Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 13 Januari 2026

Kedawung Terbanyak, Ini Data Persebaran Rumah Makan Di Kabupaten Cirebon 2024

KABUPATEN CIREBON — Data tahun 2024 menunjukkan persebaran rumah makan di Kabupaten Cirebon masih terkonsentrasi pada kecamatan dengan aktivitas pemerintahan dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Kecamatan Kedawung tercatat sebagai wilayah dengan jumlah rumah makan terbanyak, yaitu 50 unit. Selanjutnya, Kecamatan Sumber memiliki 37 rumah makan, sejalan dengan fungsinya sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik.

Wilayah dengan jumlah rumah makan relatif tinggi lainnya adalah Kecamatan Ciledug dan Pabuaran, masing-masing sebanyak 26 unit, serta Kecamatan Beber dengan 21 unit.

Pada kelompok jumlah menengah, Kecamatan Talun dan Weru masing-masing memiliki 16 rumah makan, Lemahabang 14 unit, Dukupuntang 13 unit, Palimanan dan Plumbon masing-masing 12 unit, serta Arjawinangun sebanyak 10 unit.

Sementara itu, beberapa kecamatan mencatat jumlah rumah makan yang relatif sedikit, di antaranya Babakan, Gebang, Susukan, Gunungjati, Mundu, dan Tengahtani, yang menunjukkan potensi pengembangan usaha kuliner masih terbuka.

Berdasarkan Open Data Kabupaten Cirebon tersebut, terdapat pula kecamatan yang belum tercatat memiliki rumah makan pada tahun 2024, yaitu Pasaleman, Pabedilan, Karangwareng, Greged, Suranenggala, dan Kaliwedi. (din)

Senin, 12 Januari 2026

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemkot Cirebon Cetak Massal SPPT PBB-P2 Tahun 2026

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam mempermudah masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan. Melalui langkah-langkah strategis dan digitalisasi layanan, Pemkot Cirebon berupaya menciptakan iklim perpajakan yang transparan dan akuntabel. 

Warga Kota Cirebon kini diimbau untuk lebih proaktif dalam menunaikan kewajiban pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) demi keberlangsungan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota Cirebon menyadari bahwa partisipasi aktif wajib pajak memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan infrastruktur dan layanan sosial di Kota Cirebon. 

Oleh karena itu, berbagai inovasi terus diluncurkan agar proses pembayaran pajak tidak lagi dianggap sebagai beban yang rumit, melainkan sebuah kontribusi nyata yang mudah dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dari mana saja dan kapan saja.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang telah didistribusikan dapat direspons dengan kepatuhan. Targetnya, jumlah SPPT yang tersebar harus berbanding lurus dengan tanda bukti bayar yang masuk ke kas daerah sebagai cermin ketaatan warga.

“Harapan kami, SPPT yang sudah dibagikan kepada masyarakat dapat kembali dalam jumlah yang sama dalam bentuk tanda bukti bayar PBB. Kami sangat berharap warga Kota Cirebon yang sudah menerima SPPT ini segera melaksanakan kewajibannya tepat waktu guna mendukung kelancaran agenda pembangunan kota,” ujar Sumanto saat kegiatan cetak massal SPPT PBB-P2 Tahun 2026 di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, Senin (12/1/2026). 

Lebih lanjut, Pj Sekda memberikan kabar baik terkait adanya rencana pemberian insentif pajak. Pemerintah Kota Cirebon saat ini tengah melakukan kajian mendalam mengenai pemberlakuan diskon pajak bagi para penunggak. 

Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari pimpinan daerah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menstimulus realisasi pendapatan yang sempat tertunda.

“Untuk tahun ini, kami sedang mengkaji rencana pengurangan pajak. Pak Wali menyampaikan bahwa berdasarkan ketentuan perundang-undangan, diharapkan tunggakan dari tahun 2010 hingga 2025 bisa mendapatkan pengurangan. Kami sedang mencari payung hukum yang tepat agar kebijakan ini bisa segera terealisasi. Insyaallah, akan ada juga diskon dengan besaran maksimal hingga 50 persen bagi wajib pajak,” tambahnya.

Selain kabar mengenai diskon, Pj Sekda juga mengungkapkan adanya evaluasi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kota Cirebon Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 

Salah satu poin krusial dalam evaluasi tersebut adalah mengenai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Pemerintah berencana untuk mengembalikan tarif pajak pada tahun 2026 mendatang agar setara dengan kondisi pada tahun 2023.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon, Mastara, melaporkan bahwa proses cetak massal SPPT PBB-P2 tahun ini telah dimulai. 

