Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 23 November 2019

Rektor IAIN SNJ Cirebon : "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin" Merupakan Ruh Perguruan Tinggi Islam


FOKUS CIREBON - Keberadaan Perguruan Tinggi Islam, yakni IAIN Syekh Nurjati Cirebon sejak awal berdiri sudah berkomitmen untuk membangun masyarakat islam madani, yaitu masyarakat yang cinta tajug (ibadah), cinta ilmu dan memperhatikan fakir miskin. Karena itu, tema tajug lan fakir miskin sudah merupakan ruh dari perguruan tinggi islam.

Demikian disampaikan Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim, MAg sebelum membuka kegiatan Seminar Halaqoh Kemasjidan, yakni "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin, dengan tema "Masjid Sebagai Benteng Ketahanan NKRI" hasil kerjasama PBNU bersama IAIN Cirebon dan Kesultanan Kasepuhan Cirebon, Sabtu (23/11/2019) di Lantai 3, Kampus Pascasarja IAIN SNJ Cirebon.

Dalam sambutannya, Sumanta menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada panitia atas terselenggaranya seminar halaqah kemasjidan yang merupakan gagasan PBNU, Kesultanan Kasepuhan Cirebon dan IAIN SNJ Cirebon.


Tajug kata Sumanta, bukan saja memiliki makna sempit hanya sebagai tempat beribadah, tetapi lebih dari itu memiliki makna yang sangat luas.

Tajug ini, ungkap Sumanta, sesungguhnya memiliki misi menangkal Islam radikal atau trans-nasional, yang bertolak belakang dengan Pancasila yang menghargai keberagaman. Dan masyarakat masjid merupakan embrio basis dakwah Islam yang ramah, yang dibawakan oleh wali songo.

Hanya saja, lanjut Sumanta, fungsi  tajug atau masjid saat ini sudah semakin duniawi. Identitas kemasjidan yang dititipkan para wali, sepertinya sudah semakin jauh, masjid sekarang malah hanya menjadi simbol belaka bahkan menjadi tempat perseteruan akibat gesekan politik dan lain sebagainya.

Lalu apa realisasi dari perguruan tinggi islam terhadap titipan sunan gunung djati ini, selain memakmurkan masjid, IAIN SNJ Cirebon juga memperhatikan fakir miskin, yakni melalui program pemberian beasiswa bidik misi, beasiswa keagamaan maupun beasiswa lainnya.


Jika mahasiswa tersebut IPK nya rendah, pihak kampus dalam hal ini IAIN Cirebon masih memperhatikan kalangan mahasiswa yang fakir miskin yakni melalui program UKT, yakni mahasiswa hanya cukup membayar SPP saja sebesar Rp 400.000/semeseter dan tanpa ada biaya lainnya.

"Inilah komitmen kami, dan dari angka beasiswa tahun ini, anggaran yang disiapkan itu kurang lebih mencapai Rp 6,5 miliar. Jadi IAIN SNJ Cirebon sudah melaksanakan titipan para wali tersebut dengan program-program yang digulirkan," jelasnya disambut riuh tepuk tangan peserta seminar halaqoh.

Sementara itu, kegiatan seminar halaqoh ini, mengundang sejumlah narasumber terkenal yakni KH Abdul Manan, Wakil Ketua PBNU bidang dakwah serta KH Buya Syakur. (din)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Raih Predikat Provinsi Informatif


FOKUS JABAR - Hasil monitoring dan evaluasi keterbukaan Informasi badan publik yang dilakukan Komisi Informasi Pusat (KIP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih predikat provinsi informatif.

Wakil Presiden, Ma’ruf Amin pun memberikan penghargaan kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dalam "Anugerah Keterbukaan Informasi Publik" Tahun 2019 di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, pada Kamis, 21 November 2019.
Dalam ucapan rasa syukurnya, Ridwan mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa Pemda Provinsi Jabar berkomitmen memberikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan regulasi dan perundang-undangan.
Dijelaskan, Provinsi Jawa Barat mendapatkan penghargaan dari Komisi Informasi Pusat (KIP) sebagai Provinsi yang informatif. Kategorinya ada informatif, menuju informatif. Kemudian, berkomitmen, cukup informatif, dan kurang informatif.
“Kita mendapatkan yang tertinggi, menandakan komitmen kita dalam memberikan informasi kepada masyarakat itu sudah maksimal sesuai dengan perundang-undangan,” ujar Emil melanjutkan.
Prestasi tersebut, kata Emil, akan dipertahankan atau bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun selanjutnya. Terlebih, di era digital, transparansi dan kemudahan akses masyarakat terhadap sebuah informasi harus menjadi atensi. (JP)

