Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 21 Februari 2020

Kelompok Radikalisme Dan Intoleransi Banyak Manfaatkan Medsos


JAKARTA, FC- Karo Multimedia Divisi Humas Polri, Brigjen Budi Setiawan mengungkapkan kampanye kelompok penganut radikalisme dan intoleransi di era digital seperti sekarang, banyak memanfaatkan media sosial (medsos).

Berbagai produk propaganda bertebaran di medium tersebut, dan tema yang paling sering disampaikan ialah menyudutkan pemerintah serta mengusung ideologi khilafah.

"Kelompok pro khilafah tersebut menjadikan hoax sebagai strategi yang efektif. Karena mereka berprinsip sedang berperang sehingga boleh melakukan tipu daya dan tipu muslihat termasuk penyebaran berita bohong atau hoax," kata Budi, Jumat (21/2) dalam diskusi 'Upaya Peran Pers Mahasiswa dan Generasi Millenial dalam Membendung Paham Radikalisme', di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Kemudian ada yang namanya ujaran kebencian (hate speech). Ujaran-ujaran melalui forum-forum dan media sosial yang isinya hujatan, hinaan dan provokasi bersumber dari hoax tadi. Masyarakat menjadi marah, takut dan gelisah sehingga mudah digerakkan untuk kepentingan kelompok tadi.

Setelah menjadi benci akibat terpapar hoax dan ujaran kebencian di media sosial, menurutnya seseorang akan cenderung bersikap intoleran, rasis, radikalis, hingga merasa benar sendiri. Akibatnya, apabila mendapati orang atau pihak yang tidak sepaham, dianggapnya sebagai lawan yang harus diserang atau dimusnahkan. "Tidak lagi ada rasa damai dalam hatinya, kebencian terus menjadi penyakit yang membutakan mata kemanusiaan," ujarnya.

Atas itu, Polri sebagai pihak yang bertanggung jawab memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, melakukan pencegahan dan menangkal kampanye pro khilafah di berbagai media. "Termasuk media sosial yang tampaknya seolah-olah bebas menyebarkan berbagai hoax dan hasutan," ungkap Budi.

Upaya pencegahan dilakukan Polri, yakni dengan melakukan patroli cyber, penyuluhan/sosialisasi, pelatihan dan kampanye pemanfaatan internet dengan bijak. Lalu melakukan edukasi dan komunikasi ke penggiat medsos, para netizen, perguruan tinggi, media massa dan lembaga yang terkait, provider seluler dan lainnya. Sehingga, mereka bisa turut berperan mengkampanyekan anti hoax dan menjaga ketertiban bersama.

"Juga bersama pihak-pihak yang memiliki kepedulian dan kepentingan yang sama untuk menjaga ruang publik internet agar sehat," ucap Budi.

Kepolisian juga melakukan upaya pembendungan konten negatif itu. Langkah ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sehingga patroli cyber bisa dilaksanakan, dan selanjutnya memblokir serta menonaktifkan akun-akun penyebar kampanye pro khilafah dan penyebar hoax.

Di samping itu upaya penegakan hukum dengan cara menangkap dan memproses hukum pelaku, juga senantiasa dilakukan. "Untuk itu, peran serta masyarakat dalam upaya Polri tersebut penting artinya, masyarakat menolak hoax, tidak menyebarkan, meneruskan apalagi memproduksi," tutur Budi.

"Juga melaporkan segera jika menemukan adanya sebaran berita bohong dan kampanye pro khilafah di media sosial, dan yang terpenting menjalankan fungsi kontrol saling mengingatkan kepada orang terdekat untuk bijak dalam mengelola informasi," sambung perwira lulusan terbaik Sespimti Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada 2016 ini. (bam)

Kadisdik Jawa Barat Imbau Seluruh Guru Harus Ciptakan Sekolah Ramah Anak


JABAR, FC- Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika, mengimbau kepada seluruh guru yang ada di Jawa Barat agar bisa menciptakan suasana yang menyenangkan bagi siswa, karena hal ini diyakini mampu menciptakan inovasi dan meningkatkan kreativitas siswa di sekolah.

Menurut Dewi, peran guru hari ini tak melulu sebagai pengajar dan pemberi instruksi tetapi harus bisa menjadi motivator, inisiator dan fasilitator bagi siswa di sekolah. 

Selain itu, guru dan sekolah pun harus bisa mengikuti dinamika zaman, menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas peserta didik, dan memiliki sarana-prasarana sekolah yang memadai lewat program Sekolah Ramah Anak.

"Dengan suasana yang positif di sekolah, semua akan lebih produktif, semangat, dan terinspirasi untuk melakukan kebaikan-kebaikan lain kepada sekitarnya," kata dia. (nur)

Temui Prajurit, Satya Wira Jala Dharma Kolinlamil 'Kunker' Ke Satlinlamil Surabaya


SURABAYA, FC - Satya Wira Jala Dharma. Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M melakukan kunjungan kerja di Satlinlamil Surabaya dengan berolahraga bersama dengan para prajurit, Jumat (21/2).

