CIREBON, (fokuscirebon.com) - Komunitas Gusdurian Cirebon bekerjasama dengan Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Cirebon, MATAN Cirebon, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan IKatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Cirebon mengelar bedah buku Menjerat Gus Dur.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 29 Oktober 2020
Buku 'Menjerat Gus Dur', Hadirkan Inspirasi Dikalangan Generasi NU
Rabu, 28 Oktober 2020
Cegah Penularan Penyakit di Masyarakat, Puskesmas Pangenan Buat Inovasi Pencegahan Diabet dan Hipertensi
PANGENAN, (fokuscirebon.com) - Untuk mencegah banyaknya warga yang terkena Diabet dan Hipertensi, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pangenan, membuat program Ce Desi Manis (Cegah Diabet dan Hipertensi bersama Prolanis).
Bupati Cirebon Drs H Imron, M.Ag, menyambut baik inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Pangenan tersebut. Karena menurutnya, harus ada inovasi-inovasi baru, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau bisa, nanti sampai jemput bola ke masyarakat," kata Imron, Sabtu (28/10/2020).
Imron berharap, kegiatan ini nantinya bisa sukses sesuai dengan harapan yang diinginkan. Jika nanti program ini berjalan dengan baik, Imron juga meminta kepada Puskesmas lainnya, untuk bisa meniru program tersebut.
"Kalau berhasil, nanti perlu dilakukan juga ke puskesmas yang lainnya," ujar Imron.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menuturkan, selain program Ce Desi Manis, Puskesmas Pangenan juga memiliki program Ambil Semangka ( Ayo Membiasakan Bumil Senang Membaca Buku KIA).
Eni mengungkapkan, adanya program ini bertujuan untuk mencegah penyakit Diabet, Hipertensi dan juga kematian ibu dan anak.
Ia menyebutkan, bahwa pelayanan hipertensi di Kabupaten Cirebon, memang masih jauh dari target yang diharapkan. Oleh karena itu, program ini juga untuk mendorong masyarakat, untuk memeriksakan diri melalui puskesmas.
"Karena penderita hipertensi yang berusia 45-60 tahun, banyak yang tidak memeriksakan diri," kata Eni.
Selain itu, ada sejumlah indikator pelayanan kesehatan, yang nantinya harus dilaporkan ke tingkat provinsi hingga nasional. Dua diantaranya adalah pelayanan pemeriksaan hipertenai dan Diabetes Melitus (DM).
Namun untuk pemeriksaan DM, Eni menyebutkan bahwa jumlah pelayanannya sudah lebih dari 100 persen. Hal tersebut dikarenakan, mudahnya melakukan pengecekan DM disejumlah tempat.
Dalam program Ce Desi Manis ini, pihaknya akan melakukan skrining kepada warga yang berpotensi menderita Hipertentsi dan DM. Nantinya, warga yang terdeteksi menderita Hipertensi dan DM, akan diarahkan untuk memeriksakan secara rutin di Puskesmas.
"Kami juga akan melakukan sosialisasi terkait hipertensi dan DM kepada masyarakat," ujar Eni. (Nur)
Mahasiswa Lulusan Jerman Berikan Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa Baru FUAD IAIN Cirebon
CIREBON, (fokuscirebon.com) -Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan webinar beasiswa dan motivasi untuk mahasiswa baru 2020. (28/10/2020).
Acara yang disi oleh Muhammad Abdullah Syukri, S.IP, MA. Alumni Beasiswa DAAD Jerman 2017 dan Kairin, S.Sos. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Bidikmisi IAIN SNJ Cirebon 2014-2015, diselenggarakan di auditorium FUAD secara virtual melalui zoom dengan tema "Mengoptimalisasi Semangat Mahasiswa Untuk Berprestasi".
Menurut Ketua Umum DEMA FUAD, Anton Ahyari berharap, semoga dengan adanya webinar beasiswa bisa membuka gerbang awal untuk mahasiswa baru.
"Terselenggaranya webinar beasiswa, semoga bisa membuka gerbang awal untuk mahasiswa baru, agar bisa mencari beasiswa baik akademik maupun non akademik dan langkah awal optimalisasi prestasi dibidang apapun," harap Ketua Umum DEMA FUAD.
Dalam penyampaian materinya, Muhammad Abdullah Syukri atau Gus Dede, sapaan akrabnya, menyampaikan, persiapkan diri dengan baik dari mulai sekarang walaupun situasi kondisi dari masing-masing individu berbeda-beda.