Pesan Wali Menjadi Tema Festival Tajug 2019

FOKUS JABAR - "Ingsun titip tajug lan fakir miskin" adalah kalimat sarat makna yang diucapkan Syekh Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam di Jawa khususnya Cirebon.
Kini, pesan sang wali itulah yang menjadi tema Festival Tajug dalam rangka Hari Santri Nasional Tahun 2019 yang digelar di Alun-Alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Kota Cirebon.
Festival Tajug resmi dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Ma’ruf Amin pada Jumat (22/11/19). Turut mendampingi Wapres adalah Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil.
Gubernur yang akrab disapa Emil itu mengatakan, Jabar telah menerapkan pesan Sunan Gunung Jati untuk memakmurkan masjid dalam bentuk program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat yakni Kredit Mesra, One Pesantren One Product (OPOP), serta English for Ulama.
Kredit Mesra contohnya. Sejak diluncurkan November 2018, tercatat sudah belasan ribu warga fakir miskin yang mendapatkan fasilitas kredit usaha tanpa bunga dan agunan melalui masjid. 
Selain itu, OPOP mampu membuat 1.100 pesantren di Jabar sukses dan mandiri melalui pemberian modal dan pelatihan usaha. Adapun lewat English for Ulama, lima ulama muda Jabar, salah satunya dari Cirebon, dikirim ke Inggris untuk menyebarkan tentang Islam yang damai.
“Kami selama 12 bulan ini sudah menerjemahkan nasihat dari Sunan Gunung Jati. Alhamdulillah ada 18.000 lebih fakir miskin sekarang bebas rentenir berkat rajin ke tajug dan mendapatkan pertolongan dari pemerintah,” ujar Emil dalam sambutannya.
“Inilah dakwah kami melalui kekuasaan di Jabar. Mudah-mudahan Bapak Wakil Presiden bisa berkenan menyukseskan Festival Tajug ini sebagai cikal bakal lahirnya peradaban baru Islam yang berjaya melalui kekompakan di antara kita semua,” tambahnya.
Wapres RI Ma’ruf Amin sementara itu sangat mengapresiasi gelaran Festival Tajug karena dinilai merupakan salah satu langkah strategis mengembangkan Islam melalui pembangunan masjid.
Tak hanya itu, Wapres mengimbau agar pesan Sunan Gunung Jati juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran menjaga masjid agar tidak digunakan sebagai tempat menyebarkan ajaran-ajaran menyimpang atau berita yang mengandung kebencian.
Adapun menurut Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, tema 'Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin' dalam Festival Tajug tahun ini memiliki makna mendalam tentang ajakan menjaga negara dan agama.
“Memang inilah tugas kita, yaitu menjaga negara dan menjaga agama. Menjaga negara yakni fakir miskin, menjaga agama yakni tajug,” kata Arief.
“Berangkat dari istilah ini, PBNU menggandeng kesultanan menggelar Festival Tajug untuk bersama-sama menyadarkan bahwa perjuangan harus imbang antara tajug dengan fakir miskin. Antara negara dan ulama, antara dunia dan akhirat, antara putih dan merah, antara kiyai dan pejabat,” ujarnya.
Tak hanya Wapres RI dan Gubernur Jabar, pembukaan Festival Tajug 2019 juga dihadiri raja dan sultan dari berbagai keraton yang ada di Tanah Air. Festival berlangsung pada 22 hingga 24 November mendatang. (JP)

Tak Hadiri Paripurna, Gubernur Tegur Kepala Dinas

FOKUS BANDUNG - Sedikitnya jumlah Kepala Dinas Dinas dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, menjadi catatan sejumlah anggota dewan.

Menyikapi masalah tersebut, Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil menyatakan, dirinya sudah memberikan teguran kepada Kepala Dinas atau Kepala OPD yang tidak hadir dalam Rapat Paripurna hingga melakukan pemotongan pendapatan mereka sesuai mekanisme yang ada.

"Ya ini sudah berkali-kali saya tegur mereka beralasan ada tugas di luar , tapi prioritas paripurna itu levelnya macam-macam, saya punya mekanisme nilai disiplin dalam managemen itu, salah satunya teguran, sudah saya tegur keduanya saya potong saja pendapatannya dan itu ada mekanismenya," katanya.

Gubernur meminta, para kepala dinas untuk menghormati dan hadir di forum dimana gubernur mempertanggungjawabkan anggaran yang mereka gunakan.

"Jadi ini peringatan buat kepala dinas untuk selalu menghormati dan hadir diforum yang gubernur mempertanggungjawabkan anggaran anggaran mereka," ucap Gubernur, usai Rapat Paripurna, di Gedung Paripurna DPRD Jawa Barat, Jumat (15/11). 

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Jawa Barat, Daud Achmad menyatakan, adanya kepala dinas yang tidak hadir dalam Rapat Paripurna  karena pada saat yang bersamaan mereka ada yang diundang pemerintah pusat serta bertugas ke luar provinsi dan ada yang sedang menjalani masa pendidikan.

"Beberapa kepala dinas ada yang tugasnya tidak bisa diwakilkan, ada yang mendelegasikan sekretaris dinas untuk hadir dalam rapat paripurna, tadi ada 12 kepala dinas yang hadir di antaranya Kadisnakertrans, Kadishub, dan Kadis PSDA," ucapnya. (JP)

Wapres Ma'ruf Amin : Festival Tajug 2019 Merupakan Refleksi Pesan Sunan Gunung Jati Cirebon


FOKUS CIREBON – Kunjungan Wak Presiden RI ke Cirebon untuk membuka kegiatan Festival Tajug 2019 mendapat respon antusias dari berbagai elemen masyarakat Cirebon. Wakil Presiden RI, Prof. DR KH Ma’ruf Amin memandang bahwa kegiatan tersebut merupakan refleksi pesan Sunan Gunung Jati Cirebon.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden maupun Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH pada pembukaan Festival Tajug 2019 di Alun-Alun Kejaksan, Jumat (22/11).

Ma’ruf Amin mengatakan Festival Tajug sangat tepat dilaksanakan terutama di wilayah Cirebon. Hal ini sejalan dengan pesan Sunan Gunung Jati “Ingsun titip tajug lan fakir miskin”.

Festival Tajug sangat penting dilaksanakan untuk meneruskan semangat Sunan Gunung Jati untuk mengembangkan Islam melalui Masjid. Pembangunan tajug atau masjid langkah strategis dalam penyebaran agama Islam secara damai.


Ma’ruf Amin menambahkan pembangunan tajug oleh Sunan Gunung Jati yang banyak dilakukan membuat penyebaran agama Islam pun menjadi masif di Jabar. Masjid menjadi tempat membangun jiwa dan mental masyarakat hingga sekarang.

“Peran Tajug atau Masjid sangat besar dalam pembangunan, pembinaan dan pendidikan masyarakat. Sekarang ini informasi banyak baik melalui televisi, radio, media massa, sosial media dan lainnya tapi tetap peran tajug atau masjid menjadi startegis di tengah-tengah umat,” kata Ma’ruf Amin.

Pada kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin mengajak agar tajug dan masjid diisi dengan narasi yang saling mencintai dan menyayangi. Jangan sampai dijadikan saran untuk mengumbar kebencian. Sehingga dakwah damai seperti Sunan Gunung Jati tetap terjaga.

“Dijaga fungsinya agar tidak menyimpang dari kasih sayang dan kekuatan iman,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH mengatakan festival tajug merupakan refleksi pesan Sunan Gunung Jati. Pihaknya mengaku senang mendapat kepercayaan menjadi lokasi Festival Tajug yang digagas santri dan pihak keraton.