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian seorang pimpinan terhadap para prajuritnya yang berada diwilayah lain.

Kegiatan olah raga bersama itu, dilakukan dimulai dari senam pagi bersama seluruh jajaran Satlinlamil Surabaya yang dipandu Duo Mrica dari Surabaya.

Acara dilanjutkan dengan jalan santai dengan rute Mako Satlinlamil Surabaya melewati Jalan Raya Hang Tuah, Pos Candi Koarmatim dan kembali ke Mako Satlinlamil Surabaya.

Pada kegiatan olah raga bersama tersebut, Pangkolinlamil didampingi Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena), Komandan Satlinlamil Surabaya, Kadisharkap Kolinlamil, Kadismatbek Kolinlamil, Koorsmin Pangkolinlamil, Kasetum Kolinlamil, dan para Komandan Unsur KRI.

Usai jalan santai, berbagai acara digelar untuk memeriahkan kegiatan olahraga bersama. Diantaranya lomba antar satker seperti Lomba Bola Voly, Lomba Estafet masukin sarung, Lomba Estafet masukin karet di sumpit dan Lomba Estafet memindahkan tepung.

Usai berolahraga bersama, Pangkolinlamil bersama pejabat utama yang hadir melakukan inspeksi ke KRI Teluk Parigi 539. Panglima Kolinlamil berpesan agar para prajurit KRI Teluk Parigi 539 untuk selalu bersyukur, ikhlas dan berpikir positif dalam melaksanakan tugas pokoknya.

“Ingat bersyukur, ikhlas dan positif thinking dalam melaksanakan tugas sehari-hari maupun kehidupan sehari-hari. Insyaa Allah akan aman dan lancar dalam kedinasan kita," kata Panglima Kolinlamil.

Setelah inspeksi ke KRI, Panglima Kolinlamil dan rombongan menyempatkan meninjau pembangunan Masjid Attaqwa yang sedang dalam renovasi, pembangunan Marshaling Area dan BP Satlinlamil SBY yang terletak masih satu komplek dengan Mako Satlinlamil Surabaya dan menerima penjelasan lansung  Master Plan yang diajukan oleh pihak PT DCK dan PT ABATA.

Setelah berkeliling Mako Satlinlamil Surabaya, Pangkolinlamil menyempatkan diri menyaksikan lomba antar satker yang berlangsung sangat meriah. Dalam kesempatan itu pula, Pangkolinlamil membagikan hadiah hasil pertandingan antar satker dan melakukan foto bersama. (dade)

BPPT Berkomitmen Lakukan Percepatan Pengembangan Industri Bahan Baku Obat Dalam Negeri


JAKARTA, FC - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berkomitmen kuat untuk melakukan percepatan pengembangan industri bahan baku obat dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.

Komitmen ini dilandasi keprihatinan bahwa hampir 95 persen bahan baku obat (BBO) yang dibutuhkan Indonesia masih diimpor dari luar negeri, salah satunya adalah Antibiotik Amoksisilin sebanyak 1.200 ton per tahunnya.                                     
Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT, Soni Solistia Wirawan mengatakan produk Amoksisilin ini banyak digunakan di Indonesia untuk pengobatan lini utama pada infeksi bakteri gram positif dan gram negatif, yang hingga saat ini masih tinggi jumlahnya di Indonesia.

"Sebagai salah satu institusi litbang di dalam negeri, menurut Soni, BPPT memiliki peran utama dalam melakukan kaji dan terap teknologi," kata Soni, Kamis (20/2), saat acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bidang Bahan Baku Obat dan Sedian Farmasi PT. Mersifarma Timaku Mercusana dan Sekolah Farmasi ITB, di Ruang VIP,  Gd. 2 BPPT Lt. 3, Jl. M. H. Thamrin no.  8 Jakarta Pusat.

Keterlibatan BPPT dalam pembangunan industri bahan baku obat Amoksisilin ini merupakan perwujudan peran BPPT, untuk memberikan solusi terhadap permasalahan teknologi nasional. A
sendiri pernah diproduksi di Indonesia pada 1987, namun tidak bisa bersaing karena biaya produksi yang tinggi akibat bahan intermediate 6-APA (6-aminopenicillanic acid) dan Dane Salt (D-p-Hidroksifenilglisin) masih impor.                         

"BPPT melakukan kaji terap teknologi untuk menghasilkan 6-APA yang selanjutnya dikombinasi dengan Dane Salt yang dihasilkan oleh Farmasi ITB. Kemudian, dilakukan upscaling sintesa amoksisilin dari kedua bahan intermediate itu. Selanjutnya, PT Mersifa akan melakukan proses produksi pada skala industri," ujarnya.
                                                    Sementara itu, Direktur Utama PT Mersifarma F Tirto Koesnadi, mengungkapkan amoksisilin yang berperan sebagai antibiotik saat ini masih sangat besar dipakai masyarakat Indonesia.

Semoga kerja sama ini dapat menjadi jembaran untuk membawa Indonesia menuju kemandirian bahan baku obat, utamanya amoksisilin.

