CIREBON, FC - Sebagai ajang pembekalan mahasiswa baru tahun 2020, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Penataran Kader Mufasir (PENA KAMI).
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Minggu, 11 Oktober 2020
Lewat Zoom Cloud Meeting, HMJ IQTAF Gelar Penataran Kader Musafir
Sabtu, 10 Oktober 2020
Kegiatan Pelantikan Virtual FTMB Usung Tema "Literasi Memanusiakan Manusia"
CIREBON, FC - Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kota Cirebon menggelar pelantikan virtual dengan tema "Literasi Memanusiakan Nanusia", Sabtu (9/10/2020).
Wakil Walikota Cirebon : Peran RT-RW Sangat Penting Dalam Mencegah Penyebaran Virus Covid 19
CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon, Hj Eti Herawati memandang peran RT/RW sangat strategis dalam memutus matarantai virus covid 19.
Jumat, 09 Oktober 2020
Alhamdulillah, KUA-PPAS Anggaran 2021 Disetujui Setelah Proses Panjang
CIREBON, FC - Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH., merasa senang dan berbangga hati atas penandatanganan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2021.
Penandatanganan dilakukan setelah Tim Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah (TPAD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cirebon mencapai kesepatan setelah melewati diskusi panjang untuk menemukan sebuah kesepakatan.
“Alhamdulilah KUA-PPAS disetujui setelah proses panjang, akhirnya tercapai kesepakatan yang membawa kemaslahatan,” katanya, Jumat (09/10/2021) usai Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon.
Pada rapat paripurna tersebut juga dibahas pemandangan umum dari 9 Fraksi DPRD Kota Cirebon terhadap 4 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kota Cirebon kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM), Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Cirebon, Raperda tentang Pembentukan Perseroan Daerah Pembangunan Kota Cirebon, Raperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan.
Terkait penyertaan modal kepada PDAM Kota Cirebon, Azis menuturkan, akan mulai dilakukan mulai tahun 2021 dan semua fraksi telah memberikan pandangannya terhadap 4 Raperda yang telah diusulkan.
“Pandangan umum dari semua fraksi telah kami catat dan akan menjadi pedoman dalam pembahasan Raperda,” tuturnya.
Sementara itu, sejumlah fraksi memberikan pandangannya seperti dari Fraksi Partai Demokrat, yang menyoroti Raperda penyertaan modal untuk PDAM selama ini dinilai sudah relatif besar.
Maka sebelum menambahkan modal, Pemda Kota Cirebon perlu mempertimbangkan sejauh mana PDAM merencanakan dan memprogramkan secara matang hasil penambahan modal tersebut. (Yono)
Kamis, 08 Oktober 2020
Aksi Unjukrasa Di Kota Cirebon Ricuh, Aparat Kepolisian Amankan Sejumlah Demonstran
CIREBON- Aksi unjukrasa penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) di Kota Cirebon ricuh, beberapa jam suasana kota pun terasa mencekam, Kamis (8/10/2020).
Selasa, 06 Oktober 2020
Wakil Walikota Cirebon Mendapat Penghargaan Dari Komnas Perlindungan Anak
CIREBON, FC - Kepedulian sosok Hj Eti Herawati kepada kehidupan anak-anak di Kota Cirebon, membawa dirinya untuk menerima penghargaan yang tidak mudah didapatkan, kecuali dengan kepedulian yang tinggi, keikhlasan, kesabaran dan penuh perhatian.
Wali Kota Cirebon Mendukung Transformasi IAIN Menjadi UIN Cirebon
CIREBON, FC- Dukungan transformasi IAIN Cirebon ke UIN kian kuat. Berbagai tokoh mulai lintas Perguruan Tinggi, ORMAS hingga para aktivis politik dan sosial sudah mulai angka bicara. Bahkan Wali Kota Cirebon sendiri, Drs H Nasrudin Azis langsung memberikan dukungannya, Selasa (6/10/2020).
Dalam pernyataanya, Azis mengatakan, sepanjang transformasi tersebut dapat memberikan kontribusi positif untuk masyarakat Kota Cirebon, tentu pemerintah daerah setempat pun akan mendukungnya.
“Sepanjang itu menguntungkan untuk perguruan tinggi tersebut dan memberikan kebaikan untuk mahasiswanya serta membawa kebaikan untuk masyarakat Kota Cirebon.” kata Walikota Cirebon.
Azis juga menyatakan, jika keberadaan IAIN Syekh Nurjati ini berdomisili di Kota Cirebon. Sehingga, tentu pemerintah daerah akan mendukung transformasi IAIN Cirebon ini menjadi UIN.
Kendati begitu, Azis berharap, dengan transformasi tersebut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat menjadi bagian untuk meningkatkan sumber daya di Kota Cirebon.
