Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 September 2021

Program Desa Ramah Perempuan dan Desa Peduli Anak 2021, Wujudkan Tujuan SDGs di Desa


CIREBON - Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno mengikuti rapat koordinasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak 2021. Pertemuan tersebut dilakukan secara virtual di Command Centre, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (23/9/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Bintang Puspayoga menyebutkan, rapat tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti deklarasi yang dilakukan tahun lalu.

"Gerakan ini menjadi salah satu upaya sinergi mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) di desa," kata Bintang Puspayoga.

Desa Ramah Perempuan dan Desa Peduli Anak, nantinya bakal menjadi episentrum baru pembangunan yang mendorong meningkatnya kesejahteraan dan kesehatan, akses terhadap pendidikan yang berkualitas, menurunkan angka perkawinan anak.

Kemudian, bakal menumbuhkan pusat ekonomi yang berbasis rumahan sehingga ibu rumah tangga memiliki otonomi dalam pendapatan rumahan. 

"Saya berharap, momentum yang sangat baik ini dapat menjadi awal yang baik pula demi membangun sinergi dan kerja nyata kita bersama dalam rangka pemberdayaan perempuan dan anak mulai dari pusat hingga desa," 

"Program Desa Ramah Perempuan dan Desa Peduli Anak ini tentunya perlu didukung dengan berbagai langkah progresif, seperti peningkatan kapasitas pemerintah desa mengenai kesetaraan gender, pemenuhan hak perempuan, dan perlindungan anak, serta berbagai strategi lainnya," sambungnya.

Selain itu, lanjut Bintang Puspayoga, perempuan di desa harus dilibatkan dalam pemerintahan desa, kader, atau pun relawan. Hal ini agar isu terkait anak serta perempuan bisa terurai. "Nantinya, keberhasilan dari pembangunan bisa terukur," katanya. (Heri)

Dengan Transformasi Digital, Semua Kegiatan Bisa Dilakukan secara Daring


CIREBON - Di masa pandemi Covid-19 ini membuat sejumlah sektor ikut terdampak. Akan tetapi bukan berarti hal itu menurunkan semangat dalam melakukan aktivitas. 

Transformasi digital menjadi solusi untuk tetap melakukan aktvitas, meskipun harus dilakukan secara daring. 

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon, Sugeng Darsono, SH.,MM. 

Menurutnya, meskipun pandemi Covid-19 bukan menjadi halangan untuk tidak mengerjakan sesuatu. Bahkan, dengan teknologi informasi yang kian maju, masyarakat bisa melakukannya secara online. 

"Di masa pandemi ini justru transformasi digital sangat memberikan manfaat, karena aktivitas yang tadinya hanya melakukan tatap muka sekarang bisa dilaksanakan melalui virtual," kata Sugeng saat membuka acara Sosiaslisasi Pengelolaan E-Government di lingkup Pemerintah Kabupaten Cirebon di Hotel Apita Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, Kamis (23/9/2021). 

Sugeng menjelaskan, dengan adanya transformasi digital, semua kegiatan bisa dilakukan secara daring. Bahkan, bisa mengurangi beban biaya yang dikeluarkan. 

"Biasanya kita rapat kerja di Bandung, Jakarta secara langsung, sekarang bisa dilakukan dengan daring, ini bisa menghemat anggaran yang dikeluarkan oleh lembaga sehinga bisa efektif," katanya. 

Selain itu, kata Sugeng, pertumbuhan ekonomi secara digital semakin berkembang di masa pandemi Covid-19. Sebab, semua kebutuhkan dilakukan secara Online. 

"Usaha yang secara online merasa terbantu dengan adanya pandemi, karena mereka hanya diam di rumah butuh apa tinggal online, akan tetapi ada juga yang dirugikan misalnya mal hotel mereka sangat terdampak. Sehingga akibat pandemi Covid-19 angka pengangguran di Kabupaten Cirebon meningkatkan, " ujarnya.

Ia mengatakan, dengan transformasi digital, kegiatan di masa pandemi Covid-19  bisa dilalui. 

"Pendidikan bisa dilakukan secara daring, kuliah daring, wisuda juga daring, ini merupakan bentuk ikhtiar kita sebagai solusi dalam menghadapi Covid-19.  Jangan sampai dengan adanya Covid-19 sebuah kegiatan berhenti total. Jadi dengan adanya transformasi digital, masyarakat Kabupaten Cirebon bisa terbantu," kata Sugeng. 

Sugeng menjelaskan, pada tahun 2018 Kabupaten Cirebon sudah masuk 100 kota/kabupaten gerakan Smart City se-Indonesia.

Menurut Sugeng, dari data survei Asosiasi Pengusaha Jaringan Internet jumlah penduduk Indonesia sekarang mencapai 267 juta lebih, dan yang sudah melek internet sudah 212 juta. 

"76 persen masyarakat Indonesia sudah melek internet. Untuk Jabar dari jumlah penduduk 50 juta lebih yang sudah melek internet mencapai 35 juta lebih, hampir 85 persen warga Jabar melek internet. Sedangkan desa di Jabar berjumlah 5.312 dan sudah 4.240 desa yang sudah terkoneksi internet. Sedangkan untuk Kabupaten Cirebon dengan jumlah 412 desa 12 kelurahan semuanya sudah terkoneksi jaringan internet," kata Sugeng. (din)

Pendangkalan di Sungai Kedung Pane Hambat Aktivitas Nelayan, Pemkot - BBWS Lakukan Pengerukan

FOKUS CIREBON – Sedimentasi dan sampah di Sungai Kedung Pane (Tangkil) yang membelah Kota dan Kabupaten Cirebon dikeruk menggunakan alat berat. Pengerukan dilakukan untuk memudahkan aktivitas nelayan Kesenden.

Lurah Kesenden, Rulianto, S.STP., memantau langsung proses pengerukan sedimentasi. Pengerukan tersebut perintah langsung Wakil Wali Kota Cirebon atas keluhan nelayan. Terlebih sedimentasi mencapai 1,5 meter, bahkan tumpukan sampah sudah menutup bibir pantai Kesenden sepanjang sekitar 1 kilometer.

“Keluhan dari nelayan langsung direspon Pemda Kota Cirebon dengan meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk mengeruk sungai dengan alat berat,” kata Rulianto, Kamis (23/9/2021).

Bedasarkan laporan warga, kata Rulianto, sampah berasal dari hulu yang terbawa saat debit air tinggi. 

“Warga mengaku tidak ada yang buang sampah sungai atau di pantai,” tuturnya.

Akibat sedimentasi dan sampah, pendapatan nelayan menurun drastis. Penyebabnya lalu lintas nelayan terganggu, sehingga tangkapan ikan berkurang. Ditambah lagi air laut tercemar sampah. 

“Oleh sebab itu nelayan langsung melaporkan kepada kami,” kata Rulianto.

Di Kelurahan Kesenden terdapat 170 nelayan yang bergantung hidupnya dari melaut. Hasil tangkapan ikan dijual langsung ke masyarakat atau di pelelangan ikan wilayah setempat.

Sementara itu, Sekretaris Rukun Nelayan Samadikun Kota Cirebon, Sofyan mengapresiasi langkah Pemda Kota Cirebon yang langsung merespon keluhan nelayan. “Semoga upaya yang dilakukan pemda yang terbaik untuk para nelayan,” ujarnya.

Ia berharap pengerukan bisa dilakukan secara rutin sebelum musim hujan. Sehingga saat musim melaut nanti lalu lintas perahu nelayan tidak terganggu. (din)

Kabupaten Cirebon Masuk Wilayah Bawah, Bupati Cirebon dan BBWSCC Bahas Antisipasi Banjir dan Kekeringan


CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menerima kunjungan dari BBWS Cimanuk Cisangarung di Pendopo Bupati Jalan Kartini Kota Cirebon, Kamis (23/9/2021). 

Dalam pertemuan itu banyak hal yang dibicarakan, salah satunya terkait potensi yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon. 

"Kami membicarakan potensi dan permasalahan yang ada di Kabupaten Cirebon, khususnya yang masih ada kaitannya dengan pihak BBWS Cimanuk Cisangarung," kata Bupati Imron 

Imron menjelaskan, wilayah Kabupaten Cirebon merupakan wilayah bawah. Sehingga ketika ada hujan deras di wilayah Kabupaten Cirebon akan berdampak ke Kabupaten Cirebon sendiri. 

"Kalau hujan, Kabupaten Cirebon selalu ada banjir. Karena Cirebon kan di bawah yang di atas ada kuningan, sehingga butuh kerja sama dengan BBWS Cimanuk Cisangarung dan Pemkab Cirebon untuk mengatasinya," katanya. 

