Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 30 Januari 2020

Hj. Ika Acep Purnama Pimpin Raker FORMI Kab Kuningan Tahun 2020


FOKUS KUNINGAN – Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama memipin Rapat Kerja (Raker) FORMI Kabupaten Kuningan Tahun 2020, di Aula Prima Resort Hotel, Kamis (30/01/2020). 
Tampak hadir Camat Se-Kabupaten Kuningan, Pengurus Formi Kabupaten, Ketua Induk Organisasi. Sementara Raker FORMI dibuka secara resmi oleh  Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Drs. H. Dadi Hariadi, M. Si.
Dalam sambutannya, Ketua FORMI Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Acep Purnama memaparkan, FORMI saat ini menjadi salahsatu wadah untuk mengajak masyarakat khususnya di Kabupaten Kuningan untuk lebih gemar berolahraga.
"Inilah yang sebenarnya kita harapkan, kita jangan bosan-bosan mengajak warga dari mulai anak kecil sampai orang tua, untuk berolahraga yang bisa membuat kita bugar dan membuat kita menjadi warga negara yang produktif," katanya.
Dijelaskan, maksud dan tujuan digelarnya Raker ini adalah sebagai wujud realisasi pembinaan prestasi olahraga khususnya olahraga rekreasi di Kabupaten Kuningan dan sebagai motivator penggerak kegairahan masyarakat untuk berolahraga guna mencapai tingkat kebugaran masyarakat yang lebih baik
Tujuaannya untuk mengkoordinasikan program kerja tahun 2020 antara bidang dan komisi, memasyarakatkan olahraga rekreasi di Iingkungan masyarakat Kabupaten Kuningan, sekaligus memelihara dan melestarikan olahraga rekreasi tetap eksis dan berkembang di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Kuningan.
"Mimpi kami adalah bagaimana masyarakat Kabupaten Kuningan memiliki pegangan, arah serta tujuan dalam melaksanakan olahraga rekreasi," papar Ika.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Drs. H. Dadi Hariadi, M. Si, dalam hal ini mewakili Bupati Kuningan usai membuka secara resmi Raker FORMI Tahun 2020 menyampaikan bahwa FORMI merupakan wadah pembinaan olahraga rekreasi dalam rangka  meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran masyarakat, sekaligus membangun basis Olahraga Daerah menjadi Olahraga Nasional melalui pembudayaan “Rekreasi Sport For All” yang massal, murah, meriah dan bermanfaat.
Dirinya berharap pengurus FORMI selalu menanamkan budaya dan kegemaran berolahraga sejak usia dini, karena kesehatan adalah segalanya. 
Hendaknya FORMI juga dapat menyebarluaskan olahraga rekreasi masyarakat ke seluruh pelosok dan segenap lapisan masyarakat sehingga bisa meningkatkan produktivitas masyarakat, termasuk juga untuk melestarikan dan mengembangkan olahraga masyarakat dan olahraga rekreasi yang bercirikan massal, tradisional dan khusus.
Pihaknya memiliki keyakinan bahwa FORMI Kabupaten Kuningan dapat eksis dan maju dengan kepengurusan yang diisi oleh insan-insan pelaku olahraga. FORMI sebagai induk organisasi olahraga kemasyarakatan berpotensi untuk lebih meningkatkan dan mengaktifkan olahraga kemasyarakatan di Kabupaten Kuningan. Semangat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.


“Saya atasnama Pemerintah Kabupaten Kuningan mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat menjadi pola hidup yang lebih sehat. Saya menyambut gembira atas terlaksananya Raker FORMI Tahun 2020 dan berharap ini menjadi awal momentum untuk menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan kualitas kesehatan,” pungkasnya.  (Pai)

Bupati Cirebon Ajak Dinkes Dan Jajarannya Bekerja Maksimal Untuk Pelayanan


FOKUS CIREBON - Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag memberikan arahan pada Dinas Kesehatan yang dihadiri Jajaran Dinas dan para Kepala Puskesmas se Kabupaten Cirebon di Aula Dinas Kesehatan  Jalan Sunan Muria No. 6 Sumber.
Bupati Cirebon menyampaikan terima kasih atas kinerja seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon selama ini dan atas pretasi-prestasi yang tentunya mampu membanggakan dan mengharumkan nama Kabupaten Cirebon sehingga semakin katon. 
Imron juga mengajak kepada seluruh pegawai Dinkes yang hadir untuk bekerja secara maksimal dan diniati untuk beribadah.
“Di awal Kita memasuki tahun baru kita harus diluruskan pertama kali adalah niat kita. ibu dan bapak sebagai sebagai Kepala Puskesma, Sebagai Kadis, sebagai Sekdis dan semua jajarannya diniatkan bahwa kita untuk beribadah. Kalau dari awal kita niatkan untuk beribadah meski kita ini akan bagaimana kita ini optimal untuk kita berperan  di dalam pengambilan.” ujarnya.
Dalam ekpose tersebut Kepala Dinas Kesehatan Hj. Eni Suhaeni, SKM.,M.Kes memaparkan laporan Kinerja Dinas Kesehatan diantaranya tentang prioritas peningkatan cakupan jaminan kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan baik bersifat promotif, preventif maupun kuratif berbasis masyarakat.
Hj. Eni juga menyampaikan, Dinkes di Tahun 2019 melaksanakan 7 program dan 24 kegiatan. Untuk urusan wajib 16 program dan 118 kegiatan (termasuk JKN dan BOK di 60 puskesmas). 
Sejumlah sarana dan prasarana puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon yakni terdapat 11 puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap dan 49 puskesmas yang belum memiliki fasilitas rawat inap atau non rawat inap. 
“kami sampaikan ada puskesmas rawat inap terdapat 11 puskesmas dan Puskesmas non rawat inap ada 49 puskesmas.” Ujarnya.
Selain Puskesmas, Kabupaten Cirebon juga memiliki dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), delapan Rumah Sakit Swasta dan satu Rumah Sakit khusus paru. Untuk posyandu terdapat 2.634 dan Puskesdes 356.
Selain sarpras kesehatan, Hj. Eni juga memaparkan sejumlah prestasi yang telah diraih Pemkab Cirebon di bidang kesehatan sepanjang Tahun 2019 yakni juara 3 dan 5 lomba Posyandu Tingkat Provinsi. Juara 1 Tingkat Jawa Barat Puskesmas berkategori Pedesaan dan penghargaan sebagai Kabupaten Terinspiratif dalam Pencegahan Stuntung. 
Hasil akreditasi puskesmas dari tahun 2016-2019 di Kabupaten Cirebon yaitu enam puskesmas terkareditasi Paripurna, 25 puskesmas terkareditasi Utama, 26 puskesmas terkareditasi Madya, dan 3 puskesmas terkareditasi Dasar.

