Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 12 November 2025

Peringati HKN ke-61, Pemkab Cirebon Tegaskan Komitmen Transformasi Kesehatan

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 dengan menggelar upacara di halaman Kantor Bupati Cirebon, Rabu (12/11/2025).

Peringatan yang mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” ini menjadi momentum bagi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah untuk memperkuat komitmen terhadap transformasi sektor kesehatan.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman dalam sambutannya menyampaikan, transformasi kesehatan harus terus digerakkan agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau.

Menurutnya, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, pemerintah pusat telah mencatat berbagai capaian penting di bidang kesehatan nasional.

Misalnya pembangunan dan peningkatan rumah sakit terus dilakukan di berbagai daerah untuk memastikan layanan kesehatan yang merata.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi semua insan kesehatan di Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Jigus ini.

Ia menjelaskan transformasi kesehatan nasional berfokus pada tujuh pilar utama, salah satunya layanan primer.

Sebanyak 8.349 puskesmas kini telah menerapkan layanan terintegrasi, dan untuk pertama kalinya prevalensi stunting balita turun di bawah 20 persen, yaitu 19,8 persen.

Jigus menambahkan, sistem rujukan juga terus diperkuat dengan peningkatan mutu rumah sakit di seluruh kabupaten dan kota.

“Saat ini, 29 provinsi sudah mampu melakukan bedah jantung terbuka, dan delapan provinsi telah dapat menangani kasus stroke kompleks,” ujarnya.

Pemerintah juga memperkuat ketahanan sistem kesehatan dengan mendorong kemandirian produksi alat kesehatan, obat, dan vaksin di dalam negeri.

Transformasi juga menyentuh sektor sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Sebanyak 61 persen puskesmas sudah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar, sementara 74 persen rumah sakit daerah telah dilengkapi tujuh dokter spesialis dasar.

Jigus menegaskan, keberhasilan transformasi kesehatan tidak akan tercapai tanpa perubahan budaya kerja aparatur dan tenaga kesehatan.

“Kita perlu membangun birokrasi yang kompeten, akuntabel, dan selaras dalam mendukung transformasi kesehatan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, kader, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat yang telah berkontribusi menjaga kesehatan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Cirebon Imron menegaskan, bahwa semangat HKN tahun ini diwujudkan dalam langkah nyata daerah melalui peluncuran Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR).

“Melalui perda ini, kami ingin menciptakan lingkungan sehat, terutama untuk melindungi anak-anak dan ibu hamil dari paparan asap rokok,” katanya.

Imron menambahkan, penerapan perda tersebut bukan untuk melarang masyarakat merokok, tetapi mengatur agar aktivitas merokok dilakukan di tempat yang telah disediakan.

“Kita ingin masyarakat perokok dan nonperokok sama-sama nyaman. Perokok tetap punya ruang, tapi tidak mengganggu orang lain,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menjelaskan, Perda KTR yang baru disahkan DPRD kini resmi diberlakukan.

“Perda ini mencakup kawasan publik seperti tempat belajar, perkantoran, masjid, taman bermain anak, serta angkutan umum,” katanya.

Ia menyebut, pelaksanaan perda akan diiringi dengan edukasi dan penegakan secara persuasif.

“Belum ada sanksi denda. Tahap awal masih berupa teguran dan pembinaan kepada masyarakat agar memahami tujuan perda ini,” jelasnya.

Eni menegaskan, urgensi penerapan KTR adalah melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok serta menciptakan ruang publik yang lebih sehat.

“Kami ingin memastikan perilaku hidup bersih dan sehat bisa menjadi budaya di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (din)







Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon Siap Dibangun, Fokus Putus Rantai Kemiskinan

 

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat di Blok Silayur, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, sebagai upaya menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin, dan miskin ekstrem.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menyampaikan, program Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

“Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memutus rantai kemiskinan,” ujar pria yang akrab disapa Jigus ini.

“Tujuan utama memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, mengurangi angka putus sekolah dan memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah,” tuturnya saat rapat koordinasi pembangunan Sekolah Rakyat di Ruang Rarasantang Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (12/11/2025).

Jigus menyebutkan, ada dua model Sekolah Rakyat, yakni rintisan dan murni. Di Kabupaten Cirebon, lanjut Jigus, menggunakan model murni. Sehingga, Pemkab Cirebon menyediakan lahan kosong untuk kemudian dibangun Sekolah Rakyat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi menegaskan, pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan.

“Tujuan kami menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memutus rantai kemiskinan, serta meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Hafidz.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat akan menggunakan kurikulum nasional dengan tambahan muatan khusus untuk pembentukan dan penguatan karakter peserta didik.

“Kami ingin membentuk karakter dan mental tangguh anak-anak agar mampu mandiri dan berdaya saing,” katanya.

Menurut data Dinsos Kabupaten Cirebon, lahan seluas 5,7 hektare telah disiapkan oleh pemerintah daerah untuk lokasi sekolah, dengan status tanah milik Pemkab Cirebon dan tidak dalam sengketa.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada 23 Mei 2025, luas efektif lahan yang bisa digunakan mencapai 5 hektare, sementara sebagian lahan perlu pengalihan jalan di tengah area.

Penganggaran pemindahan jalan pun sudah masuk dalam program prioritas tahun 2025 pada PUTR, dan akan mulai dikerjakan awal 2026.

Sementara itu, dari hasil audiensi dengan PPK Pembangunan Sekolah Rakyat (Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Jawa Barat) pada 4 November 2025, disebutkan bahwa kontrak pembangunan dimulai 12 November 2025, dan pekerjaan fisik akan dimulai akhir November 2025.

Meski progres terus berjalan, beberapa hal masih perlu diselesaikan. Antara lain pematangan lahan (land clearing), dokumen lingkungan (UKL-UPL), dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang masih diproses.

Hafidz mengakui, Dinsos membutuhkan dukungan teknis dari Dinas PUTR untuk melengkapi berkas dalam aplikasi SIMBG. Selain itu, ada persoalan lainnya yang tengah diupayakan agar bisa diselesaikan.

“Kami juga memperhatikan kesiapan peserta didik, tenaga pengajar, dan kondusivitas wilayah selama pembangunan berlangsung,” tambahnya.

Sekadar diketahui, hingga Oktober 2025 tercatat 165 Sekolah Rakyat telah berdiri di seluruh Indonesia dengan hampir sebanyak 16.000 siswa.

Sekolah Rakyat tidak hanya menekankan pendidikan akademik, tetapi juga menanamkan nilai welas asih, kepemimpinan, kejujuran, disiplin, dan gotong royong. (din)






Menag Nasaruddin Umar Kunjungi UIN Siber Cirebon, Resmikan Kick Off Hari Guru Nasional 2025

CIREBON, FC - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengunjungi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu, 12 November 2025.

Dalam kunjungan itu, Nasaruddin meninjau sejumlah fasilitas kampus berbasis digital pertama di bawah Kementerian Agama, termasuk Gedung Siber delapan lantai yang menjadi pusat kegiatan akademik dan teknologi pendidikan.

Selain meninjau fasilitas, Menteri Agama juga membuka secara resmi kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang digelar di kampus tersebut.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengungkapkan kebanggaannya atas kunjungan Menteri Agama sekaligus penunjukan kampusnya sebagai tuan rumah pembukaan HGN 2025.

“Kami merasa bangga atas kunjungan Pak Menteri Agama. UIN Siber Cirebon juga dipercaya menjadi tempat Kick Off Hari Guru Nasional 2025,” ujar Prof. Aan.

Menurut Prof. Aan, kehadiran Menag menjadi momentum penting untuk memperkuat arah transformasi pendidikan tinggi Islam di era digital.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus berjalan adil, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ini tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk memastikan tata kelola PTKIN berjalan dengan baik,” katanya.

Aan juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kapasitas akademik antar-PTKIN di seluruh Indonesia.

“Pengembangan SDM dan inovasi akademik harus terus dilakukan. Penataan tata kelola yang dilakukan pun harus transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujarnya.

Sebagai kampus berbasis digital pertama di Indonesia di bawah Kementerian Agama, UIN Siber Cirebon berkomitmen terus bertransformasi menjadi pusat inovasi pendidikan Islam modern.

“Kami ingin menjadikan UIN Siber Cirebon bukan hanya kampus pembelajaran digital, tetapi juga rumah bagi guru-guru Indonesia untuk terus belajar, berbagi inspirasi, dan menebar nilai-nilai kemanusiaan,” kata Aan.

Aan menilai penyelenggaraan Kick Off HGN 2025 di kampusnya menjadi bukti peran aktif UIN Siber Cirebon dalam mendukung kebijakan transformasi pendidikan nasional yang berbasis teknologi dan nilai spiritual.

Hadir dalam kunjungan dan Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di UIN Siber Cirebon, Menteri Agama, Penasihat DWP Kementerian Agama, Dirjen Pendidikan Islam, anggota Komisi VIII DPR RI, pejabat Kementerian Agama, Wali Kota Cirebon, serta ratusan guru dari berbagai daerah di Indonesia. (din)

Menag RI Buka KICK OFF Hari Guru Nasional 2025 di UIN Siber Cirebon: Guru Adalah Teladan dan Penyalur Cahaya Bagi Jiwa Manusia

CIREBON, FC - Menteri Agama Nasaruddin Umar, membuka secara resmi kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Guru Nasional yang akan digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menyampaikan pandangan filosofis tentang makna dan keteladanan seorang guru. Menurutnya, guru bukan sekadar pengajar ilmu, tetapi juga penyalur cahaya bagi jiwa manusia.

