Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 19 September 2024

Hadiri Forum Rektor PTKIN di Jakarta, Ini Kata Rektor UIN Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag

CIREBON, FC - Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU), menghadiri Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berlangsung pada 17-19 September 2024 di Jakarta. 

Acara ini mengangkat tema sentral “Penguatan Kelembagaan Melalui Peningkatan Akreditasi Perguruan Tinggi”, yang menjadi fokus utama dalam rangka meningkatkan daya saing akademik di PTKIN.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis terkait pengelolaan kepegawaian di era jabatan fungsional (JF) turut dibahas secara mendalam. Beberapa isu penting yang dibahas meliputi kenaikan pangkat, mutasi, dan rotasi pegawai, serta penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Isu-isu ini dipandang krusial untuk menunjang akreditasi program studi dan lembaga perguruan tinggi.

Prof. Dr. H. Aan Jaelani menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia di lingkungan PTKIN untuk mendukung target akreditasi institusi. 

“Kunci keberhasilan akreditasi tidak hanya terletak pada aspek akademis, tetapi juga pada manajemen sumber daya yang profesional. Kenaikan pangkat dan mutasi pegawai harus dikelola dengan baik, sesuai dengan kebutuhan institusi,” ujarnya.

Menurut Prof. Dr. Slamet Wahyudi Dewan Ekskutif BAN-PT, Permendikbudristek 53/2023 merupakan landasan penting bagi perguruan tinggi dalam menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. 

“Akreditasi adalah bentuk penilaian mutu perguruan tinggi yang dilakukan sesuai dengan kriteria Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), dan ini harus didukung dengan SPMI yang terencana dan berkelanjutan,” ujar Prof. Slamet.

Prof. Slamet juga menyoroti pentingnya sinergi antara SPMI dan manajemen perguruan tinggi untuk mencapai akreditasi yang optimal. 

SPMI, menurutnya, mencakup proses penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar pendidikan tinggi, yang menjadi fondasi untuk meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. 

“Implementasi SPMI harus diintegrasikan dalam manajemen perguruan tinggi, dan data serta informasi terkait SPMI harus akurat melalui PD Dikti,” tambahnya.

Prof. Slamet, menekankan bahwa otonomi perguruan tinggi dalam mengelola mutu pendidikan sesuai dengan pasal 62 dan 63 UU Dikti adalah aspek penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan mampu mencetak sumber daya manusia yang kompetitif di masa depan. 

“Penjaminan mutu bukan hanya soal akuntabilitas, tetapi juga tentang menciptakan sistem pendidikan yang transparan dan terukur, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Forum ini menjadi wadah bagi para rektor PTKIN untuk mendiskusikan tantangan dan peluang dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan akreditasi, terutama dalam konteks penjaminan mutu pendidikan tinggi. 

BAN-PT sebagai lembaga yang berwenang dalam pengembangan sistem akreditasi juga menjadi topik diskusi, di mana akreditasi dipandang sebagai indikator utama dalam mengukur kualitas perguruan tinggi.

Melalui diskusi ini, diharapkan PTKIN dapat terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan menjalankan prinsip-prinsip SPMI yang otonom, terstandar, akurat, berkelanjutan, dan terdokumentasi.

Kegiatan Forum Rektor ini dihadiri oleh para rektor PTKIN se-Indonesia, yang bersama-sama mencari solusi untuk memperkuat kelembagaan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan. 

Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang dapat menjadi pedoman bagi PTKIN dalam meningkatkan mutu dan akreditasi perguruan tinggi, termasuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Pemkab Cirebon Terima Penghargaan CNN Award 2024

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menerima penghargaan kategori Quick Response in Dealing Community Problems dalam ajang CNN Indonesia Award 2024.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menerima langsung penghargaan tersebut di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Selasa (17/9/2024).

Pemkab Cirebon telah membentuk tim analitik media untuk menganalisis keluhan masyarakat. Sehingga, Pemkab Cirebon merespons langsung berbagai permasalahan yang ada.

Salah satunya, saat peristiwa banjir yang terjadi di Kabupaten Cirebon. Pemkab Cirebon langsung merespons, tim evakuasi langsung terjun dan bergerak menjangkau warga terdampak. Bantuan logistik pun disalurkan secara efisien.