Selain itu, lanjut Imron, pertemuan tersebut juga membahas potensi sumber daya yang ada di Kabupaten Cirebon. 

"Kita akan kerja sama untuk menggali potensi sumber daya air. Sebab kita memiliki Setu Patok, Setu Sedong, serta beberapa embung," katanya. 

Namun demikian, sejumlah potensi air tersebut tidaklah cukup untuk mengairi semua sawah yang ada di Kabupaten Cirebon. 

"Kami juga masih mengandalkan Bendungan Jatigede untuk mengairi sawah di wilayah Barat Kabupaten Cirebon. Sehingga, misalkan bendungan tersebut mengalami kekurangan pasokan air itu akan berpengaruh terhadap pertanian di Kabupaten Cirebon wilayah Barat," katanya. 

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk Cisangarung, Dr. Ismail Widadi, ST, M.Sc mengatakan, kedatangannya ke Rumdin Bupati Cirebon salah satunya untuk menjalin silaturahmi. Sebab, selama ini BBWS Cimanuk Cisangarung merupakan mitra kerja Pemkab Cirebon.

"Dalam pertemuan tersebut, kami membahas sejumlah potensi sumber daya air yang ada di Kabupaten Cirebon," katanya. 

Menurutnya, potensi sumber daya air yang ada di Kabupaten Cirebon bisa dikembangan lebih maju lagi. 

"Pada dasarnya potensi sumber daya air yang menjadi kekayaan Kabupaten Cirebon mempunyai potensi wisata seperti Setu Patok, Setu Sedong itu potensi sunber daya air sangat besar dan juga potensi sumber daya wisatanya," katanya.

Ismail mengungkapkan, selama ini Bendungan Jatigede ikut menyuplai air untuk pertanian di wilayah Kabupaten Cirebon. 

"Untuk kondisi sekarang, Bendungan Jatigede masih aman, air juga masih normal, tetapi kalau kemarau pasti ada kekurangan pasokan air sehingga bisa berpengaruh kepada lahan pertanian khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon, " katanya. (din)

KPI IAIN Cirebon Berikan Pelatihan Design Grafis Kepada Siswa Bina Cendekia Utama Cirebon

Ketua Jurusan KPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah membuka dan memberikan materi pada kegiatan pelatihan design graphis kepada siswa MA dan SMK Bina Cendekia Utama Cirebon pada kegiatan Pengabdian Masyarakat Jurusan KPI.


FOKUS CIREBON - Sebagai bentuk pengabdian, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, memberikan pelatihan design grafis kepada siswa MA dan SMK Bina Cendekia Utama Cirebon, Kamis (23/9/2021). 

Dengan tema "Dakwah Millenial Melalui Design Graphis", siswa sangat antusias mengikuti materi hingga selesai. Materi design graphis sendiri termasuk materi yang dapat membantu para siswa dan pelajar lainnya mempercepat proses pekerjaan dengan cara menyajikan suatu pekerjaan dalam bentuk grafis. 

"Ya, untuk mempersiapkan masyarakat (generasi muda, mahasiswa, kaum terpelajar) agar dapat memahami dengan mudah pesan-pesan yang disampaikan dalam bentuk grafis," terang Ketua Jurusan KPI, Dr H Aan Mohamad Burhanudin M.Ag.

Aan menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan di Yayasan Bina Cendekia Utama Cirebon, Mertapada Wetan, bertujuan untuk berdakwah.

Capaian kegiatannya kata Aan, peserta mampu membuat konten dakwah dengan design grafis dengan baik. Harapannya, para millenial punya kesadaran tinggi untuk berdakwah dengan cara yang persuasif dengan memanfaatkan kelebihan design grafis dari kegiatan pengabdian jurusan KPI.

"Saya melihat langsung begitu antusias dan senangnya para siswa dan  ketika praktek mereka mampu menunjukkan hasil yg baik," kata Aan.

Aan menambahkan, kalangan millenial itu kadang males membaca, namun dengan design grafis cukup membantu mereka untuk aktif berdakwah di medsos, sekaligus punya nilai literasi digital. (din)

Rabu, 22 September 2021

Mudahkan Pedagang Pasar, Penarikan Retribusi Bisa Melalui Aplikasi E-Retribusi



FOKUS CIREBON.- Salah satu upaya Pemkab Cirebon dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) adalah dengan menarik retribusi pasar. Untuk memudahkannya, kini penarikan retribusi dari pedagang pasar bisa dilakukan secara non tunai melalui aplikasi e-retribusi.

"Para pedagang yang akan membayar retribusi cukup memindai kode batang atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pembayaran," Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno saat menghadiri launching e-retribusi di Bank BJB Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (22/9/2021).

Menurutnya, hal itu sebagai upaya Pemkab Cirebon untuk mengejar ketertinggalan. Sebab, imbas pandemi Covid-19, PAD jadi menurun cukup drastis. Tentu saja, lanjut dia, adanya upaya penghimpunan retribusi menggunakan non tunai ini supaya lebih efektif dan efesien.

"Penarikan retribusi secara non tunai diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Seluruh prosesnya pun sangat transparansi. Sebab, uang yang dibayarkan langsung para pedagang akan langsung masuk ke kas daerah. Hal tersebut pun bisa mencegah adanya tindak pidana korupsi oleh petugas pemungut retribusi," ungkapnya.

Untuk langkah awal, kata dia, diterapkan di pasar daerah, yakni Pasar Babakan, Pasar Ciledug, Pasar Jamblang, Pasar Palimanan, Pasar Cipejeuh, Pasar Sumber, dan Pasar Batik Plered. 

"Bukan hanya retribusi pasar, retribusi KIR pun akan dicoba dilakukan secara non tunai. Awal 2021, kami sudah terapkan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) hasil kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) perwakilan Cirebon," tuturnya.

Tujuan dari ETPD antara lain, tambah dia, untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan anggaran secara digital. "Selain itu, guna membiasakan transaksi digital bagi masyarakat serta ASN. Layanan ETPD yang sudah diluncurkan bisa untuk transaksi penerimaan daerah di beberapa sektor pajak atau retribusi menggunakan QRIS," ulasnya. (din)

DPRD Setujui Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD 2022

Bupati Cirebon dan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon


CIREBON - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon menyetujui nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2022.

Persetujuan itu dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditandatangani Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Mohamad Lutfhi dan Bupati Cirebon Imron, dalam rapat paripurna, Rabu (22/9/2021).

Dalam kesempatan itu juga, sekaligus rapat paripurna Hantaran Perubahan KUA/PPAS tahun anggaran 2021.

Adapun rancangan KUA dan PPAS APBD Kabupaten Cirebon 2022 ini sebelumnya sudah dibahas dalam rapat badan anggaran dengan beberapa perubahan yang disetujui dan disepakati untuk ditetapkan menjadi KUA.

Bupati Cirebon mengatakan, perubahan anggaran yang dilakukan akan merujuk dengan pembangunan tahun selanjutnya.

Sejumlah prioritas pembangunan yakni peningkatan akses kualitas pendidikan, perluasan jaminan kesehatan, penyediaan infrastruktur wilayah untuk peningkatan layanan dan kegiatan ekonomi.

Kemudian, pengembangan ekonomi kerakyatan, sektor pertanian, industri perdagangan, dan pariwisata berbasis inovasi. 

"Ada pula penanganan masyarakat miskin, perluasan kesempatan kerja yang berdaya saing, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan yang terakhir, hingga reformasi birokrasi melalui optimalisasi pelayanan publik yang prima," kata Imron di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon.

Selain itu, kata Imron, diharapkan penyusunan APBD tahun 2022 bisa berjalan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri 27 Tahun 2021 tentang Pedoman penyusunan APBD Tahun 2022.

Dalam surat tersebut disebutkan, kepala daerah dan DPRD harus memperhatikan tepat waktu pelaksanaan APBD Tahun 2021 dan pelaksanaan untuk penetapan APBD Tahun 2022. 

"Tahun 2022 kami juga tetap berfokus kepada pemulihan ekonomi nasional. Usulan belanja daerah tahun 2022 sebesar Rp 5,1 triliun lebih," kata Imron. (din)

Selasa, 21 September 2021

Bupati Cirebon : Perlu Reforma Agraria untuk Atasi Sengketa Lahan


KABUPATEN CIREBON.- Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menyebutkan sengketa lahan hingga saat ini masih menjadi polemik di tengah masyarakat. Akibat konflik tersebut, rakyat kecil yang selalu menjadi korban atau pihak dirugikan.

Menurut Imron, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut perlu dilakukan reforma agraria yang merupakan upaya penataan kembali susunan pemilikan, penguasaan, dan penggunaan sumber-sumber agraria (terutama tanah), untuk kepentingan rakyat kecil.