Menurutnya, kesiapan sistem dan administrasi telah melalui proses panjang untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat distribusi maupun proses pembayaran di lapangan.

“Kami laporkan bahwa proses cetak massal SPPT insyaallah resmi dimulai hari ini. Ini merupakan hasil dari sebuah proses yang sangat panjang dan penuh ketelitian. Kami juga telah mengundang pihak-pihak terkait untuk berkoordinasi agar dinamika atau kendala yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali di masa sekarang,” jelas Mastara.

Berdasarkan data teknis dari BPKPD, total SPPT yang dicetak untuk tahun 2026 ini mencapai 86.788 lembar dengan potensi nilai ketetapan sebesar Rp52.246.295.040. Angka tersebut terbagi dalam beberapa kategori, di mana mayoritas merupakan wajib pajak dengan ketetapan di bawah Rp2 juta sebanyak 82.608 SPPT dengan total nilai mencapai Rp14.595.988.889. 

Sementara itu, untuk kategori wajib pajak dengan ketetapan di atas Rp2 juta, tercatat sebanyak 4.167 SPPT dengan nilai total sebesar Rp36.623.689.948. 

"Dengan pemetaan data ini, pemerintah optimistis target pendapatan daerah dari sektor pajak dapat tercapai secara maksimal sembari tetap mengedepankan pelayanan yang humanis bagi seluruh warga Kota Cirebon," tuturnya. (din)



Dihadapan ribuan Alumni, Rektor Paparkan Jika UIN Siber Cirebon Hadirkan Pendidikan Inklusif di Era Digital

CIREBON, FC,- Dihadapan ribuan alumni, Rektor UIN Siber Cirebon menjelaskan tentang kampus Siber satu-satunya di PTKIN di Indonesia. Menurutnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan berbasis digital. Kampus ini tidak hanya menawarkan kemajuan teknologi pembelajaran, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Rektor UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menegaskan bahwa kehadiran UIN Siber bukan semata-mata untuk mengikuti arus digitalisasi, melainkan sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa dibatasi ruang dan waktu

“UIN Siber Cirebon lahir dari semangat menghadirkan pendidikan yang berkeadilan. Teknologi kami manfaatkan sebagai jembatan, agar siapa pun—di kota maupun di pelosok—memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ujar Prof. Aan Jaelani.

Menurutnya, transformasi digital dalam dunia pendidikan harus tetap berpijak pada nilai-nilai etika, spiritualitas, dan karakter. Karena itu, UIN Siber Cirebon mengintegrasikan kurikulum berbasis teknologi dengan penguatan moderasi beragama, keilmuan Islam, serta pengembangan akhlak mahasiswa.

“Pendidikan tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya. Digitalisasi hanyalah alat, sementara tujuan utamanya adalah membentuk insan berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Lebih jauh, Prof. Aan menjelaskan bahwa UIN Siber Cirebon terus mendorong inovasi pembelajaran daring yang interaktif, riset berbasis digital, serta pengabdian kepada masyarakat melalui platform teknologi. Hal ini sejalan dengan visi kampus sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam siber di tingkat nasional maupun internasional.

Kehadiran UIN Siber Cirebon juga diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama.

“Kami ingin lulusan UIN Siber Cirebon menjadi agen perubahan, yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa,” pungkas Prof. Aan Jaelani.

Dengan semangat inovasi dan nilai-nilai humanis, UIN Siber Cirebon terus meneguhkan perannya sebagai kampus masa depan yang tetap berpijak pada akar budaya, spiritualitas, dan kemanusiaan. (din)

Minggu, 11 Januari 2026

Webometrics Januari 2026: UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Masuk 23 PTKIN Terbaik Indonesia

 


CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam pemeringkatan Webometrics edisi Januari 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil masuk dalam 23 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia, dengan menempati peringkat ke-23 secara nasional.(11/01/26).

Pemeringkatan Webometrics merupakan salah satu sistem pemeringkatan universitas paling kredibel di dunia yang menilai kinerja perguruan tinggi berdasarkan kekuatan dan dampak kehadiran digital. 

Penilaian ini didasarkan pada tiga indikator utama, yakni visibility (visibilitas dan dampak konten digital), openness (keterbukaan akses publikasi ilmiah), serta excellence (kualitas artikel ilmiah yang masuk dalam 10 persen teratas publikasi internasional).