“Program pengelolaan sampah juga ditingkatkan. Dengan melibatkan masyarakat, pemerintah berhasil mengurangi volume sampah yang mencemari lingkungan,” ujar Wahyu.

“Langkah-langkah konkret ini membuktikan bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Selalu siap sedia mengatasi segala tantangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, Jabar memiliki potensi besar. Bahkan, jumlah populasi terbesar di Indonesia, yakni 50 juta jiwa.

“CNN Indonesia Award bukan sekadar penghargaan, melainkan wadah inspirasi yang menyorot dedikasi dan kerja keras mereka di berbagai bidang,” kata Bey Machmudin dalam sambutannya.

Bey mengungkap, Provinsi Jabar kaya akan budaya dan sumber daya alam, juga gerakan besar yang dipenuhi dengan inovasi dan semangat kolaborasi yang tidak pernah pudar.

“Di tengah tantangan global, Jawa Barat terus menyalakan obor harapan untuk Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Ia mengatakan, semangat yang menyala lahir dari inspirasi besar yang pernah memanaskan Kota Bandung, yakni Bandung Lautan Api, hal itu dijaga dalam bingkai pembangunan berkelanjutan.

“Semangat ini tidak hanya menjadi simbol lokal, tetapi juga dorongan kuat bagi kita semua untuk tetap berinovasi dalam setiap bidang kehidupan, mulai dari ekonomi, pendidikan hingga lingkungan hidup,” jelasnya.

Ia pun percaya, pembangunan tidak hanya tentang insfrakstruktur atau angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang keberanian dalam menghadapi tantangan.

“Kita memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

“Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan dan program yang membawa perubahan positif, baik di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi hingga lingkungan hidup,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, Bey mengatakan, peran media sangatlah penting. Media sebagai agen perubahan, mampu menyatukan aspirasi masyarakat, menyuarakan kebenaran, dan memberikan inspirasi bagi masyarakat.

“Saya ucapkan selamat kepada para penerima penghargaan. Semoga apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi Jawa Barat, dan tentunya untuk Indonesia,” pungkasnya. (din)

Rabu, 18 September 2024

Febi UIN Siber Cirebon Perkuat Daya Saing Internasional di Konferensi Bisnis Islam Malaysia

PENANG MALAYSIA — Dalam upaya meningkatkan daya saing internasional, dua dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hj. Dewi Fatmasari,M.Si, dan Hj. Nining Wahyuningsih, S.E,MM, berkesempatan menjadi presenter di acara The 5th UUM International Islamic Business Management Conference 2024, yang diselenggarakan oleh University Utara Malaysia (UUM). 

Konferensi tersebut bertempat di Bertam Resource, Penang, Malaysia, yang digelar mulai tanggal 17-18 September 2024, dengan tema utama "Empowering Halal Green Economy and Digitalisations Toward Maqosit Shariah."

Dr. Hj. Dewi Fatmasari, yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan FEBI, mempresentasikan artikel berjudul "Analysis of the Inflation Rate, Exchange Rate, and BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DDR) on the Net Asset Value of Islamic Stock Mutual Funds for the Period 2013-2022." 

Dalam paparannya, ia mengungkapkan analisis mendalam tentang bagaimana variabel-variabel ekonomi seperti inflasi dan nilai tukar mempengaruhi kinerja reksa dana saham syariah selama hampir satu dekade. 

Penelitiannya dianggap relevan dengan upaya peningkatan stabilitas dan pertumbuhan keuangan Islam, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sementara itu, Hj. Nining Wahyuningsih, S.E., M.M., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Perbankan Syariah di FEBI, mempresentasikan artikel berjudul "Accountability, Transparency, and Islamic Good Corporate Governance on Muzakki Trust in LAZISMU Cirebon Regency." 

Kajiannya menyoroti pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana zakat serta bagaimana tata kelola perusahaan yang baik sesuai prinsip syariah mampu meningkatkan kepercayaan muzakki terhadap lembaga amil zakat.

Dr. H. Didi Sukardi, S.H., M.H., Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas keterlibatan dua dosen FEBI di panggung internasional. 

"Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi FEBI, sekaligus menjadi bukti bahwa kita mampu bersaing di level internasional. Saya berharap kontribusi ini dapat semakin memperkuat peran FEBI dalam mengembangkan ekonomi Islam dan mendorong implementasi Maqosit Shariah di berbagai sektor," ujarnya.