Tujuan dari reforma agraria ini, kata Imron, mengubah struktur masyarakat warisan stelsel feodalisme dan kolonialisme menjadi, susunan masyarakat yang lebih adil dan merata.

"Tujuannya supaya semua rakyat mempunyai aset produksi sehingga lebih produktif, dan pengangguran dapat ditekan. Intinya, masyarakat harus dapat haknya," kata Imron saat membuka rapat gugus tugas reforma agraria di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber, Selasa (21/9/2021).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan tahun 2021 bidang tanah di wilayahnya sudah bersertifikat. Pemerintah pusat melalui Kementerian ATR/BPN telah meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2021.

Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno mengatakan, Program PTSL ini salah satunya untuk memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat berupa bukti kepemilikan tanah (sertifikat).

“Dahulu membuat sertifikat tanah sangatlah susah, tetapi sekarang pemerintah membuat program PTSL, diharapkan semua bidang tanah khususnya di Kabupaten Cirebon sudah bersertifikat kecuali tanah negara,” kata Rahmat.

Menurutnya, pihak ATR/BPN Kabupaten Cirebon mempunyai target untuk ribuan bidang tanah yang sudah terukur pada tahun 2021.

“Target 45 ribu bidang tanah tersertifikat akan tetapi sampai hari ini baru 33.225 ribu yang baru terukur, artinya masih banyak yang belum terukur. Sisanya tahun sekarang selesai pengukuran,” katanya.

Rahmat meminta, semua pihak ikut membantu dalam program PTSL ini. Sebab, dengan adanya PTSL ini diharapkan bisa mengetahui batas-batas wilayah suatu desa.

Selain itu, kata Rahmat, ada dampak positif dengan adanya PTSL. Sebab beberapa desa pasti memiliki kekayaan desa masing-masing.

“Artinya, kami tidak ingin mendengar adanya pergeseran batas desa. Kalau sudah terukur dengan benar kita bisa mengetahui batas wilayah desa dengan desa lainnya,” katanya. (Heri)

Bupati Cirebon Kukuhkan Forum Komunikasi ASN PPPK Penyuluh Pertanian

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


KABUPATEN CIREBON.- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengukuhkan Forum Komunikasi ASN PPPK penyuluh pertanian Kabupaten Cirebon di Ball Room Hotel Apita Kecamatan Kedawung,  Selasa (21/9/2021). 

Imron meminta agar para penyuluh bekerja bersunguh-sunguh untuk para petani di wilayah Kabupaten Cirebon. 

"Kita mendapatkan 99 penyuluh pertanian yang masuk dalan ASN PPPK. Mudah-mudahan nanti ke depan pertanian di Kabupaten Cirebon bisa lebih baik dan petaninya lebih sejahtera dengan adanya penyuluh pertanian ini," kata Bupati Imron. 

Imron berharap, ke depannya para penyuluh pertanian ini bisa memberikan solusi dalam permasalahan petani. Bahkan, penyuluh nantinya akan melaporkan ke pemerintah daerah apa yang menjadi masalah di petani itu sendiri. 

"Para penyuluh setelah menampung  keluhan para petani, nantinya mereka harus melaporkan ke pemerintah daerah supaya saya (bupati, Red) bisa memuat kebijakan-kebijakan yang bisa membantu permasalahan para petani di Kabupaten Cirebon, " katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi ASN PPPK Penyuluh Pertanian Kabupaten Cirebon, Sanaji, SP mengatakan, untuk saat ini jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Cirebon mencapai 300 lebih. Bahkan, angka tersebut sangatlah kurang dengan jumlah desa yang mencapai 412 desa. 

"Idealnya penyuluh itu, satu penyuluh satu desa, akan tetapi karena keterbatasan sehingga sekarang satu penyuluh maksimal tiga desa. Ini sangat kurang banyak sekali," katanya. 

Ia menjelaskan, potensi pertanian di Kabupaten Cirebon sangatlah besar. Bahkan, bukan hanya tanaman padi tetap masih banyak tanaman yang lainnya. 

"Kondisi pertanian sangatlah besar potensinya, ada Pajale (padi jagung kedelai) sehingga ketika itu semua dikembangkan secara maksimal, saya yakin bisa meningkatkan PAD Kabupaten Cirebon, " katanya. 

Ia mengungkapkan, butuh sinergitas semua pihak agar pertanian di Kabupaten Cirebon bisa menghasilkan hasil yang maksimal. 

"Harus ada dukungan semua pihak, karena para petani butuh irigasi, air dan semuanya. Agar ke depannya para petani bisa sejahtera, " katanya. (Bam)

Pemerintah Kabupaten Cirebon Apresiasi Langkah PMI Atasi Persoalan di Semua Sektor

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON - Banyak hal yang sudah dilakukan PMI bagi daerah Kabupaten Cirebon. Bahkan di masa pandemi Covid-19, PMI Kabupaten Cirebon juga selalu hadir untuk membantu masyarakat dalam penanganan Covid-19. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon mengapresiasi langkah PMI dalam membantu pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan di semua sektor. 

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak PMI yang selalu membantu pemerintah daerah dalam semua sektor. 

"PMI Kabupaten Cirebon banyak berkiprah dalam membantu Pemerintah daerah. Seperti penanganan bencana, serta penanganan Covid-19 dengan menyediakan plasma untuk pasien Covid-19 serta bantuan lainnya," kata Imron seusai acara apel siaga di Desa Gemel Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon,  Selasa (21/9/2021).

Imron menjelaskan, butuh sinergitas semua pihak dalam penanganan permasalahan yang ada di Kabupaten Cirebon. 

"Salah satunya PMI yang tidak henti-hentinya membantu masyarakat Kabupaten Cirebon yang membutuhkan," katanya. 

Disinggung soal wilayah Kecamatan Plered, khususnya Desa Gamel dan Sarabau yang setiap tahun mengalami bencana banjir, Imron mengatakan, dirinya ingin mengetahui apa penyebab terjadinya banjir yang setiap tahun terjadi di wilayah tersebut. 

"Kita lihat dulu faktornya kenapa wilayah tersebut sering banjir. Nanti Pemkab Cirebon juga akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak dalam penanganannya," katanya. 

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Rd. Sri Heviyana mengatakan, pihaknya sengaja memilih Desa Gamel untuk kegiatan puncak HUT ke-76 PMI tahun 2021. Pasalnya, Desa Gamel merupakan desa yang setiap tahun mengalami bencana banjir.

"Aksi bersih-bersih sungai di Desa Gamel ini melibatkan semua pihak, seperti TNI, Polri, Basarnas, BPBD, DLH, dan sejumlah relawan. Semoga kalau sungainya bersih tidak terjadi banjir kembali," katanya. 

Heviyana menjelaskan, kegiatan ini merupakan puncak HUT-76 PMI. Bahkan, selain kegiatan bersih-bersih sungai, banyak kegiatan yang dilakukan PMI Kabupaten Cirebon. 

"Kemarin kita sudah melakukan vaksinasi drive thru, dan vaksinasi massal di pesantren, pemberian sembako kepada masyarakat tidak mampu, memberikan penghargaan kepada perwakilan warga yang sudah mendonorkan plasmanya dan sekarang bersih-bersih sungai di Desa Gamel," katanya. (Heri)

Blanko KTP di Kota Hingga 2021 Aman, Warga Diimbau Disiplin Jalankan Prokes


FOKUS CIREBON – Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon mulai berjalan normal, kendati masih dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Namun masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin saat mendatangi kantor Disdukcapil untuk perbaikan data kependudukan.

Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Drs. H. Atang Hasan Dahlan, M.Si menjelaskan, saat PPKM level 4 lalu pihaknya hanya melayani maksimal 50 orang per hari. Namun sejak Pemda Kota Cirebon menerapkan PPKM level 3, kini kembali melayani 150 orang per hari. 

“Pada PPKM level 4 kami batasi pelayanan. Kalau sekarang Kota Cirebon PPKM level 3, jadi sudah normal kembali,” kata Atang.

Masyarakat yang ingin melakukan perbaikan data kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, akta kelahiran dan akta kematian bisa datang langsung ke kecamatan atau ke kantor Disdukcapil. Atang menjamin perbaikan data kependudukan selesai maksimal 1 hari.

“Masyarakat yang ingin prosesnya cepat silakan datang ke Disdukcapil, tapi kalau sudah mengajukan ke kecamatan, sabar menunggu sampai data kependudukan selesai dicetak,” tuturnya.

Terkait ketersediaan blanko KTP elektronik, lanjut Atang, masih dalam kategori aman sampai dengan akhir 2021. Sebab stok blanko yang tersedia saat ini sebanyak 11.678 keping. Dalam sehari, pihaknya mampu mencetak 200 keping KTP elektronik. 

