Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 14 Februari 2022

Wali Kota Cirebon Sampaikan Empat Raperda

Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH


CIREBON – Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H. menyampaikan empat rancangan peraturan daerah (raperda) usulan eksekutif kepada DPRD Kota Cirebon melalui rapat paripurna, di ruang Griya Sawala gedung DPRD, Senin (14/2/2022).

Keempat raperda usulan wali kota itu yakni, Raperda tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian; Raperda tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung; Raperda tentang Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung; dan Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 8/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cirebon Tahun 2011-2031.

Azis menjelaskan maksud dari keempat raperda tersebut. Pertama, Raperda tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian bertujuan mengatur ketersediaan data yang akuntabel dan pengamanan informasi.

Setiap warga negara Indonesia memiliki kebebasan untuk mengakses informasi yang tertuang dalam UU tentang Keterbukaan Informasi Publik. Namun, kebebasan tersebut harus dibatasi oleh informasi yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam UU tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Kedua, mengenai Raperda tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung. Menurut Azis, bangunan gedung merupakan salah satu wujud fisik pemanfaatan ruang. Pengaturan bangunan gedung tetap mengacu pada pengaturan penataan ruang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan guna menjamin kepastian dan ketertiban hukum.

Ketiga, Raperda tentang Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung. Regulasi ini dibutuhkan sebagai dasar Pemda Kota Cirebon memungut retribusi terhadap penerbitan persetujuan bangunan gedung. Sehingga memberikan jaminan kepastian hukum dan mempertahankan pendapatan asli daerah (PAD).

Sementara mengenai Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 8/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cirebon Tahun 2011-2031, dijelaskan Azis, menindaklanjuti Surat Direktur Jendral Tata Ruang atas nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor pb.01/08-200/i/2022 tanggal 6 Januari 2022 perihal Rekomendasi atas Peninjauan Kembali dan Revisi Peraturan Daerah tentang RTRW Kota Cirebon.

“Berkenaan dengan hal tersebut, untuk memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha, perlu dilakukan pencabutan atas Perda Nomor 8/2012 tentang RTRW,” kata Azis. (din)

Wali Kota Cirebon Menerima Kunjungan Tiga Putri Indonesia dari Jawa Barat, Titip Promosikan Pariwisata

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., menerima kunjungan tiga orang Putri Indonesia dari perwakilan Jawa Barat didampingi Jaka Rara Kota Cirebon, di ruang Kanigaran Balai Kota Cirebon, Senin (14/2/2022).

Ketiganya yakni, Melanie Theresia Barentz, Putri Indonesia 2022 perwakilan Jawa Barat; Raden Anggi Rosidiani, Putri Indonesia 2022 perwakilan Jawa Barat; dan Maryam Kassem, Putri Indonesia 2021 perwakilan Jawa Barat.

Dalam pertemuan itu, Azis menyampaikan, Kota Cirebon dengan keragaman yang dimilikinya menjadikan kota ini punya ciri khas. Mulai dari budaya, tradisi, kesenian, hingga karakteristik masyarakatnya.

“Keragaman inilah yang menjadikan Kota Cirebon sebagai salah satu kota tujuan wisata. Terutama wisata sejarah, budaya, dan reliji,” ungkap Azis.

Oleh karenanya, Azis mengajak kepada para Putri Indonesia yang berasal dari Jawa Barat untuk bersama-sama mempromosikan potensi wisata yang dimiliki Kota Cirebon. Optimalisasi di sektor pariwisata sejalan dengan semangat yang diusung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

“Mari bersama-sama promosikan potensi wisata yang ada kepada dunia. Kota Cirebon maupun daerah lain di Jawa Barat memiliki potensi yang luar biasa dan daya tarik mengagumkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Azis juga menuturkan, kendati hidup dalam keragaman, namun kerukunan antar warga di Kota Cirebon senantiasa terjaga. Sikap toleran setiap warganya tidak perlu diragukan lagi.

