Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 17 Desember 2025

Wujudkan Ekonomi Inklusif, Pemkot Cirebon Fokus Sektor Unggulan dalam RKPD 2027

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penguatan sektor unggulan daerah sebagai motor penggerak pembangunan lokal. Langkah ini menjadi fokus utama dan menjadi tema dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Cirebon Tahun 2027.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, membuka secara resmi Kick Off Meeting Penyusunan Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Cirebon untuk Tahun 2027 di Bappelitbangda Kota Cirebon, Rabu (17/12/2025). 

Menurut Wali Kota, Kick Off Meeting ini tidak sekadar rutinitas administrasi, melainkan langkah awal yang fundamental dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan Kota Cirebon di masa depan. 

"Dokumen RKPD 2027 harus menjadi jembatan konkret yang menghubungkan visi besar kita dengan aksi nyata di lapangan,” ujar Wali Kota.

Menurut Wali Kota, RKPD 2027 harus selaras dengan RPJMD Kota Cirebon Tahun 2025-2029 yang menargetkan terciptanya Kota Cirebon yang Setara Berkelanjutan pada 2029. Setiap program dan alokasi anggaran perlu diarahkan untuk mendekatkan Kota Cirebon pada target jangka menengah dan panjang tersebut.

Sejak dilantik pada Februari 2025, Wali Kota menyatakan, Pemerintah Kota Cirebon telah menyinkronkan seluruh gerak pembangunan, terutama menghadapi tantangan seperti Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja. 

Meski demikian, penyesuaian anggaran tetap berfokus pada tiga pilar utama: penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, dan jaminan kesehatan masyarakat, selaras dengan prioritas Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah, di tengah tantangan tersebut, Kota Cirebon berhasil mencatatkan sejumlah capaian positif sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 4,89 persen pada Triwulan I, bahkan meningkat menjadi 5,20 persen pada Triwulan III. Inflasi juga relatif stabil di angka 2,27 persen, yang menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelas Wali Kota.

Keberhasilan tersebut juga tercermin dalam penurunan angka kemiskinan dari 9,02% menjadi 8,66% per November 2025, berkat program perlindungan sosial yang tepat sasaran. Selain itu, Kota Cirebon mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Klasifikasi Unggul 2025, Swasti Saba Wiwerda  sebagai Kota Sehat 2025, dan pengakuan sebagai Daerah Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting 2024.

Meski capaian positif tersebut menjadi modal, Wali Kota menekankan pentingnya penyusunan RKPD 2027 yang lebih cermat dan terukur, untuk memastikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. 

"Proses perencanaan harus komprehensif dan melibatkan berbagai sudut pandang,” tuturnya.

Dengan semangat kolaboratif dan fokus pada hasil pembangunan, Wali Kota menekankan pentingnya disiplin, akuntabilitas, dan pemanfaatan setiap peluang sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat. 

“Mari kita maksimalkan seluruh potensi daerah dan bekerja dengan optimisme tinggi untuk mewujudkan Kota Cirebon yang maju, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Cirebon, Agus Herdhyana, menyampaikan target indikator makro kota untuk 2027. Indeks Pembangunan Manusia ditargetkan mencapai 79,11 poin, pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,15-7,41 persen, tingkat pengangguran terbuka 5,99 persen, indeks gini 0,417, dan tingkat kemiskinan 7,00 persen. Agus menegaskan bahwa RKPD harus menjadi implementasi visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota sesuai RPJMD 2025-2029 selama lima tahun ke depan.

“Penyusunan RKPD harus memastikan kesesuaian program dan kegiatan dengan indikator target nasional, memanfaatkan Basis Data Terpadu melalui e-Walidata, serta mengoptimalkan keterisian data pembangunan melalui Cirebon Satu Data," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang mendukung operasional kinerja pelayanan vital juga harus dijaga agar pelayanan publik tetap optimal.

"Sektor pelayanan publik juga harus tetap terjamin, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” tuturnya. (din)



Rektor UIN Siber Cirebon Umumkan Penghargaan UI GreenMetric dan Izin Prodi S1 Bioteknologi

CIREBON, FC — Penghujung tahun 2025 menjadi momentum istimewa bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dengan penuh rasa bangga dan syukur menyampaikan kabar gembira atas dua capaian strategis yang diraih institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Capaian pertama diraih pada Selasa, 16 Desember 2025, ketika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperoleh Penghargaan UI GreenMetric 2025, sebuah pengakuan internasional atas komitmen kampus dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan, ramah lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Tak berselang lama, kabar membanggakan kembali hadir. Pada Rabu, 17 Desember 2025, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon secara resmi menerima izin pembukaan Program Studi Bioteknologi Program Sarjana (S1). Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1136/B/O/2025 tentang Izin Pembukaan Program Studi Bioteknologi Program Sarjana pada Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon di Kota Cirebon.

Rektor: Ini Buah Kerja Keras Kolektif Sivitas Akademika

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi seluruh sivitas akademika.