“Kami tentu sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka hari santri nasional ini. Tentunya kami akan terus menggelorakan semangat pesan Sunan Gunung Jati ke masyarakat,” kata Azis.

Sementara itu Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan masjid akan menjadi pusat peradaban sesuai pesan Sunan Gunung Jati. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintahan saat ini yakni Jabar juara Lahir Bathin.

“Kami progresif tapi Islami. Pemerintah Provinsi Jabar menggulirkan Kredit Mesra atau Kredit masjid sejahtera. Per hari ini sudah 18 ribu orang karena sering datang ke masjid dapat kredit tanpa agunan,” ujar Ridwan Kamil.


Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat, SE mengatakan relevansi pesan Sunan Gunung Jati yang sudah mendarah daging di Cirebon yaitu “Ingsun TitipTajug lan fakir miskin”. Dasar kegiatan amanat Sunan Guung Jati sehingga dapat membangun akhlak dan ekonomi umat.

“Inilah menjadi program Negara dan bangsa. Titip akhlak dan ekonomi masyarakat. Harapan kami kegiatan Festival Tajug tidak hanya di Kota Cirebon tapi akan dilaksanakan di kota lain,” tandas Sultan Arief.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Presiden, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat, SE, para Raja/Sultan se Nusantara, Ketua Pelaksana, KH Mustofa Aqil Siradj dan lainnya. (Agung)

FORMAWI Hadirkan Komisi Informasi RI Dan Kementerian Komunikasi Dalam Kegiatan Orientasi Menuju Revolusi Industri 4.0


FOKUS JAKARTA-- Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami), berncana akan mnggelar kegiatan orientasi menuju SDM Indonesia unggul dan revolusi industri 4.O. Kegiatan tersebut akan digelar pada Selasa (27/11) Minggu pekan.

Kegiatan orientasi ini dalam rangka peningkatan kapasitas SDM. Pengurus dan panitia orientasi akan menghadirkan anggota Komisi Informasi RI, Roman Lendong yang diharapkan dapat memberikan wawasan lebih luas  seputar Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

"Hal ini sejalan dengan produk atau karya jurnalistik para wartawan anggota Forwami kedepannya," ujar panitia.

Pada kegiatan ini juga akan dihadirkan Ferdinandus Setu dari Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk memberikan pembekalan seputar mana informasi yang marak menghiasi jagat publik (Media Sosial).

Dari sisi pengembangan bisnis media digital, juga akan melengkapi acara orientasi wartawan Forwami yang digelar selama dua hari itu. 

Di antaranya wartawan senior yang kini memimpin AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia), yang akan berbagi bagaimana strategi mengembangkan bisnis media digital atau online yang saat ini tengah booming.

Selain itu juga pakar kompetensi wartawan, H. Kamsul Hasan, juga akan memberikan pencerahan tentang menapak era baru jurnalistik Indonesia, khususnya sektor Kemaritiman, Pelayaran, Pelabuhan dan Logistik. 

"Dan tentunya masih banyak lagi para narasumber yang akan memberikan pembekalan kepada para wartawan Forwami yang sudah eksis sejak 2014 lalu," kata Kamsul, di Jakarta.                                                        
Sementara itu, Ketua Panitia Orientasi Wartawan Formawi 2019, Saiful Anam mengatakan acara ini dapat mendorong Visi Indonesia, mewujudkan SDM yang berkualitas. 

"Kami berharap, teman-teman wartawan anggota Forwami dapat memanfaatkan momentum ini, sebagai bagian dari turut berkarya bagi bangsa dan negara, melalui karya jurnalistik yang hebat, untuk Indonesia Maju," pintanya. (dade)

Jumat, 22 November 2019

Yonif Raider 514 Kostrad Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Madrasah Aminul Hasan Jember


JAKARTA-- Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin dari Yonif Raider 514 Kostrad ikut memeriahkan kegiatan pengajian umum dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H.

Kegiatan yang dilaksanakan di Madrasah Aminul Hasan, di Desa Balet Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember ini, langsung mendapat sambutan hangat dari Ustadz Ruhan Hasbullah yang merupakan Pengasuh dari Madrasah Aminul Hasan.

Menurut Kopral Satu Imron Rosidi, kedatangan Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin dari Yonif Raider 514 Kostrad di Madrasah Aminul Hasan ini berdasarkan undangan dari Ustadz Ruhan Hasbullah yang merupakan Pengasuh dari Madrasah Aminul Hasan. 

"Kami sampaikan terima kasih atas kesediaan dan kehadiran Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin dari Yonif Raider 514 Kostrad di pengajian umum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H. Kehadiran Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin dari Yonif Raider 514 Kostrad telah membuat suasana pengajian menjadi lebih Khusyuk, lebih tenang dan damai,” ucap Ustaz Ruhan Hasbullah, Pengasuh Madrasah Aminul Hasan. (dade)

Woww.. !! Mahasiswa PGMI IAIN Cirebon Luncurkan Formula Mengajar Efektif


FOKUS CIREBON - Rupanya persoalan guru dalam mengajar di ruang kelas masih menjadi problem di dunia pendidikan. Siswa sepenuhnya masih tergantung pada pola dan teknik mengajar guru. Sehingga tidak sedikit siswa digantungkan kepada bagaimana cara mengajar guru.

Hal inilah yang membuat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HIMAGUMI) Jurusan PGMI IAIN SNJ Cirebon membuat gebrakan dengan menghadirkan narasumber ternama pada kegiatan Workshop Hypnoteacing, Jum'at (22/11/2019), di Gedung FSEI, SBSN Lantai 4, Jl Perjuangan Kota Cirebon. 

Workshop dengan tema "Peran Mahasiswa PGMI Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Melalui Kegiatan Hypnoteaching" ini langsung dibedah oleh Praktisi Hypnoteaching Indonesia, Subhan Djubaedi MP.

Dalam pemaparannya, Subhan Djubaedi MP menjelaskan, bahwa untuk mengajar di kelas, seorang guru tidak hanya harus bisa ceramah di depan kelas, tetapi juga harus memahami karakter dan keunikan siswanya. 


