Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 18 November 2025

Komisioner KI Dilantik, Pemkot Cirebon Perkuat Tata Kelola Informasi Pertahankan Predikat Kota Informatif


CIREBON -  Pelantikan Komisioner Komisi Informasi Kota Cirebon periode 2025–2029 menjadi langkah penting dalam menjaga konsistensi keterbukaan informasi di daerah. Pemerintah Kota Cirebon juga kembali menegaskan komitmennya untuk mempertahankan predikat Kota Informatif yang telah diraih tahun sebelumnya.

Lima komisioner yang resmi dilantik diantaranya Agung Sedijono, Ibnu Abdillah, Luthfiyah Handayani, Ekky Bahtiar, dan Akhmad Junaeri. Keberhasilan para komisioner melalui proses seleksi yang panjang, transparan, dan terukur menjadi bukti keseriusan Pemkot Cirebon dalam menjaga kualitas lembaga pengawal keterbukaan informasi.

"Proses seleksi yang panjang telah dilalui dengan integritas. Dan hari ini, saya menaruh harapan besar agar Komisi Informasi semakin memperkuat pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Kota Cirebon,” ujar Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Selasa (18/11/2025).

Wali Kota menegaskan bahwa Komisi Informasi memegang peran sentral dalam menjamin hak fundamental masyarakat atas informasi. Ia menyampaikan bahwa amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 bukan hanya kewajiban hukum, melainkan fondasi bagi terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, bersih, dan akuntabel. 

“Kehadiran Komisi Informasi adalah pengawal tata kelola pemerintahan yang baik. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi kebutuhan nyata dalam menjaga kepercayaan publik,” ungkapnya.

Sejalan dengan meningkatnya transformasi digital, Wali Kota menekankan bahwa tantangan layanan publik saat ini semakin kompleks. Di tengah kebutuhan masyarakat yang makin tinggi terhadap informasi yang cepat dan akurat, Komisi Informasi diharapkan mampu adaptif dan responsif. Pemerintah Kota Cirebon, menurutnya, harus terus bergerak mengikuti dinamika tersebut agar tetap relevan dan dipercaya publik.

Wali Kota kemudian menyampaikan lima arahan penting yang harus menjadi perhatian para komisioner. Pertama, memperkuat kelembagaan Komisi Informasi sebagai pengawal utama keterbukaan informasi di daerah, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan tata kelola informasi publik. Kedua, memastikan penyelesaian sengketa informasi berlangsung profesional, berimbang, dan mampu memberikan rasa keadilan kepada seluruh pihak.

Ketiga, para komisioner diminta untuk meningkatkan edukasi publik secara berkelanjutan, baik kepada masyarakat maupun kepada PPID di seluruh perangkat daerah. Menurutnya, pemahaman yang kuat tentang hak atas informasi adalah kunci terciptanya budaya transparansi. Keempat, Komisi Informasi didorong untuk memanfaatkan teknologi informasi secara optimal agar layanan publik menjadi lebih mudah diakses, cepat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Kelima, menjaga integritas dan independensi dalam seluruh proses kerja Komisi Informasi. Ia menambahkan bahwa Pemkot Cirebon siap bersinergi penuh demi memperkuat agenda keterbukaan informasi sebagai manifestasi dari pemerintahan yang melayani.

“Integritas adalah fondasi. Tanpa itu, kepercayaan publik sebagai modal utama tidak dapat ditegakkan. Saya ingin komisioner menjadikan etika dan independensi sebagai prinsip yang tidak bisa ditawar,” tegas Wali Kota. 

Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarok, turut memberikan apresiasi pada momentum pelantikan tersebut. Ia menyebut Kota Cirebon memiliki jejak yang konkret dalam sejarah pembentukan lembaga keterbukaan informasi di Indonesia. 

“Di Jawa Barat, KI hanya terbentuk di Kota dan Kabupaten Cirebon. Bahkan, Kota Cirebon adalah kota pertama secara nasional yang membentuk Komisi Informasi. Ini adalah catatan historis yang sangat kuat,” ungkapnya.

Husni menegaskan bahwa dedikasi Kota Cirebon dalam menata sistem informasi publik telah terlihat dari tahun ke tahun. Jejak tersebut bukan hanya administratif, tetapi juga mencerminkan semangat membangun kota yang informatif dan inklusif. 

“Kota Cirebon memiliki jejak yang konkrit dan jelas, yang menunjukkan konsistensi dalam menata kota informatif. Semoga mampu mempertahankan predikat Kota Informatif,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Kota Cirebon berhasil meraih Kategori Kota Informatif pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2024. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa upaya pemenuhan hak publik atas informasi bukan hanya retorika, melainkan agenda kerja nyata yang terus diwujudkan dari tahun ke tahun. (din)



BPBD Kabupaten Cirebon Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Desa Slangit

Kecamatan Ciledug Kembangkan Sistem Arsip Pertanahan Digital

KABUPATEN CIREBON – Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Kecamatan Ciledug mulai mengoptimalkan tata kelola dokumen pertanahan berbasis digital dengan memanfaatkan Google Drive.

Inovasi ini menjadi bagian dari tindak lanjut implementasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kearsipan, yang bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Sekretaris Kecamatan Ciledug, Toni Supriatna menjelaskan, dokumen pertanahan merupakan arsip vital yang mencakup berbagai data penting seperti akta tanah, hak guna bangunan, dan surat pelepasan hak.

Selama ini, pengelolaan arsip di tingkat kecamatan masih dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan kendala dalam penyimpanan, pencarian, dan pengawasan dokumen.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap dokumen pertanahan tersimpan dengan baik, aman, dan mudah diakses kapan pun dibutuhkan,” ujar Toni.

“Pengelolaan berbasis digital menjadi solusi untuk menata ulang sistem arsip agar lebih efisien dan transparan,” tukasnya.

Melalui rencana aksi perubahan ini, Kecamatan Ciledug menargetkan pengelolaan 40 dokumen pertanahan secara digital pada tahap awal.

Selanjutnya, dalam jangka menengah ditargetkan 200 dokumen, dan pada jangka panjang seluruh dokumen pertanahan di Kecamatan Ciledug akan berbasis Google Drive.

Langkah ini, menurut Toni, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di Kabupaten Cirebon yang menuntut pemerintahan lebih terbuka, akuntabel, dan cepat dalam pelayanan.

Arsip digital memungkinkan aparatur kecamatan mengakses dan memperbarui data secara real time tanpa terkendala jarak maupun waktu.

“Selain mendukung efisiensi administrasi, sistem ini juga memperkuat akuntabilitas dan transparansi. Masyarakat dapat merasakan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan terpercaya,” jelasnya.

Penerapan sistem kearsipan digital ini juga diharapkan dapat mendukung hak masyarakat untuk memperoleh akses informasi publik serta mempermudah lembaga audit dan pengawas dalam melakukan pemeriksaan.

Dengan demikian, pengelolaan arsip pertanahan tidak hanya menjadi urusan administrasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.

“Kami ingin mewujudkan layanan yang tertib arsip, cepat, dan responsif. Harapannya, kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik meningkat ke kategori baik,” tambah Toni.

Inovasi digitalisasi arsip ini juga menjadi contoh penerapan prinsip good governance di tingkat kecamatan.

Dengan adanya tata kelola dokumen berbasis Google Drive, Kecamatan Ciledug berupaya menciptakan sistem pemerintahan yang efisien, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (MOH)

Pemkab Cirebon Fasilitasi Operasi Celah Bibir Bagi 14 Anak

 



CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memfasilitasi pelaksanaan bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit bagi 14 anak di RS Pasar Minggu Cirebon, Kecamatan Palimanan, Selasa (18/11/2025), dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengatakan, operasi tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Yayasan Smile Bandung, IDI Jawa Barat, IDI Kabupaten Cirebon, Fakultas Kedokteran, dan RS Pasar Minggu.

“Dari 15 anak yang sudah di-screening, ada 14 yang bisa dioperasi hari ini. Mudah-mudahan operasinya berjalan lancar dan anak-anak bisa kembali tersenyum,” kata Eni.

Ia menjelaskan, celah bibir dan langit-langit dapat mengganggu proses bicara, komunikasi, hingga kemampuan mengunyah makanan.

Karena itu, tindakan operasi diharapkan mampu memperbaiki fungsi dasar dan tumbuh kembang anak.

Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini merupakan komitmen untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Semoga setelah operasi, mereka tumbuh lebih sehat, lebih percaya diri, dan bisa menjalani masa depan tanpa hambatan,” ujarnya menambahkan.

Ketua IDI Kabupaten Cirebon, dr Catur, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Ia menyebut operasi ini sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang inklusif dan humanis.

“Ini wujud komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia menekankan operasi celah bibir tidak hanya memperbaiki struktur wajah, namun memberi kesempatan anak untuk tumbuh tanpa stigma dan memperoleh masa depan yang lebih baik.

Catur menyampaikan penghargaan kepada para dokter dan tenaga medis, yang telah bekerja memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan aman dan bermutu.