“Keragaman ini membuat kita lebih kuat, lebih harmonis, karena mengedepankan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia juga berharap, para perwakilan dari Jawa Barat dapat sukses mengikuti ajang Putri Indonesia. Bahkan diharapkan menuai sukses pada jenjang serupa selanjutnya.

“Sehingga tidak hanya bisa mempromosikan sektor wisata, tapi menjadi duta dalam berbagai hal kebaikan. Kami doakan semoga sukses selalu,” katanya.

Bupati Lantik 56 PPPK Non Guru

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Imron, melantik 56 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk bidang kesehatan. Menurutnya, pelantikan tersebut dilakukan, karena Kabupaten Cirebon masih membutuhkan tenaga kesehatan. Sementara, ada tiga indikator utama dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketiga indikator tersebut adalah kesehatan, tingkat pendidikan dan indikator ekonomi.

"Di Jawa Barat ini, IPM di Kabupaten Cirebon posisinya cukup mengkhawatirkan. Oleh karena itu, dalam pengusulan kebutuhan calon ASN Kabupaten Cirebon formasi tahun 2021, dititikberatkan pada usulan formasi pendidikan dan kesehatan," kata Imron usai melakukan pelantikan di Aula BKPSDM, Senin (14/3/2022).

Imron menjelaskan, pelantikan PPPK juga sebagai bentuk ikhtiar dalam meningkatkan  IPM di Kabupaten Cirebon. Hal tersebut, direspon positif oleh Kemenpan-RB pada pengadaan calon ASN formasi tahun 2021. Hal itu diperkuat dengan keputusan Menpan-RB Nomor 5 Tahun 2021. Isinya, tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai ASN di lingkungan Pemkab Cirebon.

"Kami mendapatkan alokasi formasi sebanyak 4.338 pegawai. Dengan rincian sebagai berikut, PPPK non guru ada 90 formasi, PPPK guru 4.157 dan CPNS 91 formasi. Mungkin di Jawa Barat kita ini yang paling banyak," ungkap Imron.

Dirinya meminta kepada PPPK yang sudah dilantik, agar turut membantu dalam upaya peningkatan IPM di Kabupaten Cirebon. Mereka diminta bersungguh-sungguh dalam bekerja dan mematuhi semua aturan yang sudah ditetapkan.

Sementara itu, Kabid PPI BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ramdan menjelaskan, kuota yang diperoleh untuk guru sebesar 4.157 orang. Sedangkan untuk PPPK non guru ada 90, dan untuk CPNS berjumlah 91 orang. Namun dalam perjalanannya, untuk PPPK non guru yang terisi hanya 56 orang saja, karena sisanya tidak bisa lolos passing grade.

"Untuk CPNS dari 91 formasi, hanya 78 saja. Kalau untuk PPPK guru, akan terbagi salam dua tahap. Tahap pertama yang lulus itu 1.716 orang, mengundurkan diri satu orang, dan tidak memenuhi syarat satu orang. Mereka semua dilantik di bulan April. Lalu untuk tahap kedua jumlahnya 1.216, akan kita targetkan dilantik di bulan Mei," paparnya.

Kenapa prosesnya lama, Ramdan mengaku, karena jumlahnya termasuk banyak. Untuk itu, pihaknya butuh pengadministrasian yang cukup lama juga. Sementara di daerah lain bisa cepat, karena memang jumlahnya juga sedikit. Pasalnya, Kabupaten Cirebon termasuk jumlah yang paling banyak di wilayah Jawa Barat.

"Tahap satu dan dua di pengajuan sudah beres. Kami tinggal menunggu Pertek verifikasi BKN, sebelum mengisi SK untuk penyusunan NIP. Inilah yang membuat lambat, karena kan jumlahnya cukup banyak," tukasnya. (Indah)

Minggu, 13 Februari 2022

Musyawarah Kerja LDM IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gagas Kepengurusan Yang Optimal

 

Musyawarah Kerja Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, di ruang Madya Masjid Raya At Taqwa, Kota Cirebon, Minggu (13/2/2022). 