“Kabupaten Cirebon sepanjang 2019 juga memiliki sejumlah prestasi diantaranya Desa Kerandon Kecamatan talun juara 3 dan Posyandu Dewi Sartika Desa Kebarepan juara 5 lomba Posyandu tingkat Provinsi, Juara 1 Tingkat Jawa Barat Puskesmas berkategori Pedesaan.” Paparnya. (*)

Pemkot Cirebon Sosialisasikan Pentingnya Membayar Pajak


FOKUS CIREBON -  Pemerintah Daerah Kota Cirebon berupaya terus mensosialisasikan pentingnya membayar pajak. Sesungguhnya pajak yang disetorkan masyarakat manfaatnya besar untuk pembangunan di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, di sela-sela pelaksanaan Tax Gathering di salah satu hotel di Kota Cirebon, Rabu, 29 Januari 2019. 

“Kita tidak akan lelah untuk terus melakukan sosialiasi agar masyarakat di Kota Cirebon bisa menunaikan kewajibannya dengan baik,” ungkap Eti. Diantaranya dengan membayarkan pajak sesuai dengan tanggungjawabnya tepat waktu.

Sesungguhnya, lanjut Eti, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan dikembalikan lagi kepada mereka. Namun dalam bentuk pembangunan, baik itu pembangunan infrastruktur serta pembangunan fasilitas umum lainnya yang akan bermanfaat untuk masyarakat. 

“Karenanya kami tiada lelah untuk terus menggugah kesadaran dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya pajak ini,” ungkap Eti.

Tidak cukup disitu, Eti juga menghibau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda Kota Cirebon menjadi contoh yang baik dalam menunaikan kewajibannya membayar pajak.

Melalui program Zonita Pamor yang digagas oleh Pemprov Jabar, Eti juga mendorong agar ASN bisa membayar pajak kendaraan bermotor mereka tepat waktu. 

“Tidak hanya kendaraan dinas, tapi juga kendaraan pribadi yang mereka miliki,” ungkap Eti.

Dengan adanya contoh yang baik diharapkan masyarakat umum juga bisa terdorong untuk membayarkan pajak yang sudah menjadi kewajiban mereka.

 “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pengusaha dan wajib pajak lainnya yang dengan kesadaran penuh telah membayarkan pajak mereka. Insya Allah sangat bermanfaat untuk pembangunan di Kota Cirebon,” ungkap Eti.

Pada kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis SPPT PBB-P2 tahun 2020 kepada camat dan lurah yang ada se Kota Cirebon. Penyerahan tersebut sebagai pertanda dimulainya pembayaran PBB di Kota Cirebon yang jatuh tempo pada 30 September 2020 mendatang. 

Dalam Tax Gathering tersebut juga dilakukan Panutan Pelaporan SPT tahunan melalui e-Filling dan Sosialisasi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui Zonita Pamor khusus untuk ASN.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., menjelaskan jika PAD dari sektor PBB tahun ini ditargetkan sebesar Rp 38 miliar. Jumlah tersebut meningkat dari realisasi tahun lalu yang ada di angka Rp 34 miliar dengan jumlah wajib pajak yang mencapai 80 ribuan.

Untuk menambah kesadaran masyarakat membayarkan PBB tepat waktu, selain meningkatkan sosialisasi dan pemahaman warga terhadap pentingnya membayar pajak, tahun ini mereka juga melakukan undian berhadiah. “Tujuannya agar target ini terpenuhi,” ungkap Agus.

Untuk sementara pihaknya menyediakan dua unit motor untuk wajib pajak yang membayar sebelum jatuh tempo. Nantinya nomor objek pajak (NOP) akan dijadikan nomor undian untuk diundi di event anugerah pajak Kota Cirebon. 


Agus juga mengungkapkan tidak menutup kemungkinan jumlah hadiah akan bertambah. “Dengan upaya yang kami lakukan, kami berharap target penerimaan PBB tahun ini tercapai,” ungkap Agus.

Rabu, 29 Januari 2020

Presiden Secara Tegas Mendukung Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030


FOKUS CIREBON, CIMAHI – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis (TBC) 2030 yang dipusatkan di Cimahi Techno Park, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, Rabu (29/1).
Presiden secara tegas menyatakan dukungan atas dilaksanakannya kegiatan tersebut, terutama mengingat pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fokus kerja pemerintah dalam lima tahun ke depan.
“Saya ingin mendukung keras kegiatan ini, kegiatan bersama menuju eliminasi TBC di 2030. Karena percuma kalau masyarakat kita enggak sehat, merembetnya bisa ke mana-mana. Bisa ke pendidikan, bisa ke keberlanjutan dalam nanti bekerja, ke mana-mana,” kata Presiden dalam sambutannya.
Merujuk pada Global Tuberculosis Report WHO 2019, Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga di dunia, setelah India dan Tiongkok. Pada tahun 2018, diperkirakan ada 845.000 orang jatuh sakit dan 93.000 jiwa meninggal akibat TBC.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden pun menyampaikan apresiasinya atas kerja keras semua pihak, baik pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), yayasan, hingga kader-kader yang bergerak di lapangan, dalam mengeliminasi TBC yang ditargetkan akan bisa diberantas pada tahun 2030.
“Saya sangat menghargai, baik puskesmas, baik yayasan, baik kader-kader yang bergerak di dalam pengurangan, eliminasi TBC ke tahun 2030. Dan fokusnya bukan hanya pengobatan, saya setuju ini, tapi pencegahan penyakit ini lebih diperlukan sekali. Sehingga yang namanya pengembangan perkotaan, pedesaan, membangun rumah-rumah yang sehat itu menjadi kunci,” jelasnya.
Menurut Kepala Negara, infrastruktur fisik harus turut menjamin dan mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Drainase yang lancar dan bersih, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air bersih menjadi elemen yang sangat penting untuk diperhatikan.
“Tadi Pak Menteri PU ikut kita, tetapi ternyata tidak ikut masuk ke ruangan ini. Sebenarnya mau saya perintah, rumah-rumah yang masih belum sehat agar segera dikerjakan, terutama di Provinsi Jawa Barat. Tadi Pak Gubernur juga sudah meminta mengenai itu,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Presiden menegaskan bahwa menjamin kesehatan masyarakat itu bukan hanya urusan dokter, Menteri Kesehatan, atau Dinas Kesehatan semata. Lebih jauh, urusan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama berbagai pemangku kepentingan.
Presiden memandang bahwa aspek pencegahan melalui lingkungan yang baik dan kesadaran masyarakat yang tinggi merupakan aspek yang sangat penting dan perlu diutamakan. Presiden mengingatkan bahwa Puskesmas merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat, bukan pusat pengobatan masyarakat.
“Jadi puskesmas itu menyehatkan masyarakat, bukan pusat pengobatan masyarakat. Artinya, puskesmas itu memang dirancang untuk mencegah penyakit. Jangan ada puskesmas yang bangga karena income-nya banyak. Keliru itu. Pak saya bisa nyetor PAD sekian, keliru itu. Pendapat seperti itu jangan dibenarkan, ini keliru. Puskesmas itu dirancang untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” paparnya.
“Sekali lagi, mencegah lebih baik daripada mengobati. Lebih baik kita keluarkan waktu, tenaga, pikiran, dan anggaran ini untuk mencegah. Kita harus memercayai ini, dengan tetap siaga dan waspada sebelum masuk ke pengobatan. Tapi kalau sudah terkena, ya tadi, urusannya adalah TOSS (Temukan, Obati Sampai Sembuh),” tandasnya.
Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Selain itu tampak hadir juga Ketua Dewan Pembina Stop TB Partnership Indonesia yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden Arifin Panigoro, Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia dan Billy Mambrasar, serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Torehan Prestasi di SMAN 1 Kota Cirebon Membawa Harum Nama Baik Kota Cirebon Dan Jawa Barat