Capaian tersebut menjadi prestasi penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang relatif masih tergolong muda sebagai kampus berbasis Cyber Islamic University. Namun demikian, institusi ini terus menunjukkan akselerasi signifikan dalam penguatan ekosistem digital, pengelolaan website akademik, serta peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah dosen maupun mahasiswa.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan kerja kolektif sivitas akademika dalam memperkuat ekosistem akademik berbasis digital.

“Pemeringkatan Webometrics merupakan salah satu tolok ukur universitas di dunia dan Indonesia yang didasarkan pada beberapa indikator penting. Visibility mengukur sejauh mana referensi eksternal terhadap situs universitas; Excellence menilai kualitas artikel penelitian yang paling banyak dikutip berdasarkan data Scopus atau Scimago; sementara Transparency melihat tingkat sitasi dari peneliti yang paling sering dikutip melalui Google Scholar,” ungkap Rektor.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., pun menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, peringkat ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam mendorong transformasi digital, penguatan tridarma perguruan tinggi, serta peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, riset, dan publikasi ilmiah agar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global,” ujar Rektor.

Berdasarkan data resmi Webometrics Januari 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tercatat berada pada peringkat 3.750 dunia, sekaligus peringkat ke-23 PTKIN terbaik Indonesia. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai salah satu PTKIN yang konsisten mengembangkan pendidikan tinggi Islam berbasis teknologi digital.

Ke depan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menargetkan peningkatan kualitas konten digital, penguatan kolaborasi riset, serta optimalisasi website dan media sosial institusi sebagai bagian dari strategi menuju kampus Islam digital berdaya saing global. (din)

Sabtu, 10 Januari 2026

Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Juara 2 BPRC 2.0 Nasional dengan Kampanye #PilahItuIbadah

 

CIREBON, FC - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon di tingkat nasional. Tim ECOMOVE berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Bandung Public Relations Convergence (BPRC) 2.0, kompetisi Public Relations bergengsi yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) di Telkom University, Bandung, Sabtu (10/1/2026).

Tim ECOMOVE yang terdiri dari Siti Hamidah, Aminah Amna, dan Dwi Agustia Putri Nur Aisyah, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), tampil unggul melalui kampanye PR inovatif bertajuk #PilahItuIbadah.

Kompetisi yang mengusung tema “Innovative Green PR for Better Lifestyle” ini menjadi wadah adu gagasan strategis di bidang komunikasi publik berbasis keberlanjutan. 

Tim ECOMOVE berhasil mencuri perhatian dewan juri dengan pendekatan Green Public Relations yang dikolaborasikan dengan nilai-nilai keagamaan melalui perspektif ekoteologi.

Melalui kampanye #PilahItuIbadah, Tim ECOMOVE menempatkan pengelolaan sampah bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari praktik keimanan. 

Strategi komunikasi yang ditawarkan meliputi pembentukan Student Task Force serta pengembangan Dashboard Hijau sebagai sistem monitoring perilaku ramah lingkungan di kampus keagamaan. Pendekatan ini dinilai memiliki potensi implementasi tinggi dan berdampak luas, khususnya di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Prestasi ini semakin istimewa karena Tim ECOMOVE berhasil mengungguli ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Atma Jaya Jakarta, dan sejumlah kampus unggulan lainnya.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Naela Farah, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FDKI tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga mampu menghadirkan strategi komunikasi yang kreatif, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai keislaman. Konsep ekoteologi yang diusung Tim ECOMOVE menjadi bukti integrasi ilmu dakwah dengan isu-isu kontemporer yang sangat relevan,” ujarnya.

Sementara itu, Dessy Kushardiyanti, M.A., dosen Public Relations sekaligus pembina tim dari Program Studi KPI, menilai keberhasilan ini sebagai contoh praktik strategic communication yang kuat.

“Tim ECOMOVE berhasil menerjemahkan konsep Green PR ke dalam narasi yang sangat resonan dengan audiensnya, yaitu nilai-nilai keagamaan. Kampanye #PilahItuIbadah tidak hanya logis secara ekologis, tetapi juga bermakna secara spiritual. Ini adalah contoh brilian komunikasi strategis yang berangkat dari kearifan lokal,” jelasnya.

Ketua Tim ECOMOVE, Siti Hamidah, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya agar gagasan yang diusung dapat memberi dampak nyata.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Kompetisi ini sangat ketat, namun kami percaya pada konsep yang kami tawarkan. Harapan kami, kampanye #PilahItuIbadah dapat diimplementasikan tidak hanya di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, tetapi juga di berbagai institusi keagamaan lainnya,” ungkapnya.

