This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 27 Oktober 2020
FSEI IAIN Cirebon Adakan Kegiatan Workshop Persiapan Akreditasi Tiga Prodi
Senin, 26 Oktober 2020
Bersaing Lima Daerah Di Jawa Barat, Bupati Optimis Kabupaten Cirebon Juara Lomba PKK
Kabupaten Cirebon akan bersaing dengan lima kabupaten lainnya di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Majalengka dan Ciamis.
Ada lima perlombaan yang diselenggarakan oleh PKK tingkat Jawa Barat ini. Dikarenakan masih dalam kondisi pandemi covid 19, penilaian dilakukan secara virtual.
Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag mengatakan, PKK di Desa Ciawi Japura Kecamatan Susukan Lebak yang mewakili Kabupaten Cirebon, sangat layak untuk mendapatkan juara.
Karena menurut Imron, kegiatan yang dilaksanakan oleh PKK Ciawi Japura ini sangat baik dan tertata dengan baik. Bahkan bukti-bukti kegiatan juga, tersimpan dengan baik.
"Tadi dinilai oleh Tim Juri, semua kegiatan bagus dan ada buktinya. Yakin bisa juara," kata Imron.
Imron juga mengatakan, bahwa keberadaan PKK ditengah-tengah masyarakat, dirasa sangat penting. Karena banyak peran dari PKK, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Oleh karena itu, Imron juga meminta kepada PKK, untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait dengan program keluarga, kesehatan dan hal lainnya.
"PKK juga diminta untuk bisa membantu melakukan pendampingan program pemerintah," kata Imron.
Ketua PKK Jawa Barat, Atalia Praratya mengatakan, kegiatan dan penilaian dalam lomba PKK pada tahun ini, dilakukan secara virtual. Karena menurutnya, kehadiran tim juri secara langsung kelokasi, tidak memungkinkan.
"Karena memang masih banyak wilayah di Jabar, yang masih tinggi penularan covid-19 nya," katanya.
Atalia juga berharap, adanya lomba PKK ini, akan memberikan manfaat tersendiri bagi kelompok PKK diwilayah. Karena dengan adanya perlombaan ini, maka komunikasi dan koordinasi akan terjalin dengan baik.
"Anggota PKK juga nantinya bisa menjadi kreatif dan inovatif," kata Atalia.
Ia juga menambahkan, ada enam kategori kabupaten dan enam kategori kota, yang akan dinilai dalam perlombaan ini. Pemenangnya, akan mengikuti perlombaan PKK mewakili Jawa Barat di Tingkat Nasional. (Nur)
Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon Dukung Transformasi IAIN Ke UIN, Ini Perubahan Yang Baik
Minggu, 25 Oktober 2020
Selain Mendukung, Bupati Majalengka Berharap UIN Mampu Mengintegrasikan Ilmu-Ilmu yang Berbasis Imtaq dan iIptek
Sabtu, 24 Oktober 2020
UKM Kewirausahaan AMB Ikut Meriahkan Acara Bazar Produk Halal MUI Kab.Belitung
Lestarikan Budaya Daerah, MUI Kab Belitung Gelar Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana Se Kab Belitung
BELITUNG - MUI Kabupaten Belitung melaksanakan Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Belitung yang diwakili oleh Assisten 1 ditandai dengan penabuhan hadra secara bersama-sama.
Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Gubernur Provinsi Babel, Forkompinda, Kakankemenag Kab.Belitung, Ketua Lembaga Adat dan Ketua MUI Kabupaten Belitung Timur.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Karseno mengatakan, bahwa festival ini diiikuti oleh 11 peserta grup hadra dan 11 peserta grup rebana utusan dari 5 kecamatan se Kabupaten Belitung.
Sedangkan dewan juri terdiri dari budayawan Belitung yang kompeten di bidang seni hadra dan rebana serta dewan juri dari bidang seni budaya MUI pusat.
Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Belitung, KH.Anwar, DM mengemukakan bahwa tujuan digelarnya festival ini dalam rangka menyambut Maulid Nabi SAW dan Memeriahkan Hari Santri Nasional.
Lebih lanjutnya, Beliau mengatakan bahwa festival ini juga merupakan upaya MUI Kab.Belitung mendukung program pemerintah dalam melestarikan budaya daerah dan mengantisipasi budaya luar yg tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
"Dengan sains hidup menjadi mudah, dengan seni hidup jadi indah, dengan agama hidup jadi bermakna," demikian dikatakan KH Anwar DM mengutip ungkapan Prof.Dr.Mukti Ali.
