Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 15 Desember 2021

Bupati Imron Tinjau Proyek Pembangunan di Empat Lokasi, Ini Kata Bupati


FOKUS KAB CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag bersama sejumlah kepala satuan perangkat daerah (SKPD), melakukan safari pembangunan ke sejumlah lokasi proyek pembangunan yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (15/12/2021).

Pantauan Tim Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon, Imron bersama sejumlah kepala SKPD berangkat dari Kantor Bupati Cirebon sekira pukul 13.00 WIB dan langsung menuju TK Plumbon di Desa Lurah, Kecamatan Plumbon.

Setelah melakukan pemantauan hasil pembangunan di TK Plumbon, Bupati Cirebon bersama rombongan langsung menuju lokasi proyek pembangunan Pasar Pasalaran di Jalan Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Weru.

Setelah itu, rombongan pun kembali melakukan perjalanan ke jalan baru yang menjadi penghubung antara Kelurahan Watubelah (Kecamatan Sumber)- Kelurahan Pejambon (Kecamatan Sumber) dan Asrama Haji di Jalan Fatahillah.

Bupati Imron mengatakan, dalam pemantauan tersebut, seluruh proyek pengerjaan di empat lokasi berjalan dengan lancar dan sesuai target yang sudah ditentukan dinas terkait.

"Pembangunan berjalan lancar, mulai dari TK Plumbon sampai Asrama Haji Watubelah," kata Imron.

Ditambahkan Imron, ia meminta supaya jalan penghubung antara Kelurahan Watubelah dan Kelurahan Pejambon segera diberi nama. Hal ini supaya lebih memudahkan masyarakat.

Menurut Imron, nama jalan baru tersebut disarankan menggunakan nama tokoh atau pun pahlawan dari Kabupaten Cirebon. "Contoh, bisa diberi nama Jalan Mbah Kuwu atau yang lainnya," ujar Imron.

Asrama Haji Watubelah yang semula tampak dalam kondisi rusak dan tidak terawat, kini sudah baik dan layak digunakan setelah dilakukan perbaikan. 

Imron mengatakan, pembangunan dilakukan lantaran adanya keluhan dari para calon jemaah haji.

Diharapkan, lanjut Imron, keberadaan asrama haji tersebut bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada calon jemaah haji dari Kabupaten Cirebon. 

"Sekarang sudah sangat layak, mudah-mudahan tahun depan pelaksanaan ibadah haji bisa dilaksanakan dan tempat sudah bisa digunakan," katanya. (din)

Selasa, 14 Desember 2021

Bupati Cirebon Hadiri Pelantikan Pengurus Wilayah NU Jawa Barat

FOKUS INDRAMAYU - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat masa khidmah 2021-2026 di Pondok Pesantren Hidayatut Tholibiin, Kabupaten Indramayu, Selasa (14/12/2021).

Kepengurusan PWNU Jawa Barat kini dipimpin Dr. KH. Abun Bunyamin sebagai Rais Syuriyah dan KH Juhadi Muhammad sebagai Ketua Tanfidziyah.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) sejak dahulu, saat ini, hingga masa yang akan datang tidak akan menghilangkan semangat kebangsaannya.

Di Jawa Barat, pemerintah provinsi bersama NU memiliki beberapa program kerja untuk masyarakat, pesantren, dan santri dengan jumlah anggaran sekira Rp 750 miliar dalam dua tahun terakhir ini.

"Salah satu program terbaik adalah satu desa, satu hafiz Al-Quran. Sudah berjalan 2.300 desa. Mudah-mudahan Jawa Barat aman," katanya.

Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, ST., M.Ud mengatakan, ada beberapa kerjasama antara Provinsi Jawa Barat dengan PWNU Jawa Barat yang dimulai 2018 sampai saat ini.

Beberapa program di antaranya yakni, ajengan masuk sekolah. Tokoh agama yang ke dalam sekolah itu menyampaikan rasa cinta terhadap negara dan agama Islam kepada siswa. 

"Sebelum Covid-19 program bisa berjalan, tetapi gara-gara pandemi dihentikan sementara dan akan dihidupkan lagi tahun depan," kata Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Emil.

Kemudian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun memiliki program one pesanten one product (OPOP). Tercatat, sebanyak 2.600 pondok pesantren di Jawa Barat sudah mengikuti program tersebut.

Emil mengatakan, dari 2.600 pesantren tersebut, sebanyak 2.000 merupakan pesantren Nahdatul Ulama.

Ditambahkan Emil, beberapa posisi pimpinan di Jawa Barat, di antaranya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kementerian Agama (Kemenag), dan ketua dewan masjid provinsi merupakan keluarga besar NU.

"Pemerintah intinya mengembalikan kembali uangnya kepada rakyat, dan mayoritas penduduk di Jawa Barat itu merupakan dari keluarga NU," katanya.

Emil mengatakan, pada kepengurusan PWNU yang baru ini direncanakan akan membangun rumah sakit. Menurutnya, pemerintah bakal membantu rencana untuk masyarakat tersebut.

"Kami terbuka untuk diobrolkan. Kalau lahan ditemukan, maka akan langsung dibangun. Kami mendukung," katanya. (Hafidz)

Pemkab Cirebon Bakal Siapkan Grand Desain Pembangunan Kependudukan

FOKUS KAB CIREBON - Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon berencana membuat Grand Desain Pembangunan Kependudukan. 

Hal tersebut diungkapkan Sekda Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si saat membuka acara Rapat Lanjutan Orientasi Penyusunan  Grand Desain Pembangunan Kependudukan di Kantor DPPKBP3A,  Selasa (14/12/2021). 

Menurut Rahmat, data Kependudukan menjadi kunci utama dalam Desain Pembangunan Kependudukan. Sebab, pihaknya harus mengetahui secara rinci jumlah penduduk di Kabupaten Cirebon. 

"Kunci utama dalam Grand Desain ini adalah data. Sehingga nanti Disdukcapil melakukan analisa pertumbuhan penduduk di Kabupaten Cirebon, setiap tahun yang lahir berapa yang pindah dan yang datang berapa serta yang  meninggal berapa coba dianalisis," pintanya.

Rahmat mengatakan, dalam program Grand Desain Pembangunan Kependudukan ini tidak hanya dilakukan oleh satu lembaga saja melainkan  semua lembaga pemerintah harus ikut serta dalam program ini. 

"Pembangunan Kependudukan itu perlu Sinergi, Sinkronisasi, Harmonisasi seluruh unit kerja di Pemerintah Daerah Kabupaten Criebon. Di Kabupaten Cirebon ini kendalanya ada di keyakinan data sehingga ketika kita bisa meyakini data itu, maka itu analisanya sudah akan benar. Ketika analisanya benar tentu programnya juga akan benar," ujar Rahmat.

Namun demikian, kata Rahmat, dalam penyusunan Grand Desain Pembangunan Kependudukan perlu dilakukan beberapa perencanaan, agar hasilnya lebih maksimal. 

"Kita harus bisa mengendalikan pertumbuhan penduduk. Kalau pertumbuhan penduduk semakin cepat maka pemerintah juga harus mengimbangi dengan layanan krpendudukan dan layanan hak sipilnya.

Pemerintah daerah juga harus menjamin kesehatan, pendidikan, ekonomi warganya," katanya.

Rahmat mengajak seluruh OPD  di Pemerintahan Kabupaten Cirebon untuk bergerak dengan tugas serta fungsinya masing-masing dalam Program Grand Desain Pembangunan Kependudukan. 

Sebab, pengendalian pertumbuhan penduduk dan kualitasnya juga harus ditingkatkan. 

"Bagaimana kita menata persebaran dan mengarahkan mobilitas persebaran penduduk ini, ini menjadi penting. Artinya, ini soal kebijakan lokal untuk pemerataan penduduk. Oleh karena itu butuh kerjasama semua pihak agar program ini bisa tercapai," katanya. 

Tampak hadir dalam rapat tersebut, Kepala DPPKBP3A, Hj. Enny Suhaeni, SKM, M.Kes, Kepala Bappelitbangda, Suhartono, S.Sos, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon dan sejumlah perwakilan dari OPD. (Heri)

Kedatangan Menag Yaqut di Kampus IAIN Cirebon Diburu Wartawan Lokal dan Nasional

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas didampingi Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, saat menemui wartawan seusai meninjau ruang Syber PJJ PAI, Selasa, (14/12/2021).