Sementara itu, Direktur RS Pasar Minggu Cirebon, dr Tiar M Pratamawati, menjelaskan proses skrining dilakukan sejak 17 September 2025.

Dari 20 calon pasien, sebanyak 13-15 pasien memenuhi kriteria operasi.

Ia mengatakan, kegiatan ini selaras dengan tema HKN, yang menekankan pentingnya menyiapkan generasi sehat untuk masa depan Indonesia.

Menurut Tiar, operasi celah bibir dan langit-langit tidak hanya menyentuh aspek medis, tetapi juga aspek sosial, karena anak-anak dengan kelainan bawaan sering menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi inspirasi untuk semakin banyak program sosial kesehatan di masa mendatang,” pungkasnya. (din)






Senin, 17 November 2025

Fraksi-Fraksi DPRD Sampaikan Pemandangan Umum atas Raperda APBD 2026

CIREBON – Fraksi-fraksi DPRD Kota Cirebon menyampaikan pemandangan umum atas Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 pada rapat paripurna, Senin (17/11/2025) di Griya Sawala.

Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE. Ia menegaskan, pelaksanaan paripurna sejalan dengan ketentuan UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah serta PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Andrie menjelaskan, sesuai ketentuan tersebut, kepala daerah wajib menyampaikan raperda APBD kepada DPRD lengkap dengan dokumen pendukung paling lambat 60 hari sebelum satu bulan tahun anggaran berakhir.

“Sesuai kedua peraturan itu, Walikota Cirebon harus menyampaikan Raperda APBD 2026 kepada DPRD untuk memperoleh persetujuan bersama dalam rapat paripurna,” ujarnya.

Andrie juga berharap agar substansi yang tercantum dalam APBD Tahun 2026 benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemajuan Kota Cirebon.

“Harapan kami, apa yang tercantum dalam raperda APBD 2026 dapat mensejahterakan masyarakat dan bermanfaat untuk kemajuan dan pembangunan di Kota Cirebon,” katanya.

Pemandangan umum disampaikan secara berurutan oleh M Fahmi Mirza Ibrahim SE (Fraksi Partai Golkar), Andi Riyanto Lie (Fraksi Partai NasDem), Ruri Tri Lesmana (Fraksi Partai Gerindra), Imam Yahya SFilI MSi (Fraksi PDIP), Leni Rosliani SIP (Fraksi PKS Nurani), Aldyan Fauzan Ramadlan Sumarna (Fraksi PAN), M Handarujati Kalamullah SSos MAP (Fraksi Demokrat Pembangunan), dan Syaifurrohman SE MM (Fraksi PKB).

Sekretaris Fraksi Partai Golkar, M Fahmi Mirza Ibrahim SE menyoroti perlunya penguatan belanja daerah pada sektor-sektor dasar yang langsung dirasakan masyarakat.

“Kami mendesak agar belanja diarahkan pada infrastruktur pelayanan dasar, seperti jalan, drainase hingga air minum. Dukungan untuk sektor pendidikan dan kesehatan juga sangat penting,” tegasnya.

Fraksi Golkar menyetujui agar raperda ini segera dibahas dalam Prolegda serta memberikan apresiasi terhadap upaya pimpinan daerah dalam membangun Kota Cirebon yang SETARA-berkelanjutan.

Di sisi lain, Ketua Fraksi PDIP, Imam Yahya SFilI MSi menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.

“Kami mendorong pemkot meningkatkan PAD melalui pemanfaatan aset daerah, penguatan BUMD, dan digitalisasi layanan publik. Upaya meningkatkan PAD tidak hanya lewat kenaikan pajak dan retribusi, tapi harus dibarengi peningkatan kualitas pelayanan dan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Imam juga menyoroti perlunya efisiensi belanja pegawai, barang dan jasa, serta penguatan mekanisme audit kinerja.

“Sistem reward and punishment perlu diperkuat agar kualitas pelayanan publik benar-benar menyentuh masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Fraksi PDIP mendorong adanya penguatan peran kelurahan sebagai ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Penguatan peran kelurahan dalam APBD itu penting, agar kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” tambahnya.

Sementara itu, mewakili Walikota Cirebon, Wakil Walikota Cirebon, Hj Siti Farida Rosmawati SPdI menyampaikan bahwa penyusunan APBD 2026 telah disesuaikan dengan kebutuhan dasar pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

Ia menyampaikan postur APBD 2026 yaitu untuk pendapatan diproyeksikan sebesar Rp1,49 triliun, dan untuk belanja diproyeksikan sebesar Rp1,48 triliun. Sehingga, terjadi surplus sebesar Rp9,26 miliar.

Farida juga menyampaikan bahwa seluruh masukan dari fraksi-fraksi akan dibahas lebih mendalam dalam tahap berikutnya.

“Banyak hal yang belum diulas secara rinci dan spesifik. Seluruh catatan fraksi akan menjadi materi utama dalam pembahasan selanjutnya antara Banggar dan TAPD, sehingga persetujuan bersama dapat tercapai tepat waktu demi kelancaran pelayanan publik,” ujarnya. (din)

Cepat Tanggap, Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Syarifudin Tinjau Rumah Lansia Yang Runtuh di Karang Jalak

 

CIREBON, FC – Sikap cepat tanggap ditunjukkan Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Syarifudin, saat meninjau langsung lokasi runtuhnya rumah milik seorang warga lanjut usia, Bp. Dali, di RT 06 RW 07, Karang Jalak Mekar, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Senin (17/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Rumah sederhana milik Dali usia 78 tahun  secara tiba-tiba ambruk untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya juga mengalami kerusakan serupa. Kondisi bangunan yang sudah tua dan rapuh membuat peristiwa ini nyaris tak terhindarkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Saat tiba di lokasi, Syarifudin langsung berinteraksi dengan warga, memastikan kondisi pemilik rumah, serta melihat secara langsung reruntuhan bangunan yang porak-poranda. Kehadirannya menjadi bentuk empati sekaligus upaya menegaskan bahwa setiap musibah yang menimpa masyarakat harus segera ditangani.

Namun hingga sore hari, warga menyampaikan bahwa belum ada bantuan atau respons dari BPBD, Dinas Sosial, maupun Baznas Kota Cirebon. Kondisi ini memunculkan rasa kecewa di tengah masyarakat, yang berharap pemerintah bergerak lebih cepat terutama dalam situasi darurat seperti ini.

“Ini kejadian kedua dan rumahnya benar-benar sudah tidak layak. Warga lansia seperti Bp. Dali seharusnya menjadi prioritas dalam penanganan cepat. Jangan sampai alasan belum ada anggaran terus berulang,” ujar seorang warga dengan nada kesal. “Pie to iki…? Hadehhh masih saja seperti biasanya,” tambahnya.

Melihat kondisi ini, Syarifudin menekankan pentingnya respons cepat dari perangkat pemerintah demi keselamatan dan kelayakan hidup warga, terutama yang rentan.

“Kami akan segera koordinasi dengan pihak terkait. Tidak boleh ada warga yang dibiarkan menunggu tanpa kepastian, apalagi ini sudah kejadian kedua,” tegasnya.

Warga berharap kejadian ini dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cirebon, agar penanganan bencana rumah warga yang ambruk tidak lagi terhambat oleh alasan teknis atau administrasi, dan bantuan dapat diberikan dengan lebih manusiawi, transparan, serta tepat waktu. (Nur)

Jumat, 14 November 2025

West Java Investment Summit 2025 Jadi Momentum Kota Cirebon Tingkatkan Daya Tarik Investasi

BANDUNG - Pemerintah Kota Cirebon turut berpartisipasi dalam The 7th West Java Investment Summit (WJIS) 2025 yang diselenggarakan di Bandung, Jumat (14/11/2025). 

Forum tahunan tersebut kembali menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah se-Jawa Barat untuk menunjukkan kesiapan dan peluang investasinya kepada calon investor dari dalam maupun luar negeri.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkenalkan 104 proyek investasi senilai total Rp186,29 triliun. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa rangkaian proyek itu terdiri dari 41 proyek yang siap ditawarkan serta 63 proyek yang masuk kategori potensi investasi baru. Ia menegaskan bahwa tingginya minat investor merupakan buah dari komunikasi yang terus dibangun secara intensif oleh Pemprov Jabar.

“Ya hari ini investasi di Jawa Barat relatif tinggi. Itu terjadi karena komunikasi yang baik dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, kepercayaan investor menjadi kunci utama meningkatnya realisasi investasi di Jawa Barat. Ia menyebut salah satu investor asing bahkan membawa 40 calon investor lainnya untuk hadir langsung dalam WJIS 2025. 

“Bagi saya itu hal yang baik, dan itu muncul karena adanya kepercayaan. Kepercayaan itu melahirkan keberanian mereka untuk berusaha,” ucapnya.

Ia menegaskan Pemprov Jabar akan terus memastikan proses investasi berjalan lancar, mulai dari regulasi hingga urusan teknis di lapangan. “Semuanya harus terkoneksi dengan baik. Investasi harus berjalan, alam harus dijaga, dan infrastruktur harus berfungsi,” tegasnya.