Selain itu, seorang guru juga dituntut untuk bisa membuat para siswanya merasa senang dengan apa yang diajarkan oleh gurunya.

"Ya, diperlukan metode atau cara pembelajaran yang menarik sehingga siswa bisa menerima pelajaran dengan baik. Guru dituntut untuk melakukan berbagai inovasi dan kreativitas dalam pembelajarannya. Salah satu yang patut dicoba oleh seorang guru adalah dengan cara hypnoteaching," katanya,yang disambut riuh tepuk tangan peserta workshop.

Dijelaskan, hypnoteaching adalah salah satu cara pembelajaran atau cara mengajar dengan menggunakan unsur hypnosis, yakni saat seseorang bisa menerima sugesti dengan mudah. Tujuan utama pembelajaran hypnoteaching adalah untuk membangunkan motivasi dalam diri setiap siswa.

"Tujuan utama hypnoteaching adalah untuk membangunkan motivasi dalam diri setiap siswa," paparnya.


Subhan Djubaedi MP, juga menegaskan bahwa penyebab tidak masuknya pengetahuan dari guru adalah karena pikiran siswa sedang terpecah atau tidak fokus. 

"Disinilah penggunaan cara mengajar dengan teknik hypnoteaching. Yaitu, dengan merilekskan pikiran siswa agar pengetahuan yang didapat bisa dipahami dengan baik," ujarnya. (din)

Wapres Ma'ruf Amin Disambut Gembira Para Pelajar dan Warga Cirebon


FOKUS CIREBON -  Pelajar dan warga Cirebon sejak pagi sudah berjajar menunggu kedatangan orang nomor dua di Indonesia. Mereka ingin menyambut kedatangan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dalam kegiatan pembukaan Festival Tajug 2019, Jum'at (22/11/2019), halaman Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.

Melalui pesawat, Waores dan  rombongan terbang ke Cirebon.  Di Cirebon Wapres  ingin membuka kegiatan Festival Tajug 2019. Namun sebelum itu, Wapres terlebih dahulu berziarah ke makam Sunan Gunung Jati Cirebon.

Wapres Ma'ruf datang ke makam Sunan Gunung Jati sekitar pukul 10.05 WIB dan disambut langsung oleh Bupati Cirebon Imron Rosyadi serta beberapa pejabat lainnya.

Wapres Ma'ruf Amin langsung masuk ke makam Sunan Gunung Jati untuk berziarah dan berdoa di sana.

Pembukaan Festival Tajug ini dibuka seiusai shalat shalat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Komplek Keraton Kasepuhan. Sementara Festival Tajug 2019 diselenggarakan di halaman Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.

Festival Tajug 2019 sendiri diselenggarakan pada tanggal 22 hingga 24 November 2019 dan juga merupakan salah satu rangkaian perayaan Hari Santri Nasional. (bam)

Antusias.. !! Siswa SMPN 17 Sambut Mobil Perpustakaan Keliling Masuk Sekolah


FOKUS CIREBON - Di jam istirahat kedua, satu unit mobil Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan dan Kersipan Daerah Kota Cirebon menggelar Perpustakaan Keliling. Kunjungan mobil Perpustakaan ini tentu saja disambut antusias para siswa SMPN 17 Kota Cirebon.

Tujuan dari kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca kepada para siswa yang semakin hari semakin berkurang.

Buku adalah jendela dunia, pepatah yang memberikan tempat tertinggi untuk tulisan-tulisan yang ada dalam buku. Wawasan yang didapat dari membaca bukulah yang menjadi awal dari perkenalan dengan dunia yang lebih luas.

Melalui halaman demi halaman dalam buku, kita mendapat informasi yang dapat membuka mata kita akan keajaiban dunia, hanya melalui jendela di dalam halaman buku.

Beragam jenis buku ditawarkan kepada para siswa/pembaca. Mereka tinggal memilih topik dan jenis apa yang ingin dibacanya, ada komedi, petualangan, cerita sejarah, roman, bahkan cerita fiksi ilmiah pun turut mewarnai ragam buku yang dibawa oleh mobil perpustakaan keliling.

Perpustakaan yang ada disekolah kurang diminati siswa mungkin karena buku yang disediakan tidak beragam dan jarang ada regenerasi dengan menambah buku-buku baru.


Situasi diperpustakaan juga mungkin kurang nyaman untuk membaca dan siswa tidak fleksibel untuk berkatifitas yang dapat mendukung kegiatan membacanya.

Sangatlah wajar jika perpustakaan menerapkan aturan yang ketat sebagai bentuk perlindungan terhadap aset masa depan, yaitu buku.

Namun, tidak pula dapat dipungkiri aturan tersebut membuat siswa enggan untuk membaca buku-buku yang ada didalamnya.

Oleh karenanya, dengan menghadirkan perpustakaan keliling bisa menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan minat baca siswa. (Agung)

Kamis, 21 November 2019

Pemprov Jabar dan Pemkab Cirebon Berikan Keringanan Bayar Pajak Tanpa Denda


FOKUS CIREBON - Membayar pajak pada tahun 2019, tidak lagi harus risau. Apalagi yang menunggak hingga beberapa tahun, seluruhnya bisa dibayar tanpa harus membayar denda. 

Keringanan membayar pajak ini dilakukan bersamaan dengan memperingati hari pahlawan 10 Nopember.

"Ya, dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 November Pemprov Jabar dan Pemda Cirebon memberikan keringan pembayaran pajak kendaraan roda 2 dan roda 4," ungkap H. Epi.S, Kasi Pajak Dispenda Jabar Cabang Cirebon.

Dijelaskan, mengenai tunggakan pajak, tidak dikenakan denda pajak, termasuk yang menunggak beberapa tahun, mereka dipersilahkan segera membayar pajak kendaraan.