Prestasi ini semakin menegaskan peran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus Islam berbasis digital yang mendorong lahirnya generasi muda kreatif, kritis, dan berorientasi pada solusi berkelanjutan melalui integrasi ilmu komunikasi, nilai keislaman, dan kepedulian lingkungan. (din)

Jumat, 09 Januari 2026

Wujudkan Sinergi Pembangunan, Pemkot Cirebon Prioritaskan Infrastruktur Dasar


BANDUNG – Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Fokus utama dalam tahun anggaran 2026 akan diprioritaskan pada pembenahan infrastruktur dasar dan optimalisasi layanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, usai menghadiri Rapat Evaluasi APBD se-Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (9/1/2026).

​Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam arahannya menekankan bahwa di tengah kondisi fiskal yang cukup menantang, setiap daerah wajib melakukan efisiensi ketat. Penghematan dilakukan dengan memangkas pos belanja yang tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, untuk dialihkan ke sektor produktif.

​"Pembangunan ke depan harus memenuhi hak dasar rakyat. Kita fokuskan anggaran pada perbaikan jalan, drainase, trotoar, hingga irigasi,” ujarnya.

Gubernur juga mewajibkan seluruh kepala daerah untuk transparan soal anggaran. Ia menyarankan agar manfaatkan media sosial untuk ekspos APBD.

“Agar rakyat tahu dan percaya bahwa uang mereka kembali dalam bentuk pembangunan," tuturnya 

​Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, diwakili Kepala Badan Keuangan Daerah Pemerintah Kota Cirebon, Mastara  menyatakan kesiapan jajarannya untuk menjalankan instruksi tersebut. 

Selain efisiensi, Pemkot Cirebon juga melaporkan kondisi keuangan daerah secara transparan, termasuk terkait Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

​"Kami hadir memenuhi undangan Pak Gubernur bersama Pak Pj Sekda dan kepala perangkat daerah terkait. Poin utamanya adalah memastikan pelaksanaan APBD tidak sekadar mengejar persentase serapan, tapi harus efektif,” ujarnya.

Mastara menjelaskan, untuk Kota Cirebon, SiLPA di RKUD sekitar  Rp19 miliar, yang terdiri dari Rp13 miliar SiLPA berhadapan dan Rp6 miliar SiLPA bebas. Lebih lanjut, Mastara mengungkapkan bahwa SiLPA bebas tersebut akan langsung dialokasikan untuk menangani isu krusial di Kota Cirebon, yakni pengelolaan lingkungan.

​"Sesuai arahan pusat dan kebutuhan mendesak di lapangan, SiLPA bebas ini akan kami fokuskan untuk penataan masalah persampahan, khususnya di TPA Kopiluhur yang sudah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Kami ingin amanat dari Kementerian Lingkungan Hidup segera terealisasi demi kenyamanan warga Kota Cirebon," tambahnya.

Rapat koordinasi ini juga mendorong inovasi daerah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pajak dan retribusi. Dengan sinkronisasi ini, Pemerintah Kota Cirebon optimis pembangunan di tahun 2026 akan lebih tepat sasaran, transparan, dan berdampak signifikan pada kesejahteraan ekonomi masyarakat. (Hafid)



Kamis, 08 Januari 2026

Pemkab Cirebon Optimalkan Satu Data Untuk Dukung Kebijakan Berbasis Bukti

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperkuat penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat daerah sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Hendra Nirmala saat membuka kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di Ruang Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (8/1/2026).

Hendra memberikan arahan terkait penyelenggaraan Satu Data di lingkungan pemerintah daerah. Ia menyampaikan, statistik sektoral merupakan bagian dari implementasi SDI.

Karena itu, setiap perangkat daerah wajib memastikan data yang dihasilkan memenuhi prinsip standar data, metadata, interoperabilitas, serta kode referensi atau data induk.

“Perangkat daerah adalah aktor utama dalam menentukan kualitas data daerah. Data yang dihasilkan harus akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Hendra.

Ia menjelaskan, setiap perangkat daerah perlu memiliki penanggung jawab data yang aktif berkoordinasi dengan Diskominfo selaku wali data untuk menjaga konsistensi dan keselarasan data antarsektor.

Data sektoral juga harus mendukung dokumen perencanaan pembangunan daerah, mulai dari RPJPD, RPJMD, Renstra, Renja, hingga indikator kinerja daerah.

Dalam penyusunan data tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah melaksanakan desk daftar data pada akhir November.

Kegiatan tersebut menghasilkan daftar data tahun 2026 yang disepakati bersama oleh produsen data dan wali data serta dituangkan dalam berita acara sebagai acuan kerja.

