Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 26 Mei 2022

Pemkot Cirebon Dukung Literasi Budaya dan Profesi Untuk Anak Usia Sekolah


CIREBON, FC – Dukungan tersebut diberikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., usai menghadiri dan menandatangani launching Literasi Budaya dan Profesi Cirebon di halaman Balai Kota Cirebon, Rabu (25/5/2022).

“Ada launching literasi budaya dan profesi dari Dinas Budpar Kota Cirebon ini luar biasa,” ungkap Agus. 

Pemda Kota Cirebon, lanjut Agus, mendukung terhadap program ini. “Kami apresiasi Dinas Budpar untuk bisa terus memperkenalkan budaya dan profesi dari anak usia dini,” ujarnya.

Selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berlangsung dua tahun, anak-anak semakin akrab dengan dunia digital. Hampir setiap hari mereka berkecimpung dengan gawai.

Melalui literasi budaya dan profesi ini, diharapkan bisa membuka wawasan anak-anak. Selain mengenai budaya dan cagar budaya yang ada di Kota Cirebon, mereka juga bisa mengenal beragam profesi yang ada sekarang.

“Anak-anak sekarang kalau ditanya cita-citanya ingin jadi youtuber, influencer. Bagus, tapi masih ada bidang lainnya,” katanya.

Untuk itu, Agus meminta dukungan dari semua pihak untuk bisa mengenalkan profesi kepada anak-anak sejak dini. “Kalau ada permintaan kunjungan, mohon bisa dibuka pintu seluas-luasnya untuk mereka,” tutur Agus.

Misalnya saat mengunjungi Arhanud, sambung Agus, mereka bisa dibawa ke gudang persenjataan dan mengenal beragam persenjataan yang dimiliki oleh TNI tersebut. “Kami harapkan kegiatan ini tidak berakhir disini,” katanya.

Namun justru menjadi program yang berkelanjutan untuk anak didik yang ada di Kota Cirebon. Program ini, imbuh Agus, juga bisa menjadi salah satu kegiatan untuk pemulihan ekonomi di Kota Cirebon.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, S.Sos., menjelaskan launching program literasi budaya dan profesi ini ditujukan untuk siswa dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA bahkan hingga perguruan tinggi.

“Program ini merupakan kolaborasi Budpar dengan industri pariwisata, keraton, karang taruna, himpunan pramuwisata Indonesia termasuk didukung penuh oleh TNI dan Polri serta instansi vertikal lainnya,” ungkap Agus Sukmanjaya.

Dijelaskannya, selama ini anak-anak didik di Kota Cirebon lebih banyak melakukan kunjungan keluar daerah. “Padahal di sekitarnya masih banyak yang belum tergali,” katanya.

Untuk itu, program ini dirancang secara soft namun berkesan. Saat menuju ke keraton misalnya, anak-anak akan diberikan edukasi sejarah nama-nama jalan di Kota Cirebon.

“Kenapa diberi nama jalan Siliwangi, sejarah jalan Karanggetas. Itu kita berikan edukasi,” katanya.

Nantinya saat tiba di keraton pun anak-anak tidak hanya akan mengenal bangunan keraton yang bersejarah namun juga ada kegiatan lainnya seperti latihan menari, menulis huruf Cirebon dan program edukasi lainnya.

“Budpar merancang sistem nanti teknisnya dilakukan oleh teman-teman dari industri pariwisata,” tutur Agus Sukmanjaya.

Hari ini sebanyak 457 siswa dari 4 sekolah secara perdana turut serta pada kegiatan literasi budaya dan profesi. Mereka mendatangi Balai Kota Cirebon, gedung negara, bandara Cakrabuana serta tiga keraton di Kota Cirebon.

Menggunakan 15 kendaraan, mulai dari Citros hingga truk dan bus milik TNI dan Polri anak-anak tersebut diperkenalkan terhadap beragam budaya dan profesi yang dikunjungi. (Indah)

Sukma Yudistira, Mahasiswa KPI, Lulus Sarjana Dengan Predikat Terbaik

Sukma Yudistira, S.Sos saat berfose bersama kedua orang tuanya, usai mengikuti prosesi wisuda sarjana ke XXIV IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sukma merupakan satu lulusan KPI yang mendapat gelar sarjana dengan lulusan Predikat Terbaik.

CIREBON, FC - Rasa gembira terdengar riuh di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), FUAD Institut Agama Islam Negeri IAIN Syekh Nurjati Cirebon usai menggelar wisuda ke-XXIV di Swiss-Belhotel CSB. Selasa, (24/5/2022).

Pasalnya, pada wisuda sarjana gelombang I kali ini, terdapat satu mahasiswa bernama Sukma Yudistira S.Sos, yang lulus terbaik dari Jurusan KPI, Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwa (FUAD).

"Ya, dari 37 sarjana KPI yang lulus pada wisuda kemarin, Sukma adalah lulusan terbaik," ujar sejumlah mahasiswa KPI yang bangga dan bahagia atas raihan prestasi kesarjanaan tersebut.

Dijelaskan, dari 37 lukisan KPI yang dilantik sarjana pada wisuda ke XXIV, di antaranya 15 orang laki-laki dan 22 perempuan.

Saat ditanya usai menerima gelar sarjana, Sukma mengaku bahagia. Menurutnya, banyak proses dan rintangan yang harus ia lalui dan tentunya tidak mudah untuk mencapai gelar tersebut.

“Proses untuk itu semua bagi aku sulit, karena aku ngga punya basic keagamaan, ngga ngerti fiqih dan ulumul hadist,” ujar Sukma.

Tapi Sukma bukanlah sosok yang mudah menyerah pada keadaan, Ia terus berusaha sekuat mungkin untuk belajar dan menguasai keilmuan tersebut  

Semangat tinggi yang tumbuh dalam tekadnya tak pernah surut. Ia ingin seperti mahasiswa lainnya yang mengerti hal mengenai ilmu keagamaan, karena Sukma sendiri bukan berasal dari sekolah berbasis agama.

Lelaki yang dilahirkan di Kota Bekasi ini, juga tidak menyangka jika dirinya dinobatkan menjadi lulusan terbaik, karena menurutnya semasa kuliah pun hanya mengikuti alurnya saja. 

“Bahkan, nggak ada yang memotivasi aku, nggak ada yang buat aku you wanna be on top,” lanjutnya.

Sukma pun berpesan kepada adik-adik tingkatnya untuk memperbanyak relasi dan pengalaman mengenai magang dan intership, karena menurutnya organisasi saja tidak cukup, apabila kita ingin segera mendapatkan pekerjaan. Dan yang pasti, jangan mudah patah semangat, terus belajar dan kuasai ilmunya jika ingin sukses.