“Alhamdulillah, Program Studi S1 Bioteknologi telah resmi memperoleh izin pembukaan sesuai Kepmendiktisaintek Nomor 1136/B/O/2025. Ini adalah kabar yang sangat membahagiakan dan menjadi hadiah terbaik di penghujung tahun 2025,” ungkap Prof. Aan.

Lebih lanjut, Prof. Aan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses panjang pengusulan hingga terbitnya izin tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika, khususnya tim yang terlibat langsung. Ini adalah hasil kerja keras kolektif teman-teman semuanya. Semoga Prodi Bioteknologi menjadi motor pengembangan keilmuan, riset, dan inovasi yang memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” tambahnya.

Perkuat Transformasi Kampus Siber dan Pengembangan Keilmuan Strategis

Pembukaan Program Studi S1 Bioteknologi menjadi langkah strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperluas spektrum keilmuan sains dan teknologi, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai perguruan tinggi siber yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masa depan.

Dengan capaian penghargaan UI GreenMetric 2025 dan bertambahnya program studi baru, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi kampus unggul, inovatif, berdaya saing global, serta berwawasan lingkungan dan keberlanjutan. (din)

Operasi Pasar Bersubsidi Stabilkan Harga Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memastikan keterjangkauan harga kebutuhan pokok. 

Hal ini diwujudkan melalui kehadiran langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama kepala perangkat daerah terkait dalam kegiatan Operasi Pasar Bersubsidi  (Opadi)  Natal dan Tahun Baru yang digelar Provinsi Jawa Barat di Kelurahan Kalijaga, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan Opadi ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam merespons potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga sebagai upaya nyata untuk membantu meringankan beban pengeluaran warga.

Kepala UPT Industri Pangan Olahan dan Kemasan Disperindag Provinsi Jawa Barat, Ari Fadil Nasution, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,9 miliar untuk program Opadi. Anggaran tersebut disalurkan dalam tiga momentum besar, yakni Idulfitri, Iduladha, serta Natal dan Tahun Baru.

“Khusus untuk momen Natal dan Tahun Baru, dialokasikan anggaran sebesar Rp5,6 miliar yang disalurkan ke 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Untuk Kota Cirebon sendiri, jumlah paket yang disalurkan sebanyak 1.531 paket, sesuai dengan hasil kajian kebutuhan di daerah,” ujar Ari.

Ia menambahkan, setiap paket berisi beras 3 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan tepung terigu 1 kilogram. Dengan nilai harga normal sekitar Rp96.700, masyarakat hanya perlu menebusnya dengan harga kurang lebih Rp40.000 karena mendapat subsidi sekitar 58 persen. 

“Kami berharap kegiatan Opadi ini tepat sasaran, benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, serta mampu menjaga stabilitas pangan dan meringankan pengeluaran warga,” katanya.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyambut baik pelaksanaan Opadi yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun. 

“Alhamdulillah, Opadi dari Provinsi Jawa Barat ini menjadi langkah nyata untuk membantu masyarakat Kota Cirebon,” ungkapnya.

Menurut Wali Kota, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga kestabilan harga. 

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berjalan dan berkelanjutan, sehingga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Cirebon tetap terjaga,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menegaskan bahwa Pemkot Cirebon memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi ekonomi masyarakat. 

Menurutnya, Opadi merupakan salah satu instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Cirebon. Pemkot Cirebon sangat peduli agar inflasi tetap terkendali dan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” ujar Iing.

Melalui kegiatan Opadi ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap dapat terus menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman dan tenang menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. 

Komitmen pemerintah untuk hadir, peduli, dan berpihak kepada masyarakat akan terus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan. Iing mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila terjadi kenaikan harga di pasaran.

 “Kami dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pasti akan melakukan intervensi jika diperlukan. Pemkot Cirebon akan selalu hadir untuk masyarakat,” tegasnya. 

Selain kehadiran pejabat pemerintah, kegiatan Opadi juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satu warga, Yuliana, mengaku sangat terbantu dengan adanya paket sembako bersubsidi ini. 

Menurutnya, harga bahan pokok yang kerap naik menjelang akhir tahun bisa memberatkan rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan pengeluaran terbatas.

“Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan program Opadi ini. Paket sembako dengan harga terjangkau benar-benar meringankan pengeluaran kami menjelang Natal dan Tahun Baru. Beras, gula, minyak, dan tepung yang kami dapatkan sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Yuliana sambil tersenyum saat menerima paket sembako.

Ia berharap program seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga. 

"Kegiatan ini membuat kami merasa pemerintah peduli dan hadir di tengah masyarakat. Semoga setiap warga bisa merasakan manfaatnya, sehingga tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga kebutuhan pokok,” tambah Yuliana. (Nur)


Dokumentasi : Beni Agus Pratama

Pengolah Informasi : Mike Dwi Setiawati


Narahubung: Admin Prokompim (082120387359)

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon

Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124

Instagram: @prokompimkotacirebon

Pemkab Cirebon Perbaiki 417 Kilometer Jalan Di Tahun 2025

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon, total panjang jalan yang telah diperbaiki mencapai 417 kilometer.

