Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 29 Oktober 2020

Buku 'Menjerat Gus Dur', Hadirkan Inspirasi Dikalangan Generasi NU

Bedah buku 'Menjerat Gus Dur' gagasan keluarga besar NU Cirebon, hadirkan inspirasi dan aspirasi di kalangan generasi muda NU. 


CIREBON, (fokuscirebon.com) - Komunitas Gusdurian Cirebon bekerjasama dengan Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Cirebon, MATAN Cirebon, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan IKatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Cirebon mengelar bedah buku Menjerat Gus Dur.


Acara yang menghadirkan langsung penulisnya itu berlangsung di Pondok Pesantren Al-Fatih Kayuwalang Kota Cirebon, Kamis, (29/10/2020).

Bambang Wirawan, selaku sekretaris PCNU Kota Cirebon mengatakan, kami hadirkan penulisnya langsung yakni Virdika Rizky Utama.

“Penulis buku Menjerat Gus Dur ini menulis dengan data yang patut kita apresiasi bersama, khususnya pelaksana PCNU Kota Cirebon,” kata Bambang.

Ia menyebutkan, buku ini menjadikan aspirasi dan inspirasi. Harapannya tentu generasi muda NU mampu meniru penulis.

Pengasuh PP. Al-Fatih Humeid Munib mengungkapkan, acara bedah buku Menjerat Gus Dur ini merupakan pertama kalinya di Cirebon.

“Sudah lama kami rencanakan, namun memang karena masa pandemi jadi baru terealisasikan saat ini,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ide Bagus Setiawan selaku perwakilan dari LAKPESDAM NU Kota Cirebon. Menurutnya, acara ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, akan tetapi pandemi datang lebih dahulu.

“Selain itu, kegiatan bedah buku ini juga merupakan  rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Hari Santri Nasional ini penting untuk mengkaji lebih dalam tentang sosok Gus Dur yang merupakan typology santri yang berjuang tidak setengah-setengah.

“Gus Dur ini mengajarkan pentingnya nilai-nilai kejujuran yang patut kita duplikasi bagi kalangan saat ini,” paparnya.

Sementara itu, Marzuki Wahid selaku pembicara menyampaikan, bangga terhadap anak muda seperti Virdika ini, ia bukan kader NU tetapi semangatnya sama dengan kita.

“Ini yang kemudian menjadi bermakna, karena ia bukan kader NU jadi sifatnya bukan pembelaan, beda keadaannya jika penulis ini merupakan kader NU,” kata Marzuki.

Ia menegaskan bahwa pada buku ini membuktikan fakta di luar fakta yang terlihat banyak orang, itu lah makna penting dari buku tersebut.

Virdika Rizky Utama, selaku pembedah buku mengaku menulis buku ini merupakan panggilan.

“Buku ini awalnya memang untuk tesis saya, akan tetapi kondisi nya berubah pada saat itu,” ujanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, buku ini disusun dengan metodologi sejarah dan jurnalistik.

“Yang sumbernya hanya katanya saya tidak masukkan, karena data itu tidak valid,” imbuhnya.


Selain itu, kata Vidi, buku ini menggunakan pendekatan intelektual, bukan emosi. 

“Harapannya buku ini tidak berhenti sampai di sini, namun riset dapat diteruskan oleh generasi berikutnya,” tandasnya. (Fas)

Rabu, 28 Oktober 2020

Cegah Penularan Penyakit di Masyarakat, Puskesmas Pangenan Buat Inovasi Pencegahan Diabet dan Hipertensi

Bupati Cirebon Drs H Imron M.Ag pada kegiatan program inovasi di Puskesmas Pangenan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (28/10/2020).


PANGENAN, (fokuscirebon.com) - Untuk mencegah banyaknya warga yang terkena Diabet dan Hipertensi, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pangenan, membuat program Ce Desi Manis (Cegah Diabet dan Hipertensi bersama Prolanis).

Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag, menyambut baik inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Pangenan tersebut. Karena menurutnya, harus ada inovasi-inovasi baru, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kalau bisa, nanti sampai jemput bola ke masyarakat," kata Imron, Sabtu (28/10/2020).