Ia juga berpesan kepada teman-teman yang sedang mengerjakan skripsi.
“Jika lelah istirahat saja, dan jangan lupa berikan self reward atas apa yang telah kita lakukan” tutupnya. (Red/Eva)

Serahkan Bantuan Usaha, Bupati Harap Karang Taruna Lebih Partisipatif

CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron M.Ag berharap Karang Taruna bisa terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon, dalam rangka membantu kebutuhan masyarakat. Hal itu disampaikan bupati usai menyerahkan secara simbolis bantuan Gerobak Souvenir dan Rombong Sepeda Motor di Desa Wanasaba Lor, Kecamatan Talun, Rabu (25/5/2022).

Dijelaskan bupati, Karang Taruna sebagai organisasi yang banyak diisi oleh generasi muda harus bisa lebih aktif dalam membantu berbagai program pemerintah, khususnya dalam menyukseskan program kepada masyarakat. Disamping itu, Karang Taruna juga dituntut untuk bisa melakukan kegiatan yang berimbas langsung kepada kemajuan daerah.

"Generasi muda ini harus bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik, sehingga saya harapkan lebih banyak lagi kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar bupati.

Di samping itu, contoh yang baik telah dilakukan oleh Karang Taruna pada saat ini dengan memberikan gerobak souvenir dan rombong motor kepada pelaku usaha. Diharapkan, bantuan yang diserahkan kali ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang mendapatkan bantuan.

"Manfaatkan bantuan yang diberikan untuk meningkatkan ekonomi di masyarakat. Penerima juga harus lebih rajin lagi berusaha dan berinovasi untuk meningkatkan pendapatannya," terang bupati.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Cirebon, Eka Wildanu sebut bantuan kali ini merupakan bentuk kerja sama antara Karang Taruna dan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dijelaskannya, masa Pandemi Covid-19 yang belakangan terjadi, berimbas pada sektor perekonomian masyarakat.

"Kita melihat pengusaha kecil ini mengalami kendala, seperti sarana prasarana, permodalan dan marketing. Oleh karena itu, kita berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon dan diberitahu ada program bantuan dari Kementrian Perdagangan, sehingga kami langsung mengusulkan," ujar Eka.

Dirinya juga bersyukur tahun ini sudah bisa mendapatkan bantuan, berupa 50 unit Gerobak Souvenir dan 50 unit Rombong Sepeda motor. Meskipun, dia mengatakan usulan yang diberikan jauh lebih banyak dari yang diterima.

"Kita mengusulkan 529 gerobak souvenir dan 64 rombong sepeda motor. Tetapi, alhamdulillah berkat doa dan dukungan semua pihak, tahun ini juga kita langsung mendapatkan 50 unit gerobak souvenir dan 50 unit rombong sepeda motor,"  tambahnya.

Terkait distribusi bantuan, Eka menjelaskan, unit gerobak souvenir akan disebar di 28 Kecamatan dan rombong sepeda motor akan diberikan di 16 Kecamatan. Bukan hanya itu saja, Eka juga memastikan Karang Taruna akan terus mengawal keberlangsungan dari bantuan yang diberikan.

"Akan kita kawal bantuan ini, agar jika ada masalah bisa langsung kita bantu. Intinya, kita ingin bantuan ini benar tepat sasaran dan terus dipergunakan oleh penerima untuk berusaha. Kita juga akan coba mengusulkan kembali bagi yang belum mendapatkan," tutupnya. (Bam)

Rabu, 25 Mei 2022

Kendaraan Disita Leasing, Masyarakat Bisa Adukan Ke BPSK

CIREBON, FC – Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) fasilitasi sekretariat Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). 

Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, S.I.P., M.Si., menjelaskan penyelesaian sengketa konsumen memang menjadi urusan pemerintah provinsi.

"Namun ada ketentuan pula bahwa pemerintah kabupaten dan kota diharapkan memfasilitasi minimal dari kesekretariatan,” tutur Iing usai mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon menerima kunjungan kerja Wali Kota Bontang, Rabu (25/5/2022).

Sebagai wujud berbagi peran dan memberikan dukungan terhadap pemerintah Provinsi Jabar, Pemda Kota Cirebon memfasilitasi sekretariat BPSK di lantai dua gedung DKUKMPP Kota Cirebon. “Sekretariatnya kami persiapkan di kantor kami, di lantai dua,” tutur Iing.

Dengan sekretariat BPSK diharapkan bisa membantu konsumen untuk mendapatkan keadilan. Setiap konsumen, lanjut Iing, berhak untuk mencari keadilan, terutama jika ada hak-hak mereka yang dilanggar.

“Misal jika ada motor atau mobil yang disita leasing. Nah konsumen bisa saja mengadukan dan mencari keadilan melalui BPSK,” tutur Iing.

Keberadaan sekretariat BPSK di daerah diharapkan bisa mempercepat proses penyelesaian sengketa antara konsumen dan pelaku usaha di Kota Cirebon sehingga mereka pun tidak perlu jauh menyelesaikan sengketa ke Bandung.  

Seperti diketahui BPSK dibentuk berdasarkan UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. BPSK merupakan badan yang bertugas untuk menangani dan menyelesaikan sengketa antara pelaku usaha dan konsumen.

Ada pun tugas dan wewenang BPSK di antaranya melaksanakan penanganan dan penyelesaian sengketa konsumen dengan cara mediasi atau arbitrase atau konsiliasi, memberikan konsultasi perlindungan konsumen, melakukan pengawasan terhadap pencantuman klausula baku, menerima pengaduan baik tertulis maupun tidak tertulis dari konsumen mengenai terjadinya pelanggaran dan lainnya. (Dis)

Pemkab Cirebon Harus Intervensi Masalah Kemiskinan

CIREBON, FC - Pemkab Cirebon benar-benar serius dalam menangani masalah kemiskinan. Buktinya, hampir setiap waktu, baik Bupati, Wabup, maupun sekda turun ke setiap kecamatan. Untuk mengecek sejauh mana kecamatan serius dalam menanggulangi masalah kemiskinan, terkait perkembangan verifikasi dan validasi (verval) faktual data.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih (Ayu) saat melakukan monitoring dan evaluasi program penanggulangan kemiskinan TKPD di Kecamatan Pasaleman, Rabu (25/5/2022). Ayu berjanji, Pemkab Cirebon akan terus melakukan intervensi program penanggulangan kemiskinan, supaya benar-benar tahu secara pasti masyarakat mana yang membutuhkan.

"Pemkab akan terus melakukan intervensi untuk program penanggulangan kemiskinan ini. Kalau tidak intervensi, berarti kami tidak serius dalam penanggulangan program kemiskinan ini," kata Ayu.

Ayu menyinggung, tentang masih banyaknya warga di Kabupaten Cirebon yang belum mempunyai KTP. Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh Camat untuk mempercepat program pembuatan KTP. Dia meminta bagi lansia yang belum mempunyai KTP, agar disediakan sarana supaya mereka bisa datang untuk melakukan perekaman.

