Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 20 Januari 2025

Estriana Arifah Mahfud, Pemimpin Inspiratif di Ajang IYEC#9 2025

 

CIREBON, FC – Nama Estriana Arifah Mahfud kembali mencuat di kancah internasional. Sebagai lulusan baru dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Estriana berhasil menjadi favorite delegate dan memimpin tim higher education meraih penghargaan Best Team dalam Internasional Youth Exchange Conference (IYEC) yang berlangsung di Singapura, Malaysia, dan Thailand pada 14-19 Januari 2025.

Dipercaya sebagai leader favorit, Estriana bersama timnya, yang terdiri dari Rusmita Sari (Medan), Femi C.E. Pakpahan (Tarutung), Kareena Ayudya Maheswari (Jakarta), Gisthia Shifwa Fatiya (Sumedang), dan Nasywa Az-Zayan Hanani (Purwakarta), berhasil menciptakan inovasi melalui program Strategi KP4 (Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah Peduli Pendidikan). Program ini berfokus pada pengembangan pendidikan di wilayah Raja Ampat dan daerah 3T lainnya, yang juga direncanakan untuk didokumentasikan dalam karya ilmiah.

Selain kesuksesan di IYEC, Estriana tetap aktif membawa nama baik Kota Cirebon dan Provinsi Jawa Barat sebagai Rara Kota Cirebon dan Duta Pendidikan Intelegensia Provinsi Jawa Barat. “Meskipun sudah lulus, saya ingin menunjukkan bahwa kontribusi dan prestasi bisa terus dilakukan melalui berbagai ajang, baik nasional maupun internasional,” ujar Estriana.

Estriana juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada NGO Indonesia Youth Action yang sudah memberikan 2 kali kesempatan berharga yaitu yang pertama sebagai delegasi fully funded action youth di Bromo dan juga penghargaan di IYEC#9 3 Negara ini, tidak lupa tentunya terimakasih dan rasa bangga kepada timnya atas kerja sama yang solid. (Nisa)


 Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.

Hari Dharma Samudera, Perkuat Kesadaran Sejarah dan Kesejahteraan Masyarakat

CIREBON, FC – Pemerintah Kota Cirebon, dalam kolaborasi dengan TNI Angkatan Laut (AL) menggelar rangkaian acara memperingati Hari Dharma Samudera, Senin (20/1/2025). 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Erwin S Aldedharma SE MM MSc beserta jajaran TNI AL.

Hari Dharma Samudera merupakan peringatan atas peristiwa bersejarah yang terjadi pada 15 Januari 1962, ketika Komodor Yos Sudarso dan prajurit TNI AL lainnya berjuang di Laut Aru. Peringatan ini menjadi momen untuk mengenang pengorbanan para pahlawan yang telah memberikan jiwa dan raga mereka demi mempertahankan kedaulatan dan keutuhan negara.

Rangkaian acara dimulai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan personel TNI AL. Salah satunya adalah penyematan Brevet Selam kepada anggota TNI AL sebagai simbol pengakuan atas dedikasi mereka dalam menjaga perairan Indonesia. Selain itu, dilaksanakan pula pelepasan Joy Sailing dan Tim Penyelam RI Gajah Mada, yang menunjukkan semangat kebersamaan antara TNI AL dan masyarakat.

Peringatan ini juga diwarnai dengan pemberian tali asih kepada ahli waris pertempuran laut Cirebon, sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan tanah air. 

TNI AL tidak hanya fokus pada kegiatan militer, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pembagian sembako, baksos kesehatan berupa pemeriksaan umum, gigi, dan khitan, serta penyediaan makan bergizi gratis.

Wakasal Laksdya TNI Erwin S Aldedharma dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya pemahaman sejarah, terutama mengenai peran laut dalam memperkuat persatuan bangsa.

“Sejak proklamasi kemerdekaan, para pendiri bangsa sudah menyadari bahwa laut adalah pemersatu wilayah kepulauan Indonesia. Laut adalah sumber kehidupan yang sangat penting bagi kesejahteraan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakasal menyampaikan bahwa Cirebon memiliki peran strategis dalam sejarah kejayaan laut Indonesia. Pada masa perjuangan, ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) Cirebon memainkan peran kunci dalam membangun skader kapal-kapal ringan yang turut menjaga kedaulatan Indonesia di perairan.

Tidak hanya itu, Cirebon juga mencatat sejarah dengan menjadi tempat awal penomoran dan penamaan kapal perang, termasuk KRI Gajah Mada, yang menjadi simbol kebanggaan TNI AL.

Sementara itu, Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c) Drs H Agus Mulyadi MSi, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas peran TNI AL di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakasal beserta seluruh jajaran TNI AL yang hadir dalam kegiatan ini. Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Cirebon,” ujarnya.