Pemerintah Kota Cirebon yang hadir melalui Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting bagi daerah untuk menampilkan potensi investasinya. 

Ia hadir bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon, Icip Suryadi dan jajaran yang memaparkan perkembangan peluang investasi dari Kota Cirebon.

"Kesempatan seperti ini sangat berharga karena memperlihatkan bahwa Kota Cirebon memiliki daya tarik yang kuat,” ujar Wakil Wali Kota. 

Ia juga menambahkan bahwa gubernur menyarankan agar setiap daerah menggali investasi berbasis lingkungan. “Artinya boleh investasi, tetapi jangan sampai mengorbankan kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Untuk diketahui,  Kota Cirebon pernah tercatat masuk dalam 10 besar daerah yang menampilkan portofolio investasi pada tahun 2024. Pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi daerah untuk terus memaksimalkan potensi ekonomi yang ada secara bertanggung jawab, inovatif, dan berkelanjutan.  Salah satu peluang strategis  yang dipaparkan adalah terkait pengembangan kawasan Stadion Bima. 

"Melalui forum ini, salah satu penyemangat bagi kami untuk memanfaatkan dan menggunakan potensi investasi semaksimal mungkin, tujuannya untuk menarik investor dalam negeri maupun luar negeri, dan tentu harapannya akan mendongkrak pendapatan asli daerah juga," harapnya. (din)



Wali Kota Dorong TP PKK Hadirkan Inovasi dan Manfaat Nyata untuk Warga

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo hadir sekaligus memberikan arahan pada acara pelantikan dan pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu dan Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan. 

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran TP PKK, camat, lurah, serta para pengurus posyandu dan PAUD berlangsung di Balai Kota Cirebon, Jumat (14/11/2025).

Dalam arahannya, Wali Kota  mengimbau kepada para pengurus TP PKK harus mampu memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari,  mengayomi, dan dekat dengan masyarakat. 

"Ibu-ibu, karena jabatan ini melengkapi jabatan suaminya. Suami bekerja dengan baik, maka istri juga harus bisa bekerja dengan baik dan bisa mengimbangi. Ayo gaspol bekerja,” ujar Wali Kota.

Ia juga menekankan pentingnya bekerja dengan ikhlas. Meski menghadapi berbagai tantangan, Wali Kota meyakini selalu ada solusi yang bisa ditemukan bersama-sama. 

“Kalau kita bisa bekerja dengan ikhlas, tidak ada yang terasa terbebani, meski sulit, insya Allah ada solusinya,” tambahnya.

Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi, Wali Kota berharap para pengurus TP PKK dapat menjadi teladan bagi masyarakat serta mampu menghadirkan inovasi yang membawa manfaat nyata bagi warga Kota Cirebon.

Pelantikan ini juga menjadi bukti komitmen Pemkot Cirebon dalam memberdayakan ibu-ibu sebagai garda terdepan pembangunan keluarga dan masyarakat, selaras dengan visi misi Kota Cirebon yakni Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman,dan Berkelanjutan Tahun 2029.

"Semoga para pengurus mampu menggerakkan kegiatan posyandu dan PAUD dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi," harapnya.

Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo menilai, momentum ini untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kota dan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan anak usia dini. 

"Posyandu dan PAUD menjadi ujung tombak pelayanan yang dekat dengan masyarakat, sehingga kontribusi pengurus PKK sangat vital," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Noviyanti mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Sakinah, dari Posyandu Sakura, Kelurahan Panjunan Kota Cirebon yang mendapat peringkat ke-2  Regional 1 sebagai kader berprestasi.  "Semoga ada banyak Ibu Sakinah lainnya yang berprestasi dan mengharumkan nama Kota Cirebon," harapnya.

Ia juga mengajak menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menjalankan program PKK dan kegiatan posyandu.  “Sampaikan ide, kreativitas, dan inovasinya. Ibu-ibu TP PKK luar biasa, bekerjasama, bangun potensi dan prestasi,” ucapnya.

Ia mengungkapkan harapannya agar para pengurus baru dapat melaksanakan tugas dengan sepenuh hati. “Semoga bisa melaksanakan tugasnya dengan setulus hati dan penuh amanah," pungkasnya. (Nur)



Kasus Stunting di Kabupaten Cirebon Turun 5 Persen, DPPKBP3A Dorong Komitmen Lintas Sektor

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen mempercepat penurunan angka stunting atau tengkes melalui kolaborasi lintas sektor.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Cirebon Tahun 2025 yang digelar di Ruang Suparman, Bapperida Kabupaten Cirebon, Kamis (13/11/2025).

Rapat koordinasi lintas sektor itu dihadiri berbagai perangkat daerah, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Komunikasi dan Informatika, perwakilan camat dan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (UPTD 5A) se-Kabupaten Cirebon.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon Indra Fitriani menyampaikan, selama dua tahun Pemkab Cirebon berhasil menurunkan stunting.

“Selama pelaksanaan program percepatan penurunan stunting dua tahun terakhir, begitu banyak kemajuan yang sudah tercatatkan,” ujar Fitri–sapaan akrab Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon.

“Prevalensi stunting menurut SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) turun dari 22,9% pada tahun 2023 menjadi 18% pada tahun 2024. Artinya, dalam dua tahun kita bisa menurunkan prevalensi stunting sebesar 5%,” tambahnya.

Ia menegaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif dari seluruh lintas sektor yang terlibat.

Meski demikian, Fitri mengingatkan, perjuangan untuk terus menurunkan angka stunting masih belum selesai.

“Kita masih memiliki pekerjaan rumah yang belum selesai, yaitu membebaskan anak Indonesia dari stunting,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan dengan komitmen tinggi dan konsistensi antar instansi

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor di semua tingkatan, mulai dari kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Fitri juga menitipkan tiga pesan penting untuk memperkuat implementasi program ke depan. Pertama, menjadikan evaluasi program sebelumnya sebagai masukan utama dalam perbaikan kebijakan.

Kedua, memperkuat koordinasi lintas sektor melalui pembagian peran yang jelas agar program berjalan efektif tanpa tumpang tindih.

Ketiga, meningkatkan diseminasi pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang stunting.

“Sebagian masyarakat masih memiliki pemahaman keliru terkait stunting. Karena itu, diseminasi informasi yang tepat sangat dibutuhkan agar masyarakat memahami bahwa stunting bukan sekadar masalah gizi, tetapi menyangkut masa depan generasi bangsa,” jelasnya.

Program percepatan penurunan stunting, lanjut Fitri, merupakan proyek nasional masif yang melibatkan 20 kementerian dan lembaga, seluruh pemerintah daerah, hingga lembaga nonpemerintah.

Oleh karena itu, keberhasilan program di Kabupaten Cirebon akan sangat menentukan kontribusi terhadap target nasional, yakni Indonesia Bebas Stunting 2045.

Fitri mengatakan, rapat koordinasi merupakan momentum penting untuk menyatukan langkah dan strategi dalam mewujudkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. (dun)








Wali Kota Tegaskan Dukungan pada Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan 2026

TANGERANG- Pemerintah  Kota Cirebon mendukung kebijakan nasional di bidang pendidikan, terutama dalam meningkatkan mutu dan digitalisasi pembelajaran. Hal itu disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Daerah bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada Kamis (13/11/2025).

Untuk diketahui, rakor mengusung tema “Sinergi Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini menjadi forum strategis bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Rakor diikuti oleh ratusan kepala daerah dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota, serta pejabat dinas pendidikan dari seluruh Indonesia. Agenda utama kegiatan ini adalah mempersiapkan pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2026.

Dalam kesempatan tersebut, para kepala daerah menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat agar peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan lebih cepat dan merata. 

Program revitalisasi sekolah yang dibahas tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga mencakup pengembangan kompetensi guru, transformasi digital dalam pembelajaran, serta pemerataan akses pendidikan yang inklusif dan modern.

“Kami akan menyesuaikan program pendidikan di Kota Cirebon dengan kebijakan pusat, termasuk peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana berbasis teknologi, serta perluasan akses pendidikan bagi seluruh anak,” ujar Wali Kota

Hasil rakor ini akan segera ditindaklanjuti oleh jajaran Pemerintah Kota Cirebon, khususnya Dinas Pendidikan, agar program-program strategis dapat diimplementasikan secara nyata. 

Wali Kota menambahkan, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan menjadikan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun 2026 sebagai tonggak kemajuan pendidikan di Indonesia, termasuk di Kota Cirebon. 

“Revitalisasi dan digitalisasi pendidikan adalah langkah penting untuk memastikan anak-anak belajar di lingkungan yang layak, aman, dan berorientasi masa depan,” tandasnya.

Menutup keterangannya, Wali Kota menekankan bahwa kehadiran kepala daerah dalam rakor menjadi faktor utama keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan nasional. 