"Bagi yang sehat, ya silakan datang sendiri ke kecamatan. Pelayanan KTP harus dipercepat, karena ini bagian dari pelayanan umum," ungkap Ayu.

Disisi lain, pemerintah setempat juga harus memperhatikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, harus ada data valid berapa sebetulnya jumlah pengangguran pada masing-masing kecamatan. Hal tersebut untuk mempermudah Pemkab menyediakan lapangan pekerjaan.

"Cirebon timur itu banyak pabrik, kalau masyarakat butuh pekerjaan, ya harus kita berikan. Jadi mengentaskan program kemiskinan itu bukan melulu diberikan bantuan uang, tapi lebih baik diberikan sarana untuk menghasilkan uang," papar Ayu.

Hal senada dikatakan Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno. Dari catatan yang ada, Kecamatan Pasaleman membutuhkan alat perekam KTP. Ditambah lagi, dengan kondisi wilayah yang cukup terpencil. Hal tersebut diperparah dengan data DTKS awal yang tembus diangka 14 ribu jiwa lebih.

"Kecamatan Pasaleman yang menarik adalah data DTKS. Setelah pemutakhiran bertambah menjadi 23 ribu jiwa lebih, namun KPM-nya ko bisa turun. Ini kan menarik sekali, dan tolong verval ulang datanya," ucap Sekda.

Rahmat juga memerintahkan, bagi yang sudah meninggal dan pindah daerah, segera datanya dicoret dari DTKS. Ini nantinya akan menjadi beban APBD Kabupaten. Sementara Kecamatan Pasaleman yang mendapatkan KIS jumlahnya 17 ribu jiwa lebih.

"Sedangkan jumlah penduduk Pasaleman yang dijamin pemerintah sebanyak 62 persen. Ini juga menjadi beban kabupaten. Saya harap semua data bisa diverval supaya semua valid," pintanya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Suhartono, cukup paham dengan semua persoalan yang dikeluhkan Camat Pasaleman. Dirinya meminta supaya verval data segera dilengkapi, agar semua persoalan sosial bisa tertangani.

"Intinya, banyak sekali persoalan sosial yang terjadi di Kecamatan Pasaleman. Dengan adanya verval yang sedang Dinsos lakukan, diharapkan persoalan bisa segera selesai." tukasnya. (Indah)

Cantik dan Berbakat, Mahasiswa IAIN Juara dan Penuh Talenta

Kaffah Hemas Safitri dan Siti Rohmatul Ijah, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang penuh talenta. Keduanya juga pernah menjadi juara dalam berbagai lomba, baik event nasional maupun internasional.


FOKUS CIREBON, (FC) - Senyum merona yang selalu menghiasi lesung pipi kedua mahasiswa ini, menjadi keseharian mereka saat tampil di berbagai acara. Dia adalah Kaffah Hemas Safitri, semester 6, Jurusan Bahasa Indonesia, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Siti Rohmatul Ijah, semester 6 Jurusan Ekonomi Syari'ah. 

Keduanya dihubungi usai menjadi MC dan Liaisson Officer (LO) pada kegiatan Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXIV IAIN Syekh Nurjati Cirebon, semester genap tahun akademik 2021-2022, di Swiss-Bellhotel, Rabu, (25/5/2022).

Kaffah yang menjadi petugas MC mengaku sudah biasa dengan tugas ini. Dengan pakaian yang sudah disesuaikan dengan penampilan MC nya, Kaffah terlihat sangat cantik dan mempesona.

Kaffah mengaku, menggeluti kegiatan MC sejak di bangku kuliah semester 1. Saat itu dirinya bukan pada tataran wisuda saja, dan menjadi MC wisuda dimulainya sejak tahun 2021. 

Diakui Kaffah, kemampuannya di MC ini dimulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Protokoler Mahasiswa (KPM), di mana di dalamnya ada pengembangan skill.

"Di KPM ini sebenarnya bukan MC saja, tetapi juga ada LOFO, terus ada EO, Publik Speaking dan yang lainnya, dan saat itu saya sering berhubungan dengan penugasan acara kampus seperti Qori, dirijen, baca Qur'an dan lain-lain," terangnya.

Ditanya menjadi MC pada acara wisuda yang sakral dan ditonton banyak orang, Kaffah malah bangga dan puas. Karena pada wisuda ini terdapat tiga wisudawan dan wisudawati dari jurusan bahasa, sehingga anggap aja ini menjadi delegasi dari jurusan tersebut.

Terkait persiapan yang dilakukan,  biasanya kata Kaffah tidak sampai seminggu, karena kadang juga acara ini  bisa dadakan. 

Kaffah juga mengaku, tidak banyak yang harus dipersiapkan untuk menjadi MC, tetapi pada awal-awal terjun di MC, memang Kaffah membiasakan olah raga dan selalu menjaga vokal, tetapi karena sudah biasa di acara-acara kecil dan besar, sekarang tidak ada lagi acara-acara olah vokal. Berbeda dengan menyanyi atau menjadi Qori.

"Suara saya ini karakternya alto, sehingga sangat mudah untuk membawakan MC dan tidak banyak yang harus dipersiapkan, termasuk dalam merawat dan mengolah suara," katanya.

Wanita berusia 21 tahun kelahiran Cirebon ini, juga sangat menyenangi kegiatan tersebut. "Ya, saya sangat menyenangi kegiatan ini," ujar Kaffah yang bercita-cita ingin melanjutkan pendidikannya ke S2.

"Cita-cita saya ingin menjadi seorang dosen, dan seorang dosen itu dituntut pendidikan yang setinggi-tingginya," ujar wanita kelahiran Cirebon ini.

Kaffah juga mengaku, pada kegiatan wisuda hari ini, untuk MC ditemani oleh 3 orang, yakni Nur Fadhillatus Sa'adah, semester 6 jurusan Tadarus Bahasa Inggris, dan Putri Ghaida, semester 8 jurusan PBA. 

"Ya ketiganya sering latihan dan sering bertemu bareng, dan kami semua dari KPM, dan juga penerima beasiswa Bank Indonesia dan masuk pada Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI)," papar Kaffah.

Sementara itu, Siti Rohmatul Ijah, juga mengaku menyenangi kegiatan MC sejak semester 3, saat itu menjadi MC di fakultas Syari'ah dan sejumlah kegiatan seminar nasional. 

Menurut Siti Romlah Ijah, dirinya selalu di tempatkan sebagai MC formal bahasa Indonesia, juga menjadi LO (Liaisson officer). Sedangkan MC wisuda baru tahun ini, tetapi LO kampus sering meminta bantuannya dirinya. 

Siti juga punya cita-cita yakni ingin  menjadi pengusaha, karena tidak ingin kerja di orang bahkan jika bisa memperkerjakan orang lain. 

