Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 25 Oktober 2025

Kapolresta Cirebon Terima Penghargaan Tokoh Teladan Peduli Generasi Muda dari Universitas Muhammadiyah Cirebon

 

CIREBON – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Sumarni, S.I.K., S.H., M.H. menerima penghargaan sebagai Tokoh Teladan Peduli Generasi Muda dalam acara Wisuda ke-33 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Tahun Akademik 2024–2025 yang digelar di Convention Hall UMC, Jalan Fatahillah, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/10/2025).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmen Kombes Pol. Sumarni dalam mendorong pembinaan serta pemberdayaan generasi muda melalui berbagai program preemtif dan preventif, kemitraan dengan lembaga pendidikan, serta kegiatan pembinaan pelajar. 

Upaya tersebut dinilai berhasil menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Cirebon menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar UMC yang telah memberikan penghargaan tersebut.

“Selama ini Polresta Cirebon sudah berkolaborasi dan bersinergi dengan UMC yang dipimpin oleh Bapak Arif Nurudin. Beliau sosok yang inspiratif, humble, adaptif, dan solutif, serta sangat peduli terhadap berbagai persoalan di Kabupaten Cirebon,” ujar Kombes Pol. Sumarni.

Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap para wisudawan UMC yang disebutnya sebagai wajah-wajah penuh semangat dan energi baru bagi kemajuan bangsa.

“Saya yakin para wisudawan UMC yang telah ditempa di kampus terbaik di Kabupaten Cirebon ini akan menjadi generasi unggul yang membawa Indonesia ke arah lebih baik,” ujarnya.

Namun demikian, Kapolresta Cirebon juga mengingatkan bahwa di balik peluang besar yang dimiliki generasi muda, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi, seperti bonus demografi, kemajuan teknologi, perubahan iklim, serta dinamika ekonomi global.

Ia mendorong para wisudawan untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kepemimpinan itu bukan sekadar mengarahkan atau memotivasi orang lain, tetapi bagaimana menjadi teladan dan mampu bersama-sama menciptakan solusi dari berbagai persoalan,” pesan Sumarni.

Ia pun berharap para lulusan UMC dapat menjadi bagian dari generasi yang mengabdi dan berkontribusi untuk bangsa.

“Kami berharap ribuan lulusan UMC menjadi bagian dari perubahan positif bagi negeri ini. Selamat mengabdi dan berbakti untuk Ibu Pertiwi,” pungkasnya. (din)

KLH dan Kepala Dinas LH Kota Cirebon. Dukung Kelurahan Kebonbaru Tingkatkan Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular

CIREBON, FC  – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) memberikan bantuan fasilitas pengelolaan sampah kepada Kelurahan Kebonbaru, Kecamatan Kejaksaan, Kota Cirebon. 

Bantuan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, dr Yuni Darti menyatakan bahwa alat pendukung pengelolaan sampah yang dimaksud saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi dan akan segera digunakan oleh masyarakat. 

"Alatnya sudah on the way dan kami pastikan peralatan tersebut segera tiba serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah," tandasnya. 

Menurut Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan, Erik Teguh Primiantoro, S.Hut., M.E.S, menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak hanya berupa sarana pengelolaan sampah, tetapi juga dapat menjadi aset ekonomi yang produktif jika dikelola dengan baik oleh masyarakat.

“Aset seperti ini bisa menjadi modal yang sangat bagus. Kami berharap Bapak Wali Kota dapat terus menggerakkan masyarakat agar pengelolaan sampah menjadi gerakan bersama yang memiliki manfaat ekonomi,” ujar Erik Teguh saat menyerahkan bantuan di Kebonbaru.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyambut baik dukungan KLH dan apresiasi atas perhatian terhadap kebersihan lingkungan di Kota Cirebon.

“Alhamdulillah, saat ini Kota Cirebon memiliki sembilan TPS3R hasil bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan gerakan kebersihan ini sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, komunitas lingkungan, hingga sektor swasta.

“Harapannya, Cirebon dapat menjadi kota yang bersih, indah, aman, nyaman, dan sejahtera,” tegasnya.

Bantuan KLH ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga. (din)

Jumat, 24 Oktober 2025

Kementerian Lingkungan Hidup Ajak Warga Cirebon Bergerak Bersama Jaga Kebersihan dan Penghijauan Kota

 

Kepala DLH Kota Cirebon bersama Wakil Walikota Cirebon tengah membersihkan sampah sebagai bentuk komitmen DLH untuk terus membangun dan menciptakan Kota Cirebon menjadi kota bersih.


CIREBON – Suasana penuh semangat tampak di Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, ketika jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI turun langsung ke lapangan. 

Mereka berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, perangkat kelurahan, dan masyarakat sekitar dalam kegiatan gotong royong membersihkan sampah serta menanam pohon di sekitar TPS 3R Kebon Baru.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata pemerintah untuk mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus memperkuat penghijauan kawasan perkotaan. 

Sejak pagi, para petugas, relawan, dan warga bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah serta menanam berbagai jenis pohon pelindung di sepanjang jalan pesisir Kebon Baru.

Perwakilan KLHK menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, tetapi gerakan bersama untuk membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. 

“Kami ingin menanamkan semangat bahwa menjaga kebersihan dan menanam pohon adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir untuk mendukung, tapi keberlanjutan tergantung pada partisipasi warga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon yang turut hadir menyampaikan apresiasi dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya peduli lingkungan.

“Kita ingin Cirebon menjadi kota yang bersih, hijau, dan sehat. Gotong royong adalah kuncinya. Mari kelola sampah dengan baik, jangan ada lagi yang membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Ia juga berharap, keberadaan TPS 3R di Kebon Baru dapat dioptimalkan agar sampah rumah tangga bisa diolah dengan benar dan tidak menumpuk di lahan kosong atau pinggir jalan. Dengan sinergi antara pemerintah, KLHK, dan masyarakat, diharapkan Cirebon bisa menjadi kota percontohan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan. (din)

Aksi Bersih dan Tanam Pohon, Pemkot Cirebon Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir

CIREBON— Penanaman pohon dan kerja bakti bersama digelar di TPS 3R RW 02 Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (24/10/2025)

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan aksi bersih lingkungan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan penghijauan perkotaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia, Erik Teguh Primiantoro, dan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati. Acara diikuti oleh jajaran perangkat daerah terkait, unsur masyarakat, dan relawan lingkungan.

Dalam sambutannya, Erik Teguh Primiantoro menegaskan bahwa gerakan aksi bersih lingkungan seperti ini sangat relevan dan mendesak untuk dilakukan di berbagai daerah, termasuk Kota Cirebon.

“Masih banyak sampah yang belum dikelola dengan baik. Sampah adalah cerminan kondisi masyarakat. Karena itu, kita perlu membangun gerakan yang masif untuk menggerakkan masyarakat agar peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya,” ujarnya.

Ia juga memberikan sejumlah saran strategis agar kegiatan serupa tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan di tingkat akar rumput.

Erik menyarankan agar kegiatan seperti ini sebaiknya dilakukan secara rutin dan Pemerintah Kota Cirebon membuat surat edaran untuk menggerakkan masyarakat bersama-sama. 