Program bedah rumah juga dilaksanakan dalam rangkaian Hari Dharma Samudera untuk membantu keluarga-keluarga yang kurang mampu, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kesejahteraan rakyat adalah fondasi utama dari kekuatan sebuah bangsa. Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI AL atas segala bantuan dan kepeduliannya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Cirebon,” lanjut Pj Wali Kota.

Peringatan Hari Dharma Samudera ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta memupuk rasa kebangsaan. Sebagai negara maritim, Indonesia membutuhkan stabilitas di wilayah perairan untuk menjaga jalur perdagangan dan perekonomian nasional. Oleh karena itu, peran TNI AL dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas maritim di Indonesia sangat vital.

Pj Wali Kota menyampaikan bahwa Hari Dharma Samudera mengingatkan pertempuran di Teluk Cirebon adalah sebuah peristiwa heroik yang sangat penting dalam sejarah, dan berharap bisa memberikan legacy yang berharga dari peristiwa tersebut. Hal ini bertujuan agar generasi penerus bisa mengenal dan menghargai perjuangan para pahlawan.

Menurutnya, bukan hanya Hari Dharma Samudera yang menjadi momen untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan, tetapi juga pertempuran heroik yang dipimpin oleh Kapten Samadikun sebelum itu.

“Peristiwa-peristiwa tersebut seharusnya menjadi rujukan yang dapat terus disampaikan kepada generasi kita, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan untuk menanamkan semangat nasionalisme,” tutupnya. (Olan)

Minggu, 19 Januari 2025

Pj Wali Kota Pimpin Rapat Penanganan Bencana Alam, Tingkatkan Koordinasi dan Kesiapsiagaan

CIREBON – Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c ) Drs H Agus Mulyadi MSi, memimpin rapat penanganan bencana alam di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon pada Sabtu malam (18/1/2025). Rapat tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi di wilayah Kota Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota memberikan apresiasi kepada perangkat daerah terkait yang telah bergerak cepat dalam merespons ancaman bencana.

“Saya mengapresiasi seluruh perangkat daerah yang telah menunjukkan kecepatan dalam bergerak. Ini penting untuk menjaga kesiapsiagaan kita,” ujarnya.

Ia juga menegaskan perlunya peningkatan koordinasi antar instansi terkait dalam penanggulangan bencana, agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Pj Wali Kota menambahkan, saat ini Kota Cirebon telah memiliki tim reaksi cepat yang siap dikerahkan apabila terjadi bencana. Selain itu, ia menyebutkan bahwa ada empat tahap dalam penanganan bencana yang harus diperhatikan, yaitu mitigasi, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

“Kita harus siap dalam setiap tahapannya. Tim reaksi cepat sudah ada, dan kita terus tingkatkan kemampuannya,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pj Wali Kota juga menyampaikan bahwa ke depan akan dibuka posko penanganan bencana di beberapa titik strategis.

“Potensi bencana bisa terjadi hingga bulan Juni, sehingga kami akan memastikan posko-posko tetap berfungsi dengan baik. Fungsi komunikasi juga sangat penting, harus ada satu komando dalam setiap aksi,” tambahnya.

Dalam hal ini, Pj Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga sarana dan prasarana yang ada, serta ketersediaan personil yang siap sedia. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menghadapi bencana. Pj Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah.

“Meskipun kita berharap tidak ada bencana, tetapi kita harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Pemerintah akan terus melakukan langkah-langkah preventif, namun peran masyarakat juga sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr H Iing Daiman SIP MSi, turut memberikan informasi terkait layanan darurat bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat menghubungi layanan Cirebon Siaga 112, yang merupakan saluran komunikasi darurat yang dapat diakses tanpa biaya pulsa.

Layanan ini terintegrasi dengan seluruh perangkat daerah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bantuan dengan cepat.

“Layanan ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap laporan darurat dapat segera ditindaklanjuti oleh tim terkait,” ujar Pj Sekda.

Lebih lanjut, Pj Sekda menjelaskan bahwa kecepatan dalam penanganan bencana sangat bergantung pada kemampuan komunikasi dan koordinasi antar instansi yang terlibat.

“Melalui sistem komunikasi yang terintegrasi ini, kita bisa memantau situasi dengan lebih baik dan memberikan respons yang cepat kepada masyarakat,” imbuhnya. (din)

Sabtu, 18 Januari 2025

Pemkab Cirebon Gerak Cepat Atasi Banjir Semalam

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah menyiapkan langkah konkret untuk menangani dampak banjir yang melanda di lima kecamatan dan delapan desa.

Salah satunya dengan melakukan penanganan infrastruktur serta distribusi bantuan kepada warga terdampak.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menyampaikan hal tersebut saat meninjau Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khairiyah di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, yang terdampak banjir bandang pada Jumat (17/1/2025) malam.

“Banjir ini berdampak pada lima kecamatan, yaitu Beber, Sumber, Weru, Tengah Tani, dan Talun, meliputi delapan desa dengan 2.430 jiwa terdampak dan 666 rumah yang terendam,” kata Wahyu, Sabtu (18/1/2025).