CIREBON, FC - Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Musyawarah Kerja (Muker) dalam rangka mensinergikan setiap program departemen dengan mengusung tema "Bersinergi Bersama Lembaga Dakwah Mahasiswa Untuk menciptakan kepengurusan optimal," Minggu (13/2/2022).

Kegiatan yang berlangsung di ruang Madya Masjid Raya At Taqwa, Kota Cirebon, untuk memusyawarahkan agenda kerja yang digagas oleh departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Syiar Pelayanan Kampus (SPK), dan Ekonomi Keumatan (EKOMUT). 

Terakhir, kegiatan ditutup dengan Badan Pengurus Harian, sehingga semua pengurus mengetahui apa saja kegiatan selama 1 periode kedepan.

Menurut Ketua Pelaksana Muker, Muhammad Farizan Saputera, bahwa makna tema yang diangkat tersebut agar semua bersama-sama berproses dalam Lembaga Dakwah Mahasiswa.

Kata bersinergi ini, kata Farizan, adalah bentuk semangat dalam mengedepankan kebersamaan. Kemudian menciptakan kepengurusan yang optimal. 

"Jadi tema ini bermakna membangun kebersamaan dan satu sama lain saling merangkul, serta kepengurusan yang selalu menciptakan pengurus yang terbaik untuk Lembaga Dakwah Mahasiswa," terangnya.

Sementara menurut Ketua Umum Lembaga Dakwah Mahasiswa, Akh Reza, bahwa acara ini merupakan program yang dirancang BPH secara Khusus, tetapi tidak terdapat di Departemen Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

"Jadi menurut saya semua berhak memberikan pendapat dan mampu menerima apapun hasilnya," ujar Akh Reza, Ketua Umum Lembaga Dakwah Mahasiswa periode 2022-2023.

Akh Reza juga menegaskan, bahwa pada kegiatan ini semua tetap menerapkan protokol kesehatan, dan dihadiri oleh tamu undangan Senat Mahasiswa  (SEMA) Institut IAIN Syekh Nurjati Cirebon , Dewan Mahasiswa (DEMA) Institut IAIN Syekh Nurjati Cirebon, serta  segenap delegasi ketua UKM yang berada Di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Demisioner dan MPO Lembaga Dakwah Mahasiswa.

"Alhamdulillah, rangkaian demi rangkaian kegiatan terlaksana dengan baik. Bahkan antusiasme dan keseruan peserta terlihat dari partisipasi mereka yang terlihat aktif bertanya, ngasih saran, kritik mengenai progam kerja dan agenda kerja," tandasnya. (din)

Sabtu, 12 Februari 2022

FUAD IAIN Cirebon Mulai Lakukan Sosialisasi PDDIKTI

CIREBON - Pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) mulai disosialisasikan. Hal itu mulai dilakukan oleh Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Sosialisasi PDDIKTI dan bimbingan teknis praktik ini sebagai cara melakukan pelaporan per semester.

Wakil Dekan (Wadek) I FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Arief Rachman MSi menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti staf jurusan yang ada di FUAD, namun juga staf dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islah (FSEI), dan pascasarjana kampus setempat.
 
“Pada prinsipnya sosaslisai ini kepada staf, yaitu terkait data mahasiswa yang harus selalu diinput setiap semesternya agar data mahasiswa itu tercatat secara resmi sebagai mahasiswa Indonesia di Forlap Dikti,” jelas Arief, Selasa (12/2/2021).

Dengan melakukan pencatatan secara berkala, lanjut dia, pihaknya pun dapat memiliki pangkalan data yang valid, dari mulai jumlah mahasiswa hingga data-datanya. Sehingga, dengan data tersebut pihaknya dapat menyusun anggaran dan memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa.

“Karena, kalau tidak terdata maka mahasiswa tersebut tidak tercatat sebagai mahasiswa di Indonesia. Untuk itu, mahasiswa juga dituntut untuk memberikan data jika dibutuhkan, salah satunya untuk PIN atau Penomoran Ijazah Nasional. Sehingga, dari segi administrasi, mahasiswa pun dapat terlayani dan mempunyai status,” terang Arief.
 