Hendra menambahkan, mekanisme pengumpulan, penyampaian, dan verifikasi data dilakukan melalui Portal Satu Data yang dikelola Diskominfo.

Perangkat daerah diminta melakukan pembersihan data secara berkala dan menyampaikan data sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

“Penginputan data harus dilakukan langsung oleh masing-masing perangkat daerah melalui Portal Satu Data Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto menyampaikan, penyelenggaraan Satu Data tahun 2026 mencakup 1.060 data sektoral dari 31 perangkat daerah.

Data tersebut merupakan data tahun 2025 yang dikumpulkan berdasarkan hasil kesepakatan desk daftar data.

Menurut Bambang, penyelenggaraan Satu Data mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Bupati Cirebon Nomor 56 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Satu Data Kabupaten Cirebon.

Ia menjelaskan, proses input data oleh masing-masing dijadwalkan berlangsung pada Januari hingga Maret 2026, sedangkan verifikasi data oleh Diskominfo dilakukan pada Maret hingga April 2026.

Hasil kesepakatan daftar data tahun 2026 selanjutnya ditetapkan dalam berita acara yang ditandatangani perangkat daerah selaku produsen data dan Diskominfo sebagai wali data sebagai dasar pelaksanaan Satu Data Kabupaten Cirebon tahun 2026. (Nur)








Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Apresiasi Polresta Cirebon Gelar Panen Raya Jagung Pipil

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Polresta Cirebon menggelar panen raya jagung pipil serentak dalam rangka mendukung ketahanan pangan tahun 2026 di Blok Ciwareng, Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Kamis (8/1/2025).

Kegiatan panen raya tersebut dihadiri Bupati Cirebon Imron bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Panen raya ini merupakan program yang digagas oleh Polresta Cirebon sebagai bagian dari upaya pemberdayaan petani melalui penanaman jagung.

Bupati Cirebon Imron mengapresiasi program yang dilaksanakan Polresta Cirebon. Ia menyebutkan, kegiatan panen raya ini merupakan panen pada kuartal keempat tahun 2025 yang dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah.

“Pada hari ini, kami dan Forkopimda mengadakan panen raya yang digagas oleh Kapolresta. Kami mengucapkan terima kasih atas program Polresta Cirebon penanaman jagung ini,” ujar Imron.

Ia menjelaskan, sebelumnya, panen raya telah dilaksanakan di wilayah Cirebon timur, dan saat ini berlanjut di Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang.

Menurutnya, hasil panen jagung yang diperoleh cukup baik dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama mengatakan, panen raya di Desa Sindangjawa dilakukan di lahan seluas dua hektare.

Selain itu, masih terdapat sejumlah lokasi lain yang akan melaksanakan panen dalam satu hingga dua hari ke depan.

“Panen ini lokasi di Sindangjawa dua hektare, tapi kita ada beberapa tempat lain yang menyusul satu sampai dua hari ke depan panen juga,” kata Imara.

“Total keseluruhan lebih dari 300 hektare dan dilakukan secara bertahap, tidak semuanya langsung panen bersamaan,” ungkapnya. (Nisa)







Rabu, 07 Januari 2026

Pemkab Cirebon Tanam Pohon untuk Mitigasi Banjir dan Lestarikan Lingkungan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melaksanakan kegiatan penanaman pohon di lahan milik pemerintah daerah seluas 4.500 meter persegi atau kawasan City Land sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus mitigasi risiko banjir.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan alam, terutama di tengah masih tingginya intensitas curah hujan pada tahun ini.

“Penanaman pohon ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan alam dan mengurangi risiko banjir di Kabupaten Cirebon,” kata pria yang akrab disapa Jigus ini, Rabu (7/1/2025).

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembang perumahan, masyarakat, serta seluruh perangkat daerah agar turut melakukan penanaman pohon di wilayah masing-masing.

“Ke depan, penanaman pohon tidak hanya dilakukan di lokasi ini, tetapi juga di area lain, terutama di lahan terbuka hijau dan kawasan perumahan,” ujarnya.

Jigus menyebutkan, pemerintah daerah akan memprioritaskan penanaman pohon di wilayah dengan kontur tanah berbukit dan daerah yang rawan terjadi limpasan air saat hujan deras.

Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi sebelumnya di Kabupaten Cirebon dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya penyatuan aliran sungai dari sejumlah sumber air.

“Banjir kemarin cukup besar, salah satu penyebabnya karena beberapa sumber air menyatu menjadi satu aliran, selain adanya sedimentasi sungai,” katanya.