Ia menjelaskan, bahwa air di sejumlah titik sudah mulai surut, seperti di Desa Dawuan. Namun, ada satu perumahan yang masih tergenang, sehingga dilakukan upaya penyedotan air.

“Insya Allah, setelah debit air sungai menurun, kami akan menuntaskan penanganan di area tersebut,” ujarnya.

Pemkab Cirebon juga telah mendistribusikan bantuan berupa makanan, air bersih, serta alat kebersihan kepada warga terdampak.

Selain itu, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dikerahkan untuk membersihkan area banjir.

“Pembersihan di beberapa titik sudah melibatkan Damkar, sementara DLH menangani pengangkutan sampah. Alat kebersihan juga kami bagikan kepada masyarakat untuk membantu proses ini,” jelas Wahyu.

Di Ponpes Al-Khairiyah, banjir menyebabkan kerusakan pada pagar, kaca, dan tanggul penahan tanah (TPT) di tepi sungai.

Wahyu mengungkapkan, kerusakan TPT menjadi perhatian utama, karena berisiko bagi rumah di sekitarnya jika banjir kembali terjadi.

Selain itu, tercatat satu korban luka akibat terkena benda tajam saat membantu evakuasi. “Korban sudah mendapatkan perawatan dan kondisinya berangsur membaik,” tambahnya.

Pemkab Cirebon juga akan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan pemerintah provinsi untuk menyelesaikan masalah banjir secara menyeluruh.

“Kami akan berkoordinasi sesuai kewenangan masing-masing untuk menangani titik-titik yang membutuhkan perhatian,” tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Cirebon dalam menangani banjir.

Ia juga mendorong koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk solusi jangka panjang.

“Ke depan, kami akan mencoba komunikasi lanjutan dengan pihak terkait untuk memperkuat upaya penanganan,” ujar Sophi. (Ara)

Pj Wali Kota Tinjau Lokasi Banjir dan Siapkan Langkah Antisipasi Lebih Lanjut

CIREBON – Pj Wali Kota Cirebon, Dr (c) Drs H Agus Mulyadi MSi, yang didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cirebon (BPBD), Andi Wibowo SSos MSi, serta kepala perangkat daerah terkait meninjau ke lokasi yang terdampak banjir di beberapa wilayah Kota Cirebon, Jumat (17/1/2025) malam. Hadir juga sejumlah unsur Forkopimda, termasuk Kalpores, Dandim, dan Danlanal.

Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah untuk memantau kondisi sekaligus memastikan bahwa penanganan bencana berjalan dengan baik. Dalam kunjungan tersebut, Pj Wali Kota bersama pihak terkait melakukan asesmen langsung terhadap wilayah yang terdampak banjir, baik di kawasan perumahan maupun fasilitas publik.

Dari hasil asesmen yang dilaporkan, ditemukan bahwa empat kecamatan di Kota Cirebon mengalami dampak signifikan dari banjir kali ini. Keempat kecamatan tersebut adalah Harjamukti, Kesambi, Pekalipan, dan Lemahwungkuk.

Selain itu, terdapat enam kelurahan yang juga terdampak, dengan beberapa wilayah mengalami genangan air yang cukup tinggi.

“Beberapa titik terendam karena hujan deras yang berlangsung di wilayah hulu dan di hilir juga terjadi pasang,” ujar Pj Wali Kota.

Sebagai upaya untuk membantu warga yang terdampak, Pj Wali Kota menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa titik evakuasi di berbagai tempat yang lebih aman, seperti Baperkam, masjid, dan musola. Fasilitas-fasilitas ini akan dijadikan tempat penampungan sementara bagi warga yang perlu dievakuasi.

“Kami memastikan bahwa fasilitas-fasilitas ini siap digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan tempat aman. Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan Forkopimda dan BBWS untuk memastikan bantuan dapat segera disalurkan,” lanjut Pj Wali Kota.

Dalam situasi darurat ini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait sangat penting. Pj Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik dalam bentuk tim evakuasi maupun tim medis.

“Terima kasih kepada Forkopimda, BBWS, dan semua pihak yang telah memberikan bantuan langsung. Tim medis dan evakuasi sudah dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak. Kami juga akan segera mendistribusikan makanan cepat saji serta life saving kit untuk kebutuhan dasar warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Pj Wali Kota juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap perkembangan situasi. Mengingat hujan masih terus turun di beberapa wilayah hulu, dia berharap warga selalu memantau kondisi cuaca dan mengikuti arahan dari pemerintah serta petugas di lapangan.

“Kami minta warga untuk tetap mengikuti informasi terbaru dari pemerintah dan petugas, serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk,” ujarnya.