"Jika pengembangan obat amoksisilin berhasil sampai ke industri maka diharapkan dapat dilanjutkan untuk bergerak ke pengembangan bahan baku obat lain di masa mendatang," kata Tirto.

Dekan Sekolah Farmasi ITB, Daryono Hadi berharap hilirisasi hasil riset ini dapat berkontribusi guna mendukung industri nasional mandiri dalam penyediaan bahan baku. (dade)

Kamis, 20 Februari 2020

Danpuspomal Peringati HUT Ke-74 Koprs Polisi Militer Angkatan Laut


JAKARTA, FC- Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) Laksamana Pertama TNI DR. Nazali Lempo, S.H., M.H., CHRMP. pimpin apel khusus prajurit Pomal dalam rangka memperingati HUT ke-74 Koprs Polisi Militer Angkatan Laut yang digelar di Markas Pusat Polisi Militer Angkatan Laut Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (20/2).

Pringatan HUT ke-74 tahun Koprs Polisi Militer TNI Angkatan Laut kali ini memilih tema “Dengan Semangat Hari Jadi ke-74 Korps Polisi Militer Angkatan Laut Kita Wujudkan Sumber Daya Manusia Unggul Indonesia Maju Yang Profesional dan Militan”. Puncak peringatan hari ulang tahun Koprs Polisi Militer TNI Angkatan Laut kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya peringatan HUT ke-74 Polisi Militer Angkatan Laut dilakukan secara sedarhana dengan melaksanakan apel khusus dan syukuran, namun tidak mengurangi hidmat dan rasa kebanggaan selaku Prajurit Polisi Militer.

Dalam amanatnya Danpuspomal menyampaikan bahwa peringatan hari ulang tahun ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas, dengan harapan ke depan kinerja Pomal sebagai penegak hukum, disiplin dan tata tertib di lingkungan TNI Angkatan Laut akan semakin baik. Adapun tujuan dilaksanakan apel Khusus ini mempunyai arti sangat penting untuk menjalin silaturahmi juga sebagai sarana komunikasi unsur Polisi Militer Angkatan Laut kepada satuan-satuan Pom dan Provos Angkatan Laut beserta jajaranya untuk menyampaikan kebijakan dan bertukar informasi guna menyongsong tugas-tugas kedepan.

Sementara itu, dalam rangkaian peringatan hari jadinya yang ke-74 tahun, berbagai kegiatan telah di gelar oleh Koprs Pomal. Kegiatan tersebut di antaranya, Donor Darah, Bakti Sosial, Anjangsana, Ziarah TMP Kalibata, Istigosah, Olahraga Bersama Kasal. Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai aksi demontrasi seperti Bela Diri Militer, Freestyle Motor Kawal, Pertunjukaan K-9 Polisi Satwa Korps Polisi Militer, tari rarian dan membagian dorpres 8 unit sepeda motor.

Turut hadir dalam acara tersebut Danpuspomal dari masa ke masa sesepuh Pomal, ketua CBS Jalasenastri Puspomal Ny. Wiwik Nazali Lempo, Wadan Puspomal Kolonel Laut (PM) Ade Permana, para Direktur Puspomal, para Danpom Koarmada, para Danpom Lantamal, para Dandenpomal, Kadisprov Kolinlamil, para Kasatprov dan tamu undangan. (dade)

Rabu, 19 Februari 2020

Upaya Tingkatkan PAD, Kerjasama Instansi Lain Dibutuhkan


CIREBON, FC - Pemda Kota Cirebon berupaya keras untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berbagai keterbatasan membutuhkan kerjasama dengan instansi terkait lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat menerima dan melakukan penandatanganan naskah kesepakatan bersama dengan PT Taspen (Persero) tentang Penyelenggaran Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jamiman Kematian (JKM) bagi pegawai non ASN di Lingkungan Pemda Kota Cirebon, Pengelolaan Taman Sehati Taspen, serta Perjanjian Kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemda Kota Cirebon tentang sinergitas Program Intensifikasi Pajak Kendaraan Bermotor dan Pemberdayaan Masyarakat di wilayah Kota Cirebon.

“Kami selalu berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” ungkap Azis. Upaya peningkatan PAD tersebut juga telah diupayakan di berbagai sektor.

Namun, lanjut Azis, tetap saja Pemda Kota Cirebon memiliki keterbatasan. Karenanya selama ini untuk melaksanakan pembangunan, Pemda Kota Cirebon masih sangat mengandalkan bantuan dari Pemprov Jabar dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kota Cirebon menurut Azis juga merupakan kota yang kecil dan luas yang terbatas. 

Hanya sekitar 38 ribu meter persegi dan jumlah penduduk sebanyak 360 ribu jiwa. “Namun di siang hari, jumlah penduduknya bisa mencapai 2 juta jiwa,” ungkap Azis.


Ini dikarenakan Kota Cirebon telah menjadi pusat perniagaan di 5 daerah di wilayah Cirebon. Bahkan hingga lintas provinsi, seperti dari Brebes dan Tegal. Karenanya tidak heran, lalu lintas di Kota Cirebon sangat padat.

