CIREBON – Pemerintah Daerah Kota Cirebon Kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kedelapan kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
CIREBON – Pemerintah Daerah Kota Cirebon Kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kedelapan kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat.
CIREBON, FC - Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, melaksanakan kegiatan observasi terkait dengan mata kuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Rumah Tahanan (RUTAN) Kelas I Cirebon. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis, 27 dan 30 Mei 2024.
Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., Ketua Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mengungkapkan bahwa kegiatan observasi PPL ini bertujuan untuk mendampingi warga binaan dalam mengatasi masalah psikologis, terutama mereka yang sedang menjalani proses persidangan di pengadilan.
“Kegiatan observasi PPL mahasiswa BKI di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon bertujuan untuk mendampingi warga binaan dalam mengatasi masalah psikologis, terutama yang sedang menjalani proses persidangan di pengadilan,” ujar Dr. Jaja.
Selain itu, mahasiswa yang terjun dalam observasi PPL di Rutan juga memberikan layanan bimbingan pribadi, sosial, dan keagamaan kepada warga binaan. “Selama observasi PPL, mahasiswa didampingi oleh Pembimbing Kemasyarakatan Rutan Kelas I Cirebon,” Dr. Jaja menambahkan.
Lailatus Saidah, perwakilan dari salah satu peserta PPL, menceritakan bahwa kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa semester 6 jurusan BKI secara berkelompok. Untuk kelompok BKI 6 F terdiri dari Lailatus Saidah, Putty Hati Imany, Lu’lu’il Makhbuba, Dinar Siti Azzahra, Muhamad Nurhasan, dan Liyan Chanuna.
“Sasaran warga binaan yang didampingi adalah warga binaan anak dan dewasa,” ungkap Lailatus Saidah.
Fuad Hasan, S.H., M.H., selaku Kasubsi BHPT Rutan Kelas I Cirebon, menyatakan bahwa kegiatan observasi PPL ini juga bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa menjadi pendamping kemasyarakatan dan konselor sosial di Rutan Kelas I Cirebon.
“Harapan dari kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan informasi dan wawasan terkait program kegiatan yang dilaksanakan di Rutan Kelas I Cirebon dan juga menambah pengalaman di bidang bimbingan dan pendampingan terhadap warga binaan kemasyarakatan,” ujar Fuad Hasan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal praktis dan wawasan luas bagi mahasiswa BKI, sehingga mereka siap berperan sebagai pendamping dan konselor yang kompeten di masa depan. Observasi PPL di Rutan Kelas I Cirebon ini merupakan langkah nyata dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan keterampilan praktis mahasiswanya, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya warga binaan di Rutan. (din)
CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi digital di kalangan tenaga pendidik dan pengelola universitas.
Dalam upaya menghadapi tantangan digitalisasi, UIN Siber Syekh Nurjati menggelar Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Digital Marketing dan Sosial Media Marketing. Bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Digital Teknologi Informasi Indonesia, kegiatan ini terbagi menjadi dua batch, dengan batch pertama dilaksanakan pada 27-30 Mei 2024.
Peserta batch pertama terdiri dari Ketua Jurusan (Kajur) dan Sekretaris Jurusan (Sekjur) dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 dan S3, Kepala Rumah Moderasi Beragama (RMB), Kepala UPT Pusat Perpustakaan, Kepala UPT PTIPD, Kepala Pusat-pusat, dan Kepala Laboratorium di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital dalam pemasaran dan pengelolaan media sosial yang semakin penting di era digital saat ini. Senin, (27/05/2024).
Dalam sambutannya, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan pentingnya penguasaan digital marketing dan social media marketing bagi para tenaga pendidik dan pengelola universitas.
“Di era digital ini, kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam memasarkan institusi dan program-program pendidikan sangatlah krusial. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan inovatif, serta mampu mengelola media sosial dengan lebih baik,” ujar Prof. Aan Jaelani.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan informasi dan komunikasi di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
LSP Digital Teknologi Informasi Indonesia sebagai mitra dalam kegiatan ini menghadirkan para instruktur dan fasilitator yang berpengalaman di bidang digital marketing dan social media marketing.
Mereka memberikan materi yang komprehensif mulai dari dasar-dasar pemasaran digital, strategi konten, analisis data, hingga teknik-teknik lanjutan dalam mengelola kampanye media sosial. Dewan Pengarah LSP, Chiska Nova Harsela, MP, menegaskan bahwa pelatihan ini 70% adalah praktikum dan diskusi, sehingga diharapkan interaksi aktif dari para peserta guna memaksimalkan hasil dari pelatihan.