Pj Wali Kota menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara intensif, baik terhadap cuaca maupun kondisi di lapangan. Sebuah posko penanganan bencana juga akan didirikan di Kelurahan Pegambiran, yang akan menjadi pusat koordinasi dan distribusi bantuan untuk membantu warga yang terdampak banjir.

“Posko ini akan menjadi pusat informasi dan distribusi bantuan, serta tempat bagi warga untuk mendapatkan bantuan medis dan kebutuhan lainnya,” kata Pj Wali Kota.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap penanganan bencana ini. Pj Wali Kota menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah akan terus berupaya seoptimal mungkin untuk membantu warga, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pasca-bencana.

“Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan warga yang terdampak bisa mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, dan kita akan segera melakukan langkah-langkah pemulihan pasca-banjir,” tutup Pj Wali Kota. (din)

Jumat, 17 Januari 2025

DLH Kota Cirebon Tunjukkan Kinerja untuk Lingkungan Bersih dan Sehat

Kepala DLH Kota Cirebon, dr Yuni Darti, Sp.GK (dok)


CIREBON, FC - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon terus menunjukkan dedikasi dan kinerja yang baik dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Melalui pelayanan yang cepat dan efektif, baik dari para pegawai maupun pimpinan, DLH berhasil mewujudkan perubahan signifikan dalam upaya penanganan isu lingkungan di kota ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, yang dikenal tanggap dan sigap dalam menyikapi berbagai persoalan lingkungan, menjadi teladan bagi para pegawai dan masyarakat. 

Di bawah kepemimpinannya, DLH telah melaksanakan berbagai program, seperti penanaman pohon di berbagai area kota untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan ruang hijau. Selain itu, program pembersihan sampah secara rutin dilakukan, baik di saluran sungai maupun di kawasan pinggir pantai.

“Kerja keras ini adalah hasil kolaborasi semua pihak. Kami ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat untuk masyarakat Kota Cirebon,” ujar Kepala Dinas LH.


Langkah cepat dan responsif DLH dalam menangani keluhan masyarakat terkait lingkungan mendapat apresiasi dari warga. Salah satu warga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kinerja DLH, khususnya kepala dinas yang selalu hadir memberikan solusi terhadap masalah lingkungan.

“Saya sangat senang melihat kerja cepat DLH, terutama saat ada masalah seperti saluran sungai yang tersumbat atau tumpukan sampah di pinggir pantai. Dalam waktu singkat, masalah tersebut langsung diatasi. Kami sebagai warga merasa bangga dan sangat terbantu,” ujar Sintia, warga setempat.

Dengan komitmen tinggi dari seluruh jajaran DLH, Kota Cirebon diharapkan terus menjadi kota yang bersih, hijau, dan nyaman bagi seluruh warganya. Masyarakat juga diajak untuk turut menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. (din)

Kamis, 16 Januari 2025

Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2026, Pj Bupati Cirebon: Fokus Pada Isu Strategis

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam perencanaan pembangunan daerah.

Hal ini disampaikan dalam forum konsultasi publik untuk rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Cirebon tahun 2026 yang digelar di Hotel Aston Cirebon, Kamis (16/1/2025).

Turut hadir berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, unsur kewilayahan, akademisi, hingga insan media.

“Hari ini kita melakukan forum konsultasi publik untuk rancangan awal RKPD Kabupaten Cirebon 2026. Kami melibatkan berbagai pihak, agar perencanaan ini lebih komprehensif dan mampu menjawab isu-isu strategis yang ada di masyarakat,” ujar Wahyu.

Ia mengapresiasi capaian pembangunan yang telah dilakukan pada tahun 2024, meskipun beberapa sektor masih membutuhkan perbaikan.

“Progres kita alhamdulillah baik. Ada sektor yang menunjukkan lompatan capaian, namun ada juga yang capaiannya belum memuaskan. Meski demikian, semuanya terus mengalami peningkatan,” katanya.

Melalui forum ini, Wahyu berharap, pemerintah daerah dapat mempertajam fokus pada isu-isu penting, seperti penanganan sampah, pengendalian banjir, perbaikan infrastruktur jalan, serta pengembangan sumber daya manusia.

“Untuk 2026, kita ingin lebih fokus menangani permasalahan mendesak yang dihadapi masyarakat. Misalnya, bagaimana pengelolaan sampah yang lebih efektif, pengendalian banjir yang sistematis, hingga pengembangan infrastruktur jalan yang merata,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan bergantung pada sinergi antara semua pihak. Langkah yang simultan dan berkesinambungan diyakini mampu menghasilkan capaian yang lebih baik.

“Setiap langkah ini harus dilakukan secara simultan, berkesinambungan, sehingga capaian-capaian bisa terlihat jelas,” tutur Wahyu.

“Tahapan-tahapan pembangunan harus terukur dan transparan, agar visi besar kita untuk 2026 dapat terwujud,” lanjutnya.

Forum konsultasi publik ini menjadi ajang penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memformulasikan solusi bersama.