FOKUS CIREBON - Siapa yang tak mengenal sosok satu ini, selain cerdas dalam soal membangun kemajuan  pendidikan, sosoknya pun supel dan tegas dalam kepemimpinan. Dia adalah Dr H Nendi SPd,MM SMAN 1 Kota Cirebon yang telah membawa sekolah ini menoreh banyak prestasi.

Dari sekian banyak program unggulan yang telah dilaksanakan, keberadaan SMA Negeri 1 Kota Cirebon menyedot perhatian berbagai kalangan karena banyaknya prestasi yang berhasil dicapai para siswanya baik di tingkat lokal, regional maupun nasional.

Sejak dipimpinnya, SMAN 1 Kota Cirebon telah mengkoleksi banyak penghargaan dari berbagai lomba kategori akademik maupun non akademik. Ratusan prestasi yang disumbangkan sekolah yang berlokasi di Jalan Dr Wahidin, Kota Cirebon ini mampu mengharumkan nama baik Kota Cirebon dan Jawa Barat.

"Ya, Pak Nendi itu orang supel tapi tegas dalam soal kepemimpinan. Apalagi jika menyangkut di bidang pendidikan, baginya tidak ada main -main untuk memajukan prestasi di bidang ini. Karena saya tahu sosoknya yang selalu ingin berkarya bagi kemajuan pendidikan," kata pegiat pendidikan Kota Cirebon, Rahmat M.Hum.

Selain itu, Nendi juga selalu mengedepankan keserasian, keselarasan, kebersamaan, keharmonisan dan kesinambungan. Maka dengan gaya kepemimpinannya itu, sosok Nendi banyak disukai di lingkungan pendidikan, terlebih di lingkungan SMAN 1 Kota Cirebon.

Pegiat pendidikan lainnya, Waryono SE menyatakan, dengan kemampuan kepemimpinannya itu, Nendi mampu membawa SMAN 1 Kota Cirebon selalu juara di bidang olah raga. Tentu saja, ini juga berkat peran dan kerjasama para guru, terutama Dr Kenedi, guru senior yang memegang mata pelajaran olah raga di SMAN 1 Kota Cirebon.


"Selain olah raga, masih banyak prestasi yang ditoreh SMAN 1 Kota Cirebon. Kemajuan pendidikannya pun, baik akademik maupun non akademik menjadi alasan tersendiri bagi para orang tua untuk berebut dapat melanjutkan pendidikan SMA nya di sekolah ini. Karena orang tua mana yang tidak ingin putra putrinya bisa melanjutkan sekolah ke SMAN 1 Kota Cirebon," paparnya. (nur)

Sampah Grenjeng Yang Berlendir Sudah Dikeruk, Warga Harap Tidak Ada Lagi Bau Menyengat



FOKUS CIREBON - Keberadaan lendir sampah yang hitam dan bau, dari tumpukan sampah di TPS Grenjeng, Harjamukti, Kota Cirebon mulai di bersihkan. Bahkan tumpukan sampah sudah mulai berkurang setelah petugas mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Budi, warga Grenjeng mengatakan, lendir sudah mulai berkurang, karena tumpukan sampah yang meleber ke tepi jalan sudah mulai diberesin dan diangkutin.

"Kebetulan dua hari ini cuaca terang, sehingga lendir pun kering, mudah-mudahan setelah sampah diangkutin, jalan yang menjadi lalu lintas warga tidak lagi tekena lendir sampah, karena selain bau, jalan juga licin," katanya, Rabu (29/01/2020).

Budi berharap, agar sisa sampah yang masih berada dipingir jalan bisa segera kembali diangkut dan dibuang ke TPA. Sebab jika tidak, akan kembali mengalirkan lendir sampah hang bau dan licin saat nanti turun hujan.