Dengan berbagai kondisi tersebut, Pemda Kota Cirebon tetap berupaya untuk meningkatkan PAD nya. “Salah satunya dengan menjalin sinergi dengan instansi terkait lainnya yang ada di Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Untuk itu, Azis berterima kasih kepada PT Taspen yang sudah membangunkan taman di eks TPS yang ada di ruas Jalan Wahidin. Keberadaan taman diyakini bisa membantu Pemda untuk menata Kota Cirebon menjadi lebih indah dan hijau sehingga bisa menarik kunjungan wisatawan berkunjung.

Pada kesempatan itu, Azis juga mengucapkan terima kasih kepada Bappenda Pemprov Jabar yang telah mengeluarkan program zonita pamor. 

Dengan begitu, bisa diketahui jumlah kendaran bermotor yang dimiliki warga Kota Cirebon, khususnya untuk aparatur sipil negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemda Kota Cirebon. 

Sehingga bisa diketahui secara pasti berapa pajak dari kendaraan bermotor yang sebenarnya bisa didapatkan oleh Pemda Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala PT Taspen Cabang Cirebon, Anne Rosfianti, bersyukur karena Pemda Kota Cirebon menyambut baik aturan pemerintah tentang regulasi baru, yaitu PP No 49 tahun 2018 tentang proteksi non PNS dalam hal kecelakaan kerja dan jaminan kematian. 

Sedangkan jumlah non PNS di Kota Cirebon ada sekitar 3 ribu orang.
Sedangkan Kepala Bappenda Pemprov Jabar, dr. Hening Widiatmoko, MA., menjelaskan jika ada jumlah kendaraan sekitar 188 ribu di Jabar. 

Tahun ini pajak yang ditargetkan sekitar Rp 96 miliar. Dari jumlah tersebut, 30 persennya untuk Pemda Kota Cirebon. (nur)

Soal PT Semen Gresik, Masyarakat Tuban Mendesak Ingin Bertemu Menteri BUMN


JAKARTA, FC- Perwakilan masyarakat Tuban, Jawa Timur mendesak bertemu Menteri BUMN Erick Thohir. Upaya ini dilakukan guna mencari solusi persoalan warga sekitar dari kehadiran PT Semen Gresik.

"Kami ingin bertemu Bapak Erick Thohir dan Dirut PT Semen Indonesia (induk perusahaan Semen Gresik) Hendi Priyo Santoso, karena kami ingin menyampaikan berbagai persoalan di sana.

Karena beberapa ratus kali kita aksi, tidak ada tindak lanjut pimpinan PT Semen Indonesia, dengan alasan yang tidak jelas.

Kepada Erick, mereka ingin menyampaikan tuntutan masyarakat yang mau terbebas dari polusi. Menurut Sunoto, setiap saat polusi berupa debu yang berterbangan, hadir di pemukiman warga sekitar pabrik semen itu," kata 

perwakilan masyarakat dari LSM Anak Bangsa Peduli Lingkungan (Abdul) Tuban, Sunoto, Rabu (19/2), saat berunjuk rasa di depan kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Masyarakat bisa mati secara perlahan akibat kondisi ini.Mereka juga menuntut dihentikannya perusakan lingkungan di wilayah itu oleh PT Semen Gresik. Sebab kawasan Tuban terutama sekitar pabrik semen, debit airnya mulai menurun semenjak batu karst yang menjadi bahan baku semen sekaligus penyerap air, dieksploitasi tanpa henti oleh PT Semen Gresik.

"Maka dalam jangka panjang akan terjadi kekeringan, sumber air sulit. Ekosistem juga tidak berimbang, hewan seperti ular, tikus tidak bisa hidup. Penggunaan dana CSR perusahaan juga dinilai tak jelas atau tak tepat sasaran. Sebab, kata Sunoto, berdasarkan data yang ada, angka kemiskinan di Tuban meningkat. Pada 2019, daerah itu naik di urutan kelima sebagai daerah termiskin di Jawa Timur," ujarnya.

Ini aneh, ada perusahaan BUMN raksasa di sana, tapi kemiskinan semakin meningkat. "Artinya CSR tidak tepat guna," ungkap Sunoto.

LSM Abdul juga mengkritisi reklamasi yang dilakukan PT Semen Gresik. Sunoto menilai, reklamasi yang diperintahkan dalam aturan yang ada, tak benar-benar dijalankan. Diskriminasi terhadap vendor-vendor tertentu menurutnya juga kerap dilakukan.

Di sana tidak ada reklamasi, ada pun abal-abal. Tapi di situ bukit yang masih asli, ditanami tumbuhan, lalu ditulisi 'Taman Reklamasi'.

"Hak-hak warga setempat juga disebut Sunoto tak dipenuhi perusahaan. Seperti hak untuk bekerja di pabrik semen BUMN itu. Ia mengatakan, teramat sedikit pegawai PT Semen Gresik, di luar buruh kasar, yang berasal dari warga sekitar.