Dengan melibatkan berbagai elemen, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa rencana kerja yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap diskusi ini dapat menghasilkan pemikiran yang tajam, sehingga mampu menjawab permasalahan masyarakat secara konkret. Dengan kebersamaan, kita pasti bisa mencapai hasil yang lebih baik,” pungkasnya. (din)

Selasa, 14 Januari 2025

Buka Rapat Kerja LPTQ 2025, Pj Bupati Cirebon Optimis Prestasi Tahun Ini Melejit

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menghadiri rapat kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Cirebon 2025 di Hotel Apita Cirebon, Selasa (14/1/2025).

Wahyu mengapresiasi capaian kinerja LPTQ Kabupaten Cirebon di tingkat provinsi.

Ia mengatakan, prestasi Kabupaten Cirebon pada gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 tingkat Jawa Barat 2024, berhasil tembus 10 besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di posisi 16.

“Jadi, alhamdulillah, pada 2024 prestasi kita di level provinsi meningkat. Sebelumnya berada di posisi 16, sekarang masuk 10 besar,” ujar Wahyu.

“Ini sebuah prestasi, upaya besar dari seluruh perangkat bersinergi bisa tembus 10 besar,” kata Wahyu usai membuka rapat kerja LPTQ Kabupaten Cirebon 2025.

Ia menegaskan, capaian di tingkat provinsi itu menjadi motivasi untuk LPTQ Kabupaten Cirebon agar bisa lebih baik lagi.

Ia berharap, prestasi Kabupaten Cirebon pada gelaran MTQ tingkat Jabar bisa melebihi capaian pada 2024.

“Dengan rapat kerja ini, ingin mengupayakan supaya posisi kita 10 besar setidaknya bisa bertahan. Tapi, lebih baik lagi makin meningkat. Upaya-upaya, dan langkah-langkah jadi bagian pemikiran untuk mencapai itu,” ucapnya.

Wahyu menilai, proses seleksi dan pencarian bakat akan diperketat untuk meningkatkan prestasi Kabupaten Cirebon di level provinsi.

Sebab, lanjut dia, semakin serius dalam mengevaluasi, maka hasilnya pun akan lebih baik di kemudian hari.

“Semakin kita serius, semakin kita fokus memahami, mengevaluasi apa yang sedang dan akan dilakukan, maka mudah-mudahan, ke depan hasilnya lebih baik lagi,” tutur Wahyu.

Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Cirebon, M Syafrudin mengatakan, rapat kerja yang digelar ini merupakan upaya untuk mempersiapkan seleksi MTQ untuk tingkat Jabar.


Selain itu, rapat kerja juga merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Cirebon 2025.


“Tujuannya adalah mengevaluasi program dan kegiatan LPTQ 2024,” katanya. (DISKOMINFO)



Senin, 13 Januari 2025

DPRD Umumkan Pengusulan Pengangkatan Efendi Edo-Siti Farida sebagai Walikota-Wakil Walikota Cirebon

CIREBON – Rapat paripurna DPRD Kota Cirebon mengumumkan pengusulan pengangkatan Efendi Edo SAP MSi dan Siti Farida Rosmawati SPdI sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cirebon di Griya Sawala, Senin (13/1/2025).

Selanjutnya, hasil usulan tersebut akan disampaikan DPRD kepada Kemendagri melalui pemerintah provinsi Jawa Barat.

Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistyo SE menyampaikan, rapat paripurna pengusulan pengangkatan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon itu merupakan amanat pasal 25 huruf e peraturan DPRD Kota Cirebon Nomor 1/2021 tentang Tata Tertib DPRD, dan pasal 154 ayat 1 huruf e UU nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Alhamdulillah penetapan berjalan lancar, dan semua anggota DPRD bisa hadir dalam pengusulan penetapan yang diparipurnakan hari ini. Setelah ini kita akan segera langsung bawa ke Pemprovda Jawa Barat,” kata Andrie usai rapat.

Sedangkan tahap berikutnya, Andrie menjelaskan pelaksanaan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota secara serentak masih mengacu pada Perpres Nomor 80/2024 tentang tata cara pelantikan kepala daerah, yakni pada tanggal 10 Februari 2025.

Kendati demikian, keputusan tersebut masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat, karena hingga saat ini masih ada sejumlah daerah yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait pemilihan kepala daerah.

“Untuk pelantikan masih menunggu, secara aturan masih menggunakan Perpres 80 yang artinya belum ada perubahan. Tapi jika nanti berubah, kita ikuti peraturan selanjutnya seperti apa,” ujarnya.

Meski belum ada penyampaian visi misi dari kepala daerah, Andrie berpesan kepada kepala daerah terpilih untuk memprioritaskan infrastuktur serta kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat dalam penyusunan program kerja ke depan.