“Guru bukan hanya mengisi pikiran, tetapi menumbuhkan kesadaran dan meluruskan jalan berpikir. Dalam pandangan Islam, guru adalah warasatul anbiya (pewaris para nabi) yang meneruskan cahaya ilmu dan nilai kehidupan,” ungkap Menag.

Menag juga menekankan pentingnya mengintegrasikan antara ilmu dan iman dalam dunia pendidikan. Ia menilai bahwa pendidikan yang hanya menekankan aspek kognitif tanpa spiritualitas akan kehilangan arah moral.

“Madrasah harus menjadi pusat pencerahan baru. Tempat lahirnya generasi berilmu, beriman, dan berakhlak. Sekolah dan madrasah sejatinya memiliki tujuan yang sama, tetapi madrasah menambahkan dimensi hikmah dan spiritual,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag turut mengenang sosok ayahnya yang merupakan seorang guru di sekolah rakyat. Dengan penuh haru, ia menuturkan bagaimana sang ayah tetap mengajar meskipun dalam keterbatasan.

“Guru sejati bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi mentransformasi kesadaran dan keikhlasan. Itulah keteladanan yang harus kita hidupkan,” ujarnya.

Hari Guru untuk Semua

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno melaporkan bahwa peringatan Hari Guru Nasional tahun ini merupakan Teachers Day for All atau Hari Guru untuk Semua. Menurutnya, ini pencerminan semangat inklusif dan lintas iman sesuai arahan Menteri Agama.

“Hari Guru tahun ini tidak hanya milik guru madrasah, tetapi juga milik semua guru di Indonesia, lintas iman dan lintas lembaga. Semua guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” jelas Dirjen.

Suyitno juga menyampaikan capaian penting tahun ini, yakni peningkatan signifikan dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tahun 2025, Kementerian Agama memperoleh tambahan kuota untuk 95.000 guru, meningkat lebih dari 1.000% dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Ini bukti nyata perhatian pemerintah dan dukungan Komisi VIII DPR RI terhadap profesionalisme dan kesejahteraan guru. Setelah lulus PPG, para guru berhak mendapatkan tunjangan profesi sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka,” ungkapnya.

Selain itu, Ditjen Pendis juga memperkuat transformasi digital pendidikan Islam melalui dua aplikasi unggulan yaitu MAGIS dan MAGITA yang kini menjadi model nasional dalam pengelolaan kompetensi dan kinerja guru.

“Mengajar dengan cinta adalah kunci membangun peradaban. Itulah makna dari tema kita tahun ini, Merawat Semesta dengan Cinta,” tutur Suyitno.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon yang diwakili PA Asisten Kepemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kota Cirebon sebagai tuan rumah kegiatan pembuka HGN 2025. Ia menilai kehadiran Menteri Agama menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Wali.

“Kami merasa terhormat karena Bapak Menteri kembali hadir di Kota Cirebon. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama dan UIN Syekh Nurjati dalam meningkatkan mutu pendidikan dan spiritualitas masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan menjaga moralitas bangsa di tengah perkembangan teknologi.

“Teknologi bisa membantu proses belajar, tetapi keteladanan guru tidak bisa digantikan oleh mesin atau algoritma,” tegasnya.

Kegiatan Hari Guru Nasional 2025 diisi dengan berbagai agenda menarik, di antaranya: Senam dan Gowes Lintas Iman bersama Menteri Agama, Talk Show Inspiratif menghadirkan Najelaa Shihab dan tokoh pendidikan nasional, Annual Conference of MORA Teachers, Upacara Puncak Hari Guru Nasional dan Awarding Night bagi guru-guru inspiratif, inovatif, dan berdedikasi dari daerah 3T.

Seluruh kegiatan ini menjadi simbol penghargaan pemerintah terhadap dedikasi guru di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat nilai persaudaraan lintas agama dan budaya.

Melalui peringatan Hari Guru Nasional 2025, Kementerian Agama menegaskan kembali komitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana mencerdaskan dan memanusiakan manusia.

“Bangsa yang besar lahir dari guru-guru yang mencintai muridnya dengan tulus. Mari terus menyalakan obor ilmu dan iman, menjadikan madrasah dan sekolah sebagai rumah peradaban,” pesan Menag Nasaruddin Umar menutup sambutannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Agama, Penasihat DWP Kementerian Agama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Wali Kota Cirebon, anggota Komisi VIII DPR RI, para pejabat eselon I Kementerian Agama, Pejabat eselon II dan III serta ratusan guru madrasah dan tenaga pendidik dari berbagai daerah. (din/ADV)

Kick Off Hari Guru Nasional 2025, Rektor UIN Syber Cirebon : Momentum Menguatkan Spirit Pendidikan Berbasis Iman dan Ilmu

CIREBON, FC - Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan Kementerian Agama yang menunjuk UIN Siber sebagai tuan rumah kegiatan pembuka Hari Guru Nasional 2025, Selasa, 12 Nopember 2025.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen UIN Siber dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang berakar pada nilai spiritual dan kearifan lokal.

“Kami merasa terhormat UIN Siber Cirebon menjadi tempat dimulainya perayaan nasional Hari Guru 2025. Ini momentum penting untuk menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan harus tetap berpijak pada nilai iman, ilmu, dan akhlak,” ujar Prof. Aan.

Rektor juga menegaskan bahwa peran guru kini semakin strategis di era teknologi dan pembelajaran daring. Guru, katanya, bukan hanya fasilitator pembelajaran, tetapi juga penjaga moralitas dan penuntun arah kemanusiaan di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Teknologi mempercepat proses belajar, tetapi keteladanan guru tetap menjadi inti dari pendidikan. Itulah esensi yang kami sebut sebagai digital humanity — pendidikan yang memanusiakan manusia melalui teknologi,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., melaporkan bahwa peringatan HGN tahun ini mengusung semangat Teachers Day for All atau Hari Guru untuk Semua, sesuai arahan Menteri Agama.

“Hari Guru tahun ini tidak hanya milik guru madrasah, tetapi seluruh guru di Indonesia — lintas iman, lintas lembaga. Semua guru berperan penting dalam menanamkan nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” jelasnya.

Amien Suyitno juga menyoroti capaian besar Kementerian Agama tahun ini, yakni peningkatan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi 95.000 peserta, meningkat lebih dari 1.000 persen dibanding tahun sebelumnya. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru.

Selain itu, Ditjen Pendis juga memperkuat transformasi digital pendidikan Islam melalui dua aplikasi unggulan, MAGIS dan MAGITA, yang kini menjadi model nasional dalam pengelolaan kompetensi dan kinerja guru.

UIN Siber Cirebon Jadi Pusat Inspirasi Guru Nasional

Sebagai kampus berbasis digital pertama di Indonesia di bawah Kementerian Agama, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus bertransformasi menjadi pusat inovasi pendidikan Islam modern. Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa kegiatan nasional seperti Kick Off HGN 2025 membuktikan peran aktif UIN Siber dalam mendukung kebijakan transformasi pendidikan nasional.

“Kami ingin menjadikan UIN Siber Cirebon bukan hanya kampus pembelajaran digital, tetapi juga rumah bagi guru-guru Indonesia untuk terus belajar, berbagi inspirasi, dan menebar nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Rangkaian HGN 2025: Mengajar dengan Cinta, Merawat Semesta

Kegiatan Hari Guru Nasional 2025 di UIN Siber Cirebon diisi dengan berbagai agenda inspiratif, di antaranya:

1. Senam dan Gowes Lintas Iman bersama Menteri Agama

2. Talk Show Inspiratif menghadirkan Najelaa Shihab dan tokoh pendidikan nasional

3. Annual Conference of MORA Teachers

4. Upacara Puncak HGN

5. Awarding Night bagi guru inspiratif dari daerah 3T

Dengan tema “Merawat Semesta dengan Cinta,” peringatan HGN 2025 menjadi simbol penghargaan pemerintah terhadap dedikasi guru di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan lintas iman dan budaya.

Menag: Guru Adalah Pelita Peradaban

Menutup sambutannya, Menteri Agama berpesan bahwa bangsa yang besar hanya lahir dari guru yang mengajar dengan cinta dan keikhlasan.

“Bangsa yang besar lahir dari guru-guru yang mencintai muridnya dengan tulus. Mari terus menyalakan obor ilmu dan iman, menjadikan madrasah dan sekolah sebagai rumah peradaban,” pungkas Menag Nasaruddin Umar. (din/ADV)

Rumah Kuwu Karangtengah Dibobol Maling, Pemdes Ajak Warga Bersatu Perkuat Keamanan Desa

 

CIREBON, FC Suasana tenang di Desa Karangtengah, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, mendadak dikejutkan oleh peristiwa yang tak terduga. Pada Minggu (9/11/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, rumah Kuwu Karangtengah, Juli Suhaedi, menjadi sasaran aksi pencurian. Dua sepeda motor, yakni satu kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi dilaporkan raib digondol maling.

Peristiwa itu baru diketahui sang Kuwu pada pagi harinya. Dengan wajah masih menyiratkan kelelahan dan keprihatinan, Juli Suhaedi bersama keluarga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Susukanlebak.