Dari 100 orang warga yang melamar, bisa hanya tiga orang yang diterima. Kebanyakan berasal dari daerah lain," ujar Sunoto. (dade)

Disdik Jabar Fokus Pada Tujuh Program, Ini Kata Kadisdik..


JABAR, FC - Guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat (Jabar), tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar fokus pada tujuh program unggulan yang sesuai dengan visi Jawa Barat, yakni mewujudkan "Jabar Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi".

Kadisdik Jabar, Dewi Sartika menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Forum Perangkat Daerah Bidang Pendidikan Tahun 2020 di El Hotel Royale, Jln. Merdeka No. 2, Kota Bandung, Rabu (19/2/2020).
Tujuh program unggulan tersebut, yakni Iuran Bulanan Peserta Didik (IBPD), Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU), Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), Jabar Masagi, Beasiswa Jabar Future Leaders (JFL), Sekolah Terintegrasi Satu Atap, dan Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan.
Kadisdik menyatakan, semua program pendidikan bermuara dari program-program yang ada di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pemangunan dan Keuangan Daerah. Selain itu, perlu juga menyikapi Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Jadi, beberapa program yang dahulunya tidak ada, sekarang ada. Di Tahun 2019, kita sudah mulai melakukan penyelarasan,” ujar Kadisdik.
Selain itu, lanjut Kadisdik, program pendidikan akan terus memerlukan penyelarasan dan penyesuaian. Sehingga, program pendidikan di tahun 2021 akan mengalami perubahan cukup signifikan. Ini juga akan berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pengawas, kepala sekolah, guru serta tenaga kependidikan. (nur)

Selasa, 18 Februari 2020

Pemkot Cirebon Dorong UMKM Untuk Bisa Tembus Pasar Eksapor

CIREBON, FC - Usai menerima kunjungan kerja perwakilan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negri (Kemenlu) RI, Rabu (18/2), Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menyatakan jika Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk go internasional atau bisa menembus pasar ekspor.
Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan pada agenda Sinergi Dan Outreach Diplomasi Ekonomi Dengan Stakeholders Daerah Kota Cirebon di Balaikota.
Menurut Azis, dirinya menangkap peluang dari Kemenlu RI yang siap memfasilitasi pelaku UMKM untuk ekspor.
Dijelaskan, kedatangan perwakilan Kemenlu RI ke Kota Cirebon untuk memberitahukan adanya peluang ekspor yang bisa diambil oleh kalangan pengusaha dengan bersinergi bersama Pemda Kota Cirebon.
Menurutnya, ada beberapa event di luar negeri yang menyediakan stand gratis untuk pelaku UMKM yang difasilitasi Kemenlu RI.
Sementara terkait pendanaan, tandas Azis, akan dicarikan solusi pendanaan yang berasal dari CSR atau partisipasi kalangan swasta, sebab untuk sumber dana tidak mungkin bisa ditutup dengan dana dari APBD-Perubahan.
“Info ini kami baru tahu sekarang, jadi belum bisa masuk penganggaran, maka akan dicarikan solusi lain,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementrian Luar Negeri RI, Rossy Verona menuturkan, ada banyak peluang di luar negeri yang bisa ditangkap oleh pelaku usaha di Indonesia, sebab untuk Kawasan Asia Pasifik dan Afrika terdapat 114 negara yang bisa dijadikan tujuan ekspor.
“Kami telah mendatangi sejumlah daerah seperti Aceh, Riau, Dumai dan Rembang terkait peluang ini,” tuturnya.
Rossy meminta, Pemda dapat berkolaborasi dengan Kemenlu RI untuk mendorong pelaku UMKM go internasional dengan cara melakukan pembinaan dan pemantauan terkait kemasan dan kualitas produk.
“Kami mencarikan peluang di luar negeri, dan harapannya Pemda menyiapkan UMKM unggulan yang produknya siap diekspor,” ujarnya.
Rossy menambahkan, selain memberitahukan adanya peluang ekspor, Kemenlu RI juga terus menjaring berbagai permasalahan yang dihadapi pengusaha yang memiliki orientasi ekspor.
“Program kolaborasi yang telah berjalan salah satunya dengan Blitar dan Surabaya, dan kami ingin hal itu juga berjalan dengan Kota Cirebon,” paparnya. (bam)

Warga Talun Sambut Lounching Rumah Gizi Dukung Program Pemerintah Dalam Penurunan Stunting


CIREBON, FC - Aisyiyah Kabupaten Cirebon menggelar festival rrumah gizi, dalam rangka hari gizi nasional.2019 dengan tema kolaborasi multi pihak untuk penurunan stunting, Selasa, (18/2/2020) di gedung pertemuan, Desa Sampiran, Kabupaten Cirebon.

Dalam festival rumah gizi tersebut, warda talun meyambut hangat kegiatan lounching rumah gizi program mampu Aisyiyah Kabupaten Cirebon. "Kegiatan ini untuk membantu pemerintah menurunkan stunting.

Maka yang menjadi obyek pada kegiatan tersebut adalah calon pengantin, ibu hamil, bayi di bawah usia lima tahun. Kata ketua penyelenggaraan saat memberikan sambutan dan penjelasan terkait program rumah gizi tersebut.