Konferensi ini dihadiri oleh akademisi dan praktisi dari berbagai negara, yang berdiskusi tentang tantangan dan peluang dalam mengembangkan ekonomi halal yang ramah lingkungan serta digitalisasi dalam kerangka Maqosit Shariah. 

Kehadiran dosen-dosen FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di acara ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan internasional dan menegaskan komitmen mereka dalam pengembangan ilmu ekonomi Islam yang berkelanjutan.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran ide, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi Islam dalam mengangkat isu-isu kritis yang relevan dengan perkembangan ekonomi syariah global. (din)

Sabtu, 14 September 2024

Seminar Nasional: Politik Pemerintahan dalam Menyongsong Pilkada Serentak 2024

CIREBON, FC - UIN Siber Cirebon mengadakan kegiatan seminar nasional dengan tema "Politik Pemerintahan dalam Menyongsong Pilkada Serentak 2024". 

Acara ini bertujuan untuk menggali berbagai perspektif dan strategi dalam mempersiapkan Pilkada yang akan diadakan serentak pada tahun depan. 

Dalam seminar ini, H.M. Arifin M.Pd.I, Pranata Muda Humas UIN Siber Cirebon, menyampaikan tanggapan dan pandangannya tentang pentingnya persiapan politik dan pemerintahan menjelang Pilkada. 

Menurutnya, seminar ini merupakan platform yang sangat berharga bagi semua pihak untuk membahas isu-isu krusial dan merumuskan strategi yang efektif. 

Arifin menggarisbawahi bahwa penyelenggaraan Pilkada serentak memerlukan kolaborasi yang solid antara pemerintah, penyelenggara pemilu, dan masyarakat. 

Ia menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses pemilihan untuk memastikan hasil yang akurat dan diterima oleh semua pihak. 

Selain itu, Arifin juga mengajak peserta seminar untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi dan menyumbangkan ide-ide yang konstruktif. 

Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi, praktisi politik, dan mahasiswa, yang berdiskusi secara mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam pelaksanaan Pilkada serentak. 

Seminar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perbaikan proses demokrasi di Indonesia. (din)

Ucapan Selamat Mengalir Kepada Gita dan Adji Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS 2024

CIREBON, FC - Gita Fadhilah dan Adji Firmansyah Mahasiswa dari UIN Siber Cirebon ditetapkan sebagai penerima beasiswa Cendekia BAZNAS 2024 Cirebon.

Dua mahasiswa UIN Siber Cirebon, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) ini diumumkan sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam negeri tahun 2024.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap prestasi akademik dan kontribusi mereka di bidang pendidikan. H.M.Arifin M.Pd.I, Pranata Muda Humas UIN Siber Cirebon, menyampaikan ucapan terima kasih dan atas penghargaan kepada BAZNAS. 

"Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas dukungannya yang berkelanjutan kepada mahasiswa kami. Beasiswa ini merupakan dorongan besar untuk mereka agar terus mengejar impian dan berkontribusi lebih dalam bidang pendidikan," ungkap H.M. Arofin. 

Sementara Gita dan Adji, yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam studi mereka, merasa bersyukur atas kesempatan ini dan berkomitmen untuk memanfaatkan beasiswa ini dengan sebaik-baiknya untuk mencapai prestasi akademik dan profesional yang lebih tinggi. (din)

Jumat, 13 September 2024

Mahasiswa FITK UIN Siber Cirebon, Naila Sa'adatu Darain, Raih Juara 2 Lomba MTQ Tingkat Kabupaten Cirebon

CIREBON, FC - Naila Sa'adatu Darain, seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Jurusan Bahasa Arab, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Cirebon, berhasil mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara 2 Putri Cabang MHQ 30 Juz pada penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke 50 tingkat Kabupaten Cirebon. 

Tentu saja, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika UIN Siber Cirebon. 

Lomba MTQ yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai lembaga pendidikan dan pondok pesantren di Kabupaten Cirebon ini merupakan ajang bergengsi yang menguji kemampuan tilawah, hafalan, serta pemahaman terhadap Al-Quran. 