Selain itu, Jigus menegaskan penanganan banjir memerlukan kolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk peran aktif masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Ia menambahkan pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan banjir agar dampaknya dapat dikurangi, mengingat berdasarkan informasi BMKG intensitas hujan diperkirakan masih berlangsung hingga April.

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Durahman Jaya Supena mengatakan, penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Ia menyebutkan jenis tanaman yang ditanam adalah pohon trembesi, karena memiliki akar yang kuat dan mampu meningkatkan daya resap tanah, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan agronomis.

“Kami berharap kegiatan penanaman pohon dapat dilakukan secara berkelanjutan di berbagai lokasi marginal, sehingga Kabupaten Cirebon semakin hijau dan memiliki lingkungan yang lebih lestari,” pungkasnya. (Ara)








Perkuat Ekonomi Digital, Pemkot Cirebon Tekankan Etika Komunikasi bagi Wirausahawan Muda

CIREBON – Memegang gawai paling mutakhir tidak akan berarti banyak jika pemiliknya tidak memiliki kecakapan dalam meramu pesan. Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Digital di Majelis Bani Asy Syafiiyah, Rabu (7/1/2026). 

Ia menekankan bahwa di era digital, keterampilan berkomunikasi adalah "senjata" utama yang menentukan apakah seseorang akan sukses menjadi pelaku usaha atau sekadar menjadi penonton di media sosial.

Wakil Wali Kota melihat fenomena di mana teknologi seringkali berkembang lebih cepat daripada kemampuan penggunanya dalam membangun narasi yang positif. 

Menurutnya, kemandirian ekonomi Kota Cirebon harus dimulai dari individu-individu yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan arus utama yang menuntut masyarakat untuk adaptif agar tidak tergilas oleh perubahan zaman yang dinamis.

"Saya ingin kita semua memahami bahwa kecanggihan gadget di tangan kita harus diimbangi dengan kecakapan menyampaikan pesan. Di dunia maya, cara kita bertutur, cara mempresentasikan produk, dan cara membangun kepercayaan dengan orang yang tidak pernah kita temui secara fisik adalah kunci keberhasilan. Jadilah wirausahawan yang santun, jujur, dan inovatif," ujar Wakil Wali Kota dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isu kesenjangan digital dan tantangan ekonomi pasca-pandemi mengharuskan warga untuk berani mengambil peran sebagai pelaku utama, bukan hanya konsumen. Baginya, komunikasi efektif adalah fondasi dari segala bentuk usaha. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, produk yang hebat sekalipun akan sulit menjangkau pasar yang lebih luas di ekosistem digital.

Pemerintah Kota Cirebon pun memberikan apresiasi tinggi kepada PKBM Surapandan yang telah menginisiasi kolaborasi ini. Wakil Wali Kota berharap pelatihan ini tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan menjadi momentum bagi peserta untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus etika berkomunikasi dalam berbisnis. 

Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan non-formal seperti PKBM, Kota Cirebon optimis dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga piawai dalam membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

"Ayo generasi muda terus bergerak maju dan tidak pernah berhenti belajar di tengah pusaran teknologi," ajaknya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana Kegiatan, Tuti Alawiyah, mengajak para peserta untuk mengubah pola pikir dalam menggunakan perangkat digital. 

Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering terjebak dalam aktivitas pasif di media sosial tanpa menghasilkan nilai tambah secara ekonomi. Padahal, potensi "cuan" atau keuntungan materiil sangat terbuka lebar jika gawai dikelola dengan orientasi kewirausahaan.

"Digital itu sangat positif kalau kita gunakan untuk hal yang bermanfaat. Bagaimana kita menciptakan ruang digital kita untuk bisa menghasilkan cuan. Ini kesempatan emas bagi generasi kita dan anak-anak kita. Di sini nanti peserta akan mempraktikkan langsung bagaimana mengimplementasikan penggunaan digital dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.

Tuti juga mengingatkan agar para peserta PKBM tidak hanya menjadi pengikut tren yang sekadar menghabiskan waktu di dunia maya. "Jangan hanya scroll, scroll, scroll saja tanpa hasil. Lewat pelatihan ini, kita dorong agar setiap aktivitas digital bisa berdampak pada kemandirian ekonomi. Kita ingin mereka bisa belajar sekaligus menghasilkan melalui platform yang ada," tambahnya. (Anin)



Balutan Adat dan Doa, Rasidi Aldo Gelar Acara Tujuh Bulanan Anak

 

CIREBON, FC — Upaya melestarikan tradisi budaya warisan leluhur, Rasidi Aldo menggelar acara Tujuh Bulanan kehamilan anaknya di Kampung Purwasari, Gang Anggur, Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (7/1).

