Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 07 November 2025

Pemkab Cirebon Dorong Penguatan Data Gender dan Anak

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong seluruh perangkat daerah memperkuat penyediaan data terpilah gender dan anak, agar kebijakan pembangunan daerah lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kabupaten Cirebon, Neneng Hasanah, dalam kegiatan Sosialisasi Data Terpilah Statistik Gender dan Anak 2025 di Ruang Paseban Setda Cirebon, Kamis (6/11/2025).

Neneng mengatakan, ketersediaan data yang akurat dan terpilah menurut jenis kelamin masih menjadi tantangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

Padahal, data tersebut penting untuk melihat kondisi aktual serta kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di berbagai sektor.

“Data dan informasi adalah komponen penting dalam pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi. Tanpa data terpilah, sulit mengukur kesejahteraan gender secara objektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap perangkat daerah perlu mengumpulkan dan menganalisis data gender serta anak secara konsisten agar hasil pembangunan benar-benar mencerminkan keadilan bagi semua kelompok masyarakat.

“Data gender dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja, tetapi juga harus menjadi bagian penting dalam pengolahan data lintas sektor,” kata Neneng.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani menyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya data terpilah untuk mendukung pembangunan responsif gender.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memperkuat pelaksanaan pengarusutamaan gender (PUG) sesuai regulasi nasional dan daerah, termasuk Perda Kabupaten Cirebon Nomor 4 Tahun 2023 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan.

“Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan informasi terkini tentang perempuan dan anak, termasuk Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG),” tuturnya.

Ia menambahkan, data yang menggambarkan kondisi dan permasalahan laki-laki serta perempuan akan membantu perangkat daerah dalam penyusunan kebijakan berbasis kesetaraan dan keadilan.

“Dengan data yang lengkap dan terpilah, kita bisa memastikan setiap kebijakan menjawab kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak,” pungkasnya. (Nur)







Kota Wakaf Resmi Diluncurkan, Pemkab Cirebon Dorong Transformasi Ekonomi Umat

 

KABUOATEN CIREBON — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi meluncurkan Kota Wakaf dan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf, di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon.

Program ini bertujuan memperkuat ekosistem zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat di tingkat daerah. Selain itu, peluncuran ini juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf untuk kesejahteraan masyarakat.

Bupati Cirebon Imron dalam sambutannya menyampaikan, bahwa semangat wakaf dapat menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi umat yang mandiri.

“Melalui wakaf, kita belajar bahwa kemandirian ekonomi umat bisa dibangun dari dalam. Mari kita jaga semangat dan komitmen ini agar Kota Wakaf benar-benar menjadi ikon kebaikan dan kemandirian umat,” ujarnya.

Imron berharap peluncuran program Kota Wakaf ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Cirebon dan BAZNAS yang telah aktif mendukung gerakan zakat dan wakaf produktif.

“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diterjemahkan dalam kerja sosial yang berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono menambahkan, bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan lembaga wakaf.

“Cirebon kami pilih karena memiliki potensi besar dalam gerakan zakat dan wakaf. Selain itu, masyarakatnya dikenal religius dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, menilai bahwa program Kota Wakaf memiliki peran penting dalam peningkatan produktivitas ekonomi umat.

“Program ini ditujukan untuk memperkuat sektor UMKM serta mengoptimalkan pemanfaatan tanah wakaf dalam kegiatan investasi ekonomi yang berkelanjutan,” terangnya.

Melalui peluncuran Kota Wakaf ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Kementerian Agama berkomitmen memperkuat gerakan ekonomi berbasis nilai keagamaan, sekaligus menjadikan Cirebon sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan zakat dan wakaf produktif di Indonesia. (Ara)

DPRD Kota Cirebon Berharap Pelaksanaan Program MBG Capai Zero Accident

CIREBON, FC – Memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar, Komisi III DPRD Kota Cirebon menggelar rapat kerja, Kamis (6/11/2025) di Griya Sawala Gedung DPRD.

Rapat tersebut menghadirkan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Cirebon, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Cirebon, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon.

Memimpin jalannya rapat, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH menyampaikan,rapat tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar dan aman bagi penerima manfaat. Ia berharap program tersebut dapat mencapai target nihil kecelakaan atau zero accident.

“Kami mendorong agar pelaksanaan Program MBG tidak hanya berjalan baik, tetapi juga mampu mencapai zero accident. Artinya, seluruh proses distribusi dan penyajian harus benar-benar memenuhi standar keamanan,” ujarnya.

Fitrah juga menyoroti jumlah porsi yang harus disiapkan petugas di lapangan. Menurutnya, jumlah porsi yang terlalu besar berpotensi memengaruhi kinerja dan kualitas hasil kerja para petugas SPPG.

“Maka dari itu, kami merekomendasikan agar jumlahnya dibatasi maksimal 2.000 porsi per SPPG, supaya beban kerja tidak terlalu berat dan kualitas tetap terjaga. Mudah-mudahan ini bisa direspons dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd, menegaskan bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan Program MBG. 

Ia juga menekankan pentingnya mitigasi risiko dalam pelaksanaan program, mengingat penerima manfaatnya terdiri dari anak-anak sekolah hingga ibu hamil.

“Tentu kita ingin program ini berjalan dengan sangat baik, kalau bisa zero accident. Artinya, SPPG harus bekerja sesuai standar BGN, dan tetap bersinergi dengan sejumlah stakeholder seperti Dinkes, Disdik, serta DLH,” ujar Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Wilayah BGN Kota Cirebon Ashar Saputra, memaparkan perkembangan pelaksanaan Program MBG di Kota Cirebon yang kini terus bertambah.

Jika pada Maret lalu baru terdapat dua SPPG yang beroperasi, maka hingga awal November jumlahnya telah mencapai 20 SPPG dari total kebutuhan 35 SPPG di lima kecamatan.

“Awal 2025 sempat dianggap lambat karena hanya ada dua SPPG hingga Juni. Namun, saat ini sudah ada 20 SPPG yang beroperasi dan 15 lainnya dalam proses,” jelasnya.

Ashar juga memerinci distribusi operasional SPPG di tiap kecamatan, di antaranya:

Kecamatan Kejaksan : 2 dari 6 dapur sudah beroperasi, melayani 6.694 siswa.

Kecamatan Kesambi: 7 dari 11 dapur sudah beroperasi, melayani 24.236 siswa dan 2.063 penerima manfaat di posyandu.

Kecamatan Harjamukti: 6 dari 11 dapur sudah beropreasi, melayani 20.646 siswa dan 714 penerima manfaat di posyandu.

Kecamatan Lemahwungkuk : 4 dari 5 dapur sudah beroperasi, melayani 11.233 siswa dan 253 penerima manfaat di posyandu.

Kecamatan Pekalipan: 1 dari 2 dapur sudah beroperasi, melayani 3.085 siswa dan 840 penerima manfaat di posyandu.

“Wilayah Pekalipan ini memang paling sedikit karena bukan wilayah pendidikan. Ke depan kami juga berencana membentuk dapur prototipe di Kalijaga yang akan dikelola langsung oleh BGN,” tambah Ashar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Siti Maria Listiawaty MM, turut mengingatkan pentingnya menjaga standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Ia menekankan bahwa proses penyajian makanan harus memperhatikan waktu penyimpanan dan kondisi pengiriman.

“Sesuai petunjuk teknis BGN, maksimal waktu dari makanan matang hingga dikonsumsi penerima hanya empat jam. Ini juga sesuai dengan bimbingan dari Kementerian Kesehatan. Karena itu, armada pengantar makanan perlu difasilitasi AC agar kualitas makanan tetap terjaga,” jelasnya.

Hadir dalam rapat, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sarifudin SH, Sekretaris Komisi III DPRD R Endah Arisyanasakanti SH, serta anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon. Yaitu, Umar Stanis Klau, Indra Kusumah Setiawan AMd, Leni Rosliani SIP, Prisilia, Hendi Nurhudaya SH, dan M Fahmi Mirza Ibrahim SE. (Nur)



Pemkab Cirebon Perkuat Ekosistem Kreatif Lewat Lomba Inovasi Daerah 20

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong tumbuhnya budaya inovasi di berbagai sektor pemerintahan dan masyarakat.

Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan pemberian penghargaan Lomba Inovasi Daerah 2025 yang digelar di Hotel Apita Cirebon, Rabu (5/11/2025).

Bupati Cirebon Imron dalam sambutannya menegaskan kegiatan ini merupakan bagian penting dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem inovasi di wilayahnya.

“Kegiatan Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cirebon 2025 merupakan bagian penting dari pemerintah daerah dalam menunjukkan dan memperkuat ekosistem inovasi di daerah,” ujar Imron.

Imron mengapresiasi peserta dan pihak yang berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai latar belakang. Melalui ajang ini, Pemkab Cirebon berharap dapat melahirkan ide-ide segar dan kreatif untuk mendorong kemajuan daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon, Dangi mengatakan, inovasi menjadi kunci utama bagi perubahan besar di daerah.

“Maka kemudian, kalau Kabupaten Cirebon menginginkan perubahan besar, harus berinovasi. Pak Bupati sudah memberikan ruang seluas-luasnya kepada kita semua untuk bisa berkreasi inovasi,” kata Dangi.

Ia menambahkan, Bapperida tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi juga memberikan ruang apresiasi bagi para inovator di daerah.