Imron berharap, kegiatan ini nantinya bisa sukses sesuai dengan harapan yang diinginkan. Jika nanti program ini berjalan dengan baik, Imron juga meminta kepada Puskesmas lainnya, untuk bisa meniru program tersebut.

"Kalau berhasil, nanti perlu dilakukan juga ke puskesmas yang lainnya," ujar Imron.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, selain program Ce Desi Manis, Puskesmas Pangenan juga memiliki program Ambil Semangka ( Ayo Membiasakan Bumil Senang Membaca Buku KIA).

Eni mengungkapkan, adanya program ini bertujuan untuk mencegah penyakit Diabet, Hipertensi dan juga kematian ibu dan anak.

Ia menyebutkan, bahwa pelayanan hipertensi di Kabupaten Cirebon, memang masih jauh dari target yang diharapkan. Oleh karena itu, program ini juga untuk mendorong masyarakat, untuk memeriksakan diri melalui puskesmas.

"Karena penderita hipertensi yang berusia 45-60 tahun, banyak yang tidak memeriksakan diri," kata Eni.

Selain itu, ada sejumlah indikator pelayanan kesehatan, yang nantinya harus dilaporkan ke tingkat provinsi hingga nasional. Dua diantaranya adalah pelayanan pemeriksaan hipertenai dan Diabetes Melitus (DM). 

Namun untuk pemeriksaan DM, Eni menyebutkan bahwa jumlah pelayanannya sudah lebih dari 100 persen. Hal tersebut dikarenakan, mudahnya melakukan pengecekan DM disejumlah tempat.

Dalam program Ce Desi Manis ini, pihaknya akan melakukan skrining kepada warga yang berpotensi menderita Hipertentsi dan DM. Nantinya, warga yang terdeteksi menderita Hipertensi dan DM, akan diarahkan untuk memeriksakan secara rutin di Puskesmas.


"Kami juga akan melakukan sosialisasi terkait hipertensi dan DM kepada masyarakat," ujar Eni. (Nur)

Mahasiswa Lulusan Jerman Berikan Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa Baru FUAD IAIN Cirebon

Mahasiswa luusan beasiswa Jerman berikan motivasi belajar berprestasi kepada mahasiswa baru FUAD IAIN SNJ Cirebon, Rabu (28/10/2020), foto : Karina.


CIREBON, (fokuscirebon.com) -Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan webinar beasiswa dan motivasi untuk mahasiswa baru 2020. (28/10/2020).

Acara yang disi oleh Muhammad Abdullah Syukri, S.IP, MA. Alumni Beasiswa DAAD Jerman 2017 dan Kairin, S.Sos. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Bidikmisi IAIN SNJ Cirebon 2014-2015, diselenggarakan di auditorium FUAD secara virtual melalui zoom dengan tema "Mengoptimalisasi Semangat Mahasiswa Untuk Berprestasi".

Menurut Ketua Umum DEMA FUAD, Anton Ahyari berharap, semoga dengan adanya webinar beasiswa bisa membuka gerbang awal untuk mahasiswa baru.

"Terselenggaranya webinar beasiswa, semoga bisa membuka gerbang awal untuk mahasiswa baru, agar bisa mencari beasiswa baik akademik maupun non akademik dan langkah awal optimalisasi prestasi dibidang apapun," harap Ketua Umum DEMA FUAD.

Dalam penyampaian materinya, Muhammad Abdullah Syukri atau Gus Dede, sapaan akrabnya, menyampaikan, persiapkan diri dengan baik dari mulai sekarang walaupun situasi kondisi dari masing-masing individu berbeda-beda.

"Kita harus mempersiapkan diri dengan baik dari mulai sekarang walaupun situasi kondisi dari masing-masing individu berbeda-beda, ada yang kuliah sambil bantuin orang tuanya, ada yang kuliah sambil kerja dan ada juga yang kuliahnya ada halangan seperti sakit dan sebagainya. Tetapi, selama kita punya niat yang kuat, perencanaan yang baik dan punya supporting system yang baik, jangan sampai salah gaul," ucap Alumni Jerman itu.