Sementara itu, dii lokasi TPS, sampah bagian depan pintu masuk TPS sudah mulai berkurang. Terlihat sejumlah petugas tengah merapihkan ceceran sampah agar tidak lagi terlihat kumuh dan menumpuk di sisi jalan. (nur)

Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, MAN 1 Cirebon Bangun Pendidikan Berkarakter, Cerdas dan Berprestasi

Kepala MAN 1 Cirebon
PLERED, FC - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Plered Cirebon, sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan yang ada di negeri ini, sangat menyadari betapa pentingnya peranan pendidikan terhadap pembentukan karakter siswa dan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan berprestasi. Maka MAN 1 senantiasa berusaha mewujudkannya dalam keseharian dengan selalu berupaya memberikan layanan yang terbaik.
MAN 1 Cirebon juga turut mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang berpartisipasi dalam membangun dan memajukan serta mengembangkan MAN 1 Cirebon menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dengan terus berusaha dipenuhinya setiap standar layanan pendidikan.
Tak mustahil, dalam perkembangannya saat ini, Madrasah Aliyah Negeri 1  Cirebon, menjadi salah satu sekolah referensi bagi sekolah lainnya. Selain semua sarana sekolah berfungsi baik, manajemen dan sistem kerja di MAN 1 sangat baik. Tentu ini merupakan perwujudan dari semangat membangun pendidikan yang berkualitas dan profesional.
“Terima kasih, ini berkat dukungan dan kerja sama semua pihak, termasuk orang tua siswa dan murid-murid di sini, kami hanya membangun pendidikan agar bisa sesuai harapan pemerintah dan masyarakat,” terang seorang pegawai di MAN 1 Cirebon.
Melihat kemajuan di MAN 1, memang semua unsur baik guru, tata usaha, kepala sekolah dan lainnya terus membangun sistem kerja yang terbuka dan profesional. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan cepat pelayanan, maju pendidikan dengan selalu mengedepakan etos kerja serta profesionalisme guru.
“Iya mas, pelayanan sangat kami utamakan dan kedepankan. Kami ingin kinerja kami menjadi manfaat bagi orang banyak, maka MAN 1 prinsip kerjanya demikian, semua dalam rangka menuju profesionalisme kerja dan pendidikan yang bermutu dan berkualitas,” terang pegawai di MAN 1 lainnya.
Sementara itu, Waryono M.MPd , aktivis pendidikan Cirebon menyatakan, MAN 1 dengan kepemimpinan Kepala Sekolah H Isro Mutamarullah dipastikan akan menjadi sekolah bermutu. Sebab sosok H Isro sangat mungkin membawa MAN 1 menjadi sekolah pilihan masyarakat, mengingat sepak terjang H Isro di dunia pendidikan tak bisa diragukan.
“Kami sangat yakin, sebab  melalui sistem kerja yang cepat, terbuka dan profesionalisme akan membawa pendidikan pada kondisi yang baik. Apalagi di MAN 1 semua  bekerja berdasarkan manajemen yang baik, di mana harus tepat waktu, tepat sasaran, tepat pelayanan dan profesional,” ujar Waryono.
Sedangkan menurut H Isro Mutamarullah MAg, kepala sekolah MAN 1 Cirebon, di sela sela kesibukannya menyatakan, pendidikan adalah hak setiap warga negara sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. 
Melalui pendidikan, akan terbangun warga negara yang berkualitas karena menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang didasari dengan nilai-nilai kepribadian serta ketuhanan. Untuk itu, kami berkewajiban dan berkepentingan untuk menyediakan layanan pendidikan bagi setiap warga tanpa terkecuali untuk mewujudkan bangsa negara yang maju.
“Lembaga pendidikan sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat sudah sepatutnya kami menyadari tugas dan tanggung jawab ini. Dengan ini, MAN 1 Cirebon siap membangun pendidikan yang berkarakter, berkualitas dan berprestasi di bidangnya, sebagaimana harapan bersama,” ucap H Isro. (din)

Kepsek SDN Pegajahan 1 Kota Cirebon, Hj Asih M.MPd Gagas Pendidikan Berbasis Keilmuan dan Skill Siswa


FOKUS CIREBON - Asih M.MPd, Kepala Sekolah SDN Pegajahan 1 Kota Cirebon, punya kebiasaan berbeda degan kebanyakan sekolah lain. Dirinya selalu mencontohkan kepada para guru dan siiswanya untuk selalu mengedepankan kedisiplinan.

Tak hanya itu, Asih juga kerap mencontohkan kepada siswanya dengan memunguti sendiri sampah di lingkungan sekolah agar siswa selalu menjaga kebersihan.

Sikap yang ditunjukkan Asih ini sebagai bentuk tanggungjawab dirinya sebagai pemimpin dan memang sosok Asih selalu berfikir untuk mengagas SDN Pegajahan 1 menjadi sekolah berbasis keilmuan dan skill siswa. 

Ia dan para guru kerap rapat dan melakukan evaluasi atas capaian pengajaran, pembelajaran (proses KBM) dan pendidikan (prestasi siswa), guna menuju visi misi sekolah di SDN Pegajahan 1.

"Hj Asih terus berjuang, melalui kerja dan capaia  visi misi sekolah, berbagai terobosan pun di konsep, agar SDN Pegajahan terus berkarya dan berprestasi, khususnya menjaga nama baik almamater yang sudah menjebolkan ribuan lulusan yang kini sukses diberbagai instansi kepemerintahan, TNI/Polri, pengusaha serta kesuksesan dibidang lainnya," terang pegiat pendidikan dilingkungan pendidikan kota cirebon.

Hal senada juga diungkapkan pegiat pendidikan lainnya, Rahmat MSi, sosok Asih tak pantang menyerah. Melalui bekal pengalamannya membangun, memimpin dan memenej sekolah, membuat kiprah dan karyanya di SDN Pegajahan  semakin terasa.


Perubahan tersebut merupakan ciri kerja Asih yang selalu ingin berkarya. Sehingga tak bisa dipungkiri kemajuan di SDN 1 kini begitu pesat dan berbagai prestasi pun kian banyak diraih SDN Pegjahan 1 Kota Cirebon.

"Tantangan baginya adalah perjuangan, dan bekerja adalah pengabdian, maka prinsip kerjanya selalu ingin berkaya agar apa yang menjadi tujuan dan visi misi sekolah tercapai," tandasnya.

Selain itu, dalam praktek pendidikan, dirinya selalu mendorong sekolah ataupun siswa untuk belajar dan berprestasi. 