Ia pun menyatakan siap bekerja sama untuk melaksanakan program-program yang menjadi bagian dari upaya memajukan Kota Cirebon.

“Tentu kami siap bekerja sama, bersinergi untuk kepentingan Kota Cirebon sehingga dengan pimpinan yang baru dapat terjalin sinergitas antar DPRD dan eksekutif bisa beriringan berjalan bersama,” katanya.

Sementara itu, Walikota terpilih Efendi Edo SAP MSi akan segera berkomunikasi dengan Gubernur terpilih untuk menyelaraskan program kerja, seperti visi misi dan target 100 hari pertama kerja.

Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon agar tidak menjadikan perbedaan pilihan selama pilkada jadi alasan tidak kembali bersatu.

“Tentunya, kemarin kompetisi sudah selesai, sehingga sebagai warga Kota Cirebon tidak membedakan apapun, semua harus bersatu,” katanya. (din)

Pj Wali Kota Tinjau Hari Pertama Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis



CIREBON, FC – Pj Wali Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi didampingi Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr H Iing Daiman SIP MSi meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Karyamulya 1, Senin (13/1/2025).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon terpilih, Effendi Edo SAP MSi dan Siti Farida Rosmawati SPdI, Bunda PAUD Kota Cirebon, Hj NR Madyawati SH MPd, dan perangkat daerah terkait.

Program MBG yang digagas oleh pemerintah ini menjadi langkah penting dalam memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang baik. Sebagai langkah awal, program MBG di Cirebon dimulai di dua lokasi, yakni di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Unit Dapur Jalan Karangjalak, Sunyaragi, dan Yayasan Miftahul Ulum di Jalan Sekar Kemuning.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota mengungkapkan bahwa program MBG di Kota Cirebon hari pertama pelaksanaannya sudah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan MBG salah satunya di SDN Karyamulya 1 berjalan dengan baik. Kami berharap program ini dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak kita. Terima kasih kepada seluruh penyelenggara di SPPG,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, program ini akan terus berkembang, dengan kuota penerima manfaat yang akan ditambah sesuai dengan penugasan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kita menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah pusat. Menu makanan yang disajikan sudah mencukupi kebutuhan gizi bagi anak-anak, dan kerjasama dengan yayasan juga berjalan baik untuk mendukung pelaksanaan program ini,” lanjutnya.

Rencananya, tambah Pj Wali Kota, kerjasama antar daerah juga akan dilakukan untuk memastikan kecukupan gizi di masing-masing wilayah terjamin.

“Harga dan mutu makanan akan tetap terjaga. Kami berharap program ini dapat menyentuh lebih banyak wilayah di Cirebon, terutama di kecamatan-kecamatan lain yang membutuhkan,” tambahnya.

Pj Wali Kota berharap, program MBG dapat membantu meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Kota Cirebon, yang pada akhirnya akan mendukung perkembangan fisik dan kognitif mereka.

“Melalui program ini, semoga generasi muda di Kota Cirebon dapat tumbuh sehat dan cerdas, siap menghadapi tantangan di masa depan,” harapnya.

Sementara itu, salah satu siswa SDN Karyamulya 1, Muhammad Ardan, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini. “Makanannya enak, ada nasi, jeruk, ayam, tahu, dan sayuran. Semoga program ini terus berlanjut,” ujar Muhammad dengan senang. (Ara)

Sabtu, 11 Januari 2025

Rektor UIN Siber Cirebon, Lepas Ratusan Peserta Fun Running di Puncak Lustrum VII MAHAPEKA

Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag, Rektor UIN SIBER Cirebon menandai pelepasan ratusan peserta Lustrum VII Mahapeka


CIREBON, FC – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Kelestarian Alam (MAHAPEKA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), sukses menyelenggarakan peringatan Lustrum VII. 

Acara yang digelar setiap lima tahun sekali ini mengusung tema "Bring Back to the Adventure", mengajak anggotanya untuk kembali pada semangat petualangan sejati dan cinta alam yang menjadi fondasi organisasi ini.

Puncak acara Lustrum VII ditandai dengan kegiatan Fun Running, yang digelar pada Sabtu pagi, 11 Januari 2024, dan diikuti oleh ratusan peserta. 

Acara ini secara simbolis dilepas oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang turut dihadiri oleh tamu undangan dari mitra kerja kampus, seperti Eka Madya dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Yeye mulyana dari Dinas Perhubungan (Dishub), Ipda Rian Marfiliyanto Kanit Kamsel Satlantas Polres Cirebon Kota, serta perwakilan dari Taufik Rahmat Hidayar Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bagus dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Dalam sambutannya, Prof. Aan Jaelani mengapresiasi kontribusi besar MAHAPEKA dalam pelestarian lingkungan dan program penghijauan. 

“Lustrum ini bukan hanya selebrasi, tetapi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang MAHAPEKA selama 35 tahun. Dengan tema ‘Bring Back to the Adventure’, kegiatan ini diharapkan menghidupkan kembali semangat cinta alam, kebersamaan, dan keberanian,” ujar Prof. Aan sebelum melepas peserta Fun Running.