Gus Dede juga mengatakan bahwa, bergaul boleh dengan siapa saja, tapi untuk hal-hal tertentu kita harus punya supporting system yang baik.

"Jangan sampai salah gaul, teman itu mencerminkan siapa kita, kita boleh bergaul dengan siapa saja, tapi untuk hal-hal tertentu kita harus punya supporting system yang baik, orang-orang yang bisa membantu kita, bisa mensupport kita untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan," ujar Gus Dede.

Acara yang diikuti oleh 120 peserta ini berjalan dengan lancar, selain itu juga, acara ini dihadiri oleh SEMA FUAD, Ketua HMJ FUAD dan DEMA Institut. (Nu'man)

Selasa, 27 Oktober 2020

FSEI IAIN Cirebon Adakan Kegiatan Workshop Persiapan Akreditasi Tiga Prodi

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Dr H Aan Jaelani M.Ag


CIREBON, (fokuscirebon.com) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan workshop persiapan akreditasi program studi, Senin (27/10/2020).

Kegiatan dengan tema 'Tindak lanjut Laporan Evaluasi Diri (LED) 9 kriteria akreditasi pada program studi dan unit pelaksana program studi' ini, dihadiri langsung oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon dan unsur pimpinan rektorat yang lain, termasuk Kepala Biro AUAK, serta civitas akademika FSEI juga tamu dari luar IAIN SNJ Cirebon.

Wakil Dekan 1, Bidang Akademik, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Edi Setiawan, menyampaikan  bahwa pada kegiatan ini terdapat tiga jurusan baru, yakni Akutansi Syariah, Ekonomi Syariah, dan Hukum Tata Negara. 

Ketiga jurusan ini, kata Edi, tengah menuju tahap akreditsi, yang sebelumnya baru pada tahap ijin operasional.  

"Jurusan ini sudah berjalan selama dua tahun dan baru ijin operasion dan saat ini tengah menuju tahap akreditasi, dengan target nilai, akreditasi A," paparnya.

Edi menjelaskan, setelah dua tahun ini, kita wajib mengajukan akreditasi ke Badan Akreditasi Nasional, dan posisinya hari ini sedang kita lakukan. 

Edi juga menjelaskan, jika dalam  perkembangannya  diakuinya selama dua tahun ini, sangat baik. Terutama minat mahasiswa semakin terus bertambah. 

"Di tahun pertama tadinya hanya baru satu kelas namun sekarang sudah tiga kelas, ini perkembangan yang sangat baik," jelasnya. 

Untuk itu kata Edi, dari perkembangan yang baik ini, tentunya institusi punya tanggungjawab untuk mengajukan akreditasi, karena ini sudah merupakan tanggungjawab institusi, jika tidak nanti tidak diakui oleh Badan Akreditasi Nasional.

"Pada tahapan akreditasi ini, hari ini sedang pada tahapan review dan malam direvisi, kemudian besoknya submit," kata Edi Setiawan.

Sementara itu, Dekan FSEI IAIN SNJ Cirebon, Dr H Aan Jaelani M.Ag di dalam sambutannya meminta agar dua hari ini, tiga jurusan tersebut bisa segera difinalisasi. 

Sehingga tanggungjawab kita terhadap tiga jurusan tersebut selesai dan selanjutnya kita tinggal berdoa agar semuanya mendapat nilai akreditasi terbaik. (din)


Senin, 26 Oktober 2020

Bersaing Lima Daerah Di Jawa Barat, Bupati Optimis Kabupaten Cirebon Juara Lomba PKK

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


CIREBON, (fokuscirebon.com) -Kabupaten Cirebon masuk dalam nominasi Kabupaten dan Kota di Jawa Barat, yang dinilai dalam perlombaan Pemberdayaan Kesejaheteraan Keluarga (PKK) tingkat Jawa Barat.

Kabupaten Cirebon akan bersaing dengan lima kabupaten lainnya di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Majalengka dan Ciamis.

Ada lima perlombaan yang diselenggarakan oleh PKK tingkat Jawa Barat ini. Dikarenakan masih dalam kondisi pandemi covid 19, penilaian dilakukan secara virtual.

Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag mengatakan, PKK di Desa Ciawi Japura Kecamatan Susukan Lebak yang mewakili Kabupaten Cirebon, sangat layak untuk mendapatkan juara.

Karena menurut Imron, kegiatan yang dilaksanakan oleh PKK Ciawi Japura ini sangat baik dan tertata dengan baik. Bahkan bukti-bukti kegiatan juga, tersimpan dengan baik.

"Tadi dinilai oleh Tim Juri, semua kegiatan bagus dan ada buktinya. Yakin bisa juara," kata Imron.

Imron juga mengatakan, bahwa keberadaan PKK ditengah-tengah masyarakat, dirasa sangat penting. Karena banyak peran dari PKK, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Oleh karena itu, Imron juga meminta kepada PKK, untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait dengan program keluarga, kesehatan dan hal lainnya.

"PKK juga diminta untuk bisa membantu melakukan pendampingan program pemerintah," kata Imron.

Ketua PKK Jawa Barat, Atalia Praratya mengatakan, kegiatan dan penilaian dalam lomba PKK pada tahun ini, dilakukan secara virtual. Karena menurutnya, kehadiran tim juri secara langsung kelokasi, tidak memungkinkan.

"Karena memang masih banyak wilayah di Jabar, yang masih tinggi penularan covid-19 nya," katanya.

Atalia juga berharap, adanya lomba PKK ini, akan memberikan manfaat tersendiri bagi kelompok PKK diwilayah. Karena dengan adanya perlombaan ini, maka komunikasi dan koordinasi akan terjalin dengan baik.

"Anggota PKK juga nantinya bisa menjadi kreatif dan inovatif," kata Atalia.


Ia juga menambahkan, ada enam kategori kabupaten dan enam kategori kota, yang akan dinilai dalam perlombaan ini. Pemenangnya, akan mengikuti perlombaan PKK mewakili Jawa Barat di Tingkat Nasional. (Nur)

Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon Dukung Transformasi IAIN Ke UIN, Ini Perubahan Yang Baik

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Drs H Moh Mulyadi M.MPd


CIREBON, (fokuscirebon.com) - Perubahan status lembaga dari IAIN ke UIN kembali mendapat dukungan. Kali ini datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Drs H Moh. Mulyadi M.MPd, usia mengikuti kegiatan Maulid Nabi SAW yang diselenggarakan di kantornya, Senin (26/10/2020).

Menurut H Mulyadi, dengan peningkatan status dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuju UIN, ini adalah perubahan yang baik dan diharapkan akan lebih eksis pada masalah-masalah pendidikan. 

"Ya, alhamdulillah, tentunya kami patut bersyukur dan diharapkan perubahan status tersebut lebih meningkatkan pendidikan ke depannya dan menjadi Universitas Islam yang diinginkan, berikut kerangka ilmu yang dikembangkannya," katanya.

Demikian juga hadirnya UIN, tentu wilayah Cirebon dapat diwarnai oleh pendidikan. Oleh karena itu, UIN harus bisa memberikan banyak peran dan inovasi baru yang dapat ditawarkan. Dirinya pun sangat mendukung dengan perubahan status lembaga ini.

"Saya sangat mendukung dengan peningkatan status lembaga ini, dengan harapan semoga pendidikan di wilayah cirebon semakin maju, terutama dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI),  khususnya pendidikan Islam," terangnya. (din)

Minggu, 25 Oktober 2020

Selain Mendukung, Bupati Majalengka Berharap UIN Mampu Mengintegrasikan Ilmu-Ilmu yang Berbasis Imtaq dan iIptek

Bupati Majalengka, Dr. H Karna Sobahi, M.MPd sangat mendukung transformasi IAIN ke UIN.


MAJALENGKA, (fokuscirebon.com) - Peningkatan status dari IAIN ke Universitas Islam Negeri (UIN), terus memicu dukungan dari berbagai kalangan. Tidak hanya para pegiat pendidikan, dukungan juga mengalir dari kalangan birokrat dan politisi.