Selain itu, lanjut Epi S, batas peraturan hilangnya denda pajak dari tanggal 10 Novenber sampai 10 Desember 2019. (bam/heri)

IAIN Cirebon dan Orang Tua Mahasiswa Bangun Komunikasi Dua Arah


FOKUS CIREBON - Silaturrahmi yang dibangun oleh IAIN SNJ Cirebon terus mendapat respon positif dari para orang tua mahasiswa. Mereka menganggap kegiatan tersebut dapat memberikan  informasi mengenai  perkembangan perguruan tinggi sekaligus berbagai kegiatan  kemahasiswaan.

Kegiatan yang sama juga dilakukan oleh Fakultas dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN SNJ Cirebon. Pada kegiatan ini, orang tua diberikan berbagai informasi perkembangan yang terjadi pada mahasiswa sekaligus perkembangan di FSEI IAIN SNJ Cirebon.

Dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang dikupas dan dibahas bahkan menjadi informasi penting bagi para orang tua mahasiswa IAIN Cirebon. 


Sejumlah informasi penting tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi perkuliahaan dan moderasi islam, di ruang auditorium kampus Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon, Kamis (21/11/2019).

Wakil Rektor 3, Dr H Ilman Nafiah MPd sesuai membuka kegiatan tersebut mengatakan, bahwa komunikasi dua arah sangat penting bagi pengawasan terhadap aktivitas mahasiswa, baik di luar maupun di dalam kampus.

"Yang paling hangat adalah soal kewaspadaan terhadap pergaulan bebas dan bahaya terorisme, karena ini trend dan sangat berbahaya. Tentu ini harus terus diwaspadai, maka komunikasi dua arah ini bertujuan untuk sama-sama mengawasi, mengontrol dan meminimalisir kemungkinan dari aktivitas mahasiswa yang melenceng," kata Ilman Nafiah.

Selain itu, Ilman juga membahas soal adanya beasiswa yang harus diketahui para orang tua, baik beasiswa bidik misi, beasiswa Pemprov Jabar, Pemrov DKI maupun beasiswa dari bank-bank dan lainnya. Termasuk pihak kampus mendorong mahasiswa agar dapat selesai kuliah 8 semester atau 4 tahun wisuda. 


Dijelaskan, mengenai pergaulan bebas, kata Ilman, ini tidak bisa sepenuhnya menjadi tanggungjawab pihak kampus. Karena waktu belajar hanya beberapa jam saja.

Demikian juga dengan terorisme, ini menjadi suatu trend yang menakutkan, maka kita harus berhati hati, dan jangan sampai salah berkawan atau salah pengajian.

Sementara terkait beasiswa, kata Ilman ada sekitar 145 mahasiswa yang mendapat beasiswa bidik misi. Sedangkan beasiswa keagamaan, yakni mereka mahasiswa yang mempunyai potensi keagamaan seperti mampu membaca kitab kuning, hadits dan lainnya.

Sosialisasi yang mengangkat tema merajut ukhuwah, meningkatkan kerjasama dan mewujudkan pribadi noderat mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini, rencananya akan digelar setiap tahunnya sebagai sarana informasi, komunikasi dan silaturrahmi antara orang tua mahasiswa dengan pihak perguruan tinggi. (din)

IAIN Cirebon, Pelopor Kebhinekaan Bagi Keberagamaan Yang Moderat


FOKUS CIREBON - Islam moderat saat ini menjadi isu central yang tengah berkembang dalam menangkal problem ekstrimis dalam keberagamaan. IAIN Cirebon sebagai institusi yang membawa nafas islam, sudah sejak lama terus merajut kebhinekaan dan menjadi pelopor bagi keberagamaan yang moderat.

Hal itu disampaikan langsung oleh Dr H Adib MAg, seusai membuka kegiatan pembinaan pegawai di lingkungan civitas akademika IAIN SNJ Cirebon, Rabu (20/11/2019), di ruang auditorium Rektorat, lantai 3.


Adib menjelaskan, dalam merajut kebhinekaan ini, bagaimana kita  membangun masyarakat muslim yang memiliki keberagamaan yang moderat. Oleh karena itu, materi pada hari ini sangat penting, sehingga semua civitas akademika itu memahami tentang pentingnya membangun moderasi keagamaan.

"Jangan sampai kemudian, justru dari lingkungan perguruan tinggi malah lahir bibit ekstrimisme dan itu harus kita hindari dan alhamdulillah IAIN Cirebon sudah mengawal itu sejak dulu dan kita yakin bahwa moderasi keberagaman itu akan semakin kuat dengan berkembangnya PTKIN di Indonesia," terangnya.


Adib juga menegaskan, jika keberadaan PTKIN termasuk Cirebon itu sebagai pengemban misi utama moderasi keberagamaan. 

"Saya tidak bisa bayangkan kalau indonesia itu tidak ada PTKIN, mungkin moderasi keberagamaan kita enggak tahu seperti apa, tetapi  dengan adanya PTKIN yang dirintis oleh para pendahulu kita, PTKIN mampu sebagai pengawal pondasi keberagamaan di indonesia," terang Adib, yang juga menegaskan jika tahun 2020 nanti, proposal sudah disiapkan dan IAIN SNJ Cirebon siap menjadi UIN. (din)

General Manager Pelindo II Cabang Sunda Kelapa, Reini Delfianti, Resmikan Kafe Baca


FOKUS JAKARTA-- General Manager Pelindo II Cabang Sunda Kelapa, Reini Delfianti meresmikan Kafe Baca. Hadir pada kesempatan tersebut, yakni tim penerbit Balai Pustaka, Rabu (20/11), di Yayasan Al Falah Luar Batang, Jakarta Utara.

Selain dari Balai Pustaka, juga turut menyaksikan para Staf dari Cabang Pelindo Sunda Kelapa, serta tenaga pengajar Yayasan Al Falah.

"Kegiatan ini merupakan satu rangkaian dengan kegiatan bedah rumah yang sudah dilaksanakan sebelumnya dalam rangka memperingati HUT RI ke 74 beberapa bulan lalu," kata Reini.