Panitia juga menyebut jika pada kegiatan tersebut sedikitnya melibatkan 200 peserta dan didomnasi wanita.

Sementara di lokasi kegiatan, tampak sejumlah makanan sehat, siap saji, dengan berbagai menu disajikan di rumah gizi dan menggoda selera makan setiap yang datang pada acara tersebut.


"Kami sebagai warga masyarakat sampiran menyambut baik dengan adanya lounching rumah giizi. Apagi tujuan dari rumah gizi tersebut dalam rangka membangun pemerintah daerah dalam menurunkan stunting," kata Banbang HS tokoh masyarakat Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 


Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat kecamatan, desa juga dari Pemkab dan pihak TNI/Polri (Koramil dan Polsek Talun). (din)

Senin, 17 Februari 2020

Walikota Cirebon : Pemda Dukung Perkembangan Universitas Di Kota Cirebon


CIREBON, FC - Pertumbuhan dan pembangunan pesat yang dilakukan Universitas Gunung Jati (UGJ) akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon. 

Pemerintah Daerah (Pemda) juga selalu berupaya untuk mendukung setiap perkembangan universitas yang ada di Kota Cirebon.

“Kurang dari 3 tahun, pembangunan yang dilakukan oleh civitas akademika UGJ sangat luar biasa,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, usai peletakan batu pertama pembangunan gedung baru, meresmikan klinik dan apotek Cakrabuana YPSGJ serta laboratorium genetika Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (UGJ), Senin, 17 Februari 2020. 

Pesatnya pembangunan yang dilakukan oleh UGJ tentu patut diapresiasi karena dampak dari pembangunan pesat yang dilakukan justru akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon.

“Pesatnya pembangunan yang dilakukan oleh UGJ akan menarik minat mahasiswa yang berasal dari luar daerah untuk kuliah di Kota Cirebon,” ungkap Azis. 

Dari sini kemudian akan tumbuh rumah kos, rumah makan serta kebutuhan transportasi bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah. “Perekonomian di Kota Cirebon tentu akan semakin maju,” ungkap Azis.

Karenanya, lanjut Azis, Pemda selalu mendorong dan mendukung terhadap pembangunan setiap universitas yang ada di Kota Cirebon. “Termasuk yang dilakukan UGJ kali ini,” ungkap Azis.

Apalagi UGJ menurut Azis telah berupaya keras untuk terus meningkatkan akreditasi dan kompetensi mereka hingga akhirnya bisa masuk menjadi salah satu universitas terpandang di Indonesia.

Selain itu, keberadaan klinik kesehatan yang dilengkapi dengan peralatan yang canggih, apotek dan laboratorium genetika membuat masyarakat Kota Cirebon tidak perlu jauh-jauh keluar kota untuk mendapatkan pelayanan tentang kesehatan. 

“Termasuk untuk memeriksa genetik misalnya, tidak perlu lagi keluar kota. Cukup di Kota Cirebon saja.Di UGJ ini, peralatannya juga canggih dan menggunakan teknologi terbaru,” ungkap Azis. 

Karena itu, Azis juga berharap ke depannya, UGJ akan semakin maju lagi tidak hanya di Kota Cirebon, namun juga secara nasional dan internasional.

Sementara itu, Rektor UGJ, Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., menjelaskan jika klinik dan apotek serta laboratorium merupakan langkah awal bagi UGJ untuk bisa mendirikan rumah sakit pendidikan di UGJ. 


“Kami juga sangat berterima kasih kepada Wali Kota Cirebon yang terus menerus memberikan dukungan bagi UGJ,” ungkap Mukarto. 

Ditambahkan Mukarto, poliklinik , apotek dan laboratorium ini nantinya tidak hanya akan dimanfaatkan oleh UGJ saja, namun juga terbuka untuk umum dan melayani masyarakat Kota Cirebon di bidang pelayanan kesehatan. (nur)

Sekolah Berprestasi, SDN Argasunya Masih Membutuhkan Pengembangan Ruang Kelas


CIREBON, FC - Sekolah berprestasi ini terus mengembangkan pendidikannya untuk semakin unggul di Kota Cirebon. Banyak hal yang kemudian dilakukan oleh para guru dan Kepala sekolah setempat. Diantaranya mengembangkan potensi siswa, salah satunya lewat kreasi seni dan budaya. 

"Untuk meningkatkan dan menggali potensi seni, para siswa-siswi sangat mencintai seni dan budaya, seperti qosidah dan lainnya. Sehingga potensi-potensi yang ada pada diri siswa bisa tersalurkan," terang Yusuf Hidayat, S.Pd kepada
fokuscirebon.com, Senin, (17/2/2020).

Yusuf menambahkan, SD Negeri Argasunya bukan saja ingin menempatkan seni dan budaya, seperti qosidah dan lainnya sebagai salah satu ekstrakulikuler (ekskul) yang diminati banyak siswa di sekolah ini, lebih dari itu, ingin mengangkat kearifan budaya lokal dan melestarikannya.