"Secara paralel, perlu diarahkan agar pengolahan sampah dilakukan sejak dari sumbernya, misalnya rumah, rumah makan, hotel dengan memilah dan mendaur ulang. Pengelolaan sampah door to door dapat menciptakan nilai ekonomi baru, sementara residu yang tak dapat diolah bisa dimanfaatkan sebagai Refuse Derived Fuel  (RDF),” tambah Erik.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon menyambut baik arahan dari KLH RI dan menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kelurahan Kebon Baru atas semangat gotong royong mereka dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Kedatangan dari KLH Alhamdulillah menjadi motivasi bagi kami. Kami menyambut dengan baik arahan yang diberikan dan berharap pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dapat terwujud di Kota Cirebon. Semoga kota kita menjadi bersih, indah, aman, sejahtera, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar kerja bakti dan penanaman pohon. Tetapi merupakan wujud kepedulian terhadap masa depan Kota Cirebon. 

Sebagaimana diketahui, Kelurahan Kebon Baru menjadi salah satu titik lokasi penilaian Anugerah Makuta Binokasih Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. 

"Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita untuk menunjukkan bahwa masyarakat Kota Cirebon adalah masyarakat yang peduli, tertib, dan berdaya saing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan pentingnya komitmen kolektif untuk mewujudkan visi Kota Cirebon SETARA BERKELANJUTAN (Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Aman, dan Berkelanjutan). 

Menurutnya, menanam pohon berarti menanam harapan. Setiap pohon yang ditanam hari ini akan menjadi warisan hidup bagi generasi mendatang.

"Memberikan udara bersih, keteduhan, dan keseimbangan ekosistem kota. Sedangkan kerja bakti mencerminkan nilai kebersamaan yang telah menjadi karakter masyarakat kita sejak lama,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa isu lingkungan saat ini menjadi perhatian global yang menuntut sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Perubahan iklim dan penurunan kualitas ruang hijau adalah tantangan nyata. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat mulai dari tingkat keluarga, RT, RW, hingga kelurahan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh warga untuk menjadikan semangat kebersihan dan penghijauan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.

“Jika setiap rumah menanam satu pohon dan setiap warga menjaga kebersihan lingkungannya, wajah Kota Cirebon akan berubah, lebih hijau, lebih sehat, dan lebih membanggakan,” ujarnya. (din)



Wali Kota Cirebon Dampingi Wapres Gibran Tinjau Harga Kebutuhan Pokok, Sekolah Rakyat, dan Cek Kesehatan Gratis

CIREBON - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kota Cirebon, Jumat (24/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turut mendampingi di tiga lokasi berbeda, yakni Pasar Jagasatru, Sekolah Rakyat, dan SMP-SMAK BPK Penabur.

Kunjungan dimulai dari Pasar Jagasatru, tempat Wapres meninjau langsung kondisi harga bahan pangan. Dalam kesempatan tersebut, Wapres bersama Wali Kota dan jajaran perangkat daerah berdialog dengan para pedagang serta masyarakat untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menyampaikan bahwa Pemkot Cirebon berkomitmen menjaga stabilitas harga di pasar.

"Kami sangat mengapresiasi arahan Bapak Wapres agar seluruh daerah menjaga pasokan kebutuhan masyarakat dan stabilitas harga. Bapak Wapres juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak. Tim kami terus memantau apabila terjadi kenaikan harga di luar kewajaran. Secara umum, kondisi harga di Kota Cirebon masih stabil,” ujar Iing Daiman.

Usai dari pasar, Wapres melanjutkan kunjungan ke Sekolah Rakyat, salah satu program inovatif yang digagas pemerintah pusat untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Sekolah tersebut memberikan akses belajar bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cirebon, Santi Rahayu, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat melibatkan lintas perangkat daerah. 

Ia menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat dibagi dalam tiga satuan tugas. Dinsos bertanggung jawab dalam perekrutan siswa, Dinas Pendidikan menyiapkan tenaga pendidik dan kependidikan, sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR)  menangani sarana dan prasarana. 

"Sejak diresmikan pada 6 Juli lalu, alhamdulillah sudah ada satu rombel SD dan dua rombel SMP dengan saat ini total 74 siswa. Sesuai arahan Pak Presiden, siswa diasramakan agar pembinaan lebih intensif. Saat ini kami juga sedang mengupayakan pengadaan seragam dan komputer, serta rencana penambahan ruang belajar,” jelas Santi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Kadini, menambahkan bahwa kegiatan belajar di Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

“Tadi Bapak Wapres melihat langsung kegiatan anak-anak, mulai dari menggambar, membuat surat, hingga berinteraksi dengan penuh semangat. Beliau memberikan motivasi agar mereka terus bersemangat belajar. Anak-anak di sini berasal dari keluarga pra-sejahtera, dan dibimbing oleh wali asuh serta wali asrama. Selain pelajaran formal, mereka juga mengikuti kegiatan positif seperti mengaji bersama dan belajar bahasa Inggris di luar jam sekolah,” ungkap Kadini.

Kunjungan terakhir Wapres dilakukan di SMP-SMAK BPK Penabur Cirebon, di mana tengah berlangsung pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa. Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk meningkatkan kesehatan pelajar sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis telah berlangsung dua hari.  Cek kesehatan gratis dilakukan untuk 487 siswa di BPK Penabur. Total sasaran mencapai 53.800 siswa se-Kota Cirebon. 

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat karena kegiatan ini dapat mendeteksi berbagai faktor risiko kesehatan dan penyakit sejak dini. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa kasus pelajar yang hipertensi, kadar gula darah tinggi, dan anemia dengan Hb di bawah 12 persen. Sesuai arahan Bapak Wapres, kami akan terus memperkuat upaya pencegahan dan melakukan rujukan ke puskesmas atau rumah sakit bila diperlukan,” terang Siti Maria.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo turut mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap berbagai sektor pembangunan di daerah.

“Kunjungan Bapak Wakil Presiden menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam menjaga ketahanan pangan, memperluas akses pendidikan, dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Pemkot Cirebon berkomitmen menjalankan arahan beliau dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan warga,” tutur Wali Kota. (sin)



Bupati Imron Resmikan Kantor Baru KONI, Dorong Kebangkitan Prestasi Olahraga Daerah

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron secara resmi meresmikan kantor sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon yang berlokasi di Stadion Watubelah Sumber, Jumat (24/10/2025).

Dalam acara peresmian ini juga menggelar doa bersama dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Jois Putra, serta jajaran pengurus KONI Kabupaten Cirebon.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan harapannya agar prestasi olahraga di Kabupaten Cirebon terus meningkat di bawah kepengurusan KONI yang baru.

Ia menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dan arah pembinaan olahraga yang lebih jelas dan terukur.

“Tantangan yang dihadapi hari ini harus menjadi motivasi tambahan untuk meningkatkan prestasi. Saya ingin KONI menyusun rancangan arah pembinaan olahraga yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Imron.

Imron juga mendorong agar KONI menata dan melengkapi fasilitas olahraga di Stadion Watubelah, sehingga kawasan tersebut bisa menjadi pusat kegiatan olahraga masyarakat.

“Kantor baru ini harus representatif. Lengkapi sarana olahraga agar Stadion Watubelah semakin ramai dan menjadi tempat masyarakat berolahraga,” tambahnya.