Perbaikan jalan sepanjang 417 kilometer sepanjang 2025 itu mencakup peningkatan kualitas dan kegiatan pemeliharaan di berbagai wilayah.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menjelaskan, peningkatan jalan menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Cirebon untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat.

“Berdasarkan data dari dinas, pada tahun ini pemerintah daerah mengerjakan 47 kilometer peningkatan jalan, baik berupa hotmix maupun rigid beton,” ujar pria yang kerap disapa Jigus ini usai Safari Pembangunan di wilayah barat, Senin (15/12/2025).

Selain peningkatan jalan, Dinas PUTR Kabupaten Cirebon juga melaksanakan pemeliharaan rutin sepanjang 350 kilometer, serta pemeliharaan berkala sepanjang 20 kilometer.

Seluruh kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi jalan agar tetap fungsional dan aman digunakan.

“Dengan demikian, total panjang jalan yang telah ditangani pada tahun 2025 mencapai 417 kilometer,” kata Jigus.

Ia menambahkan, capaian tersebut belum termasuk dukungan dari pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Pada program tersebut, terdapat dua ruas jalan yang juga menjadi perhatian, yakni ruas Arjawinangun–Suranenggala dan ruas Pabuaran–Sindanglaut.

“Angka ini (total panjang jalan yang sudah diperbaiki) belum termasuk tambahan dari program IJD dari pemerintah pusat,” ucapnya menambahkan. (din)







Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan UIN Siber Cirebon Pelajari Implementasi UI GreenMetric melalui Campus Tour di Universitas Diponegoro

 

SEMARANG, FC — Dalam rangka memperkuat pemahaman serta implementasi prinsip kampus berkelanjutan, Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) mengikuti kegiatan UI GreenMetric Campus Tour di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mempelajari praktik terbaik (best practices) pengelolaan kampus berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).(16/12).

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Maulidya Ulfah, S.Pd.I., M.Pd.I, bersama tim yang terdiri atas Mujib Ubaidillah, M.Pd., Dr. Yuyun Maryuningsih, M.Pd., dan Fitriana, M.H. Campus tour ini memfokuskan kunjungan pada sejumlah fasilitas unggulan di lingkungan Sekolah Vokasi UNDIP yang mendukung konsep green campus.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau Teaching Factory LED Lamp Factory, Voca Water, serta unit Biodiesel. Ketiga fasilitas tersebut merepresentasikan integrasi antara pendidikan vokasi, inovasi teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan yang berkelanjutan.

Teaching Factory LED Lamp Factory menampilkan proses pembelajaran berbasis industri yang tidak hanya menekankan penguatan keterampilan mahasiswa, tetapi juga efisiensi energi dan penggunaan teknologi ramah lingkungan. 

Sementara itu, Voca Water memperlihatkan sistem pengelolaan air berkelanjutan yang efektif dalam mendukung konservasi sumber daya air di lingkungan kampus. Adapun unit Biodiesel menjadi contoh nyata pemanfaatan energi alternatif sebagai upaya pengurangan emisi karbon serta dukungan terhadap transisi energi bersih.

Dr. Maulidya Ulfah menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan strategis bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya dalam pengembangan kebijakan, program, serta indikator pemeringkatan berbasis UI GreenMetric. 

“Melalui campus tour ini, kami dapat melihat secara langsung bagaimana konsep keberlanjutan diterapkan secara nyata, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam aktivitas pendidikan, riset, serta pengelolaan lingkungan kampus,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengadaptasi dan mengembangkan praktik-praktik keberlanjutan yang relevan dengan karakteristik kampus siber. 

Dengan demikian, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat semakin memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kinerja pemeringkatan kampus, baik di tingkat nasional maupun internasional. (din)

Upaya Penataan Kota, Pemkot Cirebon Bongkar Bangunan PKL di Bantaran Sungai Sukalila

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon terus melangkah dalam upaya menata wajah kota agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila dan Kalibaru, yang selama ini dipenuhi bangunan pedagang kaki lima (PKL). 

Seluruh bangunan PKL di area tersebut dibongkar sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus mendukung program normalisasi Sungai Sukalila. Ke depan, kawasan tersebut juga akan dibangun pedestrian, pemagaran, dan taman sebagai ruang publik. 

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memimpin apel pagi di halaman Balai Kota Cirebon yang dilanjutkan dengan kegiatan penertiban PKL di bantaran Sungai Sukalila, Senin (15/12/2025). Penertiban berjalan tertib dan kondusif. Kondisi ini tidak terlepas dari pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah melalui sosialisasi dan imbauan secara bertahap.