Naila tampil memukau di hadapan dewan juri dengan bacaan yang merdu dan penuh penghayatan, serta penguasaan tajwid yang sangat baik. 

Humas UIN Siber, H.M.Arifin, M.PdI  menyatakan rasa bangganya atas pencapaian Naila. 

"Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu bersaing di bidang-bidang keagamaan seperti MTQ. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi bakat serta usaha keras Naila," ungkapnya. 

Tentu saja, pencapaian prestasi ini  merupakan hasil dari kerja keras Naila serta iringan doa keluarga, orang-orang terdekat Naila serta bimbingan dari para dosen dan dukungan teman-teman Naila di kampus. 

"Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya, terutama keluarga dan lingkungan kampus yang selalu memberikan semangat," ujar Naila. 

Prestasi Naila ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. UIN Siber Cirebon berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang berprestasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat. (din)

Monev TPPS 2024: Soroti Capaian dan Rencana Percepatan Penurunan Stunting

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menyambut kehadiran perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/9/2024).

Kunjungan tersebut dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Semester II tahun 2024. Acara berlangsung di aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon.

Hadir sejumlah perangkat daerah termasuk Kepala DP3APPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, AP., M.Si, yang juga menjabat Sekretaris TPPS Kota Cirebon. 

Lalu ada Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera DP3APPKB, Lis Triswanah, S.K.M. serta sejumlah undangan dari berbagai instansi terkait: Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Cirebon, Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon. Tak terkecuali perwakilan TPPS Kecamatan Kejaksan, Puskesmas Kejaksan, Puskesmas Pamitran, serta perwakilan TPPS Kelurahan Sukapura.

Kepala DP3APPKB, Suwarso Budi Winarno menjelaskan, pentingnya komitmen seluruh stakeholder dan pimpinan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini sejalan dengan arahan Wakil Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Stunting Tahun 2024.

“Kita perlu menjaga dan melampaui target capaian penurunan stunting, serta memperluas fokus pada pencegahan stunting. Tidak hanya pada keluarga yang sudah mengalami stunting, tetapi juga keluarga yang berisiko,” katanya.

Budi mengungkapkan pula hasil Rakor Forum Komunikasi Perubahan Perilaku Lintas Agama. Ada intervensi untuk keluarga berisiko stunting, lantas memperjelas langkah kolaborasi kegiatan pencegahan stunting yang melibatkan pembagian makanan untuk keluarga berisiko stunting.

Pembagian peran yang jelas dalam penanganan percepatan dan penurunan stunting bagi lintas sektor dan lainnya, diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor 34 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting Di Kota Cirebon, yang memuat detail tugas dan target setiap pihak terkait.

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS), Lis Triswanah menyebutkan, data prevalensi stunting di Kota Cirebon berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023 menunjukkan peningkatan menjadi 19,90% dari sebelumnya 17%.

Namun, prevalensi stunting berdasarkan data pengukuran Rutin Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) tahun 2023, menunjukkan penurunan menjadi 11,66% dari 12,83% pada tahun sebelumnya. Ini merupakan harapan dari capaian percepatan penurunan stunting. “Data e-PPGBM diperoleh melalui posyandu dan penimbangan balita,” bebernya.

Lis menambahkan hasil intervensi pencegahan stunting yang dilaksanakan pada bulan Juni 2024, 99,71% balita diukur dengan prevalensi stunting sebesar 13,01%. Dari 185 calon pengantin yang diperiksa, ditemukan tujuh mengalami Kurang Energi Kronis (KEK). Inovasi terbaru dari TPPS Kota Cirebon termasuk aplikasi data stunting di ekosistem Cirebon Satu Data dan program “Sehate” (satu hari satu telur) serta “Sipenting” (Siaga Penanggulangan Stunting) untuk sinergitas lintas sektor.

Tim Monev TPPS Provinsi Jawa Barat meliputi Bappeda Provinsi Jawa Barat dan BKKBN Provinsi Jawa Barat. Ada Virta Pramudita, Ekawati Agustiana, Hendra Kurniawan, Safira Dian Maryadianti, Ricky Perdana Kusuma, dan Juanto.

Monev bertujuan memantau aktivitas dan kesesuaian TPPS Kota Cirebon dengan arahan pusat. Evaluasi memastikan fungsi-fungsi koordinasi TPPS berjalan efektif, dan identifikasi intervensi yang perlu dilakukan. Termasuk edukasi perubahan perilaku dan pemantauan gizi.