Bahkan, menurut dia, dengan tercatatnya data mahasiswa di Forlap Dikti, proses legalisir ijazah pun akan tereduksi. Pasalnya, kata Arief, mahasiswa tidak perlu lagi membawa photo copy ijazah untuk melakukan proses administrasi pendaftaran atau keperluan lainnya, mereka cukup menyebutkan nomor maka data mahasiswa tersebut akan dapat dilihat.

Namun, diakuinya, dalam melakukan pendataan tersebut ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti lamanya membuka website Forla Dikti dan keterlambatan pengisian data mahasiswa. Untuk itu, kata Arief, hal ini dibutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dari mahasiswa, staf, dosen, maupun unsur pimpinan.

“Karena jika ada keterlambatan uploading data, maka untuk melakukan pengisian kembali itu susah. Kalau untuk akses, karena seluruh Indonesia kan mengakses, jadi mungkin agak lama membuka websitenya. Jadi, dalam tanda kutip, kita harus jeli memilih waktu kapan untuk mengakses,” ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap, melihat begitu pentingnya pencatatan data tersebut sehingga dapat menimbulkan suatu kesadaran dari semua pihak untuk melakukan penginputan data sesuai waktu yang telah ditentukan, sehingga prosesnya dapat berjalan dengan baik.

"Harapannya, semoga timbul kesadaran menginput data secara digital dari semua pihak. Sehingga kita dapat memberikan pelayanan yang prima kepada mahasiswa yang aktif dan berjalan dengan baik secara by system,” ucapnya.

Sementara itu, Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Mohamad Arifin MPdI menjelaskan, demi mendukung peningkatan kesadaran penginputan data tersebut pihaknya pun akan melakukan sosialisasi melalui media informasi yang dimiliki kampus.

“Insya Allah kita akan membantu menyosialisasikannya sesuai kewenangan kita di humas. Bantuan tersebut salah satunya dengan membuat pamflet terkait pentingnya penginputan data di Forlap Dikti. Pamflet tersebut akan kita share di media sosial yang dimiliki kampus yang dapat diakses seluruh mahasiswa dan Sivitas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sehingga kesadaran itu akan semakin tumbuh,” tandasnya. (din)

Kamis, 10 Februari 2022

Pelantikan Pengurus SEMA dan DEMA Institut, Ini Pesan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama pada kegiatan pelantika. Pengurus SEMA dan DEMA Institut, periode 2022, Kamis (10/2/2022).


CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag bersama Wakil Rektor III, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag menghadiri kegiatan pelantikan Pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa Institut periode 2022, bertempat di Gedung B Auditorium Pascasarjana, Kamis (10/2/2022). 

Selain Wakil Rektor III, hadir pula Kabag Akademik dan Kemahasiswaan serta Kasubag Kemahasiswaan. 

Sumanta dalam sambutannya mengatakan, atas nama pimpinan, lembaga dan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon pihaknya  mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus SEMA dan DEMA tahun 2022. Demikian juga ucapan terimkasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus SEMA dan DEMA tahun 2021. 

Menurut Sumanta, ada satu kenangan, atau satu karya yang telah diukir oleh pengurus tahun 2021. Di mana sudah membantu IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari sisi kemahasiswaan juga banyak ditorehkan prestasi-prestasi dari sisi akademik.  

"Alhamdulillah kampus kita terangkat namanya, dan mendapat penghargaan dari berbagai pihak, tentu saja ini dari kerja keras pengurus tahun 2021," katanya.

Untuk tahun 2022, lanjutnya, satu hal yang menjadi kegembiraan adalah dalam menata pengurus DEMA dan SEMA  terpilih dari kader-kader yang berprestasi. 

"Tadi Pak Warek III melaporkan kepada saya untuk jabatan ketua yaitu IP nya tidak kurang dari 3,25 dan untuk anggota IP nya 3.00, itu artinya kalian semua adalah orang-orang yang terpilih dan sebagai bibit-bibit unggul yang memiliki kecerdasan dan intelektual yang lebih dari rata-rata dibandingkan teman-teman sekalian," katanya. 