Sejak jauh hari, Pemkot Cirebon telah menyampaikan peringatan pertama hingga ketiga kepada para pedagang. Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana sebagian besar PKL telah membongkar lapaknya secara mandiri sebelum petugas turun ke lapangan. 

Ratusan personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Linmas, dan Dinas Perhubungan disiagakan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

Selama proses penertiban, sejumlah ruas jalan menuju kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk mendukung mobilitas alat berat serta menghindari kepadatan lalu lintas. Pemerintah juga memastikan aktivitas warga tetap terlayani dengan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.

Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang telah kooperatif dan mendukung program pemerintah. Ia berharap seluruh bangunan di kawasan Sukalila dan Kalibaru dapat diratakan sesuai rencana dan prosesnya berjalan lancar.

"Alhamdulillah, pedagang bisa membongkar secara mandiri. Terima kasih atas kerja samanya,” ujar wali kota.

Lebih lanjut, wali kota menegaskan bahwa Pemkot Cirebon tidak menelantarkan para pedagang. Ia mengatakan bahwa sebagian PKL telah menempati lokasi baru yang disiapkan pemerintah, salah satunya di kawasan Pusat Grosir Cirebon (PGC).

"Memang di awal perpindahan mungkin masih sepi, tetapi kalau sudah ada peminatnya pasti akan ramai lagi. Saya berdoa semoga rezeki para pedagang di tempat baru semakin bertambah,” tuturnya. 

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan bahwa pihaknya terus membuka ruang dialog dengan para pedagang dalam penertiban dan penataan Kawasan ini.  

“Kami menerima aspirasi dari pedagang bunga di Kalibaru Utara. Dari 44 pedagang, ketua dan perwakilannya menyampaikan keinginan relokasi di tempat terbuka dengan space yang representatif,” jelasnya.

Iing menambahkan, Pemkot Cirebon menawarkan relokasi di kawasan Pusat Grosir Cirebon (PGC), namun sebagian pedagang bunga di Kalibaru meminta lokasi di tempat yang terbuka. Menurut Iing, Pemkot Cirebon menawarkan lokasi di belakang Terminal Harjamukti, secara teknis nanti akan diatur melalui ketua paguyuban. 

“Kami memfasilitasi tempat dan pengangkutan ke lokasi. Pedagang di sini sudah ikonik, kami yakin pelanggan akan mencari, meski dipindahkan. Tugas kami mendukung, membantu promosi, dan memberikan informasi terkait relokasi agar kawasan baru bisa cepat ramai,” kata Iing.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Edi Siswoyo, menjelaskan teknis pelaksanaan penertiban dilakukan di Sukalila Utara dan Selatan serta Kalibaru Utara dan Selatan. 

“Fokus hari ini pembongkaran bangunan yang masih tersisa dan ditargetkan selesai hari ini. Setelah itu, dua hingga tiga hari ke depan dilakukan pembenahan dan pengangkutan material,” ungkapnya.

Edi menambahkan, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai instansi dengan menurunkan empat unit ekskavator. Dua ekskavator besar dari BBWS Cimanuk–Cisanggarung dan dua ekskavator kecil dari Dinas Pekerjaan Umum. 

"Kami juga membantu pengangkutan barang dagangan pedagang ke rumah atau lokasi usaha baru, sementara material seperti kayu dibuang ke TPA Kopiluhur,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari masyarakat setempat. Ketua RW 3 Pagongan, Kaelani, menyatakan pihaknya mengikuti dan mendukung kebijakan pemerintah. “Kami mendukung penataan kota. Untuk keindahan dan keteraturan kota, tentu ini hal yang baik,” katanya singkat.

Salah satu pedagang seafood, Via, yang sebelumnya berjualan di kawasan tersebut, mengaku telah membongkar lapaknya secara mandiri. “Saya sudah berjualan tiga tahun di sini. Sebelumnya memang sudah ada surat peringatan, jadi kami bongkar sendiri. Kami mendukung program pemerintah agar penataan kota dan sungai ke depan bisa lebih baik,” pungkasnya. (din)



Selasa, 16 Desember 2025

UIN Siber Cirebon Gelar Evaluasi Program Prioritas Asta Protas Bersama Tim Itjen Kemenag RI

 


CIREBON, FC — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Evaluasi Program Prioritas oleh Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama Republik Indonesia pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Senat Lantai 2. 

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan peningkatan dampak program strategis perguruan tinggi keagamaan negeri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Itjen Kemenag RI yang dipimpin oleh Siti Marwati selaku Ketua Tim, dengan Ro’Ikhatul Azizah sebagai Pengendali Teknis, serta anggota tim Arif Prayogo, Mohamad Rohim, dan Dinang Firmansyah. Acara dipandu langsung oleh Kepala Biro Administrasi Keuangan dan Umum UIN SSC, Dr. H. Susari, M.A.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Keuangan dan Umum, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Itjen Kemenag RI. Ia menegaskan bahwa evaluasi program prioritas merupakan langkah strategis dalam memastikan keselarasan kebijakan universitas dengan arah pembangunan Kementerian Agama. Kegiatan ini, menurutnya, juga menjadi momentum refleksi institusional dalam meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan dampak program. Sambutan tersebut disampaikan dengan didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus A. Yusuf.