“Benar, kejadian itu terjadi di kediaman pribadi Pak Kuwu. Setelah mengetahui dua motornya hilang, beliau langsung melapor ke pihak kepolisian,” ungkap Sekretaris Desa Karangtengah, Yanto Herianto, kepada media.

Kedua kendaraan yang hilang yakni satu unit Yamaha N-Max dinas dengan nomor polisi E 2198 O dan satu unit Honda Beat pribadi bernomor polisi E 5321 OT. Laporan resmi pun telah teregistrasi dengan nomor LP/B/15/XI/2025/JBR RESTA-CRB/Sektor Susukanlebak.

Namun di balik rasa kehilangan itu, terselip semangat gotong royong warga. Pemerintah Desa Karangtengah bersama masyarakat berinisiatif menelusuri petunjuk tambahan. Mereka berharap rekaman CCTV di sekitar Indomaret yang tak jauh dari rumah Kuwu bisa membantu pihak kepolisian mengungkap pelaku.

“Kami berupaya semampu kami untuk membantu penyelidikan. Selain itu, kami juga mengimbau warga agar lebih waspada, terutama di jam-jam rawan. Pemerintah desa akan kembali mengaktifkan poskamling dan ronda malam di setiap dusun,” tutur Yanto dengan nada tegas namun penuh kepedulian.

Sementara itu, Kapolsek Susukanlebak, AKP H. Siswadi, membenarkan laporan tersebut dan memastikan jajarannya sudah bergerak cepat di lapangan.

“Kami langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan meminta keterangan saksi-saksi. Penyelidikan masih berlangsung, dan kami berkomitmen untuk mengungkap para pelaku,” ujarnya.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat Kabupaten Cirebon bahwa tindak kejahatan bisa menyasar siapa saja. Bagi Kuwu Juli Suhaedi, kejadian ini bukan sekadar kehilangan harta benda, melainkan panggilan hati untuk memperkuat kembali rasa kebersamaan dan kepedulian warga.

“Insyaallah, ini jadi pelajaran bagi kita semua. Kita akan bangun kembali semangat menjaga lingkungan dengan rasa kekeluargaan,” ungkap Kuwu Juli dengan nada penuh harap.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak. Selain perlunya sistem keamanan terpadu di tingkat desa, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat kepolisian menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Cirebon, harapannya kasus ini dapat segera terungkap dan menjadi titik awal kebangkitan bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Desa Karangtengah. (Nur)

Pemkot Cirebon Ajak Masyarakat Wujudkan Kesehatan Dimulai dari Diri Sendiri


CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 sebagai pengingat pentingnya menjaga kesehatan mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. 

Kesadaran kolektif masyarakat menjadi fondasi utama dalam upaya membangun generasi yang sehat dan tangguh.

Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga medis, melainkan tanggung jawab setiap individu. 

“Kesehatan dimulai dari diri, dan dimulai daripada masyarakat itu sendiri. Kita sama-sama menggerakkan setiap warga, setiap insan, agar memahami bahwa kita perlu menjaga kesehatan,” ujarnya dalam upacara peringatan HKN ke-61 di halaman Apel Balai Kota, Rabu (12/11/2025).

Sumanto juga membacakan sambutan dan arahan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi G. Sadikin, yang menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara. Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

Tema peringatan HKN ke-61, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, menjadi pengingat bahwa kualitas kesehatan hari ini akan menentukan masa depan bangsa esok hari. Dalam empat tahun terakhir, Indonesia telah menjalankan transformasi kesehatan yang berfokus pada menjaga orang sehat tetap sehat, bukan sekadar mengobati orang sakit.

Dalam naskah sambutan, Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa transformasi kesehatan ini telah menunjukkan hasil signifikan. Lebih dari 52 juta orang mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang juga berdampak pada peningkatan cakupan skrining TB hingga lebih dari 20 juta orang. 

Tidak hanya itu, lebih dari 8.000 Puskesmas telah menerapkan integrasi layanan primer sebagai langkah awal pelayanan kesehatan terdekat bagi masyarakat. Mutu rumah sakit rujukan pun terus ditingkatkan di 514 kabupaten/kota, terutama untuk penyakit prioritas seperti kanker, jantung, dan stroke. 

Selain itu, ketersediaan obat, vaksin, dan alat kesehatan semakin terjamin karena sebagian besar vaksin program imunisasi rutin kini diproduksi di dalam negeri, menciptakan ketahanan kesehatan yang mandiri. 

"Program JKN kini menjangkau 98 persen penduduk, memperkuat perlindungan finansial masyarakat. Sementara itu, 61 persen Puskesmas telah dilengkapi sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar, dan 74 persen RSUD memiliki tujuh dokter spesialis dasar," tutur Sumanto membacakan sambutan.

Transformasi teknologi kesehatan juga telah menunjukkan kemajuan, dengan aplikasi SATUSEHAT diverifikasi dan ditargetkan digunakan oleh 6,1 juta orang. Menteri Kesehatan menekankan bahwa seluruh capaian ini tidak akan maksimal tanpa transformasi budaya kerja para pegawai dan tenaga kesehatan, yang harus terus berubah menjadi lebih kompeten, akuntabel, dan selaras dalam mendukung transformasi kesehatan.

Pemkot Cirebon berharap momentum HKN ke-61 ini menjadi pendorong bagi seluruh warga untuk bergerak bersama, menjaga kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat, sehingga tercipta generasi sehat sebagai fondasi masa depan bangsa. “Dengan generasi sehat, kita wujudkan masa depan hebat,” tutup Sumanto.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, menambahkan bahwa HKN ke-61 menjadi momentum untuk menegaskan kerja sama seluruh pihak dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. 

“Alhamdulillah, Hari Kesehatan Nasional kita maknai sebagai upaya bersama dalam membangun generasi yang sehat. Dengan dukungan jajaran Pemerintah Kota Cirebon, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan seperti FK UGJ dan STIKes, serta mitra-mitra seperti IDI dan IBI, dan  tentunya masyarakat, kita bersama berkomitmen menuju generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Siti Maria menjelaskan, Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar yang dikenal sebagai "beban rangkap tiga penyakit" (triple burden of disease). Diantaranya Penyakit Menular seperti Tuberkulosis (TBC), Demam Berdarah Dengue (DBD), HIV/AIDS, ISPA, dan lainnya. 

Kedua, Penyakit Tidak Menular (PTM)  seperti stroke, penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan kanker. Ketiga, kemunculan kembali (Re-emerging) dan Penyakit Baru (Emerging Diseases) seperti SARS, H1N1, atau Ebola.

Ia mengungkapkan bahwa berbagai program telah dijalankan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit, termasuk CKG, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, kampanye Kota Cirebon Bebas TBC 2030, dan peluncuran kelurahan siaga tuberkulosis. 

"Memang dengan adanya screening, cek kesehatan gratis juga, kita memeriksa dari setiap warga untuk melihat faktor-faktor resiko kesehatan dan mendeteksi dini, pra-penyakit," ungkapnya. (Nur)



Sinergi Antardaerah, Pemkot Cirebon Dorong Efisiensi Distribusi Melalui Program Gapura Pangan

 

CIREBON -  Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) resmi meluncurkan Sosialisasi Peraturan Wali Kota Cirebon tentang Fasilitasi Distribusi Pangan dan Program Gapura Pangan, sebuah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.  

Inisiatif Gapura Pangan ini juga lahir dari semangat perubahan dan kepedulian terhadap stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan di Kota Cirebon.

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada DKP3 dan seluruh tim yang telah merancang proyek perubahan ini dengan semangat kolaborasi dan inovasi.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu Kepala DKP3 beserta seluruh tim efektif, atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menghadirkan solusi konkret terhadap tantangan distribusi pangan di kota ini,” tambahnya.

Sumanto menegaskan, keterbatasan lahan pertanian di Kota Cirebon yang hanya sekitar 93 hektar lahan baku sawah membuat daerah ini bergantung pada pasokan pangan dari luar wilayah hingga 95 persen. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi distribusi yang tidak hanya efisien, tetapi juga terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui Peraturan Wali Kota yang baru ditetapkan, Pemkot Cirebon kini memiliki landasan hukum yang kuat untuk menjamin keberlanjutan, akuntabilitas, dan keterpaduan dalam pengelolaan distribusi pangan.

Selain itu, Pemkot juga mendorong sinergi kontraktual antar pelaku usaha pangan lintas daerah, melalui kerja sama antara kelompok tani di daerah produsen dengan distributor lokal dan BUMD, dalam bentuk Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas strategis seperti beras, bawang merah, cabai, daging ayam ras, dan telur.

“Kita telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kelompok tani dari daerah produsen dengan Warung Peduli Inflasi (Waduli) Kota Cirebon. Ini menjadi langkah nyata membangun sistem distribusi pangan berbasis Business to Business yang adaptif dan berkeadilan,” jelas Sumanto.

Ia berpesan agar sinergi antara DKP3, Bagian Perekonomian, Perumda Pasar, serta dukungan data dari BPS dan BI harus berjalan optimal. 