Kemudian yang membanggakan lainnya, kata Sumanta, adalah yang dipilih kader-kader muda di bawah semester 8. Ini artinya, ada suatu lompatan bagi para aktifis kampus di era 4.0 ini.

Kalau kita amati sejarah dari para pendahulu kita, para aktifis kampusnya  adalah generasi kolot atau generasi yang sudah kena DO. Berbeda dengan sekarang dengan sistem yang sudah dikembangkan di masa sekarang itu adalah sistem secara nasional yang dikendalikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Oleh karena itu, ada paradigma yang harus kita geser, antara aktifis pada masa dulu dengan aktifis pada masa sekarang. 

"Kalau dulu gagal studi itu sudah biasa, mereka sukses dengan dunia yang diikuti, baik dunia politik, dunia perdagangan, ekonomi dan lainnya. Tapi sekarang tidak demikian, pokok sekarang dilihat dari satu indikator atau variabel yang dirilis dari tema kegiatan ini, yakni inovatif. Siapa yang mampu berinovasi di era sekarang, maka itulah yang akan menjadi pemimpin yang sukses," tuturnya.

Variabel inovasi melalui indikator yang disebutkan tadi, lanjut Sumanta, seperti berprestasi secara akademik mampu mengasah keterampilan dari sisi psikomotorik. Afektivnya walau pun muda akan dihitung dalam berbagai segmen kehidupan kita.

"Tentu saya merasa bangga atas tuntutan pengurus DEMA - SEMA yang semakin tertib, diisi oleh orang-orang yang berprestasi, saya yakin dengan kecerdasan yang dimiliki, baik dari sisi intelektual, emosional dan spiritual akan mampu menata organisasi SEMA dan DEMA ini dengan baik," jelasnya.

Demikian juga, akan menjadi aktifis-aktifis yang kritis yang bisa memberikan masukan-masukan yang konstruktif bagi lembaga. Tidak justru sebaliknya melakukan sesuatu yang destruktif yang menghancurkan lembaga kita. 

"Kita harus bisa mengangkat citra lembaga kampus yang kita besarkan bersama. Kampus ini milik kita bersama, bukan milik rektor, bukan milik wakil rektor dan bukan milik dekan tetapi milik kita bersama, dan kita bagian yang senantiasa mengisi dari masa ke masa," tuturnya lagi.

Sumanta juga menjelaskan, bahwa sekarang ini sangat terbuka untuk menjadi ilmuan, yakni melalui upaya akselerasi, terbukanya literasi keilmuan di tengah kita, inilah kondisi obyektif yang kita hadapi sekarang ini. 

"Bagi adik-adik sekalian mudah mudahan dengan upaya kita bersama,  kita wujudkan cita-cita yang luhur bagi kemajuan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kampus yang membawa nama seorang ilmuan besar dan ini harus menjadi motivasi kita semua, dan kita harus bisa merawat warisan leluhur kita dan bisa mengorbitkan Cirebon bukan saja ditingkat regional dan nasional tetapi juga di tingkat global," tandas Sumanta dihadapan para pengurus SEMA dan DEMA IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Tingkatkan Kemampuan dan Kecakapan Dosen, KPI-FUAD IAIN Cirebon Gelar Training Literasi Digital Nasional

Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, H Aan Mohamad Burhanudin MA bersama para dosen pada kegiatan Training Literasi Digital Nasional.


CIREBON, FC -  Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon menggelar kegiatan Training Literasi Digital Nasional.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara AJI dan Google news inisiatif dan Jurusan KPI FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Demikian disampaikan Ketua Jurusan KPI, H.Aan Mohamad Burhanudin, MA, Kamis (10/02/2022) kepada Fokus Cirebon.

"Ya, pesertanya adalah seluruh dosen KPI dan kami melaksanakan kegiatan ini selama dua hari, yakni kemarin Rabu dan hari ini, Kamis 10 Februari 2022," terangnya.

Aan menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan di ruang Jurusan KPI ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang  literasi digital agar akademisi mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait digital ethic, digital skill, digital culture, dan digital safety dengan baik. 

"Sehingga pemanfaatan teknologi informasi, bisa dilakukan dengan bijaksana dan untuk kepentingan yang  baik," jelas Aan.


Aan juga menjelaskan, pada kegiatan tersebut melibatkan dua pembicara, di antaranya Eviera Paramita Sandi, Ketua AJI Denpasar dan Jurnalis, dan Moch. Syaefudin, M.I.Kom. 

Sementara itu, kegiatan training yang dibuka oleh Ketua Jurusan KPI tersebut, berharap agar Dosen KPI dan akademisi memiliki kecakapan literasi digital agar mampu menjadi active learner dan active literer, serta bisa dengan bijak dalam berselancar di dunia maya. (din)

Raker HMJ KPI Angkat Semangat Kinerja dan Aktualisasi Melalui Program Kerja Pengurus

Rapat Kerja Pengurus HMJ KPI, IAIN Sykeh Nurjati Cirebon


CIREBON, FC -Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam, telah melaksanakan Rapat Kerja (RAKER), pada Kamis, 10 Februari 2022 yang bertempat di Auditorium Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Lantai 4.

Adapun tema yang diambil dari Raker ini yaitu “Mengoptimalisasi Pengimplementasian Pengurus HMJ KPI yang Bersinergis, Berintegritas serta mampu Mengaktualisasikan Program Kerja dengan Relavan.

Tema ini bermaksud agar kepengurusan HMJ KPI pada periode ini bisa optimal dalam melaksanakan program kerja dengan lebih nyata, sehingga kedepannya HMJ KPI bisa lebih maju dan lebih baik lagi.

“Rapat kerja ini bertujuan untuk memfiksasi program kerja setiap bidang yang ada di HMJ KPI periode 2022-2023,” ucap Ketua Umum Lestari Setia Budi saat memberikan sambutan. 

Menurutnya, sebelum dilaksanakannya raker, pihaknya terlebih dahulu sudah melaksanakan pra-raker, selain itu juga agar semua pengurus HMJ KPI mengetahui proker bidang satu dengan bidang lainnya.

Dijelaskan, pada kegiatan ini, masing-masing pengurus tiap bidangnya memaparkan program kerja yang saat itu diawali oleh bidang Kominfo yang terdiri dari Public Relation dan Media, yang kedua dari bidang Kajian dan Keilmuan, kemudian dilanjut dari bidang Kewirausahaan, kemudian bidang Minat dan Bakat. Serta yang terakhir dari BPH Umum.

Pada kepengurusan HMJ KPI di periode 2022-2023 ini, terdapat bidang baru yaitu bidang Minat dan Bakat yang difokuskan untuk mengembangkan, mewadahi minat dan bakat mahasiswa KPI, terutama di lingkup media dan komunikasi.

Rapat yang berkonsep semi formal ini dihadiri oleh SEMA F, DEMA F, dan Demisioner HMJ KPI dan tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Di KPI ini, kita memiliki dua aspek penting yaitu dakwah dan komunikasi, yang mana nantinya, kedua hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan platform yang ada, kita bisa memanfaatkan Media Sosial yang sudah menjadi alat untuk berdakwah. (Red/Eva)

Rabu, 09 Februari 2022

Tanamkan Jiwa Mahasiswa Inovatif dan Produktif di Kepengurusan Baru, HMJ IQTAF Gelar Rapat Kerja Pengurus

Raoat kerja Pengurus HMJ IQTAF IAIN Syekh Nurjati Cirebon usung tema 'Inovasi Program Kerja dengan Ide Kreatif untuk Menunjang Jiwa Mahasiswa yang Produktif'.


CIREBON, FC - Ketua Jurusan Ilmu Al Qur'an dan Tafsir, MA, M.Si secara resmi membuka rapat kerja (Raker) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (09/02/2022), 

Kegiatan bertema "Inovasi Program Kerja dengan Ide Kreatif untuk Menunjang Jiwa Mahasiswa yang Produktif", berharap di masa mendatang, melalui kepengurusan yang baru, HMJ IQTAF terus berkembang, terus mengepakkan sayapnya dan mengayomi elemen-elemen di dalamnya serta menjadi lebih baik dari periode-periode sebelumnya.