Reini berharap dengan adanya kafe baca ini, minat membaca oleh anak-anak, pelajar maupun masyarakat akan semakin bertambah, sehingga anak bangsa ini bisa semakin cerdas. (dade)

Rabu, 20 November 2019

Hadapi Era Digitalisasi, Industri 4.0, Para Pakar IAIN Cirebon Dan UIN Yogyakarta Bahas Kurikulum Prodi Pascasarjana


FOKUS CIREBON -  Workshop Penyusunan Kurikulum KKNI untuk Penguatan Karakter Keilmuan Program Studi di Lingkungan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengundang para pakar pendidikan yakni profesor-profesor yang ada di internal maupun eksternal, yakni dengan menghadirkan narasumber Prof Dr H Sutrisno MAg dari UIN Yogyakarta.

Workshop Penyusunan Kurikulum KKNI ini menjadi penting bagi pencarian karakter kurikulum di prodi-prodi Pascasarjana tahun 2020 yang selaras dengan kebutuhan digitalisasi era revolusi industri 4.0.

Hal tersebut disampaikan Rektor IAIN SNJ Cierbon, Prof Dr H Sumanta Hasyim MAg usai membuka kegiatan Workshop, Rabu, di Hotel Tryas, Cirebon. Dirinya juga menegaskan pada program Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan menyusun kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

"Untuk itu, digelar workshop penyusunan KKNI tersebut. KKNI sendiri merupakan kerangka acuan yang dijadikan ukuran dalam pengakuan perjenjangan pendidikan yang akan meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, Profesor-Profesor yang hadir seperti Prof Adang, Prof Wahidin, Prof Maksum, Prof Abdus Salam serta oara pakar  lainnya, " ujar H Sumanta Hasyim.


Dijelaskan, titik penguatan kurikulum KKNI ini ada pada program studi. Sehingga perbaikan itu tidak hanya pada hardware atau infrastruktur semata, namun juga software yang salah satunya dilakukan melalui penyusunan kurikulum KKNI tersebut.

"Nantinya dari penyusun kurikulum KKNI tersebut diharapkan bisa memicu akreditasi dari semula berakreditasi B menjadi A," terang Sumanta.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Dedi Djubaedi MAg mengungkapkan, guna menciptakan lulusan yang ahli sesuai keilmuannya masing-masing, Pascasarjana terus melakukan peninjauan terhadap kurikulum yang diajarkan di kampus. Dan Kurikulum tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman.


Tuntutan bagi lembaga pendidikan Pascasarjana, kata Dedi Djubaedi, untuk menciptakan lulusan berkualifikas. Dimana Dirjen Pendis juga sudah menetapkan, bahwa keluaran dari magister kita itu adalah harus betul ahli di bidang masing-masing. Bisa sebagai akademisi, bisa sebagai peneliti maupun sebagai konsultan. (din)

Guru Besar IAIN SNJ CIebon, Prof Dr Adang Djumhur Lakukan Studi Banding Ke IIBS Malang, Jatim


FOKUS CIREBON - Upaya untuk meningkatkan kualitas lulusa, Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr Adang Djumhur pun ikut mendorong lembaga pendidikan Islam untuk meningkatkan kualitas lulusan dan terus berinovasi dalam pengembangan kelembagaan. 

Hal itu dituangkan Prof Adang dalam pemdampingan Pengurus Ponpes Al-Islah Bobos Cirebon yang melakukan studi banding ke Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) Malang, Jawa Timur, Minggu (17/11) sebagai bagian dari pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Menurut Prof Adang, melalaui studi banding itu diharapkan terjadi transfer pengetahuan terkait tata kelola kelembangaan dari Tazkia ke Al-Islah. Pasalnya, Tazkia layak menjadi lembaga pendidikan Islam alternatif. Khususnya bagi generasi milenial. Karena bisa menutupi dan melengkapi kekurangan yang ada pada lembaga pendidikan salafi di satu pihak dan lembaga pendidikan modern di pihak lain.

Prof Adang menjelaskan, Tazkia menawarkan keunggulan pembelajaran bahasa Inggris dan Arab, entrepreneurship, dan penguasaan IT yang jadi kebutuhan masa depan generasi milenial. Walaupun sekolah (tingkat SMP dan SMA) di Tazkia tidak murah, biaya masuknya Rp38 juta, biaya per bulan Rp2,65 juta, dan biaya pendaptaran Rp650 ribu. Tetapi, peminatnya sangat tinggi, bahkan mereka rela inden untuk tiga tahun ke depan. 

Untuk tahun 2020, hanya kelas 3dan kelas 8 yang bisa diterima. Sedangkan kelas 4, 5, 9 dan 10 sudah ditutup. Karena sudah penuh. Jumlah siswa saat ini 400 putri dan 400 putra, tetapi lebih dari 1.500 calon siswa yang sudah menunggu antri masuk. "Meski begitu, tersedia 10 persen kursi bagi siswa tidak mampu dan anak yatim yang berprestasi," ujar Prof Adang.

Dia melanjutkan,  pelajaran yang bisa diambil dari studi banding itu antara lain bahwa pengelolaan pendidikan Islam harus memiliki visi yang berorientasi memenuhi kebutuhan masa depan serta dikelola secara profesional. 

Dalam konteks IAIN Cirebon yang memiliki Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sejak 1965 dan telah melahirkan puluhan ribu lulusan sebagian besar berprofesi sebagai guru dan pengelola lembaga pendidikan, sudah waktunya memiliki sekolah model seperti Tazkia. Sekolah model dapat dijadikan sebagai laboratorium mahasiswa dan alumni untuk mengaktualisasikan ilmu di sekolah model. 

"Sebenarnya usulan itu sudah terlambat untuk diwujudkan, tetapi ada kaidah, bahwa lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali,"  pungkas Prof Adang. (din)

Selasa, 19 November 2019

Paska Pelimpahan KSB, Wali Kota Cirebon Rapat Koordinasi Bersama Menteri Pemuda Dan Olahraga RI



FOKUS JAKARTA - Usai melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga terkait Kawasan Stadion Bima (KSB) di Jakarta, Senin, 19 November 2019. Kawasan Stadion Bima (KSB) akan diviralkan sebagai ikon baru Kota Cirebon. 