FOKUS CIREBON - Wartawan yang sejak pagi sudah menunggu kedatangan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, langsung diburu setelah kendaraan dinas Menteri Agama memasuki area kampus IAIN Cirebon, Selasa (14/14/202).

Menag Yaqut langsung menuju ruang Rektor bersama rombongan pejabat Kementerian Agama, usai itu, Menag langsung menuju ruang lobi dan kemudian  ke venue utama untuk melangsungkan peresmian Prodi PJJ PAI. 

Usai Soft Lounching, Menteri Agama bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke ruang Studio PJJ PAI. Usai itu, Yaqut keluar didampingi Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag menemui para wartawan.

Ketika ditanya soal kekerasan seksual, Menag dengan tegas sudah menerjunkan tim investigasi. Pihaknya saat ini tengah menunggu hasilnya. 

"Saya sudah memerintahkan jajaran di Kementerian Agama mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk melakukan investigasi menyeluruh serta mitigasi pencegahan kekerasan seksual di lembaga pendidikan keagamaan," ujar Menag Yaqut.

Investigasi tersebut, kata Yaqut, dengan menurunkan semua jajaran Kementerian Agama, agar melakukan investigasi di daerah masing-masing. 

"Investigasi dan mitigasi ini, akan dilakukan di seluruh satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama mulai dari madrasah, pesantren, hingga perguruan tinggi dan meminta untuk segera melaporkan hasilnya," kata Menag.

Menag juga berharap dengan diterjunkannya tim tersebut dapat mengungkap hingga memitigasi potensi kekerasan seksual. (din)

Rektor IAIN Cirebon Sambut Kedatangan Menteri Agama RI di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas beserta rombongan pejabat Kementerian Agama RI saat tiba di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (14/12/2021).


FOKUS CIREBON - Kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qaumas di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon disambut hangat Rektor IAIN Cirebon beserta jajarannya, Selasa, (14/12/2021).

Kedatangan Menteri Agama untuk melaunching Siber PAI, yang peresmiannya langsung dilakukan oleh Yaqut Cholil Qaumas, Menteri Agama  melalui virtual zoom meeting.

Selain kedatangan Menteri Agama, hadir pula Dirjen Pendis, Sekjen, Dirjen PTKI, dan tamu undangan lainnya.


Menteri Agama dan rombongan pejabat Kementerian Agama RI, langsung menuju ruang kerja Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tak lama kemudian menuju ruang lobi dan pengambilan sesi pemotretan.

Usai di ruang lobi, Menteri Agama bersama rombongan, didampingi Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag beserta jajaran langsung menuju venue utama, di mana Siber PJJ PAI akan diresmikan. (din)






Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Resmikan Prodi PJJ PAI IAIN Cirebon, 200 Mahasiswanya Kuliah Gratis

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan pidato peresmian Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (14/12/2021).


FOKUS CIREBON - Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas secara resmi melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (14/12/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag dalam sambutannya mengatakan, di era serba digital seperti sekarang ini, metode pendidikan yang memanfaatkan media internet bukan lagi menjadi teknologi eksperimental. 

Hal tersebut dapat dilihat dari kenyataan bahwa saat ini perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tersebut juga ikut melahirkan knowledge society.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga ikut mendorong agar pemanfaatan teknologi informasi berupa internet, khususnya di pendidikan tinggi, terus dimaksimalkan. 

Hal ini kemudian di jawab oleh pemerintah melalui Kementerian Agama yang mengusung pengembangan pendidikan tinggi dengan menginisiasi pendidikan jarak jauh di IAIN Syekh Nurjati. 

"Tentu saja, pengimplementasian tersebut bukan sekedar memindahkan proses pendidikan ke ruang maya, namun juga mengaktualisasikan pendidikan jarak jauh dengan basis pengetahuan yang kompetitif," kata Sumanta.

Sumanta juga menjelaskan, pendidikan jarak jauh bukan hanya tentang ketersediaan teknologi komunikasi dan informasi, melainkan juga tentang kualitas materi ajar, pengajar, peserta didik, metode pedagogi, interaksi yang dapat diakomodir, dan sistem pendukung lainnya yang terus diupayakan dan dimaksimalkan oleh seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati.

Selanjutnya, dalam pengimplementasian pendidikan jarak jauh, tambah Sumanta, juga memerlukan integrasi sebagai upaya untuk memadukan ilmu agama (Islamic Studies/Dirasah Islamiyah) dengan ilmu umum (Islamic Science).

"Dalam pengimplementasiannya pada pendidikan jarak jauh, proses integrasi ilmu agama dan ilmu umum harus mampu menawarkan muatan nilai kearifan budaya lokal (local wisdom) yang merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang universal," katanya. 

Karena bagaimanapun hubungan Islamic Science dan Dirasah Islamiyah yang integratif memiliki konsekuensi dan implikasi berupa perluasan akses pendidikan ilmu keagamaan sekaligus penyelenggaraan pendidikan yang mampu menjabarkan nilai-nilai universal Islam dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Inilah yang kemudian menjadi spirit transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UISSI.

Selain itu, lanjut Sumanta, terdapat pula alasan historis yang ikut melatarbelakangi proses transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yaitu kenyataan bahwa Cirebon yang  memiliki kekayaan sosio-kultural keagamaan, pernah menjadi pusat penyebaran Islam sekaligus salah satu pusat penyebaran pengetahuan di Jawa Barat. 

Oleh sebab itu, pemilihan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pilot project pendidikan jarak jauh diharapkan memiliki semangat menjadikan Cirebon kembali menjadi salah satu rujukan sekaligus destinasi pengetahuan. 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag saat memberikan sambutan pada acara peresmian Prodi PJJ PAI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Akhirnya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai lembaga perguruan tinggi negeri yang ada di Cirebon berupaya maksimal untuk dapat mengimplementasikan pendidikan jarak jauh yang integratif yang mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur dari budaya Cirebon ke dalam proses pembelajaran khususnya, dan lembaga perguruan tinggi secara umum. 

Karena itu, Sumanta berharap, transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon bukan hanya tentang keunggulan dalam pemanfaatan teknologi melalui pendidikan jarak jauh semata, namun juga dapat menjadi lembaga yang melahirkan knowledge society yang berhasil mempertalikan agama dengan nilai kebudayaan lokal melalui cara pandang yang moderat di ruang maya.

"Jadi sudah cukup jelas, bahwa kahadiran UISSI di Cirebon menjadi tonggak sejarah yang terbangun melalui sejarah panjang Kota Cirebon sebagai destinasi pendidikan Islam. Dan UISSI dalam proses transformasinya telah melahirkan satu pendidikan jarak jauh, yakni PJJ PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dirjen Pendis, Kemenag RI, Ali Ramdhani saat memberikan sambutan 0ada kegiatan peresmian Prodi PJJ PAI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Demikian juga sambutan yang disampaikan Prof Dr H Ali Ramdhani, Dirjen Pendis Kemenag RI, bahwa  kehadiran Cyber Islamic University ini didasari semangat untuk memenuhi janji konstitusi, yaitu memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam.  

Dengan model pembelajaran yang sepenuhnya daring mulai dari proses pendaftaran mahasiswa sampai kelulusan, Cyber Islamic University diharapkan akan menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara darring.

Dirjen Pendis menekankan, program PJJ ini untuk menemukan kualifikasi kompetensi yang bermuara kepada kesejahteraan.

Apalagi, katanya, ada 40 ribu guru madrasah yang belum memenuhi kualifikasi S1 dan ini yang kemudian menggugah Menteri Agama untuk segera menyambutnya dengan pendidikan yang berkualitas, melalui program PJJ Siber.

"Jadi sudah cukup jelas, bahwa IAIN ditetapkan sebagai UISSI sebagai pilot projek perguruan tinggi berbasis Siber, dan UISSI ini akan menjadi Siber PJJ PAI yang akan menjadi pilot projek. Selain itu, UISSI juga mampu menjadi pusat riset dan lainnya. Dengan demikian, IAIN Cirebon diharapkan menjadi titik episentrum bagi PTKIN lain," tandasnya.

Sementara sambutan Menteri Agama  Yaqut Cholil Qaumas, bahwa Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) ini sudah dimulai dengan dilakukannya soft launching Prodi Siber PAI. 

"Kita tinggal melakukan launching UISSI, hanya saja ada kendala di jumlah fakultas, sehingga saya meminta untuk disegerakan agar launching UISSI bisa segera dilakukan," terangnya.

Menteri agama juga menyatakan, UISSI ini merupakan program Kementerian Agama RI dan pertama di PTKIN pada kepemimpinan Yaqut Cholil Qaumas.

"Saya minta secara khusus dan menjadikan UISSI ini sebagai prioritas, kenapa, karena guru madrasah masih sulit kejar tingkat kesejahteraan. Masih belum bisa ikuti sertifikasi untuk syarat naikkan kesejahteraannya," paparnya.

Yaqut juga menjelaskan, kenapa sulit karena ada dua faktor, karena ketiadaan biaya untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi dan kedua biasanya madrasah itu ada di pinggiran yang jauh dari perguruan tinggi.

Untuk itu, Yaqut berharap, ini bisa menjadi solusi bagi anak bangsa untuk lebih mudah mengakses pendidikan dan lebih hemat biaya. Terutama yang berada di pelosok-pelosok daerah di Indonesia agar mereka bisa dengan mudah mengakses pendidikan. Sehingga pendidikan berbasis Siber ini, benar-benar bisa membantu mereka.

Yaqut juga menegaskan, bahwa pandemik ini meskipun membawa kesulitan namun ada berkah, yakni menjadikan Universitas Islam Syber Syekh Nurjati Indonesia. 

"Kita atasi keterjangkauan secara finansial, kita buat sekolah murah secara virtual. Biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih sedikit, paling banter quota untuk mengikuti kuliah dan seluruh mahasiswa ini diberikan kuliah gratis, jadi sebanyak 200 mahasiswa PJJ PAI itu gratis" terangnya. 

Menteri Agama juga ingin bagaimana mengembangkan UISSI bukan hanya sekedar penuhi janji, terus goodby. "Itu ga boleh. Saya akan berikan target-target berikutnya usai launching. Saya berharap UISSI ini akan jadi Universitas papan atas pada waktunya. Kita harus punya perhatian penuh pada UISSI ini," jelasnya. (din)

Gua Sunyaragi, Tempat Bersejarah Yang Masih Eksis Di Tengah Kota


Oleh : Rubae’atul A’dawiyah
 
Cirebon merupakan salah satu Kota yang ada di Jawa Barat, yang biasa disebut dengan Kota Udang. Selain itu juga disebut dengan Kota Wali, hal tersebut disebabkan karena Syekh Syarif Hidayatullah yaitu seorang wali yang datang ke Kota Cirebon untuk menyebarkan agama Islam  dan kebudayaan Islam. Cirebon memiliki ragam budaya dan tempat bersejarah juga disebabkan oleh hal tersebut. Salah satunya adalah Gua Sunyaragi tempat bersejarah yang berdiri di tengah Kota beralamat di Jl. Sunyaragi No.5, Kec. Kesambi, Kota Cirebon.
 
Sejarah Awal Mula Gua Sunyaragi
Dahulu Gua Sunyaragi memiliki nama “Taman Kaputren Panyepi In Raga” memiliki arti tempat menyucikan diri dan jiwa yang berasal dari bahasa kearifan lokal. Nama Sunyaragi berasal dari dua kata yaitu Sunya dan ragi artinya Sunya adalah sunyi dan ragi adalah raga (tempat betapa atau bertawasul).  

Gua ini menarik perhatian karena bangunannya unik dan terletak di tengah Kota Cirebon, dibangun pada tahun 1529-1884 oleh keturunan Sunan Gunung Jati juga berasal dari keraton Kasepuhan, dengan memiliki luas 15 hektar yang dibangun disebuah danau besar dengan dikelilingi pohon jati. Namun, saat ini danau sudah mengering tidak seperti dahulu.
 
Arsitektur Bangunan yang Unik
Bangunan terbuat dari batu dengan pola, gaya ataupun corak terlihat percampuran gaya arsitektur dari Indonesia, Eropa, Cina, juga gaya Timur Tengah. Menurut salah satu pemandu ternyata ada mitos yang beredar bahwa seluruh bangunan terbuat dari batu karang diambil dari pantai selatan dan konon bangunan ini ditempel dengan putih telur lho.
 
Keunikan bangunannya yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung lokal bahkan sampai pengunjung manca negara. Sebelum adanya pandemi COVID-19 sebanyak 50 sampai 100 orang disetiap harinya, sedangkan ketika liburan pengunjung meningkat 2x lipat lebih banyak.

Sebelum pandemi pada tahun 2019 juga pernah mengadakan Festival Budaya Sunyaragi atau Sunyaragi Culture Festival yang memadukan sejarah, seni, dan budaya yang dikemas dalam satu kesatuan. Namun setelah adanya pandemi jumlah pengunjung berkurang, dan sangat memperhatikan mengenai protokol kesehatan guna keamanan dan keselamatan bersama. Sedangkan untuk jam operasional pukul 08.00 – 17.00 pada Weekday dan pada Weekend pukul 08.00 – 18.00 dengan harga tiket yang terjangkau.
 
Bagian dan Fungsi Gua Sunyaragi
Dengan luasnya Gua Sunyaragi terbagi menjadi 12 bagian Gua dengan fungsi yang berbeda pada masing-masingnya, yaitu : Gua Langse sebagai tempat bersantai. Gua Peteng sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh. Gua Arga Jumud sebagai tempat berkumpulnya orang penting keraton. Gua Padang Ati sebagai tempat bersemedi.

Gua kelanggengan sebagai tempat bersemedi agar langgeng daei jabatan.
Gua pengawal sebagai tempat berkumpul para pengawal sultan. Gua Pandekemasang sebagai tempat untuk membuat senjata tajam. Gua Simanyang sebagai tempat pos penjagaan. Gua lawa sebagai tempat khusus kelelawar. Gua pawon sebagai dapur dan penyimpanan makanan Bangsal Jinem sebagai tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih. Kompleks Mande Kemasan (sebagian bangunan sudah tidak utuh)
 
Tak heran jika Gua Sunyaragi menjadi tempat wisata yang harus dikunjungi oleh siapapun, karena bisa mengetahui sekaligus belajar sejarah, budaya juga religi, dan dari ke 12 Gua tersebut seperti Perawan Sunti, Bangsal Jinem, Gua Peteng dan Argojumut menjadi spot favorit pengunjung untuk berswafoto. Selain itu juga bisa menikmati fasilitas lain yang ada di tempat tersebut seperti sepeda gantung dan ayunan.

Senin, 13 Desember 2021

Bupati Minta Bank BKC Perluas Jaringan Kantor dan Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

FOKUS KAB CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri rapat kuasa pemilik modal (KPM) dengan Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Cirebon (Bank BKC) di Hotel Patra, Kecamatan Kedawung, Senin (13/12/2021).

Dalam pertemuan itu, Bupati Cirebon bersama jajaran pengurus Bank BKC, membahas Rencana Bisnis Bank (RBB) yang akan dilakukan pada Tahun 2022.

Bupati Imron mengatakan, Bank BKC merupakan salah satu Bank Perkreditan Rakyat yang kepemilikan sahamnya 100 % milik Pemda Kabupaten Cirebon, pada posisi November 2021 menghasilkan laba yang paling besar dibandingkan dengan BPR lainnya yang milik Pemda di wilayah 3 Cirebon (Ciayumajakuning). Hal tersebut agar dapat dipertahankan.

"Pada pandemi Covid-19, Bank BKC mampu mancatatkan kinerja yang baik, "kata Bupati Cirebon.

Imron mengatakan, Bank BKC diminta untuk melakukan perbaikan fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menambah jumlah jaringan kantor di setiap kecamatan wilayah Kabupaten Cirebon.

Selain memiliki kantor pusat, saat ini Bank BKC memiliki satu Kantor pusat Operasional (KPO), sebelas kantor cabang (KC) dan empat kantor kas (KK).

"Indikator yang menjadi bukti Bank BKC ini maju adalah, selalu diminati oleh masyarakat karena pelayanannya yang ramah, mudah dan cepat", katanya. (din)

56 Perwakilan SKPD Ikuti Kegiatan Sosialisasi Tata Hubungan Kerja


FOKUS KAB CIREBON.- Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si membuka acara Sosialisasi Tata Hubungan Kerja di Alamanis Gronggong Kecamatan Beber,  Senin (13/12/2021). 

Acara tersebut diikuti 56 perwakilan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Dalam sambutannya, Sekda Rahmat mengatakan, penyelenggaraan birokrasi merupakan bagian dari proses penataan birokrasi untuk mewujudkan sistem penyelenggaraan pemerintahan agar menjadi efektif. 

"Saat ini reformasi birokrasi telah memasuki periode ketiga dan harapannya birokrasi bisa unggul di mata dunia seperti pelayanan publik yang semakin baik," katanya. 

Rahmat menjelaskan, sistem kerja  merupakan proses dari kinerja organisasi yang menggambarkan alur pelaksanaan tugas jabatan fungsional dalam suatu sistem dengan  mengedepankan kompetansi, keahlian atau keterampilan. 

Menurutnya, birokrasi di Jabar sangat berbeda dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Sehingga hasil pengadaan birokrasi dan administrasi ke jabatan fungsional itu dominannya simetris dan semua sama kota/ kabupatennya. Sedangkan di Jabar sesuai muatan lokal daerah tidak simetris. Ketika pengalihan jabatan administrasi ke jabatan lain, khususunya eselon IV ada perbedaan pastinya dengan kabupaten/kota di Jabar," katanya.

Sementara itu, Kabag Organisasi Setda Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, S.STP., M.Si mengatakan, tujuan diadakan sosialisasi ini untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan sistem kerja dan hubungan kerja dalam rangka penyederhanaan birokrasi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon. 

"Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini bisa menyampaikan langkah- langkah antisipasi terhadap penyelenggaraan birokrasi ke depannya," katanya. (Bam)

Pemkab Dorong Kemenparekraf RI Bantu Kembangkan Sektor Ekonomi Kreatif di Kabupaten Cirebon


FOKUS KAB CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, untuk membantu mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang ada di kabupaten tersebut.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi hampir dua tahun terbukti melumpuhkan sektor tersebut. Beberapa unit usaha rakyat itu sampai menghentikan sementara aktivitasnya.

"Kabupaten Cirebon yang biasanya ramai dikunjungi pada Sabtu-Minggu atau waktu libur, banyak didatangi wisatawan. Namun pada awal-awal pandemi, sepi. Tetapi sekarang mulai membaik, hotel juga sudah ramai dan otomatis sektor ekrafnya juga ramai," kata Imron di Kabupaten Cirebon, Senin (13/12/2021).

Imron mengatakan, sektor ekonomi kreatif dihadapkan dengan berbagai permasalahan, beberapa di antaranya, peningkatan kualitas produk, kemampuan bersaing, dan akses pembiayaan.

Pemerintah pusat, lanjut Imron, harus menoleh ke Kabupaten Cirebon. Hal ini karena kabupaten tersebut merupakan salah satu awal wilayah peradaban yang ada di Jawa Barat.

"Kreativitas akan tumbuh kalau ada pembinaan. Kabupaten Cirebon sangat berpengaruh terhadap peradaban di Jawa Barat," katanya.

Pelaku ekonomi kreatif, Gunawan menyebutkan, bakat andal para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Cirebon merupakan salah satu anugerah yang diwariskan nenek moyang sejak dahulu.

Meskipun begitu, lanjut Gunawan, pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Cirebon masih dihantui permasalahan peningkatan kuantitas produk. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor utamanya.

"Kendala kami, kalau ada permintaan dalam jumlah banyak, kami kewalahan. Contoh, beberapa waktu lalu pemda memesan batik dalam jumlah banyak, tapi begitu diberikan kesempatan lumayan, kami susah," katanya.

Pelaku industri kreatif mendorong, pemerintah pusat mengeluarkan regulasi untuk melakukan industrialisasi terhadap sektor ekonomi kreatif.

"Produk dari Cirebon ini beberapa di antaranya sudah mendunia, salah satunya rotan. Kalau nantinya sudah dilakukan pola industrialisasi, saya yakin pelaku usaha tidak bakal kewalahan," katanya. (din)

Besok, Menteri Agama RI Melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Wakil Rektor II, Dr Kartimi, M.Pd saat memberikan penjelasan kepada sejumlah media, terkait persiapan launching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, besok, Selasa, (14/12/2021) di kampus IAIN IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


FOKUS CIREBON - Menteri Agama RI, H Yaqut Cholil Qoumas, dijadwalkan Selasa, (14/12/2021), akan berkunjungan ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kunjungan tersebut dalam rangka melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon.  

Wakil Rektor II, Dr Kartimi M.Pd kepada media menyatakan, persiapan penyambutan Menteri Agama dan rombongan dari Kementerian Agama ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah mencapai 100 persen. 

Menteri Agama datang dalam rangka melaunching Prodi Siber PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang akan dilaksanakan besok, Selasa (14/12/2021). 

Menteri Agama dijadwalkan berangkat dari Jakarta menuju Cirebon dengan menggunakan Kereta Api. "Petugas penjemputan sudah disiapkan, termasuk hotel tempat istirahat Pak Menteri dan Pak Dirjen dengan hotel yang berbeda," kata Kartimi, Senin (13/12/2021).

Soal persiapan di lokasi kegiatan, panitia launching Prodi Siber PAI, sudah menyiapkan ruang Penu Utama, termasuk ruang VIP, dan tempat lainnya. Kegiatan pidato Menteri Agama dilakukan secara virtual, Join Zoom Meeting.

Kartimi juga menjelaskan, persiapan juga dilakukan di semua area, termasuk pintu masuk, pintu keluar, area parkir, dan lainnya.

"Setting tempat utama serta bagi para tamu undangan, seluruhnya sudah disiapkan dengan baik dan nyaman. Kendati, Prokes besok akan dilakukan secara ketat," terang Kartimi.

Sementara kegiatan launching akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB, dan  dijadwalkan akan dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Eselon 1 dan 2, Kasubdit, Walikota Cirebon, Bupati se wilayah 3 Cirebon, Kapolresta dan para Ketua DPRD serta tamu undangan lainnya. (din)


Pemkab Terima Bantuan dari Baznas Kabupaten Cirebon untuk Disalurkan ke Masyarakat

FOKUS KAB CIREBON - Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon kembali menerima bantuan dari Baznas untuk masyarakatnya. 

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Pendopo Bupati Jalan Kartini Kota Cirebon, Senin (13/12/2021). 

Dalam sambutannya Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, Baznas mempunyai peran penting dalam membantu pemerintah daerah. 

Menurutnya, Baznas selalu hadir dalam penyelesaian permasalahan yang ada di Kabupaten Cirebon. 

"Baznas ini lininya banyak, baik sosial, budaya, kesehatan, rutilahu dan lainnya semuanya bisa dilakukan baznas," katanya. 

Imron menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Cirebon sangat terbatas dalam hal bantuan. Sebab, setiap pengajuan bantuan membutuhkan proses yang cukup panjang. 

"Kalau lewat Pemkab Cirebon mengajukan sekarang belum tentu bulan depan dapat, karena butuh proses yang panjang. Tetapi kalau lewat Baznas kalau persyaratan sudah cukup bisa langsung disalurkan bantuannya," kata Bupati Imron. 

Imron mengungkapkan, untuk Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Cirebon mencapai 10 ribu lebih. Bahkan, setiap tahunnya baru bisa 700 rutilahu yang terselesaikan. 

"Sekarang masih pandemi Covid-19,  sehingga anggaran semuanya terkena recofusing. Jadi penanganan bantuan untuk rutilahu jadi terkendala," katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Cirebon, Budiman Mahfudz mengatakan, pada tahun 2021 Baznas telah menyalurkan kurang dari Rp 14 miliar untuk warga Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, ini capaian yang sangat luar biasa. Sebab, lima tahun ke belakang penyaluran Baznas hanya dua miliar saja. 

"Tahun 2021 ada Rp 13.983.000.000 untuk bantuan keagamaan, sosial, budaya, kesehatan dan rutilahu," katanya. 

Budiman mengungkapkan, untuk tahun 2022, pihaknya berharap pemasukan dari sumber ASN bisa lebih meningkat. 

"Kalau semua ASN menyetorkan zakatnya ke Baznas kemungkinan anggaran kita semakin tinggi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat lebih maksimal. Misalkan anggaran tiga bulan sudah terkumpul Baznas bisa langsung menyalurkan kepada masyarakat," ucapnya. (din)

Minggu, 12 Desember 2021

KH Zamzami Amin Pimpin MUI Kabupaten Cirebon

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag

KABUPATEN CIREBON.- Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri musyawarah daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon di Hotel Apita, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (12/12/2021).

Pada acara tersebut, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E.

Bupati Imron mengatakan, peran ulama sangat penting untuk kemajuan negara. Beberapa pengamat menyebutkan, adanya ulama, negara Indonesia bisa menguasai wilayah lainnya.

Imron menambahkan, di Jawa Barat, Kabupaten Cirebon mampu menopang pembangunan dan peningkatan wawasan masyarakat, meskipun saat ini dihadapkan dengan berbagai permasalahan.

"Kehadiran ulama juga bisa mengatasi permasalahan kemiskinan, hingga pengangguran. Hal ini perlu kita bangkitkan kembali," kata Imron dalam sambutannya.

Wakil Gubernur Jawa Barat mengatakan, pemerintah provinsi memiliki tagline 'Jabar Juara Lahir dan Batin'. Kehadiran para ulama merupakan salah satu upaya agar Jawa Barat bisa juara batin.

"Kalau kami mengejar juara dalam bidang duniawi, kami sudah ahlinya. Tetapi kami tidak punya kemampuan untuk menjadi juara SDM. Oleh karena itu, hanya para ulama dan pimpinan ponpes jabar juara dlm bidang batin," kata Uu.

Atas nama pemerintah, kata Uu, meminta adanya sinergitas antara ulama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini pun, pihaknya sudah memiliki beberapa program yang berkaitan dengan keagamaan Islam.

Beberapa di antaranya, satu desa satu hafidz, program English for ulama, satu pesantren satu produk, serta program lainnya.

"Program ini sebagai daya dorong untuk suksesnya dalam bidang batin. Hal ini tidak ada apa-apanya kalau tidak ada kolaborasi dengan para ulama. Ummat butuh ulama. Fatwa ulama itu yang dijadikan dasar amaliah Jabar," katanya.

Perwakilan MUI Kabupaten Cirebon KH. Wawan Arwani mengatakan, ulama merupakan pewaris nabi yang diharapkan mampu meningkatkan peran untuk masyarakat.

Ia menambahkan, selain mengarahkan dan mengawal umat dalam melaksanakan hubungan vertikal dengan Allah Swt, MUI pun harus menjadi panutan dalam mewujudkan khoirul ummah. 

"Kalau dahulu menurut Buya Hamka, MUI itu corong masyarakat kepada pemerintah dan MUI juga corong pemerintah kepada umatnya," katanya.

Dalam musyawarah daerah tersebut, dipilih KH Zamzami Amin, pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. (din)

Tingkatkan Mutu dan Layanan Pendidikan, BSA IAIN Syekh Nurjati di Assesment Daring BAN-PT


FOKUS CIREBON - Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menggelar Assesment Lapangan (AL) pada Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan AL online yang berlangsung selama dua hari, dari (10-11/12) tersebut, mengadirkan dua asesor BAN-PT, antara lain; Prof. Dr. H. Ali Mudhofir, M,Ag (Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya) dan Prof. Dr. Husnan Lubis, MA., Ph.D (Guru Besar Universitas Sumatera Utara). 

Dr. H. Sumanta M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati menuturkan bahwa akreditasi BSA menjadi sangat penting sebagai jurusan baru. Lahir pada 2017, BSA terbukti telah mampu meraih capaian-capaian prestasi akademik dan non akademik. 

Menurutnya, pada aspek tridarma perguruan tinggi, BSA menjadi salah satu jurusan yang terbaik, termasuk keberhasilanya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. 

“Meski masih baru, BSA mampu menjadi role model pembelajaran digital melalui LMS, perkuliahan dengan dosen luar negeri, penelitian kompetitif para dosen diberbagai jurnal dan program bereputasi, juga rekognisi dosen berskala internasional,” ungkap Rektor IAIN Syekh Nurjati.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Hajam, M.Ag Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) menyambut baik kegiatan visitasi daring ini. Menurutnya, BSA menjadi prodi pertama di Fakultasnya yang dinilai dengan akreditasi 9 standar. 

Hal ini tentu menuntut civitas akademika untuk melakukan akselerasi capaian isian standar akreditasi yang semakin kompetitif dan berbobot. 

“Fakultas sebagai UPPS bersama jurusan telah bekerjasama dengan optimal untuk mempersiapkan asesment lapangan ini dan kami yakin BSA akan mendapatkan hasil yang terbaik," tandas Dekan FUAD.

Dalam sambutan pembukanya, Prof. Ali menekankan pentingnya Quality Assurance dalam pengelolaan pendidikan tinggi. 

Perguruan tinggi harus mampu melakukan perbaikan administratif menuju pengelolaan lembaga yang transformatif. 

Menurutnya, ketatnya kriteria penilaian pada 9 standar akreditasi menjadi tuntutan bagi perguruan tinggi untuk berbenah dan melakukan banyak percepatan perubahan. 

“BSA dalam pengamatan kami sudah sangat baik, khususnya pada pemenuhan semua standar yang dinilai. Tim juga mempersiapkan kegiatan ini dengan dukungan data yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutur Prof Ali.

Pada sisi yang lain, Prof Husnan juga memberikan pointers pada perlunya peningkatan capaian pada setiap standar yang dinilai sebagai jurusan baru yang menurutnya sudah baik, Guru Besar USU tersebut memberikan beberapa rekomendasi, khususnya dalam pemenuhan aspek pendidikan dan jabatan fungsional dosen, pengelolaan kelembagaan yang bereputasi hingga capaian publikasi internasional.

“Saya juga sangat tertarik dengan program kuliah internasional yang digagas oleh BSA, dan siap juga dilibatkan pada kerja-kerja kolaboratif dalam penguatan keilmuan bahasa dan sastra Arab di Indonesia dan dunia," harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakhid Nashruddin, Ph.D, Ketua Jurusan BSA menyambut baik saran yang diberikan bagi jurusanya. 

Menurutnya, BSA akan terus berupaya untuk melakukan perbaikan menuju akreditasi Unggul dan mewujudkan visi sebagai rujukan kajian bahasa dan sastra Arab di Asia Tenggara. Menurutnya, tahapanya telah kami lakukan dan terus dioptimalkan.

Dukungan dari stakeholder sangat membantu dalam usaha mewujudkan tujuan tersebut.

Menutup sesi Asesmen Lapangan ini, Dr. H. Saifudin Zuhri, M.Ag Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengelolaan Lembaga memberikan apresiasi kepada para asesor dan semua yang terlibat dalam kegiatan tersebut. 


Harapanya, BSA mendapatkan nilai yang terbaik dengan berbagai capaian yang telah dilakukan. Sehingga menjadi contoh bagi jurusan lainya di IAIN Syekh Nurjati. 

“IAIN yang akan bertransformasi menjadi Universitas, perlu medapat dukungan pemerolehan nilai akreditasi yang baik, sehingga semakin kompetitif dan berkualitas," pungkasnya. (din/Anin)

Wakil Gubernur Jawa Barat, KH.Uu Ruzhanul Ulum Hadiri Tahfizh Award 2021


FOKUS CIREBON - Pengurus Cabang (PC) Jamiyyatul Qurra' wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Kabupaten Cirebon dan Koordinator Program Satu Desa Satu Hafizh (Sadesha) Kabupaten Cirebon menggelar acara Tahfizh Award 2021.

Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat KH.Uu Ruzhanul Ulum itu berlangsung di Hotel Apita Kota Cirebon. Minggu, (12/12/21).

KH. Ainur Rofiq, selaku perwakilan dari PC JQH NU Kab. Cirebon mengatakan, acara ini merupakan salah satu upaya  PC JQH NU Kab. Cirebon untuk memberikan apresiasi bagi penghafal al-qur'an.

"Khususnya apresiasi ini diberikan kepada penerima beasiswa Sadesha dan santri binaan kategori pemberdayaan," katanya.

Menurut Kiai Rofiq, Hari ini sekitar 21 Hafizh Hafizhah binaan Sadesha terbaik di Kab. Cirebon menerima penghargaan.

"Saya berharap semoga semuanya bersama-sama mendoakan semoga santri binaan Sadesha di Cirebon mendapatkan ilmu manfaat, dijaga hafalannya, sehingga menjadi kader hafizh terbaik dan juga kader Sadesha terbaik di Cirebon khususnya Jabar," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah (PW) JQH NU Jabar, KH. Cecep Abdullah sangat mengapresiasi Tahfizh Award 2021.

"Acara ini tak lepas karena Kab.Cirebon dipenuhi dengan orang-orang kreatif, aspiratif, dan tentunya ini adalah pembuktian dari Kiai dan Santri yang tidak hanya di pesantren saja, tapi mempunyai berbagai gerakan signifikan," ujarnya.

Kegiatan ini, kata Kiai Cecep, merupakan kegiatan yang berawal dari inisiatif program unggulan Gubernur yg didampingi Kiai Uu Ruzhanul Ulum.

"Sadesha sudah memiliki 6000 Hafizh Hafidzhah. Kiai yang terlibat pada program Sadesha baik kategori Pemberdayaan maupun Beasiswa tentunya ini merupakan langkah yang akan berkembang dari tahun ke tahun, dengan cara seperi ini Jabar akan terang benderang oleh cahaya Qur'an," ujar Kiai Cecep.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak ada di daerah lain, hanya ada di Jabar dan tepatnya di Kab. Cirebon.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar KH. Uu Ruzhanul Ulum mengatakan dalam sambutannya bahwa sektor pendidikan masih prioritas di Jabar. Karena menurutnya pendidikan merupakan pilarnya bangsa dan negara. 

"Negara bisa terhormat karena pendidikannya hebat. Begitupun sebaliknya, jika pendidikannya di bawah kurang hebat, prestisnya pun turun, dan tidak dihargai negara luar," tegasnya.

Maka dari itu, lanjut Kiai Uu, Jabar harus memiliki SDM yang unggul, yang juara, hebat. Akan tetapi Pemprov Jabar bukan hanya mendorong warga hebat di pendidikan duniawi, tetapi Pemprov Jabar juga mendorong rakyat memiliki SDM  hebat yang bersifat uhrowi.

"Makanya Jabar mengusung tagline Jabar Juara Lahir Batin, atau Jabar Juara Dunia Akhirat," sambungnya.

Ia menegaskan, pemimpin yang mendorong pendidikan bersifat duniawi saja itu wajar dan biasa tidak aneh. Akan tetapi, kata dia, seorang pemimpin mendorong memberikan perhatian kepada rakyat di samping pendidikan duniawi dan akhirat itu baru pemimpin luar biasa dan hebat.

"Pak Ridwan Kamil membuktikan dengan Perda pesantren yang baru ada di Jabar, karena itu pemerintah harus memberikan penyuluhan, pemberdayaan dan pembiayaan Pesantren di Jabar," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Kiai Uu, program lainnya, ada English for Ulama, Satu Pesantren Satu Produk yang akan mendapatkan 750 juta apabila menang dan murni itu bantuan. 

"Mana ada ulama disuruh dakwah di luar negeri, dibekali bahasa Inggris, hanya di Jabar yang paripurna di segala bidangnya," tegasnya.

Ia berharap ke depan ada sinergitas antara ulama dan umara lewat program seperti ini.

"Ada beberapa tantangan yang sulit dihindari dan sulit diabaikan pada kehidupan yang sesuai kondisi dan zaman. Tantangan itu diantaranya kelompok yang kerap mengadu domba supaya masyarakat Indonesia atau Jabar ini pecah yang mengatasnamakan Agama, Ormas, Suku atau kelompok," katanya.

Kemudian, lanjut Wagub Uu, lahirnya Radikalisme. Bukan hanya mengatasnamakan Agama, Radikalisme saat ini mengatasnamakan Suku, Ormas, atau Kelompok. Mereka menghalalkan cara demi tujuannya tercapai, melanggar Agama, Norma, sehingga Radikalisme tetap tumbuh di Jabar.

"Tantangan lainnya yakni Narkoba. Sekarang ancaman Narkoba tidak hanya di Kota Besar, tapi juga di pelosok Desa," ujar Wagub.

Selain itu, ancaman lainnya dari kemajuan dunia digital. Darinya banyak dampak negatif, tak jarang terjadi permusuhan yang mengatasnamakan dirinya paling baik sehingga terjadi perpecahan.

"Saya berharap kelompok Hafizh Hafizhah ini bersama Pemprov untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin," imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan kali ini adalah salah satu solusi atau cara bersama keluarga besar Nahdliyin dalam rangka menuju Jabar Juara Lahir Batin. "Memang hanya diikuti 900 orang, tapi saya yakin akan ada efek domino kemanfaatan dan kemaslahatan nya," ujarnya.

Selain itu juga kata Uu, kegiatan semacam itu akan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mengamalkan isi kandungan al-Qur'an.

"Kegiatan Tahfizh Award ini akan membawa maslahat tidak hanya pribadi tapi juga bagi Cirebon dan Jabar," tandasnya. (Nis/fas)

Jumat, 10 Desember 2021

"Ngunduh Mantu" Sapta dan Widi Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

FOKUS KAB CIREBON - Kabupaten Cirebon sejak beberapa bulan terakhir ini tidak mengalami lonjakan kasus Corona virus disease 2019 atau Covid-19. Daerah tersebut kini berada di level 2 pada perpanjangan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Berbagai kegiatan masyarakat bisa kembali digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. 

Seperti halnya resepsi pernikahan atau walimatul ursy yang menerapkan protokol kesehatan dan bisa menjadi percontohan bagi masyarakat lainnya. Walimatul ursy dilaksanakan di Ballroom Hotel Apita, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jumat (10/12/2021).

Acara tersebut merupakan "ngunduh mantu" pernikahan anak dari Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag,  yakni Muhammad Sapta Rengga Rosyadi S.T. (Sapta) dengan Widi Setya Anjani S.IP (Widi). 

Ketua Pelaksana Walimatul Ursy Dr. H. Hilmy Riva'i, M.Pd mengatakan, hajatan ini sifatnya privat atau pribadi. 

"Tidak berkaitan erat secara langsung Pak Imron sebagai bupatinya. Sebagai pribadi,  Pak Imron mengundang ASN dan tokoh masyarakat di Kabupaten Cirebon," ujar Hilmy yang juga merupakan kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon, Jumat (10/12/2021).

Hilmy menambahkan, acara resepsi pernikahan tersebut mulai dilaksanakan pada siang hari mulai pukul 14.00 WIB. 

Menurut Hilmy, dalam acara tersebut menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan sudah dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Cirebon dan teknis pelaksanaan protokol kesehatannya ditangani langsung dari Dinas Kesehatan,  Satpol PP dan BPBD. 

"Mohon maaf kalau tidak bisa mengundang semua teman atau sahabat Pak Imron karena ada batasan jumlah tamu undangan yang harus dipatuhi, " katanya. 

Dalam sambutannya Ketua Pelaksana Bapak Dr. H. Hilmi Rivai, M.Pd mengatakan, "Mudah-mudahan, mempelai yang menikah ini diberikan keberkahan dan diberi kemudahan dalam berumah tangga," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Sartono mengatakan, acara "ngunduh mantu" tersebut, ada satu sisi yang penting menjadi syarat utama sehingga izin bisa dikeluarkan yakni dari sisi penerapan protokol kesehatan. 

"Karena bagaimanapun setiap hajatan pasti menimbulkan kerumunan.  Salah satu strateginya bagaimana memecah kerumunan dalam suatu hajatan yakni dengan dibagi tiga sesi, sesi pertama hari Jumat jam 14.00 sampai 15.30 WIB, kemudian sesi kedua, jam 16.00 sampai jam 17.30 WIB dan sesi ketiga jam 19.00 sampai 20.00 WIB," ujarnya. 

Menurut Sartono, jumlah undangan kita sesuaikan dengan kapasitas  ruangan. Setiap sesi akan ada 450 orang dan ditambah dari keluarga dan panitia yang stand by di ruangan sebanyak 50 orang.

"Jadi setiap tamu diberikan waktu 2 jam setiap sesi. Kemudian kita memastikan orang yang masuk ruangan dalam keadaan sehat termasuk keluarga tuan hajat dan panitia," katanya. 

Untuk memastikan semua  sehat,  pihaknya pada H-1 melakukan swab antigen kepada semua panitia dan keluarga.

"Setelah swab antigen dilarang keluar kota. Sehingga panitia dipastikan  H-1 aman hingga hari H dalam keadaan sehat," ungkapnya. 

Sartono menambahkan, untuk proses penerimaan tamu, panitia mewajibkan tamu untuk undangan. 

"Mulai pintu masuk nanti ada petugas skrining diukur suhu tubuh, kita berikan  hand sanitizer,  dan ada yang mengatur dan akan ada tempat transit sehingga tidak ada antrian panjang," ungkapnya. 

Menurutnya,  tamu yang telah dicek suhunya normal bisa langsung masuk Hall B, kemudian kalau sudah selesai mereka keluar di Hall A, waktu hanya 2 jam dan panitia mengawasi di dalam. 

"Kalau ada tamu suhunya lebih dari 37 kita amankan dulu, disuruh transit barangkali  takutnya kepanasan saat naik motor. Kalau tetap masih tinggi kita lakukan swab antigen kita siapkan ada mobil tim evakuasi. Kalau suhu lebih 37,5 nanti kita swab antigen , kalau hasilnya negatif kita pulangkan dan dipantau selama 5 hari. Kalau hasilnya positif kita lakukan swab PCR . Kita berikan surat rujukan dari puskesmas. Ini upaya kita antisipasi penularan," paparnya. 

Menurut Sartono, yang di dalam dipersilakan makan yang sudah diatur panitia. Tamu tidak boleh memegang alat makan sendiri, semuanya sudah dipegang oleh cathering, tempat duduk juga diberi jarak. Tamu undangan juga tidak boleh salaman  sama tuan hajat. 

Ditambahkan Sartono, semua undangan discan barcodenya dan bisa diketahui jumlah orang  yang ada di dalam gedung. 

"Misalkan di dalam ada 400 orang, kapasitas 450, kita bisa masukan 50 orang. Yang diluar ditahan dulu. 

"Selama di dalam nanti ada yang mengingatkan tidak boleh membuka masker di dalam gedung. Kalau sudah habis waktunya nanti kita ingatkan," tegasnya.  (din)

Jalin Kerjasama, YBM PLN Bersama IAIN Cirebon Tandatangani Perjanjian Kerjasama Beasiswa Cahaya Pintar Tingkat S1

Pertemuan dan Penandatanganan Kerjasama antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan YBM PLN terkait bantuan beasiswa pendidikan, di ruang rektorat, kampus setempat. (din)


FOKUS CIREBON - Kabar gembira, IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali mendapat kepercayaan pihak luar terkait bantuan beasiswa. Kali ini datang dari Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN, dan langsung melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama beasiswa cahaya pintar S1, di ruang rektorat, kampus setempat, Jum'at, (10/12/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam sambutannya mengawali dengan ucapan selamat datang kepada para rombongan YBM PLN yang datang berkunjung ke kampus IAIN Cirebon.

"Ini suatu kebahagiaan tersendiri karena datang dengan bawa berkah, dan mudah mudahan bisa memberikan asupan gizi bagi mahasiswa mahasiswi IAIN dalam menimba ilmu di kampus tercinta ini," kata rektor.

Bantuan beasiswa ini, kata rektor, tentu sangat membantu, karena kampus IAIN Cirebon merupakan perguruan tinggi yang paling murah. Karena kita masih memasok UKT 1, UKT 2 dan UKT 3, di mana per semester mahasiswa hanya Rp 400.000 per semester.

Ditambah kita harus mengeluarkan biaya  beasiswa yang diambil dari APBN yakni dari belanja kita di kampus itu kurang lebih Rp 9 miliar, untuk menanggulangi mahasiswa mahasiswi yang belajar di IAIN. 

"Tentu ini dengan berbagai bentuk beasiswa, baik KIP, prestasi non akademik yang menitikberatkan kepada keahlian di luar akadamik, itu sekitar Rp 9 miliaran. Jadi memang tetap kalau beasiswa ini diberikan kepada anak bangsa yakni IAIN yang mahasiswa mahasiswinya berasal dari kelompok masyarakat menengah ke bawah," paparnya.

Ditambah lagi di masa pandemi ini, mahasiswa diberikan keringanan untuk membayar UKT. "Jadi kalau UKT dikurangi sekian persen jadi tidak lengkap lagi membayar Rp 400 ribu. Apalagi mahasiswa yang tengah menyusun skripsi yang sudah di ACC oleh dosen pembimbing, itu dipotong 50%, jadi mahasiswa hanya membayar UKT sebesar Rp 200 ribuan," jelas Sumanta.

Kendati demikian, kata rektor, mahasiswa mahasiswi kita tidak berkecil hati, hal itu dapat kita lihat dari prestasi-prestasi yang diraih, baik tingkat lokal, tingkat regional maupun tingkat nasional. Baik di bidang olah raga, bidang seni, dalam bidang akademik karya ilmiah, yang itu memperlihatkan bahwa betapapun kondisi mahasiswa dan mahasiswi kita seperti ini, tetapi prestasinya sangat baik dan bagus.

Begitu juga tak kala berkompetisi untuk melanjutkan S2, S2 ini bukan hanya universitas di dalam negeri, dan di lingkungan PTKIN saja, tetapi juga bisa melanjutkan ke UGM, ke UPI, UNPAD dan menyebar dan juga bisa melanjutkan ke Timur Tengah atau Eropa. 

Sementara dari pihak YBM PLN, Mirza, Ketua III Bidang Koordinasi Kerjasama Strategis menyatakan, yayasan ini dibentuk awalnya dari lazisnya PLN, kemudian murni pendanaannya dari zakat profesi karyawan

"Jadi dipotong setiap bulannya, kemudian kita salurkan ke dalam beberapa pilar, salah satunya adalah pilar pendidikan dan juga pilar ekonomi, kesehatan, dakwah dan sosial kemanusiaan. Termasuk saat ini tim kami juga ada yang sedang beroperasi di Semeru. Kami punya tim rescue di sana," terangnya.

Khusus terkait pendidikan, lanjut Mirza, selama ini memang kita belum banyak berkiprah ke daerah, ke kota-kota di bawah provinsi. Karena kebetulan program pendidikannya selama ini ke kampus kampus maupun sekolah sekolah di level provinsi. 

"Di akhir tahun ini, setelah kami berdiskusi lebih jauh, mencoba mengembangkan ke beberapa kota, kabupaten maupun kota. Itu kami berharap justru di sanalah sebenarnya basis yang kuat di mana kami harus masuk. Ini sesuai sebagaimana yang tadi diceritakan bapak Warek dan Bapak Rektor IAIN Cirebon dan terimakasih kami mendapatkan informasi tersebut," terangnya.

Mirza juga menjelaskan, bahwa sampai dengan akhir tahun program, pihaknya sudah menjalin kerjasama sebanyak 35 kampus. 

Di luar beasiswa pendidikan, juga kami memiliki program di luar pendidikan, ada pemberdayaan ekonomi dan lainnya, ini masih terbuka lebar untuk kerjasama, ini mungkin di pengabdian masyarakat  dan bisa kerjasama dengan pihak yayasan.

"Jadi sekali lagi, kami ucapkan terimakasih kepada pihak IAIN Cirebon dengan kerjasama ini, karena kami bisa menemukan partner yang baik dan kedepan kita bisa kembangkan lagi di luar yang beasiswa," tandasnya. (din)

Kamis, 09 Desember 2021

Wakil Wali Kota Cirebon Hadiri Penutupan Festival Topeng

FOKUS CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati hadiri penutupan topeng Cirebon pada Pekan Kebudayaan Daerah Kota Cirebon tahun 2021 sangat meriah dan pukau penonton. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Nyimas Rarasantang, Kota Cirebon, berlangsung pada Rabu, 8 Desember 2021.


Menurut Eti, Pekan Kebudayaa Daerah adalah program penggalian pelestarian dan pengambangan potensi budaya daerah yang tujuanya untuk pelestarian dan pemajuan obyek kebudayaan. Program tersebut berkorelasi dengan kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional yang dilaksanakan tiap tahun sesuai dengan program tiap kabupaten masing-masing.

Tari Topeng merupakan kebudayaan asli Cirebon. Filosofi Tari Topeng Cirebon menggambarkan aspek kehidupan yang sangat luas karena mencakup kepribadian, cinta, angkara murka, kepemimpinan, serta perjalanan hidup manusia dari lahir hingga dewasa. 

Karena itu, lanjut Eti Herawatin, seni dan budaya yang melingkupi Topeng Cirebon perlu dilestarikan sebagai warisan bagi generasi penerus.

Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kolektif dalam pelestarian tradisi dan kebudayaan Cirebon. (Heri)


Wabup Ayu Hadiri Puncak Peringatan Hari Antikorupsi Se-Dunia 2021 secara Virtual

FOKUS KAB CIREBON - Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih, menghadiri puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021 secara virtual di Command Centre, Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber, Kamis (9/12/2021).

Peringatan yang mengusung tema “Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi”, dihadiri secara langsung Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta seluruh Pimpinan KPK Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pamolango, dan Nurul Ghufron.

Hakordia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember ini dimaknai sebagai gerakan global untuk mengampanyekan kesadaran masyarakat dunia tentang budaya antikorupsi. Oleh karenanya, KPK melalui momentum peringatan ini mengajak segenap anak bangsa untuk bisa mengambil peran melakukan aksi pemberantasan korupsi.

“Dengan kekuatan kebudayaan yang besar dan nilai-nilai keadaban budaya yang luhur itulah maka Bangsa Indonesia dalam Hakordia 2021 ini harus menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh kalah dan runtuh akibat korupsi,” kata Firli.

Firli Bahuri menyampaikan, Bangsa Indonesia memiliki posisi penting dalam kampanye antikorupsi dunia. Negara kita memiliki modal sosial sebagai bangsa yang besar, bangsa yang bisa menerima ragam perbedaan sekaligus kaya dengan nilai-nilai keadaban budaya yang luhur.

Presiden RI Joko Widodo memiliki perhatian besar terhadap penyempurnaan upaya-upaya pemberantasan korupsi agar lebih memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pemberantasan korupsi sebagai extra ordinary crime butuh cara-cara dan metode yang harus terus kita sempurnakan. Penindakan korupsi jangan hanya memberikan efek jera tapi juga penting untuk memaksimalkan pemulihan kerugian negara,” pesan Joko Widodo.

Guna memaksimalkan penerimaan negara melalui asset recovery tersebut, lebih lanjut Joko Widodo menjelaskan, pemerintah terus mendorong penetapan UU perampasan aset tindak pidana agar penegakan hukum yang berkeadilan dapat terwujud secara transparan, akuntable, dan memberikan manfaat kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemerintah juga telah melakukan kerja sama dengan beberapa negara di luar negeri dalam upaya pelacakan dan penyitaan aset hasil tindak pidana. Sehingga aset-aset yang disembunyikan di luar negeri oleh para pelaku kejahatan bisa dikembalikan dan menjadi penerimaan negara.

“Pemberantasan korupsi tidak boleh terus-terusan identik dengan penangkapan. Pemberantasan korupsi harus mengobati akar masalah, yakni melalui upaya pencegahan yang lebih fundamental. Kalau korupsi bisa kita cegah, maka kepentingan rakyat bisa kita selamatkan,” kata Joko Widodo.

Di samping itu, upaya penanaman budaya antikorupsi sejak dini juga merupakan bagian penting untuk membangun kedasaran diri sebagai kunci mental antikorupsi. Oleh karenanya pemerintah berharap dukungan, peran, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi ini.

KPK berharap, melalui rangkaian peringatan di berbagai wilayah tersebut, mendorong seluruh elemen bangsa untuk semakin menunjukkan komitmen tegas dan memperkokoh sinergi serta kolaborasi dalam pemberantasan korupsi demi pertumbuhan Bangsa Indonesia.

“Pemberantasan korupsi membutuhkan sebuah orkestrasi dengan menciptakan sistem integritas nasional. Oleh karenanya, marilah kita bersatu padu membangun budaya antikorupsi,” kata Firli. (din)

Jurusan Ilmu Hadis IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Pelatihan Menulis Artikel Jurnal Bereputasi Internasional

FOKUS CIREBON, FC - Pelatihan Menulis Artikel Jurnal Bereputasi Internasional  dan Penghitungan PAK Guru Besar oleh Prof. Dr. Mohammad Anton Atholillah, MM di Lingkungan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


Jurusan Ilmu Hadis IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar acara bertajuk “Pelatihan Menulis Artikel Jurnal Bereputasi Internasional” bertempat di ruang Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD). 

Bertindak sebagai narasumber yaitu Prof. Dr. Mohammad Anton Athoillah, M.M., Guru Besar Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus Ketua Umum Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) periode saat ini. 

Kegiatan yang dikoordinasi oleh Ketua Jurusan Ilmu Hadis, Hj. Anisatun Muthi’ah, M.Ag. ini selain bertujuan sebagai media sosialisasi salah satu program ASILHA, yaitu menjaring karya ilmiah dosen untuk dipublikasikan di Journal of Hadis Studies (JoHS), juga mendorong para peserta yang terdiri dari para dosen Jurusan Ilmu Hadis (ILHA) dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) untuk dapat berakselerasi melalui publikasi artikel-artikel berkualitas yang bertaraf nasional dan internasional. (Kamis. 09/12)

Dr. H. Hajam, M.Ag. (Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD)) dalam sambutannya beliau menyampaikan sembari mengucap syukur dan apresiasi akan kehadiran narasumber dalam kegiatan tersebut.

“Kedatangan Prof. Anton merupakan anugerah karena kita butuh akselerasi artikel-artikel yang bersinergis baik bersifat nasional maupun internasional. Sehingga seiring dengan peningkatan karir akademik dosen, maka mutu lembaga juga menjadi semakin baik. Ini juga bersamaan dengan adanya beberapa dosen yang segera menyelesaikan studi doktoralnya”, ucap Dekan FUAD, Dr Hajam M.Ag.

Menjadi sebuah keniscayaan bagi para tenaga edukatif di tingkat pendidikan tinggi, khususnya PTKI, untuk menjaga tradisi dan tanggung jawab akademik, yaitu mengimplementasikan secara optimal seluruh unsur tridharma PT, yang dalam konteks ini adalah hasil riset yang dirilis dalam publikasi ilmiah yang bereputasi. 

Demikian narasumber mengawali pelatihan dengan memotivasi para peserta untuk selalu memerhatikan peningkatan jabatan fungsional melalui publikasi artikel.

Prof. Dr. Mohammad Anton Athoillah, M.M (narasumber) menegaskan bahwa mengirimkan naskah artikel berkualitas untuk dipublikasikan di jurnal bereputasi akan menjadi lebih mudah manakala kita mengetahui sekaligus menerapkan seni dan triknya. 

Artikel bahkan bisa bersumber dari tugas akhir mahasiswa; skripsi, tesis, atau disertasi, yang dimodidikasi sesuai dengan gaya selingkung jurnal yang dituju, tentunya setelah melalui dialog dan diskusi dengan penulis. 

Memelajari style jurnal juga merupakan langkah penting dalam proses pengiriman artikel karena masing-masing jurnal kerap memiliki karakter proses yang berbeda, “Pengelolaan jurnal serta seleksi artikel sesuai dengan kemauan redaktur dan riviewer, maka pelajari dan sesuaikan dengan itu”. 

Kemudian dalam mengolah artikel juga harus memerhatikan konsistensi serta kesesuaian Result and Discussion, baik dalam bagian Pedahuluan, Kajian Teori, dan seterusnya, ditambah dengan penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Zotero, Mendeley, Latex dan selainnya, sehingga menghasilkan karya yang well structured. 

Di akhir pertemuan, narasumber kembali menggugah semangat peserta dengan menampilkan jumlah jurnal terindeks scopus yang tidak kurang dari 20.000 jurnal dan tersebar di seluruh penjuru dunia, “Terus berusaha dan tidak menyerah merupakan kunci keberhasilan dari itu semua”.

Disamping pelatihan penulisan artikel, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pembaharuan MoU Jurnal Studi Hadis Nusantara (JSHN) Jurusan Ilmu Hadis IAIN Syekh Nurjati Citebon dan ASILHA.

Adapun sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman dengan ASILHA, telah direncanakan akan ada kegiatan selanjutnya yang memantau produk artikel dan karya ilmiah lainnya yang lahir dari dosen-dosen ilmu hadis. (din)