Rekomendasi kegiatan monev mencakup perlunya komitmen bersama dalam mencapai sasaran, memantau data sasaran, dan memastikan intervensi dilakukan dengan tepat. Program BAAS (Bapak Asuh Anak Stunting) yang sudah berjalan baik di Kota Cirebon serta perlu dokumentasi data yang lengkap untuk mencerminkan hasil kerja TPPS.

Akhir kegiatan, Kepala Bidang KBKS, Lis Triswanah, menyampaikan terima kasih kepada tim Monev TPPS Provinsi Jawa Barat. Pihaknya berharap Kota Cirebon dapat mencapai zero stunting pada tahun 2024. “Semoga ke depannya Kota Cirebon dapat mencapai zero stunting dan tidak ada lagi balita stunting baru,” harapnya.

PJ Bupati : Kabupaten Cirebon Targetkan 15.097 Jiwa Ikuti Program KB

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya memantau kegiatan pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi di Rumah Sakit (RS) Sentra Medika, Kecamatan Gempol, Kamis (12/9/2024).

Pelayanan KB MOW tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Kontrasepsi Sedunia, yang diperingati setiap 26 September.

Wahyu mengatakan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia di Kabupaten Cirebon dimulai sejak tanggal 11 hingga 25 September 2024.

Kabupaten Cirebon menargetkan 15.097 jiwa mengikuti program KB, dari mulai kondom, MOW, hingga intra uterine device (IUD).

“Untuk (target) MOW, kita targetkan 83 orang. Hari ini, di Rumah Sakit Sentra Medika sudah dilaksanakan dan sudah melebihi target,” ujar Wahyu.

“Di sini sudah ada 119 orang, dimana 118 perempuan dan satu laki-laki. Ini dalam satu hari sudah melebihi target,” ucapnya usai memantau pelayanan KB MOW di RS Sentra Medika.

Ia menyebut, jumlah pengakses layanan KB di RS Sentra Medika kemungkinan besar akan terus bertambah. Ia juga berharap, Pemkab Cirebon mampu mencapai target secara keseluruhan.

“Kalau untuk yang 15.097 itu, layanan di berbagai fasilitas kesehatan, puskesmas, dan lainnya,” imbuhnya.

“Kami mengimbau kepada pasangan yang sudah menikah, untuk mengikuti program Keluarga Berencana. Sehingga tingkat kelahiran kualitasnya terjaga, disamping kualitas pendidikan, kesehatan dan lainnya untuk putra-putri kita. Supaya lebih baik kualitas hidupnya,” tutup Wahyu.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jabar Fazar Supriadi Sentosa mengatakan, KB MOW merupakan Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Ia tak menampik, di Jabar pengguna MKJP masih rendah, sehingga perlu adanya akselerasi. BKKBN Jabar mengapresiasi antusiasme masyarakat Kabupaten Cirebon, yang telah mengakses pelayanan KB MOW.

“Mudah-mudahan pelayanannya terus berjalan, baik saat ada momentum maupun yang statis,” ucap Fazar.

Fazar menyebut, Jabar memiliki target paling tinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya terkait pelayanan KB, baik yang jangka panjang maupun pendek.

Jabar menargetkan 299.000 jiwa mengakses layanan KB pada peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tahun ini.

Senada disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni, ia mengapresiasi masyarakat Kabupaten Cirebon yang telah mengakses layanan KB di momen rangkaian peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia.

Eni mengatakan, Pemkab Cirebon bekerja sama dengan rumah sakit terkait pendistribusian tenaga medis yang melayani program KB pada peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia.

“Di sini semua dilayani, baik yang menggunakan kondom, IUD, MOW dan lainnya. MOW itu (target) 83, sudah melebih target. Hari ini sudah 119,” kata Eni. (din)

Kamis, 12 September 2024

Pemkab Cirebon Pastikan Stok Pangan Beras Aman Untuk Beberapa Bulan Ke Depan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan ketersediaan pangan, khususnya beras, berada dalam kondisi aman untuk beberapa bulan mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, yang menyebutkan bahwa stok beras di wilayahnya mencapai 35 ribu ton.