Dimana  lifeskill siswa harus didorong melelaui berbagai karya. Seperti Pramuka dan kegiatan ekstra kulikuler lainnya. "Inilah pengabdian dimana harus benar-benar menjadi manfaat bagi orang lain," tuturnya. (din)

Selasa, 28 Januari 2020

Ma’ruf Nuryasa AP : DKIS Kota Cirebon Tahun 2020 Luncurkan Strategi Bangun Smart City Lebih Baik


FOKUS CIREBON - Dinas Komunikasi Informasi Statistik (DKIS) Kota Cirebon, tengah menyiapkan beberapa strategi yang akan dilakukan di Tahun 2020, sehingga Smart City Kota Cirebon bisa semakin baik.
Hal itu dinyatakan langsung oleh Kepala DKIS Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa AP di ruang kerjanya, Rabu (29/1), terkait eksistensi Smart City di tahun 2020.
“Tahun 2020 Smart City memiliki strategi berbeda dengan 3 tahun lalu dari Tahun 2017 sampai 2019 kita fokus ke pembangunan program-program,” kata Ma’ruf.
Ma’ruf mengungkapkan, saat ini diibaratkan orang membangun rumah dimana struktur Smart City sudah cukup di bangun selama 3 tahun, dan sekarang masuk ketahap penyempurnaan dan evaluasi.
“Tidak lagi membangun struktur Smart City, tapi kita evaluasi dan menyempurkan program Smart City nya,” ungkapnya.
Ma’ruf menjelaskan, ada tiga hal yang menjadi fokus Smart City tahun 2020, yakni regulasi, layanan dan sosialisasi untuk menyempurnakan semua aspeknya.
“Alhamdulillah, regulasi telah dibantu DPRD dimana Perda Smart City diselesaikan Tahun 2020. Pada 2019 naskah akademik sudah selesai dan bisa disahkan menjadi Perda tahun ini,” jelasnya.
Dalam evaluasi layanan, lanjut Ma’ruf, tahun ini menggandeng BPSDMP Kominfo jadi lokus pelaksanaan evaluasi Smart City di Jawa Barat.
“Evaluasi internalnya kurang sosialisasi. Kedepan akan memperbanyak dengan bukan kita mengundang orang, tapi kita mendatangi orang. Seperti kampus, termasuk ruang lingkup masyarakat di RW, Bentuknya kuis dan nyiapkan hadiah,” paparnya.
Masih kata Ma’ruf, syaratnya ada pertemuan dihadiri minimal 30 orang mau di RW, kelurahan, komunitas dan dimanapun bisa langsung mengundang Tim DKIS.
“Sudah disiapkan dengan tim sendiri polanya dengan kuis biar gak jenuh. Dan, sudah mulai Januari ini. Sudah ada 4 tempat sekolah komunitas warga dan profesi,” tandasnya. (Muiz)

Hingga 6 Hari, Banjir Masih Merendam 6 Kecamatan Di Bandung


BANDUNG BARAT – Hingga hari ini banjir masih merendam enam kecamatan di Bandung Barat, sejak Kamis (23/1) Selasa (28/1). Enam kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Rancaekek, Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ciparay.
Data hingga Selasa (28/1) pukul 05.00 WIB, sebanyak 18.046 KK/59.917 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian muka air rata-rata 10-200 sentimeter dan memaksa 1.454 KK/3.882 jiwa mengungsi.
Adapun sejumlah titik pengungsian meliputi Aula Desa Dayeuhkolot, Masjid Ashofia, Masjid Baitu Haq, Masjid Al-Musofa, Masjid Argadinata, Masjid Al-Barokah, Shelter Parunghalang, Gedung INKANAS Baleendah dan sejumlah pengungsian lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan.
Kerugian materil yang ditimbulkan akibat banjir yang terjadi karena intensitas hujan tinggi di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung tersebut meliputi 13.881 rumah, 23 Sekolah, 79 Tempat Ibadah, 18 Fasilitas Umum dan 278 hektar sawah. Selain itu akses Jalan Andir menuju Ketapang masih terendam dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung dan tim gabungan serta dari unsur TNI/Polri terus memantau ketinggian muka air dan melakukan assesment ke lokasi kejadian. Selain itu, bantuan logistik seperti sembako dan sejumlah barang penunjang kebutuhan lainnya terus dikirimkan kepada para pengungsi. 

Sumber: Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Alhamdulillah.. !! Berita Jalan Berlobang Di Majasem, Akhirnya Diperbaiki Oleh PUPR


FOKUSCIREBON - Jalan Perjuangan - Majasem Kota Cirebon yang sebelumnya dipasang 'Plang' pertanda jalan ini rusak dan berlobang, akhirnya diperbaiki oleh petugas teknis PUPR Kota Cirebon, Selasa (28/01/2020).

Warga Majasem pun mengucapkan terimkasih kepada media online fokuscirebon.com yang sudah memberitakan jalan tersebut karena sudah memakan korban dan berbahaya bagi pengguna kendaraan motor lainnya.

"Terimaksih mas, sudah membantu kami melalui pemberitaan, sehingga bisa mencegah bahaya kecelakaan bagi pengendara sepeda motor," kata warga kepada fokuscirebon.com


Hal senada juga diungkapkan Yono, yang juga berterimkasih kepada pihak PUPR yang cepat tanggap atas kondisi jalan yang berbahaya tersebut. 

"Yang dikhawatirkan itu kalau hujan turun, lobang jalan tersebut jadi tidak terlihat akibat tertutup air, ini bisa berbahaya bagi keselamatan orang lain," ujarnya.

Sementara itu, saat fokuscirebon.com mengecek ke lokasi, tampak sejumlah petugas PUPR tengah melakukan penambalan jalan. 

                            Kondisi jalan sebelum diperbaiki

Kini dengan perbaikan tersebut, warga dan pengguna jalan, khususnya sepeda motor tidak lagi harus khawatir dengan kondisi jalan di wilayah Perjuangan - Majasem Kota Cirebon. (nur)




Senin, 27 Januari 2020

Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Perjuangan - Majasem Dipasang "Patok"


FOKUS CIREBON - Warga Perjuangan - Majasem Kota Cirebon rupanya sudah tak sabar menunggu pihak PUPR untuk memperbaiki jalan yang rusak. Alih-alih warga malah memasang tanda agar pengguna jalan berhati-hati, Senin (27/01/2020).

Kertas putih bertuliskan awas ada lubang, tegak berdiri di atas jalan rusak tersebut dan membuat lalu lintas kendaraan dari arah selatan (Majasem-Perjuangan) sedikit agak terganggu. 

Kendati begitu, cara ini oleh warga dianggap sebagai pilihan terbaik, sebab tak sedikit dari kendaraan yang melintas, tergelicir akibat kaget hingga lepas stang.

"Ya, apalagi jika musim hujan, jalan berlobang tidak terlihat, membuat pengendara sepeda motor banyak yang jatuh akibat kaget dan tangannya lepas dari stang motornya. Ini oleh warga sengaja diipasang diatas lobang tersebut," ujar Satori, warga Majasem.

Ungkapan serupa disampaikan Andriani, bahwa plang yang dipasang ini merupakan yang kesekian setelah sebelumnya batang pohon pisang.