Sementara itu, Siti Marwati selaku Ketua Tim Itjen menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk menilai implementasi Program Prioritas Kementerian Agama secara komprehensif, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Secara lebih rinci, Ro’Ikhatul Azizah sebagai Pengendali Teknis memaparkan Evaluasi Implementasi Asta Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama Tahun 2025–2029. Ia menjelaskan bahwa evaluasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem kebijakan yang berdampak, inklusif, dan modern. Dasar hukum kegiatan ini merujuk pada KMA Nomor 244 Tahun 2025 tentang Program Prioritas Menteri Agama Tahun 2025–2029, serta mandat pengawasan Inspektorat Jenderal dalam melakukan pemantauan dan evaluasi berkala.

Azizah menegaskan bahwa tujuan utama evaluasi adalah menjamin quality assurance atas laporan kinerja, sekaligus menggeser paradigma audit dari berbasis kegiatan (event-based) menuju audit berbasis dampak komunitas. Ia juga memaparkan peta baru Asta Protas yang mencakup penguatan ekosistem terintegrasi, restrukturisasi program strategis, serta tiga dimensi utama pembangunan, yakni rekonsiliasi sosial-spiritual, pemberdayaan akar rumput, dan modernisasi birokrasi.

Dalam pemaparannya, Azizah menjelaskan model evaluasi berbasis Input–Process–Output (I-P-O). Aspek input menilai keselarasan Renstra, Perjanjian Kinerja, dan dukungan anggaran DIPA; aspek proses menilai kepatuhan juknis, kualitas koordinasi, serta implementasi layanan; sedangkan aspek output menekankan validasi data, capaian IKU, dan bukti dampak nyata bagi masyarakat. Sistem penilaian dilakukan secara hibrid melalui skor kepatuhan dan kualitas untuk membaca tingkat kematangan kebijakan.

Khusus bagi PTKIN, termasuk UIN SSC, evaluasi difokuskan pada peran sebagai knowledge hub dan inovator, dengan empat program prioritas utama: Kerukunan, Ekoteologi (Green Campus), Pendidikan Unggul, dan Digitalisasi. Keempatnya mencakup penguatan kurikulum moderasi beragama, kebijakan kampus hijau, percepatan akreditasi dan reputasi global, serta pengembangan smart campus dan keamanan siber.

Tim Itjen juga memaparkan alur evaluasi yang berlangsung pada 17–24 Desember 2025, meliputi entry meeting, desk audit, uji petik lapangan, wawancara, hingga exit meeting. Selain itu, disampaikan pula daftar dokumen dan bukti dukung yang perlu disiapkan, mulai dari dokumen perencanaan, data sistem, hingga bukti capaian program di tingkat institusi.

Melalui kegiatan evaluasi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin mampu menyelaraskan kebijakan institusional dengan Asta Protas Kementerian Agama, memperkuat tata kelola berbasis dampak, serta meningkatkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan keagamaan dan sosial yang berkelanjutan. (din)

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Penghargaan UI GreenMetric Indonesia 2025

 


CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional dengan meraih penghargaan UI GreenMetric Indonesia 2025. 

Penganugerahan tersebut diumumkan secara resmi dalam kegiatan Awarding The 2025 UI GreenMetric Indonesian University Ranking yang diselenggarakan oleh UI GreenMetric di Universitas Diponegoro (UNDIP), Selasa (16/12/2025), bertempat di Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, Kota Semarang.

Kegiatan bergengsi ini mengusung tema “Doing Sustainable Development Goals in Higher Education: The Story of Our Institution and Society” dan dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi, pemangku kepentingan pendidikan, serta tokoh nasional yang memiliki perhatian besar terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon hadir dalam kegiatan tersebut dengan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag. 

Turut mendampingi Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I. selaku Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan, bersama Tim UI GreenMetric UIN SSC yang terdiri atas Mujib Ubaidillah, M.Pd., Dr. Yuyun Maryuningsih, M.Pd., dan Firiana, M.H.

Berdasarkan hasil pemeringkatan tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil meraih capaian membanggakan, yaitu:

Peringkat 831 Dunia

Peringkat 492 Asia

Peringkat 87 Indonesia

Peringkat 12 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN)

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengimplementasikan prinsip kampus berkelanjutan, melalui penguatan kebijakan lingkungan, pengembangan riset dan publikasi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), pengelolaan sumber daya yang ramah lingkungan, serta partisipasi aktif seluruh sivitas akademika.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., mengungkapkan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen kampus.

“Alhamdulillah, capaian UI GreenMetric 2025 ini merupakan bukti nyata keseriusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun kampus yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika, khususnya Tim UI GreenMetric yang dikoordinasikan oleh Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I., atas dedikasi dan kerja kerasnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I., selaku Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diraih serta apresiasi kepada pimpinan universitas.