“Silakan yang ingin membuat baru, mengganti status, pindah domisili atau rusak, silakan ajukan ke kami atau ke kecamatan. Akan kami proses secepatnya,” katanya.

Sejak pandemi Covid-19, Disdukcapil mengedepankan pelayanan online bagi masyarakat yang ingin memperbaiki data kependudukan.

“Akta kelahiran dan kematian akan dikirim ke email pemohon, jadi bisa mencetak sendiri. Sedangkan nomor antrean bisa mendaftar di nomor telepon 0812-1333-1862 dengan format ketik NIK#NAMA,” jelas Atang.

Hal ini untuk memberi kemudahan pemohon mengambil antrean dan memperhitungkan waktu datang ke kantor Disdukcapil. “Nanti akan dibalas oleh admin terkait nomor antreannya. Jadi masyarakat tidak menunggu lama di kantor kami,” katanya. (din)

Pelayanan Tetap Dibuka, Pinjam Buku di Sispusip Kota Cirebon Harus Gunakan Aplikasi Online


FOKUS CIREBON – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon masih menutup kunjungan langsung ke perpustakaan untuk masyarakat umum sebagai imbas pandemi Covid-19. Kepala Dispusip Drs. H. Jaja Sulaeman M.Pd. mengimbau masyarakat yang ingin meminjam buku di perpustakaan milik Pemda Kota Cirebon tersebut untuk meminjam secara online di website Dispusip yaitu www.dispusip.cirebonkota.go.id.

“Dispusip ini kan termasuk sektor non esensial, sehingga belum ada aturan perpustakaan dibuka untuk umum. Hanya, secara online kita tetap buka,” kata Jaja.

Ia menambahkan, di situs yang telah disediakan, Dispusip telah mengatur beberapa hal peminjaman buku di masa pandemi Covid-19. “Ada tujuh hal yang diatur yang masing-masingnya bisa diklik. Jika ingin pinjam ada peminjaman buku online, nanti setelah diklik buku apa yang ingin dipinjam maka nanti bisa terhubung dan bisa mengambil langsung ke perpustakaan, tentu tanpa antrean dan kerumunan dan bisa dibawa ke rumah, setelah itu ada pengembalian buku online yang mengatur pengembalian bukunya,” ujar Jaja.

Selain itu, ada juga katalog buku online serta koleksi eBook/iCirebon. “Dispusip Kota Cirebon memiliki koleksi sebanyak 28 ribu judul dengan 42 ribu eksemplar, kemudian eBook memiliki 1.057 judul dengan 70.614 eksemplar,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah warga yang meminjam buku secara online memang belum sebanyak pengunjung yang datang langsung ke perpustakaan. “Masyarakat yang biasa atau senang membaca buku di perpustakaan langsung mungkin akan merasakan kekurangan ketika harus meminjam secara online. Di perpustakaan kan biasanya sejumlah pelajar bisa diskusi di tempat, atau mahasiswa yang mengerjakan tugas dengan referensi buku di perpustakaan. Sekarang hal itu belum bisa dilakukan,” tuturnya.

Ia menambahkan, sebetulnya banyak warga yang menanyakan kapan perpustakaan bisa buka. Kadang, setiap hari ada beberapa pelajar atau mahasiswa yang datang langsung berharap perpustakaan sudah dibuka. “Saya harap warga bisa bersabar, sambil menunggu perkembangan situasi Covid-19,” ujar Jaja. (din)

Kunjungan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono yang diwakili oleh Danlatamal III Jakarta di SMAN 1 Kota Cirebon dalam Kegiatan Vaksinasi Kedua



FOKUS CIREBON – Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Cirebon, Dr H Nendi, S.Pd, MM, patut diapresiasi atas langkahnya dalam mendukung program pemerintah dalam percepatan memutus mata rantai Covid 19. 

Selain memutus, Nendi juga menjaga para siswa dan seluruh di lingkungan pendidikan SMAN 1 Kota Cirebon agar tidak terpapar pandemik Covid 19 dengan cara terus menerapkan prokes dan menjaga kesehatan lingkungan sekolah.

Terkait dengan program vaksinasi, Nendi menjelaskan, vaksinasi dosis kedua ini, untuk total 1.000 siswa-siswi. Vaksinasi tersebut adalah ikhtiar untuk melidungi siswa-siswi dari Covid-19 saat PTM Terbatas.

Pelaksanaan vaksinasi tersebut merupakan kolaborasi dari Lantamal III Jakarta, Pemkot Cirebon, Dinkes Kota Cirebon, Polres Ciko, Kodim 0614/SGJ, dan juga Lanal Cirebon. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono yang diwakili oleh Danlatamal III Jakarta, Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq.

Dalam keterangannya, Farouq mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi yang dilakukan SMAN 1 Kota Cirebon dengan berbagai stake holder, salah satunya adalah Polres Cirebon Kota (Ciko), adalah rangkaian dari program pemerintah untuk memutus mata rantai penyakit Covid-19. Sehingga, akhirnya, masyarakat termasuk pelajar, tetap sehat dan tidak mudah terpapar.

“Kita hadir dari Danlatamal III untuk meninjau sejauh mana pelaksanaan vaksinasi ini di daerah. Memang, harapannya, vaksinasi bertahap ini mampu menjaga herd immunity seluruh masyarakat Kota Cirebon. Danlatamal juga akan terus melaksanakan kegaitan ini secara kontinyu,” tutur Farouq.

Nendi juga mengungkapkan, vaksinasi tersebut merupakan bagian dan usaha SMAN 1 Kota Cirebon agar siswa-siswi tidak terpapar Covid-19. Serta bisa menjalankan PTM dengan baik. Selain itu, selama tiga pekan, PTM di sekolahnya berjalan lancar.

“Total, dari siswa yang melaksanakan vaksinasi itu, sekitar 1.000 dosis. Mengingat, siswa-siswi juga sudah ada yang divaksin. Kita memang ada dosis pertama dan kedua, karena tidak lolos screening. Ini ikhtiar kita yang memang juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat,” tutur Nendi. 

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal III) Jakarta Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq meninjau serbuan vaksinasi di SMAN 1 Kota Cirebon pada selasa (21/09/21).

Kedatangan Danlantamal III disambut Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Afif Yuhardi Putera, Asda I Kota Cirebon Sutisna, Kepala Sekolah SMAN I Drs Nendi dan lain sebagainya. 

Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq usai meninjau vaksinasi mengatakan, TNI AL melalui Lantamal III Jakarta menyelenggarakan vaksinasi massal di masing – masing wilayah kerja guna menjalankan program pemerintah menuju herd immunity secara nasional.

“ Saat ini kami meninjau bagaimana pelaksanaan vaksinasi secara parsial bisa berjalan dengan lancar dan sukses, saya bersykur dan merasa bangga sekali," Ujar Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq.

Danlantamal III melanjutkan, dari data yang ada, Kota Cirebon sudah 62 persen yang melaksanakan vaksinasi dan diharapkan dapat mampu meningkatkan presentase yang lebih baik, sehingga target vaksinasi dapat terwujud. “Kami dari Lantamal III untuk senantiasa melaksanakan kegiatan secara kontinyu bersama komponen bangsa lainnya. Tujuan hanya satu, Indonesia Sehat,” ucap Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq.

Lebih lanjut Umar Farouq berpesan kepada siswa, walaupun sudah di vaksin, wajib menjalankan protokol kesehatan secara ketat guna meminimalisir terjangkit Covid-19. 

Hal yang sama ditegaskan Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Cirebon, Drs. Nendi, bahwa vaksinasi ini merupakan vaksin dosis kedua. Dari 1.274 siswa saat ini ada yang baru mengikuti dosis pertama. 

"Hanya 50 siswa yang melakukan dosis 1, karena ketika tahap awal mereka tidak lolos skrining. " Kami bersyukur anak - anak bisa semangat mengikuti vaksinasi dan berharap pandemi Covid 19 bisa cepat berakhir," tutur Drs Nendi.


Sementara itu, banyak siswa SMA Negeri 1 Kota Cirebon mengaku senang bisa mengikuti vaksin. 