"Bahaya pak, lobangnya cukup besar, terutama bagi pengendara sepeda motor. Namun yang bikin kesal belum juga ada yang datang dari pihak PUPR untuk memperbaiki jalan rusak ini," kesalnya. (nur)

Di Pendopo, Bupati Kuningan Menerima Kunjungan 'GAMAKU' Universitas Padjajaran Bandung


FOKUS KUNINGAN - Bertempat di Pendopo Kab.Kuningan, Bupati H.Acep Purnama, SH,MH menerima kunjungan  Keluarga Mahasiswa Kuningan (GAMAKU) Universitas Padjajaran Bandung saat melakukan silaturahim ke Pemerintah Kab.Kuningan. Kunjungan mahasiswa ini terkait dengan penyelenggaraan UTBK kegiatan GAMAKU Goes To School 2020, Senin (27/01/2020). 
Dalam pertemuan tersebut Bupati mengatakan agar pelaksanaan try out kedepan nanti tidak hanya difokuskan di Pusat Kota saja tetapi juga diharapkan untuk di fokuskan di Daerah Kec. pinggiran seperti Dubang, Selajambe, Cilebak, Pasawahan, Pancalang, Cigandamekar, Japara, Jalaksana, Cibeureum, Cibingbin, Lebakwangi, Maleber.

Agar semua masyarakat yang ingin mengikuti pelaksanaan try out dapat terakomodir di semua wilayah yang ada di Kab. Kuningan. Sementara itu GAMAKU mengatakan untuk pelaksanaan try out akan dilaksanakan di Gor Ewangga Kab. Kuningan pada tanggal 9 Februari 2020 mendatang 
Sumber berita : (Bid IKP/ DISKOMINFO)

Minggu, 26 Januari 2020

Kasubag Humas Dan Publikasi IAIN SNJ Cirebon Ikuti Kegiatan FGD Kehumasan SPAN-UM PTKIN 2020


FOKUS JAKARTA - Kasubag Humas dan Publikasi IAIN SNJ Cirebon menghadiri kegiatan Focused Group Discussion (FGD) Kehumasan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (SPAN-UM PTKIN) 2020.
Kegiatan yang melibatkan 42 Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ini berlangsung di Hotel Harris Vertu Harmoni, Jakarta Pusat, dari tanggal 25-26 Januari 2020.
FGD Kehumasan SPAN-UM PTKIN menghadirkan narasumber; Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. H. Babun Suharto SE, MM, (Rektor IAIN Jember), Ketua Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si (Rektor UIN SGD Bandung), Sekretaris Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN, Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd (Rektor IAIN Samarinda).
Selain itu, narasumber lainnya adalah Koordinator Pokja Kesekretariatan SPAN-UM PTKIN, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag (Wakil Rektor I UIN SGD Bandung), Dr. Moh. Erihadiana (Kepala Sekretariat SPAN-UM PTKIN), Koordinator Pokja SSE, Undang Syaripudin, M. Kom (Ketua PTIPD UIN SGD Bandung), Pokja TIK dan Pendaftaran Arif Rahman.
Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Babun, menjelaskan keberadaan Forum Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (FH PTKIN) harus menjadi garda terdepan dalam peningkatan kualitas SPAN-UM PTKIN. 
“Untuk tahun sekarang kita mendapatkan saudara baru dari Universitas Singaperbangsa Karawang, dengan bergabungnya Fakultas Agama Islam (FAI) Unsika diharapkan dapat menjadi garda terdepan keberadaan SPAN-UM PTKIN, karena Humas merupakan ujung tombak informasi yang berusaha meningkatkan kualitas dan mutu perguruan tinggi Islam,” tegasnya.
Ketua Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN, Prof. Mahmud, menegaskan keikut sertaan perguruan tinggi negeri (PTN) dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke PTKIN di lingkungan Kementerian Agama dalam melakukan penerimaan mahasiswa baru (PMB) menjadi bukti atas kesetaraan perguruan tinggi dalam mencetak generasi bangsa yang beradab. 
“Ketika SK Prodi yang dikeluarkan Kemendikbud, maka PT itu bisa mengikuti SBMPTN dan SMPTN. Begitu sebaliknya, jika SK Prodi dikeluarkan Kemenag, maka kampus itu hanya bisa mengikuti SPAN-UM PTKIN. Dalam hal ini, karena Unsika diajukan oleh Kopertais pada saat berubah status menjadi PT negeri, untuk PMBnya diperbolehkan dan bisa mengikuti SPAN-UM PTKIN,” tandasnya, Minggu (26/01/2020)
Menurutnya, kehadiran Humas di lingkungan PTKIN ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas input calon mahasiswa baru. 
“Meskipun berkurang anggarannya.Saya berharap sosialisasi, publikasi SPAN-UM PTKIN harus gencar dilakukan oleh setiap humas perguruan tinggi dengan berbagai cara, kretivitas, inovasi karena humas merupakan ujung tombak dari barisan informasi yang berusaha memberikan peningkatan marwah kampus PTKIN dalam menyelenggarakan SPAN-UM PTKIN,” jelasnya.
Bagi Sekretaris Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN, Dr. Ilyasin, Humas SPAN-UM PTKIN harus bertanggung jawab memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, membangkitkan ketertarikan masyarakat terhadap SPAN-UM PTKIN serta membuat masyarakat mengerti dan memahami apa dan bagaimana SPAN-UM PTKIN. Agar dapat memberikan informasi secara lengkap tentang SPAN-UM PTKIN, maka Humas harus memahmi betul kebijakan di internal PTKIN masing-masing. Sering kali Humas tidak menjawab pertanyaan masyarakat karena tidak memahami kebijakan di internal PTKIN.
”Jadilah barisan informasi yang selalu memberikan kabar tentang SPAN-UM PTKIN karena Humas merupakan corong informasi yang diharapkan dapat meraih simpati yang berusah untuk membangkitkan ketertarikan masyarakat terhadap SPAN-UM PTKIN,” paparnya.
Untuk pelaksanaan tes SPAN-UM PTKIN yang menggunakan sisitem seleksi elektronik (SSE), Humas, meskipun tidak mesti mampu secara teknis dalam pelaksanaan SPAN-UM PTKIN, yang menggunakan SSE, namun harus tetap memahami secara global pelaksanaan SPAN-UM PTKIN melalui SSE.
“Kelemahan selama ini kalau ada pertanyaan teknis, Humas tidak mampu menjawab, sehingga menunggu atau bergantung jawab dari TIK,” pungkasnya. (nur)

Waduh.. !! Lendir Limbah Sampah Tumpah Ke Jalan Permukiman


FOKUS CIREBON - Warga Grenjeng, Kota Cirebon mengeluhkan soal tumpahnya lendir sampah ke jalan permukiman. Selain warnanya hitam, jalan pun menjadi licin dan berbau menyengat.