Tentunya, harap Azis, IAIN Cirebon menjadi bagian dari dan untuk meningkatkan sumber daya di Kota Cirebon itu yang paling utama.
"Jadi kualitas individu masyarakat di Kota Cirebon dapat lebih meningkat dengan adanya transformasi tersebut,” ucapnya. (din)
Walikota Cirebon : Ulama Sebagai Perekat Umat
CIREBON - Ulama memiliki peran sebagai perekat umat. Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon selalu berupaya untuk mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, saat Pembukaan Musda VII MUI Kota Cirebon tahun 2020 di Islamic Center Kota Cirebon, Selasa, 6 Oktober 2020.
“Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cirebon memiliki tugas strategis untuk membangun kemaslahatan dan memperkokoh ukhuwah islamiah,” ungkap Azis.
Untuk itu Pemda Kota Cirebon menurut Azis akan senantiasa mendukung sejumlah program yang dilakukan oleh MUI.
Terlebih ke depannya Azis meyakini tantangan MUI semakin berat dan kompleks dengan beragamnya dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Selanjutnya Azis juga meminta doa dari seluruh anggota MUI untuk bisa bersama-sama mendoakan agar pandemi Covid-19 segera berakhir, tidak hanya di Kota Cirebon namun juga di berbagai belahan dunia lainnya.
“Pandemi Covid-19 ini menjadi keprihatinan dan ujian yang berat untuk kita semua,” paparny.
Azis juga menekankan bahwa Pemda Kota Cirebon dengan dukungan seluruh komponen masyarakat akan bekerja maksimal untuk memutus penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon.
Pada kesempatan itu, Azis juga meminta kepada seluruh peserta Musda VII MUI Kota Cirebon untuk tetap menaati protokol kesehatan.
“Dengan kerendahan hati kami juga memohon doa dari seluruh ulama agar kondisi negara segera membaik dan pandemi Covid-19 segera berakhir,” tandas Azis. (Lan)
Ketua HMJ KPI : Diksar ini Untuk Memperkenalkan Jurusan KPI dan Prospek Kerja Kedepannya
CIREBON - Mutualime tidak selalu harus berkuantitas, tetapi kuantitas harus bermutu. Untuk itu,Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar pendidikan dasar (diksar) ke 7 bagi mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2020/2021, Selasa (5/10/2020).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, khusus untuk tahun ini kegaiatan diksar yang berlangsung di Aula Gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) kampus setempat ini dilaksanakan secara online.
Ketua pelaksana, Hanif menjelaskan, diksar ini diselenggarakan setiap tahun oleh jurusan KPI untuk mahasiswa baru sebagai bekal dan informasi mengenai jurusan tersebut. Namun, untuk pelaksanaan tahun ini memang berbeda karena dalam situasi pandemi. Akan tetapi, hal itu tidak menurunkan semangat para peserta.
“Konsep kita online, karena kita tidak mengadakan acara tatap muka langsung, teknisnya kita melalui live streaming siaran langsung di aplikasi Zoom, Google Meet, sama Youtube,” jelasnya.
Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Deni Auli menuturkan, kegiatan diksar ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui dan memperkenalkan prospek kerja ke depannya.
“Pada intinya diksar ini untuk memperkenalkan jurusan KPI dan juga prospek kerja ke depannya. Nanti akan dijelaskan divisi-divisi yang ada di jurusan KPI ini. Ada 5 Divisi di KPI, yaitu sosial dakwah, cinema, fotography, radio, dan jurnalistik,” tutur Deni.
Sebanyak 5 divisi tersebut, imbuh Deni, dapat dimanfaatkan para mahasiswa untuk meningkat kemampun yang dapat diterapkan di dunia kerja ke depan. Pasalnya, kata dia, jurusan KPI pasti tidak jauh prospeknya terhadap 5 divisi tersebut. (Nur)
Senin, 05 Oktober 2020
HIMA-ILHA Gelar Kajian Bahasa Bertajuk 'Urgensi Bahasa Arab dalam Membina Umat Islam’
CIREBON - Himpunan Mahasiwa Jurusan Ilmu Hadis (HIMA-ILHA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kajian bahasa, Senin (5/10/20).Kajian tersebut bertemakan ‘Urgensi Bahasa Arab dalam Membina Umat Islam’.
“Bahwasanya bahasa Arab adalah bahasa legendaris, bahasa kebanggaan umat Islam, yang mana nabipun berdakwah menggunakan bahasa Arab, bahkan kitab suci umat Islampun berbahasa arab”, tutur Rizki selaku Ketua Umum HIMA ILHA.
Menurutnya, bahasa Arab adalah bahasa satu-satunya yang dipakai oleh Khoirul Anam, Sayyidul Arabi wal Ajami Muhammad Rasulullah SAW.
