KABUPATEN CIREBON - Kabupaten Cirebon mencatat perubahan signifikan dalam jumlah hari hujan selama tiga tahun terakhir.
Data terbaru menunjukkan tren penurunan hari hujan yang cukup tajam, di tengah fluktuasi suhu udara yang tetap ekstrem.
Mengutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, pada 2025 jumlah hari hujan di Kabupaten Cirebon tercatat sebanyak 182 hari. Angka ini menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 279 hari.
Sementara itu, pada 2023, jumlah hari hujan berada di angka 142 hari. Data ini menunjukkan pola yang tidak konsisten, namun secara umum memperlihatkan dinamika cuaca yang semakin sulit diprediksi.
Selain jumlah hari hujan, suhu udara juga menjadi perhatian. Pada 2025, suhu terendah terjadi pada Juli dengan 20 derajat Celsius, sedangkan suhu tertinggi mencapai 36,6 derajat Celsius pada September.
Di tahun sebelumnya, suhu terendah tercatat lebih rendah, yakni 19,2 derajat Celsius pada Juli 2024. Sementara suhu tertinggi justru lebih panas, mencapai 38,1 derajat Celsius pada Oktober.
Adapun pada 2023, suhu terendah terjadi pada Agustus dengan 19 derajat Celsius, sedangkan suhu tertinggi menyentuh 38,4 derajat Celsius pada Oktober.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun hari hujan berkurang di beberapa periode, potensi suhu ekstrem masih tetap tinggi.
Perubahan jumlah hari hujan dan suhu ini menjadi indikator penting dalam memahami pola iklim di Kabupaten Cirebon.
Fluktuasi tersebut juga berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga aktivitas harian masyarakat.
Dengan kondisi cuaca yang semakin dinamis, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus memantau dan mengantisipasi potensi dampak perubahan iklim di wilayah tersebut. (din)