Imron optimistis, dengan semangat baru dari jajaran pengurus KONI, prestasi olahraga Kabupaten Cirebon akan mengalami peningkatan signifikan di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyebut penempatan kantor sekretariat di Stadion Watubelah merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali aset daerah yang sempat tidak termanfaatkan secara maksimal.

“Kami ingin Stadion Watubelah kembali hidup dan menjadi pusat pembinaan olahraga. Karena itu, kami manfaatkan lokasi ini sebagai kantor sekretariat sekaligus tempat aktivitas pembinaan atlet,” kata Jigus sapaan akrabnya.

Jigus menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara KONI, pemerintah daerah, serta pihak swasta untuk mendukung pengembangan olahraga di Kabupaten Cirebon.

“Kami masih memiliki banyak PR, tetapi itu menjadi motivasi bagi pengurus baru untuk bekerja lebih keras. Kami sudah mengidentifikasi bahwa pembinaan olahraga sebelumnya belum maksimal, dan itu akan kami benahi,” ujarnya.

Sebagai bagian dari target jangka pendek, KONI Kabupaten Cirebon menargetkan peningkatan peringkat dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Saat ini, sebanyak 85 atlet Cirebon telah lolos babak kualifikasi Porprov.

Selain itu, Jigus juga mendorong agar setiap perangkat daerah di Kabupaten Cirebon dapat menjadi “bapak asuh” bagi cabang olahraga, guna memperkuat dukungan dan pembinaan atlet.

“Pembinaan atlet akan kami maksimalkan dengan memanfaatkan Stadion Watubelah secara penuh, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai,” pungkasnya. (din).

Pemkab Cirebon Gandeng BNN Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika serta Prekursor Narkotika (P4GN) di Hotel Sutan Raja Cirebon, Jumat (24/10/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Cirebon, Ita Rohpitasari menegaskan, maraknya penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Permasalahan narkoba ibarat fenomena gunung es. Yang terlihat di permukaan hanyalah sebagian kecil, padahal bahaya di bawahnya jauh lebih besar,” ujar Ita.

Ia menambahkan, narkoba tidak mengenal batas usia maupun status sosial. “Narkoba dapat menyentuh siapa saja, termasuk generasi muda yang merupakan masa depan bangsa. Karena itu, upaya pencegahan harus terus-menerus digencarkan,” lanjutnya.

Menurut Ita, kegiatan sosialisasi seperti yang digelar hari ini menjadi salah satu langkah penting dalam membentengi diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya narkoba.

Pemerintah Kabupaten Cirebon, kata dia, juga terus melakukan pembinaan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai media, baik elektronik, cetak, maupun media sosial.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses sebagai bentuk kepedulian serta peran aktif pemerintah daerah dalam P4GN,” ucapnya.

Ita secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan harapan menjadi momentum bersama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Cirebon, AKBP Rohadi yang diwakilkan Kasubag Umum BNN Kota Cirebon, Heru Kiswoyo menjelaskan, kejahatan narkotika kini telah menjadi persoalan global dan lintas negara.

“Kejahatan narkotika bukan lagi kejahatan biasa. Mereka sudah berjejaring internasional dan semakin canggih memanfaatkan kemajuan teknologi informasi,” ujar Heru.

Ia memaparkan, sebagian besar produksi narkotika dilakukan di luar negeri, sementara perdagangannya masuk ke Indonesia melalui berbagai jalur, termasuk laut, udara, dan darat.

Jalur pelabuhan kecil di kawasan pesisir menjadi salah satu titik rawan peredaran narkoba.

Berdasarkan data BNN RI tahun 2024, tercatat sekitar 3,3 juta penyalahguna narkotika di Indonesia dengan rentang usia 15 hingga 65 tahun, yang sebagian besar merupakan kelompok usia produktif.

Heru menegaskan peran aparat kecamatan dan desa sangat penting dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Camat dan kepala desa adalah ujung tombak yang paling tahu kondisi masyarakat. Perang terhadap narkoba harus dimulai dari tingkat RT, RW, bahkan dari rumah ke rumah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, narkotika tidak hanya menghancurkan individu, tetapi juga keluarga dan generasi bangsa.

“Kita, para pemimpin daerah, tidak boleh berpaling tangan. Mari kita satukan langkah dan komitmen agar wilayah kita menjadi zona bersih narkoba,” tutup Heru. (din)



Kamis, 23 Oktober 2025

Forum Satu Data Indonesia: Wujudkan Perencanaan Pembangunan Berbasis Data Terintegrasi

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar Forum Satu Data Indonesia (SDI) tingkat kabupaten sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola data pembangunan yang terintegrasi di tingkat daerah.

Forum ini dihadiri oleh pembina data, walidata, dan produsen data dari berbagai perangkat daerah, dengan tujuan meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam penyediaan dan pemanfaatan data sektoral.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Cirebon berupaya memastikan bahwa seluruh proses perencanaan, penganggaran, dan evaluasi pembangunan didasarkan pada data yang akurat, mutakhir, dan terpadu.

Keberadaan Forum SDI menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi perencanaan pembangunan daerah berbasis data terintegrasi.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan perencanaan pembangunan ke depan harus berbasis data yang valid dan terintegrasi.

“Melalui Forum Satu Data ini, kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan pembangunan di Kabupaten Cirebon didasarkan pada data yang benar, agar program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran,” ujar Dangi, Kamis (23/10/2025).

Sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi Satu Data Indonesia, Bappelitbangda Kabupaten Cirebon juga memperkenalkan Dashboard Data Pembangunan Berbasis Spasial, yang telah dikembangkan sebagai alat bantu dalam proses perencanaan.

Dashboard ini memungkinkan visualisasi data pembangunan secara geografis, sehingga dapat digunakan dalam penyusunan prioritas program dan kegiatan, khususnya pada saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Menurut Dwi Ariyani, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappelitbangda, meskipun sistem ini masih dalam tahap pengembangan, namun akan menjadi langkah inovasi baru dalam merumuskan perencanaan program.

“Melalui data spasial, akan memudahkan para pimpinan merumuskan kebijakan perencanaan secara cepat dan tepat,” ujar Dwi Ariyani.

“Tentunya, ini menjadi bagian ikhtiar pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat. Karena dengan data yang akurat, perencanaan akan cermat dan kebijakan akan tepat,” tuturnya.

Melalui forum ini, diharapkan kolaborasi antar perangkat daerah semakin kuat, kualitas data semakin baik, dan perencanaan pembangunan di Kabupaten Cirebon semakin terarah, transparan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (din)









PGRI Kota Cirebon Dilantik, Wali Kota Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Mentalitas Anak Bangsa

CIREBON – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang se-Kota Cirebon resmi dilantik untuk masa bakti XXIII tahun 2025–2030 di Ruang Adipura Kencana, Gedung Balaikota Cirebon, Kamis (23/10/2025). 

Hadir langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, para pengurus cabang, kepala sekolah, serta perwakilan guru dari seluruh kecamatan di Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan dalam membangun generasi masa depan. 

Ia menyampaikan bahwa PGRI merupakan organisasi besar yang memiliki tanggung jawab moral untuk terus bergerak maju, tidak hanya dalam aspek pendidikan formal, tetapi juga dalam membangun mentalitas anak-anak bangsa.

“PGRI adalah organisasi besar, dan saya berharap dengan dilantiknya teman-teman semua hari ini, langkahnya semakin maju dalam berkontribusi terhadap dunia pendidikan di Kota Cirebon. Pembangunan yang kita lakukan bukan hanya fisik, tapi juga pembangunan mental dari anak-anak kita. Ketika kita mengajar dengan benar, mendidik dengan benar, di sanalah terbentuk generasi penerus yang kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh pengurus dan anggota PGRI untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menunjukkan kinerja nyata.

“Saya berharap pelantikan hari ini tidak berhenti sebagai gugur kewajiban atau seremoni semata. Mari kita kolaborasi dan buktikan melalui langkah konkret yang lebih cepat dan lebih baik dalam membangun dunia pendidikan di Kota Cirebon,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto, dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menyatukan tekad dan gerak dalam mengemban tiga pilar utama organisasi, yaitu perlindungan, peningkatan profesionalisme, dan kesejahteraan guru.

“Pengurus harus peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anggota, serta berupaya membantu menyelesaikannya. Ketiga pilar utama ini bukan hanya slogan, tapi harus menjadi pedoman kerja dalam setiap langkah organisasi,” ujar Eka.

Eka juga menyoroti perjuangan PGRI dalam mendorong peningkatan status bagi para guru, khususnya terkait perubahan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

Menurutnya, perjuangan ini terus diupayakan melalui koordinasi dengan PGRI Provinsi Jawa Barat dan Pengurus Besar PGRI agar dapat diakomodasi oleh pemerintah pusat.

“Mari kita satukan langkah dan gerak bersama. Menjadi manusia berarti memberikan kebermanfaatan bagi manusia lainnya. Jadilah guru dan pengurus PGRI yang selalu memberi manfaat bagi sesama, serta terus hidupkan semangat organisasi kita,” pungkasnya. (din)



Wali Kota : Jabatan Publik Harus Terbuka, Bukan Bersembunyi di Balik Dinding Birokrasi


CIREBON –  Jabatan publik tidak boleh bersembunyi di balik dinding birokrasi, tapi harus terbuka, transparan, dan bisa dilihat serta diuji langsung oleh masyarakat. Pesan simbolik itu yang disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo dalam apel bersama yang dirangkaikan dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator (Eselon III) dan Pengawas (Eselon IV), Kamis (23/10/2025). 

Sebanyak 41 orang pejabat dilantik dalam kesempatan tersebut, terdiri dari pejabat yang mengalami rotasi maupun promosi jabatan.

Pelantikan kali ini terasa berbeda. Tidak seperti biasanya yang dilakukan di dalam ruangan berpendingin, pelantikan dilaksanakan di bawah langit terbuka, tepatnya di lapangan upacara Sekretariat Daerah Kota Cirebon. 

Wali Kota mengatakan, pelantikan di bawah langit terbuka mengandung pesan spiritual yang dalam. Menurutnya, pelantikan di lapangan juga menjadi simbol keterbukaan dan kesetaraan di antara seluruh ASN.

"Langit yang menjadi atap kita pagi ini adalah pengingat bahwa di atas setiap sumpah ada Tuhan yang mendengar. Dan tanah yang kita pijak adalah pengingat bahwa semua jabatan akan kembali ke akar pengabdian, yaitu kepada masyarakat yang kita layani,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota juga mengingatkan kembali makna sejati dari jabatan sebagai amanah yang harus dijaga dengan kejujuran, kedisiplinan, serta keberanian moral untuk mengatakan kebenaran meski tidak populer.

"Amanah menuntut kita untuk mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Kepada pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik, saya ingin menegaskan, mulai hari ini, tanggung jawab saudara bukan hanya memastikan pekerjaan berjalan, tetapi memastikan pekerjaan itu benar-benar bermanfaat,” tegasnya.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya integritas dan inovasi dalam bekerja, terutama di era digital yang serba cepat dan terbuka. Ia menambahkan, kinerja di era sekarang tidak lagi diukur dari berapa lama berada di kantor, melainkan dari sejauh mana hasil kerja dirasakan oleh masyarakat. 

"Publik kini bisa menilai, mengkritik, dan membandingkan kinerja antar daerah. Maka satu-satunya cara untuk bertahan adalah bekerja sungguh-sungguh dan memberikan hasil yang nyata,” tuturnya.

Wali Kota mengajak seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif dan adaptif terhadap perubahan. Ia mengingatkan bahwa jabatan sebagai kesempatan untuk menguatkan tim dan menumbuhkan kesadaran baru. 

"Kesadaran bahwa kita menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital hingga dinamika sosial. Karena itu, jangan menunggu perubahan datang dari atas. Mulailah perubahan dari diri sendiri, dari cara berpikir, dan dari cara melayani,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalitas dan efektivitas birokrasi, Pemkot Cirebon kini mulai menerapkan Sistem Manajemen Talenta bagi ASN. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi menuju birokrasi modern yang berbasis kinerja dan kompetensi.

Wali Kota menjelaskan, penerapan sistem tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai dengan kapasitas dan potensi terbaiknya. 

“Dengan sistem ini, setiap pegawai dapat berkembang sesuai kompetensi dan kinerjanya, sehingga pelayanan publik dapat semakin efektif dan adaptif,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan harapan kepada para pejabat yang baru dilantik agar menjadikan jabatan yang diemban sebagai sarana berbuat baik dan meninggalkan warisan kinerja yang dapat dibanggakan.

"Bekerjalah dengan semangat keterbukaan seperti lapangan ini, lapang dalam berpikir, luas dalam melayani, dan suci dalam niat. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita, memberi kekuatan dalam bekerja, dan menjaga keikhlasan dalam setiap keputusan,” harapnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati, menambahkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Talenta dilakukan secara bertahap dengan pendampingan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sistem ini menempatkan ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, integritas, dan moralitas yang dimiliki.

“Sistem ini akan membantu pimpinan mengambil keputusan yang objektif serta mempersiapkan suksesi jabatan secara terencana agar tidak terjadi kekosongan jabatan,” jelas Sri.

Sebagai bagian dari inovasi digital, Pemkot Cirebon juga tengah mengembangkan aplikasi terintegrasi bernama Sistem Manajemen Talenta Terintegrasi dan Mudah (SIMANTAN TERINDAH ). Aplikasi ini menjadi instrumen penting dalam memantau dan mengelola kinerja ASN secara transparan dan berbasis data.

“Manajemen talenta menjadi fondasi penting untuk membentuk ASN yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah,” pungkasnya. (din)



Rabu, 22 Oktober 2025

Serahkan SK Pensiun dan Penghargaan, Wali Kota Sebut Pengabdian ASN Jadi Pilar Kemajuan Birokrasi

 PRESS RELEASE


CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon memberikan apresiasi kepada 29 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah menuntaskan masa baktinya melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Pensiun dan Tanda Penghargaan, Rabu (22/10/2025). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. 

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam atas dedikasi para ASN yang purna tugas. 

Ia menegaskan, pengabdian seorang aparatur tidak berhenti hanya karena masa kerja berakhir, melainkan berganti bentuk menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi penerus.

“Saya meyakini bahwa setiap pengabdian memiliki perjalanan, dan setiap perjalanan menyimpan nilai yang layak diapresiasi. Hari ini kita memberikan penghormatan kepada para ASN yang telah menuntaskan masa baktinya. Bapak dan Ibu yang hadir di sini adalah bagian dari sejarah pemerintahan Kota Cirebon,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan bahwa banyak di antara para ASN yang memulai karier di masa ketika sarana kerja masih terbatas. Namun berkat ketekunan, kesetiaan, dan tanggung jawab, birokrasi di Kota Cirebon kini terus berkembang menuju arah yang lebih modern dan digital.

“Bapak dan Ibu telah menyumbangkan waktu terbaik dalam hidupnya untuk mengabdi. Pemerintah Kota Cirebon tidak akan berjalan tanpa ketekunan orang-orang seperti Bapak dan Ibu yang memilih tetap setia pada tanggung jawab. Fondasi kemajuan birokrasi hari ini turut dibangun oleh generasi yang kini memasuki masa purna bakti,” ungkapnya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa masa pensiun bukan akhir dari pengabdian, melainkan masa untuk berperan dengan cara berbeda. 

Ia berharap para pensiunan tetap menjadi bagian dari pembangunan Kota Cirebon dengan berbagi pengalaman, menjadi penggerak di masyarakat, dan teladan bagi generasi muda.

"Kota Cirebon masih memerlukan semangat dan nasihat dari Bapak dan Ibu semua. Kami yang melanjutkan estafet ini tentu belum sempurna. Namun, nilai disiplin, tanggung jawab, dan integritas yang telah diwariskan menjadi bekal penting bagi kami untuk terus melangkah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Laksmi Stanyawati, menyampaikan bahwa total ASN yang menerima SK Pensiun berjumlah 29 orang, terdiri dari 3 orang jabatan struktural, 18 orang jabatan fungsional tertentu, dan 8 orang jabatan fungsional umum.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh ASN untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, serta semangat melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

“Apa yang telah ditunjukkan oleh para ASN yang purna tugas ini menjadi cerminan nyata tentang arti loyalitas dan komitmen terhadap pelayanan publik. Semoga semangat pengabdian mereka menjadi inspirasi bagi ASN yang masih aktif untuk terus meningkatkan kualitas kinerja,” ujar Sri Laksmi. (din)



Pj Sekda Dilantik, Wali Kota Tekankan Fokus Akselerasi Pembangunan dan Harmonisasi Pemerintahan

CIREBON - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melantik Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, di Balai Kota, Selasa (21/10/2025). 

Pelantikan ini menandai langkah strategis pemerintah kota untuk menjaga kesinambungan pemerintahan, memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, dan memastikan kelancaran pembangunan di berbagai sektor.

Pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi administratif. Seperti yang diketahui, Sekretaris Daerah merupakan simpul koordinasi yang menghubungkan visi kepala daerah dengan pelaksanaan kebijakan, sekaligus menjadi penjaga ritme birokrasi agar tetap adaptif, efisien, dan berpihak pada kepentingan publik.

Wali Kota menekankan bahwa Pj Sekda memiliki peran vital dalam memastikan stabilitas pemerintahan. 

“Saya berharap Bapak Sumanto dapat menjadi penggerak koordinasi lintas perangkat daerah, menjaga integritas birokrasi, serta memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kota Cirebon saat ini berada pada fase penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat layanan publik, dan menjaga daya saing kota di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah. 

“Pelantikan Pj Sekda menjadi bagian dari strategi kami untuk memperkuat fondasi birokrasi, agar pembangunan berjalan lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan,” kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota, setiap capaian yang sudah diraih menjadi fondasi yang harus terus dibangun. 

“Jabatan ini bukan hanya ruang untuk mengatur, tetapi juga kesempatan memberi makna bagi organisasi, ASN, dan masyarakat Kota Cirebon,” tambahnya.

Wali Kota mengingatkan bahwa pembangunan kota bukan hanya tentang visi, tetapi juga disiplin pelaksanaan dan semangat kebersamaan. 

“Mari kita lanjutkan kerja kolaboratif ini, sehingga Kota Cirebon mampu mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj Sekda Kota Cirebon, Sumanto menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kinerja birokrasi melalui koordinasi dengan seluruh perangkat daerah, Forkopimda, instansi vertikal, serta mitra pemerintah lainnya.

“Arahan Bapak Wali Kota untuk akselerasi pembangunan dan harmonisasi internal menjadi pedoman utama saya. Saya akan memastikan seluruh perangkat daerah bekerja sinergis demi kemajuan Kota Cirebon,” ujarnya.

Pj Sekda menekankan pentingnya respons cepat terhadap tantangan, menjaga kesinambungan program, dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik. 

“Semua ini hanya bisa tercapai melalui kolaborasi dan komunikasi yang baik antarperangkat daerah,” jelas Sumanto. (din)



Selasa, 21 Oktober 2025

Abdul Jaenudin Resmi Dilantik, Warga Cirebon Girang Harapkan Kinerja yang Amanah dan Melayani

 

CIREBON, FC – Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti Balai Desa Cirebon Girang saat prosesi pelantikan perangkat desa baru, Abdul Jaenudin, digelar. 

Dalam acara yang dihadiri oleh Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta jajaran perangkat desa lainnya itu, seluruh hadirin menyambut hangat hadirnya sosok baru yang siap mengabdikan diri untuk kemajuan desa.

Kepala Desa Cirebon Girang dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Abdul Jaenudin atas amanah baru yang diemban. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas, tanggung jawab, dan semangat pelayanan kepada masyarakat.

“Menjadi perangkat desa bukan sekadar jabatan, tapi ladang pengabdian. Kami berharap Pak Abdul bisa bekerja dengan hati, melayani warga dengan sepenuh jiwa, dan menjadi bagian dari semangat perubahan positif di Cirebon Girang,” ujarnya.

Sementara itu, Abdul Jaenudin yang baru saja dilantik mengungkapkan rasa syukur dan tekadnya untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.

“Ini amanah besar yang harus saya jaga. InsyaAllah, saya akan bekerja dengan sebaik-baiknya, membantu masyarakat dan bersinergi dengan seluruh perangkat demi kemajuan Desa Cirebon Girang,” ungkapnya dengan haru.

Usai prosesi, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana. Banyak warga yang hadir menyampaikan harapan agar sosok Abdul Jaenudin bisa membawa semangat baru dan memperkuat pelayanan publik di tingkat desa.

Dengan semangat gotong royong dan komitmen pelayanan yang tinggi, diharapkan kehadiran Abdul Jaenudin sebagai perangkat Desa Cirebon Girang dapat memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.

Sementara itu, prosesi kegiatan pelantikan perangkat baru ini dihadiri oleh Camat Talun, Abdul Roup, Ketua BPD, dan keluarga Abdul Jaenudin. (Bambang HS)

Bupati Imron Dorong Percepatan Sertifikasi Higienitas dan Sanitasi untuk Dapur MBG

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya untuk segera menuntaskan proses Sertifikasi Laik Hygiene Sanitasi (SLHS), agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lancar dan sesuai target nasional.

Hal itu disampaikan Imron saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama Sekretaris Daerah, para kepala SPPG dan ahli gizi di masing-masing SPPG, bertempat di Ruang Paseban Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (21/10/2025).