Sementara dalam sambutan Bupati Belitung yang disampaikan oleh Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Bakri Hauriansyah, SE menjelaskan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan ini sebagai momentum untuk mempromosikan seni budaya daerah sebagai salah satu wisata religi.
Terlebih pada saat ini pemerintah daerah kembali berupaya membangkitkan kembali sektor pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dimasa pandemi.
Kegiatan ini ditutup pada hari Sabtu oleh Bapak Bupati Belitung sekaligus pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang. (Nur)
Jumat, 23 Oktober 2020
Dukung Transformasi IAIN Ke UIN, Komisi VIII DPR RI, H Satori Berharap Proses di Kemen-PAN RI Segera Turun
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Cirebon, Gelar Gebyar Bahasa Arab 2020
CIREBON, (fokuscirebon.com) - Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Gebyar Bahasa Arab 2020 dengan mengundang pembicara Ahmad Makki Hasan. Pada kajian bahasa ini, diskusi hangat muncul di tengah tarikan revolusi industri 4.0 yang memaksa satu sisi pada penguasaan teknologi.
Selain itu, Ahmad Makki Hasan juga menyatakan bagaimana menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa wajib kedua setelah bahasa Indonesia.
"Bukan mengesampingkan bahasa inggris, namun melihat mayoritas orang indonesia adalah muslim, akan sangat baik jika Bahasa Arab bisa dikuasai," jelas Makki.
Menurutnya, jika Bahasa Arab dapat menjadi bahasa internasional kedua yang wajib dikuasai masyarakat Indonesia, maka perkembangan sains-teknologi di Indonesia akan semakin berkembang pesat.
"Jika seorang muslim dapat dengan mudah memahami isi Al-quran karena menguasai Bahasa Arab, maka masyarakat akan mudah pula mendapatkan pengetahuan terkait sains - teknologi. Mengingat di dalam Al-quran terjabar jelas peradaban serta perkembangan dunia," ungkap pria yang karib disapa Ustad Makki ini.
Pembahasan ini dilatarbelakangi oleh sejarah yang menjelaskan bahwa Bahasa Arab memiliki peran penting dalam peradaban dunia.
"Sebelum berkembangnya ratusan bahasa di dunia, bahasa arab sudah menjadi bahasa utama. Bahkan banyak bahasa di dunia yang terpengaruh dari Bahasa Arab," ujarnya.
Ahmad Makki Hasan juga menjelaskan, bahwa Bahasa Arab disusun karena banyaknya orang yang masuk Islam dan ingin belajar Bahasa Arab, sehingga disusunlah nahwu sorofnya. Tetapi soal mempelajarinya, ada satu sisi belajar nahwu sorofnya tapi satu sisi ada yang langsung belajar tata bahasanya.
"Dalam konteks apapun, diharapkan kita masih punya semangat untuk belajar bahasa Arab," ujarnya.
Terkait banyaknya pertanyaan audiens, soal bagaimana mempelajari Bahasa Arab, Ahmad Makki Hasan mengungkapkan bahwa semua itu tergantung mana yang dipilih dan disukai.
"Jadi belajar sendiri pada awalnya, mana yang disukai seperti tasrifan, atau dari bahunya, atau dari kesalahan kesalahan orang yang berbicara Bahasa Arab, lalu kita ingin memperbaikinya. Jadi tidak ada yang jelek orang mau belajar bahasa Arab dari sisi mananya," kata Makki.
Maka yang terpenting saat inj adalah, bagaimana memiliki semangat belajarnya, lalu kedepan jadilah pakar nahwu, pakar sorof dan pakar-pakar lain dalam Bahasa Arab ini. (din)
Kamis, 22 Oktober 2020
Bupati Cirebon : Yakin, Pesantren bisa Melewati Pandemi Covid 19
CIREBON, (fokuscirebon.com) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, menyelenggarakan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020, dengan melaksanakan upacara HSN di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Kamis 22 Oktober 2020. kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag.
Dalam sambutannya, Imron mengatakan, bahwa dirinya sangat yakin pesantren bisa melewati masa pandemi covid 19 ini dengan baik. Walaupun pesantren merupakan salah satu wilayah yang cukup rentan terpapar virus covid 19, namun banyak pesantren yang bisa menanggulanginya dengan baik.
“Walaupun dengan segala keterbatasan, namun pesantren memiliki kemampuan dalam melakukan penanganan dan pengendalian virus covid 19,” kata Imron.