“Melalui koordinasi langsung, pemerintah daerah dapat lebih cepat menindaklanjuti kebijakan nasional hingga ke tingkat satuan pendidikan masing-masing,” pungkasnya.

Dalam rakor tersebut, Mendikbudristek RI, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan dapat berjalan efektif. 

“Kami mengundang kepala daerah untuk memberikan masukan agar implementasi revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran tahun 2026 dapat terlaksana sebaik-baiknya. Dukungan dari pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan di lapangan,” ujar Mu’ti.

Program ini menargetkan revitalisasi sebanyak 16.179 satuan pendidikan, meningkat signifikan dari target sebelumnya yaitu 10.390 satuan pendidikan, yang tersebar di 9.000 desa di seluruh Indonesia. 

Selain itu, sebanyak 288.865 lembaga pendidikan akan menerima perangkat digital untuk pembelajaran, meliputi akses internet satelit, laptop, media penyimpanan eksternal, panel surya, dan papan interaktif digital. Fasilitas tersebut diharapkan mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi secara merata dan inklusif. (Nur)



Pendidikan Politik Jadi Momentum Perkuat Demokrasi di Sekolah

 


CIREBON — Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE menegaskan pentingnya peran lembaga legislatif memastikan setiap kebijakan dan peraturan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan materi kegiatan Pendidikan Politik dan Demokrasi di Lingkungan Pendidikan dan Masyarakat, kolaborasi antara Bakesbangpol dan Bawaslu Kota Cirebon, Kamis (13/11/2025), di ruang rapat Griya Sawala DPRD Kota Cirebon.

Menurut Andrie, tugas utama DPRD sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang telah diperbarui melalui UU Nomor 9/2015, memiliki tiga fungsi utama, yakni pembentukan peraturan daerah, penganggaran dan pengawasan.

“DPRD memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan arah pembangunan daerah selaras dengan aspirasi rakyat. Setiap perda yang kami bahas harus berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat, bukan semata formalitas,” ujar Andrie.

Ia menjelaskan, dalam fungsi legislasi, DPRD bersama kepala daerah memiliki kewenangan untuk membentuk dan menetapkan peraturan daerah (Perda). Peraturan tersebut menjadi dasar hukum bagi berbagai kebijakan publik, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan masyarakat, hingga pengelolaan lingkungan dan ekonomi daerah.

“Perda itu bukan sekadar dokumen hukum, tapi wujud konkret dari hasil dialog antara pemerintah dan masyarakat. Proses pembentukan perda juga tidak sebentar, karena partisipasi publik sangat penting,” terangnya.

Selain membentuk perda, kata Andrie, DPRD juga memiliki peran strategis dalam membahas dan menyetujui RAPBD yang diajukan pemerintah daerah.

“Fungsi anggaran ini sangat krusial. Kami memastikan alokasi dana publik dikelola secara efektif, transparan, dan sesuai dengan prioritas pembangunan yang telah disepakati bersama. Tidak boleh ada kebijakan anggaran yang tidak berpihak pada masyarakat,” tegas Andrie.

Tugas berikutnya, masih kata Andrie, adalah fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan perda dan APBD, untuk memastikan setiap program pemerintah daerah benar-benar dijalankan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“DPRD tidak boleh hanya berhenti di tahap perencanaan. Pengawasan adalah bentuk tanggung jawab moral dan politik kami untuk memastikan uang rakyat digunakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Andrie menambahkan, dalam pelaksanaan ketiga fungsi tersebut, DPRD Kota Cirebon berupaya menjaga sinergi yang baik dengan pemerintah daerah tanpa mengabaikan fungsi kontrol.

“Sinergi itu penting agar pembangunan berjalan efektif, tapi fungsi pengawasan tetap harus tegas dan objektif. Prinsipnya adalah kolaborasi untuk kemajuan Kota Cirebon,” tutunya.

Sementara itu, membuka kegiatan tersebut, Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati mengatakan, pendidikan politik ini sangat penting sebagai upaya memberikan pemahaman kepada pelajar tentang demokrasi, termasuk tahapan pemilu.

“Pendidikan politik dan demokrasi bagi pelajar bertujuan membentuk generasi muda yang sadar akan peran mereka dalam bernegara, mampu berpartisipasi aktif dalam demokrasi serta membentuk mereka menjadi pemilh cerdas,” tegasnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan ini, selain ketua DPRD Kota Cirebon, narasumber juga diisi jajaran komisioner Bawaslu Kota Cirebon dan Provinsi Jawa Barat. Sedangkan peserta diisi oleh pelajar SMA/SMK se Kota Cirebon. (din)



Komitmen Pemkab Cirebon Mengoptimalkan Realisasi APBD 2025

KABUPATEN CIREBON — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, memastikan Pemkab Cirebon berkomitmen mengoptimalisasi penyerapan anggaran tahun 2025.

Hendra menegaskan, berkenaan dengan adanya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja barang dan jasa yang dialihkan untuk infrastruktur.

Maka, Pemkab Cirebon mengoptimalkan anggaran untuk kebutuhan masyarakat terutama untuk insfrastruktur.

Sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Cirebon, tentunya hal itu diperuntukkan bagi percepatan pembangunan infrastruktur, terutama dalam hal peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan fasilitas publik lainnya.

“Kami pastikan seluruh anggaran itu sedang dalam proses penyerapan. Jadi, masyarakat diminta agar tidak perlu khawatir dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat,” ujarnya.

Terkait penyerapan yang dilakukan menjelang akhir tahun, karena adanya pergeseran anggaran yang dilakukan dari barang dan jasa ke sektor perbaikan infrastruktur untuk memenuhi keinginan masyarakat.

“Prosesnya memang terus berjalan sampai akhir tahun, karena sumbernya dari hasil pergeseran efisiensi anggaran yang dilakukan beberapa waktu yang lalu,” tutur Hendra.

Kami pastikan, lanjut Hendra, semuanya tetap sesuai prosedur dan diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat.

Sekadar diketahui, saat kegiatan retreat yang diikuti pemerintah daerah pada awal November 2025 di Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Pemkab Cirebon dinyatakan masuk dalam daerah yang berhasil mengoptimalkan penyerapan anggaran.

“Pemerintah daerah yang penyerapan anggarannya masih di bawah 50 persen pada saat reatret, wajib mengikuti pembinaan. Dan untuk pemerintah daerah yang berhasil menyerap anggaran hingga di atas 50 persen, tidak harus mengikuti pembinaan,” ungkap Hendra.

“Kalau untuk penyerapan Pemkab Cirebon sendiri sudah mencapai 68 persen di atas rata-rata, sehingga tidak harus mengikuti pembinaan. Hal ini menandakan bahwa Kabupaten Cirebon sudah mampu mengoptimalkan anggaran,” tegasnya.

Bukti Pemkab Cirebon mengoptimalisasi penyerapan anggaran, hingga 12 November 2025 dari pagu Anggaran Pendapatan Daerah sebesar Rp4.581.972.228.500, sudah terealisasi sebesar Rp3.695.898.529.925 atau 80,66 persen dari pagu anggaran.

Sedangkan untuk Pagu Anggaran Belanja Daerah sebesar Rp4.662.526.538.298 sudah terealisasi sebesar Rp3.311.118.156.008 atau 71,02 persen.

“Pemkab Cirebon berusaha mengoptimalkan untuk serapan anggaran tahun 2025 sampai akhir tahun mencapai 96 persen,” terangnya. (din)


Kamis, 13 November 2025

Kafilah MTQH Belitung Sukses Raih Prestasi Gemilang di Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2025

Ustad Farid Wajdi, M.Ag, Pelatih Syarhil dan KTIQ bergembira bersama para kafilah MTQH Belitung


BELITUNG, FC -  Dengan penuh rasa syukur dan haru, para kafilah Kabupaten Belitung menorehkan prestasi gemilang pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2025.

Bagi mereka, kemenangan ini bukan sekadar soal piala dan gelar juara, melainkan bentuk nyata dari pengabdian dan amanah untuk memuliakan kalam Ilahi.

“Kami bukanlah siapa-siapa, kami hanya hamba yang diberikan amanah untuk menghantarkan generasi Al-Qur’an meraih prestasi terbaik,” ungkap Ustad Farid Wajdi sebagai pelatih syarhil dan KTIQ dengan mata berbinar.

Menurutnya, perjuangan panjang dan latihan yang tidak kenal lelah kini berbuah manis. Para peserta dari berbagai cabang, mulai dari tilawah, tahfidz, hingga tafsir, berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dan mengharumkan nama Kabupaten Belitung di tingkat provinsi.

Sementara itu, di balik keberhasilan ini, tersimpan kisah kerja keras, kebersamaan, dan doa tanpa henti dari para guru, pelatih, serta pendamping yang dengan penuh keikhlasan membimbing anak-anak Qur’ani untuk tampil dengan hati yang tulus.

Sementara menurut Sekretaris LPTQ H Ahmad Tibroni, S.Ag, M.E, prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi Qur’ani Belitung mampu bersaing dan menjadi teladan bagi daerah lain. Mari kita terus rawat semangat ini sebagai bagian dari cinta kita pada Al-Qur’an.

