Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 13 Februari 2026

Belajar dari Kabupaten Madiun, Pemkot Cirebon Adopsi Skema KPBU untuk Penerangan Jalan

MADIUN – Pemerintah Kota Cirebon melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Madiun pada Kamis (12/2/2026). Dipimpin langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, kunjungan kerja ini untuk mendalami skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam pengadaan Alat Penerangan Jalan (APJ), sebuah terobosan yang dinilai sukses menjadikan Madiun sebagai pelopor penerangan jalan efisien di Indonesia.

Wali Kota menyatakan bahwa langkah studi tiru ini merupakan upaya serius pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan warga. Menurutnya, keterbatasan APBD tidak boleh menjadi penghambat bagi pelayanan publik. Dengan mempelajari keberhasilan Madiun yang telah memulai skema KPBU sejak September 2022, Kota Cirebon optimistis bisa menghadirkan cahaya di setiap sudut jalan tanpa membebani keuangan daerah secara drastis.

“Kami datang ke sini untuk belajar, Kabupaten Madiun adalah yang pertama di Indonesia yang sukses mengeksekusi proses KPBU APJ ini. Semangatnya adalah kolaborasi, sebagaimana arahan Bapak Presiden agar kepala daerah saling bahu-membahu dan menolong dalam membangun wilayahnya,” ujar Wali Kota

Wali Kota memboyong jajaran lengkap jajaran perangkat daerah, mulai dari Pj Sekda, Dishub, Bappelitbangda, hingga unsur Inspektorat. Hal ini dilakukan agar pemahaman mengenai aspek hukum, keuangan, dan teknis infrastruktur dapat diserap secara menyeluruh oleh seluruh pemangku kepentingan.

Selain masalah lampu jalan, Pemkot Cirebon juga menunjukkan ketertarikan untuk mengadopsi sistem serupa pada sektor pengelolaan sampah dan infrastruktur lainnya. Wali Kota berharap, sinergi antara eksekutif dan legislatif setelah dari Madiun dapat segera membuahkan progres nyata. “Matur suwun atas sambutan hangat Bapak Bupati Madiun. Kami ingin apa yang dihasilkan dari sini segera dieksekusi, kalau bisa tahun ini juga sudah ada progres signifikan untuk Kota Cirebon,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyambut baik niat tulus jajaran Pemerintah Kota Cirebon. Ia memaparkan bahwa hingga saat ini, kolaborasi dengan badan usaha telah mencakup 7.459 titik lampu. Hasilnya pun sangat terasa pada efisiensi anggaran, biaya operasional listrik yang semula mencapai Rp13–14 miliar per tahun, kini terpangkas hingga 50 persen menjadi hanya Rp6–7 miliar berkat penggunaan teknologi LED.

“Selain efisiensi fiskal, skema ini memberikan jaminan kualitas layanan selama 10 tahun. Pihak swasta wajib memastikan lampu menyala, dan jika ada kerusakan, harus diperbaiki maksimal dalam waktu 24 jam. Ini adalah bentuk kepastian layanan bagi masyarakat,” jelas Hari.

Lebih lanjut, Hari menekankan bahwa dampak dari jalanan yang terang benderang merembet ke sektor ekonomi dan keamanan. Ia menceritakan bagaimana geliat ekonomi malam hari meningkat karena pedagang merasa aman berjualan hingga pukul 21.00 WIB, yang sebelumnya hanya sampai sore hari. Kondisi wilayah yang terang dan kondusif secara otomatis meningkatkan daya tarik bagi para investor.

“Investor itu butuh keamanan. Murah saja tidak cukup kalau tidak aman. Dengan terciptanya kondisi wilayah yang terang benderang, risiko gangguan keamanan berkurang dan iklim investasi pun tumbuh positif. Inilah yang kami tawarkan melalui komitmen pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Bupati Madiun.

Untuk diketahui, Proyek KPBU APJ Kabupaten Madiun telah diakui secara nasional dengan meraih berbagai penghargaan dari Kementerian Perhubungan, Bappenas, hingga Kementerian PUPR, menjadikannya model percontohan nasional bagi daerah lain yang ingin melakukan percepatan pembangunan infrastruktur secara mandiri dan berkelanjutan. (din)



Tingkatkan Kemampuan Membaca, Pemkab Cirebon dan INOVASI Gelar Lokakarya untuk Guru SD

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan bersama INOVASI kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi dasar dengan menyelenggarakan Lokakarya Praktik Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk Kemampuan Membaca bagi guru Sekolah Dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Batiqa Cirebon, Kamis (12/2/2026).

Lokakarya diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari perwakilan guru kelas 1, 2, dan 3 serta Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) dari enam kecamatan, yakni Astanajapura, Gegesik, Losari, Pabedilan, Panguragan, dan Mundu.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil asesmen kemampuan membaca siswa di enam kecamatan tersebut yang menunjukkan adanya variasi tingkat kemampuan dalam satu kelas, mulai dari level pengenalan huruf, suku kata, kata, paragraf, hingga cerita.

Kondisi ini menuntut guru untuk mampu merancang pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan belajar setiap siswa.

Melalui pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi, guru didorong untuk menyesuaikan strategi, proses, serta asesmen pembelajaran berdasarkan karakteristik dan tingkat kemampuan siswa.

Peserta juga diperkenalkan dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL), yaitu strategi intervensi pembelajaran membaca yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan aktual siswa, termasuk pemberian dukungan tambahan di luar jam pembelajaran reguler.

Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Nano Sutarno, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut dalam memperkuat kapasitas guru.