Alfath Pangestu Danar, selaku Ketua Umum periode 2022-2023 menyampaikan permintaan maaf apabila kurang maksimalnya acara disebabkan pandemi Covid Omnicron, yakni varian baru yang memaksa keadaan untuk tetap menjaga jarak dan menghindari keramaian. 

Di samping itu, Alfath juga menegaskan bahwa Rapat Kerja ini merupakan jembatan awal untuk membuka lembaran baru dan memperbaiki lembaran lama dalam masa kepemimpinan yang sekarang. 

Dengan Program Kerja yang mantap, kreatif, dan inovatif, diharapkan mampu mendirikan pondasi yang kuat, teguh, dan utuh dalam kepengurusan.

"Mohon maaf dalam penyelenggaraan raker ini kurang maksimal, misalnya pengurus yang hadir sedikit karena adanya pembatasan. Semoga untuk kepengurusan yang selanjutnya bisa lebih baik dalam penyelenggaraan setiap prokernya." ucap Alfath.

Kemudian dalam sambutan berikutnya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Omar Qad Panity, juga menyampaikan ucapan terima kasih dan pesan berupa harapan bahwa mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) dapat selalu menjadi orang-orang yang selalu berpikir tentang ide.

"Meng-upgrade HMJ dengan program kerja yang sistematis, memiliki badan otonom jurnal dan tetap melaksanakan protokol kesehatan." ucap Omar.

"Rapat kerja itu analoginya seperti sholat, kita sholat harus rapat dan lurus, maka dengan rapat ini kita saling merangkul, mengajak bukan mengejek, saling merapatkan dan lurus, maksudnya kita punya satu tujuan, satu vision di bawah pimpinan nahkoda Ketum Alfath bersama pengurusnya," tambahnya.

Setelah itu, ada beberapa pesan dari Wakorwil Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadits se-Indonesia (FKMTHI) yang turut hadir dalam acara, Abdul Aziz Shutadi, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya raker ini, diharapkan HMJ IQTAF lebih baik dan lebih maju.

"Setiap program-program harus selaras dengan visi dan misi jurusan. Lalu, program-program yang dilaksanakan pun harus sesuai kebutuhan mahasiswanya itu sendiri. Dalam pembuatan program kerja, perhatikan masa depan mahasiswa, masa depan organisasi, dan masa depan lembaga institut." ucap Aziz.

"Mahasiswa Tafsir Hadits membuat program kerja harus bisa menjawab tantangan masyarakat, misalnya radikalisme, kekerasan seksual, dan politisasi ayat Al-Qur'an. Mahasiswa Tafsir Hadits harus bisa berperan dalam mengatasi hal tersebut," tambahnya.

Pada waktu yang sama, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, M.A, M.S.I, juga menyampaikan pentingnya menjadi pribadi yang produktif, dengan slogannya "just do it" diharapkan HMJ IQTAF mampu menghasilkan karya yang luar biasa dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat.

"Dalam program kerja ini, mahasiswa hanya menyepakati program-program yang sudah dirancang dengan pengesahan program kerja. Untuk HMJ IQTAF sendiri sudah memiliki sound system dan kamera untuk menunjang kegiatan HMJ kedepannya," ucap Maimun.

"Semuanya harus kreatif, inovatif, dan mempunyai rasa memiliki. Hal yang terpenting adalah just do it, kegiatan HMJ harus disampaikan kepada dunia, dan wadahnya harus dapat menghasilkan sebuah karya yang tidak biasa dan mampu menjadi harapan bangsa kedepannya," tambahnya. (din)

Pererat Persaudaraan di Ormawa, DEMA FUAD adakan "GO FUAD"

Sesi foto bersama, usai kegiatan "Go FUAD" 


CIREBON, FC - Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah ((FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan "GO FUAD"  atau Gathering Ormawa FUAD. 
Kegiatan tersebut diluncurkan oleh pengurus periode 2022/2023 dengan tujuan mempererat tali silaturrahmi dan persaudaraan di Organisasi Mahasiswa (Ormawa) DEMA FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

"Ya, ini menjadi program kekinian atau event baru yang ada di kepengurusan periode 2022/2023, dengan tujuan mempererat persaudaraan di Ormawa FUAD," terang Omar, Ketua Umum DEMA FUAD, Rabu (09/02/2022) kepada Fokus Cirebon.