Yono, warga Kecamatan Harjamukti mengeluh dengan kondisi ini. Dirinya merasa terganggu dengan aroma busuk dan lendir hitam yang bikin jalan menjadi licin.

"Jarak ke pemukiman tidak begitu jauh, yang dekat itu dengan pondok yatim piatu, tetapi warga dari manapun melewati jalan ini, sehingga mereka harus berhati-hati karena jalan licin oleh lendir sampah," terang Yono yang mengaku setiap hari kerap melintasi jalan ini, Minggu (26/1/2020).

Hal senada juga diungkapan Wawan, yang meminta pemerintah kota diminta segera bertindak cepat, mengingat cuaca masih rentan dengan turun hujan.


"Coba saja di cek, lendir hitam itu licin dan sangat bau, kami yang melintas harus ekstra hati-hati, kalau tidak bisa tergelincir dan ini juga tidak baik untuk kesehatan lingkungan," tandasnya. (nur)

Sabtu, 25 Januari 2020

Humas Garda Terdepan Sosialisasikan SPAN-UM PTKIN


FOKUS JAKARTA - Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) baik melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN), Ujian Masuk (UM) dan jalur mandiri.

Demikian disampaikan Ketua Forum Rektor PTKIN Prof. Dr. Babun Suharto, SE, MM pada acara Focused Group Discussion (FGD) Kehumasan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Harris Vertu Harmoni, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

"Humas ini sebagai corong lembaga, manjadi garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat, jangan sampai ada sekolah yang tidak mendapatkan informasi ini (PMB),"ujar Babun.

Rektor IAIN Jember ini menyebutkan, dari grafik tahun-tahun sebelumnya, animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke kampus PTKIN dari tahun ke tahun terus meningkat.

"Meskipun anggaran pada tahun ini sedikit berkurang,"terang Babun.

Meski demikian, dengan semangat motto ikhlas beramal yang dimiliki Kementerian Agama, dirinya meminta semua pihak untuk terus berupaya agar menyukseskan sosialisasi PMB tahun 2020.

"Kita tidak boleh berkecil hati, secara bersama-sama dapat terus memberikan informasi secara massif,"tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum SPAN-UM PTKIN Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si yang mengakui jika pihaknya sedikit terlambat untuk melaksanakan kegiatan FGD Kehumasan terkait penerimaan mahasiswa baru tahun 2020.

"Kita agak terlambat mengumpulkan humas, karena tahun ini sedikit mendapat persoalan terkait pendanaan, namun kita tidak boleh terganggu dengan masalah dana,"tukasnya.

Rektor UIN Sunan Gunung Jati Bandung ini mengimbau kepada Humas PTKIN untuk lebih gencar memberikan informasi lewat website masing-masing PTKIN.


"Pengumuman, harus memanfaatkan website yang ada di masing-masing kampus, mengingat anggaran yang terbatas,"demikian pungkasnya. (nur)

TMC Masih Diterapkan Untuk Tanggulangi Banjir Di Jabotabek


FOKUS JAKARTA - Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Hammam Riza mengatakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) masih diterapkan untuk menanggulangi banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Kekuatan kolaborasi diyakinkan berada di balik kesuksesan penerapan teknologi hujan buatan demi mengurangi intensitas hujan di suatu wilayah.

TMC tidak bisa dilakukan hanya oleh Balai Besar TMC di BPPT. "Kalau bicara ekosistem tentu itu tidak berarti hanya satu stakeholder saja, tapi TMC harus dengan kolaborasi, seperti diketahui awal tahun ini, pada 1 Januari 2020, banjir merendam banyak wilayah di Jabodetabek akibat hujan ekstrem," kata Hammam, Jumat (24/1), saat acara Penguatan Ekosistem TMC Mitigasi Banjir Jabodetabek, di Ruang Komisi utama,  Gd. 2 BPPT Lt. 3, Jl. M. H. Thamrin no. 8 Jakarta Pusat.

Hujan juga terjadi di beberapa daerah lain yang mengakibatkan kerugian tidak hanya materil tapi korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 60 orang tewas akibat bencana banjir dan longsor di awal tahun ini.

Untuk melakukan harus ada yang menyediakan informasi awal yaitu dari BMKG. Kemudian ada TNI AU, mu dari pilot hingga staf lainnya, juga ikut membantu dalam melakukan persemaian garam di udara.

"Kemudian tim operasi TMC yang dimotori B2TMC dan timnya yang bekerja sama dengan seluruh jajaran yang terlibat. Termasuk LAPAN dan BNPB. Sehingga, pria berusia 57 tahun itu menjelaskan, ekosistem tersebut menjadi tantangan untuk terus berkolaborasi di dalamnya. Apalagi Indonesia merupakan negara yang rentan bencana sehingga kolaborasi harus dilakukan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca bisa membuat ramalan cuaca yang sudah dirilis meleset. Menjadi tidak seperti yang diprediksi.                                             

"Tak ada penjelasan pengaruh dari adanya modifikasi cuaca itu terhadap peringatan dini hujan ekstrem dari BMKG yang sporadis atau bolak balik dirilis belakangan ini. Peringatan dini bisa sangat lokal untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya dan pernah terjadi peringatan dini tak terbukti.

"Hanya meminta pola pikir diubah tentang sebab akibat teknologi modifikasi cuaca yang dilakukan tim dari BPPT dan ramalan cuaca BMKG itu," kata Dwikorita.

Yang terpenting, menurutnya, keberhasilan memodifikasi cuaca--biasa dilakukan dengan menciptakan hujan buatan--sangat bergantung kepada ketepatan prediksi oleh BMKG.