"Dengan kerja sama yang solid, kita bisa memastikan ketersediaan pasokan yang stabil dan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menjelaskan bahwa nama Gapura Pangan filosofinya menggambarkan gerbang kolaborasi antarwilayah untuk menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Elmi menjelaskan bahwa Gapura Pangan bukan hanya program, tetapi strategi terobosan untuk mengurangi ketergantungan Kota Cirebon terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Dalam pelaksanaannya, pemerintah berperan sebagai fasilitator dan pengarah kebijakan, sementara pelaku usaha dan koperasi menjadi motor penggerak dalam memperkuat rantai distribusi.

“Melalui Gapura Pangan, distribusi pangan dari produsen ke konsumen akan menjadi lebih dekat dan efisien. Kolaborasi ini akan menjembatani petani produsen dengan masyarakat perkotaan melalui jaringan Waduli dan Koperasi Merah Putih,” ungkapnya.

Ia berharap koperasi-koperasi kelurahan dapat berperan sebagai distributor utama berbagai komoditas pangan seperti beras, telur, daging, sayuran, dan cabai, sehingga harga lebih stabil dan terjangkau bagi warga.

“Mari kita jadikan Gapura Pangan sebagai gerbang menuju kemandirian pangan perkotaan,” pesannya. (dim)



Kick Off Hari Guru Nasional 2025 di UIN Siber Cirebon Sukses dan Meriah, Menang RI : “Merawat Semesta dengan Cinta”

CIREBON, FC – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Universitas Islam Negeri (UIN) Syeikh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional 2025 dengan tema “Merawat Semesta dengan Cinta”, yang berlangsung di Gedung Auditorium UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jalan Perjuangan Kota Cirebon, Selasa, 12 Nopember 2025.

Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi sivitas akademika UIN SSC, karena dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.

Kehadiran Menteri Agama menjadi bukti nyata dukungan Kementerian Agama terhadap komitmen UIN SSC dalam mencetak guru dan pendidik yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter spiritual dan berjiwa cinta lingkungan.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof DR H Aan Jaelani MAg dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan Kick Off ini merupakan bentuk refleksi dan motivasi bagi para pendidik untuk terus menebarkan cinta, kasih sayang, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses belajar-mengajar.

“Guru bukan hanya pengajar ilmu, tetapi juga penanam nilai kehidupan. Melalui semangat Merawat Semesta dengan Cinta, kita ingin membangun kesadaran bahwa pendidikan sejati adalah yang menumbuhkan empati, menjaga alam, dan memperkuat spiritualitas,” ujar Rektor.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., dalam orasinya menekankan pentingnya peran guru sebagai penjaga moral bangsa. Menurutnya, guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa yang luhur.

“Guru adalah pelita yang tak pernah padam. Mereka bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga menebarkan kasih. Cinta adalah energi utama dalam mendidik dan membangun semesta kehidupan,” tutur Menteri Agama di hadapan ribuan peserta yang memenuhi Auditorium UIN SSC.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Ribuan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan dari berbagai instansi pendidikan turut hadir.

Rangkaian kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional 2025 ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya, pameran karya guru dan mahasiswa, serta peluncuran program literasi digital untuk guru madrasah binaan UIN SSC.

Dengan semangat Merawat Semesta dengan Cinta, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ingin terus menjadi pelopor pendidikan berbasis nilai, spiritualitas, dan keberlanjutan lingkungan wujud nyata cinta guru untuk semesta.

Selasa, 11 November 2025

UIN Siber Cirebon Tandatangani MoU Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

JAKARTA - Menindaklanjuti Keputusan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2025 tentang Pedoman Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah, Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Dirjen Bina Penyelenggara Haji dan Umrah menggelar sosialisasi Kepmen Haji dan Umrah serta Penandatanganan MoU bersama PTKIN penyelenggara sertifikasi pembimbing ibadah haji dan umrah.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 11 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 4, Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta Pusat, ini dihadiri langsung oleh pimpinan dari berbagai PTKIN di Indonesia. Salah satu perguruan tinggi yang turut hadir dan berpartisipasi aktif adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. DR. Hajam, M.Ag., hadir secara langsung sebagai peserta sosialisasi sekaligus melakukan penandatanganan MoU antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. 

MoU tersebut menjadi bentuk kelanjutan dari kerja sama yang sebelumnya telah dijalin oleh rektor terdahulu dalam bidang peningkatan kualitas pembimbing ibadah haji dan umrah.

Urgensi Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

Dalam sambutannya, Plt. Direktur Jenderal Bina Penyelenggara Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menjelaskan bahwa pelaksanaan sertifikasi pembimbing haji dan umrah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jamaah.

“Kegiatan sosialisasi dan penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting dalam memastikan seluruh pembimbing ibadah haji dan umrah memiliki kompetensi, sertifikat, dan standar pelayanan yang sesuai dengan regulasi nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Puji Raharjo menegaskan bahwa kerja sama dengan PTKIN di seluruh Indonesia merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi dalam mendukung transformasi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang profesional, aman, dan berorientasi pada kualitas pelayanan jamaah.

Komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Sementara itu, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam pernyataannya menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki urgensi tinggi dalam meningkatkan profesionalitas dan kompetensi para pembimbing ibadah haji dan umrah di Indonesia.

“Sertifikasi pembimbing haji dan umrah merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa para pembimbing memiliki pemahaman syar’i, manajerial, dan teknis yang mumpuni. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap mendukung penuh implementasi kebijakan ini,” ujar Prof. Aan.

Lebih lanjut, Prof. Aan menyampaikan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai universitas Islam berbasis siber pertama di Indonesia memiliki komitmen kuat untuk berperan aktif dalam digitalisasi dan peningkatan mutu layanan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, termasuk melalui pengembangan platform sertifikasi berbasis digital bagi para pembimbing.

“Kami akan terus berinovasi melalui pendekatan digital dan kolaboratif untuk mendukung program strategis Kementerian Haji dan Umrah dalam mencetak pembimbing haji dan umrah yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Melalui penandatanganan MoU ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan transformasi pendidikan dan sertifikasi profesi keagamaan berbasis digital, sejalan dengan visi kampus sebagai Pusat Keunggulan Pendidikan Islam Siber (Cyber Islamic University) di Indonesia. (Nur)

Lomba Dongeng Cerita Rakyat Jadi Ajang Lestarikan Budaya Lokal

KABUPATEN CIREBON — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon menggelar Lomba Mendongeng Cerita Rakyat Cirebon Tingkat SD dan SMP Tahun 2025 di halaman Museum Pangeran Cakrabuwana, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam melestarikan tradisi tutur dan memperkuat karakter generasi muda melalui nilai-nilai budaya lokal.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon selaku Ketua Panitia, Sumarno, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan lomba mendongeng dan puisi ini merupakan agenda rutin tahunan yang dibiayai melalui program dana nonfisik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan membudayakan seni tradisi, khususnya cerita rakyat Cirebon, agar dikenal dan dicintai oleh generasi muda,” ujarnya.

Menurut Sumarno, antusiasme peserta cukup tinggi. Lomba tahun ini diikuti oleh pelajar SD dan SMP negeri maupun swasta dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon.

“Total ada 80 peserta untuk setiap kategori, yakni puisi SD, puisi SMP, mendongeng SD, dan mendongeng SMP. Jadi totalnya 320 peserta,” jelasnya.

Namun karena keterbatasan waktu, pihak panitia bersama dewan juri menyepakati sistem seleksi awal secara daring.

“Seleksi online berlangsung selama tiga hari, dari situ terpilih masing-masing 20 peserta terbaik di tiap kategori yang tampil langsung hari ini,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Plt Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, yang membuka acara ini secara langsung, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, lomba mendongeng bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana menanamkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah.

“Mendongeng adalah seni bercerita yang memuat nilai kearifan lokal, sejarah, dan tokoh-tokoh yang perlu dikenal oleh generasi penerus,” ujar Amin.

“Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah,” sambungnya.

Ia menyebutkan, peserta yang mengikuti lomba berasal dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon, mewakili berbagai wilayah timur, barat, dan utara.

Ia mengapresiasi dukungan para guru pendamping, dewan juri, dan tokoh budaya yang turut serta menyukseskan kegiatan tersebut.

“Budayawan seperti Mama Kumbang dan Mama Dalang Rucita menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk mengenal seni tutur khas Cirebon,” katanya.

Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat memperkuat pendidikan karakter sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada siswa sejak dini.

Dalam sambutannya, ia juga mengingatkan pentingnya regenerasi dalam dunia seni dan budaya.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki banyak tokoh budayawan dan sejarawan yang perlu terus dikenang serta dijadikan teladan.

Melalui lomba tahunan ini, Disbudpar berkomitmen untuk terus menjaga eksistensi budaya lokal agar tidak tergerus zaman.

“Kami ingin mendongeng menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah, sebagai sarana pewarisan nilai-nilai luhur Cirebon,” pungkasnya. (din)








Senin, 10 November 2025

Wali Kota Ajak Warga Maknai Hari Pahlawan sebagai Perjuangan Moral dan Semangat Kebangsaan

 

CIREBON, FC – Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengajak seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk memaknai Hari Pahlawan 10 November bukan sekadar peringatan atas pertempuran fisik, melainkan sebagai momentum menumbuhkan perjuangan moral dan semangat kebangsaan yang diwariskan para pahlawan. 

Hal tersebut disampaikan saat dirinya menjadi pembina upacara pada Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 Tingkat Kota Cirebon di halaman Apel Balai Kota, Senin (10/11/2025).