Menurutnya, kegiatan Lomba Inovasi Daerah telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut, sejak 2023 hingga 2025.

Program ini menjadi simbol semangat kemajuan dan kreativitas masyarakat Kabupaten Cirebon dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

Ia berharap, melalui ajang ini akan muncul berbagai karya inovatif yang mencerminkan kekayaan dan keberagaman Cirebon.

“Harapan kami, nanti ada muncul kreasi soal inovasi. Sehingga Kabupaten Cirebon yang beraneka ragam bisa menghasilkan berbagai karya,” pungkasnya. (din)








Pemkab Cirebon Dorong Edukasi Kependudukan Lewat Sekolah dan Rumah Data

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat edukasi kependudukan melalui kegiatan apresiasi Rumah Data Kependudukan (RDK) dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat Kabupaten Cirebon 2025.

Kegiatan yang dirangkai dengan peluncuran petunjuk teknis (juknis) SSK ini digelar di ruang Nyi Mas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (5/11/2025).

Bupati Cirebon Imron dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun perilaku hidup bersih, sehat, dan inovatif di tengah masyarakat.

Menurutnya, hal itu menjadi dasar terciptanya ekosistem pemerintahan dan sosial yang berdaya saing.

“Perilaku hidup bersih, sehat, dan inovatif menciptakan ekosistem pemerintahan dan masyarakat untuk pula menciptakan keunggulan kompetitif. Agar masyarakat Kabupaten Cirebon berperilaku modern tapi tidak meninggalkan jati diri dan kearifan lokal, agamis, aman, serta menjunjung nilai-nilai spiritual,” ujar Imron.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berupaya menciptakan suasana yang asri, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Namun, upaya itu hanya akan berhasil apabila masyarakat, terutama generasi muda, memiliki pemahaman yang baik tentang isu-isu kependudukan yang tengah berkembang.

“Itu semua dapat terwujud apabila masyarakat dan generasi penerus bangsa ini, anak-anak remaja serta kemampuan masyarakat di desa memahami isu-isu kependudukan yang sedang berkembang,” lanjutnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter anak.

Menurutnya, tiga faktor utama yang memengaruhi tumbuh kembang anak adalah keluarga, pendidikan, dan pergaulan.

“Bagaimana ke depan anak-anak kita ini bisa bersaing. Maka, orang tua dan guru itu tidak bisa melepas anak-anak begitu saja,” kata Imron.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani menjelaskan, kegiatan ini menjadi upaya untuk mengedukasi masyarakat, terutama pelajar, tentang pentingnya memahami isu kependudukan dalam berbagai aspek kehidupan.

Kepala dinas yang kerap disapa Fitri ini menyebut, penerapan konsep edukasi kependudukan di sekolah terbukti efektif.

Bahkan, Kabupaten Cirebon berhasil meraih prestasi nasional berkat konsistensi pelaksanaan program tersebut.

“Alhamdulillah efektif. Bahkan di tahun ini 2025, kita mendapatkan juara nasional,” katanya.

Menurutnya, meski program ini masih terbilang baru, pelaksanaannya menunjukkan hasil yang signifikan. Metode tutor by tutor menjadi strategi efisien dalam memperluas dampak SSK di berbagai sekolah.

“Jadi, dari sekolah yang sudah melakukan bisa menularkan ke yang lainnya,” jelasnya.

Melalui sinergi lintas instansi dan dukungan pemerintah daerah, program RDK dan SSK diharapkan dapat memperkuat kesadaran kependudukan sejak usia sekolah.

Tujuannya, membentuk generasi Kabupaten Cirebon yang unggul, berdaya saing, namun tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. (din)






Kamis, 06 November 2025

Pemkab Cirebon Perkuat Langkah Nyata Wujudkan Ekonomi Kerakyatan Lewat Koperasi Merah Putih

 

CIREBON — Semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi kembali diteguhkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Koperasi dan UKM. Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 dan SKB 4 Menteri 2 Lembaga, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Koordinasi Tim Satgas Koperasi Digital dan Koperasi Merah Putih (KDKMP).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berdaya saing. Melalui koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai wadah pemberdayaan ekonomi berbasis kebersamaan dan inovasi digital.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon menyampaikan bahwa kehadiran Satgas KDKMP merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan program-program penguatan koperasi agar lebih modern, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Koperasi Merah Putih bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk menumbuhkan ekonomi rakyat yang tangguh dan inklusif. Kita ingin koperasi di Cirebon tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan berdaya saing secara nasional,” ujarnya.

Melalui rapat ini, diharapkan seluruh unsur terkait, mulai dari perangkat daerah, lembaga, hingga pelaku koperasi dapat berperan aktif dalam mempercepat transformasi koperasi menuju arah digital dan berkelanjutan.

Langkah nyata ini menjadi wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa, sekaligus memperkuat pondasi ekonomi masyarakat yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat kecil. (Nur)

ASWAKADA Bahas Penguatan Tata Kelola Daerah, Wakil Wali Kota Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Sinergi

JAKARTA –  Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri audiensi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (ASWAKADA) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (5/11/2025).

Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen OTDA) Kemendagri, Akmal Malik, serta dihadiri oleh Direktur FKDH dan DPRD, Direktur PHD, dan jajaran pengurus ASWAKADA yang terdiri atas Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, serta sejumlah anggota asosiasi.

Dalam pertemuan tersebut, ASWAKADA menyampaikan usulan agar Kemendagri dapat menyusun regulasi turunan dan pedoman teknis yang mengatur secara jelas pembagian tugas, mekanisme koordinasi, serta indikator kinerja wakil kepala daerah di seluruh Indonesia.

Audiensi ini juga menjadi ruang strategis bagi para wakil kepala daerah untuk menyampaikan aspirasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan kebijakan daerah tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Selain itu, forum ini dimanfaatkan sebagai ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik (best practices) antar daerah, khususnya dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan partisipatif.

“Sinergi ini bukan sekadar tentang penyusunan kebijakan, tetapi juga tentang bagaimana kita saling berbagi solusi dan membangun kolaborasi nyata antar daerah,” ujar Wakil Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon siap berperan aktif dalam memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, dengan tujuan menciptakan sistem pemerintahan yang transparan, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kolaborasi adalah kunci keberhasilan pembangunan. Dengan komunikasi yang baik antara pusat dan daerah, setiap langkah kecil, Insya Allah, akan membawa dampak besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, memberikan apresiasi atas inisiatif ASWAKADA dalam memperkuat peran strategis wakil kepala daerah.

"Kolaborasi lintas pemangku kepentingan merupakan faktor penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan daerah yang semakin kuat," ujarnya.

Melalui forum ini, Ditjen Otonomi Daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya pemerintahan daerah yang harmonis, efektif, dan akuntabel. 

"Kemendagri juga berkomitmen berperan aktif sebagai fasilitator dan regulator dalam memperkuat kelembagaan wakil kepala daerah agar dapat menjalankan tugas pemerintahan secara konstruktif, sesuai dengan semangat kolegialitas dan prinsip demokrasi daerah," tuturnya. (din)



Spirit Juara UKM ELFAHD UIN Siber Cirebon di FEBI CUP 5.0: Bukan Sekadar Angka, Ini Tentang Hati dan Perjuangan

SEMARANG— Ada yang berbeda di arena FEBI CUP 5.0 tahun ini. Turnamen futsal antar-Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) se-Jawa Bali yang digelar oleh UKM SPORT FEBI UIN Walisongo Semarang (3–6 November 2025) menjadi saksi perjuangan luar biasa dari UKM ELFAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon— tim muda yang datang jauh dari Cirebon, membawa semangat, solidaritas, dan mimpi besar.

Bukan hanya sekadar berlaga, tim yang seluruh pemainnya berasal dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini berhasil menorehkan tinta emas dengan meraih Juara III di ajang bergengsi tersebut. Sebuah capaian membanggakan bagi tim yang baru pertama kali menembus tiga besar kompetisi tingkat nasional ini.

Menyalakan Semangat dari Cirebon untuk Jawa–Bali

Sejak peluit pertama dibunyikan di fase grup, ELFAHD tampil memukau. Mereka melibas lawan-lawannya dengan gaya bermain penuh disiplin dan determinasi tinggi.

Dalam fase grup, ELFAHD sukses menundukkan tiga tim kuat sekaligus: FEBI UIN Satu Tulungagung, FEB Universitas Negeri Yogyakarta, dan FEB Universitas Brawijaya Malang.

Penampilan solid ini membuat publik turnamen menaruh perhatian pada “tim kuda hitam dari Cirebon”.

Kapten tim, Ahmad Dendi, mengungkapkan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal skor, melainkan tentang kebersamaan dan dedikasi.

“Kami datang bukan sekadar bertanding, tapi untuk menikmati prosesnya dan membuktikan bahwa kekompakan bisa mengalahkan segalanya. Kemenangan di fase grup adalah bonus dari kerja keras kami,” ujarnya penuh semangat.

Drama Semifinal dan Kebangkitan Menuju Podium

Langkah impresif ELFAHD berlanjut hingga babak 8 besar, di mana mereka menyingkirkan FEB BPD Jateng dengan skor meyakinkan. Namun di semifinal, mereka harus berhadapan dengan tim tangguh FEB UDINUS Semarang.

Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir imbang di waktu normal. Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti — momen menegangkan yang akhirnya membuat ELFAHD harus puas melangkah ke perebutan tempat ketiga.