"TMC itu untuk mencegah banjir, kalau kami salah prediksi, TMC akan salah menembakkan atau menyemai garam ke awan. Harus presisi," ujarnya. (dade)

Jumat, 24 Januari 2020

Selain Alatnya Diuji, Satpam IAIN Cirebon Juga Diberi Pelatihan Dan Simulasi Kebakaran


FOKUS CIREBON - Diujinya alat  kelengkapan pemadam kebakaran milik gedung FITK IAIN SNJ Cirebon, petugas damkar nyatakan sudah sesuai standar. Kemudian petugas Satpam IAIN pun diberikan pelatihan dan simulasi pemadaman kebakaran oleh petugas Damkar Kota Cirebon, Jum'at (24/1/2020), di halaman depan gedung kampus baru FITK IAIN SNJ Cirebon

Kasi Kesiapsiagaan Operasional dan Investigasi Pemadaman, Damkar Kota Cirebon Drs Nurzaman menyatakan, bahwa kawasan gedung FITK IAIN SNJ Cirebon dinilai masuk dalam jenis kebakaran tipe A, yakni kertas dan kayu. Maka pemadamannya cukup dengan penyemprotan air dan hidrogen.

"Saat dicek dan diuji, alat kelengkapan pemadam kebakaran  sudah memenuhi standar, kita sudah cek semuanya, pertama dibagian atas lantai 4, dan tekanan air sampai pada 5 BAR, sedang yang di bawah mencapai 9 bahkan bisa 10 BAR, jadi sudah cukup standar jika terjadi kebakaran," ucap instruktur Pemadam Kebakaran, Nurzaman.


Nurzaman juga menjelaskan, bahwa pada kebakaran itu terdapat sejumlah klasifikasi atau tipe, yakni tipe A, tipe B, tipe C, tipe D dan tipe K yakni kebakaran yang dipicu oleh bahan lemak.

"Sebelum melangkah ke hal yang lebih teknis, sebaiknya bentuk dahulu manajemen kebakarannya, jika timnya sudah siap, kita bisa langsung praktik basah. Dan manajemen kebakaran ini bertujuan agar terbetuknya tim yang solid, dan  mereka sudah siap dan sudah mengetahui tugasnya masing-masing saat terjadi kebakaran," jelasya.

Sementara itu, Drs Imron Rosyadi MM, Kabag Umum dan Humas IAIN SNJ Cirebon saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa ini adalah kegiatan Pelatihan dan Simulasi Pemadaman Kebakaran antara Satpam IAIN Cirebon bersama Damkar Kota Cirebon di halaman kampus baru FITK IAIN SNJ Cirebon.

Namun kegiatan sementara oada hari ini adalah menguji keberadaan alat-alat pemadam kebakaran oleh petugas Damkar Kota Cirebon. "Ya, menguji alat yang kita miliki dan cara penggunaan dari alat-alat tersebut," kata Imron.


Imron juga menyampaikan jika nantinya akan segera dibentuk tim manajemn kebakaran yang seluruhnya tetdiri dari para petugas Satpam. "Mereka nanti diberikan pelatihan, hal ini penting untuk pencegahan dini dan antisipasi pada saat terjadi kebakaran," terangnya.

Sementara itu, Instruktur Kebakaran, dari Damkar Kota Cirebon, Nurzaman didampingi Arif Rachmat dihadaoan sejumlah Satpam IAIN Cirebon, sebelumnya memberikan penjelasan seputar pemakaian alat dan lencegahan yang harus disiapkan, yang kemudian dilanjutkan dengan praktek kering dan praktek basah.

Satu persatu alat pencegahan kebakaran mulai dari Hydrant yang berada di halaman dwpan kampus FITK hingga alat lainnya di lantai 4 gedung FITK, oleh petugas Damkar dicek satu persatu.

Usai itu, kemudian dilanjutkan dengan praktik basah, yakni petugas Satpam IAIN Cirebon mencoba memegangi alat pemancar air yang kemudin menyemprotkan air dengan tekanan 9 BAR.


"Sangat baik, tetapi tetap harus hati-hati dan jangan main-main dengan alat-alat kebakaran, petugasnya harus benar-benar menguasai dan sudah siap dalam penggunaannya," ujar Arif Rachmat, petugas Damkar Kota Cirebon. (din)

Kawasan Muara Baru Jakarta Utara Terendam Banjir, Polsek Dan Anggota Terjun Bantu Masyarakat


FOKUS JAKARTA-- Intensitas curah hujan yang cukup lebat mengguyur Jakarta pagi tadi. Sejumlah wilayah pun terendam banjir dan berimbas pada terhambatnya aktifitas masyarakat, Jumat (24/1/2020).

Kapolsek Kawasan Wilayah Muara Baru AKP. Slamet Riyanto bersama anggotanya terjun langsung melakukan penanggulangan, pemantauan dan pengecekan ketinggian genangan air di Wilayah PPSNZJ Muara Baru akibat intensitas curah hujan tinggi di Kawasan Wilayah Muara Baru jakarta Utara.

Dari hasil pemantauan dan pengecekan lokasi yang mengalami genangan air yaitu di Jalan Hiu Raya tepatnya di depan PT. BMS sampai dengan perempatan PT. Inti Mas Surya dengan ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 40 cm, Jalan Tuna Raya tepatnya di pertigaan SPBU Tri Harun ketinggian genangan air  mencapai 20 sampai 40 cm, Muara Baru Centre (MBC) ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 40 cm.

Kemudian juga di Pintu Gerbang kawasan Muara Baru ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 60 cm, Jalan Udang Ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 40 cm, Jalan Kakap ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 40 cm, Dermaga Timur Transit 8 sampai transit 20 ketinggian genangan air mencapai 20 sampai 40 cm.

“Kami sudah berupaya melakukan penanggulangan banjir, melakukan Koordinasi dengan Instansi terkait dalam hal ini Petugas rumah pompa air untuk melakukan penyedotan dan melalukan evakuasi karyawan/ti yang akan masuk dan keluar Pelabuhan menggunakan kendaraan mobil patroli dinas," kata AKP. Slamet Riyanto.

Selain itu AKP. Slamet Riyanto bersama anggotanya dibantu Tim Satgas Banjir dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pengaturan arus lalulintas di depan pintu masuk kawasan Muara Baru karena terjadi penumpukan arus kendaraan.

Selain itu, juga diimbau kepada masyarakat penguna jalan untuk berhati hati dan menghindari jalan yang tergenang air serta hindari tiang listrik untuk mengantisipasi bahaya setrum.

Penyedotan genangan air di wilayah Kawasan Muara Baru dilakukan dengan menggunakan 5 (lima) unit pompa milik UPT PPSNZJ yang berada di Jalan Kakap Dermaga Timur dan Jalan Tuna Raya PPSNZJ agar genangan air segera surut. (dade)