“Setelah dilimpahkan, di KSB akan ada 3 manfaat sekaligus,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH.
Dijelaskan, 3 manfaat tersebut, yakni manfaat olahraga dan rekreasi, manfaat ruang terbuka hijau dan manfaat untuk pengembangan UMKM di Kota Cirebon. 

Karena itu, kata Azis, Pemda Kota Cirebon melakukan konsultasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk pengelolaan KSB di Kota Cirebon.

“Alhamdulillah saya melihat kesungguhan dari Menteri Pemuda dan Olahraga untuk pengembangan KSB ini,” ujarnya.

Namun Menteri Pemuda dan Olahraga juga berpesan jika tanggungjawab pengelolaan KSB tetap ada di pemerintah daerah. “Tapi mereka akan hadir,” kata Azis. 

Selain dengan Kementerian Pemuda dan olahraga, koordinasi dengan Kementerian terkait lainnya juga akan dilakukan karena adanya fungsi-fungsi lain di KSB. Seperti dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta dengan Kementerian Perdagangan.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Ir. H. Yoyon Indrayana, MT., menjelaskan jika kedepannya, KSB akan diviralkan sebagai ikon baru di Kota Cirebon.
“Kalau di Jakarta ada GBK di Kota Cirebon ada KSB,” ungkap Yoyon.



Karena KSB sudah dihibahkan ke Pemda Kota Cirebon, maka Yoyon mengungkapkan harus ada upaya serius untuk penataan KSB. “Nanti akan dibuatkan semacam badan layanan umum daerah (BLUD) untuk menangani KSB,” ungkap Yoyon.

Sebagai upaya yang serius untuk penanganan KSB, pada 2020 mendatang Pemda Kota Cirebon mengalokasikan anggaran untuk melakukan detail engineering design (DED) untuk masing-masing fungsi di KSB. 

Mulai dari DED kawasan olahraga, DED ruang terbuka hijau, DED ruang wisata, serta DED kawasan ekonomi. 

Selanjutnya berbagai renovasi juga akan dilakukan, seperti renovasi stadion utama, renovasi kolam renang yang rencananya akan ditutup sehingga menjadi indoor untuk memudahkan pemeliharaan, serta pengembangan stadion madya. (git)

Bupati Kuningan Berikan Penghargaan Pada Kegiatan Bulan Dana PMI Tahun 2019


FOKUS KUNINGAN - Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH.,MH menjadi Pembina Apel Pagi sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan Pencanangan Bulan Dana PMI Tahun 2019, yang dilaksanakan di Lapangan Setda Kabupaten Kuningan. Senin (18/11/2019).
Pada kegiatan tersebut, Bupati didampungi Wakil Bupati Kuningan H. M. Ridho Suganda, SH., M.Si dan Sekretaris Daerah Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si memberikan Piagam Penghargaan kepada Kontingen PMI Kabupaten Kuningan Dalam Acara JUMBARA PMI Tingkat Jawa Barat.
Diantaranya Juara Terbaik 1 Sosialisasi Penyuluhan Donor Darah Santi Dwi Rahmania dari SMAN 1 Kadugede, Juara Terbai 1 Penyuluhan 7 Materi PMR Tingkat Madya Bunga Tresna SMPN 3 Kuningan, Juara Terbaik 1 Penyuluhan 7 Materi PMR Tingkat Wira Nabila SMAN 2 Kuningan, Juara Terbaik 2 Home Stay Rahayu SMKN 2 Kuningan, Juara Terbaik 3 Panggung Budaya Yola Ayumitha SMK Bhakti Husada Kuningan

Selanjutnya, juara terbaik 3 beregu Travelling Kepalangmerahan Tingkat Mula Fawaz Rafli, Viona Aqila Safa, Muhammad Ariq, Juara 1 Lomba Senam M. Amrissidik SMK PGRI Ciawigebang, serta Lomba Permainan Tradisional Jihan Afrilianty SMAN 3 Kuningan.
Pada kegiatan ini,  juga diserahkan secara simbolis kupon bulan dana PMI Tahun 2019 kepada perwakilan SKPD dan Kecamatan yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan, Kecamatan Subang, dan Kecamatan Darma.
Pada kesempatan tersebut Bupati mengucapkan selamat pada seluruh Kontingen PMI Kabupaten Kuningan yang sudah mendapatkan gelar juara dan berharap kedepannya dapat lebih meningkatkan prestasi.
"Bulan Dana PMI Tahun 2019 meruapakan hal yang utama sebagai penunjang untuk kegiatan PMI di seluruh Indonesia Khususnya Kabupaten Kuningan dalam hal sosial kemanusiaan yang dapat direspon baik oleh seluruh masyarakat. Saya juga mengapresiasi pada PMI Kabupaten Kuningan yang terus bersemangat dan berdedikasi dalam melayani masyarakat pada kebutuhan akan darah," ungkap Bupati. (Pai)