Wanita yang baru berusia 21 dan kelahiran Kabupaten Kuningan ini, justru akhir-akhir ini banyak menggeluti di bidang LO. Karena di bidang ini, kata Siti, membutuhkan keahlian Publik Speaking.

"Ya, dengan teman-teman atau Anggita KPM kita Sering latihan bersama. Tempatnya di kampus IAIN Cirebon dengan pembina Herni Gusbrava, dosen BKI IAIN Syekh Nurjati Cirebon," kata Siti.

Kaffah bersama dua temannya tengah menjadi MC pada kegiatan wisuda sarjana, magister dan doktor ke XXIV, IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Swiss-Bellhotel, Selasa-Rabu (24-25/5/2022).


Sementara untuk pelatihan-pelatihan, kita kadang mengundang alumni atau publik speaker yang lain dari luar dan dan dari dalam IAIN Cirebon. 

Siti mengaku, tantangan pada LO atau MC kadang suka diminta dadakan dan kita harus bisa dan bekerja profesional. "Motto KPM itu kita harus profesional, integrity, excellent," pungkas Siti. (Udin)

Wisuda Ke XXIV Gelombang Dua, FITK IAIN Cirebon Sarjanakan 416 Wisudawan

Prosesi Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor semester genap FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun akademik 2021-2022, di Swiss-Belhotel, Rabu, (25/5/2022). 


FOKUS CIREBON, (FC) - Melalui Sidang Senat Terbuka, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXIV dengan tema 'Unggul, Terkemuka dan Berakhlakul Mulia', Rabu, (25/2/2022), Swiss-Bellhotel, Kota Cirebon.

Wisuda gelombang ke dua ini, dihadiri seluruh wisudawan dan wisudawati, khusus Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sebanyak 416 wisudawan.

Berdasarkan SK Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang dibacakan Wakil Rektor 1, Dr H Saefudin Juhri M.Ag, seluruhnya sebanyak 899 wisudawan, dengan perincian FITK sebanyak 416 wisudawan, FSEI 219 wisudawan, FUAD 182 wisudawan, Pascasarjana 77 wisudawan dan Doktor 5 wisudawan.

Dalam SK Rektor tersebut disebutkan khusus wisudawan FITK pada gelombang ke dua ini terdapat sebanyak 416 wisudawan, dengan pembagian Program Studi PAI Sebanyak 40 wisudawan, Bahasa Arab 41 wisudawan, Bahasa Inggris 50 wisudawan, IPS 78 wisudawan, Matematika 45 wisudawan, Biologi 45 wisudawan, PGMI 30 wisudawan, PIAUD 23 wisudawan, Manajemen Pendidikan Islam 26 wisudawan dan Bahasa Indonesia 38 wisudawan.

Kemudian pada SK Rektor yang dibacakan oleh Wakil Rektor 2, Dr Kartimi M.Pd menjelaskan, bahwa terdapat 4 wisudawan terbaik pada Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXIV IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun akademik 2021-2022. Ke empat wisudawan terbaik tersebut diraih oleh FITK 1 wisudawan, FSEI 1 wisudawan, FUAD 1 wisudawan dan Magister 1 wisudawan.

Ke empatnya adalah Ai Nunung Nurani (Magister S2) IPK 3,96 Predikat Dengan Pujian, Sukma Yudistira (S1) KPI IPK, 3,93 Predikat Dengan Pujian, Nur Pujriyati (Matematika FITK) IPK, 3,86 Predikat Dengan Pujian, dan Intan Asri Oktaviani (Prodi Perbankan Syariah) IPK 3,80 Predikat Dengan Pujian.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag kemudian langsung melantik suruh mahasiswa yang di wisuda, dan pada sesi sambutan, Rektor IAIN Cirebon memberikan pesan penting kepada seluruh wisudawan dan wisudawati untuk membawa visi dan misi IAIN Syekh Nurjati Cirebon ke tengah masyarakat melalui kompetensi yang dimiliki.

Sumanta menjelaskan, atas nama lembaga dan seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati pada hari ini.

Rasa bahagia ini tentu bukan saja  menyelimuti hati para mahasiswa dan orang tua, namun juga bagi segenap civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Seluruhnya merasakan kebahagiaan, karena sejak d bangku perkuliahan hingga meraih kesarjanaan hari ini, penuh dengan penggemblengan, berjuang untuk mencetak kader-kader bangsa yang siap memasuki kontestasi di masyarakat 

Sumanta juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada orang tua dan wali yang selama ini sudah mempercayakan kepada lembaga untuk menggembleng dan mendidik, untuk bisa menjadi seorang sarjana yang bukan saja ahli di bidangnya, tetapi juga sesuai kompetensi jurusannya. Selain itu, juga ahli di bidang Islam. Karena visi dan visi lembaga yaitu untuk menghantarkan menjadi manusia yang sempurna.

Pesan yang mendalam dari pimpinan dan civitas akademika adalah tatkala kita lepas dari kampus, kita membawa dua misi, yakni misi keilmuan dan misi keislaman, sebagai distingsi perguruan tinggi keagamaan.

Sumanta juga menjelaskan, terkait Unggul, kita bisa berkompetisi dengan seluruh alumni di perguruan tinggi lain. Sedang Terkemuka, kita bisa menjadi rujukan bahwa mahasiswa alumni IAIN bisa membawa misi keislaman, yakni bisa berkiprah dari sisi keagamaan.

Sedangkan Berakhlakul Karimah, kita bisa harus membawa misi akhlak yang mulia. "Keberadaan kita harus bisa membawa kemanfaatan kepada keluarga kita, kepada masyarakat dan kepada bangsa dan negara dan kehadiran kita bisa membawa kedamaian," pinta Rektor Sumanta.

Oleh karena itu, lanjut Sumanta, tiga variabel ini tidak bisa terpisahkan dari visi dan misi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Apalagi kita mendapatkan mandatori dari Kementerian Agama RI yang berbeda dari perguruan tinggi lain, salah satunya yakni menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI), yang ke depan akan dibuka sejumlah jurusan, di antaranya PGMI dan S2 PAI.

Untuk itu, kehadiran kita di masyarakat harus mencerminkan dua pola, pertama prodi yang kita ambil, kedua kehadiran kita menjadikan masyarakat yang adil, tentram dan damai karena membawa misi akhlak mulia. 

"Kita adalah seorang berilmu dan kita seorang yang berakhlakul karimah," tandas Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sumanta, saat menutup sambutannya dihadapan 416 Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor ke XXIV Semester Genap tahun akademik 2021-2022.

Sementara itu, Dekan FITK, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Farihin, M.Pd dalam sesi wawancara dengan fokuscirebon.com mengaku jika wisuda ke XXIV, semester genap tahun akademik 2021-2022 ini jumlahnya berkurang.  

Bagi FITK, pengurangan ini sangat signifikan, karena biasanya wisuda kita minimal 500 orang. Lalu kenapa sekarang hanya 416 wisudawan, karena lebih dari 600 orang terlambat pada pendaftaran wisudanya. 

"Padahal mereka sudah proses skripsi dan yudisium, karena terlambat mendaftar, sehingga tidak terbawa pada wisuda ke XXIV dan akan ikut pada wisuda ke XXIV pada Oktober 2022 mendatang, dan pada wisuda ke XXIV nanti kita targetkan 1000 orang lebih," terang Dekan FITK, Farihin.


Terkait tema yang diusung, jelas Farihin, pada lulusan, harus memiliki keunggulan dalam berbagai aspek, baik pengetahuan kecerdasan, pengetahuan spiritual dan pengetahuan sosial. Artinya, mereka harus punya sesuatu yang menjadi pembeda dari para lulusan perguruan tinggi lain.

Sedangkan Terkemuka, menurut Farihin, lulusan FITK harus menjadi alumni yang bisa berkiprah di masyarakat dan menampilkan dirinya yang terkemuka dalam arti bisa menjadi suri tauladan bagi masyarakat, yakni bisa menjadi inspirator dan inspirasi masyarakat.

"Jika yang menyangkut keunggulan, ini harus bisa dibingkai dengan akhlak mulai, lulusan FITK harus mampu menjunjung tingg moral dan akhlakul Karimah," tandasnya. (Udin)

Kegembiraan Wisuda Sarjana Lailatul Itikhoba Dirayakan Bersama 5 Kakak Kandungnya

Badrudin dan Majid, kedua kakak kandung Lailatul Itikhoba, mahasiswa IPS FITK yang ikut senang dan gembira saat mengantar adik kesayangannya di wisuda ke XXIV IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Swiss Belhotel, Rabu, (25/5/2022).


FOKUS CIREBON, (FC) - Walau tanpa disaksikan kedua orang tuanya,
Kegembiraan Mahasiswa IPS, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Lailatul Itikhoba, terlihat diraut wajah manisnya. Pasalnya, Lima kakak kandungnya setia mengantarkan dan menyaksikan prosesi wisuda kesarjanaan adik tercintanya.  

Badrudin, kakak kandung ke 4 dari Lailatul Itikhoba, kepada fokuscirebon.com menyampaikan, Lailatul Itikhoba merupakan anak ke 6 dari 6 bersaudara. Selain sikapnya yang penurut, Lailatul Itikhoba merupakan adik kesayangan dari kakak-kakaknya.

"Ketidakhadiran kedua orang tuanya, karena keduanya sudah wafat pada tahun 2011. Jadi semua biaya kuliah hingga sarjana, kami kakak-kakaknya saling bergotong royong membantu setiap kebutuhan adiknya. Ya, kami semua sangat senang, karena adik kami sekarang sudah sarjana," kata Badrudin, di Swiss Belhotel, Rabu (25/5/2022).

Hal yang sama juga disampaikan Kakak kandung Lailatul Itikhoba lainnya, Majid, menurut Majid, rasanya hati kami sangat senang bisa mengantarkan wisuda adiknya. 

Baik Majid maupun Badrudin berharap, dengan meraih sarjana ini, mudah-mudahan ilmunya bermanfaat dan bisa langsung kerja. 

"Harapan kami, jadilah diri sendiri dan bangunlah kepercayaan yang tinggi serta gunakan ilmu yang didapat saat kuliah. Demikian juga harapan untuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bisa lebih maju dan bisa mencetak sarjana-sarjana yang secara keilmuan bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi lain," ucapnya. (Udin)

Selasa, 24 Mei 2022

SKPD Harus Serius Mengentaskan Program Kemiskinan

CIREBON, FC - SKPD terkait diminta untuk serius menangani program kemiskinan yang sedang gencar dilakukan Pemkab Cirebon. Ini karena, mengentaskan kemiskinan bukan hanya tugas dinas sosial saja, namun tugas semua SKPD yang berhubungan dengan masyarakat. Demikian dikatakan Bupati Cirebon, Imron, Selasa (24/5/2022).

Dalam acara monitoring dan evaluasi program kemiskinan di Kecamatan Sumber, Imron mewanti-wanti semua komponen untuk serius membantu program pengentasan kemiskinan tersebut. Bila semua element masyarakat ikut bergerak, maka perlahan namun pasti kemiskinan di Kabupaten Cirebon bisa ditekan.

"Saya meminta semua pihak, terlebih SKPD terkait untuk serius menjalankan program pengentasan kemiskinan. Setiap bulan harus ada peningkatan progres untuk persoalan ini," ungkap Imron.

Menurut Bupati, saat ini Dinas Sosial sedang melakukan Verval data, supaya bisa mengetahui secara pasti jumlah warga miskin yang ada di Kabupaten Cirebon. Selama ini memang ada ketidaksesuaian data, mulai dari Puskesos dan Dinkes itu sendiri. 

"Verval data sangat diperlukan, karena data akan sinkron. Ini kan, kita mulai dari Puskesos yang ada di desa, lalu naik ke kecamatan dan sinkron dengan data Dinsos," jelasnya.

Hal senada dikatakan Wabup Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih (Ayu). Ayu menyebutkan, monitoring verval data masalah kemiskinan akan terus dilakukan Pemkab Cirebon. Kehadiran Pemkab sangat dibutuhkan, dan harus melakukan intervensi supaya bisa mengambil langkah strategis.

"Pemkab harus melakukan intervensi langsung, supaya kantong-kantong kemiskinan bisa diketahui secara real. Ini supaya kami bisa segera mengambil langkah strategis menyelesaikan persoalan ini," paparnya.

Kembali Ayu menyinggung tentang keinginan Pemkab Cirebon dalam mengentaskan kemiskinan. Pemkab sendiri mempunyai target supaya setiap tahunnya bisa menurunkan angka kemiskinan. Minimal, bisa menekan angka kemiskinan sebanyak satu persen setiap tahunnya. Pasalnya, setiap bulan dipastikan pasti ada perubahan data orang miskin, karena banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi.

"Jadi verval data itu harus terus dilakukan, karena perubahan data setiap bulannya, itu pasti. Warga pasti ada yang meninggal. Disamping itu, secara ekonomi juga pasti ada perubahan. Disamping itu, akan ada warga yang pindah. Nah faktor ini kan harus terus dimonitoring," ucap Ayu.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Suhartono menambahkan, banyak program yang sudah dikonsep Bappelitbangda dan tujuannya memang mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Cirebon. Skala besarnya adalah dengan mempercepat perizinan bagi investor yang akan masuk.