Tentu ini pertanda baik bagi kelanjutan pendidikan islam di Cirebon dan sekitarnya. Mengingat tanah Cirebon pada sudut kesejarahan merupakan tanah penyebaran Islam yang dibawa oleh para Waliyullah.

Kini dukungan juga datang dari Bupati Majalengka, DR H Karna Sobahi M.MPd. Dirinya memandang tranformasi IAIN menjadi UIN Syekh Nurjati ini sesuai dengan konseptual dasar ajaran Islam, yakni rahmatan lil'alamin. 

Karena, setelah menjadi UIN selain fakultas ilmu keagamaan, menghadirkan pula fakultas keilmuan lainnya yang bersifat umum. Demikian diungkapkan Bupati Majalengka, DR H Karna Sobahi MMPd, Minggu (25/10). 

Menurut Karna Sobahi, konsep Islam universal dalam UIN mewujudkan integrasi dan sintesis ilmu-ilmu keislaman (agama) dengan ilmu-ilmu umum (sains) dalam sebuah bangunan peradaban Islam. 

"Semua bidang dan disiplin keilmuan ini akan menjadi bagian integral dari proses pendidikan Islam ketika IAIN sudah berubah menjadi UIN," jelasnya.

Bupati Karna yang juga pernah mengajar di Fakultas Hukum dan Syariah UIN Bandung mengingatkan, setelah menjadi UIN jajaran akademisi UIN harus mampu menepis sebuah stigma. Yakni fakultas ilmu-ilmu keagamaan akan tergeser oleh fakultas umum lainnya.

Tapi dirinya yakin, dengan komitmen kuat dari jajaran rektorat dan akademisi, hal itu tidak akan terjadi di UIN Syekh Nurjati Cirebon. Sehingga akan selaras dan seimbang antara fakultas ilmu agama dan umum.

"UIN harus mampu mengintegrasikan ilmu-ilmu yang berbasis imtaq dan iptek menjadi kekuatan dan model dalam pembelajaran mahasiswa. Sehingga mahasiswa akan memperoleh pemahaman yang konferhensif imtaq dan iptek," ucapnya.

Diakuinya, lulusan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Majalengka. Banyak ASN bahkan kepala dinasnya merupakan lulusan IAIN. Belum lagi banyak yang mengajar di sekolah swasta maupun pada ratusan pesantren yang ada di Majalengka.

"Alhamdulillah, kami dukung segera mungkin IAIN menjadi UIN dan diharapkan dapat mencetak sarjana muslim yang memiliki dua keunggulan, yakni keunggulan di bidang sains dan teknologi sekaligus keunggulan di bidang wawasan keislaman. Kemudian warga kami bisa memiliki pilihan untuk kuliah di UIN nantinya," pungkasnya. (din)


Sabtu, 24 Oktober 2020

UKM Kewirausahaan AMB Ikut Meriahkan Acara Bazar Produk Halal MUI Kab.Belitung

UKM Kewirausahaan Akademi Manajemen Belitung ikut berpartisipasi aktif dalam Bazar Produk Halal MUI Kab.Belitung.


BELITUNG - Upaya menumbuhkan jiwa enterpreneur mahasiswa, UKM Kewirausahaan Akademi Manajemen Belitung ikut berpartisipasi aktif dalam Bazar Produk Halal MUI Kab.Belitung. 

Kegiatan yang digelar bersamaan dengan festival Hadra ngantar pengantin dan Rebana, Sabtu (24/10), diikuti oleh belasan UMKM yang berada di Kabupaten Belitung. 

Pada Bazar kali ini, UKM Kewirausahaan AMB menjajakan beberapa produk hasil kreatifitas mahasiswa.

"Ini untuk kali pertama UKM Kewirausahaan AMB yg dimotori mahasiswa ikut dalam kegiatan seperti ini, dan kita akan terus mensupport mahasiswa AMB dalam mengembangkan soft skillnya, tidak hanya di bidang ini tapi semua bidang yang menjadi konsen mahasiswa,," terang Eka Nuraini, S.Pd,M.Pd selaku Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan.