“Capaian ini adalah hasil kolaborasi dan dukungan penuh pimpinan universitas serta partisipasi aktif seluruh unit kerja. Kami berharap prestasi ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi untuk memperkuat budaya kampus hijau dan riset berkelanjutan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” ungkapnya.

Keikutsertaan dan capaian UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam UI GreenMetric Indonesia 2025 diharapkan semakin memperkuat posisi kampus sebagai perguruan tinggi siber yang unggul, inovatif, dan berwawasan lingkungan, sekaligus mendorong kontribusi nyata pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global. (din)

Senin, 15 Desember 2025

Puluhan Ribu Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Jamsostek Dari Pemprov Jabar

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja, khususnya pekerja rentan.

Kali ini, sebanyak 39.775 pekerja rentan di seluruh kecamatan di Kabupaten Cirebon mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk periode November-Desember 2025.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, pada kegiatan pembagian kartu peserta program perlindungan Jamsostek pekerja informal rentan di Kabupaten Cirebon, bertempat di ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon.

“Program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja, khususnya pekerja rentan yang memiliki risiko sosial ekonomi tinggi,” ujar Jigus, sapaan akrabnya.

“Kita ingin memastikan mereka dapat bekerja dengan rasa aman dan tenang,” ucapnya menambahkan, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari agenda yang telah dilaksanakan oleh Bupati Cirebon Imron pada Jumat (5/12/2025), yang secara simbolis diberikan kepada perwakilan delapan kecamatan, yakni Sumber, Tengahtani, Talun, Plered, Weru, Plumbon, Kedawung, dan Dukupuntang, serta Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC).

Menurut Jigus, perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini sejalan dengan visi Kabupaten Cirebon “Beriman”, yang mencakup pemerintahan yang bersih dan akuntabel, inovatif, maju, agamis, serta aman bagi seluruh masyarakat.

“Melalui program ini, kami berharap kualitas sumber daya manusia meningkat, produktivitas ekonomi semakin kuat, dan pekerja rentan tidak lagi dihantui kekhawatiran ketika menghadapi risiko pekerjaan,” katanya.

Ia juga memaparkan bahwa hingga Oktober 2025, tingkat Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Kabupaten Cirebon berada di angka 36,45 persen.

Dengan tambahan peserta pada November 2025, angka tersebut meningkat menjadi 41,28 persen, atau naik 4,83 persen.

“Ini capaian yang patut kita syukuri. Namun, kami tidak berhenti di sini. Ke depan, kami akan terus mendorong agar semakin banyak pekerja di Kabupaten Cirebon terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Cirebon juga telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 2.358 nelayan sebagai pekerja rentan melalui optimalisasi DBH CHT, sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Dalam program ini, para pekerja rentan mendapatkan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Jaminan tersebut mulai dari perlindungan sejak berangkat kerja hingga kembali ke rumah, biaya perawatan tanpa batas, santunan cacat, santunan kematian, hingga beasiswa bagi dua anak peserta.

“Kepada para penerima manfaat, saya ucapkan selamat. Gunakan perlindungan ini sebagai ikhtiar untuk masa depan kerja yang lebih aman dan bermartabat,” tutur Jigus.

Ia juga meminta para camat untuk memastikan pendistribusian kartu kepesertaan berjalan tepat sasaran melalui peran aktif para kepala desa.

“Semoga langkah ini menjadi upaya bersama dalam memperkuat perlindungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (din)

Pemkot Salurkan Bantuan Sembilan Warga Kota Cirebon Terdampak Bencana Aceh


CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Sosial menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan memulangkan sembilan warga Kota Cirebon yang terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh. 

Upaya pemulangan ini menjadi ikhtiar panjang yang dirajut dari komunikasi, kepedulian, dan kerja lintas pihak, hingga akhirnya para warga dapat kembali menginjakkan kaki di tanah kelahiran dengan selamat.

Kesembilan warga tersebut sebelumnya berada di beberapa wilayah terdampak, yakni empat orang di Lhokseumawe, lima orang yang tersebar di Pidie Jaya dan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. 

Mereka bekerja sebagai pekerja bangunan di salah satu proyek yang berlokasi di markas TNI. Namun, bencana alam yang datang tiba-tiba membuat aktivitas terhenti dan memutus hampir seluruh akses kehidupan.

Sebagai bentuk kepedulian lanjutan, Pemerintah Kota Cirebon juga menyerahkan bantuan kepada para warga yang telah dipulangkan. Penyerahan bantuan ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, bersama perangkat daerah terkait, bertempat di Kantor Kecamatan Harjamukti, Senin (15/12/2025).

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan bahwa proses pemulangan bukanlah hal yang mudah, namun dapat terwujud berkat kerja bersama.  Ia menambahkan, seluruh warga yang dipulangkan berada dalam kondisi selamat. 