"Dengan mempercepat perizinan, otomatis investor bisa cepat berinvestasi. Lalu mereka membangun pabrik dan bisa menyerap tenaga kerja. Otomatis, lapangan kerja di Kabupaten bisa terserap," kata Suhartono. (din)

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Sarjanakan 899 Wisudawan, Ini Pesan Rektor

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta, M.Ag saat memberikan dua pesan penting kepada 899 wisudawan di Swiss Bell Hotel, Selasa, (24/5/2022).


FOKUS CIREBON (FC) - Dalam sambutan Wisudawan ke XXIV Tahun Akademik 2021-2022, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta, M.Ag menekankan dua pesan penting kepada 899 wisudawan dan wisudawati, Selasa, (24/5/2022).

Kegiatan wisuda dengan tema "Meneguhkan Sarjana Muslim yang Toleran dan Berjiwa Ulil Al-Bab" ini berlangsung khidmat di Ballroom Swiss Bell Hotel, Kota Cirebon dan dibuka melalui Rapat Senat Terbuka IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara dua pesan penting yang disampaikan Rektor Sumanta, pertama  wisudawan dan wisudawati harus unggul dalam keilmuan dan kedua berakhlak mulia.

Unggul dalam keilmuan yang dimaksud, kata Rektor Sumanta, adalah kompetensi yang dimiliki atau jurusan yang diambil harus mampu menunjukkan kompetensi tersebut saat memasuki kontestasi dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, sebagai kampus terkemuka, wisudawan dan wisudawati juga harus mampu memperlihatkan keunggulan dan keahliannya kepada masyarakat. 

"Jadi Unggul Terkemuka dan Berakhlak Mulia itu adalah visi yang dibungkus oleh lembaga (IAIN Cirebon). Maka langkah-langkah ke depan para wisudawan dan wisudawati ini harus bisa memberikan kontribusi nyata, melalui kompetensi yang dimiliki serta akhlakul mulia dan kita harus mampu mengembangkan visi dan misi IAIN di masyarakat," terangnya.

Sumanta juga menjelaskan, dalam mewujudkan hal tersebut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengupayakan rekonstruksi paradigma keilmuan yang multidimensional dengan menjadikan agama sebagai basis ilmu pengetahuan.

Tujuannya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon mampu mengembangkan bukan sekedar proses pendidikan searah, tetapi proses pendidikan multidimensi yang mampu menyeimbangkan antara akal dan wahyu sehingga mampu mewujudkan pengembangan spiritual, intelektual, dan sosial dari seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Oleh karena itu, transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon harus dibarengi dengan semangat pembangunan yang “Unggul Terkemuka dan Berakhlak Mulia“ sebagai tataran aksiologis pendidikan yang mampu mengintegrasikan ajaran yang bersumber dari ayat qauliyah dengan ayat qauniyah secara utuh. 

Sementara itu, pada wisuda ke XXIV tahun akademik 2021-2022, berdasarkan SK Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang dibacakan oleh Wakil Rektor I, Dr H Saefudin Juhri, M.Ag ada sebanyak 899 wisudawan. 

Jumlah 899 yang di wisuda ini, terbagi ke dalam FITK 416 wisudawan, Syari'ah dan Ekonomi Islam 219 wisudawan, Ushuludin, Adab dan Dakwah 182 wisudawan, Pasca Sarjana 77 wisudawan dan Doktor 5 wisudawan.

Kemudian acara dilanjut dengan pembacaan SK Rektor terakait 4 wisudawan terbaik tahun akademik 2021-2022 oleh Dr H Ilman Nafi'a, Wakil Rektor III, ke empat wisudawan terbaik tersebut berasal dari 1 wisudawan dari FITK, 1 wisudawan dari FSEI, 1 wisudawan dari FUAD dan 1 wisudawan Program Magister S2. 

Usai pembacaan SK Rektor, acara dilanjut dengan Ikrar Sarjana, Magister dan Doktor, setelah itu kegiatan ditutup dengan penampilan Paduan Suara Mahasiswa (PSM).  (Udin)

Pemkab Cirebon Luncurkan Aplikasi Srikandi

FOKUS CIREBON, (FC) - Pemkab Cirebon meluncurkan aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Aplikasi ini merupakan aplikasi umum bidang kearsipan dinamis, dan merupakan peluncuran aplikasi perdana di Provinsi Jawa Barat. Aturannya sesuai dengan yang diamanatkan Perpres Nomor 95/2018 tentang SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).

"Implementasi SPBE menjadi hal mutlak dilakukan pemerintah. Kita harus terus mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu, SPBE menjadi kontrol kinerja lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia," kata Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno, dalam acara Launching dan Diseminasi Sistem Srikandi yang Terintegrasi dengan Sertifikat Elektronik Pemerintah Kabupatrn Cirebon, di Hotel Apita, Selasa (24/5/2022).

Menurut Sekda, dengan adanya SPBE, maka seluruh kinerja pemerintah dapat terintegrasi dan transparan. Penerapan SPBE juga mampu memangkas biaya belanja TIK, waktu, serta meminimalisir terjadinya praktik korupsi dalam pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah. Disamping itu juga, dapat mewujudkan proses kerja yang efisien dan efektif.

"Sistem ini juga bisa  meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jadi bisa mengontrol semua kinerja lembaga pemerintah," ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Kominfo Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan mengatakan, aplikasi Srikandi ini dikembangkan oleh ANRI. Mereka bekerja sama dengan Kemenpan RB, Kominfo dan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara). Hal itu, sesuai dengan Kep MENPANRB Nomor 679 Tahun 2020, telah ditetapkan sebagai aplikasi umum bidang kearsipan dinamis dan dimandatkan untuk dapat digunakan sekuruh instansi pusat dan pemerintah daerah. 

"Pemkab Cirebon berkomitmen mendukung penuh penerapan dan pengintegrasian Srikandi dalam sistem pemerintahan. Sehingga tujuan integrasi SPBE dapat tercapai dengan baik," ungkapnya.

Menurut Nanan, diterapkannya aplikasi Srikandi ini, diharapkan dapat meningkatkan indeks nilai SPBE Kabupaten Cirebon. Maka dari itu, dibutuhkan peran serta dan kolaborasi dari seluruh perangkat daerah dan semua stakeholder terkait. 

"Tujuan akhirnya adalah demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," jelas Nanan.

Sedangkan dalam persiapan penerapan aplikasi Srikandi, lanjutnya, telah dilakukan bimbingan teknis kepada para Arsiparis dan Pengelola Arsip perangkat daerah. Mereka nantinya dapat mengenal proses tata kerja aplikasi tersebut. Diharapkan, dapat segera diimplementasikan secara optimal. 

Nanan juga mengucapkan terima kasih kepada lembaga Arsip Nasional RI. Mereka sudah mendukung secara teknis, untuk memperlancar pelaksanaan Srikandi. Dirinya berharap, seluruh pejabat perangkat daerah segera memiliki sertifikat atau tandatangan elektronik, yang merupakan bagian dari aplikasi Srikandi. 