Ia menegaskan, program MBG merupakan salah satu strategi pemerintah pusat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, dengan memastikan masyarakat memperoleh asupan gizi yang cukup dan aman.

“Negara yang maju harus disiapkan sumber daya manusianya. SDM yang sehat dan cerdas hanya bisa tercapai jika masyarakat mendapatkan makanan bergizi,” kata Imron.

Menurut Imron, keberhasilan program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu membangkitkan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok bahan baku makanan.

“SPPG diharapkan membeli bahan baku dari petani dan pelaku usaha di sekitarnya. Dengan begitu, ekonomi lokal ikut tumbuh,” ujarnya.

Imron juga meminta seluruh pihak yang terlibat, termasuk Dinas Kesehatan dan koordinator wilayah program gizi, untuk memastikan proses sertifikasi SLHS berjalan cepat tanpa kendala administrasi yang berlarut.

“Program yang bagus dari pemerintah pusat ini jangan sampai terhambat hanya karena persoalan teknis. Semua pihak harus bekerja sama dan saling berkoordinasi,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya pengawasan dan komunikasi antarlembaga agar pelaksanaan program MBG di Kabupaten Cirebon berjalan efektif dan tidak menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat.

“Seluruh yang terlibat harus bekerja dengan baik, berkoordinasi, dan memastikan distribusi makanan bergizi ini benar-benar bermanfaat bagi anak-anak,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala menyebutkan, bahwa dari 48 SPPG yang mengajukan SLHS, baru 22 yang telah diterbitkan. Sementara 26 lainnya masih dalam proses inspeksi Dinas Kesehatan.

Ia menjelaskan, sejumlah SPPG masih harus memenuhi berbagai persyaratan seperti kepemilikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), peralatan dapur berbahan stainless steel, hingga pengelolaan sampah yang sesuai standar kesehatan.

Selain kendala teknis, Hendra menyoroti kurangnya komunikasi antara koordinator wilayah dari pihak penyelenggara program gizi nasional dan pemerintah daerah, yang membuat beberapa SPPG terlambat dalam proses pengajuan.

“Kami tetap berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program MBG sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan menciptakan generasi yang produktif serta berdaya saing tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menyampaikan, total SPPG yang direncanakan mencapai 179 unit.

Dari jumlah itu, sebanyak 45 unit telah beroperasi, 44 unit siap diluncurkan, dan 48 unit tengah mengajukan SLHS. Setiap SPPG menargetkan melayani 3.000-4.000 penerima manfaat.

“Penerima manfaat program MBG meliputi siswa TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, peserta SLB, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita,” tuturnya.

Untuk mempercepat penerbitan sertifikasi, Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah langkah seperti pembinaan kepada SPPG, inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan keamanan pangan bagi penjamah makanan, serta pemeriksaan sampel air, makanan, dan peralatan memasak bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah.

Dinas Kesehatan memberikan sejumlah saran, di antaranya agar SPPG meningkatkan koordinasi dengan perangkat daerah terkait, segera menuntaskan proses sertifikasi, serta melaporkan segera jika terjadi kasus keracunan makanan untuk dilakukan penanganan bersama fasilitas kesehatan. (Nurdin)

Kasad Ajak Perwira Muda Jadi Pemimpin Visioner dan Penggerak Satuan

 

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa seorang perwira harus memiliki cara pandang yang visioner serta mampu hadir sebagai motor penggerak satuan, pembentuk semangat juang prajurit, dan teladan di lingkungannya.

Hal tersebut disampaikan Kasad saat melantik 1.268 Perwira Remaja TNI Angkatan Darat yang terdiri dari lulusan Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) Gelombang II dan Pendidikan Pembentukan Perwira Khusus (Diktukpasus) TNI AD Tahun 2025.

Upacara pelantikan digelar dengan khidmat di Lapangan Krida Wiradhika, Secapaad Bandung Selasa, (21/10/25).

“Hadirlah sebagai sosok perwira yang visioner dan mampu menjadi agen perubahan, motor penggerak budaya kerja yang sehat, dan penjaga semangat juang satuan,” tegas Kasad.

Upacara yang ditandai dengan pengambilan sumpah perwakilan siswa ini menjadi momentum penting yang menandai lahirnya perwira-perwira muda Angkatan Darat.

Mereka kini resmi mengemban amanah dan tanggung jawab baru sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Kasad menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh perwira remaja yang baru dilantik.

ia juga mengajak para perwira remaja untuk mensyukuri momen ini. “Keberhasilan menempuh pendidikan tanpa kendala berarti, merupakan bukti kerja keras dan ketekunan yang tentunya patut disyukuri dan dijadikan motivasi untuk menapaki jenjang pengabdian yang lebih tinggi sebagai seorang Perwira TNI Angkatan Darat,” ujar Kasad.

Kasad juga menekankan pentingnya kepemimpinan lapangan yang humanis namun tegas, serta kemampuan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.

Baik dalam menjalankan Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk dalam tugas-tugas kemanusiaan.

Lebih lanjut, Kasad berpesan agar ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan di Secapa AD dijadikan sebagai landasan dalam membangun profesionalisme, sekaligus fondasi untuk menempuh pendidikan kecabangan lanjutan.

ia juga menggarisbawahi pentingnya penguasaan teknologi untuk mendukung pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien.

“Perwira TNI Angkatan Darat masa kini harus menguasai teknologi untuk mendukung tugas operasional maupun administratif secara profesional.

Manfaatkan kemajuan teknologi seperti digitalisasi dan sistem komunikasi modern,” pesan Kasad.

Pelantikan tersebut turut dihadiri para pejabat utama TNI AD, Komandan Kodiklatad, Gubernur Jawa Barat, serta keluarga dan orang tua para lulusan.

Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi penyematan tanda pangkat Letnan Dua kepada perwakilan lulusan terbaik.

Adapun dari total 1.268 lulusan, sebanyak 1.008 orang merupakan lulusan Diktukpa Gelombang II yang terdiri dari 978 pria dan 30 Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), sedangkan 260 orang merupakan lulusan Diktukpasus.

Lulusan terbaik Diktukpa Gelombang II diraih oleh Letda Inf Ramadhan N dari Kopassus dan Letda (K) Caj Dwi Sulistyowati dari Ditajenad, sementara lulusan terbaik Diktukpasus diraih Letda Arm Afrizal dari Kodam Jaya.

Senin, 20 Oktober 2025

Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Gelar Pendampingan & Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Digital bagi Dosen dan Tendik

 

CIREBON, FC — Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era transformasi digital. 

Melalui kegiatan Pendampingan dan Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Digital bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan, fakultas ini berupaya memperkuat kemampuan digital civitas akademika agar siap menghadapi tantangan dunia pendidikan berbasis teknologi.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Oktober 2025 di kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Fakultas Syariah. 

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam mewujudkan SDM unggul, adaptif, dan kompeten di bidang digital sesuai dengan visi besar UIN Siber Syekh Nurjati sebagai Smart and Digital Islamic University.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah, menyampaikan bahwa penguasaan kompetensi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi sivitas akademika perguruan tinggi keagamaan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Syariah memiliki kemampuan digital yang mumpuni. Ini penting untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi serta pelayanan akademik yang efektif dan modern,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber profesional dari bidang teknologi pendidikan dan lembaga sertifikasi kompetensi digital. Para peserta mendapatkan materi dan pendampingan intensif terkait literasi digital, keamanan siber, pengelolaan data digital, penggunaan platform pembelajaran daring, serta pembuatan konten digital edukatif.