Euforia kebanggaan terasa di seluruh kafilah Belitung setelah dinobatkan sebagai Juara Umum kedua. Mereka menyambut prestasi ini dengan doa dan rasa syukur.

"MTQH 2025 menjadi momentum kebangkitan semangat religius dan budaya Qur’ani di Belitung," ujarnya.

Dengan semangat “Belitung Jaya, Belitung Juara”, para kafilah tak hanya membawa pulang piala, tetapi juga membawa harapan baru bahwa cahaya Al-Qur’an akan terus bersinar di hati generasi muda negeri laskar pelangi ini. (Ara)


Pemkab Cirebon Luncurkan Sekretariat Bersama untuk Wujudkan Kabupaten Sehat

 

KABUPATEN CIREBON — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Cirebon meluncurkan Sekretariat Bersama TP-UKSM, TP-KKS, Satgas KTR, dan Satgas MBG.

Selain keempat tim tersebut, turut diperkenalkan Ruang Laktasi dan Ruang Bermain Anak sebagai fasilitas pendukung ramah keluarga.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Implementasi Aksi Perubahan “Optimalisasi Kinerja Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah dan Madrasah (TP-UKSM) Kabupaten dan Kecamatan melalui penguatan koordinasi lintas sektor, monitoring dan evaluasi di Kabupaten Cirebon”.

Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Oki Mahendra menjelaskan, bahwa pembentukan sekretariat ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor yang selama ini berjalan terpisah.

“Kegiatan seperti TP-UKSM, TP-KKS, Satgas KTR, dan Satgas MBG memiliki tujuan sama, yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

Dengan adanya sekretariat terpadu, kata Oki, koordinasi antar lembaga menjadi lebih efisien dan terarah.

“Sekretariat ini diharapkan menjadi pusat koordinasi terpadu yang mendorong terwujudnya Kabupaten Cirebon sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sekretariat Bersama berfungsi sebagai pusat koordinasi, administrasi, serta komunikasi antar tim kesehatan.

Keberadaannya diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, mempercepat pencapaian indikator kesehatan, serta menghindari tumpang tindih program.

Oki menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan. “Masukan, kritik, dan saran dari masyarakat serta akademisi sangat kami butuhkan agar program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan tidak bersifat seremonial,” ungkapnya.

Pembentukan Sekretariat Bersama TP-UKSM, TP-KKS, Satgas KTR, dan Satgas MBG merupakan langkah strategis Pemkab Cirebon untuk memperkuat sinergi lintas sektor menuju masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

“Launching ini bukan hanya simbol perubahan, tetapi merupakan awal dari kolaborasi nyata menuju Kabupaten Cirebon sehat, maju, dan bahagia bersama,” pungkasnya. (din)

Pendidikan Politik Bagi Pelajar, Tumbuhkan Generasi Kritis dan Berintegritas

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kembali menggelar kegiatan Pendidikan Politik dan Demokrasi bagi pelajar dan masyarakat di Kota Cirebon, Kamis (13/11/2025). Acara yang diikuti oleh ratusan perwakilan pelajar dari SMA, SMK, MA, dan sederajat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus partisipasi aktif warga, khususnya pemilih pemula, dalam kehidupan politik yang sehat dan demokratis.

Tidak hanya itu, kegiatan Pendidikan Politik dan Demokrasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Cirebon dalam membangun budaya demokrasi yang berkualitas, dengan generasi muda sebagai garda terdepan. Dengan pemahaman politik yang baik, diharapkan tercipta masyarakat yang kritis, bertanggung jawab, dan mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Sutikno yang hadir membuka kegiatan ini, menyampaikan apresiasi atas inisiatif  Badan Kesbangpol Kota Cirebon yang telah mengambil langkah strategis ini. Ia menekankan pentingnya pendidikan politik sejak dini, baik bagi pelajar maupun masyarakat umum. 

“Peserta dari lingkungan pendidikan ini adalah calon pemimpin dan agen perubahan masa depan. Memahami politik sejak dini bukan hanya menjadi pemilih yang cerdas dan rasional, tetapi juga menjadi pemimpin yang berintegritas,” ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menekankan peran masyarakat dalam pengawasan jalannya pemerintahan. Ia menilai, partisipasi aktif dalam politik tidak hanya saat Pemilu atau Pilkada. 

"Ini tentang mengawasi jalannya pemerintahan, memberikan masukan yang konstruktif, dan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berpihak pada kepentingan umum. Mari kita junjung tinggi etika dan persatuan, serta jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan alasan untuk perpecahan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Cirebon, Buntoro Tirto menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai edukasi politik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan bagi pemilih pemula. 

“Kami berharap pelajar bukan sekadar objek politik, tetapi menjadi subjek yang berperan aktif dalam menjaga kejujuran dan transparansi demokrasi. Tujuan kami antara lain untuk meningkatkan pemahaman pemilih pemula tentang nilai-nilai demokrasi, mendorong partisipasi aktif mereka dalam pengawasan Pemilu, menumbuhkan kesadaran kritis, dan membentuk pemuda yang peduli terhadap demokrasi, baik di sekolah maupun masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan memberikan wawasan komprehensif mengenai sistem demokrasi dan proses pemilu, sehingga pemilih pemula dapat mengambil keputusan secara rasional, bertanggung jawab, dan sesuai hati nurani. 

“Semoga pelajar yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi pelopor demokrasi yang santun, damai, dan beretika di lingkungan masing-masing,” tutupnya. (Nur)



Sukseskan dan Raih Prestasi, Cirebon Siap Gelar POPKOTA Billiard 2025

 

CIREBON, FC — Dalam semangat sportivitas dan pembinaan generasi muda berprestasi, Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga bersiap menggelar Pekan Olahraga Pelajar Kota (POPKOTA) Billiard 2025.di bawah KOP (Klub Olahraga Pelajar) Kegiatan ini akan berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Sport Billiard, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon.

Dengan mengusung tagline “Sukseskan dan Raih Prestasi Atlet Muda Kita, Cirebon!”, ajang ini menjadi wadah penting bagi para siswa/siswi calon atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan sportivitas di kalangan pelajar dan membawa nama harum sekolah

POPKOTA Billiard 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Kota Cirebon di tingkat provinsi hingga nasional.

Ketua KOP billiar  Rudi Gunawan, alias Kodok,  menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis dan administrasi telah mencapai tahap akhir. Sejumlah sekolah SMA & SMP di Kota Cirebon juga telah menyatakan kesiapan mereka untuk menurunkan para atlet terbaik dalam kejuaraan ini.

“Melalui POPKOTA Billiard, kami ingin menumbuhkan semangat berkompetisi yang sehat serta memberikan ruang bagi atlet muda untuk berkembang. Mari kita dukung dan sukseskan bersama,” ujar Rudi Gunawan.

Dengan dukungan masyarakat dan semangat para peserta, POPKOTA Billiard 2025 diharapkan dapat berjalan lancar, meriah, dan menjadi ajang lahirnya bintang-bintang muda Cirebon di dunia olahraga billiard. "Sukseskan dan Raih Prestasi Atlet Muda Kota, Cirebon," ujar Rudi. (din)

Pemkot Cirebon Dukung Penuh FKSM 2025, “Rentang Lawang” Hadirkan Ruang Baru untuk Seni dan Budaya

 PRESS RELEASE


CIREBON — Pemerintah Kota Cirebon menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Komunitas Seni Media (FKSM) 2025 yang akan berlangsung pada 17–23 November 2025 di Kompleks Gedung Pelabuhan PT Pelindo, Kota Cirebon. Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Cirebon dalam mendorong pertumbuhan ekosistem seni dan budaya yang inklusif, kreatif, serta berakar pada nilai-nilai lokal.

Untuk diketahui, FKSM merupakan program unggulan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang menghadirkan ruang pertemuan bagi para seniman, komunitas lintas medium, dan masyarakat umum. 

Melalui forum ini, peserta diajak berbagi ide, berkolaborasi, serta mengembangkan berbagai praktik seni dan budaya alternatif yang hidup di tengah masyarakat.

Sebagai wadah eksperimentasi lintas disiplin, FKSM tidak hanya menjadi ajang pameran karya, tetapi juga tumbuh sebagai gerakan sosial budaya. Setiap pelaksanaan FKSM selalu berupaya membaca ulang persoalan dan dinamika masyarakat melalui pendekatan artistik yang terbuka dan reflektif. Setelah digelar di berbagai kota seperti Bengkulu, NTB, dan Makassar, kini Cirebon menjadi pelabuhan berikutnya bagi perjalanan FKSM.

Tahun ini, FKSM mengusung tema “Rentang Lawang”, yang mengajak publik menelusuri ruang peralihan antara yang terbuka dan tertutup, antara masa lalu dan masa depan, antara bunyi, gambar, dan narasi yang berpadu dalam lanskap budaya Cirebon. Tema ini mencerminkan karakter kota pelabuhan yang menjadi titik temu beragam kebudayaan dan tradisi.