"Kita harus mempersiapkan diri dengan baik dari mulai sekarang walaupun situasi kondisi dari masing-masing individu berbeda-beda, ada yang kuliah sambil bantuin orang tuanya, ada yang kuliah sambil kerja dan ada juga yang kuliahnya ada halangan seperti sakit dan sebagainya. Tetapi, selama kita punya niat yang kuat, perencanaan yang baik dan punya supporting system yang baik, jangan sampai salah gaul," ucap Alumni Jerman itu.
Gus Dede juga mengatakan bahwa, bergaul boleh dengan siapa saja, tapi untuk hal-hal tertentu kita harus punya supporting system yang baik.
"Jangan sampai salah gaul, teman itu mencerminkan siapa kita, kita boleh bergaul dengan siapa saja, tapi untuk hal-hal tertentu kita harus punya supporting system yang baik, orang-orang yang bisa membantu kita, bisa mensupport kita untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan," ujar Gus Dede.
Acara yang diikuti oleh 120 peserta ini berjalan dengan lancar, selain itu juga, acara ini dihadiri oleh SEMA FUAD, Ketua HMJ FUAD dan DEMA Institut. (Nu'man)
Selasa, 27 Oktober 2020
FSEI IAIN Cirebon Adakan Kegiatan Workshop Persiapan Akreditasi Tiga Prodi
Senin, 26 Oktober 2020
Bersaing Lima Daerah Di Jawa Barat, Bupati Optimis Kabupaten Cirebon Juara Lomba PKK
Kabupaten Cirebon akan bersaing dengan lima kabupaten lainnya di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Majalengka dan Ciamis.
Ada lima perlombaan yang diselenggarakan oleh PKK tingkat Jawa Barat ini. Dikarenakan masih dalam kondisi pandemi covid 19, penilaian dilakukan secara virtual.
Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag mengatakan, PKK di Desa Ciawi Japura Kecamatan Susukan Lebak yang mewakili Kabupaten Cirebon, sangat layak untuk mendapatkan juara.
Karena menurut Imron, kegiatan yang dilaksanakan oleh PKK Ciawi Japura ini sangat baik dan tertata dengan baik. Bahkan bukti-bukti kegiatan juga, tersimpan dengan baik.
"Tadi dinilai oleh Tim Juri, semua kegiatan bagus dan ada buktinya. Yakin bisa juara," kata Imron.
Imron juga mengatakan, bahwa keberadaan PKK ditengah-tengah masyarakat, dirasa sangat penting. Karena banyak peran dari PKK, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Oleh karena itu, Imron juga meminta kepada PKK, untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait dengan program keluarga, kesehatan dan hal lainnya.
"PKK juga diminta untuk bisa membantu melakukan pendampingan program pemerintah," kata Imron.
Ketua PKK Jawa Barat, Atalia Praratya mengatakan, kegiatan dan penilaian dalam lomba PKK pada tahun ini, dilakukan secara virtual. Karena menurutnya, kehadiran tim juri secara langsung kelokasi, tidak memungkinkan.
"Karena memang masih banyak wilayah di Jabar, yang masih tinggi penularan covid-19 nya," katanya.
Atalia juga berharap, adanya lomba PKK ini, akan memberikan manfaat tersendiri bagi kelompok PKK diwilayah. Karena dengan adanya perlombaan ini, maka komunikasi dan koordinasi akan terjalin dengan baik.
"Anggota PKK juga nantinya bisa menjadi kreatif dan inovatif," kata Atalia.
Ia juga menambahkan, ada enam kategori kabupaten dan enam kategori kota, yang akan dinilai dalam perlombaan ini. Pemenangnya, akan mengikuti perlombaan PKK mewakili Jawa Barat di Tingkat Nasional. (Nur)
Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon Dukung Transformasi IAIN Ke UIN, Ini Perubahan Yang Baik
Minggu, 25 Oktober 2020
Selain Mendukung, Bupati Majalengka Berharap UIN Mampu Mengintegrasikan Ilmu-Ilmu yang Berbasis Imtaq dan iIptek
Sabtu, 24 Oktober 2020
UKM Kewirausahaan AMB Ikut Meriahkan Acara Bazar Produk Halal MUI Kab.Belitung
Lestarikan Budaya Daerah, MUI Kab Belitung Gelar Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana Se Kab Belitung
BELITUNG - MUI Kabupaten Belitung melaksanakan Festival Hadra Ngarak Pengantin dan Rebana. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Belitung yang diwakili oleh Assisten 1 ditandai dengan penabuhan hadra secara bersama-sama.
Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Gubernur Provinsi Babel, Forkompinda, Kakankemenag Kab.Belitung, Ketua Lembaga Adat dan Ketua MUI Kabupaten Belitung Timur.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Karseno mengatakan, bahwa festival ini diiikuti oleh 11 peserta grup hadra dan 11 peserta grup rebana utusan dari 5 kecamatan se Kabupaten Belitung.