Selain pelatihan teknis, peserta juga diberikan bimbingan dalam menghadapi ujian sertifikasi kompetensi digital nasional, sebagai bentuk pengakuan resmi terhadap kemampuan digital mereka.

Wakil Dekan Bidang Akademik menambahkan, pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun mindset digital yang inovatif di lingkungan akademik.

“Kami berharap kegiatan ini melahirkan dosen dan tendik yang bukan hanya melek digital, tetapi juga mampu menjadi digital leader di lingkungannya masing-masing,” tuturnya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Banyak dosen dan tendik yang mengapresiasi langkah Fakultas Syariah karena memberikan ruang untuk belajar sekaligus bersertifikat resmi di bidang digital.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai pelopor dalam penguatan kompetensi digital di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam, menuju kampus yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. (din)

Pemkot Cirebon Raih Peningkatan Signifikan dalam Evaluasi Akuntabilitas dan Reformasi Birokrasi


CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon kembali mencatat capaian membanggakan pada hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) dan Evaluasi Penyelenggaraan Reformasi Birokrasi (RB) tahun 2025. 

Berdasarkan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Pemkot Cirebon berhasil memperoleh Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 85,14 dengan kategori A– (Memuaskan), meningkat 11,23 poin dari tahun sebelumnya yang memperoleh nilai 73,91 dengan kategori BB (Sangat Baik).

Selain itu, nilai AKIP Kota Cirebon juga meningkat signifikan, dari 69,04 (kategori B) menjadi 73,96 (kategori BB) pada tahun ini. Peningkatan tersebut mencerminkan kesungguhan seluruh perangkat daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, serta berorientasi hasil.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir langsung dalam kegiatan Penyerahan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja, Evaluasi Penyelenggaraan Reformasi Birokrasi, dan Pemberian Dukungan Tata Kelola Pengawasan Internal Tahun 2025  menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh perangkat daerah, di Balai Kota, Senin (20/10/2025). 

"Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata bahwa reformasi birokrasi di Kota Cirebon telah berjalan di jalur yang benar. Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sekretariat Daerah, Inspektorat Daerah, serta Bagian Organisasi yang telah berperan aktif dalam membimbing seluruh perangkat daerah,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa evaluasi kinerja bukanlah agenda seremonial tahunan, melainkan refleksi komitmen terhadap pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

"Kita memasuki fase akhir Grand Design Reformasi Birokrasi 2010–2025 dan bersiap menyongsong Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional 2025–2045. Visi kita adalah menciptakan birokrasi yang kolaboratif, kapabel, dan berintegritas, menuju birokrasi kelas dunia yang mendukung pembangunan nasional,” jelas Wali Kota.

Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak hanya fokus pada peningkatan nilai indeks, tetapi juga menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Indeks Reformasi Birokrasi dan SAKIP jangan berhenti pada angka. Ukuran keberhasilan sejati ada pada dampak yang dirasakan masyarakat, baik melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan transformasi digital birokrasi, maupun penguatan fungsi pengawasan internal,” tegasnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah untuk memperkuat tata kelola berbasis data dan teknologi. Menurutnya, sistem digital yang terintegrasi akan memudahkan koordinasi dan mempercepat pengambilan kebijakan yang lebih efisien dan transparan.

"Reformasi birokrasi adalah perubahan budaya kerja dan sistem nilai. Ini bukan beban administrasi, melainkan jalan menuju pemerintahan yang adaptif, responsif, dan dipercaya rakyatnya,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota  mengajak seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon untuk menjadikan capaian ini sebagai motivasi dalam mewujudkan pemerintahan yang semakin terbuka, akuntabel, dan inovatif.

"Mari kita terus melangkah bersama, menata birokrasi yang profesional dan berintegritas demi kemajuan Kota Cirebon yang kita cintai,” pungkasnya.

Sementara itu, Inspektur Daerah Kota Cirebon, Asep Gina Muharam, menjelaskan bahwa peningkatan indeks reformasi dan akuntabilitas merupakan hasil kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi tahun-tahun sebelumnya.

"Secara umum, hasil evaluasi menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Cirebon telah menunjukkan komitmen kuat dalam pelaksanaan reformasi birokrasi, baik pada level pemerintah daerah secara keseluruhan maupun di tingkat perangkat daerah,” ungkap Asep Gina.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi AKIP tahun 2025, terdapat sembilan rekomendasi yang perlu segera ditindaklanjuti. Selain itu, masih terdapat tiga rekomendasi dari hasil evaluasi Kementerian PANRB tahun 2024 serta lima rekomendasi dari Inspektorat tahun 2024 yang belum sepenuhnya diselesaikan.

"Rekomendasi tersebut bukan bentuk kekurangan, melainkan peluang perbaikan. Inspektorat berkomitmen menjadi mitra strategis bagi perangkat daerah dalam meningkatkan tata kelola dan efektivitas pengawasan internal,” jelasnya. (din)



Pemkab Cirebon Gelar Pelatihan Penyusunan Policy Brief untuk Tingkatkan Kapasitas ASN

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon menyelenggarakan kegiatan pelatihan penyusunan policy brief.

Kegiatan yang digelar selama dua hari, Kamis hingga Jumat (16-17/10/2025) di Hotel Apita Cirebon ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan aparatur sipil negara (ASN) dalam merumuskan kebijakan yang sistematis, berbasis bukti, dan implementatif.

Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ade Nugroho Yuliarno dalam sambutannya menyampaikan, di tengah dinamika penyelenggaraan pemerintahan yang semakin kompleks, kemampuan ASN dalam menyusun naskah kebijakan yang ringkas dan berbasis data menjadi hal yang tidak dapat ditawar.

“Dalam konteks pemerintahan yang semakin kompleks dan dinamis, kemampuan aparatur dalam menyusun naskah kebijakan yang sistematis, singkat, dan berbasis bukti menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, policy brief merupakan instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang efektif, efisien, dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu memperkuat kapasitas analitis dalam mengidentifikasi permasalahan kebijakan secara tepat, serta meningkatkan keterampilan dalam merumuskan alternatif solusi berbasis data dan bukti empiris.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan policy brief yang relevan, implementatif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perumusan kebijakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan komitmen BKPSDM untuk terus mendorong peningkatan kompetensi ASN, khususnya dalam bidang perumusan dan analisis kebijakan publik, sebagai bagian dari upaya mewujudkan aparatur yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

“Kami mengajak seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan kesempatan untuk memperluas wawasan serta jejaring profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Evaluasi Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Eva Musyaerofah menyampaikan, kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kompetensi ASN, khususnya bagi para analis kebijakan dan juga fungsional perencana.

“Selain para analis kebijakan, kegiatan ini diikuti pula oleh fungsional perencana yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi serta menumbuhkembangkan kualitas analisis bagi para peserta,” jelasnya.