Acara adat tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Meski cuaca diguyur hujan, antusiasme keluarga, kerabat, serta warga sekitar tetap tinggi untuk menghadiri dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Tradisi tujuh bulanan merupakan salah satu budaya yang masih dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk doa dan harapan agar ibu serta calon bayi diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga proses kelahiran.

“Ini bukan sekadar acara keluarga, tetapi juga bentuk syukur sekaligus usaha kami untuk tetap menjaga tradisi budaya agar tidak hilang,” ujar  Rasidi Aldo di sela kegiatan. (Ara)


Warga sekitar menyambut baik kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di lingkungan Kampung Purwasari.


Dengan digelarnya acara ini, diharapkan nilai-nilai budaya lokal tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, khususnya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Musrenbang Kelompok Rentan Tekankan Perhatian Serius Bagi Perempuan, Anak, Lansia, Dan Disabilitas

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan, anak, lansia (lanjut usia) dan penyandang disabilitas, melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelompok Rentan, Selasa (6/1/2026).

Bupati Cirebon, Imron menyampaikan, Musrenbang ini menjadi ruang penting untuk memastikan pembangunan daerah berjalan inklusif dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Dengan adanya Musrenbang yang membahas persoalan perempuan, anak, lansia, dan disabilitas, kami berharap di Kabupaten Cirebon ke depan akan lahir anak-anak yang kreatif, perempuan yang memahami hak dan kewajibannya, lansia yang mandiri dan berdaya, serta penyandang disabilitas yang mendapat perhatian dan dukungan penuh,” ujar Imron.

Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan publik.

Oleh karena itu, baik pemerintah maupun masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk hadir dan membantu mereka agar dapat berdaya dan bermanfaat.

“Kita tidak lagi membedakan. Semua adalah bagian dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang harus kita dukung dan kita layani sesuai dengan kebutuhannya,” tegasnya.

Imron juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan ramah disabilitas di berbagai fasilitas publik, termasuk di tingkat kecamatan.

Ia berharap ke depan, setiap kecamatan mampu menyediakan pelayanan yang memudahkan penyandang disabilitas dalam mengurus berbagai keperluan tanpa hambatan.

“Kami ingin ada pelayanan khusus disabilitas, supaya mereka tidak mengalami kesulitan saat memiliki keperluan, misalnya di kecamatan atau tempat pelayanan lainnya,” tambahnya.

Melalui Musrenbang Kelompok Rentan ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan kebijakan dan program pembangunan yang inklusif, adil, serta mampu menjawab kebutuhan perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas secara berkelanjutan. (Nur)








Pemkab Cirebon Carikan Solusi Penanganan Banjir Di Kecamatan Mundu

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat menindaklanjuti kejadian banjir yang melanda Kecamatan Mundu.

Sejumlah langkah koordinatif dilakukan guna mencari solusi penanganan banjir agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan dan peninjauan lapangan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dinas tingkat provinsi, perangkat daerah terkait, hingga para kuwu di wilayah Kecamatan Mundu.

Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi penyebab banjir serta perumusan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang.

Berdasarkan hasil pendataan awal, banjir berdampak pada sedikitnya enam desa di Kecamatan Mundu.

Genangan air yang terjadi menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya maksimal dalam menangani persoalan banjir di wilayah tersebut.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar banjir di Kecamatan Mundu tidak kembali terjadi,” ujar Jigus, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, penanganan banjir memerlukan kerja sama lintas sektor, karena permasalahan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan saling berkaitan dari wilayah hulu hingga hilir.

Faktor kerusakan lingkungan, pendangkalan sungai akibat sedimentasi, serta penyumbatan aliran air oleh sampah menjadi penyebab utama terjadinya banjir.

Selain langkah teknis, pemerintah daerah juga mendorong peran aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Melalui para kuwu, masyarakat diimbau untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong, khususnya dalam membersihkan saluran air dan drainase di lingkungan masing-masing.

Dalam penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Cirebon memprioritaskan sejumlah titik rawan banjir, salah satunya kawasan Grand Pamengkang.

Di lokasi tersebut, pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan pihak pengembang serta instansi terkait untuk memastikan adanya tanggung jawab dalam penanganan infrastruktur pengendali banjir.

“Kami akan melakukan penanganan secara kolaboratif dengan pemerintah provinsi, BBWS, dan pihak terkait lainnya,” kata Jigus.