"Saya berharap semua pejabat perangkat daerah segera memiliki sertifikat. Karena ini merupakan bagian dari aplikasi Srikandi," tukasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 71 peserta, terdiri dari 31 orang perwakilan dinas dan badan, serta 40 peserta lainnya adalah Camat. Untuk narasumbernya sendiri berasal dari Pusat Data dan Informasi Arsip Nasional RI. (Yarfa)

Senin, 23 Mei 2022

Hasil Verval Faktual, Bisa Menekan Angka Kemiskinan

FOKUS CIREBON, (FC) - Angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon bisa ditekan, asalkan Verifikasi dan Validasi (Verval) data yang dihasilkan faktual. Untuk itu, saat ini Pemkab Cirebon sedang melakukan Verval pada masing-masing desa. Langkah lainnya, monitoring di setiap kecamatan harus terus dilakukan.  

Demikian dikatakan Wabup Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih (Ayu), saat monitoring dan evaluasi program penanggulangan kemiskinan di Kecamatan Waled, Senin (23/5/2022). 

Ayu mengaku yakin, dengan adanya Verval dan langkah monitoring dari Pemkab Cirebon, akan menghasilkan single database yang valid.

"Saat diskusi tadi, ternyata ada selisih antara data DTKS dan data Puskesos tingkat desa. Ini kan harus segera disinkronkan, supaya datanya benar-benar valid. Kalau data sudah valid, berarti penerima bantuan memang real orang miskin," ungkap Ayu.

Pemkab sendiri lanjutnya, mempunyai target supaya setiap tahunnya bisa menurunkan angka kemiskinan. Setiap tahunnya, minimal bisa menekan angka kemiskinan sebanyak satu persen. Pasalnya, setiap bulan dipastikan pasti ada perubahan data orang miskin, karena banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi.

"Perubahan data setiap bulannya, itu sangat pasti. Karena pasti ada yang meninggal. Mereka secara ekonomi juga pasti ada perubahan. Di samping itu, pasti ada warga yang pindah. Nah faktor ini kan harus terus dimonitoring," jelasnya.

Ayu menyebutkan, data DTKS tidak bisa dirubah, meskipun pada kenyatannya secara ekonomi sudah berubah. Tapi, ketika menemukan kasus seperti itu, bantuan tersebut tidak bisa diberikan kepada mereka. 

Untuk itu, ada tiga skema menurunkan kemiskinan.  Skema tersebut adalah menurunkan pengeluaran, meningkatkan pendapatan dengan cara membuka lapangan pekerjaan, serta bagaimana intervensi Pemkab pada kantong-kantong kemiskinan. 

"Skema tersebut sedang kita jalankan. Kita akan buka lapangan pekerjaan pada kawasan industri. Kami juga harus intervensi secara intens, supaya bisa mengetahui secara detail, dimana lokasi kantong-kantong kemiskinan itu berada," paparnya. (Indah)

PJJ IAIN Cirebon Buka Program Studi S2

CIREBON, FC - Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon bakal ditambah. Selain Prodi PAI, PJJ juga dibuka untuk Prodi lain yang sudah akreditasi A.

Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, Prodi PJJ diminati banyak orang. Mulai dari guru dalam jabatan, ustad di pondok pesantren hingga tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Hal itu menjadi indikasi kesadaran masyarakat menempuh pendidikan tinggi mulai tumbuh. Pengembangan Prodi PJJ pun terus dilakukan dengan dibukanya 7 Prodi PJJ baru.

“Perlu kerja keras bersama. Banyak sekali masyarakat yang ingin masuk tapi kita masih membatasi program prioritas guru dalam jabatan,” kata Sumanta.

Pada tahun ajaran baru Prodi PJJ di IAIN Cirebon bakal menerima 2000 mahasiswa baru. Jumlah ini terbagi untuk seluruh Prodi PJJ yang sudah diresmikan.

Dirjen Pendis Kemenag, Prof Dr M  Ali Ramdhani  STP MT mengatakan, guna mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap PJJ, maka perlu ada perubahan juknis juklak. Pihaknya mengaku bakal melakukan evaluasi terkait hal itu.

Ali mengatakan, secara umum pelaksanaan PJJ di IAIN Cirebon sudah berjalan baik. Maka tak muluk-muluk jika ada pengembangan Prodi PJJ. Bahkan hingga jenjang S2.

Ali mengatakan, Kemenag masih punya anggaran cukup besar yang dapat digunakan untuk pelaksanaan Prodi PJJ sampai jenjang S2. “Angkanya relatif cukup untuk jumlah yang besar,” kata dia. (din)

Jumat, 20 Mei 2022

Kabupaten Cirebon Kembali Meraih Predikat WTP, Ini Yang Ke 7

CIREBON, FC - Untuk yang ketujuh kalinya, Kabupaten Cirebon berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI. Penyerahan WTP sendiri dilakukan di kantor BPK-RI Perwakilan Jawa Barat, Jumat (20/5/2020). 

Dalam sambutannya, Bupati Cirebon, Imron mengatakan, Pemkab Cirebon menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003. Isinya, tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 beserta perubahannya tentang Pemerintah Daerah. 

"Pemkab Cirebon telah melaksanakan kewajibannya untuk menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2021. Laporan ini, kami sampaikan ke BPK-RI Perwakilan Jabar untuk dilakukan audit," ungkap Imron. 

Menurutnya, BPK Jabar, telah  melakukan audit terhadap laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2021 melalui pemeriksaan interim. Pemeriksaannya sendiri dilakukan selama 25 hari, atau mulai tanggal 2 sampai tanggal 23 Februari 2022.

"Pemeriksaan terincinya dilaksanakan selama 33 hari kalender, mulai tanggal 22 Maret sampai tanggal 23 April 2022. Namun banyak kelemahan kami, sehingga masih ada  temuan-temuan yang harus kami tindaklanjuti demi perbaikan kedepan," papar Imron.

Bupati menyebutkan, dalam menindaklanjuti temuan-temuan, pihaknya telah menyusun rencana aksi (action plan). Nanti dalam implementasinya akan memantau dan memonitor, agar tindak lanjut hasil audit dapat terselesaikan tepat waktu. 

"Selama dalam proses audit, mulai dari entry meeting, exit meeting sampai dengan penyerahan hasil audit. Apabila terdapat tanggapan yang kurang dan menjadikan tidak berkenan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," jelas Imron. (din)

Mahasiswa KPI IAIN Cirebon Rebut Juara Dua Pada Kejuaraan Internasional di UNPAD

RASA SYUKUR : Percaya diri dan selalu bersyukur menjadi motivasi Sinta dalam memenangkan lomba mediation, dari  kejuaraan internasional yang diselenggarakan di UNPAD.

