua, hingga kondisi sosial-ekonomi masyarakat. 

Banyak siswa diasuh oleh kakek atau nenek karena orang tua bekerja sebagai buruh migran. Lingkungan belajar yang kurang mendukung memperkuat kesenjangan capaian siswa.

Menurut hasil asesmen kemampuan membaca, hanya 15% siswa kelas awal mampu membaca paragraf dengan baik pada Maret 2025. Namun, setelah penerapan strategi seperti asesmen membaca, refleksi pembelajaran, klinik baca, dan kolaborasi dengan orang tua, capaian tersebut meningkat menjadi 42% pada Agustus 2025. 

Peningkatan signifikan terjadi pada siswa perempuan, dari 65% menjadi 82%, sementara siswa laki-laki naik dari 68% menjadi 70%.“Penerapan asesmen membaca dan metode pendidik sebaya (peer teaching) menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan literasi ini,” ujar Ali Sadikin, Kepala SD Negeri 3 Astanalanggar.

Guru memanfaatkan pendidik sebaya di SD Negeri 3 Astanalanggar untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa. Lewat dukungan program INOVASI bersama ekosistem pendidikan, SD Negeri 3 Astanalanggar mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Dokumentasi: Diskominfo Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Kepala Madrasah MIS Assuniyah 3, Subhan, menyampaikan bahwa meskipun menghadapi tantangan serupa, madrasahnya mencatat peningkatan kemampuan membaca. 

Pada Maret 2025, baru 74% siswa kelas awal yang mampu membaca paragraf, dan angka ini meningkat menjadi 92% pada Agustus 2025. Peningkatan ini dicapai melalui asesmen membaca dan intervensi pembelajaran yang konsisten.

Lebih lanjut Subhan mengatakan, analisis menunjukkan bahwa siswa laki-laki mengalami peningkatan dari 67% menjadi 91%, sementara siswa perempuan meningkat dari 81% menjadi 94%. Meski peningkatan tertinggi terjadi pada siswa laki-laki, capaian siswa perempuan tetap lebih tinggi secara keseluruhan.

Kepala Sekolah SDN 3 Astanalanggar, Ali Sadikin menegaskan bahwa dukungan ekosistem pendidikan telah membawa dampak positif bagi sekolahnya, sejalan dengan visi menjadi sekolah yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi. 

Hal senada disampaikan Kepala Madrasah MIS Assuniyah 3, Subhan, yang menilai bahwa ekosistem pendidikan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan mutu pendidikan berkarakter di madrasahnya.

Provincial Manager INOVASI Jawa Barat, Agnes Widyastuti, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui kolaborasi erat dengan ekosistem pendidikan daerah. 

Dukungan ini bertujuan memperkuat mutu pendidikan dasar, khususnya dalam bidang literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, BBPMP Jabar, BBGTK Jabar, perguruan tinggi seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Universitas Pendidikan Indonesia, serta komunitas lokal seperti KLASA Cerbon. 

Bersama-sama, ekosistem melaksanakan pelatihan asesmen diagnostik membaca, penguatan kapasitas guru dalam pembelajaran terdiferensiasi, dan penyediaan bahan ajar yang relevan melalui Pokjawas.

Pendekatan ini sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Cirebon, yakni “CIREBON BERIMAN” (Bersih, Inovatif, Maju, Agamis, dan Aman). Selain memperkuat kapasitas guru, pendekatan ini juga mendorong partisipasi aktif orang tua dan komunitas dalam mendukung proses belajar anak.

Hingga saat ini, dukungan ekosistem pendidikan telah memberikan manfaat langsung kepada 329 guru, lebih dari 6.500 siswa, dan 27 satuan pendidikan (terdiri dari 16 SD dan 11 MI) di Kecamatan Losari. 

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis ekosistem mampu menjawab tantangan pendidikan di daerah pesisir dan memperkecil kesenjangan mutu pembelajaran antar satuan pendidikan di Kecamatan Losari.

Program INOVASI merupakan kemitraan pendidikan antara pemerintah Australia dan Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar, khususnya pada bidang literasi, numerasi, dan karakter. 

Program ini bekerja sama dengan Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan Bappenas, serta beroperasi di enam provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat dan Maluku. Di Jawa Barat, program ini bekerja di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Subang. (din)



Pelantikan DPD PGMI Belitung, Momentum Menguatkan Peran Guru Madrasah

Wakil Bupati: PGMI Harus Jadi Garda Terdepan Peningkatan Mutu Madrasah

Prosesi pelantikan Ketua DPD PGMI, Farid Wajdi dan pengurus, oleh Ketua DPW PGMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dilanjut pengukuhan oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom. 


TANJUNGPANDAN – Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan mewarnai pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Guru Madrasah Indonesia (DPD PGMI) Kabupaten Belitung periode 2024–2029 yang digelar di Ruang Sidang Pemkab Belitung, Sabtu (23/8/2025).

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PGMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sulaiman, M.Pd, dilanjutkan dengan pengukuhan oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom. 

Kehadiran berbagai tokoh daerah, mulai dari anggota DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, Ketua PGRI, Ketua MUI, hingga para pengawas madrasah, menjadi bukti dukungan luas bagi perjalanan PGMI Belitung.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menegaskan bahwa guru madrasah memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang berkarakter, beriman, sekaligus cerdas.

“PGMI harus menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi berilmu dan berakhlak. Pemerintah daerah akan selalu mendukung kiprah PGMI agar semakin nyata kontribusinya bagi pendidikan di Belitung,” ujar Syamsir disambut tepuk tangan para hadirin.

Senada, Plt. Kepala Kemenag Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E, menekankan pentingnya kolaborasi.

“Kementerian Agama siap bersinergi dengan PGMI, terutama dalam program peningkatan kompetensi guru dan penguatan lembaga pendidikan madrasah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPW PGMI Babel, Sulaiman, M.Pd, menggambarkan PGMI sebagai rumah besar bagi para guru madrasah.

“PGMI adalah ruang perjuangan kolektif. Mari kita majukan guru madrasah agar semakin profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan era digital,” tuturnya penuh semangat.

Ketua DPD PGMI Belitung yang baru dilantik, Farid Wajdi, S.Ag., M.Si, menyampaikan tekadnya untuk menjadikan PGMI Belitung lebih progresif.

“Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak demi peningkatan kualitas guru madrasah. InsyaAllah PGMI Belitung akan hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun pendidikan di daerah,” tegasnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi PGMI Belitung untuk semakin meneguhkan peran guru madrasah sebagai ujung tombak pendidikan, sekaligus mitra pemerintah dalam mencetak generasi yang unggul. 

"Dengan semangat kebersamaan, harapan baru tumbuh untuk kemajuan pendidikan madrasah di Negeri Laskar Pelangi," tandas Farid Wajdi.



Senin, 25 Agustus 2025

UIN Siber Cirebon Gelar Pengenalan Budaya Akademik, Sistem Digital dan Paradigma Ekoteologi

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2025 pada Senin hingga Rabu (25–27/8/2025).

Kegiatan ini mengusung tema besar “Membangun Peradaban dengan Membentuk Generasi Syekh Nurjati Muda yang Adaptif Digital, Peduli Ekoteologi, dan Berjiwa Moderat”.

Dibuka dengan Sidang Senat Terbuka

PBAK tahun ini resmi dibuka oleh Ketua Senat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag., melalui sidang senat terbuka.

Dalam laporannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menyampaikan bahwa PBAK 2025 diikuti oleh 2.749 mahasiswa secara luring (offline) serta 149 mahasiswa program PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) secara daring (online).

Sambutan Rektor: Selamat Datang di Kampus CIU

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan sambutan penuh semangat kepada mahasiswa baru.

“Selamat datang para mahasiswa baru di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kampus Cyber Islamic University (CIU) yang unggul dan bergerak menuju kampus dunia. Salam bahagia dan kebanggaan kami, para mahasiswa sekalian, memilih satu-satunya kampus PTKN berbasis siber di Indonesia. Atas taufik dan hidayah Allah Swt., segala yang kita cita-citakan semoga terkabulkan. Aamiin.”

Rektor menekankan bahwa PBAK bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses pembekalan komprehensif tentang budaya akademik, sistem digital, dan paradigma ekoteologi yang sedang dikembangkan di UIN Siber.

Tujuan PBAK 2025

PBAK tahun 2025 dirancang untuk membekali mahasiswa dengan:

Pemahaman tentang sistem akademik berbasis digital dan budaya siber.

Wawasan tentang ekoteologi menuju lahirnya green Islamic campus.

Nilai-nilai etika akademik dan etika digital.

Pengetahuan terkait tata kelola lembaga, organisasi mahasiswa, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Selain itu, PBAK juga menumbuhkan semangat solidaritas, ukhuwah, toleransi, dan tanggung jawab sosial-ilmiah. Mahasiswa didorong menjadi insan akademik yang berkarakter insaniyah-ilahiyah, berilmu amaliyah, beramal ilmiah, serta beretika dalam memanfaatkan platform digital.

Pesan Kebudayaan dan Moderasi

Tema PBAK 2025 menekankan pentingnya membangun peradaban dengan kerja keras, inovasi, dan kreasi. Rektor mengajak mahasiswa bersama-sama menciptakan tatanan kampus dan masyarakat akademik yang berlandaskan kearifan lokal, keadaban digital, moderasi beragama, dan lingkungan harmoni berparadigma ekoteologi.

Penutup dengan Syair Inspiratif

Untuk menambah semangat mahasiswa baru, kegiatan PBAK turut disemarakkan dengan syair yang berisi pesan pendidikan, religiusitas, ekoteologi, dan moderasi. Syair tersebut mengingatkan mahasiswa agar istiqamah dalam belajar, menjaga tradisi lokal Cirebon, serta menggabungkan ilmu agama dan teknologi demi masa depan yang diridhai Allah Swt.

Dengan penyelenggaraan PBAK ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai Cyber Islamic University pertama di Indonesia, sekaligus pionir dalam melahirkan generasi muda yang tangguh, moderat, peduli lingkungan, dan adaptif di era digital. (din)

Sinergi Berkelanjutan: Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan Perbarui Kerja Sama Air Bersih

Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Kuningan menandatangani Perubahan Ketiga Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Sumber Mata Air Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua daerah dalam menyediakan air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat Kota Cirebon.

Kerja sama antara kedua daerah memiliki sejarah panjang sejak 2009. Sejak saat itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Kota Cirebon telah menjalin sinergi melalui beberapa perjanjian terkait pengelolaan sumber mata air, yang terus diperbarui mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

Perubahan ketiga yang dilakukan hari ini bukan sekadar perubahan administratif, tetapi juga penyesuaian kerja sama dengan dinamika zaman, regulasi, dan kebutuhan publik yang terus berkembang.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menekankan pentingnya kerja sama ini. Menurutnya, air adalah kebutuhan dasar manusia sekaligus sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. 

"Kota Cirebon memiliki keterbatasan sumber daya air, sementara Kabupaten Kuningan dianugerahi alam yang subur dengan sumber mata air melimpah. Kerja sama ini menghadirkan solusi yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam perubahan ketiga ini, terdapat beberapa poin penting yang disepakati. Pertama, jaminan ketersediaan pasokan air bersih bagi warga Kota Cirebon dengan dukungan keberlanjutan dari Kabupaten Kuningan. Kedua, dana kompensasi transparan dari Kota Cirebon melalui Perumda Air Minum Tirta Giri Nata untuk mendukung konservasi sumber daya air, kesejahteraan masyarakat sekitar, dan pembangunan di Kabupaten Kuningan.

Selain itu, perjanjian juga menetapkan evaluasi berkala setiap lima tahun agar kerja sama tetap relevan, adil, dan adaptif terhadap kondisi terbaru. Hal ini dilakukan untuk memastikan manfaat kerja sama tetap maksimal bagi kedua belah pihak.

Wali Kota menambahkan, kerja sama ini bukan hanya soal air, tetapi juga soal persaudaraan antar-daerah. 

"Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan memiliki hubungan historis, sosial, dan budaya yang erat. Sinergi ini memperkuat ikatan tersebut dan menegaskan prinsip gotong royong," tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pengelolaan air ke depan cukup berat, seperti perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan keterbatasan sumber daya. 

"Kami berkomitmen tidak hanya menerima manfaat dari sumber mata air Paniis, tetapi juga menjaga kelestariannya. Jika kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita,” jelasnya.

Penandatanganan perjanjian ini diharapkan menjadi komitmen nyata kedua pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan kolaborasi antar-daerah. Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan atas kerja sama yang solid selama ini. (din)



Pemkot Cirebon dan KACES Perkuat Pertukaran Budaya Indonesia-Korea Selatan Lewat Pendidikan Seni

CIREBON – Kegiatan Ministry Of Culture, Sports, And Tourism, South Korea melalui Korea Art And Culture Education Service (KACES) kembali digelar di Kota Cirebon. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini menghadiri rangkaian kegiatan di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan, Senin (25/8/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon menyampaikan apresiasi atas kepercayaan KACES menjadikan Kota Cirebon sebagai lokasi pelaksanaan program pendidikan seni dan budaya. Ia menilai kehadiran KACES bukan hanya merupakan kehormatan, tetapi juga mencerminkan kerja sama internasional yang nyata dalam membangun pengertian lintas budaya.

“Kehadiran KACES di Kota Cirebon bukan semata seremoni, tetapi wujud dari jembatan kebudayaan yang mempererat hubungan dua bangsa. Melalui seni dan budaya, generasi muda kita belajar menghargai proses, menemukan jati diri, dan membangun rasa percaya diri. Ini sangat sejalan dengan riset UNESCO yang menyatakan bahwa pendidikan berbasis seni dapat meningkatkan kreativitas, berpikir kritis, dan empati sosial,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu pilar utama visi pembangunan Kota Cirebon. Dalam konteks ini, seni dan budaya memainkan peran penting sebagai bagian integral dari pendidikan karakter dan kreativitas anak bangsa.

“Saya percaya, program KACES akan memperkaya pengalaman anak-anak Kota Cirebon, membuka cakrawala mereka terhadap dunia, sekaligus meneguhkan akar budaya,” tambahnya.

Sebagai kota yang dikenal memiliki kekayaan budaya, seperti batik mega mendung, tari topeng, keraton, Kota Cirebon dinilai sangat relevan menjadi ruang pertemuan dua tradisi besar, budaya Korea yang modern dan budaya Cirebon yang sarat nilai spiritual serta kearifan lokal. 

Pertemuan ini diharapkan menjadi laboratorium kreatif bagi generasi muda untuk menjelajah nilai, identitas, dan impian.

Wali Kota menutup sambutannya dengan harapan agar kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga menginspirasi anak-anak Kota Cirebon untuk bermimpi lebih besar, berkarya lebih luas, dan tetap membumi dengan kearifan budaya.

“Semoga kegiatan KACES di Kota Cirebon menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi, dan mempererat persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya antara Kota Cirebon dan mitra-mitra internasionalnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, menjelaskan bahwa program KACES di Kota Cirebon tahun ini mengusung tema "Born in Cirebon" dan berlangsung selama 12 hari, mulai 19 Agustus hingga 30 Agustus 2025. 