"Seni dan budaya yang diajarkan kepada siswa dilakukan dengan penuh perhatian dan tanggungjawab oleh para guru disini," ucapnya lagi.

Yusuf juga menegaskan, bahwa yang kita ajarkan kepada siswanya tersebut, juga untuk mengenalkan tentang seni dan budaya lainnya, ini untuk memperkaya pengetahuan para siswa tentang budaya daerah.


“Jadi selain mengenalkan budaya, manfaat lainnya adalah untuk menjaga budaya yang ada dari derasnya budaya asing dan nantinya anak-anak yang memiliki jiwa seni, kelak bisa menjadi agen pelestarian seni budaya dan akan memiliki rasa bangga terhadap budaya kita,” tuturnya.

Menurutnya peserta didik juga akan lebih bersemangat belajar apabila suatu bahan yang diajarkan tentang kreasi seni siswa sesuai dengan kebutuhan. Sumber belajar dapat berupa segala macam media yang dapat membantu serta memperkaya dan memperjelas pemahaman peserta didik terhadap seni budaya bangsa dan juga agar dapat membantu siswa memperkaya pengalaman dibidang seni budaya. 

Yusuf juga berharap, bahwa 
Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) harus berjalan selaras dan seimbang, hal itu untuk membangkitkan kesenian dan budaya yang ada, sekaligus untuk menjaga khasanah budaya dan mempromosikan kesenian yang ada di Cirebon.

"Mari terus perkenalkan seni dan budaya yang ada agar makin dikenal masyarakat kita," kata Yusuf Hidayat.

Yusuf juga menjelaskan bahwa saat ini, pihaknya masih membutuhkan pengembangan ruang kelas siswa. Selain untuk memberikan kenyamanan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), juga kondisi ini yang diminta oleh para orang tua dan siswa.

"Ya, kami masih membutuhkan pengembangan ruang kelas baru, agar KBM semakin nyaman, hal ini yang diminta para orang tua dan siswa di sini," terangnya.

Saat ditanya kepada siswa, salah seorang siswa membenarkan jika masih ada kekurangan untuk ruang belajar. Siswa ingin masalah ini menjadi perhatian Pemkot dan segera bisa membangunnya.

'Kami bangga bisa bisa sekolah di sini, selain guru-gurunya penuh perhatian dalam soal prestasi sekolah, juga menuntut kami untuk menjadi siswa berprestasi di segala bidang, termasuk seni dan budaya yang kami senangi sebagai pelajaran ekstrakulikuler," tandasnya yang dibenarkan siswa lainnya. (din)



Minggu, 16 Februari 2020

Festival Seni Dan Budaya, Gebyar HUT Ke 66 Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Selatan


JAKARTA, (FC) - Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Selatan, HUT ke 66 Pulau Untung Jawa dimeriahkan dengan berbagai acara sebagai rasa syukur warga Pulau Untung Jawa dan juga sebagai daya tarik wisatawan untuk datang ke Pulau Untung Jawa khususnya, serta Kepulauan Seribu pada umumnya.

Suksesnya rangkaian acara HUT Pulau Untung Jawa tidak terlepas dari kesiapsiagaan pihak Polsek Kepulauan Seribu Selatan Polres Kepulauan Seribu dalam mengamankan seluruh rangkaian kegiatan dalam memberikan rasa aman dan nyaman para pengunjung yang hadir dalam perayaan tersebut.

Festival Pulau Untung Jawa diisi dengan berbagai kegiatan antara lain pentas seni dan budaya Pulau Untung Jawa, lomba untuk anak-anak berupa menggambar, mewarnai, balap karung dan sepeda hias, festival kapal hias bagi nelayan, festival kuliner khas Pulau Untung Jawa, lomba mengolah sukun, lomba mancing untuk warga dan wisatawan, atraksi palang pintu dan malam puncak hiburan bagi masyarakat dan wisatawan berupa panggung hiburan musik reggae.

Selain mengamankan rangkaian kegiatan Polri juga melakukan pengamanan pada kedatangan dan keberangkatan pengunjung di Dermaga Utama Pulau Untung Jawa yang berasal dari Pelabuhan Kali Adem, Tanjung Pasir, Rawsaban dan Marina Ancol terdata hampir 3.000 lebih pengunjung.

"Sudah tugas kami mengamankan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke 66 Pulau Untung Jawa dalam memberikan rasa aman dan nyaman para pengunjung yang hadir dalam perayaan tersebut," kata Ipda Mariaman Saragih selaku Perwira Pengendali Pengamanan, Minggu (16/2).

Festival Pulau Untung Jawa diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya pentas seni dan budaya Pulau Untung Jawa, lomba untuk anak-anak berupa menggambar, mewarnai, balap karung dan sepeda hias, festival kapal hias bagi nelayan, festival kuliner khas Pulau Untung Jawa, lomba mengolah sukun, lomba mancing untuk warga dan wisatawan, atraksi palang pintu dan malam puncak hiburan bagi masyarakat dan wisatawan berupa panggung hiburan musik reggae.