Senin, 18 November 2019

Wabup Majalengka Sambut Kedatangan Rombongan Kedubes AS


FOKUS MAJALENGKA - Dalam rangka kunjungan kerja Deputy Information Systems Officer Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Kab. Majalengka, Wabup sambut kedatangan rombongan dari Kedubes AS di Pendopo Kab. Majalengka, Kamis (14/11).
Dalam kunjungannya, rombongan Kedubes AS yang dipimpin oleh Mr. Gedion Yohannes (Deputy Information Systems Officer), beserta tiga orang  lainnya, yakni Samantha Marie Jackson (Wakil Konsuler), Darnifawan (Supervisory Political Spesialist), Ulan Gayatri (Consular Assistant), hadir pula mendampingi Wakil Bupati yakni Sekda, Asda 1, Kepala Bappelitbangda, Kadishub, Kadisparbud, Kasat Pol PP, para Staf Ahli Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D. Mardiana menyambut baik dan merasa bangga atas kunjungan rombongan Kedubes AS ke Kab. Majalengka. 
Majalengka di anugerahi letak geografis yang sangat strategis, di samping telah berdirinya Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati dan juga Jalan Tol Cisumdawu. 
Dampak pembangunan infrastruktur ini tentunya memberikan efek positif terhadap perkembangan Kab. Majalengka, sehingga fokus kita saat ini adalah bagaimana mengoptimalkan kehadiran BIJB tersebut sehingga Majalengka bisa mendunia dengan segala potensi yang dimilikinya.
Lebih lanjut Wabup menjelaskan, Kab. Majalengka memiliki potensi objek wisata yang luar biasa indahnya terbukti dengan beberapa destinasi wisatanya mendapatkan beberapa penghargaan di tingkat Nasional, Di samping itu Majalengka mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Kreatif beberapa waktu lalu. 
Dengan segala potensi yang dimiliki Kab. Majalengka pihaknya menunggu kehadiran investor yang hadir pada kesempatan ini untuk berinvestasi di Kab. Majalengka. 
"Kami membutuhkan suport berupa investasi demi kemajuan Kab. Majalengka di samping itu kami pun membutuhkan suport dalam pelatihan Sumber Daya Manusia, agar kualitas SDM di Kab. Majalengka bisa lebih meningkat," ujarnya.
Selain itu, "kqmi jamin perizinan di Kab. Majalengka akan kami fasilitasi dengan mudah, karena bagaimanapun perkembangan suatu daerah tanpa adanya Investasi itu sangat berat, untuk itu kami siap melayani para investor untuk berinvestasi di Kab. Majalengka,” jelas Wabup.

Sentara itu pada kesempatan tersebut  Mr. Gedion Yohannes dalam sambutannya menjelaskan bahwa kedatangannya ke Kab. Majalengka sebagai tindak lanjut dari kunjungannya sekitar tahun 2016 lalu.
Kedatangan ke Majalengka, berharap dapat memberikan suport sehingga dapat bermanfaat bagi Kab. Majalengka, dan hasil pengamatannya sepanjang jalan, bahwa pertumbuhan ekonomi di Kab. Majalengka sangat baik sekali
Jelas tampak berbeda sekali dengan dua tahun yang lalu saat kunjungan pertama ke Kab. Majalengka.
“Kehadiran kami di sini tentunya bertujuan untuk mensuport apa yang menjadi tujuan Kab. Majalengka, apa yang telah disampaikan oleh Bapak Wakil Bupati akan kami tindak lanjuti ke depannya akan kami informasikan ke Kamar Dagang AS dan setelah kami mendapatkan informasi kembali dari Kamar Dagang AS akan kami informasikan kembali kepada Bapak Wakil Bupati semoga kunjungan kami ke Kab. Majalengka membuahkan hasil demi terciptanya kemajuan di Kab. Majalengka”, ujar Mr. Gedion. (hir)

Minggu, 17 November 2019

Kemenhub Dukung Penuh Pengembangan Pelabuhan Benoa Yang Berkonsep Ramah Lingkungan


FOKUS JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendukung pengembangan Pelabuhan Benoa yang mengedepankan konsep “Hijau” sehingga lebih ramah lingkungan.
Demikian disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi, saat mengunjungi Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (15/11).
“Kemenhub memberikan support penuh kepada Pelindo III dan Pemprov Bali untuk mengembangkan Pelabuhan Benoa. 51 persen lahannya dibuat green seperti hutan kota, dan 49 persen itu untuk yang lain itu untuk cruise, curah cair, perikanan dan kontainer. Jadi bisa dikatakan ini lengkap, untuk pariwisata bagus, untuk logistik juga bagus,” jelas Menhub.
Menhub mengatakan, Pelabuhan Benoa merupakan infrastrukur terpenting bagi pengembangan pariwisata di Bali khususnya untuk wisata yang menggunakan kapal-kapal pesiar (cruise). Dengan adanya pengembangan Pelabuhan Benoa, lanjut Menhub, yang awalnya Kapal Cruise tidak bisa bersandar ke depannya akan bisa bersandar. Dengan begitu, turis mancanegara dapat menikmati indahnya Bali dengan akses yang mudah.
“Hampir setiap bulan, dua kali kapal cruise datang ke sini dengan membawa penumpang lebih dari 1000 orang. Bayangkan kalau mereka itu datang sebulan dua kali berarti ada lebih banyak lagi turis yang datang kesini dan ini perlu ditangani dan dimanfaatkan dengan baik karena bisa meningkatkan perekonomian dari sektor pariwisata,” ungkapnya.
“Saya berterima kasih kepada Gubernur Bali yang sudah mendukung pembangunan Benoa. Benoa ini sangat penting terutama berkaitan dengan pariwisata dan juga logistik,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan konsep dan desain Pelabuhan Benoa telah disetujui setelah sebelumnya proses reklamasi diminta untuk dihentikan karena dikatakan merusak hutan lindung di sekitar Pelabuhan Benoa.
“Kita sudah bahas secara mendalam dengan Pelindo III, semua desainnya sudah kita setujui sesuai dengan harapan kita dan desainnya sudah final, sudah saya tandatangan dan masyarakat sudah mendukung karena ramah lingkungan,” kata Wayan.
Sebagai informasi Pelabuhan Benoa mempunyai empat Dermaga yaitu, Dermaga Selatan, Dermaga Timur, Dermaga Barat Selatan dan Dermaga Barat Utara. Pelabuhan Benoa mempunyai terminal penumpang domestik dengan luas 752 m² dan terminal penumpang internasional denga luas 1.014 m². Ditargetkan pengembangannya akan rampung pada 2023.
Berdasarkan data Pelindo III, pada tahun 2019, ada 79 kapal cruise yang bersandar di Pelabuhan Benoa. Salah satu kelebihan kapal cruise dibandingkan dengan pariwisata berbasis transportasi udara adalah kapasitas angkutnya yang besar. Apabila pesawat terbang hanya mampu mengangkut 200-300 penumpang, kapal-kapal wisata dalam sekali angkut bisa membawa 2.000 hingga 3.000 wisatawan.
Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Benoa, Menhub didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Purnomo dan Dirut Pelindo III Doso Agung. Menhub dan Gubernur Bali kompak bermain gamelan bersama personil Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa yang menyambut kedatangannya. 
Sumber: Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub