This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 24 Maret 2021
529 Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Wisuda Ke XXI di Swiss-Bellhotel
Selasa, 23 Maret 2021
Tangani Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi, PSGA IAIN Cirebon Siap Bentuk Dewan Etik dan Miliki Kantor UPT
FOKUS CIREBON, FC - Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Naela Farah, M.Ag berkeinginan memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai wujud pelaksanaan SOP.
UPT ini, katanya, akan dijadikan sebagai tempat atau ruang tersendiri dalam penanganan berbagai laporan kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Selain itu, akan dibentuk Dewan Etik yang sistemnya atau sifatnya Ad Hoc. Yakni jika ada laporan kasus kekerasan kita tangani dengan membentuk ad hoc.
"Alhamdulillah, Rektor IAIN Cirebon pada tanggal 19 Nopember 2020 sudah mengeluarkan Surat Peraturan Rektor tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual dan ini sangat diapresiasi oleh semua pihak, kita tinggal menyosialisasikan SOP nya dan membentuk Dewan Etik ketika nanti ada kasus kekerasan seksual. Peraturan ini memang juga anjuran dari Kementerian Agama RI serta Komnas Perempuan," paparnya.
Terkait Komnas Perempuan, lanjut Naela, pihaknya saat itu ikut menghadiri workshop di Jogyakarta bersama Komnas Perempuan, bahwa Komnas Perempuan mempresentasikan jika Perguruan Tinggi juga rentan dengan kekerasan seksual. Sehingga diharuskan setiap Perguruan Tinggi memiliki SK tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual (PPKS).
Untuk itu, kata Naela, sebagai bentuk pelayanan, pihaknya sangat berharap segara memiliki kantor pelayanan, yakni UPT. Kantor inilah nanti sebagai tempat penanganan berbagai laporan kekerasan seksual.
"UPT ini sangat penting peranannya sebagai penjabaran dari pelaksanaan SOP, jadi ya PSGA harus segera memiliki kantor pelayanan, UPT ini," tandas Naela kepada fokuscirebon.com pada acara Workshop Penguatan Kompetensi Relawan Studi Gender dan Anak di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat. (din)
RSUD Waled Peringati Hari Jadi Kabupaten Cirebon Ke 539 dengan Kegiatan Khitanan Massal
PSGA IAIN Cirebon Adakan Workshop Penguatan Kompetensi Relawan Studi Gender dan Anak
FOKUS COREBON, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menggelar workhsop penguatan kompetensi relawan studi gender dan anak, Selasa (23/3/2021), di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat.
Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, LP2M IAIN Cirebon, Naela Farah M.Ag mengatakan kegiatan workshop ini bertujuan sebagai peningkatan kapasitas relawan dalam rangka memartabatkan kampus IAIN Cirebon dari berbagai kasus gender dan kekerasan anak.
Pihaknya mengaku sudah memiliki SOP bagi penanganan korban, dan SOP ini dalam waktu dekat akan segera disosialisasikan ke seluruh komponen kampus.
Pada kegiatan ini, lanjutnya, selain mengejar output juga apa yang harus dilakukan, karena targetnya adalah untuk meningkatkan rasa aman di lingkungan kampus dari kekerasan seksual.
"Jadi inti dari workshop ini adalah untuk mencari atau menentukan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan Tim PSGA untuk merealisasikan program dalam rangka penanganan berbagai bentuk kekekarasan seksual.
Naela Farah juga menyinggung soal kekerasan di lingkungan kampus yang dilakukan melalui survai melalui google form yang disebar ke semua kalangan kampus.
Tim PSGA menemukan terjadinya kekerasan yang bukan saja berbentuk kekerasan seksual tetapi kekerasan verbal yang dialami oleh para mahasiswa di lingkungan kampus.
"Dari hasil suvei ini lalu kami menerbitkan SOP yang langsung ditandatangi Pak Rektor dan SOP tersebut akan segera kami sosialisasikan kepada semua kalangan di lingkungan kampus," tandasnya kepada fokuscirebon.com.
Sementara itu, Ketua LP2M, Dr H Ahmad Yani M.Ag mengatakan bahwa ini adalah kegiatan Pusat Studi Gender dan Anak yang merupakan di bawah koordinasi LP2M, karena ada tiga pusat yakni pusat gender dan anak, pusat penelitian dan pusat pengabdian kepada masyarakat.
Intinya, kegiatan ini agar PSGA memiliki relawan, yakni relawan yang kompeten yang nantinya dapat memberikan advokasi terhadap studi gender dan perlindungan anak.
"Jadi bertujuan untuk memperkuat kompetensi relawan. Inilah tujuan workshop tersebut," ucapnya sebelum memberikan sambutan pada kegiatan Workshop PSGA.
Sementara itu, Workshop dengan tema "Trend Kekerasan Struktural di Masyarakat Jawa Barat, Konseling dan Management Pemulihan Korban Kekerasan Sruktural-Gender," mengahdirkan sejumlah pembicara dari luar kampus, seperti Irma Martam, Psy.MPH (mantan Direktur Pulih Institute Jakarta), kemudian Siswo Mulyartono (PUSAD Paramadina Jakarta), dan moderator Farida Mahri (Ketua Pengurus Yayasan Wangsakerta Cirebon). (din)
Rayakan Hari Jadi Ke-539 Kabupaten Cirebon, Bupati Hadiri Khitanan Massal di RSUD Arjawinangun
Sabtu, 20 Maret 2021
Hujan Sebentar, Jalan Cempaka Banjir
Jumat, 19 Maret 2021
Oktavianus Tanamkan Prinsip Totalitas, Melalui Kerja Cerdas, Tuntas dan Ikhlas
FOKUS CIREBON, FC - Staff di Kehumasan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Oktavianus memiliki prinsip kerja totalitas. Lelaki asal kelahiran Nusa Tenggara ini setiap harinya bekerja dengan penuh tanggungjawab dan tak bisa lepas dari perangkat cumputer.
Sapaan akrab Okta di kampus yang digadang bakal menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI), selalu mengedepankan prinsip kerja cerdas, tuntas dan ikhlas. Sehingga sangat wajar jika lelaki berkulit hitam manis ini banyak disertakan dalam berbagai kegiatan kampus.
Selain Okta ada satu pekerja lainnya bernama Bekti, teman di Kehumasan yang menjadi team work pada setiap moment penting di kampus yang berada di Jalan Perjuangan, Kota Cirebon.
"Apapun tugasnya, itulah pengabdian, yang penting ikhlas. Sebab prinsip kerja ini akan membawa kepada kerja tuntas dan kerja cerdas," katanya.
Okta juga berharap, dirinya bisa menjalankan semua pekerjaan yang melekat pada tugasnya sehari-hari.
“Sama seperti bidang lainnya, tetapi bekerja optimal menjadi prinsip kami, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Dan saya selalu berprinsip, bekerja harus disiplin, dan disiplin dalam bekerja harus menjadi prioritas utama,” ujarnya saat menutup berbincangnya dengan fokuscirebon.com di kantornya. (din)
Kamis, 18 Maret 2021
SEMA IAIN SNJ Cirebon Menggelar Rapat Kerja ORMAWA
FOKUS CIREBON, FC- Menindaklanjuti amanah dalam visi misi SEMA, Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melakukan rapat kerja organisasi mahasiswa (Ormawa) IAIN Syekh Nurjati Cirebon di aula gedung FITK lantai 5, Senin-Kamis (15-18/3/2021).
Ketua SEMA IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat ini, Muhammad Akrom mengatakan, Ormawa yang terlibat dalam rapat kerja tersebut terdiri dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) dengan memaparkan program kerjanya masing-masing, yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 15-18 Maret 2021 (Senin-Kamis).
Tujuannya, kata Akrom, untuk melakukan koordinasi dengan Warek 3 Bagian Kemahasiswaan, Kasubag Kemahasiswaan, dan Ormawa di tingkat Institut.
"Yang pertama, supaya meningkatkan program yang berkualitas dari UKM dan UKK, apalagi program yang mendukung Cyber Islamic University (CIU) ini, sesuai dengan tema yaitu ‘Menguatkan Peran Ormawa dalam Mendukung Program Cyber Islamic University’,” paparnya, Kamis (18/3/2021).
Masih kata Akrom, dari sisi program kerja yang dirancang oleh DEMA Institut, UKM, dan UKK itu bisa mendukung proses alih status IAIN menjadi CIU/UISI. Pasalnya, dalam waktu yang dekat ini, kampus tersebut telah digadang-gadang akan berubah menjadi kampus siber Islam pertama di Indonesia.
“Jika sekiranya bisa bersinergi dengan UKM UKK yang menjadi tombak awal, selain itu untuk berkolaborasi dan bersilaturahmi. Karena kita ini satu tim dalam naungan Ormawa IAIN, ketika ada masalah apapun maka kita bisa bicarakan dengan baik-baik,” paparnya.
Sementara itu, Demisioner SEMA IAIN tahun sebelumnya, Rohmawan mengatakan, melihat kegiatan rapat kerja Ormawa tersebut dinilai baik untuk dilakukan setiap tahunnya, karena bagaimanapun Ormawa tersebut memiliki peran penting dalam memajukan kampus setempat.
“Satu penting sekali untuk membangun koordinasi antara Ormawa dalam hal penentuan waktu atau schedule yang bisa dirembukkan di rapat kerja itu. Termasuk dalam rangka mendukung lembaga dalam membangun UISI, Itu peran Ormawa penting sekali dan sangat diharapkan oleh lembaga dalam pengembangan UISI itu,” ujarnya. (Nur)




