Salah satu faktor utama keberhasilan pesantren dalam pengendalian covid 19, yaitu sikap kesederhanaan yang selalu diajarakan dalam kehidupan pesantren. Selain itu, Imron juga melihat para kiai dan pimpinan pesantren, sangat memiliki perhatian yang sangat besar terhadap kesehatan para santri.
Para kiai, ujar Imron, sangat mengutamakan kesehatan dan keselamatan para santri, yang berada di pondok pesantren. Walaupun pesantren sudah dirasa mampu dalam menangani covid 19, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon juga ikut berikhtiar bersama, untuk menanggulangi penyebaran virus covid 19 di pesantren.
“Kami juga ikut berikhtiar, agar para santri, kiai dan masyarakat, untuk bisa segera terlepas dari pandemi covid 19 ini,” ujar Imron.
Imron juga mengatakan, kesehatan dan keselamatan para santri sangat penting untuk diperhatikan. Karena menurut Imron, santri memiliki peran besar dalam berdirinya negara dan juga kemajuan negara saat ini. Kesehatan para santri, bisa ikut menunjang kemajuan dan pembangunan wilayah.
Oleh karena itu, Imron juga mengucapkan terima kasih kepada santri, atas kontribusi besarnya selama ini kepada Indonesia mupun Kabupaten Cirebon. Ia yakin, jika santri sehat, maka Indonesia akan kuat. “Santri sehat, Indonesia Kuat,” kata Imron. (Nur)
Usung Tema 'Santri Sehat Indonesia Kuat', KBNU Kecamatan Greged Peringati Hari Santri Nasional 2020
CIREBON, (fokuscirebon.com) - Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, di antaranya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ikut serta memeriahkan "Hari Santri Nasional 2020". Kamis, (22/20/2020)
Acara ini diselenggarakan di halaman Balai Desa Durajaya. Sama hal nya dengan Tema Hari Santri Nasional 2020, KBNU Kecamatan Greged mengusung tema "Santri Sehat Indonesia Kuat".
Prosesi upacara ini dikomandoi oleh Satkoryon Banser Kecamatan Greged, Ust. Syahroni. Dan amanat pembina upacara disampaikan langsung oleh Ust. Satori, S.Pd selaku Ketua MWC NU Kecamatan Greged.
Kuwu Desa Durajaya, mengatakan, terimakasih sebanyak-banyaknya.
"Saya ucapkan banyak terimakasih kepada keluarga besar NU Greged yang telah mempercayakan kepada Desa kami sebagai tuan rumah diacara Hari Santri ini," ucap Sukirman selaku Kuwu Durajaya.
Ia juga berharap, semoga NU di kacamatan Greged tetap istiqomah dan semakin progresif.
"Saya berharap NU di kecamatan Greged tetap istiqomah dan semakin progresif, baik dari MWC, muslimat, Ansor-Banser, Pagar Nusa, Fatyat, ISNU, JQH dan IPNU-IPPNU," harapnya.
Ketua MWC NU Kecamatan Greged juga mengatakan, dimasa pandemi ini mari kita tingkatkan Iman, tawakal, ridho dan menerima ketentuan dari Allah SWT.
"Kita harus berikhtiar, harus berusaha, itupun perintah Allah, Allah perintah Kepada kita, agar kita berusaha, berupaya melakukan sesuatu, untuk terhindar dari marabahaya tidak boleh kita menyerah begitu saja," jelasnya.
Dirinya juga mengajak kepada seluruh peserta upacara agar supaya tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Untuk itu, mari kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Dengan memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan, memakai handsanitizer, dan sebagainya. Itu semua bentuk ikhtiar kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Semoga wabah ini segera berlalu, agar kita bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya," ujarnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini berjalan lancar, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (Dimar).
IAIN Cirebon Jadi Pelopor Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Virtual Berbasis Teknologi Informasi Pertama di Indonesia
CIREBON, (fokuscirebon.com) -Dalam mendukung inovasi penyelenggaraan sertifikasi pembimbing manasik haji di era pandemi Covid-19 dan pemanfaatan teknologi yang mutakhir, IAIN Syekh Nurjati melalui Center for Hajj and Umrah Studies mengembangkan Sertifikasi Haji Virtual berbasis IT.
Program sertifikasi pembimbing manasik haji dengan model pelatihan berbasis online, offline dan paperless. Hal ini mulai dilakukan dalam program Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan VII kerjasama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bersama Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 19 s.d 30 Oktober tahun 2020 tersebut menggunakan metode blended learning, memadukan pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan.
Menurut Drs. H. Muzaki, M. Ag selaku direktur Center for Hajj and Umrah Studies pada sesi daring, peserta diwajibkan mengikuti semua mata pelatihan melalui aplikasi Webinar Zoom Meeting dan portal Center for Hajj and Umrah Studies IAIN Syekh Nurjati Cirebon di www.haji-sejati.or.id. yang dilaksanakan selama tujuh hari.
“ Sementara sesi luring dilaksanakan selama lima hari untuk materi yang bersifat praktik, seperti praktik manasik haji.” ungkap Muzaki.
Lebih lanjut, H. Mohammad Yahya, M.Hum selaku kordinator program menambahkan bahwa website yang dimiliki lembaganya terintegrasi dengan sistem yang mumpuni, meliputi proses perekaman kehadiran, sajian materi, proses penugasan, survei, penilaian dan monitoring yang semuanya dilakukan melalui teknologi informasi.
“Peserta tidak lagi repot untuk mencari materi, mengumpulkan tugas dan melihat evaluasi dirinya, karena semua dapat diakses melalui satu aplikasi digital,” terang Yahya.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Dr. H. Adib, M.Ag Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, yang mengungkapkan bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon mampu membuat grand design kegiatan pelatihan di masa Pandemi Covid-19.
Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan Ke-VII Reguler ini menjadi starting point pelatihan pembimbing manasik haji dan umrah profesional berbasis daring-luring.
Hal ini dikuatkan oleh Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si, Kabid PHU Kemenag Jawa Barat dalam paparanya menuturkan bahwa pelaksanaan sertifikasi haji virtual dengan teknologi digital adalah yang pertama di Indonesia, dan Jawa Barat adalah pencetusnya. Dukungan konsep dan teknis kegiatan yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini.
Selain itu menurutnya, model pelatihan berbasis teknologi akan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap perkembangan zaman yang dinamis.
“Permasalahan pembimbing haji yang tidak mampu menjalankan aplikasi-aplikasi haji Kemenag, harapanya tidak ada lagi. Pembimbing haji mampu melakukan akselerasi literasi teknologi dan setiap proses yang terkait dengan ibadah haji” Harap Ajam.
Antusiasme peserta terlihat melalui partisipasinya dalam penggunaan teknologi. Peserta yang didominasi oleh para Ulama, Kyai dan Pembimbing yang berpengalaman tersebut melalui proses pelatihan berbasis online dengan sangat baik.
H. Abdul Aziz Siswanto, salah satu peserta merasa bersyukur dengan model pelatihan seperti ini. Menurutnya, segalanya lebih mudah, dengan menyimak materi melalui konferensi virtual, dalam pembelajaran dan penugasan tidak memerlukan banyak kertas.
“Selanjutnya, kami yang belum paham dengan gawai akhirnya mampu mengoperasikan aplikasi-aplikasi online melalui bimbingan dari fasilitator dan panitia. Harapanya, ini tetap dipertahankan dan dikembangkan,” pungkasnya. (Jam)
IAIN Cirebon Bersama Kanwil Kemenag dan Pemprov Jabar Gelar Sertifikasi Angkatan VII
CIREBON, (fokuscirebon.com) -IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Center for Hajj and Umrah Studies bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Angkatan VII Reguler tahun 2020.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 19 s.d 30 Oktober tahun 2020.
Menggunakan metode blended learning, dengan memadukan pembelajaran dalam jaringan dan luar jaringan, diharapkan tujuan pelatihan tetap dapat dicapai meski pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia.
Drs. H. Muzaki, M. Ag selaku direktur Center for Hajj and Umrah Studies mengungkapkan bahwa pilihan menggunakan metode tersebut adalah yang paling tepat merespon pandemi. Pihaknya melakukan upaya terbaik untuk memberikan pelayanan terhadap pemenuhan kebutuhan pembimbing haji bersertifikat di Jawa Barat. Menurutnya, sertifikasi ini penting dilakukan untuk menyiapkan para pembimbing manasik haji dan umrah yang profesional dan terstandar.
“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 100 orang, yaitu perwakilan ASN Kementerian Agama dari setiap kabupaten dan kota serta perwakilan Pimpinan Wilayah Ormas di Jawa Barat.” ungkapnya.
Dr. H. Adib, M.Ag Kepala kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dalam sambutanya menuturkan bahwa program sertifikasi ini sangat penting bagi pembimbing dalam meningkatkan kompetensi dan keahlianya, terkait keilmuan, regulasi haji dan implementasinya dalam program kegiatan. Terlebih merespon kondisi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah jamaah haji terbesar.
Menurutnya, selain program sertifikasi yang dilaksanakan, Kemenag Provinsi Jawa Barat juga sedang membangun asrama haji di Indramayu dan pusat pelayanan haji terpadu di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
Hal ini dikuatkan pula dengan komitmen pemerintah provinsi Jawa Barat dalam mendukung program-program keagamaan di wilayah tersebut.
Drs. H. Barnas Adjidin, MM., M.Pd, Kepala Biro Pelayanan Sosial Pemertintah Provinsi Jawa Barat mengungkapkan bahwa salah satu visi pemerintah daerah adalah mewujudkan Jawa Barat Juara lahir dan batin. Hal ini dibuktikan dengan hibah yang diberikan kepada kanwil Kemenag Jawa Barat, termasuk pelaksanaan sertifikasi.
“Harapan kami, pemerintah dan masyarakat mampu bersinergi untuk turut serta membangun Jawa barat yang sejahtera lahir dan batin” tutur Barnas Adjidin.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen PHU Kementerian Agama RI dalam sambutanya menarasikan bahwa program sertifikasi ini adalah titik temu bagi setiap pembimbing haji dalam menyamakan persepsi terkait proses bimbingan haji. Selanjutnya, melalui kegiatan tersebut terjadi proses standarisasi keilmuan dan pengetahuan para pembimbing haji.
“Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Dirjen PHU melalui program-program inovatif, salah satunya sertifikasi pembimbing haji terbukti mampu meningkatkan kepuasaan masyarakat terhadap pelayanan Ibadah Haji. Seperti dirilis oleh BPS untuk tahun 2019 mencapai 85,91 % dengan predikat sangat memuaskan” tegas Prof. Nizar.
“Harapanya selain mendapat sertifikat, peserta mampu menguasai materi pelatihan dan mengaplikasinya dalam pembimbingan manasik haji kepada Jamaah dengan berkualitas” pungkasnya. (Fas)
Peringati Hari Santri Nasional, PCNU Kab Belitung Bagikan 1000 Masker Kepada Masyarakat
Hari Santri, 150 Ribu Masker Dibagikan ke Pesantren dan Warga Cirebon
CIREBON, (fokuscirebon.com) -Sebanyak 150ribu masker akan didistribusikan kesejumlah pesantren dan masyarakat umum di Kabupaten Cirebon. Masker tersebut merupakan bantuan dari Aice yang bekerjasama dengan Gerakan Pemuda Ansor. Pembagian masker di Kabupaten Cirebon ini, merupakan lokasi pertama dari 20 kota kabupaten yang akan dilaksanakan kegiatan serupa.
Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag mengucapkan terima kasih kepada Aice dan juga GP Ansor, atas bantuan masker yang akan dibagikan kepada pesantren dan waraga Kabupaten Cirebon ini. Karena menurut Imron, masker merupakan hal penting dalam pencegahan penyebaran virus covid 19.
“Karena dalam gerakam 3 M, salah satunya adalah menggunakan masker,” kata Imron.
Imron mengungkapkan, karakter masyarakat dalam menggunakan masker memang berbeda-beda. Ada yang memilki masker namun tidak memiliki kesadaran untuk menggunakannya, ada yang mau menggunakan masker tapi tidak memiliki masker, bahkan ada yang tidak faham sama sekali manfaat dari menggunakan masker.
Oleh karena itu, ia sangat mendukung dan mengapresiasi sekali, adanya bantuan 150ribu makser untuk masyarakat dan santri Kabupaten Cirebon ini. Karena menurut Imron, walaupun saat ini beberapa aktivitas sudah mulai diperbolehkan, namun protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan.
“Saekarang kecamatan di zona hijau sudah mulai ada yang sekolah tatap muka. Tapi harus tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Imron.
Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor sekaligus Kepala Densus 99 GP Ansor Mohammad Nuruzzaman meyakini kampanye masker akan menginspirasi kalangan masyarakat akar rumput dalam menghindari penularan virus covid-19. Menurutnya, kombinasi dari edukasi, dukungan masker dan keterlibatan berbagai pihak adalah kunci dari pencegahan penularan dan penguatan aspek psikologis masyarakat melawan virus berbahaya ini.