Ke depan, Pemkab Cirebon akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menyusun langkah-langkah penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Dengan sinergi semua pihak, pemerintah daerah berharap permasalahan banjir di Kecamatan Mundu dapat ditangani secara efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (din)

Berkat Kepemimpinan Visioner Dr H Acep Komara Antarkan FEB UGJ Cirebon Menjadi Kampus Bertaraf Internasional

Kegiatan Short Course Inbound yang saat ini tengah berlangsung di FEB UGJ. Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa Universitas San Carlos, Filipina


CIREBON, FC — Nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon kian harum di kancah internasional. Sejumlah perguruan tinggi luar negeri banyak yang berkunjung melakukan studi banding dan kerjasama internasional dengan kampus dibawah kepemimpinan Dr H Acep Komara ini.

Di balik capaian tersebut, sosok Dr H Acep Komara, SE, MM, M.Si tampil sebagai figur sentral yang dengan visi, komitmen, dan kerja nyata berhasil membawa FEB UGJ melangkah jauh melampaui batas regional, bahkan nasional.

Di bawah kepemimpinannya, FEB UGJ tidak hanya berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul di tingkat lokal, tetapi juga dipercaya oleh dunia internasional sebagai mitra strategis dalam pengembangan akademik, bisnis, dan budaya. Kepercayaan itu terus mengalir seiring obsesi besar dan konsistensi Dr H Acep Komara dalam membangun jejaring kerja sama global.

Salah satu bukti nyata dari pengakuan internasional tersebut adalah kegiatan Short Course Inbound yang saat ini tengah berlangsung di FEB UGJ. 

Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa Universitas San Carlos, Filipina, yang terdiri dari 17 perempuan dan 3 laki-laki, didampingi oleh seorang dosen pendamping. Program berlangsung selama 10 hari, mulai 5 hingga 14 Januari 2026, dan menjadi momentum penting bagi FEB UGJ dalam memperkuat internasionalisasi kampus.

Selama mengikuti short course, para mahasiswa asing tersebut mempelajari berbagai aspek pengetahuan bisnis serta budaya Cirebon secara khusus dan Jawa Barat secara umum. 

Program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai ruang dialog lintas budaya yang memperkenalkan kekayaan dunia usaha dan budaya Nusantara kepada mahasiswa internasional.

“Melalui program ini, mahasiswa asing diharapkan memperoleh wawasan yang utuh tentang praktik bisnis di Indonesia sekaligus memahami kekayaan budaya bangsa yang menjadi identitas nasional,” ungkap Dr H Acep Komara dalam salah satu kesempatan.

Lebih dari sekadar program jangka pendek, kegiatan short course inbound ini merupakan bagian dari strategi besar FEB UGJ untuk memperluas kerja sama internasional, khususnya dengan perguruan tinggi di kawasan Asia dan dunia. Strategi ini terbukti efektif, mengingat FEB UGJ telah mencatatkan berbagai aktivitas internasional lainnya.

Sejumlah capaian internasional yang berhasil diraih FEB UGJ antara lain pembukaan kelas internasional, pengiriman mahasiswa ke luar negeri untuk mengikuti short course, summer camp, student exchange, dan transfer kredit internasional, pelaksanaan visiting lecturer, PKM internasional, hingga keberhasilan mahasiswa FEB UGJ meraih prestasi juara dalam berbagai kompetisi internasional.

Keberhasilan menarik mahasiswa asing untuk belajar langsung di kampus FEB UGJ semakin menegaskan posisi fakultas ini sebagai kampus bertaraf internasional. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari visi global dan kepemimpinan transformatif Dr H Acep Komara yang secara konsisten mendorong FEB UGJ untuk terus beradaptasi dan berdaya saing di tingkat dunia.

Saat ini, FEB UGJ juga telah menjadi tujuan studi bagi mahasiswa asing jenjang S1 yang berasal dari tiga negara, yakni Sudan, Yaman, dan Timor Leste. Keberagaman ini memperkaya atmosfer akademik dan menjadi modal penting dalam membangun lingkungan pembelajaran multikultural.

Ke depan, FEB UGJ bertekad untuk menarik lebih banyak mahasiswa asing dari berbagai negara, sekaligus memperluas jejaring kemitraan global. Dengan fondasi kepemimpinan yang kuat, program internasional yang berkelanjutan, serta kepercayaan dunia yang terus tumbuh, FEB UGJ optimistis mampu mengukuhkan diri sebagai pusat pendidikan ekonomi dan bisnis berkelas dunia.

Di tangan Dr H Acep Komara, FEB UGJ tidak sekadar bermimpi tentang internasionalisasi, tetapi telah membuktikannya melalui langkah nyata dan prestasi yang membanggakan. (din)