Demikian juga dinyatakan Berandi Suaryansyah, S.Pt,MM selaku dosen kewirausahaan,  bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam Bazar ini merupakan edukasi untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa. 

Mahasiwa perlu diberikan edukasi praktik langsung, bukan hanya edukasi secara teoritis saja, sehingga ada sinergi antara teori dan praktik.

Sementara itu, Farid Wajdi, S.Ag, M.Si selaku pembantu Direktur Bidang Akademik pada saat berkunjung ke stand UKM AMB mengemukakan, bahwa diperlukan adanya sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajari di kampus agar diharapkan nantinya akan tumbuh wirausahawan muda dari kampus AMB. 

Karena kedepan tidak diharapkan lagi hanya sebagai pencari kerja tetapi memiliki kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya dan orang lain.


Rita Sintia mahasiswa AMB Prodi MA mengaku bangga  bisa mengikuti kegiatan tersebut. "Kami bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini, dengan ini kami dapat mengembangkan jiwa enterpreneur dan memperkenalkan produk-produk hasil dari kreatifitas kami sendiri kepada masyarakat," ujar Ria Sintia.(Nur)

Lestarikan Budaya Daerah, MUI Kab Belitung Gelar Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana Se Kab Belitung

Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana 2020

BELITUNG - MUI Kabupaten Belitung melaksanakan Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Belitung yang diwakili oleh Assisten 1 ditandai dengan penabuhan hadra secara bersama-sama.

Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Gubernur Provinsi Babel, Forkompinda, Kakankemenag Kab.Belitung, Ketua Lembaga Adat dan Ketua MUI Kabupaten Belitung Timur.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Karseno mengatakan, bahwa festival ini diiikuti oleh 11 peserta grup hadra dan 11 peserta grup rebana utusan dari 5 kecamatan se Kabupaten Belitung. 

Sedangkan dewan juri terdiri dari budayawan Belitung yang kompeten di bidang seni hadra dan rebana serta dewan juri dari bidang seni budaya MUI pusat.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Belitung, KH.Anwar, DM mengemukakan bahwa tujuan digelarnya festival ini dalam rangka menyambut Maulid Nabi SAW dan Memeriahkan Hari Santri Nasional.

Lebih lanjutnya, Beliau mengatakan bahwa festival ini juga merupakan upaya MUI Kab.Belitung mendukung program pemerintah dalam melestarikan budaya daerah dan mengantisipasi budaya luar yg tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

"Dengan sains hidup menjadi mudah, dengan seni hidup jadi indah, dengan agama hidup jadi bermakna," demikian dikatakan KH Anwar DM mengutip ungkapan Prof.Dr.Mukti Ali.

Sementara dalam sambutan Bupati Belitung yang disampaikan oleh Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Bakri Hauriansyah, SE menjelaskan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan ini sebagai momentum untuk mempromosikan seni budaya daerah sebagai salah satu wisata religi.


Terlebih pada saat ini pemerintah daerah kembali berupaya membangkitkan kembali sektor pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dimasa pandemi.

Kegiatan ini ditutup pada hari Sabtu oleh Bapak Bupati Belitung sekaligus pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang. (Nur)



Jumat, 23 Oktober 2020

Dukung Transformasi IAIN Ke UIN, Komisi VIII DPR RI, H Satori Berharap Proses di Kemen-PAN RI Segera Turun

H. Satori, Komisi VIII DPR RI yang mendukung penuh peralihan status dari IAIN Cirebon ke UIN, Jum'at (23/10/2020).



CIREBON, (fokuscirebon.com) - IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang akan beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) terus mendapat dukungan. 

Dukungan yang terus berdatangan tersebut, datang dari Walikota Cirebon, Dr H Nasrudin Azis SH, kemudian juga dari para aktivis dan tokoh masyarakat. Bahkan dukungan juga datang dari  Wakil Gubernur Jawa Barat dan Dirjen Pendis Kementerian Agama RI.

Sementara itu, melalaui video berdurasi 38 detik, yang diterima awak media, Anggota DPR RI, Komis VIII, H Satori SPdI, MM juga mendukung dan memotivasi agar alih status dari IAIN Cirebon ke Universitas Islam Negeri (UIN) segera terwujud.