“Informasi dari Bulog, ketersediaan pangan untuk Cirebon, khususnya Kabupaten Cirebon, sudah aman. Untuk beras saja, tersedia 35 ribu ton, dengan 14 ribu ton tersimpan di salah satu gudang di Kabupaten Cirebon,” katanya usai meninjau kondisi gudang di Tuk Kedawung, Cirebon, Kamis (12/9/2024).

Ia menambahkan, bahwa penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Cirebon akan mencapai 2.800 ton, sementara penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) diperkirakan sekitar 1.000 ton per bulan.

Selain beras, Wahyu juga menyebutkan, bahwa stok komoditas lain, seperti gula dan minyak goreng masih mencukupi.

“Cadangan gula ada 62 ton dan minyak goreng 17 ton. Jadi, untuk beberapa komoditas yang menjadi perhatian kami, stoknya cukup aman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Ramaijon Purba menegaskan, bahwa ketersediaan beras di wilayahnya sangat aman, dengan stok mencapai 61 ribu ton. Bulog Cirebon telah menyerap 76 ribu ton gabah dan beras dari panen lokal.

“Kami menyerap gabah 5.400 ton dan beras 72.500 ton. Jika disetarakan dengan beras, totalnya 76 ribu ton. Kebutuhan penyaluran wilayah kami hanya 6.100 ton, artinya stok ini bisa bertahan hingga 10 bulan ke depan,” ungkap Ramaijon.

Ia berharap, panen tidak terganggu, sehingga beras yang ada saat ini dapat tersalurkan sebelum masa panen berikutnya, guna menjaga kesegaran dan kualitas stok.

Dengan ketersediaan yang memadai, Pemerintah Kabupaten Cirebon optimis dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tanpa kendala dalam waktu dekat. (Olan)

Rabu, 11 September 2024

Penutupan MTQH Ke-50 Tingkat Kabupaten, Ini Pesan PJ Bupati

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri penutupan Musabaqah Tillawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-50 tingkat Kabupaten Cirebon 2024 di Kecamatan Pasaleman, Selasa (10/9/2024) malam. Wahyu Mijaya memberikan motivasi kepada para pemenang dan peserta lainnya yang gagal menjadi juara.

Dalam sambutannya, Wahyu mengucapkan selamat kepada kontingen Kecamatan Pasaleman yang menjadi juara umum MTQH ke-50 tingkat Kabupaten Cirebon.

Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam perencanaan hingga penutupan MTQH ke-50, termasuk kepada dewan juri, kepala Polsek, Komandan Danramil, dan lainnya.

“Selamat untuk Kecamatan Pasaleman yang menjadi juara umum MTQH ke-50,” ucap Wahyu dalam sambutannya di acara penutupan MTQH ke-50 tingkat Kabupaten Cirebon.

“Selanjutnya, bagi yang belum mendapatkan juara, jangan pernah putus asa. Jangan pernah merasa gagal, jangan pernah demikian. Karena, bisa jadi yang hari ini belum berhasil, justru di kemudian hari yang akan berhasil dan mendapatkan lebih baik,” tambahnya.

Selain memotivasi peserta yang gagal menjadi juara, Wahyu juga mengingatkan kepada para juara, agar tak terlena dengan apa yang telah dicapai. Ia mengingatkan, agar terus belajar dan mempertahankan apa yang telah dicapai.

“Ini adalah sebuah proses. Suatu perlombaan itu pasti ada yang menang, ada yang belum berhasil. Dalam kehidupan kita, ini yang harus kita menangkan. Bagaimana kita bisa memenangkan, mengendalikan diri sendiri, bagaimana bisa menjawab tantangan kehidupan,” tuturnya.

Menurutnya, perlombaan merupakan media untuk mengukur kemampuan yang telah dipelajari. Namun, lanjut Wahyu, ada yang lebih penting dari sekadar perlombaan, yakni mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting, kita bisa mengimplementasikannya (Al-Qur’an dan hadis) dalam kehidupan kita,” ucapnya.

Sekadar diketahui, para pemenang pada gelaran MTQH ke-50 bakal bertanding mewakili Kabupaten Cirebon di tingkat Provinsi Jawa Barat. Wahyu berharap, mereka bisa bersaing dan terus belajar demi bisa mengharumkan Kabupaten Cirebon di tingkat provinsi. (Ara)

Upaya Lintas Agama dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kota Cirebon

CIREBON - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Cirebon menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Perubahan Perilaku Lintas Agama dalam Percepatan Penurunan Stunting. 

Dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Cirebon (DP3APPKB) selaku Sekretaris TPPS Kota Cirebon, kegiatan rapat koordinasi tersebut  berlangsung di Aula Kantor DP3APPKB serta dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk Bapelitbangda, Bakesbangpol, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, dan perwakilan penyuluh agama dari berbagai agama.

Peran Agama dalam Intervensi Perubahan Perilaku

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menekankan pentingnya peran pemuka agama dalam melakukan intervensi perubahan perilaku di kalangan generasi muda. 

Intervensi ini terutama difokuskan pada edukasi persiapan pernikahan serta pentingnya menjaga hubungan sosial yang sehat untuk mencegah perilaku yang merugikan seperti seks bebas. Pemuka agama diharapkan terus berperan aktif dalam memberikan bimbingan di tempat ibadah masing-masing guna menciptakan mindset positif di kalangan masyarakat, khususnya dalam mencegah stunting.

Pendekatan Lintas Agama untuk Penurunan Stunting

Diskusi juga mengangkat pentingnya pendekatan lintas agama dalam membantu percepatan penurunan stunting melalui intervensi spesifik seperti:

Aktif minum tablet tambah darah (TTD)

Bumil teratur periksa kehamilan

Cukupi konsumsi protein hewan

Datang ke posyandu setiap bulan

Eksklusig ASI selama 6 bulan

Dalam konteks ini, kolaborasi antara Dinas Kesehatan, DP3APPKB, dan lembaga agama diharapkan dapat menjadi kekuatan utama untuk mempercepat upaya penurunan angka stunting di Kota Cirebon.

Kolaborasi dalam Edukasi Keluarga dan Pra-Nikah

Kepala DP3APPKB menekankan pentingnya peran KUA dalam bimbingan perkawinan sebagai bagian dari strategi penurunan stunting. Bimbingan ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama puskesmas, Komisi Perlindungan Anak, dan DP3APPKB. Hal ini menjadi upaya untuk memberikan pembekalan bagi calon pengantin agar lebih siap secara fisik dan mental, serta memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi selama enam bulan pertama.

Gereja Katolik Santo Yusuf Bunda Maria juga mendukung upaya ini dengan menyelenggarakan kursus pra-perkawinan selama tiga bulan. Kursus tersebut mencakup materi tentang pencegahan stunting bagi pasangan calon pengantin. Selain itu, gereja juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Pelayanan Kesehatan pra Nikah, Bimbingan Perkaawinan dan Pendampingan Keluarga bagi Catin, Ibu Hamil dan Pasca Persalinan Ibu Menyusui adalah hak semua warga negara tanpa memandang agama namun teknis pelaksanaan  dan pencatatan pernikahan dilakukan oleh pemangku kepentingan yg berbeda sesuai agama masing masing diharapkan tidak menjadi kendalakendala.

Sementara itu, pengakuan pernikahan secara agama (Isbath Nikah) telah dilakukan secara aktif dan rutin setiap tahun dengan melibatkan kolaborasi seluruh stakeholder.

Solusi untuk Tantangan Administratif dan Ekonomi

Beberapa perwakilan peserta rapat menyoroti masalah administratif dan biaya pernikahan. Dinas Sosial menyinggung banyaknya anak yang tidak memiliki NIK karena orang tuanya tidak memiliki buku nikah. KUA menyarankan agar keluarga yang belum memiliki buku nikah dapat mengunjungi kantor KUA untuk melakukan pengukuhan pernikahan.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB menyatakan bahwa sosialisasi mengenai stunting ditujukan untuk semua keluarga, termasuk keluarga yang mampu, agar mereka dapat memberikan asupan gizi yang tepat bagi anak-anaknya. Terkait biaya pernikahan, pihak DP3APPKB menegaskan bahwa biaya tersebut sebenarnya dapat ditekan jika dokumen persyaratan diurus secara mandiri.

Penutup

Rapat ini menegaskan pentingnya sinergi lintas agama dan lembaga dalam percepatan penurunan stunting di Kota Cirebon. Kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku yang signifikan dalam upaya mengurangi angka stunting.