“Ada sembilan orang, alhamdulillah semuanya selamat. Terima kasih sudah bertahan. Ini berkat komunikasi dan kolaborasi semua pihak. Pemerintah Kota Cirebon menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu,” ujar Wakil Wali Kota.

Menurutnya, perjuangan para warga untuk kembali ke Kota Cirebon penuh tantangan. “Sempat ada yang harus berjalan kaki karena semua akses terputus. Mereka berjuang untuk bisa kembali, dan hari ini kita sambut dengan penuh rasa syukur,” katanya.

Salah satu warga yang dipulangkan, Karyadi, warga Kelurahan Harjamukti, menceritakan pengalaman yang tak akan mudah dilupakan. Ia mengaku baru bekerja selama dua hari sebelum banjir dan longsor melanda. “Baru dua hari kerja, lalu banjir dan longsor datang. Jalan, listrik, sampai jaringan komunikasi semua terputus,” ungkapnya.

Selama terjebak di lokasi bencana, Karyadi dan rekan-rekannya bertahan dengan keterbatasan. “Makan seadanya, cuma nasi dan sayur. Kami menunggu penjemputan dari Basarnas hampir seminggu,” tuturnya.

Di akhir ceritanya, Karyadi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon yang telah memfasilitasi kepulangan mereka. “Terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon yang sudah peduli dan membantu kami bisa pulang. Ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” ujarnya. (din)



Pemkab Cirebon Salurkan Bantuan Logistik Untuk Warga Terdampak Banjir Di Panguragan

Dari Jalan Hingga Shelter Pedagang, Safari Pembangunan Pastikan Manfaat Nyata Bagi Warga Kabupaten Cirebon

DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Latih Industri Rumahan Lewat Kreasi Donat Batik

 

KABUPATEN CIREBON — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon menggelar pelatihan kelompok industri rumahan melalui lomba dan pelatihan kreasi donat batik Nusantara dalam rangka peringatan Hari Ibu Nasional ke-97, Senin (15/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor DPPKBP3A Kabupaten Cirebon itu diikuti pelaku industri rumahan dari berbagai kecamatan dan bertujuan memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan usaha skala kecil berbasis rumah tangga.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani mengatakan, pengembangan industri rumahan merupakan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat peran perempuan dalam perekonomian.

“Program pengembangan industri rumahan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pelatihan teknis usaha skala kecil yang dikelola dari rumah,” katanya.

Ia menegaskan, pemberdayaan perempuan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan keluarga, terutama peran laki-laki, sehingga partisipasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan program.

“Perempuan memang harus berdaya, tetapi dukungan suami dan keluarga sangat dibutuhkan agar perempuan bisa berkembang secara ekonomi tanpa meninggalkan peran di dalam keluarga,” ujarnya.

Kepala dinas yang akrab disapa Fitri ini menjelaskan, pelatihan donat batik Nusantara merupakan lanjutan dari pelatihan vokasional sebelumnya, yang bertujuan meningkatkan nilai tambah produk industri rumahan agar lebih kompetitif di pasar.

“Donat yang biasa dijual sederhana, kini diberi sentuhan batik agar tampil lebih menarik dan memiliki ciri khas daerah,” katanya.

Menurut dia, pemilihan motif batik pada produk donat juga menjadi sarana promosi kekayaan budaya Kabupaten Cirebon yang dikenal memiliki beragam motif batik.

“Batik Cirebon tidak hanya hadir pada motif kain, tetapi juga bisa diaplikasikan pada produk kuliner, sehingga memiliki daya jual yang lebih luas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Siti Komariah menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi, termasuk peraturan daerah tentang pemberdayaan dan perlindungan perempuan.

“Maksud kegiatan ini adalah memberdayakan perempuan secara ekonomi melalui pengembangan usaha skala kecil dengan pelatihan teknis dan dukungan peralatan,” jelasnya.

Ia menyebutkan tujuan kegiatan antara lain meningkatkan kemandirian finansial perempuan, mengurangi pengangguran, serta mengembangkan potensi ekonomi di tingkat desa dan daerah.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber praktisi kuliner dan melibatkan unsur organisasi perempuan, penggerak PKK, serta pemangku kepentingan terkait.

DPPKBP3A berharap melalui kegiatan ini pelaku industri rumahan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan di Kabupaten Cirebon. (Nur)

Minggu, 14 Desember 2025

Pekan Kebudayaan Daerah Jawa Barat 2025 Perkuat Kota Cirebon sebagai Simbol Akulturasi dan Toleransi

CIREBON - Vitalitas kebudayaan melekat sebagai tanggung jawab bersama untuk terus dijaga dan diwariskan. Kebudayaan bukan sekadar jejak masa lalu, melainkan denyut hidup yang membentuk identitas, karakter, dan arah pembangunan daerah. 