Menurut Omar, kegiatan yang diadakan pada 05 Februari 2022 ini, bertempat di Laboratorium TV IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kampus II Majasem, digelar setelah diadakannya musyawarah kerja DEMA guna membicarakan rancangan kerja ke depan di internal kepengurusan.

"Pada kegiatan ini, kami tetap menerapkan protokol kesehatan, dan dihadiri oleh tamu undangan Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Fakultas, Dewan Mahasiswa (DEMA) Institut, dan segenap delegasi mahasiswa jurusan," jelasnya.

Kegiatan dengan tema "Konstruksi Tiga Sisi, Solusi Satu Visi", kata Omar,  Konstruksi tersebut berarti membangun, Tiga Sisinya diibaratkan tiga aspek penting fakultas, yakni (Ushuluddin, Adab, dan Dakwah). Sedang Solusi Satu Visi nya adalah DEMA FUAD selalu berupaya menjadi solusi untuk pembangunan fakultasnya.

"Alhamdulillah, rangkaian demi rangkaian kegiatan terlaksana denga baik. Bahkan antusiasme dan keseruan peserta terlihat saat gathering, dan terus berlanjut hingga sampai pada sesi penyampaian aspirasi untuk DEMA FUAD.," papar Omar yang juga menegaskan bahwa kita ini adalah "We'are one big family".


Sementara itu, Ketua Umum DEMA Institut, Fauzi, menyatakan bahwa kita harus bisa berada pada dua barisan, satu sisi sebagai lembaga dan satu sisi sebagai mahasiswa. "Sehingga ada keseimbangan," tuturnya. (din)




Wakil Walikota : Kritikan Pers Harus Disikapi Sebagai Motivasi Untuk Perbaikan

CIREBON – Kehadiran Pers di Indonesia, khususnya Kota Cirebon, dirasakan telah berkontribusi banyak terhadap suksesnya program pembangunan. Kritik maupun masukan dari pers bagi penyelenggara pemerintahan mesti disikapi sebagai motivasi untuk perbaikan.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon Raya di Jalan Dukuh Semar, Rabu (9/22/2022).

“Kritik maupun masukan dalam bentuk pemberitaan dari insan pers menjadi bahan introspeksi untuk kami bekerja lebih baik lagi,” ungkap Eti.

Ia menambahkan, pihaknya sejauh ini masih dan akan terus berkomitmen mendukung kerja-kerja para insan pers dalam menjalankan tugasnya. Sinergi Pemda Kota Cirebon dengan insan pers pun, diakui Eti, telah terjalin sangat baik.

“Melalui fungsi kontrol maupun informasinya, pers kami anggap sebagai mitra strategis di luar lingkungan pemerintahan. Tidak hanya diingatkan, tapi sering juga kita mendapatkan masukan yang baik dari sahabat-sahabat para insan pers,” tutur Eti.

Eti menambahkan, di tengah arus deras digitalisasi dan informasi yang demikian kencang hari-hari ini, insan pers telah mampu menjadi referensi bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi.

“Kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan insan pers diatur oleh kode etik. Sehingga produknya pun dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu hal penting dalam menangkal hoaks dan sebagainya,” kata Eti.

Ia mencontohkan, ketika pandemi Covid-19 terjadi, selain penanganan secara medis, hal penting lainnya adalah menjaga masyarakat dari “serangan” berita bohong atau hoaks.

“Alhamdulillah pers di Kota Cirebon menjalankan perannya dengan baik, dalam hal edukasi maupun informasi saat masa pandemi,” katanya. (Bam)