DKIS Kota Cirebon

Pemkab Cirebon Terus Mengakselerasi Penangan Penyakit Menular dan Tidak Menular

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri rapat koordinasi pelaksanaan deteksi dini preventif dan respons penyakit di Hotel Aston Cirebon, Selasa (10/9/2024).

Wahyu menyebut, Pemkab Cirebon terus mengakselerasi penanganan penyakit, baik menular maupun tidak menular.

Rapat koordinasi yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon itu dihadiri camat, kapolsek, komandan koramil, direktur rumah sakit, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga profesi lainnya.

Wahyu mengatakan, Pemkab Cirebon berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bisa menangani permasalahan kesehatan, seperti demam berdarah dengue (DBD), tuberkulosis (TB), kematian ibu dan anak, stunting, dan lainnya.

“Diharapkan, selain kita bisa sama-sama sinergi, juga agar dapat melihat pemetaan lebih jelas, seperti pemetaan per kecamatan. Apa masalahnya (di kecamatan), kita cari inovasi,” kata Wahyu usai menghadiri rapat koordinasi.

“Bisa lebih mudah selesaikan masalah. Penanganan itu bukan melulu urusan Dinkes, ini penanganan bersama,” ujarnya menambahkan.

Wahyu menyebut, Pemkab Cirebon memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kasus DBD, TB, dan lainnya. Hingga Juli 2024, lanjutnya, DBD di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 1.400 kasus, enam di antaranya meninggal dunia.

“Ini menjadi perhatian lebih bagi kita. Bagaimana penanganannya. Kita buat acara ini untuk kolaborasi semuanya,” ucap Wahyu.

Senada disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, dr Hj Neneng Hasanah MM, bahwa kasus DBD sepanjang 2024 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kita terus mengupayakan untuk menekan, agar jangan sampai ada kematian,” ucap Neneng.

Ia menjelaskan, pasien DBD yang meninggal dikarenakan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan. Ia juga mengimbau, agar masyarakat menjaga lingkungannya, terutama soal jentik nyamuk di sekitar rumah.

“Harusnya ada Jumantik (juru pemantau jentik) dalam satu keluarga, harus memeriksa jentik. Nanti ada inovasi di kecamatan yang daerahnya endemis. Kasus (DBD) banyak menyebabkan kematian, maka kita dorong adanya Jumantik, bisa kasusnya menurun dan tidak ada kematian,” jelasnya. (din)

DKPP Kabupaten Cirebon Gelar Bazar Dan Bimtek Untuk Tingkatkan Konsumsi Ikan Masyarakat

KABUPATEN CIREBON — Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan Bazar & Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dalam rangka menyosialisasikan gerakan gemar makan ikan di Kabupaten Cirebon.

Acara yang berlangsung di halaman Kantor DKPP Kabupaten Cirebon pada Selasa (10/9/2024) ini, dihadiri perwakilan perangkat daerah dan dibuka untuk masyarakat umum.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Drs Erus Rusmana MSi menyatakan, Kabupaten Cirebon memiliki produksi ikan yang melimpah, baik dari laut maupun budi daya.

Namun, komoditas ini lebih banyak dijual, karena nilai ekonominya yang tinggi, sehingga masyarakat cenderung mengesampingkan konsumsi ikan secara mandiri.

“Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan intervensi pemerintah melalui berbagai program, termasuk bimtek ini, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, mulai dari tingkat PKK hingga desa,” kata Erus.

Ia menjelaskan, DKPP akan membentuk Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) dari tingkat desa hingga kabupaten, guna mendorong konsumsi ikan sebagai kebutuhan penting bagi pengentasan stunting, peningkatan gizi, dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyampaikan, tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Cirebon masih tergolong rendah, dengan rata-rata konsumsi per kapita sebesar 34,56 kilogram per tahun.

“Sementara itu, di Provinsi Jawa Barat sudah mencapai 41 kilogram, dan secara nasional 56 kilogram per tahun,” ungkap Wahyu.

Melalui sosialisasi ini, Wahyu berharap, gerakan gemar makan ikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat konsumsi ikan bagi kesehatan dan gizi keluarga.

“Kami berupaya mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan,” tutupnya. (Ida)

Sponsor

test

Featured Posts