Ketua Pelaksana Lustrum VII, Rani Andini, menjelaskan bahwa tema "Bring Back to the Adventure" dipilih untuk mengingatkan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi identitas MAHAPEKA sebagai organisasi pecinta alam. 

“Di tengah era digital yang semakin maju, kita sering lupa pentingnya interaksi langsung dengan alam. Lustrum ini mengajak semua anggota, baik aktif maupun alumni, untuk kembali menjalin hubungan dengan alam dan menghidupkan semangat petualangan,” jelasnya.

 Lustrum VII MAHAPEKA dirancang untuk memberikan pengalaman edukatif, inspiratif, dan mendalam. Beberapa program unggulan meliputi:

Penghijauan sebagai kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan.

Donor darah, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Seminar lingkungan, yang membahas topik perubahan iklim dan pelestarian ekosistem lokal.

Latihan keterampilan survival, navigasi, dan manajemen risiko di alam terbuka.

Kegiatan outbond, seperti pendakian dan orientering, untuk menguji ketahanan fisik dan mental.

Lustrum VII MAHAPEKA menjadi pengingat perjalanan panjang organisasi selama 35 tahun dalam mengembangkan potensi anggotanya serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan semangat "Bring Back to the Adventure", MAHAPEKA ingin mempererat hubungan antaranggota, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan memperkuat fondasi organisasi di masa depan.

 Melalui kegiatan ini, MAHAPEKA berharap tidak hanya mencetak generasi pecinta alam yang tangguh, tetapi juga memperkuat jejaring dengan komunitas lain dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Sebagai bagian dari institusi akademik berbasis digital, MAHAPEKA berkomitmen untuk terus menanamkan semangat cinta alam dalam setiap generasi. 

“Kami berharap Lustrum VII ini menjadi tonggak baru bagi MAHAPEKA untuk terus berkembang, menjadi inspirasi bagi komunitas pecinta alam lainnya, dan tetap relevan di tengah perubahan zaman,” tutup Rani Andini.

Dengan suksesnya pelaksanaan Lustrum VII, MAHAPEKA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan bahwa semangat petualangan dan cinta alam tetap hidup dalam jiwa para anggotanya, menjadi energi untuk melangkah lebih jauh ke masa depan. (AIDA)

Jumat, 10 Januari 2025

Diprediksi Bertahan Tiga Tahun Lagi, Komisi II Berharap TPA Kopiluhur Segera Direvitalisasi

CIREBON – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur menjadi sorotan Komisi II DPRD Kota Cirebon saat rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon di ruang rapat gedung DPRD, Jumat (10/1/2025).

Ketua Komisi II DPRD M Handarujati Kalamullah SSos MAP menilai perlu adanya revitalisasi TPA Kopiluhur segera mungkin, mengingat masa daya tampungnya yang diprediksi hanya bertahan tiga tahun ke depan.

Menurutnya, hal ini bisa segera dilakukan tindakan oleh pemerintah daerah, apalagi saat ini kawasan TPA Kopiluhur sekitar 11,3 hektare telah bersertifikat resmi.

“Hal ini menjadi permasalahan mendasar dan perbaikan ke depan yakni revitalisasi TPA Kopi Luhur, Untuk revitalisasi setidaknya butuh support anggaran 54 miliar,” kata pria yang disapa Andru usai rapat.

Menurut Andru, revitalisasi TPA sangat penting dilakukan apalagi jika terjadi kondisi cuaca yang ekstrem. Ia mencontohkan, jika musim panas TPA rentan terjadi kebakaran dan jika musim hujan serapan air juga turut mengkontaminasi sumber air masyarakat sekitar.

Untuk mempercepat revitalisasi tersebut, Komisi II juga meminta agar DLH membuat rancangan desain yang nantinya dapat disampaikan ke pemerintah pusat melalui kementerian untuk penyerapan anggaran daerah. Karena sejauh ini, penyerapan anggaran DLH pun hanya sekitar 94 persen, sehingga cukup memberatkan apalagi jika menggunakan serapan APBD untuk proses revitalisasi.

Kendati demikian, Andru juga mengapresiasi upaya DLH untuk mengoptimalkan kenaikan pendapatan daerah melalui retribusi sampah dengan mengubah status hukum unit pengelola persampahan menjadi BLUD.

“Selain itu, sebagian unit persampahan akan di-BLUD-kan, sehingga jika dikelola dengan baik maka akan menghasilkan potensi PAD yang lebih optimal,” ujarnya.

Di sisi lain, Komisi II juga mendukung efisiensi kinerja DLH untuk membangun satu kantor yang terpusat di Grenjeng Harjamukti. Sebab, sejauh ini operasional kantor DLH terbagi menjadi empat lokasi.