Selama tujuh hari penyelenggaraan, FKSM 2025 Cirebon akan menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran seni media, pertunjukan silang medium, Panggung Senja yang menampilkan musik dan seni tradisi, tari, diskusi publik, layar tancap, lokakarya, hingga aktivasi komunitas dan permainan tradisional. Semua kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan yang hangat antara seniman, warga, dan budaya lokal.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Cirebon sebagai tuan rumah tahun ini.

“Kami merasa bangga dan bersyukur karena FKSM 2025 hadir di Kota Cirebon. Ini menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali nilai-nilai seni dan budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Wali Kota menilai, melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, Pemkot Cirebon berharap, momen ini bukan hanya menjadikan Kota Cirebon sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai ruang pertemuan yang hidup bagi seniman dari berbagai daerah. 

"Mari datang dan menikmati festival ini. Ada banyak pertunjukan dan kegiatan menarik yang sayang untuk dilewatkan," ajaknya.

FKSM 2025 diharapkan menjadi titik temu antara tradisi dan inovasi, membuka “ruang lawang” baru bagi masyarakat untuk merasakan seni dalam keseharian.

"Cirebon dengan sejarah panjang akulturasi budayanya, akan menjadi panggung bagi lahirnya gagasan-gagasan segar dan kolaboratif, sebuah langkah baru untuk memperkuat identitas budaya kota pelabuhan ini di kancah nasional," pungkas Wali Kota. (Ara)


Paragon dan Kolaborator Kebaikan.Id Gelar Safari Literasi 2025, Dorong Semangat Membaca Anak Pesisir Cirebon

Omar Qad Panity, CEO KK.ID


CIREBON, FC – Di tengah gempuran era digital, semangat untuk menumbuhkan budaya membaca terus digelorakan. Kali ini, Paragon Corp perusahaan kosmetik ternama yang dikenal peduli terhadap isu sosial bersinergi dengan komunitas Kolaborator Kebaikan.Id (KK.ID) menggelar kegiatan Safari Literasi 2025 bertema “Meningkatkan Kualitas Literasi Anak Pesisir.”

Kegiatan yang digelar pada 24 Oktober 2025 ini berlangsung di beberapa lokasi, mulai dari Taman Cirebon Power, Masjid At-Taqwa, hingga Perpustakaan 400 Kota Cirebon. Dengan konsep belajar yang santai namun bermakna.

Kegiatan ini mengajak anak-anak bermain, mendengarkan dongeng, dan berkunjung langsung ke perpustakaan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku.

Sejak pagi, suasana Taman Cirebon Power sudah ramai oleh tawa dan semangat anak-anak peserta. Mereka berasal dari Library Cirebon Power dan Madrasah Bahrul Ilmi Cangkol, dua kelompok binaan KK.ID yang sebagian besar berasal dari wilayah pesisir.

Menurut Kak Umu, selaku PIC Paragon DC Cirebon, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan terhadap dunia pendidikan.

“Pendidikan itu kunci. Senang sekali bisa bertemu dengan adik-adik yang ceria dan semangat. Semoga kegiatan ini membuat mereka semakin rajin belajar, gemar membaca, dan tumbuh menjadi generasi yang maju di masa depan,” ujarnya penuh harap.

Sementara itu, Omar Qad Panity, CEO KK.ID, menuturkan bahwa kegiatan Safari Literasi ini sudah memasuki tahun kedua dan terus berkembang.

“Tahun ini pesertanya mencapai 50 anak, dengan konsep yang lebih menarik dan penuh kolaborasi. Kehadiran Paragon membuat acara ini semakin menyala,” ujarnya, Kamis, 13 Nopember 2025 kepada media.

Menariknya, Safari Literasi ini merupakan bagian dari program Paragonation, yang berhasil lolos seleksi tingkat nasional.

Kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Usai kegiatan di taman dan istirahat di Masjid At-Taqwa, anak-anak melanjutkan perjalanan ke Perpustakaan 400 Kota Cirebon untuk mengikuti library tour, kelas dongeng, edu fun games, serta sesi penyerahan hibah dan hadiah.

Tawa ceria anak-anak mewarnai setiap kegiatan. Magda (kelas 5) dari Kanci mengatakan, “Acaranya seru banget, aku seneng!” Disambung oleh Nenok (kelas 4) yang menambahkan, “Acaranya seru banget! Asik!”

Begitu pula Faisal dan Bilal dari Cangkol yang kompak mengaku senang bisa belajar sambil bermain bersama kakak-kakak dari KK.ID dan Paragon.

Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan hibah kepada Perpustakaan 400, yang diterima langsung oleh Gunawan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon.

“Acara seperti ini patut dicontoh. Terima kasih kepada Paragon dan KK.ID atas kontribusinya. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas adalah kunci untuk terus memajukan literasi di Cirebon,” ungkapnya.

Adapun hibah yang diberikan berupa 190 eksemplar buku anak-anak senilai Rp5 juta, 4 unit kipas angin, 4 bean bag, 1 set pojok bermain ramah anak, serta 50 tote bag dan 50 lanyard loker. Seluruhnya bertujuan memperkuat fasilitas belajar dan menciptakan suasana perpustakaan yang lebih nyaman bagi anak-anak.

Menutup kegiatan, Omar Qad Panity menyampaikan pesan penuh makna, “Hibah ini bukan sekadar seremonial. Ini bentuk nyata dari keresahan yang berubah menjadi aksi. Meski kegiatan hanya sehari, dampaknya bisa panjang menjadikan perpustakaan ruang belajar yang inklusif dan kondusif bagi semua,” terangnya.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap pendidikan, Paragon dan Kolaborator Kebaikan.Id membuktikan bahwa literasi bukan sekadar tentang membaca buku, tetapi tentang menyalakan harapan dan membangun masa depan anak-anak Indonesia dari pesisir hingga pelosok negeri. (din)

Rabu, 12 November 2025

Peringati HKN ke-61, Pemkab Cirebon Tegaskan Komitmen Transformasi Kesehatan

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 dengan menggelar upacara di halaman Kantor Bupati Cirebon, Rabu (12/11/2025).

Peringatan yang mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” ini menjadi momentum bagi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah untuk memperkuat komitmen terhadap transformasi sektor kesehatan.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman dalam sambutannya menyampaikan, transformasi kesehatan harus terus digerakkan agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau.

Menurutnya, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, pemerintah pusat telah mencatat berbagai capaian penting di bidang kesehatan nasional.

Misalnya pembangunan dan peningkatan rumah sakit terus dilakukan di berbagai daerah untuk memastikan layanan kesehatan yang merata.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi semua insan kesehatan di Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Jigus ini.

Ia menjelaskan transformasi kesehatan nasional berfokus pada tujuh pilar utama, salah satunya layanan primer.

Sebanyak 8.349 puskesmas kini telah menerapkan layanan terintegrasi, dan untuk pertama kalinya prevalensi stunting balita turun di bawah 20 persen, yaitu 19,8 persen.

Jigus menambahkan, sistem rujukan juga terus diperkuat dengan peningkatan mutu rumah sakit di seluruh kabupaten dan kota.

“Saat ini, 29 provinsi sudah mampu melakukan bedah jantung terbuka, dan delapan provinsi telah dapat menangani kasus stroke kompleks,” ujarnya.

Pemerintah juga memperkuat ketahanan sistem kesehatan dengan mendorong kemandirian produksi alat kesehatan, obat, dan vaksin di dalam negeri.

Transformasi juga menyentuh sektor sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Sebanyak 61 persen puskesmas sudah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar, sementara 74 persen rumah sakit daerah telah dilengkapi tujuh dokter spesialis dasar.

Jigus menegaskan, keberhasilan transformasi kesehatan tidak akan tercapai tanpa perubahan budaya kerja aparatur dan tenaga kesehatan.

“Kita perlu membangun birokrasi yang kompeten, akuntabel, dan selaras dalam mendukung transformasi kesehatan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, kader, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat yang telah berkontribusi menjaga kesehatan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Cirebon Imron menegaskan, bahwa semangat HKN tahun ini diwujudkan dalam langkah nyata daerah melalui peluncuran Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR).

“Melalui perda ini, kami ingin menciptakan lingkungan sehat, terutama untuk melindungi anak-anak dan ibu hamil dari paparan asap rokok,” katanya.

Imron menambahkan, penerapan perda tersebut bukan untuk melarang masyarakat merokok, tetapi mengatur agar aktivitas merokok dilakukan di tempat yang telah disediakan.

“Kita ingin masyarakat perokok dan nonperokok sama-sama nyaman. Perokok tetap punya ruang, tapi tidak mengganggu orang lain,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menjelaskan, Perda KTR yang baru disahkan DPRD kini resmi diberlakukan.

“Perda ini mencakup kawasan publik seperti tempat belajar, perkantoran, masjid, taman bermain anak, serta angkutan umum,” katanya.

Ia menyebut, pelaksanaan perda akan diiringi dengan edukasi dan penegakan secara persuasif.