"Selain mengamankan rangkaian kegiatan Polri juga melakukan pengamanan pada kedatangan dan keberangkatan pengunjung di Dermaga Utama Pulau Untung Jawa yang berasal dari Pelabuhan Kali Adem, Tanjung Pasir, Rawsaban dan Marina Ancol terdata hampir 3.000 lebih pengunjung. Semua berjalan dengan baik, tertib, aman dan kondusif," ujarnya. (dade)

Sabtu, 15 Februari 2020

Atasi Korban Pelecehan Seksual, Korps PMIII Putri Cirebon Resmikan Rumah Kopri Cirebon


CIREBON, (FC) - Kekerasan seksual yang kerap meresahkan masyarakat dan dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, membuat Korps PMII Putri Cirebon meresmikan Rumah Kopri Cirebon, Sabtu, (15/2/2020).

Keberadaan Rumah Kopri Cirebon (RKC) ini, diharapkan menjadi ruang aman bagi korban pelecehan dan kekerasan seksual.

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukan Kopri Cirebon dalam menyorot permasalahan-permasalahan gender dengan mengadakan seminar nasional tentang pembangunan berkelanjutan yang adil gender dan peresmian Rumah Kopri.

“Kader perempuan PMII harus mengambil peran dalam berbagai sektor, sebab perempuan adalah tonggak perubahan bangsa,” katanya saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional Sustainainaible Development Goals (SDGs) yang diselenggarakan Kopri Cirebon.

Eti menilai isu gender merupakan isu utama dalam pembangunan, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), meskipun telah banyak upaya dari Pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan penguatan kelembagaan, akan tetapi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan masih tetap ada.

“Pemda Kota Cirebon siap memberikan support, kepada Kopri Cirebon dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan gender,” tuturnya.

Ketua Kopri Cirebon, Okta mengungkapkan Rumah Kopri nantinya akan digunakan dalam memberikan motivasi, dan pendampingan kepada korban kekerasan dan pelecehan seksual dan bekerjasama dengan pihak lain untuk menyelesaikan kasusnya.
“Kami harapkan semua pihak jika melihat kasus-kasus gender tersebut, agar melapor kemudian kita bergerak bersama” ujarnya.

Pada saat yang sama, Ketua PMII Cabang Cirebon, Slamet Ahbahyat berharap Rumah Kopri dapat mengedukasi kalangan remaja khususnya untuk memahami pembangunan berkelanjutan yang adil gender.


“Isu gender telah menjadi isu internasional maka kader perempuan PMII harus mengambil peran dalam hal ini,” katanya.

Perwakilan Pengurus Besar (PB) Kopri, Uswatun Hasanah menambahkan penanganan masalah gender terutama pada program pembangunan yang adil gender telah dilakukan mulai tahun 2000-2015, kemudian ditargetkan kembali mulai 2020-2030 dengan target pencapaian 17 tujuan dan 169 target.
“Maka, Kopri harus bisa mensinergikan 17 goals pembangunan berkelanjutan yang adil gender,” tambahnya. (nur)

Uji Kemampuan Siswa, Lomba Calistung Dan KSN-SD Digelar Di Tingkat Kecamatan

Kegiatan Calistung dan KSN-SD tingkat Kecamatan Pekalipan
FOKUS CIREBON - Seluruh siswa sekolah dasar di Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon mengikuti kegiatan Kompetisi Sains Nasional (KSN-SD) Sekolah Dasar dan lomba baca, tulis, hitung (Calistung) tingkat Kecamatan Pekalipan, Sabtu, (15/2/2020) bertempat di Komplek SDN Pulasaren.

Sebanyak 10 siswa terbaik, dari masing-masing sekolah dasar menjadi peserta lomba. Mereka akan bersaing ketat dengan siswa  lainnya untuk memperebutkan piala juara 1,2 dan 3.

“Lomba Calistung ini merupakan agenda rutin tahunan yang biasa digelar di lingkup Korwil Pendidikan Kecamatan dan diikuti oleh peserta didik, mulai dari kelas 1, 2 dan 3 untuk lomba Calistung, sedang kelas 4 dan 5 untuk Kompetisi Sains Nasional dengan mata pelajaran IPA dan Matematika," kata Deni Rochman, MPd, Korwil Kecamatan Pekalipan.

Deni juga menjelaskan bahwa kompetisi dan lomba calistung ini sebagai kesempatan sekolah, selain sebagai ajang evaluasi, lomba tersebut juga untuk menyeleksi peserta didik pilihan untuk mewakili lomba di tingkat Kota Cirebon.


Sementara menurut Dra Hj Sri Asih M.PdI, Kepala Sekolah SD Negeri Pegajahan 1, bahwa lomba ini merupakan ajang pelatihan bagi peserta didik untuk bisa dan berani tampil di depan umum, dan Juara itu adalah sebuah bonus hasil dari jerih payahnya. 


"Ya, kami mengikutkan 10 siswa dan mereka sudah digembleng dan diberikan latihan-latihan untuk mengikuti lomba ini," tandas Sri Asih. (din)