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk 4 guru dari Korea Selatan, 3 seniman profesional Korea Selatan (non-native participant), 77 guru seni budaya dari Cirebon, serta 118 siswa dari dua sekolah, yakni SMPN 1 (100 siswa) dan SMPN 18 (18 siswa).

“Program ini bertujuan untuk memperkuat dan mengharmonisasikan hubungan antara Indonesia, khususnya Pemkot Cirebon, dengan Korea Selatan melalui pertukaran seni dan budaya. Tak hanya pelajar, para seniman dan pendidik juga ikut berkolaborasi secara aktif,” tutur Kadini.

Kegiatan ini dirancang berdasarkan model kebijakan pendidikan seni dan budaya dari Korea Selatan, yakni Artist Box, yang telah diadaptasi untuk konteks lokal di Kota Cirebon. Tahun ini, selain pelatihan intensif, peserta juga akan terlibat dalam lokakarya, pertunjukan seni, dan sesi pertukaran gagasan antarbudaya.

Perwakilan KACES, Lee Milim, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat Pemerintah Kota Cirebon. Ia menyebut bahwa kerja keras para guru dan seniman dari kedua negara telah berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya, termasuk melalui pelatihan pendahuluan.

"Kami berharap tahun ini kembali menjadi kesempatan berharga di mana para guru, seniman, dan siswa dapat menikmati proses pembelajaran yang penuh makna melalui seni dan budaya. Kami juga memohon agar para peserta dari Korea Selatan dapat terus disambut dengan kehangatan dan semangat kolaborasi,” ungkap Lee Milim. (din)





Minggu, 24 Agustus 2025

Bupati Imron Buka Festival Band Bupati Cup 2025 di Kawasan Batik Trusmi

KABUPATEN CIREBON – Bupati Cirebon Imron bersama Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman secara resmi membuka Festival Band Bupati Cup 2025 yang digelar di Kawasan Batik Trusmi, Kecamatan Weru, Jumat (22/8/2025) malam.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, sekaligus sebagai ajang penggalian potensi seni dan budaya masyarakat Kabupaten Cirebon, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.

Ia menilai, Festival Band menjadi bentuk inovasi pemanfaatan ruang publik di Trusmi yang kini makin menarik perhatian masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menginovasikan tempat ini menjadi daya tarik bagi masyarakat Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki kekayaan seni dan budaya yang perlu terus digali dan dilestarikan. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya di tengah kemajuan teknologi dan zaman.

“Generasi muda kita harus bisa melihat dan mempertahankan budaya. Maka dari itu, seluruh perangkat daerah mari bersama-sama menjaga seni dan budaya yang kita miliki,” tegasnya.

Imron juga menekankan bahwa seni dan budaya bukan hanya menjadi pelengkap, melainkan unsur utama dalam pembangunan daerah.

Sementara sektor ekonomi berfungsi sebagai penunjang yang memperkuat keberlangsungan budaya tersebut.

“Ekonomi itu penunjang, tetapi seni dan budaya adalah utamanya,” katanya.

Ia berharap, kolaborasi antara masyarakat dan birokrasi mampu menciptakan sinergi yang mendorong kesejahteraan.

Imron mencontohkan geliat ekonomi yang tumbuh di Kawasan Kuliner Trusmi berkat peran UMKM lokal.

“Ketika masyarakat dan birokrasi bersatu, maka ekonomi akan tumbuh. Di Trusmi ini banyak UMKM, dan ekonomi kita juga ikut bergerak,” ucapnya.

Festival Band Bupati Cup, menurutnya, tak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengasah bakat dan meningkatkan kemampuan.

“Ajang ini menjadi sarana belajar dan motivasi bagi anak-anak kita. Penampilannya pun tidak kalah dengan artis,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus tumbuh di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon, agar potensi lokal semakin tergali dan budaya daerah tetap hidup.

“Mudah-mudahan akan muncul Trusmi-Trusmi lain yang bisa menjadi ruang hiburan dan pengembangan potensi,” tutupnya. (din)