“Belum ada sanksi denda. Tahap awal masih berupa teguran dan pembinaan kepada masyarakat agar memahami tujuan perda ini,” jelasnya.

Eni menegaskan, urgensi penerapan KTR adalah melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok serta menciptakan ruang publik yang lebih sehat.

“Kami ingin memastikan perilaku hidup bersih dan sehat bisa menjadi budaya di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (din)







Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon Siap Dibangun, Fokus Putus Rantai Kemiskinan

 

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat di Blok Silayur, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, sebagai upaya menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin, dan miskin ekstrem.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menyampaikan, program Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

“Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memutus rantai kemiskinan,” ujar pria yang akrab disapa Jigus ini.

“Tujuan utama memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, mengurangi angka putus sekolah dan memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah,” tuturnya saat rapat koordinasi pembangunan Sekolah Rakyat di Ruang Rarasantang Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (12/11/2025).

Jigus menyebutkan, ada dua model Sekolah Rakyat, yakni rintisan dan murni. Di Kabupaten Cirebon, lanjut Jigus, menggunakan model murni. Sehingga, Pemkab Cirebon menyediakan lahan kosong untuk kemudian dibangun Sekolah Rakyat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi menegaskan, pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan.

“Tujuan kami menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memutus rantai kemiskinan, serta meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Hafidz.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat akan menggunakan kurikulum nasional dengan tambahan muatan khusus untuk pembentukan dan penguatan karakter peserta didik.

“Kami ingin membentuk karakter dan mental tangguh anak-anak agar mampu mandiri dan berdaya saing,” katanya.

Menurut data Dinsos Kabupaten Cirebon, lahan seluas 5,7 hektare telah disiapkan oleh pemerintah daerah untuk lokasi sekolah, dengan status tanah milik Pemkab Cirebon dan tidak dalam sengketa.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada 23 Mei 2025, luas efektif lahan yang bisa digunakan mencapai 5 hektare, sementara sebagian lahan perlu pengalihan jalan di tengah area.

Penganggaran pemindahan jalan pun sudah masuk dalam program prioritas tahun 2025 pada PUTR, dan akan mulai dikerjakan awal 2026.

Sementara itu, dari hasil audiensi dengan PPK Pembangunan Sekolah Rakyat (Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Jawa Barat) pada 4 November 2025, disebutkan bahwa kontrak pembangunan dimulai 12 November 2025, dan pekerjaan fisik akan dimulai akhir November 2025.

Meski progres terus berjalan, beberapa hal masih perlu diselesaikan. Antara lain pematangan lahan (land clearing), dokumen lingkungan (UKL-UPL), dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang masih diproses.

Hafidz mengakui, Dinsos membutuhkan dukungan teknis dari Dinas PUTR untuk melengkapi berkas dalam aplikasi SIMBG. Selain itu, ada persoalan lainnya yang tengah diupayakan agar bisa diselesaikan.

“Kami juga memperhatikan kesiapan peserta didik, tenaga pengajar, dan kondusivitas wilayah selama pembangunan berlangsung,” tambahnya.

Sekadar diketahui, hingga Oktober 2025 tercatat 165 Sekolah Rakyat telah berdiri di seluruh Indonesia dengan hampir sebanyak 16.000 siswa.

Sekolah Rakyat tidak hanya menekankan pendidikan akademik, tetapi juga menanamkan nilai welas asih, kepemimpinan, kejujuran, disiplin, dan gotong royong. (din)






Menag Nasaruddin Umar Kunjungi UIN Siber Cirebon, Resmikan Kick Off Hari Guru Nasional 2025

CIREBON, FC - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengunjungi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu, 12 November 2025.

Dalam kunjungan itu, Nasaruddin meninjau sejumlah fasilitas kampus berbasis digital pertama di bawah Kementerian Agama, termasuk Gedung Siber delapan lantai yang menjadi pusat kegiatan akademik dan teknologi pendidikan.

Selain meninjau fasilitas, Menteri Agama juga membuka secara resmi kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang digelar di kampus tersebut.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengungkapkan kebanggaannya atas kunjungan Menteri Agama sekaligus penunjukan kampusnya sebagai tuan rumah pembukaan HGN 2025.

“Kami merasa bangga atas kunjungan Pak Menteri Agama. UIN Siber Cirebon juga dipercaya menjadi tempat Kick Off Hari Guru Nasional 2025,” ujar Prof. Aan.

Menurut Prof. Aan, kehadiran Menag menjadi momentum penting untuk memperkuat arah transformasi pendidikan tinggi Islam di era digital.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus berjalan adil, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ini tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk memastikan tata kelola PTKIN berjalan dengan baik,” katanya.

Aan juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kapasitas akademik antar-PTKIN di seluruh Indonesia.

“Pengembangan SDM dan inovasi akademik harus terus dilakukan. Penataan tata kelola yang dilakukan pun harus transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujarnya.

Sebagai kampus berbasis digital pertama di Indonesia di bawah Kementerian Agama, UIN Siber Cirebon berkomitmen terus bertransformasi menjadi pusat inovasi pendidikan Islam modern.

“Kami ingin menjadikan UIN Siber Cirebon bukan hanya kampus pembelajaran digital, tetapi juga rumah bagi guru-guru Indonesia untuk terus belajar, berbagi inspirasi, dan menebar nilai-nilai kemanusiaan,” kata Aan.

Aan menilai penyelenggaraan Kick Off HGN 2025 di kampusnya menjadi bukti peran aktif UIN Siber Cirebon dalam mendukung kebijakan transformasi pendidikan nasional yang berbasis teknologi dan nilai spiritual.

Hadir dalam kunjungan dan Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di UIN Siber Cirebon, Menteri Agama, Penasihat DWP Kementerian Agama, Dirjen Pendidikan Islam, anggota Komisi VIII DPR RI, pejabat Kementerian Agama, Wali Kota Cirebon, serta ratusan guru dari berbagai daerah di Indonesia. (din)

Menag RI Buka KICK OFF Hari Guru Nasional 2025 di UIN Siber Cirebon: Guru Adalah Teladan dan Penyalur Cahaya Bagi Jiwa Manusia

CIREBON, FC - Menteri Agama Nasaruddin Umar, membuka secara resmi kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Guru Nasional yang akan digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menyampaikan pandangan filosofis tentang makna dan keteladanan seorang guru. Menurutnya, guru bukan sekadar pengajar ilmu, tetapi juga penyalur cahaya bagi jiwa manusia.

“Guru bukan hanya mengisi pikiran, tetapi menumbuhkan kesadaran dan meluruskan jalan berpikir. Dalam pandangan Islam, guru adalah warasatul anbiya (pewaris para nabi) yang meneruskan cahaya ilmu dan nilai kehidupan,” ungkap Menag.

Menag juga menekankan pentingnya mengintegrasikan antara ilmu dan iman dalam dunia pendidikan. Ia menilai bahwa pendidikan yang hanya menekankan aspek kognitif tanpa spiritualitas akan kehilangan arah moral.

“Madrasah harus menjadi pusat pencerahan baru. Tempat lahirnya generasi berilmu, beriman, dan berakhlak. Sekolah dan madrasah sejatinya memiliki tujuan yang sama, tetapi madrasah menambahkan dimensi hikmah dan spiritual,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag turut mengenang sosok ayahnya yang merupakan seorang guru di sekolah rakyat. Dengan penuh haru, ia menuturkan bagaimana sang ayah tetap mengajar meskipun dalam keterbatasan.

“Guru sejati bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi mentransformasi kesadaran dan keikhlasan. Itulah keteladanan yang harus kita hidupkan,” ujarnya.

Hari Guru untuk Semua

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno melaporkan bahwa peringatan Hari Guru Nasional tahun ini merupakan Teachers Day for All atau Hari Guru untuk Semua. Menurutnya, ini pencerminan semangat inklusif dan lintas iman sesuai arahan Menteri Agama.

“Hari Guru tahun ini tidak hanya milik guru madrasah, tetapi juga milik semua guru di Indonesia, lintas iman dan lintas lembaga. Semua guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” jelas Dirjen.

Suyitno juga menyampaikan capaian penting tahun ini, yakni peningkatan signifikan dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tahun 2025, Kementerian Agama memperoleh tambahan kuota untuk 95.000 guru, meningkat lebih dari 1.000% dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Ini bukti nyata perhatian pemerintah dan dukungan Komisi VIII DPR RI terhadap profesionalisme dan kesejahteraan guru. Setelah lulus PPG, para guru berhak mendapatkan tunjangan profesi sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka,” ungkapnya.

Selain itu, Ditjen Pendis juga memperkuat transformasi digital pendidikan Islam melalui dua aplikasi unggulan yaitu MAGIS dan MAGITA yang kini menjadi model nasional dalam pengelolaan kompetensi dan kinerja guru.