Pelaksanaan batch pertama yang berlangsung selama empat hari disambut antusias oleh para peserta. Mereka mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dan aplikatif, serta berharap dapat segera menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan branding dan promosi institusi.
Batch kedua yang akan segera dilaksanakan juga diharapkan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang sama besar bagi para pesertanya. Dengan adanya program pelatihan dan sertifikasi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin siap menghadapi tantangan digitalisasi dan memanfaatkan teknologi informasi untuk kemajuan institusi.
Kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi di era digital.
Dengan demikian, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen untuk menjadi institusi pendidikan yang adaptif dan inovatif di tengah perkembangan teknologi yang pesat. (din)
KABUPATEN CIREBON, FC - Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs. H. Wahyu Mijaya, SH., M.Si menghadiri kegiatan penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Cirebon tahun 2024. Kegiatan penilaian tersebut berlangsung di Ruang Suparman, Kantor Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Jumat (31/5/2024).
Dalam sambutannya, Pj Bupati Cirebon menyatakan, penurunan stunting menjadi salah satu “major project” dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 guna mencapai misi “SDM Unggul, Indonesia Maju.”
Menurutnya, permasalahan stunting yang multidimensi ini, membutuhkan sinergi semua pihak.
“Stunting bukan hanya masalah kesehatan saja, tetapi berdampak jangka panjang pada perkembangan kognitif, motorik dan sosial anak. Anak yang mengalami stunting, beresiko lebih tinggi mengalami keterlambatan belajar, mudah sakit, dan memiliki produktifitas yang rendah di masa depan. Sehingga, menjadikan stunting sebagai ancaman terhadap generasi penerus bangsa,” jelas Wahyu.
Dikatakan Wahyu, Kabupaten Cirebon sebagai kabupaten dengan populasi yang besar di Jawa Barat, memiliki tantangan yang besar dalam menangani isu stunting.
Jika merujuk pada hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon meningkat 4,3%, dari sebelumnya 18,6% di tahun 2022, menjadi 22,9% di tahun 2023.
“Meski angka capaian Kabupaten Cirebon meningkat, tetapi kita harus tetap berupaya untuk menurunkan angka stunting sesuai dengan target nasional, yaitu 14% di tahun 2024,” lanjutnya.
Menurutnya, penilaian kinerja pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi, merupakan proses penilaian kemajuan kinerja Kabupaten Cirebon dalam melakukan upaya untuk memperbaiki dan melaksanakan intervensi percepatan penurunan stunting terintegrasi.
“Mulai dari perencanaan, penganggaran, implementasi, pemantauan, dan evaluasi program atau kegiatan,” tambahnya.
Masih dikatakan Wahyu, penilaian sebagaimana dimaksud, dilakukan secara bertahap, mencakup peningkatan cakupan intervensi gizi spesifik dan sensitif pada lokasi fokus penanganan stunting, peningkatan cakupan rumah tangga sasaran yang dapat mengakses intervensi gizi secara terintegrasi.
“Tujuan penilaian 8 aksi konvergensi penurunan stunting di Kabaupaten Cirebon adalah dalam rangka meninjau kemajuan pelaksanaan aksi konvergensi dalam upaya penurunan stunting melalui pendekatan intervensi spesifik dan sensitif, serta sebagai wujud pemberian umpan balik kepada pemerintah Kabupaten Cirebon tentang pelaksanaan aksi konvergensi,” imbuhnya.
Ia meminta kepada para kepala perangkat daerah, untuk melakukan kegiatan percepatan penurunan angka stunting, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, melaksanakan tahapan kegiatan dan melakukan entri data pada aplikasi, serta mengikuti target dan arahan yang ditentukan oleh Kementerian Dalam Negeri.
“Pemkab Cirebon sangat serius melakukan upaya percepatan penurunan angka stunting sebesar 14% di tahun 2024. Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya SK Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa/kelurahan,” pungkasnya. (din)
KABUPATEN CIREBON, FC - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan terus berupaya mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan dengan membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA), terutama di sekolah-sekolah.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cirebon, Risfa Eka Putri Wahyu Mijaya menyebutkan, konsumsi B2SA merupakan salah satu upaya untuk menurunkan maupun pencegahan stunting, selain dalam rangka mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas dan berprestasi.
Selain itu, gerakan tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah yang harus sinergis, dari mulai pemerintah pusat hingga pemerintah desa.
“Saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan “Makan Benar (Mabar) B2SA”. Melalui gerakan ini, diharapkan Kabupaten Cirebon berhasil menekan prevalensi stunting,” kata Risfa saat menghadiri sosialisasi B2SA di SMK Manbaul Ulum, Kecamatan Dukupuntang, Jumat (31/5/2024).