“Dinas Pendidikan memandang kemitraan bersama INOVASI ini sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus menguatkan ekosistem pendidikan di Kabupaten Cirebon,” ujar Nano.

Ia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara konsisten di sekolah masing-masing untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas awal.

Selain itu, peserta juga diharapkan menjadi agen perubahan dengan mendiseminasikan praktik baik kepada rekan sejawat di tingkat sekolah maupun kecamatan.

Lokakarya dirancang secara aplikatif dan berbasis praktik. Peserta melakukan analisis dan revisi RPP, menyusun skenario pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca, hingga melakukan simulasi peer teaching.

Pada sesi penguatan, fasilitator memperkenalkan strategi TaRL berdasarkan level membaca siswa yang dipadukan dengan pemanfaatan Alat Peraga Edukatif (APE) hasil pengembangan masing-masing KKG dari pelatihan sebelumnya.

Karno, guru SD Negeri 2 Panggangsari, Kecamatan Losari, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini memberikan dampak nyata di sekolah.

“Harapannya ke depan, pelatihan atau workshop seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam membekali kapasitas guru meningkatkan kemampuan membaca murid,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, setiap KKG menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk mendiseminasikan praktik baik di tingkat kecamatan serta menyusun mekanisme pencatatan peningkatan kemampuan membaca siswa secara berkala.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan pendampingan belajar dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui lokakarya ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan INOVASI berharap para guru semakin percaya diri dan terampil dalam meningkatkan keterampilan dasar membaca siswa.

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di bidang literasi, agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya. (Ara)

Disperdagin Kabupaten Cirebon Gelar Bazar Murah Jelang Ramadan 2026

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggelar bazar murah menjelang Ramadan 2026.

Kegiatan ini digelar di depan kantor Disperdagin, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kamis (12/2/2026).

Bazar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dengan harga di bawah pasaran. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan menjelang bulan suci.

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman mengatakan, bazar murah digelar sebagai upaya membantu masyarakat menyambut Ramadan.

“Bazar ini menjual kebutuhan pokok masyarakat yang memang harganya di bawah harga pasaran. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk warga masyarakat,” ujar Dadang.

Ia menjelaskan, pelaksanaan bazar di halaman kantor Disperdagin diharapkan memberi kemudahan akses bagi warga di Kecamatan Sumber dan sekitarnya.

“Karena ini dilaksanakan di kantor Disperdagin, mudah-mudahan masyarakat di Kecamatan Sumber dan sekitarnya merasakan manfaatnya dan masyarakat siap menyambut bulan suci Ramadan,” katanya.

Dadang menambahkan, untuk sementara kegiatan bazar murah baru dijadwalkan satu kali pada awal Ramadan. Namun, pihaknya berencana kembali menggelar kegiatan serupa menjelang Lebaran.

“Tempatnya (lokus) masih kita komunikasikan. Tentunya lokus bazar murah ini disesuaikan dengan kebutuhan,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, harga sembako yang dijual dalam bazar mengikuti harga dari distributor. (din)

Munggahan Penuh Kehangatan, Warga RW 05 Kecomberan Sambut Ramadan dengan Silaturahmi

Habib Ahmad Zaki bin Seggaf AlKaff


KAB CIREBON, FC — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Al Muhajirin, Sumber Asri RW 05, Desa Kecomberan, Kabupaten Cirebon, Jumat (13/2/2026).

Usai menunaikan shalat Jumat, jamaah dan warga sekitar tampak antusias mengikuti kegiatan Munggahan sebagai penanda menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Sejak siang hari, masjid dipenuhi oleh jamaah dari berbagai kalangan. Senyum, sapa, dan saling berjabat tangan menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Tradisi Munggahan yang digelar rutin ini terasa semakin bermakna karena menjadi ruang berkumpul, berbagi, dan saling memaafkan sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Ketua DKM Al Muhajirin, Ustadz Gaos Asyari, menegaskan bahwa Munggahan bukan sekadar seremonial. “Kegiatan ini bertujuan menyambut bulan suci Ramadan, merawat tradisi yang baik, mempererat silaturahmi, serta membuka pintu saling memaafkan antarsesama,” ujarnya.

Ia berharap kebersamaan ini menjadi bekal spiritual bagi jamaah dalam menjalani ibadah Ramadan dengan hati yang bersih. Rangkaian Munggahan semakin khusyuk dengan tausyiah yang disampaikan oleh Habib Ahmad Zaki bin Seggaf Al Kaff. 

Dalam pesannya, Habib Ahmad Zaki mengajak jamaah menyiapkan diri lahir dan batin, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga persaudaraan agar Ramadan menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana.

Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan kekeluargaan warga RW 05. Munggahan di Masjid Al Muhajirin pun menjadi pengingat bahwa menyambut Ramadan bukan hanya tentang persiapan ibadah, tetapi juga merawat persaudaraan dan menebar kebaikan.

Hal senada disampaikan Ketua RW 05 Sumber Asri, Didi Supariyadi bahwa kegiatan Munggahan ini sebagai wujud syukur atas limpahan keberkahan, baik umur, kesehatan maupun rizki yang Allah limpahkan kepada kita semua.

Termasuk kegiatan ini, lanjut Didi, untuk merawat ukhuwah di antara kita, serta menyambung dan mengikat tali silaturrahmi dengan para warga dan jamaah masjid serta untuk saling bermaafan maafkan, mengingat pintu Rahmat akan dibuka untuk kita semua apabila kita bisa saling bermaafan sebelum ramadhan tiba.  

Ketua RW 05 juga mengucapkan terimakasih kepada ibu ibu dan seluruh warga yang sudah menghadiri dan mensukseskan acara Munggahan ini. (din)