Sekadar diketahui, pelatihan hari pertama diisi oleh para analis kebijakan dari Pusat Pembelajaran dan Pengembangan Kajian Sumber Daya Aparatur Negara (Pusjar SKTAN) Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Dimulai pada materi teknik menulis ringkas dan komunikatif, menyusun latar belakang dan analisis masalah, hingga penyusunan alternatif solusi dan rekomendasi kebijakan.

Pelatihan hari kedua dibuka dengan materi Kebijakan pengembangan kompetensi ASN dengan fokus pada peran policy brief dalam perumusan kebijakan, struktur dan elemen utamanya, serta identifikasi isu kebijakan strategis.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyusunan draft policy brief: mendesain policy brief yang efektif dan informatif melalui aplikasi Canva.

Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga praktik langsung dalam menyusun naskah kebijakan yang komunikatif, berbasis data, dan mudah dipahami oleh pengambil keputusan. (sin)

"Dari Madrasah untuk Negeri": Gudep Pramuka MTsN 1 Belitung Borong Prestasi Gemilang di HUT SMKN 1 Belitung

 

Gudep MTsN 1 Belitung tampil luar biasa dengan memborong lima trofi kemenangan sekaligus


TANJUNGPANDAN, FC– Semangat juang dan kekompakan anggota Gerakan Pramuka MTsN 1 Belitung kembali membuahkan hasil manis. Dalam ajang Lomba Ketangkasan Pramuka Tingkat Penggalang yang digelar memperingati HUT ke-35 SMK Negeri 1 Tanjungpandan, Sabtu (18/10/2025), Gudep MTsN 1 Belitung tampil luar biasa dengan memborong lima trofi kemenangan sekaligus.

Adapun raihan prestasi yang berhasil dibawa pulang yakni Juara 1 Tandu Darurat Putri, Juara 2 Tandu Darurat Putra, Juara 2 Gapura Putri, Juara Harapan 3 Kreasi Senam Semaphore, Juara Umum 3 Lomba Ketangkasan Penggalang.

Capaian gemilang ini tidak datang secara instan. Di balik deretan trofi tersebut tersimpan cerita tentang latihan rutin, kedisiplinan, serta semangat pantang menyerah dari para anggota Pramuka yang dibimbing langsung oleh para pembina.

Pembina Pramuka MTsN 1 Belitung, Juniah, S.Mn., S.Pd.Ek, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya.

“Alhamdulillah, kerja keras dan latihan anak-anak membuahkan hasil. Mereka benar-benar menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan berprestasi di ajang-ajang berikutnya,” ujarnya penuh syukur.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Belitung, Yurliana, S.H., turut memberikan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih peserta didik dan para pembina Gudep.

“Kemenangan ini bukan hanya soal piala atau peringkat, tetapi tentang nilai-nilai tanggung jawab, kerja sama, dan karakter pantang menyerah yang tumbuh di diri anak-anak. Inilah pendidikan karakter sejati,” ungkapnya.

Dengan torehan prestasi tersebut, Gudep Pramuka MTsN 1 Belitung semakin menegaskan eksistensinya sebagai gugus depan aktif, disiplin, dan berprestasi di Kabupaten Belitung. 

Mereka tak hanya membawa nama baik madrasah, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda dalam menumbuhkan semangat kebersamaan dan cinta tanah air melalui gerakan Pramuka. (din)

Siti Romlah Adawiyah Mahasiswi PJJ PAI UIN Siber Cirebon Raih Piala Kemenpora 2025

JAKARTA — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswi Program Studi PJJ PAI Semester 7 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Adalah Siti Romlah Adawiyah, yang akrab disapa Diyah, berhasil meraih Juara 1 Kata Senior Putri dan Juara 3 Kumite Senior -55 kg Putri dalam ajang bergengsi Senkaido Open International Karate Championship Series VII Piala Kemenpora 2025, yang digelar pada 17–19 Oktober 2025 di Jakarta.

Kejuaraan karate ini merupakan salah satu event internasional terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah peserta mencapai 4.083 atlet dari 200 kontingen, baik nasional maupun internasional. Negara-negara seperti Jepang, India, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Sri Lanka turut ambil bagian dalam kejuaraan yang mempertandingkan empat kategori utama: Open, TNI/POLRI, Veteran, dan Festival.

Diyah tampil memukau di tengah kompetisi yang sangat kompetitif, menunjukkan teknik dan ketahanan mental luar biasa hingga berhasil mengalahkan sejumlah atlet unggulan dari dalam dan luar negeri.

“Alhamdulillah, ini pengalaman luar biasa. Persiapan saya lakukan cukup lama dan intens—latihan teknik kata dan kumite, sparing, penguatan fisik, hingga menjaga pola makan dan mental. Disiplin dan niat yang kuat menjadi kunci utama,” ujar Diyah usai pertandingan.

Meski mengaku sempat gugup saat memasuki arena, Diyah mampu mengatasinya berkat dukungan tim serta keyakinan pada kemampuannya sendiri.

“Tekanan itu pasti ada. Tapi doa, semangat dari pelatih, dan kepercayaan diri membantu saya tetap fokus dan tampil maksimal. Saya selalu ingat untuk memberikan versi terbaik dari diri saya,” tambahnya.

Lebih dari sekadar pencapaian medali, Diyah melihat partisipasinya di ajang ini sebagai momen pembelajaran penting dalam perjalanan kariernya di dunia olahraga.

“Bertanding dengan atlet hebat dari berbagai negara membuat saya semakin termotivasi untuk terus berkembang. Suasananya sangat kompetitif, tapi juga penuh sportivitas dan semangat persaudaraan,” jelasnya.

Dukungan Kampus dan Pembimbing Jadi Kunci Sukses

Diyah tidak lupa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan izin, dukungan, dan motivasi, serta kepada pembimbingnya Slamet Pujianto, S.Kom., yang selalu mendampinginya dalam proses persiapan menuju kejuaraan.

“Bimbingan Pak Slamet sangat membantu, baik secara teknis maupun mental. Begitu juga dukungan dari keluarga dan teman-teman—semua itu membuat saya merasa tidak sendiri dalam proses ini,” ungkapnya.

Pesan untuk Generasi Muda: Tidak Ada Prestasi yang Instan

Prestasi Diyah menjadi inspirasi nyata bahwa keberhasilan tidak bisa diraih secara instan. Perlu proses, komitmen, serta dukungan lingkungan yang positif.

“Saya ingin menyampaikan bahwa setiap mimpi itu bisa dicapai asal kita siap untuk berproses. Jangan takut gagal. Teruslah berlatih, berdoa, dan percaya pada diri sendiri,” pesan Diyah kepada para generasi muda, khususnya para atlet kampus.

Sementara itu, pembimbing sekaligus staf pengajar, Slamet Pujianto, S.Kom., turut bangga atas pencapaian Diyah.

“Diyah telah membuktikan bahwa mahasiswi UIN Siber Cirebon mampu bersaing di level internasional. Ini adalah bukti bahwa kombinasi antara kerja keras, disiplin, dan semangat juang dapat membawa siapa pun ke podium juara,” ujarnya.

Dengan prestasi ini, Siti Romlah Adawiyah tidak hanya mengharumkan nama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, tetapi juga turut membawa nama Indonesia ke pentas karate internasional. Ke depan, Diyah bertekad untuk terus berlatih dan mengukir prestasi yang lebih tinggi demi menginspirasi lebih banyak anak muda di Tanah Air. (din)