Kesadaran inilah yang mengemuka dalam Puncak Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Jawa Barat Tahun 2025 yang digelar di Alun-alun Sangkala Buana, Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (14/12/2025).

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Alun-alun Sangkala Buana menjadi ruang perjumpaan sejarah dan akulturasi, tempat berbagai nilai dan tradisi bertemu dan hidup berdampingan. 

“Kawasan ini bukan hanya simbol kejayaan masa lalu, tetapi juga fondasi kuat bagi tumbuhnya kebudayaan Cirebon yang terbuka dan inklusif,” ujarnya.

Menurut Wali Kota, Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong agar berbagai agenda kebudayaan tingkat provinsi maupun nasional dapat diselenggarakan di Kota Cirebon. Ia menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan.

Termasuk dalam penyelenggaraan Festival Seni Media yang digelar di Kompleks Gedung Pelabuhan PT Pelindo, berlangsung selama enam hari dan berhasil menarik lebih dari 29 ribu pengunjung beberapa waktu lalu.

“Ini membuktikan keseriusan Kota Cirebon dalam membangkitkan kembali seni dan budayanya,” lanjut Wali Kota.

Wali Kota juga menegaskan bahwa Cirebon, yang secara harfiah berarti caruban atau percampuran, merupakan simbol persatuan dan toleransi. Kota ini menjadi titik temu tradisi Jawa, Sunda, dan beragam budaya lainnya yang membentuk karakter khas Cirebon. 

Sebagai bagian dari Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Cirebon turut berbangga atas ditetapkannya 42 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2025 yang berasal dari Jawa Barat.

“Pencapaian ini adalah bukti bahwa kekayaan budaya Jawa Barat diakui secara luas, sekaligus menjadi kewajiban kita semua untuk melestarikannya,” tegasnya. 

Ia menekankan bahwa kebudayaan harus dijadikan fondasi pembangunan yang berkelanjutan, sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif daerah dan penguat karakter generasi muda. 

Menurut Wali Kota, pelestarian budaya menuntut jaminan agar setiap tradisi, karya seni, dan kearifan lokal dapat diwariskan secara utuh, relevan dengan perkembangan zaman, serta memberikan kesejahteraan bagi para pelaku budaya. 

“Hal ini hanya bisa terwujud melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, akademisi, dan komunitas budaya,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa PKD menjadi ruang ekspresi penting bagi para seniman dan budayawan untuk menampilkan karya terbaiknya. 

Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar semakin mencintai dan melestarikan budaya daerahnya sendiri. 

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menegaskan bahwa budaya lokal mampu tumbuh dan berkembang seiring perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Herman Suryatman menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pelestarian kebudayaan melalui kebijakan, pembinaan, serta fasilitasi ruang-ruang kreatif.

 “Semoga kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas budaya di Jawa Barat,” pungkasnya. (din)



Pemkab Cirebon Gelar Cirebon Peduli Bencana Sumatra Dan Palestina Lewat Konser Amal

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Al Falah menggelar kegiatan Cirebon Peduli Bencana Sumatra dan Palestina lewat konser amal bersama Wali Band di Stadion Ranggajati, Minggu (14/12/2025).

Bupati Cirebon Imron hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Imron mengajak masyarakat mendoakan para korban bencana di Sumatra, Aceh serta warga Palestina.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

“Kita doakan saudara-saudara kita yang ada di Sumatra, Aceh dan juga Palestina. Mangga silakan sumbangannya dan sedekah untuk korban di Sumatra dan juga Palestina,” kata Imron.

Imron menyampaikan, kondisi Kabupaten Cirebon yang aman dan tenteram patut disyukuri dengan meningkatkan kepedulian kepada sesama.

Ia menegaskan, berdonasi atau sedekah tidak akan mengurangi rezeki.

“Jangan sampai berpikir karena sedekah duitnya berkurang. Kalau sering bersyukur, Allah akan menambah nikmatnya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Imron juga mengapresiasi perjalanan KSPPS BMT Al Falah yang telah memasuki usia ke-30 tahun.

Ia berharap lembaga keuangan syariah tersebut terus berkembang dan berperan dalam membantu masyarakat Kabupaten Cirebon menjalankan usaha, sekaligus mencegah praktik pinjaman tidak sehat seperti bank emok.

Sementara itu, Kepala KSPPS BMT Al Falah, Ahmad Hamdan menyampaikan, KSPPS BMT Al Falah telah membangun gedung tiga lantai yang berlokasi di sekitar kawasan perkantoran Bupati Cirebon serta menerbitkan sebuah buku perjalanan lembaga.

“Rangkaian berikutnya adalah aksi kemanusiaan untuk Sumatra dan Palestina. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ujarnya. (Nur)

MTB Fiesta Bupati Cup 2025 Resmi Ditutup, Dorong Lahirnya Atlet Unggul Cirebon


KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menutup ajang MTB Fiesta 2025 Bupati Cup di JTM Bike Park, Kecamatan Sumber, Minggu (14/12/2025)