“Saat kegiatan masyarakat mulai meningkat, kedisiplinan menggunakan masker menjadi upaya terbaik menghindari virus covid. GP Ansor, kalangan santri, dan semua elemen masyarakat Cirebon menjadikan distribusi masker dari Aice ini, sebagai momen penyadaran kita semua,” kata Nuruzzaman.
Kegiatan distribusi masker medis berkualitas dan vitamin penguat imunitas melawan virus ini, Aice Group dan GP Ansor ditujukan ke lapisan masyarakat terbawah. Berbagai kalangan mulai dari petugas kebersihan, petugas pemakaman, pedagang informal, dan masyarakat akar rumput dijadikan target utama kegiatan ini. GP Ansor menjadikan tingginya aktivitas guyub kalangan masyarakat bawah dalam soal ekonomi, sosial dan budaya sebagai dasar pemikiran lahirnya kegiatan ini.
“Semangat Santri Sehat dan Indonesia Kuat, dibarengi jutaan masker yang dibagikan Aice Group, Insya Allah akan memperkuat rakyat. Kami berterimakasih atas gerakan yang diinisiasi Aice Group, KSP, Pemda dan berbagai elemen masyarakat. Semoga masker yang dibagikan di momen Hari Santri ini menjadi penyelamat kita semua. Amin,” harap Nuruzzaman.
Sementara itu, Sylvana, juru bicara Aice Group mengatakan, bahwa pihaknya menyediakan sebanyak 20juta masker medis, yang dibagikan di 20 Kota Kabupaten di Indonesia. Untuk distribusi masker yang bekerjasama dengan GP Ansor, pihaknya menyediakan sebanyak 5 juta masker.
“Kerjasama dengan GP Ansor sebanyak 5 juta masker, 150ribu makser diantaranya didistribusikan di Cirebon,” kata Sylvana.
Sylvana menyampaikan, bahwa misi kemanusiaan yang dibangunnya bersama dengan GP Ansor, KSP, Pemerintah Daerah dan banyak lembaga kemasyarakatan lain merupakan pendekatan pentahelix dalam melawan covid-19.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif ini berangkat dari semangat kolektivitas seluruh anak negeri. Mulai dari Pemerintah Pusat dan Daerah yang berbasis komunitas akan menitikberatkan kepada peran dari tokoh di masyarakat, akademisi, dan dukungan swasta yang dikombinasikan dengan komunikasi publik lewat media massa akan mengefektifkan penanganan Covid-19 di Indonesia.
“Sejak awal pandemi di April lalu, kami merasakan betul bahwa kita perlu bekerjasama. Kami membangun fundamentalnya lewat kombinasi pendekatan psikologis dan logistik. APD bagi Nakes covid-19 dan sejuta es krim Aice dilengkapi dengan edukasi publik terus berlanjut dalam misi kemanusiaan 20 juta masker ini,” jelas wanita yang menjabat Brand Manager Aice Group ini. (din)
Rabu, 21 Oktober 2020
Bupati Cirebon Buka Pelaksanaan BMSS di Desa Wilulang
Jaga Kebugaran Tubuh, Seluruh Personil Polres Kepulauan Seribu Ikuti Tes Kesamaptaan Jasmani
KEPULAUAN SERIBU - Dalam rangka menjaga kebugaran tubuh, Bagian Sumber Daya Manusia Polres Kepulauan Seribu melakukan tes kesamaptaan jasmani kepada seluruh personel Polres dan Polsek Jajaran yang dilaksanakan di halaman Kantor Perwakilan Polres Kepulauan Seribu Marina Ancol. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, mulai Senin-Rabu (21/10/2020).
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag Sumda) Polres Kepulauan Seribu AKP Jupriono mengungkapkan, untuk tes kesamaptaan jasmani dengan melakukan kegiatan lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, push up, sit up, pull up dan shuttle run.
Lebih lanjut, Jupriono mengungkapkan, tes kesamaptaan jasmani berguna untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan fisik dan kesehatan personel, baik Polri maupun ASN yang berdinas di Polres dan Polsek jajaran Polres Kepulauan Seribu.
Tes kesamaptaan ini katanya, rutin dilaksanakan secara periodik setiap 6 bulan sekali dan pelaksanaannya tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Tercatat 324 personel Polres Kepulauan Seribu telah mengikuti kegiatan ini, selama kegiatan berlangsung berjalan dengan lancar,” ujarnya. (Muh)
