Menurutnya, luas lahan sekitar enam hingga delapan hektare di Grenjeng cukup strategis untuk dibangun sebuah kantor. Apalagi, luas lahan tersebut sudah tersertifikasi dan merupakan milik pemerintah daerah.

“Tentunya kita akan supporting agar ini tetap berjalan supaya target ini sudah ada di satu lokalisasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Cirebon dr Yuni Darti Sp GK menekankan akan fokus melakukan revitalisasi TPA Kopi Luhur dan Taman Kehati serta mempercepat Perwal BLUD untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di Kota Cirebon.

Khusus untuk revitalisasi TPA, proses tersebut akan terbagi dalam dua tahap. Untuk tahun 2025 akan fokus pada perancangan desain dan detail engineering design (DED). Sementara untuk pembangunan infrastruktur akan dimulai pada 2026 mendatang.

“Untuk revitalisasi sudah mendapat bantuan Kementerian PUPR, kita akan melaksanakan RDF di sana, dan di trimester ketiga bulan Juli 2025 akan kajian DED dan lingkungan,” tuturnya.

Hadir dalam rapat Wakil Ketua Komisi II Ana Susanti SE MSi, Sekretaris Komisi II Subagja, serta anggota Komisi II H Karso SIP, M Noupel SH MH, Een Rusmiyati SE, Anton Octavianto SE MM MMTr, dan Abdul Wahid Wadinih SSos. (din)

Kamis, 09 Januari 2025

Optimalkan Pelayanan, Komisi III DPRD Tekankan Dinsos Segera Pemutakhiran DTKS

 

CIREBON – Komisi III DPRD Kota Cirebon menekankan pentingnya pemutakhiran data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) oleh pemerintah daerah. Hal itu bertujuan agar penerima manfaat di Kota Cirebon tepat sasaran.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon M Yusuf MPd menilai, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cirebon memiliki peran yang bersentuhan langsung dengan warga. Sehingga, akurasi DTKS sangat menentukan seberapa baik tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Dinsos mempunyai posisi berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, sehingga DTKS itu harus diverifikasi dan update. Jangan kemudian jadi salah sasaran,” kata Yusuf usai rapat di Griya Sawala, Kamis (9/1/2025).

Selain pemutakhiran DTKS, Yusuf meminta Dinsos juga mampu menjamin keterbukaan informasi mengenai data tersebut, sehingga masyarakat di tingkat kelurahan dapat mengaksesnya secara langsung.

“Pada prinsipnya, bagaimana kemudian Dinsos harus prima dalam melayani masyarakat, karena ini berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Kalau ada masalah, segera perbaiki sehingga tidak menimbulkan polemik,” ujarnya.

Di samping itu, Komisi juga berpesan agar terus mengoptimalkan pelayanan sosial lain seperti penanganan khusus bagi disabilitas telantar, gelandangan, pengemis, hingga ODGJ di Kota Cirebon.

“Di lapangan, ada sekitar 800-an lebih ODGJ di Kota Cirebon yang terdata di Dinsos. Sehingga, inisiasi Dinsos untuk membangun pusat rehabilitasi atau rumah singgah dan shelter menjadi prioritas kita,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sarifudin SH juga menyebut bahwa Dinsos juga harus lebih selektif dalam memutakhirkan DTKS sehingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat tidak salah sasaran.

Ia juga mengimbau agar kerja sama antar lembaga, baik Dinsos dengan legislatif maupun dengan lembaga lain lebih dioptimalkan di tahun 2025 ini.

“Saya kira sudah baik apa yang dilakukan Dinsos, akan tetapi kami tetap mengingatkan agar ke depan sinergi dengan Komisi III agar penerapan programnya bisa lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Cirebon Dra Hj Santi Rahayu MSi melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi DTKS sebanyak 39 ribu keluarga penerima manfaat hingga tahun 2024.

Di tahun yang sama, Dinsos juga telah menyalurkan bantuan terhadap keluarga yang mengalami rumah ambruk sebanyak 140 penerima manfaat.

Pihaknya juga meminta dukungan kepada DPRD agar pembangunan shelter pemerlu layanan kesejahteraan sosial (PPKS), rumah singgah, serta pengadaan mobil pelayanan dapat segera terealisasi.

“Untuk itu kami memohon dukungan kepada DPRD untuk membangun fasilitas tersebut, karena hingga saat ini masih belum dapat beroperasi secara optimal,” katanya.

Hadir dalam rapat Sekretaris Komisi III DPRD Kota Cirebon R Endah Arisyanasakanti SH, anggota Komisi III DPRD Indra Kusumah Setiawa Amd, M Fahmi Mirza Ibrahim SE, Rizki Putri Mentari SH, Stanis Klau, Leni Rosliani SIP, Rinna Suryanti ST, dan Prisilia. (Hafid)

Sponsor

test

Featured Posts