Namun, mental juara sejati tidak mengenal kata menyerah. Di laga perebutan juara tiga melawan FEB USWK Salatiga, ELFAHD bangkit dengan performa terbaiknya dan menutup pertandingan dengan skor 5–3. Kemenangan ini menjadi simbol dari semangat pantang menyerah dan karakter pejuang tim muda UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Top Skor Dua Tahun Berturut-turut

Salah satu bintang yang bersinar terang adalah Tubagus Alfurqon Sasikirana, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dengan torehan 7 gol, ia berhasil menyabet gelar Top Skor FEBI CUP 5.0 — gelar yang sama yang telah ia raih pada ajang serupa tahun 2024.

Konsistensi luar biasa ini menjadi bukti bahwa talenta dan dedikasi dapat melahirkan prestasi berkelanjutan.

“Rasanya luar biasa bisa membawa pulang dua gelar Top Skor berturut-turut. Tapi yang paling penting bukan pialanya, melainkan kebersamaan dan perjuangan kami di lapangan,” ujar Tubagus dengan senyum bangga.

Lebih dari Sekadar Turnamen

Bagi UKM ELFAHD, FEBI CUP 5.0 bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi ruang pembelajaran dan pembuktian karakter. Di balik setiap gol dan peluh di lapangan, ada kisah tentang kerja keras, disiplin, dan semangat kebersamaan yang menjadi nilai penting dalam kehidupan mahasiswa.

Manajer tim menyampaikan rasa syukur atas perjuangan anak-anak asuhnya.

“Ini bukan sekadar tentang angka atau posisi di podium. Ini tentang hati, perjuangan, dan bagaimana kami membawa nama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan penuh kebanggaan,” ungkapnya.

Dengan semangat juara yang tak pernah padam, UKM ELFAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pulang ke Cirebon membawa lebih dari sekadar medali. Mereka membawa cerita tentang dedikasi, kebersamaan, dan bukti bahwa semangat siber bisa menembus batas lapangan — menjadikan FEBI CUP 5.0 sebagai panggung lahirnya inspirasi baru bagi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (Nur)

Dede Al Mustaqim Gagas Model Wakaf Tunai Korporasi untuk SDGs Indonesia

CIREBON - Nama Dede Al Mustaqim, S.H., mahasiswa Magister Hukum Keluarga Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kembali mengharumkan dunia akademik Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang The 1st Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2025, ia tampil sebagai presenter terpilih dan memaparkan gagasan inovatif tentang model wakaf tunai korporasi (corporate cash waqf) untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Konferensi internasional bergengsi bertema “Sustainable Waqf Amidst Global Uncertainty: Aligning With Equitable Future” tersebut diselenggarakan pada 8 Oktober 2025, mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi ekonomi syariah dari tujuh negara.

Dari 483 peserta yang mendaftar, hanya 251 full paper yang diterima, dan 100 karya terbaik (selected paper) yang mendapatkan kesempatan tampil di forum utama — termasuk karya ilmiah Dede Al Mustaqim.

Gagasan Inovatif: Wakaf Tunai Korporasi untuk Keadilan Sosial

Dalam presentasinya berjudul “Implementation of Corporate Cash Waqf for Achieving Sustainable Development Goals in Indonesia: A Maqāṣid Syariah Perspective”, Dede menawarkan model integratif pengelolaan wakaf uang korporasi yang berpijak pada prinsip Maqāṣid Syariah.

Menurut Dede, konsep wakaf tunai korporasi dapat menjadi jembatan antara nilai-nilai spiritual Islam dan pembangunan berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi besar dunia usaha untuk mendukung sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Melalui pendekatan Maqāṣid Syariah, wakaf uang korporasi dapat menjadi instrumen sosial-ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan finansial, tetapi juga pada perlindungan jiwa (hifz an-nafs), akal (hifz al-‘aql), harta (hifz al-māl), dan kemaslahatan umat secara luas,” jelas Dede.

Ia menegaskan bahwa corporate cash waqf mampu memperluas peran wakaf dalam sistem ekonomi nasional sekaligus memperkuat misi Islam sebagai agama yang membawa keadilan, kesejahteraan, dan keberlanjutan bagi seluruh masyarakat.

Apresiasi dari Forum Internasional

Gagasan yang dipresentasikan Dede mendapat sambutan positif dari para peserta dan panitia GLOW 2025. Para akademisi menilai bahwa pemikiran tersebut menghadirkan paradigma baru dalam pengelolaan wakaf modern, yang mengintegrasikan nilai maqāṣid, prinsip tata kelola korporasi, dan tujuan SDGs secara harmonis.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan global dalam menciptakan model ekonomi Islam yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan sosial.

Rektor: Bukti Internasionalisasi Keilmuan Islam Digital

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian mahasiswa tersebut.

“Kehadiran mahasiswa UIN Siber dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen nyata kita terhadap internasionalisasi keilmuan Islam digital. Prestasi ini membuktikan bahwa generasi muda akademisi Indonesia mampu membawa nilai-nilai Islam ke ranah global dengan pendekatan ilmiah, inovatif, dan kontekstual,” tutur Rektor.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Mantapkan Kiprah Global

Partisipasi Dede Al Mustaqim dalam GLOW 2025 memperkuat posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang berorientasi global dan riset. Kampus ini terus mendorong kolaborasi akademik lintas negara untuk mewujudkan keilmuan Islam yang kontributif terhadap pembangunan berkelanjutan dan kemaslahatan umat di era digital.

LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar FGD Penguatan Kapasitas Gugus Mutu dan Kendali Mutu

CIREBON  — Dalam upaya memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kapasitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kapasitas Tim Gugus Mutu dan Kendali Mutu tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (6–7 November 2025), bertempat di Hotel Grand Tryas Cirebon, dengan menggandeng kalangan akademisi eksternal, yakni Hidayatul Faridah, M.A., Ketua Pusat Penjaminan Mutu, dan Mar’atus Salamah, M.Pd., Ketua Prodi PIAUD Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuningan.

FGD sebagai Wahana Sinergi dan Penguatan Sistem Penjaminan Mutu

Ketua LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hj. Ria Yulia Gloria, M.Pd., dalam laporannya menegaskan pentingnya kegiatan FGD ini sebagai langkah strategis untuk membangun kesamaan visi di antara tim Gugus Mutu dan Kendali Mutu di seluruh fakultas dan unit kerja.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola penjaminan mutu internal, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat koordinasi antar-unit agar sistem mutu berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” jelas Prof. Ria.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas tim Gugus Mutu merupakan bagian dari upaya UIN Siber dalam memastikan standar akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat senantiasa sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan tuntutan transformasi digital.

Rektor Tekankan Pentingnya “Link and Match” dalam Transformasi Digital dan Pencapaian SDGs

Kegiatan FGD ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. Dalam sambutannya, Prof. Aan menegaskan bahwa penguatan dokumen link and match merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh program akademik maupun non-akademik di lingkungan universitas selaras dengan kebutuhan dunia kerja, dunia industri, serta tantangan transformasi digital yang berkelanjutan.

“Link and match bukan sekadar jargon, tetapi merupakan fondasi penting agar perguruan tinggi memiliki relevansi nyata dengan dunia kerja dan masyarakat. Melalui pendekatan tujuh pilar link and match, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat menjadi model kampus yang menerapkan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus responsif, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global,” tutur Prof. Aan dalam arahannya.

Tujuh Pilar Link and Match sebagai Arah Strategis Mutu UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Dalam arahannya, Prof. Aan memaparkan tujuh pilar link and match yang menjadi pedoman utama dalam pengembangan mutu akademik dan kemitraan strategis antara kampus, industri, dan masyarakat, yaitu:

1. Penyelarasan Kurikulum dengan Dunia Kerja, memastikan setiap prodi relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.

2. Magang dan Praktik Kerja Bersertifikat, memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa memahami dinamika profesional.

3. Kualifikasi Dosen dan Tenaga Pendidik, yang memiliki kompetensi dan pengalaman praktis sesuai bidangnya.

4. Keterlibatan Dunia Industri dalam Pembelajaran, melalui kuliah tamu, riset terapan, hingga proyek bersama.

5. Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa, sebagai pengakuan profesional atas keahlian lulusan.

6. Penelitian dan Inovasi Bersama, untuk menciptakan solusi kreatif atas persoalan nyata masyarakat dan industri.

7. Penyaluran dan Pemantauan Alumni, memastikan lulusan terserap dan terus dibina dalam karier profesionalnya.

“Ketujuh pilar ini harus menjadi budaya kolektif di seluruh unit dan fakultas. Setiap dokumen link and match harus menggambarkan sinergi antara visi akademik, inovasi digital, dan relevansi sosial-ekonomi, sesuai mandat UIN Siber sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri berbasis siber pertama di Indonesia,” tegas Prof. Aan.

Wujud Komitmen terhadap Mutu dan Daya Saing Global

Kegiatan FGD ini menjadi bukti komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan tata kelola penjaminan mutu yang unggul, kolaboratif, dan berbasis transformasi digital.

Melalui sinergi antara LPM, Gugus Mutu, dan Kendali Mutu di seluruh unit, universitas meneguhkan tekadnya untuk menjadi Cyber Islamic University yang berdaya saing global, berorientasi pada mutu, dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. (Nur)

Tawarkan Gagasan Visioner, Dua Dosen Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Torehkan Prestasi di Kancah Internasional

SURAKARTA— Dua dosen dari Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A. (Dekan Fakultas Syariah) dan Achmad Otong Busthomi, Lc., M.Ag., kembali menorehkan prestasi membanggakan di level internasional.

 Keduanya menjadi pemateri dalam ajang bergengsi The 5th International Collaboration Conference on Law, Sharia and Society (ICCoLaSS 2025) — sebuah forum ilmiah yang mempertemukan para pakar hukum, akademisi, dan peneliti dari berbagai negara. (27/10).

Konferensi tahun ini mengusung tema “Law, Society and Sustainability: Navigating Challenges in the Digital, Environmental, and Socio-Religious Landscape.”

Dalam forum tersebut, Dr. Edy Setyawan dan Achmad Otong Busthomi mempresentasikan makalah bertajuk “The Integration of Law, Technology, and Social Justice in the Perspective of Maqāṣid al-Syarī‘ah.”

Karya ilmiah ini menawarkan gagasan visioner tentang Maqāṣidic Impact Assessment (MIA) — sebuah model evaluasi kebijakan berbasis teknologi yang menilai sejauh mana sistem digital seperti Artificial Intelligence (AI), blockchain, dan peradilan elektronik (e-justice) selaras dengan prinsip-prinsip maqāṣid al-syarī‘ah.

“Maqāṣid bukan hanya konsep normatif, tetapi harus menjadi instrumen praktis dalam kebijakan publik digital. Kita perlu memastikan teknologi tidak hanya efisien, tapi juga adil, manusiawi, dan berorientasi pada kemaslahatan,” ujar Dr. Edy Setyawan dalam paparannya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin antara fuqahā’ (ahli hukum Islam), pakar teknologi, dan perancang kebijakan publik dalam membangun ekosistem hukum digital yang berkeadilan sosial. Paradigma maqāṣid, lanjutnya, harus menjadi jantung dari Islamic Digital Transformation Policy yang menyeimbangkan nilai transendental (ilahiyah) dan tujuan kemanusiaan (insaniyah).

Sementara itu, Achmad Otong Busthomi menyoroti urgensi ijtihad teknologi, yaitu upaya reinterpretasi hukum Islam terhadap dinamika hukum berbasis data dan algoritma.

Menurutnya, “Hukum Islam memiliki kelenturan metodologis untuk beradaptasi dengan realitas digital tanpa kehilangan substansi etik dan spiritualnya.”

Paparan keduanya mendapat apresiasi luas dari para akademisi internasional. Mereka menilai bahwa pendekatan maqāṣid terhadap teknologi modern membuka cakrawala baru bagi pengembangan hukum Islam yang futuristik, etis, dan berkeadilan sosial.

Dalam sesi penutupan konferensi, salah satu moderator internasional menegaskan pesan mendalam dari forum tersebut:

“The ultimate aim of law, technology, and justice is not efficiency or automation, but human dignity under divine wisdom.”

(Tujuan akhir dari hukum, teknologi, dan keadilan bukanlah efisiensi atau otomatisasi, melainkan martabat manusia di bawah hikmah ilahi.)

Partisipasi dua dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini mendapat apresiasi langsung dari Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang menilai kiprah keduanya sebagai representasi nyata dari semangat internasionalisasi keilmuan kampus berbasis digital.

“Kita patut berbangga, karena dosen-dosen UIN Siber telah menunjukkan bahwa nilai-nilai keilmuan Islam dapat berkontribusi secara global melalui pendekatan yang inovatif dan kontekstual. Konferensi ini menjadi bukti bahwa Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu tampil di panggung dunia dengan gagasan yang relevan bagi masa depan hukum dan kemanusiaan,” ungkap Rektor Prof. Aan Jaelani.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring akademik internasional dan pengembangan keilmuan Islam berbasis teknologi digital, sejalan dengan visi universitas sebagai Cyber Islamic University yang berdaya saing global.

Dengan partisipasi aktif ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meneguhkan perannya sebagai pusat kajian hukum Islam digital yang progresif, berjejaring global, dan berkomitmen menghadirkan keilmuan yang berorientasi pada keadilan sosial serta keberlanjutan peradaban.(Nur)

Rabu, 05 November 2025

Siaga dari Hulu hingga Hilir, Pemkot Cirebon Kurangi Risiko Bencana Musim Hujan

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk siap siaga menghadapi potensi bencana di musim penghujan. Hal ini ditegaskan Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno saat memimpin rapat koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana di kantor BPBD Kota Cirebon, Rabu (5/11/2025). 

Rapat ini melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari TNI-Polri, dinas terkait, instansi vertikal, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat.

“Dalam rangka pengurangan risiko bencana di Kota Cirebon, kita harus memastikan kesiapsiagaan menyeluruh. Semua elemen harus berkolaborasi, terutama menghadapi musim penghujan yang diprediksi berlangsung dari November hingga Januari dengan curah hujan tinggi,” ujar Sumanto. 

Sumanto menekankan bahwa antisipasi sejak dini menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana, termasuk banjir, angin kencang, dan pohon tumbang. Ia menambahkan, beberapa titik rawan banjir dan genangan air sudah dilakukan perbaikan akses jalan agar mobilitas warga tetap lancar. 

"Mitigasi bencana juga terus kita dilakukan, terutama untuk mengurangi risiko genangan di titik-titik kritis," ujarnya.

Lebih lanjut, Sumanto mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan meminimalkan risiko bencana. Tak hanya itu, Sumanto menyampaikan bahwa pemerintah kota telah mengeluarkan Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 236 Tahun 2025 yang menetapkan status siaga darurat bencana untuk banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, dan tanah longsor. 

Status siaga darurat ini berlaku mulai 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026, sebagai langkah antisipatif menghadapi musim hujan.

Kesiapsiagaan ini kemudian diperkuat oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, yang menjelaskan langkah-langkah teknis penanganan bencana.  Andi menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bencana mencakup seluruh fase yakni pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. 

Pra bencana meliputi pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan. Saat bencana terjadi, kita menerapkan siaga darurat, tanggap darurat, serta transisi darurat ke pemulihan. Pasca bencana, fokus kita adalah rehabilitasi dan rekonstruksi.

"BPBD Kota Cirebon telah menyiapkan sarana dan prasarana kebencanaan secara matang. Alhamdulillah, berbagai instansi, TNI, Polri, OPD, dan organisasi kemanusiaan bisa kita kolaborasikan. Misalnya, BPBD memiliki delapan perahu yang siap digunakan untuk evakuasi pemukiman warga jika terjadi banjir. Selain itu, ada enam tenda pengungsi yang sudah disiapkan di titik strategis,” tambah Andi.

Untuk personel, BPBD menyiagakan 43 anggota yang siap dikerahkan kapan saja. Selain itu, tingkat kelurahan juga telah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana di 12 lokasi, antara lain Argasunya, Kalijaga, Pekiringan, Sukapura, Lemahwungkuk, Pegambiran, Larangan, Drajat, Kecapi, Kasepuhan, Jagasatru, dan Panjunan. Lima kecamatan pun sudah mendeklarasikan diri sebagai Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).

Setiap kelurahan dan kecamatan juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk 27 titik Rencana Tempat Evakuasi Sementara dan Akhir, yang siap digunakan saat bencana terjadi.  Simulasi dan sosialisasi mengenai prosedur evakuasi dan mitigasi akan terus dilakukan agar warga memahami langkah-langkah penanganan bencana. 

“Dengan langkah-langkah yang matang, kita bisa mengurangi risiko dan dampak bencana sehingga Kota Cirebon lebih tangguh menghadapi musim hujan," harapnya. (din)



Raih Juara Favorit Berkat Inovasi, Dosen UIN Siber Cirebon Mendapat Apresiasi dari Bupati Cirebon

CIREBON, FC - Dr. Saluky, S.Si., M.Kom., dosen Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil meraih Juara Favorit berkat inovasinya dan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Cirebon.

Prestasi ini diraih dari lomba Inovasi Daerah Tahun 2025, yang digelar Pemerintah Kabupaten Cirebon, telah menjadi wadah bagi 70 inovator terbaik dari berbagai kalangan untuk menunjukkan karya dan solusi unggulan mereka.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya inovasi dalam pembangunan daerah. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., menekankan bahwa inovasi adalah kunci bagi kemajuan daerah. "Kita membutuhkan ekosistem riset dan inovasi yang kuat agar Kabupaten Cirebon mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah SiCIBRAK (Sistem Informasi Cirebon Bereskan Jalan Rusak), sebuah aplikasi yang memungkinkan masyarakat melaporkan kondisi jalan rusak secara cepat, akurat, dan transparan. Dr. Saluky, S.Si., M.Kom., dosen Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil meraih Juara Favorit berkat inovasinya ini.

Pemerintah Kabupaten Cirebon memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, khususnya para akademisi, atas kontribusi mereka dalam membangun daerah melalui riset dan gagasan inovatif. Bupati Imron menekankan bahwa setiap ide memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya inovasi seperti SiCIBRAK, Kabupaten Cirebon melangkah mantap menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis digital. Semoga semangat inovasi ini terus berkobar dan membawa kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. (Nur)

Pemkot Cirebon Tegaskan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadapi potensi bencana melalui apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana 2025 yang digelar di Mako Polres Cirebon Kota, Rabu (5/11/2025). 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, serta sejumlah jajaran forkopimda dan dinas terkait.

Pj Sekda Sumanto menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan juga melibatkan seluruh masyarakat. Dengan kesiapsiagaan yang matang, pemetaan titik rawan, serta kerja sama lintas instansi, Kota Cirebon menegaskan bahwa setiap potensi bencana akan ditangani dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi, mulai dari pra-bencana hingga pasca-bencana.

“Selanjutnya kita langsung melaksanakan rapat koordinasi agar seluruh jajaran dan masyarakat memahami peran masing-masing, siapa yang bertindak lebih awal, serta langkah-langkah yang harus diambil,” ujar Sumanto.

Pemerintah Daerah Kota Cirebon juga sudah menetapkan masa tanggap darurat bencana mulai 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026 mendatang. Beberapa titik rawan tetap menjadi perhatian, antara lain daerah Jalan Kalijaga, Ciptomangunkusumo, dan Larangan.

“Insya Allah dengan normalisasi sungai di Cikenis, Cikalong, dan Sukalila, bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung , risiko banjir dapat diminimalisir,” tambahnya.

Selain banjir, Sumanto juga menekankan antisipasi terhadap bencana lain, termasuk longsor di wilayah selatan kota dan angin puting beliung yang berpotensi pohon tumbang sehingga mengganggu aktivitas warga. “Kita harus siap, bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga sejak awal agar potensi kerugian dapat diminimalkan,” katanya.

Apel kesiapsiagaan ini sekaligus menjadi momentum bagi Pemkot Cirebon untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mitigasi bencana. Sumanto menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama.

"Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci agar Kota Cirebon tetap aman menghadapi segala potensi bencana," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menjelaskan bahwa seluruh anggota Polri akan dilibatkan aktif dalam antisipasi bencana.

“Seluruh anggota Polri bersinergi dengan pemerintah kota, TNI, serta instansi terkait seperti BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Kami membagi langkah-langkah kesiapsiagaan dalam tahapan pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana,” ujar AKBP Eko.

Ia menambahkan bahwa pemetaan wilayah rawan bencana menjadi prioritas agar setiap langkah yang diambil lebih tepat sasaran.

“Kita tidak mengharapkan terjadinya bencana, tapi kita harus siap dengan segala kemungkinan. Pos-pos darurat akan didirikan agar koordinasi lebih cepat, serta layanan kesehatan, sosial, dan keamanan tetap berjalan lancar. Pada tahap pasca-bencana, kegiatan seperti trauma healing, pendataan kerusakan, dan rekonstruksi juga akan dilaksanakan secara terpadu,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kota Cirebon, forkopimda, dan seluruh masyarakat Kota Cirebon diharapkan dapat memastikan tanggap darurat berjalan efektif.

"Sehingga ketika bencana terjadi, semua pihak sudah memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas," harapnya. (din)



Dosen FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Prestasi di Lomba Inovasi Daerah 2025: Aplikasi SiCIBRAK Jadi Juara Favorit

 

CIREBON, FC-  Semangat inovasi membara di Kabupaten Cirebon. Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon sukses besar dengan menghadirkan 70 inovator terbaik dari berbagai penjuru daerah. Acara yang berlangsung di Hotel Apita, Cirebon, ini menjadi ajang unjuk kreativitas dan solusi cerdas bagi kemajuan daerah. (05/11).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi Inovasi Daerah dan Penganugerahan Lomba Inovasi Tahun 2025, sekaligus peluncuran dua inisiatif penting: Sistem Informasi Data Riset (SIP) dan Pedoman Teknis Pengelolaan Pagu Inovasi.

Dua kategori utama yang dilombakan—teknologi dan non-teknologi—menjadi wadah bagi para peserta untuk menunjukkan gagasan inovatif mereka dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan penghargaan oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag. Dalam sambutannya, Bupati Imron menegaskan pentingnya inovasi dan riset dalam mendorong daya saing serta percepatan pembangunan daerah.

“Kita membutuhkan ekosistem riset dan inovasi yang kuat agar Kabupaten Cirebon mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Bupati Imron.

Salah satu momen paling membanggakan hadir ketika Dr. Saluky, S.Si., M.Kom., dosen Program Studi Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dinobatkan sebagai Juara Favorit berkat inovasinya yang mengesankan di bidang layanan publik digital.

Inovasi tersebut adalah SiCIBRAK (Sistem Informasi Cirebon Bereskan Jalan Rusak) — aplikasi cerdas yang dapat diakses melalui laman https://sicibrak.etunas.com/. SiCIBRAK dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan jalan rusak secara cepat, tepat, dan transparan. 

Melalui aplikasi ini, warga dapat mengunggah foto serta titik lokasi jalan yang rusak, dan memantau perkembangan perbaikannya secara langsung, mulai dari status “dilaporkan” hingga “selesai diperbaiki.”

“SiCIBRAK kami rancang sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah agar proses penanganan infrastruktur menjadi lebih efisien dan akuntabel,” ungkap Dr. Saluky seusai menerima penghargaan.

Kemenangan Dr. Saluky bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang terus mendorong sivitas akademikanya untuk menghasilkan karya nyata berbasis riset dan teknologi.

Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap, keberhasilan para inovator tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus berkreasi dan memberikan solusi bagi kemajuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Cirebon mengapresiasi kontribusi para inovator, termasuk dari kalangan akademisi, dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset dan teknologi. Harapannya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon akan terus melahirkan ide-ide baru yang memperkuat pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin menjadikan ajang ini sebagai motor penggerak inovasi daerah. Setiap ide memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Bupati Imron menutup acara.

Dengan hadirnya inovasi seperti SiCIBRAK, Kabupaten Cirebon menegaskan langkahnya menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis digital.

PWI Pusat Luncurkan Empat Penghargaan Bergengsi Sambut HPN 2026: Apresiasi untuk Integritas dan Dedikasi Insan Pers

 


JAKARTA - Dalam semangat menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat secara resmi meluncurkan empat ajang penghargaan bergengsi: Anugerah Jurnalistik Adinegoro, SIWO Award, Press Card Number One (PCNO), dan Tribrata Award.

Peluncuran berlangsung penuh kehangatan di Sekretariat PWI Pusat, Jakarta, Selasa (4/11/2025), dipimpin langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, didampingi Ketua Panitia HPN yang juga Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, bersama jajaran pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Akhmad Munir menegaskan bahwa Anugerah Jurnalistik Adinegoro merupakan bentuk penghormatan tertinggi bagi insan pers di Tanah Air.

“Anugerah Adinegoro adalah penghargaan paling bergengsi bagi wartawan Indonesia. Kami berharap PWI daerah aktif mengirimkan karya terbaiknya, sehingga lahir karya-karya jurnalistik yang berkualitas, berintegritas, dan bermartabat,” ujar Munir.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk mengapresiasi jurnalis yang tetap menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap karya yang dihasilkan.

Selain itu, Munir juga menjelaskan makna SIWO Award, yang diselenggarakan oleh Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi insan olahraga — mulai dari atlet, pelatih, pembina, hingga kepala daerah — yang telah berkontribusi dan berkomitmen terhadap kemajuan olahraga nasional.

“Kami ingin SIWO Award menjadi inspirasi bagi pelaku olahraga lainnya, agar semangat mengibarkan prestasi Indonesia terus menyala, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambah Munir.

Sementara itu, penghargaan Press Card Number One (PCNO) diberikan kepada wartawan senior dan tokoh pers yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa bagi dunia jurnalistik.

“PCNO adalah bentuk penghormatan kepada para senior yang telah lama mengabdi dan menjadi teladan bagi generasi muda pers Indonesia,” jelasnya.

Tahun ini, PWI juga memperkenalkan penghargaan baru bernama Tribrata Award, hasil kolaborasi antara PWI Pusat dan Polri.

Penghargaan tersebut diberikan kepada jurnalis yang mampu menulis karya terbaik tentang dunia kepolisian, mencakup pengabdian, profesionalisme, dan peran Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Peluncuran empat penghargaan ini menjadi simbol komitmen PWI Pusat untuk terus memperkuat ekosistem pers yang sehat, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan publik.

Melalui ajang-ajang penghargaan tersebut, PWI berharap semangat profesionalisme dan dedikasi wartawan Indonesia semakin tumbuh, seiring dengan tekad untuk menghadirkan jurnalisme yang mencerahkan bangsa.

Selasa, 04 November 2025

STIT Buntet Pesantren Siap Bertransformasi Menjadi IAI Buntet Pesantren


Ketua STIT Buntet Pesantren Sampaikan Komitmen Alih Status pada Wisuda Sarjana Angkatan II dan Dies Natalis ke-8

              


CIREBON, FC — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon semakin memantapkan langkah menuju transformasi kelembagaan menjadi Institut Agama Islam (IAI) Buntet Pesantren. Kesiapan ini disampaikan langsung oleh Ketua STIT Buntet Pesantren, Dr. KH. Fahad Achmad Sadat, M.E.Sy, dalam sambutannya pada acara Wisuda Sarjana Angkatan II dan Dies Natalis ke-8 STIT Buntet Pesantren, yang digelar di Graha Mbah Muqoyyim Buntet Pesantren, Cirebon.

Dalam sambutannya, Ketua STIT menegaskan bahwa proses alih status merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam berbasis pesantren yang unggul dan berdaya saing.

“STIT Buntet Pesantren telah mempersiapkan diri secara kelembagaan, akademik, dan sumber daya manusia untuk bertransformasi menjadi Institut Agama Islam. Langkah ini adalah bentuk ikhtiar kami dalam memperluas peran pesantren dalam dunia akademik dan pengembangan keilmuan Islam,” ujarnya dihadapan para wisudawan, dosen, dan tamu undangan.

Ketua STIT juga menjelaskan bahwa berbagai persyaratan administratif dan akademik telah dipenuhi, termasuk penambahan program studi baru, peningkatan kualifikasi dosen, serta penguatan kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan instansi pemerintah, dan swasta.

“Kami optimis, dengan dukungan penuh dari YLPI Buntet Pesantren, civitas akademika, dan masyarakat, cita-cita menjadi Institut Agama Islam Buntet Pesantren dapat segera terwujud,” tambahnya.

Momentum Wisuda Sarjana Angkatan II yang diikuti oleh  85]0 ulusan menjadi simbol kesiapan STIT Buntet Pesantren dalam mencetak generasi intelektual santru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai pesantren. Acara ini juga dirangkaikan dengan peringatan "Dies Natalis ke-8", yang diisi dengan kegiatan keagamaan dan akademik seperti Sima’an Al-Qur’an dan seminar.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam  Buntet Pesantren juga menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah strategis ini.

“Transformasi menjadi Institut bukan sekadar perubahan nama, tetapi peningkatan kualitas dan tanggung jawab moral dalam mencetak generasi intelektual santri yang siap membangun bangsa,” tegas Dr. KH. Aris Ni'matulloh MAF, MSi..

Acara ini menegaskan komitmen STIT Buntet Pesantren untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam penguatan pendidikan Islam di Indonesia dengan keilmuan pesantren sebagai pijakannya.

Pada kesempatan itu hadir pula sesepuh Pondok Buntet Pesantren KH. Adib Rofiuddin Izza beserta Dewan Sepuh, Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA selaku Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag selaku Koordiantor Kopertais Wilayah II Jawa Barat sekaligus Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan alumni Buntet Pesantren, para Kyai dan Nyai, orang tua wisudawan dan masyarakat umum.

STIT Buntet Pesantren Gelar Wisuda Sarjana Angkatan II dan Dies Natalis ke-8: Wujud Komitmen Melahirkan Cendekiawan Santri Berintegritas

 

Prosesi Wisuda Sarjana Angkatan II, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon


CIREBON, FC  — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon menyelenggarakan Wisuda Sarjana Angkatan II, sekaligus memperingati Dies Natalis ke-8 pada ahad (11), bertempat di Graha Mbah Muqoyyim Buntet Pesantren.

Acara yang penuh khidmat ini dihadiri oleh civitas akademika, Direktur Diktis Kemenag RI, Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, para wisudawan, keluarga, dan para kyai-nyai serta tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan.

Sebanyak 80 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai Sarjana Pendidikan (S.Pd.) setelah menempuh proses panjang dalam pembelajaran dan pengabdian. Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Ketua Senat STIT Buntet Pesantren, Dr. KH. Aris Ni'matulloh MAF, MSi, dengan didampingi anggota senat, pimpinan, dan para dosen.

Dalam sambutannya, Ketua STIT Buntet Pesantren menyampaikan bahwa momentum wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal pengabdian nyata di tengah masyarakat.

“Sebagai lulusan lembaga berbasis pesantren, para sarjana STIT Buntet diharapkan menjadi pendidik, dai, dan pemimpin umat yang berakhlak, berilmu, dan beramal. Nilai-nilai pesantren harus menjadi napas dalam setiap langkah pengabdian,” ungkapnya.

Perayaan Dies Natalis ke-8 turut dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan akademik dan keagamaan, seperti "Sima’an Al-Qur’an", "seminar nasional pendidikan Islam", dan "penghargaan untuk dosen serta mahasiswa berprestasi". Kegiatan ini menjadi refleksi perjalanan STIT Buntet Pesantren dalam membangun tradisi keilmuan yang berakar pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan.

Salah satu wisudawan terbaik, Ramania Qurhana, dalam kesan pesannya menyampaikan rasa syukur dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar STIT Buntet Pesantren.

"STIT Buntet bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat menempa akhlak dan semangat pengabdian. Kami siap mengamalkan ilmu di masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Dengan mengusung tema "Membangun Generasi Intelektual Muslim yang Berakhlak dan Berdaya Saing”, acara wisuda dan dies natalis ini menjadi tonggak penting perjalanan STIT Buntet Pesantren dalam memperkuat peran pendidikan Islam yang unggul, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Pemkot Cirebon Dukung Implementasi KUHP Baru, Siap Terapkan Pidana Kerja Sosial

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat dengan Gubernur Provinsi Jawa Barat serta Perjanjian Kerja Sama antara Kepala Kejaksaan Negeri/Kota dengan para Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat. 

Kegiatan berlangsung di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemkot Bekasi, Kabupaten Bekasi, Selasa (4/11/2025).

Kerja sama ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan pidana kerja sosial, sanksi alternatif yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan mulai berlaku pada 2026. 

Melalui skema ini, Kejaksaan akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menempatkan terpidana pidana ringan dalam program pembimbingan di fasilitas umum, sebagaimana diamanatkan Pasal 65 huruf e KUHP 2023.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Hermon Dekristo menekankan pentingnya sinergi antara kejaksaan dan pemerintah daerah. Ia mengatakan, paradigma hukum kini tidak lagi menitikberatkan pada pemenjaraan semata. 

"Kita harus membangun sistem hukum yang memulihkan, mendidik, dan menumbuhkan tanggung jawab sosial. Keberhasilan pidana kerja sosial membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan fasilitas, kegiatan, dan pengawasan pelaksanaannya,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Deddy Mulyadi, memberikan apresiasi atas langkah pembaruan hukum pidana nasional ini, yang menurutnya sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal masyarakat Sunda. 

“Tujuan hukum adalah membangun masyarakat yang adil dan beradab. Pidana kerja sosial mengembalikan semangat tersebut, bahwa setiap pelaku masih memiliki kemanusiaan dan bisa diperbaiki,” ucap Deddy. 

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyediakan lapangan kerja sosial bagi mantan narapidana dan pelaku pidana ringan, melalui program padat karya, perbaikan drainase, dan pembersihan daerah aliran sungai, sehingga mereka dapat kembali produktif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyambut baik langkah strategis ini.  Ia menilai, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga penegak hukum dan pemerintah daerah, menegaskan komitmen bersama dalam membangun sistem hukum yang humanis, berorientasi pada keadilan restoratif, dan mampu mengembalikan pelaku pidana ringan ke masyarakat sebagai individu yang produktif.

Ia menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pihak Lapas, Rutan, dan Kejaksaan Negeri  Kota Cirebon untuk memastikan implementasi KUHP 2023 dapat berjalan di Kota Cirebon. 

“Kami di daerah siap berkolaborasi dengan Kejaksaan untuk menghadirkan penegakan hukum yang tidak hanya menegakkan keadilan, tetapi juga memberi ruang rehabilitasi dan nilai kemanusiaan. Narapidana yang selama ini berada di Lapas dan Rutan bisa kembali ke masyarakat dengan bekal kemampuan yang berguna,” ujarnya.

Acara ini juga menghadirkan penyerahan simbolis buku Desain Ideal Implementasi Sosial Service Order serta pemaparan dari PT Jamkrindo mengenai persiapan reintegrasi sosial bagi eks-pelaku pidana, sebagai bagian dari dukungan operasional pelaksanaan pidana kerja sosial di Jawa Barat. (din)



KH. Ma’ruf Amin Resmi Pimpin Dewan Penasehat SMSI, Dukung Penguatan Ekosistem Media Siber Nasional dan HPN 2026 di Banten

JAKARTA — Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, KH. Ma’ruf Amin, resmi menjadi Ketua Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). 

Keputusan tersebut disampaikan dalam momen silaturahmi Pengurus Pusat SMSI ke kediaman beliau di Jakarta, Selasa, 4 November 2025, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Silaturahmi ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, dan dihadiri jajaran pengurus pusat antara lain Prof. Dr. Taufiqurochman, A.Ks., S.Sos., M.Si. selaku Wakil Ketua Dewan Penasehat, H. Mohammad Dawam, SH.I., M.H. selaku Wakil Ketua Dewan Pakar, GS Ashok Kumar selaku Wakil Ketua Dewan Pertimbangan.

Kemudian, Ilona Juwita selaku Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Media Siber dan Digital, RPS Aji Waskita selaku Bendahara Umum SMSI Pusat, Dyah Kristiningsih dari Departemen Administrasi dan Keuangan, Yoga Rifai Hamzah selaku Direktur Big Data, Hermanto selaku Direktur Humas dan Pemberitaan, serta dr. Nishal Dillon dari Media Crisis Center (MCC).

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab namun penuh makna tersebut, jajaran pengurus SMSI menyampaikan sejumlah agenda strategis organisasi, termasuk rencana pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten. 

KH. Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kiprah SMSI sebagai organisasi media siber terbesar di Indonesia. 

Ia menilai SMSI memiliki peran strategis dalam menjaga etika, moral, dan keseimbangan informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Media siber bukan hanya penyampai kabar, tetapi juga pembentuk moral dan karakter masyarakat. Dalam era digital, media harus menjadi penjaga kebenaran dan penuntun akhlak publik. SMSI punya peran besar di situ,” ujar KH. Ma’ruf Amin. 

Menurutnya, dukungan moral dan spiritual menjadi bagian penting dalam menjaga arah media siber agar tetap berpihak pada kepentingan bangsa dan nilai-nilai kebenaran. 

“Saya bersedia menjadi Ketua Dewan Penasehat SMSI agar bisa ikut memperkuat peran media siber yang sehat, profesional, dan berakhlak,” tambahnya.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kesediaan KH. Ma’ruf Amin mendampingi SMSI.

"Beliau adalah sosok ulama dan negarawan yang menjadi teladan moral bangsa. Kehadiran KH. Ma’ruf Amin memberi energi baru bagi SMSI untuk memperkuat marwah pers yang merdeka dan bermartabat,” ujar Firdaus. 

Ia menegaskan bahwa SMSI akan terus mendorong sinergi antara dunia pers, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem media siber nasional yang kuat dan berintegritas.

Prof. Dr. Taufiqurochman, A.Ks., S.Sos., M.Si., selaku Wakil Ketua Dewan Penasehat SMSI, menyebut kehadiran KH. Ma’ruf Amin sebagai anugerah besar bagi dunia pers Indonesia. 

Menurutnya, figur ulama dan negarawan seperti beliau akan membawa keseimbangan antara idealisme media dan nilai-nilai kebangsaan. 

“Kiai Ma’ruf Amin adalah sosok penjaga moral bangsa. Dengan beliau memimpin Dewan Penasehat, SMSI mendapat bimbingan spiritual sekaligus arah kebijakan moral dalam menjalankan peran sosial media siber di era disrupsi digital,” ujarnya. 

Ia menambahkan, sosok Kiyai Ma'ruf Amin juga sangat memahami peran strategis media dalam menjaga kohesi sosial dan persatuan nasional. Karena itu, keberadaan Kiyai Ma:Rif Amin di SMSI adalah berkah dan tanggung jawab besar bagi kita semua.

Ilona Juwita, Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Media Siber dan Digital, menilai dukungan KH. Ma’ruf Amin sebagai penguatan moral sekaligus dorongan bagi SMSI untuk terus membangun profesionalisme media digital di seluruh Indonesia. 

“Dengan arahan beliau, SMSI semakin mantap melangkah menuju kemandirian dan profesionalisme media siber yang adaptif, beretika, dan berpihak pada kepentingan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, H. Mohammad Dawam, SH.I., M.H., Wakil Ketua Dewan Pakar SMSI, menegaskan bahwa kehadiran KH. Ma’ruf Amin memperkuat jati diri SMSI sebagai organisasi yang menempatkan moralitas dan kebangsaan di atas kepentingan pragmatis. 

“Beliau bukan sekadar penasihat, tetapi juga simbol kebijaksanaan dan penuntun nilai-nilai luhur dalam kehidupan pers nasional,” ucap Gus Dawam.

Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan itu ditutup dengan doa bersama dan foto kenangan. Silaturahmi ini menjadi momentum penting bagi SMSI dalam memperkuat sinergi antara insan pers, tokoh bangsa, dan pemerintah — menuju penyelenggaraan HPN 2026 di Banten yang inklusif, bermartabat, dan berkelas nasional. (din)

DPRD Kota Cirebon Setujui KUA-PPAS Tahun 2026

CIREBON – DPRD Kota Cirebon menyetujui nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2026. Hal itu disahkan dalam rapat paripurna yang berlangsung di Griya Sawala, Senin (3/11/2025).

Memimpin jalannya rapat paripurna, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE mengatakan, penetapan KUA-PPPAS tahun 2026 merupakan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 12/2019 tentang pengelolaan keuangan daerah.

Di samping itu, Walikota Cirebon telah menyampaikan rancangan KUA-PPAS tahun 2026 pada 16 Oktober lalu.

“KUA dan PPAS yang telah disepakati kepala daerah dan DPRD menjadi pedoman bagi perangkat daerah dalam penyusunan RKA SKPD,” tuturnya.

Andrie juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Anggaran DPRD dan TAPD Kota Cirebon yang telah merampungkan rancangan KUA-PPAS dengan baik.

Ia berharap, hal itu mampu memberikan dampak positif terhadap kemajuan daerah, sekaligus bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kota Cirebon.

“Semoga KUA-PPAS tahun 2026 dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pj Sekda Kota Cirebon Sumanto menyampaikan proyeksi pendapatan dan belanja dalam KUA-PPAS tahun 2026.

Adapun untuk pendapatan diproyeksikan sebesar Rp1,49 triliun, dan untuk belanja diproyeksikan sebesar Rp1,48 triliun. Sehingga, terjadi surplus sebesar Rp9,26 miliar.

Ia menyebut, ada empat hal yang harus dipenuhi agar pelaksanaan program di Kota Cirebon dapat berjalan optimal. Mulai dari komitmen, sinergi multipihak, pemantauan pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi.

“Terima kasih kami sampaikan, sehingga KUA-PPAS tahun 2026 dapat ditandatangani pada hari ini. Semoga dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat dan kemajuan Kota Cirebon,” katanya. (din)

Sivitas Akademika Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Apresiasi Prestasi Gemilang Mahasiswa di Ajang Poros Jati 2025

 

CIREBON, FC - Kebanggaan kembali hadir di lingkungan Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sivitas akademika Fakultas Syariah dengan penuh rasa syukur dan bahagia mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi gemilang yang diraih para mahasiswa dalam ajang Poros Jati 2025.

Ajang Poros Jati yang digelar setiap tahun menjadi wadah kompetisi dan silaturahmi antar mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Tahun ini, mahasiswa Fakultas Syariah kembali menunjukkan kualitas dan semangat juang luar biasa dengan meraih sejumlah penghargaan membanggakan di berbagai cabang lomba.

Dekan Fakultas Syariah, dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian tersebut.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi Fakultas Syariah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa kita mampu bersaing secara sportif dan berprestasi di tingkat universitas. Semoga semangat ini terus tumbuh menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” ujarnya dengan penuh haru.

Keberhasilan mahasiswa dalam ajang Poros Jati 2025 ini juga menjadi refleksi dari komitmen Fakultas Syariah dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi. Dukungan para dosen dan tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan serta pendampingan mahasiswa agar terus berkembang.

Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, Fakultas Syariah bertekad untuk terus melahirkan insan akademik yang unggul dan berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

“Selamat dan sukses untuk seluruh mahasiswa berprestasi! Teruslah menjadi inspirasi dan wujudkan cita-cita luhur Fakultas Syariah: berilmu, berintegritas, dan bermanfaat.” (din)

Gerakan Peduli Pesisir, Kolaborasi Pemkab Cirebon dan TNI AL Selamatkan Ekosistem Laut

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) memulai gerakan besar peduli lingkungan pesisir.

Melalui kegiatan pembersihan pantai dan penanaman 250 ribu pohon mangrove, kolaborasi ini menjadi langkah nyata menjaga ekosistem laut serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat pesisir.

‎Kegiatan tersebut berlangsung di Pelabuhan Perikanan Pantai Desa Bondet, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Senin (3/11/2025).

Aksi ini merupakan bagian dari kerja sama antara Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon dengan TNI AL dalam program “Bersih Pantai dan Jaga Segara”.

‎Bupati Cirebon, Imron, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan pantai dan laut sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, sebagian besar hasil pangan dan ekonomi masyarakat pesisir berasal dari laut dan wilayah pantai.

‎“Ekosistem laut kita sedang membutuhkan perhatian serius. Setiap tahun jutaan ton sampah plastik masuk ke laut dan sebagian besar berasal dari aktivitas manusia di darat,” ujar Imron.

“Hal ini bukan hanya mencemari perairan saja, tetapi juga mengancam rantai makanan laut dan hasil tangkapan nelayan,” tambahnya.

‎Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Setiap hari, Kabupaten Cirebon menghasilkan sekitar 1.200 ton sampah, dan sebagian besar belum tertangani dengan baik.

‎“Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, termasuk ke sungai. Sampah itu akhirnya bermuara ke laut,” ungkap Imron.

“Saya berharap kepada semua pihak, termasuk ormas dan komunitas, ikut mengedukasi warga agar disiplin membuang sampah pada tempatnya,” tuturnya.

‎Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Cirebon, Letkol Laut Faisal Yanova Tanjung menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata menjaga laut sebagai sumber kehidupan.

‎“Hari ini kita melaksanakan dua kegiatan: bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove. Total yang akan ditanam sebanyak 250 ribu pohon mangrove, dan hari ini sebanyak 125 ribu pohon mulai ditanam di titik pertama,” ungkap Faisal.

‎Ia menjelaskan, mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami pantai dan tempat hidup biota laut.

Dengan tumbuhnya mangrove, ekosistem pesisir akan pulih, dan pendapatan nelayan diharapkan meningkat.

‎“Mangrove adalah jantung dunia. Kalau laut kita sehat, kehidupan masyarakat pesisir juga akan lebih sejahtera,” ucapnya.

‎Faisal juga menegaskan bahwa TNI AL siap mendukung program lingkungan, termasuk kegiatan bersih pantai secara rutin.

Ia berharap, masyarakat dapat menjaga kebersihan pantai yang sudah dibersihkan bersama.

‎“Kegiatan ini harus menjadi awal. Setelah dibersihkan, tolong dijaga bersama. Kalau perlu, kita buat kegiatan bersih pantai setiap bulan,” tuturnya. (Nur)






UIN Siber Cirebon Benchmarking ke UIN Ar-Raniry Banda Aceh: Perkuat Tata Kelola RPL dan Transformasi Digital PTKIN

 

BANDA ACEH — Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati (UIN SSN) Cirebon melakukan kegiatan benchmarking dan sharing session terkait tata kelola Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) ke UIN Ar-Raniry Banda Aceh selama tiga hari, sejak 3–5 November 2025. 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis kedua perguruan tinggi dalam memperkuat implementasi sistem RPL dan pembelajaran berbasis digital di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Kunjungan akademik ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dan disambut hangat oleh Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag. di Gedung Rektorat kampus setempat. 

Kedua pimpinan perguruan tinggi sepakat bahwa kolaborasi semacam ini menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi tata kelola pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Dalam sambutannya, Prof. Mujiburrahman menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga PTKIN untuk memperkuat ekosistem akademik nasional.

“Kami merasa terhormat menjadi mitra sharing session UIN Cirebon. Ini bukan sekadar benchmarking, tetapi momentum memperkuat silaturahmi akademik dan berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan RPL,” ujarnya.

Ia menambahkan, UIN Ar-Raniry siap mendukung penguatan sistem RPL sebagai instrumen penting pengakuan kompetensi dan pembelajaran berkelanjutan.

“Sinergi antar-PTKIN adalah kunci kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. Melalui semangat Energi Kebangsaan, Sinergi Membangun Negeri, kami berkomitmen menjadi mitra strategis dalam transfer pengetahuan dan peningkatan mutu perguruan tinggi Islam,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Cirebon, Prof. Aan Jaelani, menjelaskan bahwa benchmarking ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat tata kelola akademik berbasis digital dan menyiapkan sistem RPL yang inklusif.

“Transformasi digital dalam pendidikan tinggi bukan hal mudah. Melalui RPL, kami berharap pengalaman belajar para guru dan praktisi pendidikan diakui, sehingga durasi studi mereka bisa lebih efisien dan proporsional,” jelasnya.

Prof. Aan juga menambahkan bahwa sistem RPL di UIN SSN Cirebon akan menjadi pilar penting dalam pengembangan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang fleksibel tanpa batas usia maupun waktu.

“RPL akan mendukung visi kami untuk menjadikan pendidikan Islam semakin terbuka, adaptif, dan inklusif bagi semua kalangan,” tegasnya.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Cirebon, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa universitas kini tengah membangun fondasi tata kelola data dan sistem akademik terintegrasi menuju konsep UIN Satu Data.

“Kami baru beberapa bulan menjalankan struktur kepemimpinan baru. Fokus kami adalah memperkuat sistem data, integrasi akademik, dan tata kelola kampus yang solid. Kunjungan ke UIN Ar-Raniry menjadi momentum penting untuk belajar langsung tentang implementasi RPL dan Research-Based Learning,” ujarnya.

Hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti melalui pembentukan task force RPL UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Cirebon serta rencana kunjungan balasan dari UIN Ar-Raniry untuk pendampingan teknis. Kedua universitas juga sepakat menjajaki kerja sama lanjutan dalam bentuk joint research, pertukaran data akademik, kolaborasi publikasi ilmiah, dan pengembangan kurikulum RPL berbasis digital serta maqashid al-shariah.

Benchmarking ini menegaskan posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pelopor transformasi digital PTKIN dan mitra strategis dalam pembangunan ekosistem pendidikan tinggi Islam yang kolaboratif, modern, dan berkelanjutan.

Kecamatan Karangwareng Kembangkan Website untuk Digitalisasi Arsip Vital

 

KABUPATEN CIREBON – Sekretaris Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, Riyanto, tengah mengembangkan inovasi digital bertajuk “Digitalisasi Arsip Vital Melalui Pengembangan Website Kecamatan”.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel.

Melalui digitalisasi arsip, Kecamatan Karangwareng berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang modern dan mudah diakses oleh masyarakat.

Selama ini, sebagian arsip vital di lingkungan Kecamatan Karangwareng masih disimpan dalam bentuk fisik.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan, kehilangan, maupun kesulitan dalam pencarian dokumen. Karena itu, pengelolaan arsip secara digital menjadi kebutuhan yang mendesak.

Melalui website yang sedang dikembangkan, arsip-arsip penting seperti dokumen pemerintahan, data kependudukan, hingga surat keputusan akan disimpan secara digital.

Sistem ini memungkinkan pegawai mencari dan mengunduh dokumen dengan cepat, serta memberikan akses informasi yang lebih transparan kepada masyarakat.

Riyanto menjelaskan, pengembangan website ini tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan arsip, tetapi juga sebagai sarana pelayanan publik yang responsif.

“Dengan sistem ini, masyarakat dapat memperoleh informasi dengan lebih cepat dan akurat, sementara pegawai dapat bekerja dengan lebih efisien,” ungkapnya.

Inovasi ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan pemerintahan berbasis digital.

Transformasi digital di tingkat kecamatan diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.

Selain itu, program ini menjadi bagian dari komitmen reformasi birokrasi untuk menghadirkan pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Digitalisasi arsip vital menjadi salah satu upaya penting agar dokumen pemerintahan tersimpan dengan aman dan mudah diakses kapan saja.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik di Kecamatan Karangwareng dan menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Ia juga berharap dengan adanya inovasi ini dapat menunjukkan dedikasi untuk terus berinovasi dan mendukung terwujudnya birokrasi yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (din)


 

Bupati Cirebon Tekankan Kolaborasi Multiheliks Hadapi Krisis Iklim: UIN Siber Cirebon dan Komunitas KARBON Dorong Aksi Nyata Melalui Edukasi Berbasis Komunitas

CIREBON — Upaya menghadapi tantangan perubahan iklim di Kabupaten Cirebon kini memasuki babak baru. Melalui kegiatan FGD bertema “Strategi Kolaborasi Hepta Helix untuk Edukasi Perubahan Iklim Berbasis Komunitas di Kabupaten Cirebon” LP2M UIN Siber Cirebon bersama Komunitas KARBON (Koalisi Rakyat Bersihkan Cirebon) menggagas langkah kolaboratif lintas sektor.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Astanajapura, Senin (3/11/2025), dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Bapelitbangda, BPBD, DPRD Kabupaten Cirebon, HIPMI, Camat Astanajapura, unsur media, akademisi, hingga tokoh masyarakat dan pemuda.

Dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut hadir Dr. Budi Manfaat, M.Si., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan SDG’s, Dr. H. Sopidi, M.A., dan Wahyono, M.Pd.I., yang menjadi narasumber dalam sesi diskusi.

Bupati Imron: Krisis Iklim Adalah Kenyataan, Bukan Sekadar Isu Global

Dalam pidato kuncinya, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu global yang jauh, melainkan tantangan nyata yang kini dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Cirebon.

“Berbagai fenomena seperti rob, banjir, cuaca ekstrem, hingga gangguan pada sektor pertanian menjadi tanda jelas bahwa perubahan iklim sudah kita rasakan. Karena itu, kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat harus bersatu. Perubahan iklim adalah tanggung jawab bersama,” ujar Bupati Imron.

Bupati menekankan bahwa arah pembangunan Cirebon ke depan akan berlandaskan prinsip pembangunan hijau yang berkelanjutan, menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

“Setiap kebijakan pembangunan harus memiliki kesadaran ekologis. Edukasi publik, kebijakan adaptif, dan partisipasi masyarakat harus menjadi bagian dari proses pembangunan Cirebon,” tegasnya.

Bupati Imron juga menyoroti pentingnya edukasi perubahan iklim sebagai upaya membangun kesadaran kolektif di masyarakat, mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga komunitas desa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi langkah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Komunitas KARBON yang berinisiatif memulai gerakan edukasi berbasis komunitas melalui kolaborasi hepta helix.

“Saya mengapresiasi langkah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan KARBON yang telah memulai gerakan kolaboratif ini. Pemerintah daerah siap mendukung hasil diskusi dan rekomendasi yang muncul agar dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan pembangunan ke depan,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa semangat kolaborasi multiheliks — melibatkan pemerintah, akademisi, bisnis, media, komunitas, LSM, dan masyarakat — harus menjadi fondasi menghadapi krisis iklim di Cirebon.

“Cirebon harus menjadi contoh daerah yang tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan. Kita ingin membangun masa depan yang tangguh terhadap krisis iklim, tapi tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat,” tutur Bupati.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Dorong Peran Akademisi dalam Transformasi Lingkungan

Sementara itu, Dr. Budi Manfaat, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui riset, edukasi, dan pengabdian berbasis komunitas.

“UIN Siber Cirebon berkomitmen memperkuat literasi ekologi masyarakat dengan melibatkan multi pihak. FGD ini diharapkan melahirkan peta jalan kolaborasi yang konkret antara akademisi, pemerintah, komunitas, dan dunia usaha,” jelasnya.

Melalui FGD ini, peserta sepakat untuk membentuk jaringan kolaborasi edukasi iklim berbasis komunitas, serta menindaklanjuti hasil diskusi menjadi rekomendasi strategis bagi kebijakan daerah.

Bupati Imron menutup dengan pesan reflektif, “Kita tidak sedang berjuang untuk hari ini saja, tapi untuk masa depan anak-anak kita. Kolaborasi dan kesadaran bersama adalah kunci menuju Cirebon yang hijau, tangguh, dan lestari," pungkasnya.