Merubah Paradigma Lama, Pemberdayaan Perempuan Penting Dilakukan


FOKUS CIREBON - Posisi perempuan memang masih dipandang sebelah mata. Bahkan masih ada orang tua yang memandang jika pendidikan bagi anak perempuan cukup sampai SMA saja. Hal itu masih menganut paradigma lama dan harus segera dibuang.

Maka dengan kegiatan dialog interaktif keperempuan yang digelar Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABI) IAIN SNJ Cirebon, sebagai refleksi gender dalam persepektif pendidikan menjadi sangat terbuka untuk merubah stigma dan paradigma lama.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Dr Indriya Mulyaningsih MPd pada kegiatan. dialog interaktif, sekaligus memperingati hari ibu, dengan menghadirkan pembicara KH Husen Muhammad, Selasa, (17/12/2019), di Lantai 4, Ruang Auditorium FUAD, IAIN SNJ Cirebon.

Dijelaskan, kegiatan dialog interaktif ini, setidaknya dapat memberi gambaran, terutama terkait pendidikan, karena selama ini memang untuk di daerah daerah itu mayoritas orang tua kurang begitu memperhatikan pendidikan anak perempuan. 

"Jadi anak perempuan dianggapnya ya lulus sma itu sudah paling tinggi,  kemudian menikah atau bekerja. Nah dengan kegiatan ini, setidaknya bisa dimulai dari mahasiswa bisa menjadi tahu dan bagaimana seharusnya memperlakukan perempuan," paparnya.

Selain itu, lanjutnya diharapkan ini tidak berhenti sampai di sini. Mahasiswa juga diharapkan bisa melakukan sosialisasi ke daerah-daerah, dan pihaknya sebagai dosen pasti akan membantu terkait Pengabdian Masyarakat Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kemudian juga, kata Mulyaningsih, sebenarnya sangat menarik jika perempuan dalam persepektif pendidikan kemudian dikaitkan dengan ajaran islam.

"Kajian ini setidaknya bisa menjadi nilai plus bagi mahasiswa, apalagi saat ini sudah sangat liberal. Maka jangan sampai mahasiswa Bahasa Indonesia terjebak dengan fenomena liberalisme tersebut. Dan harus bisa melihat posisi perempuan sebagai pemilik masa deoan yang cerah dan lebih baik," tandasnya. (din)

Terkini