“Mengajar dengan cinta adalah kunci membangun peradaban. Itulah makna dari tema kita tahun ini, Merawat Semesta dengan Cinta,” tutur Suyitno.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon yang diwakili PA Asisten Kepemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kota Cirebon sebagai tuan rumah kegiatan pembuka HGN 2025. Ia menilai kehadiran Menteri Agama menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Wali.

“Kami merasa terhormat karena Bapak Menteri kembali hadir di Kota Cirebon. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama dan UIN Syekh Nurjati dalam meningkatkan mutu pendidikan dan spiritualitas masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan menjaga moralitas bangsa di tengah perkembangan teknologi.

“Teknologi bisa membantu proses belajar, tetapi keteladanan guru tidak bisa digantikan oleh mesin atau algoritma,” tegasnya.

Kegiatan Hari Guru Nasional 2025 diisi dengan berbagai agenda menarik, di antaranya: Senam dan Gowes Lintas Iman bersama Menteri Agama, Talk Show Inspiratif menghadirkan Najelaa Shihab dan tokoh pendidikan nasional, Annual Conference of MORA Teachers, Upacara Puncak Hari Guru Nasional dan Awarding Night bagi guru-guru inspiratif, inovatif, dan berdedikasi dari daerah 3T.

Seluruh kegiatan ini menjadi simbol penghargaan pemerintah terhadap dedikasi guru di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat nilai persaudaraan lintas agama dan budaya.

Melalui peringatan Hari Guru Nasional 2025, Kementerian Agama menegaskan kembali komitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana mencerdaskan dan memanusiakan manusia.

“Bangsa yang besar lahir dari guru-guru yang mencintai muridnya dengan tulus. Mari terus menyalakan obor ilmu dan iman, menjadikan madrasah dan sekolah sebagai rumah peradaban,” pesan Menag Nasaruddin Umar menutup sambutannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Agama, Penasihat DWP Kementerian Agama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Wali Kota Cirebon, anggota Komisi VIII DPR RI, para pejabat eselon I Kementerian Agama, Pejabat eselon II dan III serta ratusan guru madrasah dan tenaga pendidik dari berbagai daerah. (din/ADV)

Kick Off Hari Guru Nasional 2025, Rektor UIN Syber Cirebon : Momentum Menguatkan Spirit Pendidikan Berbasis Iman dan Ilmu

CIREBON, FC - Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan Kementerian Agama yang menunjuk UIN Siber sebagai tuan rumah kegiatan pembuka Hari Guru Nasional 2025, Selasa, 12 Nopember 2025.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen UIN Siber dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang berakar pada nilai spiritual dan kearifan lokal.

“Kami merasa terhormat UIN Siber Cirebon menjadi tempat dimulainya perayaan nasional Hari Guru 2025. Ini momentum penting untuk menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan harus tetap berpijak pada nilai iman, ilmu, dan akhlak,” ujar Prof. Aan.

Rektor juga menegaskan bahwa peran guru kini semakin strategis di era teknologi dan pembelajaran daring. Guru, katanya, bukan hanya fasilitator pembelajaran, tetapi juga penjaga moralitas dan penuntun arah kemanusiaan di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Teknologi mempercepat proses belajar, tetapi keteladanan guru tetap menjadi inti dari pendidikan. Itulah esensi yang kami sebut sebagai digital humanity — pendidikan yang memanusiakan manusia melalui teknologi,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., melaporkan bahwa peringatan HGN tahun ini mengusung semangat Teachers Day for All atau Hari Guru untuk Semua, sesuai arahan Menteri Agama.

“Hari Guru tahun ini tidak hanya milik guru madrasah, tetapi seluruh guru di Indonesia — lintas iman, lintas lembaga. Semua guru berperan penting dalam menanamkan nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” jelasnya.

Amien Suyitno juga menyoroti capaian besar Kementerian Agama tahun ini, yakni peningkatan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi 95.000 peserta, meningkat lebih dari 1.000 persen dibanding tahun sebelumnya. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru.

Selain itu, Ditjen Pendis juga memperkuat transformasi digital pendidikan Islam melalui dua aplikasi unggulan, MAGIS dan MAGITA, yang kini menjadi model nasional dalam pengelolaan kompetensi dan kinerja guru.

UIN Siber Cirebon Jadi Pusat Inspirasi Guru Nasional

Sebagai kampus berbasis digital pertama di Indonesia di bawah Kementerian Agama, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus bertransformasi menjadi pusat inovasi pendidikan Islam modern. Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa kegiatan nasional seperti Kick Off HGN 2025 membuktikan peran aktif UIN Siber dalam mendukung kebijakan transformasi pendidikan nasional.

“Kami ingin menjadikan UIN Siber Cirebon bukan hanya kampus pembelajaran digital, tetapi juga rumah bagi guru-guru Indonesia untuk terus belajar, berbagi inspirasi, dan menebar nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Rangkaian HGN 2025: Mengajar dengan Cinta, Merawat Semesta

Kegiatan Hari Guru Nasional 2025 di UIN Siber Cirebon diisi dengan berbagai agenda inspiratif, di antaranya:

1. Senam dan Gowes Lintas Iman bersama Menteri Agama

2. Talk Show Inspiratif menghadirkan Najelaa Shihab dan tokoh pendidikan nasional

3. Annual Conference of MORA Teachers

4. Upacara Puncak HGN

5. Awarding Night bagi guru inspiratif dari daerah 3T

Dengan tema “Merawat Semesta dengan Cinta,” peringatan HGN 2025 menjadi simbol penghargaan pemerintah terhadap dedikasi guru di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan lintas iman dan budaya.

Menag: Guru Adalah Pelita Peradaban

Menutup sambutannya, Menteri Agama berpesan bahwa bangsa yang besar hanya lahir dari guru yang mengajar dengan cinta dan keikhlasan.

“Bangsa yang besar lahir dari guru-guru yang mencintai muridnya dengan tulus. Mari terus menyalakan obor ilmu dan iman, menjadikan madrasah dan sekolah sebagai rumah peradaban,” pungkas Menag Nasaruddin Umar. (din/ADV)

Rumah Kuwu Karangtengah Dibobol Maling, Pemdes Ajak Warga Bersatu Perkuat Keamanan Desa

 

CIREBON, FC Suasana tenang di Desa Karangtengah, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, mendadak dikejutkan oleh peristiwa yang tak terduga. Pada Minggu (9/11/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, rumah Kuwu Karangtengah, Juli Suhaedi, menjadi sasaran aksi pencurian. Dua sepeda motor, yakni satu kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi dilaporkan raib digondol maling.

Peristiwa itu baru diketahui sang Kuwu pada pagi harinya. Dengan wajah masih menyiratkan kelelahan dan keprihatinan, Juli Suhaedi bersama keluarga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Susukanlebak.

“Benar, kejadian itu terjadi di kediaman pribadi Pak Kuwu. Setelah mengetahui dua motornya hilang, beliau langsung melapor ke pihak kepolisian,” ungkap Sekretaris Desa Karangtengah, Yanto Herianto, kepada media.

Kedua kendaraan yang hilang yakni satu unit Yamaha N-Max dinas dengan nomor polisi E 2198 O dan satu unit Honda Beat pribadi bernomor polisi E 5321 OT. Laporan resmi pun telah teregistrasi dengan nomor LP/B/15/XI/2025/JBR RESTA-CRB/Sektor Susukanlebak.

Namun di balik rasa kehilangan itu, terselip semangat gotong royong warga. Pemerintah Desa Karangtengah bersama masyarakat berinisiatif menelusuri petunjuk tambahan. Mereka berharap rekaman CCTV di sekitar Indomaret yang tak jauh dari rumah Kuwu bisa membantu pihak kepolisian mengungkap pelaku.

“Kami berupaya semampu kami untuk membantu penyelidikan. Selain itu, kami juga mengimbau warga agar lebih waspada, terutama di jam-jam rawan. Pemerintah desa akan kembali mengaktifkan poskamling dan ronda malam di setiap dusun,” tutur Yanto dengan nada tegas namun penuh kepedulian.

Sementara itu, Kapolsek Susukanlebak, AKP H. Siswadi, membenarkan laporan tersebut dan memastikan jajarannya sudah bergerak cepat di lapangan.

“Kami langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan meminta keterangan saksi-saksi. Penyelidikan masih berlangsung, dan kami berkomitmen untuk mengungkap para pelaku,” ujarnya.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat Kabupaten Cirebon bahwa tindak kejahatan bisa menyasar siapa saja. Bagi Kuwu Juli Suhaedi, kejadian ini bukan sekadar kehilangan harta benda, melainkan panggilan hati untuk memperkuat kembali rasa kebersamaan dan kepedulian warga.

“Insyaallah, ini jadi pelajaran bagi kita semua. Kita akan bangun kembali semangat menjaga lingkungan dengan rasa kekeluargaan,” ungkap Kuwu Juli dengan nada penuh harap.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak. Selain perlunya sistem keamanan terpadu di tingkat desa, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat kepolisian menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Cirebon, harapannya kasus ini dapat segera terungkap dan menjadi titik awal kebangkitan bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Desa Karangtengah. (Nur)