“Peristiwa 10 November bukan hanya tentang senjata dan perlawanan di medan tempur, tetapi tentang keberanian moral dan semangat pengabdian tanpa pamrih. Para pahlawan adalah orang-orang biasa yang melakukan hal luar biasa demi bangsa dan negara. Semangat itu perlu dihidupkan kembali dalam konteks kekinian, dengan cara bekerja jujur, tulus, dan penuh tanggung jawab di bidang masing-masing," ujar Wali Kota.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, pelajar, hingga para veteran pejuang kemerdekaan. 

Momen ini menjadi ajang refleksi bersama, bagaimana generasi penerus bangsa dapat menjaga api perjuangan agar terus menyala di tengah tantangan zaman modern.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota  juga membacakan Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang menekankan tiga nilai penting yang diwariskan para pahlawan, yakni kesabaran, pengabdian tanpa pamrih, dan pandangan jauh ke depan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi bagi bangsa Indonesia untuk tetap berdiri teguh di tengah dinamika global.

“Kesabaran para pahlawan menjadi sumber kekuatan. Mereka menempuh perjuangan panjang tanpa lelah, menunggu momentum, dan membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tahu, kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, melainkan dengan ketulusan hati,” ucapnya.

Selain kesabaran, lanjut Wali Kota, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi juga menjadi teladan penting. 

“Para pahlawan setelah kemerdekaan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, dan tidak mencari kehormatan pribadi. Mereka kembali ke rakyat, mengajar, membangun, dan mengabdi. Di situlah letak kemuliaan sejati,” katanya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya pandangan jauh ke depan dalam meneruskan perjuangan. Ia mengatakan, para pahlawan berjuang bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk generasi yang belum lahir, untuk kemakmuran bangsa di masa mendatang. 

“Darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Kini tugas kita menjaga agar perjuangan itu tidak sia-sia,” lanjut Wali Kota penuh semangat.

Ia menegaskan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, tetapi dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Masyarakat diajak untuk menyalakan semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat karakter kebangsaan di tengah derasnya arus digitalisasi dan modernisasi.

“Semangat pahlawan harus kita wujudkan dalam tindakan nyata, dalam pelayanan publik yang baik, dalam pendidikan yang berkualitas, dalam menjaga lingkungan, dan dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. 

Menurutnya, Pemkot Cirebon berkomitmen untuk terus membawa perubahan positif melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada rakyat dan berlandaskan nilai-nilai kejuangan. 

Wali Kota menyampaikan bahwa semangat perjuangan tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya membangun manusia Indonesia yang berdaya, berakhlak, dan berkeadilan. 

“Kita tidak boleh berhenti berjuang. Sekarang perjuangan kita adalah memastikan seluruh warga mendapat kesempatan yang sama untuk maju,” tegasnya.

Setelah upacara, acara dilanjutkan dengan penampilan Marching Band Listya Dwijaswara (MBLD) Santa Maria Cirebon, yang baru saja menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Nasional pada ajang Bandung Marching Band Championship (BMBC) 2025 di GOR Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Wali Kota memberikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut. 

“Apa yang diraih hari ini menjadi kebanggaan seluruh warga Kota Cirebon. Ini adalah aset daerah yang harus dijaga dan terus kita dukung. Semua harus maju dan berprestasi, bukan hanya di bidang seni, tapi juga di dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat,” ungkapnya. 

Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan melalui kerja nyata. “Mari kita jaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak, kita menjadi pahlawan di masa kini,  bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tutupnya. (Ara)

Sabtu, 08 November 2025

LPH UIN SSC Raih Prestasi Membanggakan di Ajang Inovasi Daerah 2025


 CIREBON, FC - Suasana penuh kebanggaan menyelimuti keluarga besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC). Salah satu dosen sekaligus Auditor Halal Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN SSC, Dr. apt. H. Rodiya, S.Farm., S.T., M.M., berhasil meraih Juara 1 Lomba Inovasi Daerah Tingkat Kabupaten Cirebon Tahun 2025 untuk Kategori Inovasi Teknologi. 

Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata bahwa sivitas akademika UIN SSC tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menjawab tantangan pembangunan daerah melalui karya inovatif dan berkelanjutan.

Kepala LPH UIN SSC menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. “Keberhasilan ini mencerminkan semangat kolaboratif dan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat, terutama di bidang teknologi dan kehalalan produk,” ujarnya.

Melalui inovasi yang dikembangkan, Dr. Rodiya menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan nilai keislaman dapat berpadu untuk menciptakan solusi nyata bagi masyarakat. 

Keberhasilan ini sekaligus menginspirasi sivitas akademika lainnya untuk terus berinovasi, berkreasi, dan menebar manfaat bagi umat dan bangsa. 

Dengan semangat “Mari Terus Berinovasi dan Menginspirasi!”, LPH UIN SSC berkomitmen untuk terus melahirkan karya dan ide-ide baru demi kemajuan daerah serta penguatan ekosistem inovasi halal di Indonesia. (Nisa)

Jumat, 07 November 2025

Pemkab Cirebon Dorong Penguatan Data Gender dan Anak

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong seluruh perangkat daerah memperkuat penyediaan data terpilah gender dan anak, agar kebijakan pembangunan daerah lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kabupaten Cirebon, Neneng Hasanah, dalam kegiatan Sosialisasi Data Terpilah Statistik Gender dan Anak 2025 di Ruang Paseban Setda Cirebon, Kamis (6/11/2025).

Neneng mengatakan, ketersediaan data yang akurat dan terpilah menurut jenis kelamin masih menjadi tantangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

Padahal, data tersebut penting untuk melihat kondisi aktual serta kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di berbagai sektor.

“Data dan informasi adalah komponen penting dalam pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi. Tanpa data terpilah, sulit mengukur kesejahteraan gender secara objektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap perangkat daerah perlu mengumpulkan dan menganalisis data gender serta anak secara konsisten agar hasil pembangunan benar-benar mencerminkan keadilan bagi semua kelompok masyarakat.

“Data gender dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja, tetapi juga harus menjadi bagian penting dalam pengolahan data lintas sektor,” kata Neneng.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani menyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya data terpilah untuk mendukung pembangunan responsif gender.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memperkuat pelaksanaan pengarusutamaan gender (PUG) sesuai regulasi nasional dan daerah, termasuk Perda Kabupaten Cirebon Nomor 4 Tahun 2023 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan.

“Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan informasi terkini tentang perempuan dan anak, termasuk Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG),” tuturnya.

Ia menambahkan, data yang menggambarkan kondisi dan permasalahan laki-laki serta perempuan akan membantu perangkat daerah dalam penyusunan kebijakan berbasis kesetaraan dan keadilan.

“Dengan data yang lengkap dan terpilah, kita bisa memastikan setiap kebijakan menjawab kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak,” pungkasnya. (Nur)







Kota Wakaf Resmi Diluncurkan, Pemkab Cirebon Dorong Transformasi Ekonomi Umat

 

KABUOATEN CIREBON — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi meluncurkan Kota Wakaf dan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf, di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon.

Program ini bertujuan memperkuat ekosistem zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat di tingkat daerah. Selain itu, peluncuran ini juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf untuk kesejahteraan masyarakat.

Bupati Cirebon Imron dalam sambutannya menyampaikan, bahwa semangat wakaf dapat menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi umat yang mandiri.

“Melalui wakaf, kita belajar bahwa kemandirian ekonomi umat bisa dibangun dari dalam. Mari kita jaga semangat dan komitmen ini agar Kota Wakaf benar-benar menjadi ikon kebaikan dan kemandirian umat,” ujarnya.

Imron berharap peluncuran program Kota Wakaf ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Cirebon dan BAZNAS yang telah aktif mendukung gerakan zakat dan wakaf produktif.

“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diterjemahkan dalam kerja sosial yang berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono menambahkan, bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan lembaga wakaf.

“Cirebon kami pilih karena memiliki potensi besar dalam gerakan zakat dan wakaf. Selain itu, masyarakatnya dikenal religius dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, menilai bahwa program Kota Wakaf memiliki peran penting dalam peningkatan produktivitas ekonomi umat.

“Program ini ditujukan untuk memperkuat sektor UMKM serta mengoptimalkan pemanfaatan tanah wakaf dalam kegiatan investasi ekonomi yang berkelanjutan,” terangnya.

Melalui peluncuran Kota Wakaf ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Kementerian Agama berkomitmen memperkuat gerakan ekonomi berbasis nilai keagamaan, sekaligus menjadikan Cirebon sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan zakat dan wakaf produktif di Indonesia. (Ara)

DPRD Kota Cirebon Berharap Pelaksanaan Program MBG Capai Zero Accident

CIREBON, FC – Memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar, Komisi III DPRD Kota Cirebon menggelar rapat kerja, Kamis (6/11/2025) di Griya Sawala Gedung DPRD.

Rapat tersebut menghadirkan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Cirebon, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Cirebon, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon.

Memimpin jalannya rapat, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik SH menyampaikan,rapat tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar dan aman bagi penerima manfaat. Ia berharap program tersebut dapat mencapai target nihil kecelakaan atau zero accident.

“Kami mendorong agar pelaksanaan Program MBG tidak hanya berjalan baik, tetapi juga mampu mencapai zero accident. Artinya, seluruh proses distribusi dan penyajian harus benar-benar memenuhi standar keamanan,” ujarnya.

Fitrah juga menyoroti jumlah porsi yang harus disiapkan petugas di lapangan. Menurutnya, jumlah porsi yang terlalu besar berpotensi memengaruhi kinerja dan kualitas hasil kerja para petugas SPPG.

“Maka dari itu, kami merekomendasikan agar jumlahnya dibatasi maksimal 2.000 porsi per SPPG, supaya beban kerja tidak terlalu berat dan kualitas tetap terjaga. Mudah-mudahan ini bisa direspons dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd, menegaskan bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan Program MBG. 

Ia juga menekankan pentingnya mitigasi risiko dalam pelaksanaan program, mengingat penerima manfaatnya terdiri dari anak-anak sekolah hingga ibu hamil.

“Tentu kita ingin program ini berjalan dengan sangat baik, kalau bisa zero accident. Artinya, SPPG harus bekerja sesuai standar BGN, dan tetap bersinergi dengan sejumlah stakeholder seperti Dinkes, Disdik, serta DLH,” ujar Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Wilayah BGN Kota Cirebon Ashar Saputra, memaparkan perkembangan pelaksanaan Program MBG di Kota Cirebon yang kini terus bertambah.

Jika pada Maret lalu baru terdapat dua SPPG yang beroperasi, maka hingga awal November jumlahnya telah mencapai 20 SPPG dari total kebutuhan 35 SPPG di lima kecamatan.

“Awal 2025 sempat dianggap lambat karena hanya ada dua SPPG hingga Juni. Namun, saat ini sudah ada 20 SPPG yang beroperasi dan 15 lainnya dalam proses,” jelasnya.

Ashar juga memerinci distribusi operasional SPPG di tiap kecamatan, di antaranya:

Kecamatan Kejaksan : 2 dari 6 dapur sudah beroperasi, melayani 6.694 siswa.

Kecamatan Kesambi: 7 dari 11 dapur sudah beroperasi, melayani 24.236 siswa dan 2.063 penerima manfaat di posyandu.

Kecamatan Harjamukti: 6 dari 11 dapur sudah beropreasi, melayani 20.646 siswa dan 714 penerima manfaat di posyandu.

Kecamatan Lemahwungkuk : 4 dari 5 dapur sudah beroperasi, melayani 11.233 siswa dan 253 penerima manfaat di posyandu.

Kecamatan Pekalipan: 1 dari 2 dapur sudah beroperasi, melayani 3.085 siswa dan 840 penerima manfaat di posyandu.

“Wilayah Pekalipan ini memang paling sedikit karena bukan wilayah pendidikan. Ke depan kami juga berencana membentuk dapur prototipe di Kalijaga yang akan dikelola langsung oleh BGN,” tambah Ashar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Siti Maria Listiawaty MM, turut mengingatkan pentingnya menjaga standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Ia menekankan bahwa proses penyajian makanan harus memperhatikan waktu penyimpanan dan kondisi pengiriman.

“Sesuai petunjuk teknis BGN, maksimal waktu dari makanan matang hingga dikonsumsi penerima hanya empat jam. Ini juga sesuai dengan bimbingan dari Kementerian Kesehatan. Karena itu, armada pengantar makanan perlu difasilitasi AC agar kualitas makanan tetap terjaga,” jelasnya.

Hadir dalam rapat, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sarifudin SH, Sekretaris Komisi III DPRD R Endah Arisyanasakanti SH, serta anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon. Yaitu, Umar Stanis Klau, Indra Kusumah Setiawan AMd, Leni Rosliani SIP, Prisilia, Hendi Nurhudaya SH, dan M Fahmi Mirza Ibrahim SE. (Nur)



Pemkab Cirebon Perkuat Ekosistem Kreatif Lewat Lomba Inovasi Daerah 20

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong tumbuhnya budaya inovasi di berbagai sektor pemerintahan dan masyarakat.

Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan pemberian penghargaan Lomba Inovasi Daerah 2025 yang digelar di Hotel Apita Cirebon, Rabu (5/11/2025).

Bupati Cirebon Imron dalam sambutannya menegaskan kegiatan ini merupakan bagian penting dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem inovasi di wilayahnya.

“Kegiatan Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Cirebon 2025 merupakan bagian penting dari pemerintah daerah dalam menunjukkan dan memperkuat ekosistem inovasi di daerah,” ujar Imron.

Imron mengapresiasi peserta dan pihak yang berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai latar belakang. Melalui ajang ini, Pemkab Cirebon berharap dapat melahirkan ide-ide segar dan kreatif untuk mendorong kemajuan daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon, Dangi mengatakan, inovasi menjadi kunci utama bagi perubahan besar di daerah.

“Maka kemudian, kalau Kabupaten Cirebon menginginkan perubahan besar, harus berinovasi. Pak Bupati sudah memberikan ruang seluas-luasnya kepada kita semua untuk bisa berkreasi inovasi,” kata Dangi.

Ia menambahkan, Bapperida tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi juga memberikan ruang apresiasi bagi para inovator di daerah.

Menurutnya, kegiatan Lomba Inovasi Daerah telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut, sejak 2023 hingga 2025.

Program ini menjadi simbol semangat kemajuan dan kreativitas masyarakat Kabupaten Cirebon dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

Ia berharap, melalui ajang ini akan muncul berbagai karya inovatif yang mencerminkan kekayaan dan keberagaman Cirebon.

“Harapan kami, nanti ada muncul kreasi soal inovasi. Sehingga Kabupaten Cirebon yang beraneka ragam bisa menghasilkan berbagai karya,” pungkasnya. (din)








Pemkab Cirebon Dorong Edukasi Kependudukan Lewat Sekolah dan Rumah Data

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat edukasi kependudukan melalui kegiatan apresiasi Rumah Data Kependudukan (RDK) dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat Kabupaten Cirebon 2025.

Kegiatan yang dirangkai dengan peluncuran petunjuk teknis (juknis) SSK ini digelar di ruang Nyi Mas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (5/11/2025).

Bupati Cirebon Imron dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun perilaku hidup bersih, sehat, dan inovatif di tengah masyarakat.

Menurutnya, hal itu menjadi dasar terciptanya ekosistem pemerintahan dan sosial yang berdaya saing.

“Perilaku hidup bersih, sehat, dan inovatif menciptakan ekosistem pemerintahan dan masyarakat untuk pula menciptakan keunggulan kompetitif. Agar masyarakat Kabupaten Cirebon berperilaku modern tapi tidak meninggalkan jati diri dan kearifan lokal, agamis, aman, serta menjunjung nilai-nilai spiritual,” ujar Imron.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berupaya menciptakan suasana yang asri, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Namun, upaya itu hanya akan berhasil apabila masyarakat, terutama generasi muda, memiliki pemahaman yang baik tentang isu-isu kependudukan yang tengah berkembang.

“Itu semua dapat terwujud apabila masyarakat dan generasi penerus bangsa ini, anak-anak remaja serta kemampuan masyarakat di desa memahami isu-isu kependudukan yang sedang berkembang,” lanjutnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter anak.

Menurutnya, tiga faktor utama yang memengaruhi tumbuh kembang anak adalah keluarga, pendidikan, dan pergaulan.

“Bagaimana ke depan anak-anak kita ini bisa bersaing. Maka, orang tua dan guru itu tidak bisa melepas anak-anak begitu saja,” kata Imron.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani menjelaskan, kegiatan ini menjadi upaya untuk mengedukasi masyarakat, terutama pelajar, tentang pentingnya memahami isu kependudukan dalam berbagai aspek kehidupan.

Kepala dinas yang kerap disapa Fitri ini menyebut, penerapan konsep edukasi kependudukan di sekolah terbukti efektif.

Bahkan, Kabupaten Cirebon berhasil meraih prestasi nasional berkat konsistensi pelaksanaan program tersebut.

“Alhamdulillah efektif. Bahkan di tahun ini 2025, kita mendapatkan juara nasional,” katanya.

Menurutnya, meski program ini masih terbilang baru, pelaksanaannya menunjukkan hasil yang signifikan. Metode tutor by tutor menjadi strategi efisien dalam memperluas dampak SSK di berbagai sekolah.

“Jadi, dari sekolah yang sudah melakukan bisa menularkan ke yang lainnya,” jelasnya.

Melalui sinergi lintas instansi dan dukungan pemerintah daerah, program RDK dan SSK diharapkan dapat memperkuat kesadaran kependudukan sejak usia sekolah.

Tujuannya, membentuk generasi Kabupaten Cirebon yang unggul, berdaya saing, namun tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. (din)






Kamis, 06 November 2025

Pemkab Cirebon Perkuat Langkah Nyata Wujudkan Ekonomi Kerakyatan Lewat Koperasi Merah Putih

 

CIREBON — Semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi kembali diteguhkan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Koperasi dan UKM. Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 dan SKB 4 Menteri 2 Lembaga, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon menggelar Rapat Koordinasi Tim Satgas Koperasi Digital dan Koperasi Merah Putih (KDKMP).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berdaya saing. Melalui koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai wadah pemberdayaan ekonomi berbasis kebersamaan dan inovasi digital.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon menyampaikan bahwa kehadiran Satgas KDKMP merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan program-program penguatan koperasi agar lebih modern, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Koperasi Merah Putih bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk menumbuhkan ekonomi rakyat yang tangguh dan inklusif. Kita ingin koperasi di Cirebon tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan berdaya saing secara nasional,” ujarnya.

Melalui rapat ini, diharapkan seluruh unsur terkait, mulai dari perangkat daerah, lembaga, hingga pelaku koperasi dapat berperan aktif dalam mempercepat transformasi koperasi menuju arah digital dan berkelanjutan.

Langkah nyata ini menjadi wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa, sekaligus memperkuat pondasi ekonomi masyarakat yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat kecil. (Nur)

ASWAKADA Bahas Penguatan Tata Kelola Daerah, Wakil Wali Kota Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Sinergi

JAKARTA –  Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri audiensi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (ASWAKADA) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (5/11/2025).

Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen OTDA) Kemendagri, Akmal Malik, serta dihadiri oleh Direktur FKDH dan DPRD, Direktur PHD, dan jajaran pengurus ASWAKADA yang terdiri atas Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, serta sejumlah anggota asosiasi.

Dalam pertemuan tersebut, ASWAKADA menyampaikan usulan agar Kemendagri dapat menyusun regulasi turunan dan pedoman teknis yang mengatur secara jelas pembagian tugas, mekanisme koordinasi, serta indikator kinerja wakil kepala daerah di seluruh Indonesia.

Audiensi ini juga menjadi ruang strategis bagi para wakil kepala daerah untuk menyampaikan aspirasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan kebijakan daerah tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Selain itu, forum ini dimanfaatkan sebagai ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik (best practices) antar daerah, khususnya dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan partisipatif.

“Sinergi ini bukan sekadar tentang penyusunan kebijakan, tetapi juga tentang bagaimana kita saling berbagi solusi dan membangun kolaborasi nyata antar daerah,” ujar Wakil Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon siap berperan aktif dalam memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, dengan tujuan menciptakan sistem pemerintahan yang transparan, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kolaborasi adalah kunci keberhasilan pembangunan. Dengan komunikasi yang baik antara pusat dan daerah, setiap langkah kecil, Insya Allah, akan membawa dampak besar bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, memberikan apresiasi atas inisiatif ASWAKADA dalam memperkuat peran strategis wakil kepala daerah.

"Kolaborasi lintas pemangku kepentingan merupakan faktor penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan daerah yang semakin kuat," ujarnya.

Melalui forum ini, Ditjen Otonomi Daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya pemerintahan daerah yang harmonis, efektif, dan akuntabel. 

"Kemendagri juga berkomitmen berperan aktif sebagai fasilitator dan regulator dalam memperkuat kelembagaan wakil kepala daerah agar dapat menjalankan tugas pemerintahan secara konstruktif, sesuai dengan semangat kolegialitas dan prinsip demokrasi daerah," tuturnya. (din)



Spirit Juara UKM ELFAHD UIN Siber Cirebon di FEBI CUP 5.0: Bukan Sekadar Angka, Ini Tentang Hati dan Perjuangan

SEMARANG— Ada yang berbeda di arena FEBI CUP 5.0 tahun ini. Turnamen futsal antar-Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) se-Jawa Bali yang digelar oleh UKM SPORT FEBI UIN Walisongo Semarang (3–6 November 2025) menjadi saksi perjuangan luar biasa dari UKM ELFAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon— tim muda yang datang jauh dari Cirebon, membawa semangat, solidaritas, dan mimpi besar.

Bukan hanya sekadar berlaga, tim yang seluruh pemainnya berasal dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini berhasil menorehkan tinta emas dengan meraih Juara III di ajang bergengsi tersebut. Sebuah capaian membanggakan bagi tim yang baru pertama kali menembus tiga besar kompetisi tingkat nasional ini.

Menyalakan Semangat dari Cirebon untuk Jawa–Bali

Sejak peluit pertama dibunyikan di fase grup, ELFAHD tampil memukau. Mereka melibas lawan-lawannya dengan gaya bermain penuh disiplin dan determinasi tinggi.

Dalam fase grup, ELFAHD sukses menundukkan tiga tim kuat sekaligus: FEBI UIN Satu Tulungagung, FEB Universitas Negeri Yogyakarta, dan FEB Universitas Brawijaya Malang.

Penampilan solid ini membuat publik turnamen menaruh perhatian pada “tim kuda hitam dari Cirebon”.

Kapten tim, Ahmad Dendi, mengungkapkan bahwa kemenangan ini bukan hanya soal skor, melainkan tentang kebersamaan dan dedikasi.

“Kami datang bukan sekadar bertanding, tapi untuk menikmati prosesnya dan membuktikan bahwa kekompakan bisa mengalahkan segalanya. Kemenangan di fase grup adalah bonus dari kerja keras kami,” ujarnya penuh semangat.

Drama Semifinal dan Kebangkitan Menuju Podium

Langkah impresif ELFAHD berlanjut hingga babak 8 besar, di mana mereka menyingkirkan FEB BPD Jateng dengan skor meyakinkan. Namun di semifinal, mereka harus berhadapan dengan tim tangguh FEB UDINUS Semarang.

Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir imbang di waktu normal. Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti — momen menegangkan yang akhirnya membuat ELFAHD harus puas melangkah ke perebutan tempat ketiga.

Namun, mental juara sejati tidak mengenal kata menyerah. Di laga perebutan juara tiga melawan FEB USWK Salatiga, ELFAHD bangkit dengan performa terbaiknya dan menutup pertandingan dengan skor 5–3. Kemenangan ini menjadi simbol dari semangat pantang menyerah dan karakter pejuang tim muda UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Top Skor Dua Tahun Berturut-turut

Salah satu bintang yang bersinar terang adalah Tubagus Alfurqon Sasikirana, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dengan torehan 7 gol, ia berhasil menyabet gelar Top Skor FEBI CUP 5.0 — gelar yang sama yang telah ia raih pada ajang serupa tahun 2024.

Konsistensi luar biasa ini menjadi bukti bahwa talenta dan dedikasi dapat melahirkan prestasi berkelanjutan.

“Rasanya luar biasa bisa membawa pulang dua gelar Top Skor berturut-turut. Tapi yang paling penting bukan pialanya, melainkan kebersamaan dan perjuangan kami di lapangan,” ujar Tubagus dengan senyum bangga.

Lebih dari Sekadar Turnamen

Bagi UKM ELFAHD, FEBI CUP 5.0 bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi ruang pembelajaran dan pembuktian karakter. Di balik setiap gol dan peluh di lapangan, ada kisah tentang kerja keras, disiplin, dan semangat kebersamaan yang menjadi nilai penting dalam kehidupan mahasiswa.

Manajer tim menyampaikan rasa syukur atas perjuangan anak-anak asuhnya.

“Ini bukan sekadar tentang angka atau posisi di podium. Ini tentang hati, perjuangan, dan bagaimana kami membawa nama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan penuh kebanggaan,” ungkapnya.

Dengan semangat juara yang tak pernah padam, UKM ELFAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pulang ke Cirebon membawa lebih dari sekadar medali. Mereka membawa cerita tentang dedikasi, kebersamaan, dan bukti bahwa semangat siber bisa menembus batas lapangan — menjadikan FEBI CUP 5.0 sebagai panggung lahirnya inspirasi baru bagi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (Nur)

Dede Al Mustaqim Gagas Model Wakaf Tunai Korporasi untuk SDGs Indonesia

CIREBON - Nama Dede Al Mustaqim, S.H., mahasiswa Magister Hukum Keluarga Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kembali mengharumkan dunia akademik Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang The 1st Global Conference on Waqf Development (GLOW) 2025, ia tampil sebagai presenter terpilih dan memaparkan gagasan inovatif tentang model wakaf tunai korporasi (corporate cash waqf) untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Konferensi internasional bergengsi bertema “Sustainable Waqf Amidst Global Uncertainty: Aligning With Equitable Future” tersebut diselenggarakan pada 8 Oktober 2025, mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi ekonomi syariah dari tujuh negara.

Dari 483 peserta yang mendaftar, hanya 251 full paper yang diterima, dan 100 karya terbaik (selected paper) yang mendapatkan kesempatan tampil di forum utama — termasuk karya ilmiah Dede Al Mustaqim.

Gagasan Inovatif: Wakaf Tunai Korporasi untuk Keadilan Sosial

Dalam presentasinya berjudul “Implementation of Corporate Cash Waqf for Achieving Sustainable Development Goals in Indonesia: A Maqāṣid Syariah Perspective”, Dede menawarkan model integratif pengelolaan wakaf uang korporasi yang berpijak pada prinsip Maqāṣid Syariah.

Menurut Dede, konsep wakaf tunai korporasi dapat menjadi jembatan antara nilai-nilai spiritual Islam dan pembangunan berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi besar dunia usaha untuk mendukung sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Melalui pendekatan Maqāṣid Syariah, wakaf uang korporasi dapat menjadi instrumen sosial-ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan finansial, tetapi juga pada perlindungan jiwa (hifz an-nafs), akal (hifz al-‘aql), harta (hifz al-māl), dan kemaslahatan umat secara luas,” jelas Dede.

Ia menegaskan bahwa corporate cash waqf mampu memperluas peran wakaf dalam sistem ekonomi nasional sekaligus memperkuat misi Islam sebagai agama yang membawa keadilan, kesejahteraan, dan keberlanjutan bagi seluruh masyarakat.