Menurutnya, manfaat lain dari gerakan tersebut, diantaranya meningkatkan pengetahuan tentang jenis-jenis makanan B2SA; mendorong siswa untuk mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman; membentuk kebiasaan makan yang sehat dan bergizi sejak usia dini; serta meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh siswa.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon 2023 mengalami kenaikan dari 18,65% menjadi 22.9%.
“Kami ingin pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya konsumsi pangan B2SA dalam kehidupan sehari-hari bisa terwujud. Sekolah juga, saya minta, untuk menciptakan suasana sekolah yang kondusif untuk mendorong siswa agar lebih antusias dalam mengkonsumsi makanan B2SA,” tambahnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, Drs. Erus Rusmana, M.Si mengatakan, gerakan tersebut merupakan program strategis untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat, terutama generasi penerus bangsa.
“Konsumsi makanan yang baik merupakan bekal untuk masa depan, selain sebagai salah satu bentuk atau upaya dalam penanganan stunting. Pemenuhan gizi yang seimbang menjadi hal yang esensial, khususnya bagi anak-anak usia sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan,” tukas Erus.
“Saya berharap, sosialisasi yang dilakukan ini bermanfaat untuk kita semua,” pungkasnya. (din)
KABUPATEN CIREBON — Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon melalui bidang Statistik, Persandian, dan e-Government (Spegov) mengadakan pelatihan petugas pengelola data perangkat daerah 2024 di Hotel Sutan Raja Cirebon, Kamis (30/5/2024).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pengelola data perangkat daerah tentang aplikasi Open Data dan Satu Data Kabupaten Cirebon, agar dapat menghasilkan data yang berkualitas sesuai dengan Satu Data Indonesia (SDI), akurat, dan reliable.
“Kegiatan pelatihan ini diharapkan, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan, khususnya para pengelola data perangkat daerah tentang aplikasi Open Data dan Satu Data Kabupaten Cirebon,” jelas Bambang Sudaryanto, S.H., M.H, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon dalam sambutannya.
“Selain itu, pelatihan ini harus dilakukan secara periodik, agar pemutakhiran data dan informasi pada aplikasi Satu Data, sehingga keterisian data dapat terpenuhi,” tambahnya.
Selaras dengan Kadiskominfo, Kepala Bidang Spegov, Hj. Endang Sri Pujiastuti, S.Si., M.Si menjelaskan, bahwa petugas pengelola data di masing-masing perangkat daerah harus memahami prinsip Satu Data Indonesia.
“Petugas pengelola data di masing-masing perangkat daerah harus memahami prinsip Satu Data Indonesia dan pemanfaatan portal Satu Data dan Open Data Kabupaten Cirebon, sebagai bentuk implementasi perangkat daerah dalam mewujudkan Satu Data di Kabupaten Cirebon,” jelas Endang.
Pelatihan tersebut diisi oleh narasumber dari Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, dan Jabar Digital Service Diskominfo Provinsi Jawa Barat. (Ara)
KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan Sosialisasi Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan (Siormas) bagi organisasi masyarakat.
Sosialisasi tersebut berlangsung di Hotel Koening, Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (29/5/2024).
Kepala Kesbangpol Kabupaten Cirebon, Hj. Ita Rohpitasari, M.Si mengatakan, aplikasi ini dibuat untuk memperbaiki data jumlah organisasi masyarakat (Ormas) yang ada di Kabupaten Cirebon.
“Supaya rapih, tertata, dan terkoordinasi,” ujar Ita.
Melalu aplikasi itu, nantinya Ormas tidak perlu lagi datang ke kantor Kesbangpol untuk proses identifikasi. Pihaknya berharap, kepada organisasi tersebut dapat memahami aplikasi tersebut, lantaran diciptakan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Hemat tenaga, biaya, dan waktu. Sudah tidak usah jauh-jauh ke kantor kami, cukup klik saja,” jelasnya.
Penyelenggara sosialisasi, Raden Budi Setyawan mengatakan, acara tersebut digelar untuk pembinaan terhadap Ormas yang ada di Kabupaten Cirebon.
Dalam sosialisasi tersebut, dihadiri oleh 44 orang pengurus dari sejumlah Ormas di Kabupaten Cirebon.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi Informasi Kabupaten Cirebon, Muhammad Idrus, M.Ag mengatakan, kegiatan tersebut memberikan peluang akan implementasi Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi publik.
“Jadi, selain Sosialisasi Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan (Siormas) bagi organisasi masyarakat, juga tersampaikannya Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik kepada Ormas dan LSM yang hadir,” singkatnya.