Sedangkan dewan juri terdiri dari budayawan Belitung yang kompeten di bidang seni hadra dan rebana serta dewan juri dari bidang seni budaya MUI pusat.
Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Belitung, KH.Anwar, DM mengemukakan bahwa tujuan digelarnya festival ini dalam rangka menyambut Maulid Nabi SAW dan Memeriahkan Hari Santri Nasional.
Lebih lanjutnya, Beliau mengatakan bahwa festival ini juga merupakan upaya MUI Kab.Belitung mendukung program pemerintah dalam melestarikan budaya daerah dan mengantisipasi budaya luar yg tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
"Dengan sains hidup menjadi mudah, dengan seni hidup jadi indah, dengan agama hidup jadi bermakna," demikian dikatakan KH Anwar DM mengutip ungkapan Prof.Dr.Mukti Ali.
Sementara dalam sambutan Bupati Belitung yang disampaikan oleh Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Bakri Hauriansyah, SE menjelaskan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan ini sebagai momentum untuk mempromosikan seni budaya daerah sebagai salah satu wisata religi.
Terlebih pada saat ini pemerintah daerah kembali berupaya membangkitkan kembali sektor pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dimasa pandemi.
Kegiatan ini ditutup pada hari Sabtu oleh Bapak Bupati Belitung sekaligus pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang. (Nur)
Jumat, 23 Oktober 2020
Dukung Transformasi IAIN Ke UIN, Komisi VIII DPR RI, H Satori Berharap Proses di Kemen-PAN RI Segera Turun
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Cirebon, Gelar Gebyar Bahasa Arab 2020
CIREBON, (fokuscirebon.com) - Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Gebyar Bahasa Arab 2020 dengan mengundang pembicara Ahmad Makki Hasan. Pada kajian bahasa ini, diskusi hangat muncul di tengah tarikan revolusi industri 4.0 yang memaksa satu sisi pada penguasaan teknologi.
Selain itu, Ahmad Makki Hasan juga menyatakan bagaimana menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa wajib kedua setelah bahasa Indonesia.
"Bukan mengesampingkan bahasa inggris, namun melihat mayoritas orang indonesia adalah muslim, akan sangat baik jika Bahasa Arab bisa dikuasai," jelas Makki.
Menurutnya, jika Bahasa Arab dapat menjadi bahasa internasional kedua yang wajib dikuasai masyarakat Indonesia, maka perkembangan sains-teknologi di Indonesia akan semakin berkembang pesat.
"Jika seorang muslim dapat dengan mudah memahami isi Al-quran karena menguasai Bahasa Arab, maka masyarakat akan mudah pula mendapatkan pengetahuan terkait sains - teknologi. Mengingat di dalam Al-quran terjabar jelas peradaban serta perkembangan dunia," ungkap pria yang karib disapa Ustad Makki ini.
Pembahasan ini dilatarbelakangi oleh sejarah yang menjelaskan bahwa Bahasa Arab memiliki peran penting dalam peradaban dunia.
"Sebelum berkembangnya ratusan bahasa di dunia, bahasa arab sudah menjadi bahasa utama. Bahkan banyak bahasa di dunia yang terpengaruh dari Bahasa Arab," ujarnya.
Ahmad Makki Hasan juga menjelaskan, bahwa Bahasa Arab disusun karena banyaknya orang yang masuk Islam dan ingin belajar Bahasa Arab, sehingga disusunlah nahwu sorofnya. Tetapi soal mempelajarinya, ada satu sisi belajar nahwu sorofnya tapi satu sisi ada yang langsung belajar tata bahasanya.
"Dalam konteks apapun, diharapkan kita masih punya semangat untuk belajar bahasa Arab," ujarnya.
Terkait banyaknya pertanyaan audiens, soal bagaimana mempelajari Bahasa Arab, Ahmad Makki Hasan mengungkapkan bahwa semua itu tergantung mana yang dipilih dan disukai.
"Jadi belajar sendiri pada awalnya, mana yang disukai seperti tasrifan, atau dari bahunya, atau dari kesalahan kesalahan orang yang berbicara Bahasa Arab, lalu kita ingin memperbaikinya. Jadi tidak ada yang jelek orang mau belajar bahasa Arab dari sisi mananya," kata Makki.
Maka yang terpenting saat inj adalah, bagaimana memiliki semangat belajarnya, lalu kedepan jadilah pakar nahwu, pakar sorof dan pakar-pakar lain dalam Bahasa Arab ini. (din)



