FOKUS CIREBON - Mahasiswa Komisi Penyiaran Islam (KPI), IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi gemilang. Riuh tepuk tangan bergemuruh menyambut sang idola yang dinobatkan juara 2 pada ajang bergengsi internasional. 

Siapa dia ?, Dia adalah Neng Sinta Khoerotunnisa, mahasiswa Semester 6 yang ikut dalam debut di kejuaraan lomba Mediation, tingkat Internasional, yang diselenggarakan oleh Fakultas ilmu komunikasi, universitas padjadjaran, Jum'at, (20/5/2022).

Terkait peserta, menurut Neng Sinta, sapaan akrab di kampusnya, peserta datang dari berbagai universitas yang ada di Indonesia bahkan dari luar Indonesia (luar negeri).

Dijelaskan, dalam ajang lomba ini, katanya, diikuti oleh team yang terdiri dari 3-5 orang. Sementara team dari pihaknya terdiri dari 5 orang.

"Alhamdulillah, kami dinobatkan juara 2, hasil ini tentu penuh dengan perjuangan, di mana kami harus memaksimalkan dalam proses pembuatan project ini dengan sering mengadakan meeting online bersama team. Selain itu juga kami mendapat arahan dari Bapak Mochamad Syaefudin M.I.Kom selaku dosen mata kuliah yang berkaitan," terang Neng Sinta.

Sinta juga mengaku tidak menyangka, jika dilihat dari persaingan yang begitu ketat apalagi lomba ini bertaraf internasional.

Tetapi, dengan modal kuat yang kita miliki, yakni motivasi, maka kemenangan akan bisa tergenggam. 

"Ya, motivasi kami adalah hadapilah setiap apa yang ada di depan kamu, karena itu adalah sebuah tantangan yang harus kamu selesaikan, jangan pernah berfikir kamu tidak bisa, yakin dan percaya bahwa di dalam diri kita mempunyai keistimewaan yang luar biasa, tetapi ingat jangan pernah lupa untuk bersyukur," katanya.

Neng Sinta menjelaskan, dalam lomba ini, dukungan penuh datang dari keluarga, teman-teman serta dosen mata kuliah yang memberi informasi terkait lomba tersebut, sehingga kita tergerak untuk mengikuti lomba yang di adakan oleh Fikom UNPAD.

"Harapannya semoga bisa mengangkat nama baik dan memperkenalkan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah kampus yang mampu bersaing di ajang nasional maupun internasional serta bisa menjadi wadah bagi mahasiswa lain yang ingin menyalurkan prestasinya di bidang apapun.
Semoga bisa menjadi acuan bagi teman-teman supaya termotivasi dalam mengembangkan bakatnya," pungkas Sinta. (Udin)


Kabiro AUAK IAIN Cirebon, Ir Sunarini, M.Kom : Pengisian Aplikasi eSMS Butuh Kesesuaian Instrumen dan Kelayakan Data

Kegiatan Workshop Pengisian Aplikasi Sistem Manajemen Strategi Elektronik (eSMS) tahun pelaporan 2021.


CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Workshop Pengisian Aplikasi Sistem Manajemen Strategi Elektronik (eSMS) tahun pelaporan 2021 dan diikuti oleh seluruh unsur pimpinan dan bagian yang berkompeten, di salah satu hotel di Kota Cirebon, Jum'at (20/5/2022).

Kepala Biro (Karo) Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ir Sunarini, M.Kom dalam sambutannya menjelaskan, bahwa ada beberapa hal pada kegiatan ini yang perlu kita samakan. 

Karena eSMS itu tidak lain menggambarkan siapa kita. Artinya, kalau kita baik tetapi kita tidak pernah mau menunjukkan kita baik. 

"Ini bukan sombong, tetapi orang harus tahu kalau aku atau kita seperti ini. Kalau kita bisa bahasa Inggris tetapi saat ditanya kita diam saja, seperti tidak bisa berbahasa inggris. Nah eSMS itu seperti itu," paparnya.

Jadi, kata Sunarini, kita bisa seperti ini, harus kita tunjukkan, jika kita bisa di DI, DII, DIII dan DIV, karena berdasarkan dari data dan informasi yang disampaikan.

Maka, ekspresikanlah apa yang kita miliki dalam mengisi instrumen-instrumen yang ada di eSMS.

Kalau kita lihat, lanjutanya, sebenarnya banyak informasi yang bisa kita masukan ke instrumen-instrumen, tapi terkadang kita bingung sendiri, seperti mana barangnya, datanya dan lain sebagainya. 

Sunarini juga mencontohkan pada beberapa instrumen yang dibuka dirinya, salah satunya saat membuka instrumen di SPI. Di mana SPI itu kalau ada pelaksana, ada PPK, saat akan melaksanakan kegiatan musti tanya dulu ke SPI. Tapi karena ini belum ditampilkan, belum diuploadkan datanya, bahkan jangan-jangan belum terekam pada satu form yang lengkap, karena  harus ditampilkan pada suatu tabel. 

"Jadi, inilah hal-hal yang kadang kita tidak menyadari jika itu penting yang menunjukkan salah satu bentuk, jika kita punya kinerja terkait hal itu," terangnya.

Sunarini mengaku, berdasarkan apa yang sudah direkam pihaknya, terdapat 179 instrumen dari 13 unit dan itu belum termasuk Pasca. Dan dari 179 instrumen itu ada yang belum lengkap data dukungnya, ada juga yang masih merah.

"Merah itu bisa jadi memang belum diisi, tetapi ada juga yang diisi tetapi nilainya kurang," jelasnya.

Kendati demikian, kata Sunarini, kita masih di level 1 yaitu kerjasama dengan luar negeri. Itu kita masih dibawah sepuluh. 

Sunarini juga kembali mengulas eksistensi SPI, di mana kalau SPI mampu merekam semua saran atau masukan dalam melaksanakan kegiatan karena pengawasan tadi itu bisa menambah nilai.Tetapi kalau seperti LPM yang baru punya tujuh kerjasama itu belum bisa kita masuk ke level dua.

"Inilah kondisi kita, maka kita harus segera mengupgrade, meningkatkan dan membuat kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan level kita," katanya.

Untuk itu, Sunarini berharap, kepada masing-masing unit bisa saling mengecek dan memperbaikinya. Jadi hal-hal yang masih bisa kita perbaiki, ya kita perbaiki karena waktunya masih ada sampai dengan 10 Juni 2022. Dan untuk kelengkapan data, bahwa data tidak senantiasa dimiliki oleh teman-teman operator.

"Silahkan berkomunikasi kepada level atasnya karena di eSMS ini dua, satu ada operatornya dan satu atasanya. Jadi kesesuaian instrumen dan kelayakan data benar-benar harus diperhatikan, karena ini akan mempengaruhi nilai kualitas data tersebut," tandasnya. (din)