Apresiasi dari Forum Internasional

Gagasan yang dipresentasikan Dede mendapat sambutan positif dari para peserta dan panitia GLOW 2025. Para akademisi menilai bahwa pemikiran tersebut menghadirkan paradigma baru dalam pengelolaan wakaf modern, yang mengintegrasikan nilai maqāṣid, prinsip tata kelola korporasi, dan tujuan SDGs secara harmonis.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan global dalam menciptakan model ekonomi Islam yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan sosial.

Rektor: Bukti Internasionalisasi Keilmuan Islam Digital

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian mahasiswa tersebut.

“Kehadiran mahasiswa UIN Siber dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen nyata kita terhadap internasionalisasi keilmuan Islam digital. Prestasi ini membuktikan bahwa generasi muda akademisi Indonesia mampu membawa nilai-nilai Islam ke ranah global dengan pendekatan ilmiah, inovatif, dan kontekstual,” tutur Rektor.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Mantapkan Kiprah Global

Partisipasi Dede Al Mustaqim dalam GLOW 2025 memperkuat posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang berorientasi global dan riset. Kampus ini terus mendorong kolaborasi akademik lintas negara untuk mewujudkan keilmuan Islam yang kontributif terhadap pembangunan berkelanjutan dan kemaslahatan umat di era digital.

LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar FGD Penguatan Kapasitas Gugus Mutu dan Kendali Mutu

CIREBON  — Dalam upaya memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kapasitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kapasitas Tim Gugus Mutu dan Kendali Mutu tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (6–7 November 2025), bertempat di Hotel Grand Tryas Cirebon, dengan menggandeng kalangan akademisi eksternal, yakni Hidayatul Faridah, M.A., Ketua Pusat Penjaminan Mutu, dan Mar’atus Salamah, M.Pd., Ketua Prodi PIAUD Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuningan.

FGD sebagai Wahana Sinergi dan Penguatan Sistem Penjaminan Mutu

Ketua LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hj. Ria Yulia Gloria, M.Pd., dalam laporannya menegaskan pentingnya kegiatan FGD ini sebagai langkah strategis untuk membangun kesamaan visi di antara tim Gugus Mutu dan Kendali Mutu di seluruh fakultas dan unit kerja.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola penjaminan mutu internal, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat koordinasi antar-unit agar sistem mutu berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” jelas Prof. Ria.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas tim Gugus Mutu merupakan bagian dari upaya UIN Siber dalam memastikan standar akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat senantiasa sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan tuntutan transformasi digital.

Rektor Tekankan Pentingnya “Link and Match” dalam Transformasi Digital dan Pencapaian SDGs

Kegiatan FGD ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. Dalam sambutannya, Prof. Aan menegaskan bahwa penguatan dokumen link and match merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh program akademik maupun non-akademik di lingkungan universitas selaras dengan kebutuhan dunia kerja, dunia industri, serta tantangan transformasi digital yang berkelanjutan.

“Link and match bukan sekadar jargon, tetapi merupakan fondasi penting agar perguruan tinggi memiliki relevansi nyata dengan dunia kerja dan masyarakat. Melalui pendekatan tujuh pilar link and match, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat menjadi model kampus yang menerapkan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus responsif, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global,” tutur Prof. Aan dalam arahannya.

Tujuh Pilar Link and Match sebagai Arah Strategis Mutu UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Dalam arahannya, Prof. Aan memaparkan tujuh pilar link and match yang menjadi pedoman utama dalam pengembangan mutu akademik dan kemitraan strategis antara kampus, industri, dan masyarakat, yaitu:

1. Penyelarasan Kurikulum dengan Dunia Kerja, memastikan setiap prodi relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.

2. Magang dan Praktik Kerja Bersertifikat, memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa memahami dinamika profesional.

3. Kualifikasi Dosen dan Tenaga Pendidik, yang memiliki kompetensi dan pengalaman praktis sesuai bidangnya.

4. Keterlibatan Dunia Industri dalam Pembelajaran, melalui kuliah tamu, riset terapan, hingga proyek bersama.

5. Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa, sebagai pengakuan profesional atas keahlian lulusan.

6. Penelitian dan Inovasi Bersama, untuk menciptakan solusi kreatif atas persoalan nyata masyarakat dan industri.

7. Penyaluran dan Pemantauan Alumni, memastikan lulusan terserap dan terus dibina dalam karier profesionalnya.

“Ketujuh pilar ini harus menjadi budaya kolektif di seluruh unit dan fakultas. Setiap dokumen link and match harus menggambarkan sinergi antara visi akademik, inovasi digital, dan relevansi sosial-ekonomi, sesuai mandat UIN Siber sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri berbasis siber pertama di Indonesia,” tegas Prof. Aan.

Wujud Komitmen terhadap Mutu dan Daya Saing Global

Kegiatan FGD ini menjadi bukti komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan tata kelola penjaminan mutu yang unggul, kolaboratif, dan berbasis transformasi digital.

Melalui sinergi antara LPM, Gugus Mutu, dan Kendali Mutu di seluruh unit, universitas meneguhkan tekadnya untuk menjadi Cyber Islamic University yang berdaya saing global, berorientasi pada mutu, dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. (Nur)

Tawarkan Gagasan Visioner, Dua Dosen Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Torehkan Prestasi di Kancah Internasional

SURAKARTA— Dua dosen dari Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A. (Dekan Fakultas Syariah) dan Achmad Otong Busthomi, Lc., M.Ag., kembali menorehkan prestasi membanggakan di level internasional.

 Keduanya menjadi pemateri dalam ajang bergengsi The 5th International Collaboration Conference on Law, Sharia and Society (ICCoLaSS 2025) — sebuah forum ilmiah yang mempertemukan para pakar hukum, akademisi, dan peneliti dari berbagai negara. (27/10).

Konferensi tahun ini mengusung tema “Law, Society and Sustainability: Navigating Challenges in the Digital, Environmental, and Socio-Religious Landscape.”

Dalam forum tersebut, Dr. Edy Setyawan dan Achmad Otong Busthomi mempresentasikan makalah bertajuk “The Integration of Law, Technology, and Social Justice in the Perspective of Maqāṣid al-Syarī‘ah.”

Karya ilmiah ini menawarkan gagasan visioner tentang Maqāṣidic Impact Assessment (MIA) — sebuah model evaluasi kebijakan berbasis teknologi yang menilai sejauh mana sistem digital seperti Artificial Intelligence (AI), blockchain, dan peradilan elektronik (e-justice) selaras dengan prinsip-prinsip maqāṣid al-syarī‘ah.

“Maqāṣid bukan hanya konsep normatif, tetapi harus menjadi instrumen praktis dalam kebijakan publik digital. Kita perlu memastikan teknologi tidak hanya efisien, tapi juga adil, manusiawi, dan berorientasi pada kemaslahatan,” ujar Dr. Edy Setyawan dalam paparannya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin antara fuqahā’ (ahli hukum Islam), pakar teknologi, dan perancang kebijakan publik dalam membangun ekosistem hukum digital yang berkeadilan sosial. Paradigma maqāṣid, lanjutnya, harus menjadi jantung dari Islamic Digital Transformation Policy yang menyeimbangkan nilai transendental (ilahiyah) dan tujuan kemanusiaan (insaniyah).

Sementara itu, Achmad Otong Busthomi menyoroti urgensi ijtihad teknologi, yaitu upaya reinterpretasi hukum Islam terhadap dinamika hukum berbasis data dan algoritma.

Menurutnya, “Hukum Islam memiliki kelenturan metodologis untuk beradaptasi dengan realitas digital tanpa kehilangan substansi etik dan spiritualnya.”

Paparan keduanya mendapat apresiasi luas dari para akademisi internasional. Mereka menilai bahwa pendekatan maqāṣid terhadap teknologi modern membuka cakrawala baru bagi pengembangan hukum Islam yang futuristik, etis, dan berkeadilan sosial.

Dalam sesi penutupan konferensi, salah satu moderator internasional menegaskan pesan mendalam dari forum tersebut:

“The ultimate aim of law, technology, and justice is not efficiency or automation, but human dignity under divine wisdom.”

(Tujuan akhir dari hukum, teknologi, dan keadilan bukanlah efisiensi atau otomatisasi, melainkan martabat manusia di bawah hikmah ilahi.)

Partisipasi dua dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini mendapat apresiasi langsung dari Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang menilai kiprah keduanya sebagai representasi nyata dari semangat internasionalisasi keilmuan kampus berbasis digital.

“Kita patut berbangga, karena dosen-dosen UIN Siber telah menunjukkan bahwa nilai-nilai keilmuan Islam dapat berkontribusi secara global melalui pendekatan yang inovatif dan kontekstual. Konferensi ini menjadi bukti bahwa Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu tampil di panggung dunia dengan gagasan yang relevan bagi masa depan hukum dan kemanusiaan,” ungkap Rektor Prof. Aan Jaelani.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring akademik internasional dan pengembangan keilmuan Islam berbasis teknologi digital, sejalan dengan visi universitas sebagai Cyber Islamic University yang berdaya saing global.

Dengan partisipasi aktif ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meneguhkan perannya sebagai pusat kajian hukum Islam digital yang progresif, berjejaring global, dan berkomitmen menghadirkan keilmuan yang berorientasi pada keadilan sosial serta keberlanjutan peradaban.(Nur)