Sementara itu, Raden Miqdad selaku pemateri menyampaikan, bahasa Arab berubah menjadi bahasa persatuan keilmuan yang membimbing dan membina umat Islam menuju peradaban yang sangat berharga dan bernilai.
“Salah satu contoh kecilnya yaitu kitab Al Qanun fi Ath Thibb karya Ibnu Sina, kitab berbahasa Arab yang menjelaskan hukum-hukum dalam kedokteran,” papar Miqdad.
Ia menambahkan, karya tersebut yang dijadikan sebagai rujukan utama pertama bagi umat manusia dalam dunia medis.
“Bahasa Arab merupakan kehidupan spritual kaum muslimin mulai dari syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji,” ujarnya.
Maka, menurutnya, tidak berlebihan ketika dikatakan bahwa bahasa Arab adalah kunci pertama di dalam memahami seluruh aset keilmuan Islam yang kaya.
“Bahasa Arab adalah bahasa yang disahkan Allah untuk digunakan sebagai wasilah pengantar ibadah mahdhoh”, kata Miqdad. (Nur)
Putus Matarantai Penyebaran Virus Covid 19, Walikota Cirebon Berencana Membatasi Tatap Muka di Tempat Usaha
CIREBON, FC - Keseriusan Pemkot memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 melalui protokol kesehatan kian gencar dilakukan. Dimana Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH, berencana membatasi kegiatan tatap muka khsususnya di tempat usaha hingga pukul 18.00 WIB. Hal itu dilakukan untuk pencegahan penularan virus Covid-19.
Alasan memilih rencana tersebut karena berdasarkan pantauan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di sejumlah tempat usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.
“Kami sering mendapati restoran yang tidak menerapkan physical distancing dengan baik,” katanya Senin (05/10/2020) usai menghadiri rapat bersama Satuan Tugas Penangan Covid-19 Kota Cirebon.
Azis menuturkan permintaan Pemda Kota Cirebon kepada tempat usaha untuk membatasi pengunjungnya sebanyak 50 persen dari total kapasitas juga tidak dilaksanakan oleh pemilik usaha. “Teknis pembatasannya seperti apa akan kami bahas lebih lanjut, yang jelas aktivitas tatap muka akan dibatasi hingga pukul 18.00 WIB,” tuturnya.
Azis mengungkapkan tempat usaha yang tidak dibatasi adalah tempat usaha yang memiliki layanan online, untuk usaha jenis ini diizinkan tetap beroperasi hingga pukul 21.00 WIB. “Rancangan pembatasan sudah dirancang sejak lama, tapi belum kami sahkan, dan sekarang kami pertimbangkan untuk mengambil langkah itu,” ujarnya.
Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. H Edy Sugiarto M. Kes., memaparkan pada pekan-pekan ini jumlah positif Covid-19 di Kota Cirebon terus mengalami peningkatan dan didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 85 persen, dan sisanya terpapar virus dengan gejala.
“Kami minta masyarakat terus waspada, sebab rumah sakit mulai penuh. Meskipun ada hotel yang dijadikan tempat karantina, kami berharap jumlah kasusnya tidak bertambah,” pungkasnya. (Lan)
Disporbudpar Kota Cirebon Gelar Kegiatan Sosialiasi dan Edukasi di Pasar Kramat
CIREBON, FC - Sejumlah petugas dari Dinas Pendidikan Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kota Cirebon mengelar kegiatan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan di Pasar Kramat Kota Cirebon, Senin (5/10/2020).
Gubernur Jabar Gencar Sosialisasikan 36 Cara Baru Menangani Covid 19
BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau Kang Emil mengungkapkan bahwa dirinya sedang gencar mensosialisasikan 36 cara baru menanggulangi covid 19 di Jabar.
Tanpa merinci ke-36 indikator itu, Kang Emil menyebutkan bahwa semuanya dilakukan berlandaskan ilmiah.
"Keberadaan Saya di Kota Depok dalam minggu-minggu ini di antaranya untuk mensosialisasikan 36 indikator cara baru penanganan covid itu seperti 3 M, 3 T dan lain-lain" katanya, dalam jumpa pers perkembangan penanganan Covid 19, di Gedung Sate Kota Bandung, Senin (5/10/2020).
Terkait update informasi penanganan covid 19 di Jabar, Kang Emil menyebutkan bahwa minggu lalu sudah ada penurunan kasus sebesar 28% dibanding minggu-minggu sebelumnya.
"Meskipun kasusnya masih terbilang tinggi dan naik turun, namun tercatat minggu lalu ada penurunan kasus sebesar 28 persen. Wilayah Bodebek masih penyumbang tertinggi sebasar 73 persen" katanya.
Terhitung masih ada 10 Desa dan Kelurahan yang masuk zona merah atau resiko tinggi minggu lalu, dan 8 diantaranya berada di wilayah Depok.
Sedangkan Kabupaten Kota yang masuk zona merah berdasarkan catatan minggu lalu ada 5 daerah.
"Kelima daerah itu adalah Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Bogor. Saya meminta kepada kepada 5 daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan" ungkapnya.
Selain itu Kang Emil juga menyampaikan bahwa fokus penanganan covid di Jabar minggu ini adalah klaster pesantren, terkait kasus pesantren di Kuningan dan Tasikmalaya. Kemudian masalah kewaspadaan gelaran Pilkada di 8 daerah.
"Selain kita fokus pada protokol kesehatan saat Pilkada, dampaknya juga kita harus mengatur ulang penyaluran bansos tahap ke empat yang akan diserahkan setelah 9 Desember atau setelah Pilkada berlangsung" jelasnya.
Menurut Kang Emil, pengaturan ulang jadwal penyaluran bansos tahap ke-4 itu dilakukan untuk menghindari kesalah pahaman, jangan sampai bansos dikaitkan dengan Pilkada. (fc)
Berikan Pembekalan Mengenai Informasi Jurusan, KPI IAIN SNJ Cirebon Gelar Diksar Ke 7
CIREBON, FC - Pendidikan Dasar (Diksar) yang digagas setiap tahunnya oleh jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon merupakan yang ke 7 bagi para mahasiswa baru. Kegiatan tersebut sebagai bekal dan informasi mengenai jurusan, Selasa (5/10/2020).
Untuk tahun ini, kegiatan diksar yang berlangsung di Aula Gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) kampus setempat ini dilaksanakan secara online.
Ketua pelaksana, Hanif menjelaskan, diksar ini diselenggarakan setiap tahun oleh jurusan KPI untuk mahasiswa baru sebagai bekal dan informasi mengenai jurusan tersebut. Namun, untuk pelaksanaan tahun ini memang berbeda karena dalam situasi pandemi. Akan tetapi, hal itu tidak menurunkan semangat para peserta.
“Konsep kita online, karena kita tidak mengadakan acara tatap muka langsung, teknisnya kita melalui live streaming siaran langsung di aplikasi Zoom, Google Meet, sama Youtube,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Deni Auli menuturkan, kegiatan diksar ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui dan memperkenalkan prospek kerja ke depannya.
“Pada intinya diksar ini untuk memperkenalkan jurusan KPI dan juga prospek kerja ke depannya. Nanti akan dijelaskan divisi-divisi yang ada di jurusan KPI ini. Ada 5 Divisi di KPI, yaitu sosial dakwah, cinema, fotography, radio, dan jurnalistik,” tutur Deni.
Sebanyak 5 divisi tersebut, imbuh Deni, dapat dimanfaatkan para mahasiswa untuk meningkat kemampun yang dapat diterapkan di dunia kerja ke depan. Pasalnya, kata dia, jurusan KPI pasti tidak jauh prospeknya terhadap 5 divisi tersebut.
“Saya berharap agar temen-temen mahasiswa baru ini lebih tahu dulu apa sih jurusan KPI ini, di dalamnya ada apa saja, dan prospeknya apa, karena maba ini ketika masuk, KPI itu apa, terus ke depannya apa, nanti kerjanya apa dan bidang apa,” paparnya.
Deni juga menjelaskan, untuk kegiatan diksar ke 7 tahun 2020 ini diadakan selama 2 hari, yaitu Senin sampai Selasa, ( 5-6/10/2020).
Dalam agendanya diksar ini dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FUAD Dr Anwar Sanusi MAg, Ketua Jurusan KPI H Aan Moh Burhanudin MA, serta Sekertaris Jurusan KPI Asriyanti Rosmalina MAg.
“Ada beberapa pemateri untuk mengisi kegiatan diksar ini, salah satunya dari Doktor Komunikasi KPI yaitu Dr Arief Rachman MSi selaku Dosen Komunikasi di jurusan KPI serta para alumni yang sudah sukses dengan pekerjanya masing-masing,” jela Deni.
Sementara itu, Ketua Jurusan KPI, H Aan Moh Burhanudin MA menurutkan, peserta diksar tahun 2020 ini mencapai sekitar 200 mahasiswa yang sudah terdaftar di sistem kampus. Untuk itu, melalui kegiatan ini diharapkan, para mahasiswa dapat belajar serta kuliah dengan rajin dan mengikuti kegiatan ini dengan serius.
“Kegiatan Diksar ini sangat penting bagi mahasiswa baru, untuk mengetahui deskripsi singkat tentang prosfek atau kiprah jurusan KPI ini untuk jurusannya, dengan mengetahui hal itu mahasiswa menjadi rajin kuliah rajin belajar,” tandasnya (Agus)





