H Satrori berharap prosesnya di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) segera turun agar alih status menjadi UIN segera terealisasi.

"Saya H Satori, Komisi VIII DPR RI, Daerah Pemilihan VIII, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu, mensuport dan mendukung penuh alih status dari IAIN Cirebon ke UIN, dan saya harapkan prosesnya dari Kementerian PAN RI segera turun agar alih status tersebut dapat segera terealisasi," pungkasnya. (Nurdin) 


Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Cirebon, Gelar Gebyar Bahasa Arab 2020


CIREBON, (fokuscirebon.com) - Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Gebyar Bahasa Arab 2020 dengan mengundang pembicara Ahmad Makki Hasan. Pada kajian bahasa ini, diskusi hangat muncul di tengah tarikan revolusi industri 4.0 yang memaksa satu sisi pada penguasaan teknologi.

Membuat kegiatan wabinar yang diikuti banyak mahasiswa dan para pegiat pendidikan bahasa arab ini, menambah daya tarik audiens secara online ketika menyimak bahasa arab bisa menjadi bahasa internasional ke dua setelah bahasa Indonesia.

Ahmad Makki Hasan  mengatakan, bahwa masyarakat Indonesia memiliki ikatan yang sangat erat dengan bahasa Arab. Namun jarang yang menyadari akan hal itu. Banyak sekali yang menjadi alasan kenapa bahasa Arab begitu dekat dengan orang Indonesia. 

Selain itu, Ahmad Makki Hasan juga menyatakan bagaimana menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa wajib kedua setelah bahasa Indonesia. 

"Bukan mengesampingkan bahasa inggris, namun melihat mayoritas orang indonesia adalah muslim, akan sangat baik jika Bahasa Arab bisa dikuasai," jelas Makki.

Menurutnya, jika Bahasa Arab dapat menjadi bahasa internasional kedua yang wajib dikuasai masyarakat Indonesia, maka perkembangan sains-teknologi di Indonesia akan semakin berkembang pesat.

"Jika seorang muslim dapat dengan mudah memahami isi Al-quran karena menguasai Bahasa Arab, maka masyarakat akan mudah pula mendapatkan pengetahuan terkait sains - teknologi. Mengingat di dalam Al-quran terjabar jelas peradaban serta perkembangan dunia," ungkap pria yang karib disapa Ustad Makki ini.

Pembahasan ini dilatarbelakangi oleh sejarah yang menjelaskan bahwa Bahasa Arab memiliki peran penting dalam peradaban dunia. 

"Sebelum berkembangnya ratusan bahasa di dunia, bahasa arab sudah menjadi bahasa utama. Bahkan banyak bahasa di dunia yang terpengaruh dari Bahasa Arab," ujarnya.

Ahmad Makki Hasan juga menjelaskan, bahwa Bahasa Arab disusun karena banyaknya orang yang masuk Islam dan ingin belajar Bahasa Arab, sehingga disusunlah nahwu sorofnya. Tetapi soal mempelajarinya, ada satu sisi belajar nahwu sorofnya tapi satu sisi ada yang langsung belajar tata bahasanya.

"Dalam konteks apapun, diharapkan kita masih punya semangat untuk belajar bahasa Arab," ujarnya.

Terkait banyaknya pertanyaan audiens, soal bagaimana mempelajari Bahasa Arab,  Ahmad Makki Hasan mengungkapkan bahwa semua itu tergantung mana yang dipilih dan disukai. 

"Jadi belajar sendiri pada awalnya, mana yang disukai seperti tasrifan, atau dari bahunya, atau dari kesalahan kesalahan orang yang berbicara Bahasa Arab, lalu kita ingin memperbaikinya. Jadi tidak ada yang jelek orang mau belajar bahasa Arab dari sisi mananya," kata Makki.


Maka yang terpenting saat inj adalah, bagaimana memiliki semangat belajarnya, lalu kedepan jadilah pakar nahwu, pakar sorof dan pakar-pakar lain dalam Bahasa Arab ini. (din)