"Ya, saya senang, karena saya bisa ikut divaksin dan ini vaksin yang ke 2, kami semua semua mengucapkan terimakasih kepada pihak sekolah yang sudah menyelenggarakan kegiatan vaksin ini, dan kami tetap akan menjalan prokes sebagaimana yang diberlakukan pihak sekolah, baik mencuci tangan, mengenakan masker dan lainnya," tegas para siswa. (din)

PENGUATAN PERAN DPD RI BAGI DAERAH DALAM MENDUKUNG TUJUAN KE-1 SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DI MASA PANDEMI COVID-19

BIMMA ANANTHA
AKADEMI MANAJEMEN BELITUNG


  Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi dan wilayah yang luas. Menurut data Administrasi Kependudukan pada Juni 2021, jumlah penduduk Indonesia mencapai 272.229.372 jiwa (dukcapil.kemendagri.go.id, 2021). Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik dalam Statistik Indonesia 2021, Indonesia memiliki luas area sebesar 1.916.906,77 km2 (Badan Pusat Statistik, 2021: 10). Tingginya jumlah penduduk dan wilayah yang luas dapat menjadi dampak positif untuk kemajuan bangsa. 

     Luasnya wilayah Indonesia menyimpan segala bentuk potensi yang ada di setiap daerah. Pemanfaatan segala potensi yang dimiliki tentunya menjadi tanggung jawab bagi seluruh rakyat terutama bagi para pejabat perwakilan daerah. Setiap kekayaan alam dan potensi lainnya yang dimiliki daerah merupakan anugerah dari Tuhan yang wajib untuk dikelola dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan masyarakat luas. Masyarakat daerah yang sejahtera dan terbebas dari kemiskinan tentunya akan berdampak bagi skala nasional..

  Permasalahan kesejahteraan masih menjadi mayoritas masalah masyarakat di daerah hampir seluruh penjuru Indonesia. Kemiskinan yang melanda cukup banyak penduduk menjadi rujukan bahwa kesejahteraan belum seutuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bagaimana mungkin masyarakat bisa sejahtera sedangkan mereka hidup dalam garis kemiskinan. Kilas balik pada 2004 menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin secara absolut berjumlah 36,1 juta jiwa atau 16,66% dari total populasi penduduk (Badan Pusat Statistik, 2004: 1). Dapat disimpulkan bahwa sejak 17 tahun yang lalu, masalah kemiskinan menjadi satu masalah besar bagi bangsa Indonesia. Demi tercapainya bangsa Indonesia yang berdikari dari segala bentuk kemiskinan dibutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, para wakil rakyat dan daerah, hingga setiap masyarakat. Bukan tidak mungkin untuk membuat Indonesia sejajar dengan negara-negara maju, apabila masyarakatnya sudah lepas dari belenggu kemiskinan. 

  Mewujudkan Indonesia yang bebas kemiskinan tak lepas dari campur tangan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pemerintah pusat mencanangkan program Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Sustainable Development Goals merupakan agenda besar yang disepakati oleh banyak negara di markas PBB untuk mendorong pembangunan berkelanjutan yang didasarkan pada hak asasi manusia dan kesetaraan dalam mendorong pembangunan (sdgs.bappenas.go.id). Program Sustainable Development Goals terdiri dari 17 tujuan dan 169 target yang berlaku hingga 2030. Adanya program ini menunjukkan bahwa masih banyaknya sasarandan tujuan pembangunan yang belum terwujud di Indonesia.

    Tujuan utama dalam program SDGs adalah tanpa kemiskinan. Tanpa kemiskinan bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di manapun (sdgs.bappenas.go.id). Bukan tanpa sebab jika mengakhiri kemiskinan merupakan tujuan utama dari program ini. Masalah kemiskinan masih menyentuh banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Pada target 1.1, menargetkan bahwa pada tahun 2030 dapat mengentaskan kemiskinan ekstrim bagi semua orang yang saat ini berpendapatan kurang dari 1,25 dolar Amerika per hari (sdgs.bappenas.go.id). Kemiskinan ekstrem melanda cukup banyak masyarakat Indonesia. Jika dilihat dari tahun 2004 hingga 2019 menunjukkan bahwa adanya tren positif yang menampilkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia semakin menurun. Kinerja pemerintah pusat dan daerah selama ini dalam mengentaskan kemiskinan mesti diapresiasi. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik pada September 2019 jumlah penduduk miskin mengalami penurunan menjadi 24,79 juta orang atau 9,22% dari total penduduk (Badan Pusat Statistik, 2020). 

   Tren positif penurunan jumlah penduduk miskin ini tak bertahan lama. Semenjak masuk dan merebaknya virus Covid-19 pada Maret 2020 menyebabkan peningkatan jumlah penduduk miskin yang cukup signifikan di Indonesia. Dilansir dari Badan Pusat Statistik, hingga Maret 2021 jumlah penduduk miskin mencapai 27,54 juta jiwa (Badan Pusat Statistik, 2021). Pandemi ini memicu berbagai sektor ekonomi di Indonesia mengalami penurunan yang sangat tajam. 

 Tak bisa dinafikan bahwa saat ini masyarakat Indonesia berharap agar perekonomian kembali membaik seperti sediakala. Hampir seluruh daerah di Indonesia mengalami pergolakan ekonomi yang kian menurun. Oleh karena itu, peran DPD RI di masa pandemi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat seluruh daerah di Indonesia. Sesuai dengan tagline yang digaungkan DPD RI yaitu “Dari Daerah Untuk Indonesia” seperti yang disampaikan oleh Ketua DPD RI. Tagline ini menunjukkan bahwa para senator daerah harus memperjuangkan kepentingan daerah dengan tujuan akhir, Daerah Maju, Indonesia Maju, dan Daerah Makmur, Indonesia Makmur (dpd.go.id, 2020). Sesuai dengan tagline tersebut maka, untuk mewujudkan Daerah Maju, Indonesia Maju, dan Daerah Makmur, Indonesia Makmur maka upaya pengentasan kemiskinan merupakan hal utama yang harus dilakukan oleh senator DPD RI saat ini sesuai dengan wewenang, tugas, dan fungsi yang dimilikinya.

 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memiliki kedudukan yang fundamental dalam struktur parlemen untuk mewakili daerah yang di mana otonomi daerah telah diberikan seluas-luasnya pada pemerintah daerah (Adventus Toding, 2017: 305). Setelah 17 tahun berdiri sebagai lembaga negara, DPD RI menjadi satu lembaga yang menjadi harapan daerah dalam penyampaian aspirasinya. DPD RI menjadi wakil daerah yang menjalin hubungan dan menjembatani kepentingan daerah di tingkat nasional. Tak bisa dipungkiri bahwa wewenang yang dimiliki DPD RI saat ini memang belum mencukupi untuk menjadi sebuah parlemen bikameral  (Efriza, 2021: 11). DPD RI diharapkan mampu berkolaborasi dan menjadi perpanjangan tangan daerah agar dapat mengatasi berbagai masalah di setiap daerah.

   Visi DPD RI tertuang jelas dalam situs dpd.go.id yang berbunyi “DPD RI menjadi parlemen yang kuat dan aspiratif untuk memperjuangkan kepentingan daerah dalam wadah NKRI.” Visi ini mengandung makna tersurat bahwa DPD RI sebagai lembaga negara yang harus terus-menerus memperjuangkan aspirasi daerah. Misi DPD RI pada poin ke-2 juga berbunyi “Memperkuat DPD RI sebagai parlemen Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan daerah ditingkat nasional.” (dpd.go.id). Dari paparan visi dan misi tersebut sudah sangat jelas menunjukkan bahwa kedudukan DPD RI sebagai parlemen yang memperjuangkan aspirasi daerah di tingkat nasional.

    Dalam pengentasan kemiskinan saat ini, upaya yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan potensi daerah. Namun, bukan berarti menggali seluruh potensi daerah tanpa batasan yang justru dapat menyebabkan permasalahan baru bagi daerah. Potensi yang dimiliki setiap daerah tentu tidak sama. Upaya pengoptimalisasian potensi di setiap daerah dibutuhkan agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat yang positif bagi kehidupannya. Tak hanya itu, para pejabat wakil daerah mestinya harus lebih memahami apa yang dibutuhkan dari daerah asalnya. Sehingga, kebijakan yang diambil di pusat mampu mengatasi berbagai permasalahan di daerah, tidak bertentangan dengan kondisi daerah, dan sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah. Pembangunan dan pengentasan permasalahan pada setiap daerah harus memberlakukan asas keadilan yang merata agar tidak terjadinya kecemburuan sosial antardaerah.

 Meskipun terbatas dalam segi wewenangnya kinerja DPD RI selama 17 tahun ini juga patut diberikan apresiasi dari masyarakat. Akan tetapi, permasalahan dilapangan juga mengungkapkan bahwasanya cukup banyak masyarakat daerah yang tidak mengetahui siapa saja perwakilannya di DPD RI. Adanya permasalahan ini menunjukkan bahwa eksistensi DPD RI di mata masyarakat belum eksis secara utuh.

    Sejak 2004 hingga saat ini, terhitung sudah 17 tahun DPD RI berdiri. Telah cukup banyak kinerja DPD RI yang tentunya berdampak positif bagi masyarakat Indonesia. Namun, DPD RI masih perlu untuk membenahi diri dalam pengoptimalisasi penyerapan aspirasi daerah. Adanya pandemi ini juga membuat DPD RI harus bekerja lebih ekstra untuk menyerap aspirasi daerah agar kemerosotan ekonomi dan peningkatan angka kemiskinan tidak terus terjadi. Tagline DPD RI “Dari Daerah Untuk Indonesia” pengimplementasiannya harus terus dilaksanakan terutama dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Mengingat, jika daerah kuat dan mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi, maka akan berdampak positif dalam skala nasional.

  Langkah yang dapat ditempuh DPD RI dalam upaya penguatan perannya dalam mendukung Sustainable Development Goals tujuan ke-1 di masa pandemi Covid-19 yaitu mewajibkan Senator DPD RI untuk kembali ke daerah. Sebagai lembaga yang menyerap aspirasi masyarakat dan daerah, tentu salah satu cara paling efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat adalah dengan kembali ke daerah asal. Dalam Peraturan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib pada Pasal 5 ayat (1) huruf a, menyatakan bahwa DPD RI memiliki tugas dan wewenang: “menyusun Prolegnas mengenai rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan, dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya, serta berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah bersama DPR dan Pemerintah.” (Peraturan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib, 2014: 4).

  Dari penjelasan pasal di atas, dapat diketahui bahwa DPD RI memiliki tugas dan wewenang untuk merancang Undang-Undang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya di daerah. Di tengah kondisi pandemi seperti ini maka kehadiran DPD RI sangat dibutuhkan masyarakat dan daerah untuk turut andil dalam mengatasi permasalahan peningkatan kemiskinan yang melanda hampir seluruh daerah di Indonesia. Oleh karena itu, DPD RI diharapkan lebih meningkatkan eksistensinya di tengah masyarakat saat ini. Apalagi mengingat cukup banyak masyarakat yang belum mengetahui siapa wakil mereka di DPD RI dan apa tugas dari DPD RI. Harapannya, setelah DPD RI lebih sering terjun langsung ke masyarakat dapat menyerap aspirasi langsung dari masyarakat agar rancangan undang-undang yang dibuat dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Wakil Walikota Cirebon : Karang Taruna Bagian dari Semangat Pemuda Membangun Daerah

Wakil Wali Kota, Dra H Eti Herawati


FOKUS CIREBON - Pemuda harus jadi garda terdepan pembangunan di Kota Cirebon. Banyak hal positif yang dapat dilakukan anak-anak muda di Kota Cirebon. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menghadiri Bulan Bakti Karang Taruna Kota Cirebon di RT 04 RW 10 Penggung Utara, Kelurahan/Kecamatan Harjamukti. “Alhamdulillah, kepengurusan karang taruna di Kota Cirebon sudah terbentuk,” tutur Eti. 

Apalagi selama pelaksanaan bulan bakti Karang Taruna September ini berbagai kegiatan sosial yang sangat positif dilakukan oleh karang taruna Kota Cirebon. “Kami tentu menyambut baik kegiatan yang digelar anak-anak muda kita,” tutur Eti. 

Ke depannya, Eti anak-anak muda yang berdaya keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya oleh lingkungan mereka. Berbagai kegiatan positif dapat mereka gelar. Sehingga anak-anak muda di Kota Cirebon dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan yang tidak berguna dan melanggar hukum. 

“Pemuda harus menjadi garda terdepan pembangunan di Kota Cirebon,” tegas Eti.

Semangat mereka yang menggelora dapat disalurkan untuk beragam kegiatan. Kolaborasi dengan masyarakat juga dapat dilakukan, sehingga dapat menunjang pembangunan di Kota Cirebon.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Kota Cirebon, Rian Hadi, menjelaskan September merupakan bulan bakti Karang Taruna. Setiap minggu mereka menggelar kegiatan sosial di sejumlah tempat di Kota Cirebon.

“Minggu ini merupakan minggu kedua kami melakukan kerja bakti,” tutur Rian. Kegiatan yang digelar hari ini berupa bersih-bersih pemakaman umum.

Selain itu mereka juga membagikan total 2 ribu paket. “untuk hari ini kami bagikan sekitar 250 hingga 300 paket,” tutur Hadi. Paket tersebut terdiri dari masker serta vitamin C, D dan E. Melalui pembagian masker dan vitamin tersebut Rian berharap masyarakat Kota Cirebon tetap menjaga kesehatan dan patuh menaati protokol kesehatan (prokes). 

“Sekalipun saat ini kasus penyebaran Covid-19 sudah melandai, kita jangan sampai lengah,” tutur Rian. (din)

Senin, 20 September 2021

'Poros Jati' IAIN Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Duta Atlet Untuk Ajang Nasional

Warek III, IAIN SNJ Cirebon, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag saat memberikan keterangan terkait persiapan atlet Poros Jati pada ajang OSAE di Aceh pada Nopember 2021 mendatang. 


FOKUS CIREBON - Pekan Orientasi Riset  Olah Raga dan Seni Syekh Nurjati (POROS JATI), yang Lounchingnya tertunda akibat Pandemik, akhirnya dilounching bersamaan dengan kegiatan diesnatalis IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang digelar di lantai 3, Pasca Sarjana kampus setempat, Senin (20/9/2021). 

Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Lembaga, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag menyatakan, Poros Jati seharusnya dilounching pada 12 Agustus 2021. Namun karena situasi masih Pandemi, akhirnya diundur dan dilounching bersamaan dengan kegiatan diesnatalis IAIN SNJ Cirebon.

Poros Jati kata Ilman merupakan sarana pencarian bibit-bibit unggul untuk menjadi duta IAIN dalam berbagai ajang olah raga dan seni di semua tingkatan, seperti Pionir dan lainnya.

"Alhamdulilah, minat mahasiswa terhadap bidang yang satu ini cukup luar biasa, tetapi juga masih ada sebagian mahasiswa baru belum at home, mereka lebih konsentrasi untuk kuliah, tapi kami terus lakukan sosialisasi dan lakukan penjaringan, dan responnya cukup baik," ujar Ilman.

Saat ini, Poros Jati kata Ilman, memiliki 28 cabang olah raga (cabor) 15 kategori. "Poros Jati ini untuk menjaring potensi, minat dan bakat mahasiswa di bidang olah raga dan seni, untuk menjadi duta PTKIN," terangnya.

Ilman juga menjelaskan, Poros Jati tengah mempersiapkan atlet untuk Pionir dan agenda terdekat yakni ajang OASE di Aceh. Baik olah raga, seni maupun karya ilmiah.

"Hasil penjaringan akan kita seleksi untuk calon-calon bibit IAIN, setelah itu kita akan berikan bimbingan dan pembinaan, terutama untuk dipersiapkan di ajang OASE, yang rencananya akan digelar pada Nopermber 2021," ungkapnya. (din)

Sabtu, 18 September 2021

Wakil Walikota Cirebon : Ayo Dukung Pemerintah Wujudkan Indonesia Bebas TBC

Wakil Wali Kota Cirebon


FOKUS CIREBON - Data WHO 2019 menyebutkan jumlah estimasi kasus TBC di Indonesia sebanyak 843.000 orang. Menurut data TB Indonesia tahun 2020, jumlah kasus TBC meningkat menjadi 845,000 dan jumlah kematian lebih dari 98.000 orang.

Mengacu data tersebut, sudah seharusnya menjadi perhatian kita. Kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang sehat adalah kunci bersama. Salah satu upaya yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon dengan mengadakan orientasi pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan TBC patut diapresiasi. 

Atas nama Pemerintah Daerah Kota Cirebon, saya berharap kegiatan ini menjadi momen untuk seluruh elemen masyarakat, pondok pesantren, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Terutama isu TBC dan mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas TBC. (din)

Tumbuhkan Kota Wisata, Wali Kota Cirebon Ajak Warga Jaga Kebersihan Pantai

Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH

FOKUS CIREBON – Terletak di garis pantai utara Jawa Barat, Kota Cirebon memiliki potensi untuk mengembangkan wisata pantai. Masyarakat diminta turut bersama-sama menjaga kebersihan pantai untuk menarik wisatawan berkunjung.

Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat menghadiri acara puncak World Cleanup Daya (WCD) di kawasan Pesisir Utara, Kelurahan Panjunan dan Kelurahan Kebon Baru, Kota Cirebon, Sabtu (18/9/2021), menjelaskan Kota Cirebon merupakan salah satu kota yang posisinya ada di bibir pantai. “Dengan garis pantai 7 km, dapat dioptimalkan menjadi tempat wisata,” ungkap Azis.

Azis mencontohkan, lokasi wisata Pantai Losari di Sulawesi Selatan yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, bahkan luar negeri. “Kalau seperti itu, sangat menguntungkan buat masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya.

Alasan itu pula yang membuat acara puncak WCD digelar di pesisir Kota Cirebon. Azis masih melihat sampah menumpuk di pesisir pantai. Sampah-sampah dijadikan bahan urugan. Bahkan ada pula empang yang diurug atau ditutup menggunakan sampah. “Ini cukup mengganggu lingkungan,” kata dia.

Proses pemadatan dengan menggunakan sampah sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4/2018 tentang Pengelolaan Sampah. Untuk itu, Azis sudah meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon untuk mendata siapa pemilik lahan yang melakukan pengurugan atau pemadatan lahan menggunakan sampah. “Dipanggil dan ditanyakan, diurug sendiri atau seperti apa?” kata Azis.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, lanjut Azis, juga akan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk bersama-sama dengan Satpol PP melakukan penegakan perda. Namun, lanjut Azis, pihaknya tetap mengupayakan kegiatan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan.

“Kegiatan yang digelar hari ini juga merupakan upaya sosialisasi kepada warga,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Azis kembali mengingatkan kepada masyarakat bahwa Kota Cirebon saat ini sudah menjadi kota tujuan wisata dengan kekayaan kulinernya. 

“Kalau lingkungannya tidak bersih, banyak sampah, bagaimana dengan kuliner kita? Tentu akan menghalangi berkembangnya pariwisata di Kota Cirebon,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota (Ciko), AKBP M. Fahri Siregar, S.H., S.IK., M.H. mengatakan, pihaknya bersama dengan Pemda Kota Cirebon akan bersinergi untuk mengupayakan tindakan preventif mengenai penanggulangan sampah di Kota Cirebon.

“Kita akan terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ungkap Fahri. 

Ia juga meminta kesadaran masyarakat untuk bisa bersama-sama menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing untuk Kota Cirebon yang bersih, indah dan hijau.

Di tempat yang sama, Kepala DLH Kota Cirebon, Kadini, S.Sos. menjelaskan, pihaknya akan segera mendata lahan-lahan yang diurug menggunakan material sampah. 

“Kita bekerja sama dengan kelurahan dan kecamatan. Karena pemiliknya sendiri kebanyakan berada di luar kota,” kata Kadini.

Nantinya pemilik lahan akan diberikan alternatif untuk mengangkut sampah mereka atau mengurug dengan menggunakan tanah. Sedangkan untuk pemasangan CCTV di sekitar lokasi tersebut direncanakan pada 2022 mendatang. 


Kadini juga menuturkan bahwa ke depannya untuk pengelolaan sampah plastik di Kota Cirebon akan ada aturannya sendiri. Aturan sampah plastik ditargetkan diberlakukan pada 2022 mendatang.

Rangkaian kegiatan WCD di Kota Cirebon sendiri digelar sejak 15 September 2021. Diantaranya dengan menggelar produk yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah sampah di bank sampah. Produk yang dihasilkan juga beragam, mulai dari cinderamata, kursi, bunga dan lainnya.

Selain itu kegiatan sosialisasi juga terus digelar dan puncaknya dilakukan hari ini, yaitu membersihkan sampah di pesisir Kota Cirebon. Kegiatan membersihkan sampah di pesisir tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat yang ada di Kota Cirebon. (din)

Pemkab Cirebon Targetkan Bebas Sampah di 2024

CIREBON.- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk melakukan penanganan terkait sampah. Bahkan, Pemkab Cirebon menargetkan tahun 2024 wilayah Kabupaten Cirebon bebas Sampah. 

Hal tersebut diungkapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon Dr. Deni Nurcahya, ST., M.Si saat acara World Cleanup Day (WCD) tahun 2021 di Desa Dawuan Kecamatan Tengahtani, Sabtu (18/9/2021). 

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag beserta Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon Hj. Nunung Roosmini bersama sejumlah pihak. 

Deni memgatakan, kegiatan World Cleanup Day (WCD) tahun 2021 merupakan kegiatan serentak di seluruh dunia. Bahkan, WCD ini diikuti 187 negara dan 34 Provinsi di Indonesia dengan 13 juta relawan. 

Menurutnya, World Cleanup Day adalah aksi bersih-bersih yang dilaksanakan dalam satu hari secara serentak di seluruh dunia. 

"Kami di Kabupaten Cirebon ikut partisipasi dalam kegiatan WCD tahun 2021. Kita harus ikut membudayakan memilah sampah dari rumah dan melakukan bersih-bersih di lingkungan kita," kata Deni. 

Deni menjelaskan, kegiatan WCD ini merupakan bentuk bagaimana kita menjaga lingkungan sekitar, sehingga prilaku dalam penanganan sampah serta bagaimana mengelola sampah sehingga bisa menjadi nilai ekonomis yang tinggi. 

"Kita mengajak masyarakat untuk ikut memilah sampah, mana sampah yang bisa dijadikan nilai ekonomi, mana yang tidak demi menciptakan lingkungan yang bersih," katanya. 

Menurut Deni, Pemerintah Kabupaten Cirebon sangat mendukung kegiatan WCD yang dilakukan sejumlah komunitas.  

"Pemkab Cirebon mendukung acara ini. Ini sebagai upaya menyadarkan masyarakat tentang hidup bersih tanpa sampah," katanya.

Sementara itu,  Leader Komunitas Kabupaten Cirebon, Lin Kartini mengatakan, WCD ini merupakan program dunia untuk penanganan sampah. "Acara ini dilakukan dari tanggal 15 sampai 20 September setiap tahunnya, di Indonesia melibatkan 13 juta relawan dari 34 Provinsi," katanya.

Lin menjelaskan, kegiatan WCD ini diikuti oleh puluhan komunitas, Pemda Kabupaten Cirebon, Muspika Kecamatan Tengahtani dan masyarakat sekitar. 

"Untuk komunitas ada 50, salah satunya komunitas Forkoci yang ikut acara WCD tahun 2021 tingkat Kabupaten Cirebon. Dan acara seperti ini dilakukan serentak di semua kecamatan," katanya. 

"Kami harapkan kegiatan WCD tahun 2021 ini bisa membuat Kabupaten Cirebon terbebas dari sampah. Karena kegiatan ini sudah dilakukan setiap tahun, dan ini tahun ke empat dilakukan di Kabupaten Cirebon," tambahnya. (din)

Jumat, 17 September 2021

Pemkab Cirebon Klarifikasi Kedatangan Bupati ke KPK


CIREBON - Pemkab Cirebon merilis perihal kedatangan Bupati Cirebon, Imron ke Gedung KPK, Rabu (15/9/2021). Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim), Nanan Abdul Manan menerangkan, kedatangan Bupati bersama beberapa pejabat Pemkab Cirebon,  berdasarkan undangan KPK. Isi undangannya sendiri bukan untuk Klarifikasi, namun Koordinasi Pemerantasan Korupsi.

"Kami luruskan tentang kedatangan bupati bersama tim ke KPK. Bukan klarifikasi tapi diundang untuk koordinasi masalah pemberantasan korupsi," kata Nanan, Jum'at (17/9/2021).

Menurut Nanan, pertemuan Bupati Cirebon bersama tim dalam rangka memenuhi undangan KPK Bidang Koordinasi dan Supervisi. Hal itu berkaitan tentang Koordinasi Pemberantasan Korupsi terintegrasi di Pemkab Cirebon. 

KPK pun menyampaikan beberapa masukan terkait pencegahan tindak pidana korupsi. KPK menyoroti  instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik, yaitu kegiatan pelayanan kemudahan investasi/ perijinan, pengadaan barang dan jasa serta manajemen ASN. 

"KPK memberi masukan terkait yang berhubungan dengan investasi serta perijinan. Mereka meminta, agar tidak ada yang menghambat proses investasi yang masuk ke Kabupaten Cirebon," jelas Nanan.

Kemudian lanjut Nanan, KPK juga meminta supaya Pemkab Cirebon melakukan revisi peraturan perundang-undangan yang mendukung percepatan dan kemudahan proses investasi. Hal itu bertujuan untuk pemulihan ekonomi nasional. Masalahnya, harus menggunakan regulasi yang disesuaikan dengan Undang-Undang Cipta Kerja dan tidak ada pungutan liar dalam proses pengurusan perijinan. 

"KPK meminta mempermudah perizinan supaya iklim investasi bisa cepat. Tujuannya kan untuk memulihkan perekonomian nasional," jelasnya.

Nanan menambahkan, KPK juga meminta proses Pengadaan Barang dan Jasa, supaya dilaksanakan sesuai Peraturan Perundang-undangan yang ada dan tidak terdapat upaya tindak pidana korupsi.

Selain itu, KPK juga menyoroti persoalan yang berkaitan dengan manajemen ASN. Mereka meminta, supaya proses promosi dan mutasi ASN dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang mengatur tentang manajemen ASN. 

"Dari kegiatan tersebut diharapkan adanya sinergitas dalam pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi pada tiga sektor. Ini kan demi kebaikan dan kemajuan Kabupaten Cirebon," tukas Nanan. (din)

Pemkab Cirebon Dorong Kebangkitan Ekonomi di Pesantren

Bupati Cirebon, Drs Imron Rosyadi M.Ag


CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong kebangkitan ekonomi di pesantren pascapandemi melalui program One Pesantren One Product (OPOP). Program tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) untuk bantuan permodalan usaha pesantren.

Sebanyak 63 pondok pesantren di Kabupaten  Cirebon, mendapatkan bantuan modal tahap pertama, mulai dari Rp25 juta - Rp35 juta.

Bupati Cirebon, Drs. Imron Rosyadi, M. Ag., mengatakan, pihaknya berharap pesantren yang ada di Kabupaten Cirebon dapat bangkit pascapandemi ini, khususnya pada bidang ekonomi. 

"Semoga program ini bisa membantu pesantren untuk lebih mandiri dan ikut serta membangkitkan ekonomi di Kabupaten Cirebon," kata Imron di Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (17/9/2021). 

Imron juga berterima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang sudah memberikan bantuan tersebut kepada pesantren. Nantinya, pesantren yang mendapatkan bantuan tersebut, dapat menciptakan produk bermutu namun harganya standar atau terjangkau. 

Imron mengaku, jika pesantren dapat bangkit, maka Indonesia juga bangkit. Produk pesantren juga akan didukung sepenuhnya oleh Pemkab Cirebon. 

"Saya senang dan bangga setelah tadi melihat salah satu produk pesantren. Berkat program OPOP ini, saya bisa melihat bahwa produk pesantren bisa bersaing," ujar Imron.

Di samping itu, Koordinator pendamping Wilayah III Cirebon, Iwan Setiyawan menjelaskan, pesantren yang mendapat program tersebut sudah melalui berbagai tahap, di antaranya harus sudah memiliki usaha dan mempresentasikannya dalam sebuah audisi. 

Yang lolos dalam tahap pertama di Kabupaten Cirebon ada 63 pesantren, dengan bantuan modal Rp25 juta - Rp35 juta.

"Nanti setelah dapat bantuan modal pertama, pesantren bisa mengikuti audisi tahap 2, untuk mendapatkan bantuan modal sebesar Rp75 juta - Rp200 juta," ungkap Iwan. 

Produk yang dimiliki oleh pondok pesantren di Kabupaten Cirebon sangat beragam, di antaranya makanan olahan, kerajinan, pertanian, peternakan, dan perdagangan umum. "Harapannya tentu, santri bukan hanya memahami ilmu agama saja, tapi juga bisa mengerti terkait usaha," katanya. (din)

Dr Kartimi M.Pd : Sidang PAK Dosen Penting Dalam Peningkatan Karir dan Percepatan Transformasi Lembaga

Dr Kartimi M.Pd, Warek 2, IAIN Syekh Nurjati Cirebon


FOKUS CIREBON - Kegiatan Sidang Peningkatan Angka Kredit (PAK) dan Pemrosesan Kenaikan Pangkat bagi tenaga pendidik dan kependidikan sangat penting, dan ini adalah salah satu upaya yang dilakukan pihak kepegawaian dalam rangka untuk meningkatkan jenjang karir, dan peningkatan kesejahteraan dosen dan karyawan.

Kegiatan yang dibuka oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini, diharapkan menjadi motivasi tersendiri bagi para dosen dan kepegawaian dalam meniti karir. Karena ini akan berimplikasi kepada kenaikan kelas Perguruan Tinggi yang saat ini tengah bertransformasi menuju UIN.

Warek II, Dr Kartimi M.Pd menjelaskan bahwa peningkatan karir itu bisa digunakan dalam beberapa persyaratan, semisal dosen ingin menjadi Ketua Jurusan maka tentu harus dilihat dari pangkat dan golongannya.

Demikian juga untuk PNS yang ingin membimbing skripsi atau menguji komprehensif itu juga harus ada persyaratan, yakni terkait pangkat dan golongannya.

Selain itu, kenaikan pangkat ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan, misalnya untuk TUKIN, dan TUKIN ini bagi dosen adalah selisih dari sertifikasi dosen.

"Jadi kalau golongannya tinggi tentu secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan dosen tersebut, dan terkait PAK sendiri, itu di dalamnya menyangkut Tridarma Perguruan Tinggi," terangnya,Jum'at (17/9/2021), di Hotel Tryas Cirebon.

Kartimi juga menjelaskan bahwa di PAK itu ada sejumlah persyaratan dan memiliki pedoman yang ada di kepegawaian dan biasanya ini diperuntukan bagi dosen yang ingin kenaikan pangkat, sehingga jika sudah waktunya akan diinformasikan oleh pihak kepegawaian dan dosen diminta untuk mengumpulkan sejumlah persyaratan untuk memenuhi kenaikan pangkat tersebut.

Sementara terkait dengan transformasi kelembagaan, menurut Kartimi, PAK ini  sangat berhubungan erat, karena di dalamnya terdapat jumlah guru besar, dan persyaratan yang ada saat ini sebuah perguruan tinggi minimal harus memiliki sedikitnya 3 orang guru besar. 

"Jika angka tersebut sudah terpenuhi, maka perguruan tinggi dapat mengajukan transformasi kelembagaan menuju universitas. Dan di dalam transformasi juga menyangkut jumlah SDM, yakni jumlah doktoral, asisten ahli, Lektor kepala, termasuk Prodi-Prodi dan ini sangat berpengaruh terhadap akreditasi dan akreditasi ini sangat berpengaruh kepada transformasi kelembagaan,"  ujarnya.

Untuk itu Kartimi berharap, dengan diadakannya sosialisasi sidang PAK ini, dosen-dosen dapat memotivasi diri, untuk segera bisa melakukan pengurusan terkait dengan kenaikan pangkatnya. (din)

Kepegawaian IAIN Gelar Kegiatan Koordinasi Sidang PAK Dosen dan Pemrosesan Kenaikan Pangkat

Pembukaan kegiatan Koordinasi Sidang PAK Dosen dan Pemrosesan Kenaikan Pangkat, Hotel Grand Tryas Cirebon.


FOKUS CIREBON -  Sejumlah tenaga pendidik di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengikuti kegiatan koordinasi Sindang Penilaian Angka Kredit (PAK) dosen dan Pemrosesan Kenaikan Pangkat, Jum'at (17/9/2021) di Hotel Tryas Cirebon.

Kegiatan yang dibuka oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag,  dihadiri para Wakil Rektor, Kabag, Kasubag, Kajur dan dosen serta SPI.

Sumanta dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan program kepegawaian yang terus meresponsif, dan ingin melihat gerak yang pro aktif dari para dosen untuk melakukan kenaikan pangkat.

Sumanta juga menegaskan, jabatan fungsional yang dimiliki, memiliki implikasi terhadap transformasi ke depan dan akselerasi untuk pengembangan lembaga.

Kemudian PAK dan kenaikan pangkat ini adalah penentu juga pada kelulusan Perguruan Tinggi untuk naik kelas, untuk bertransformasi, mulai dari guru besar, Lektor, Lektor kepala, semua dihitung dari rasionya. 

Jadi kepegawaian ini memegang peranan penting bagi perguruan tinggi. Karena di dalamnya ada akselerasi kenaikan pangkat, kemudian sosialisasi dan lainnya, ini merupakan bagian dari program kepegawaian, di mana prosesnya rinci sekali.

"Ya, kita asumsikan dengan turunnya SK transformasi maka dituntut peningkatan prodi umum dan berpengaruh kepada akreditasi dan pengembangan lembaga," terangnya.

Sumanta juga mengulas perbandingan kenaikan pangkat pada zaman kepemimpinan presiden sebelum-sebelumnya. Hingga keluarnya ancaman dan riewed bagi dosen. 

Ancaman tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Agama, terkait kenaikan pangkat pada masa lalu, yakni jika sudah di usia 50 tahun belum 4a, maka dipensiunkan.

Berbeda dengan era berikutnya, dengan adanya sertifikasi dan riewed bagi guru dan dosen. Sehingga dosen adalah profesi yang menjanjikan, apalagi jika kreatif, kemudian melakukan kerjasama kerjasama, sehingga unsur-unsur kebutuhan PAK akan segera terpenuhi dengan baik. (din)