Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 17 April 2023

Diktis Kementerian Agama RI Luncurkan Program Sindikasi Media

FOKUS CIREBON, FC - Pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama, Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi MAg menyatakan bahwa Diktis meluncurkan program sindikasi media.

Menurut Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi bahwa sindikasi media tersebut bertujuan untuk mewarnai diskursus ruang publik tentang keagamaan di Indonesia yang moderat.

Dipaparkannya, kampus yang berada di bawah naungan Diktis Kementerian Agama berjumlah 59 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 877 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).

“Kalau saya bisa mengoptimalisasi suara kekuatan dari seluruh kampus yang berada di bawah naungan Diktis ini, itu bisa mewarnai diskursus ruang publik tentang keagamaan di Indonesia, pasti akan diwarnai dengan diskursus keagamaan yang moderat,” ujar Zainul kepada wartawan saat menghadiri focus group discussion (FGD) IAIN Cirebon di salah satu hotel di wilayah Cirebon, Senin, 17 April 2023.

Karena, menurut Zainul, PTKIN dan PTKIS merupakan pihak yang memiliki otoritas untuk bicara tentang keagamaan yang moderat.

“Kampus-kampus perguruan tinggi keislaman pasti narasinya itu adalah moderat, bahkan cenderung progresif,” terangnya.

Namun, dirinya pun menyoroti, konten-konten yang banyak beredar di media sosial adalah yang menyuarakan kebencian.

Untuk itu, Zainul mempertanyakan kemana suara-suara PTKI yang berdiri di bawah naungan Kementerian Agama tersebut.

“PTKI itu kampus yang wacananya terlalu ilmiah dan elit, produk-produk keilmuan itu dalam bentuk formal seperti skripsi, tesis, disertasi, jurnal ilmiah,” jelasnya.

Karena itu, di kepemimpinannya ini Zainul menekankan kepada seluruh PTKI membuat kanal baru untuk membumikan suara-suara moderat melalui media populer.

Konten yang dipublish di media tersebut harus dikemas dengan ringan dan bisa menjangkau ruang publik yang lebih luas dan tidak segmented.

“Melalui apa, yaitu melalui sindikasi media. Itu seluruh PTKI yang pilot project-nya di PTKIN saya minta untuk membuat media keislaman populer online,” tegasnya.

Media tersebut, Zainul menegaskan, tidak boleh jalan sendiri-sendiri, melainkan harus berjejaring sehingga akan menjadi media network seluruh PTKIN seluruh Indonesia.

“Itu salah satu yang sedang kita kerjakan. Memang belum terorkestrasi dengan baik, tapi hampir semua kampus sudah memilikinya,” akunya.

Zainul mengungkapkan, PTKI tidak akan kekurangan konten karena banyak yang banyak bisa digali, seperti dari ribuan skripsi, tesis, disertasi, jurnal, dan lainnya. “Kalau konten pasti banyak. Jadi ini adalah soal kemauan. Nah, di bawah saya ini harus mau!,” tegasnya. (din)

Bupati Cirebon Pastikan Mudik Lebaran Tahun Ini Berjalan Lancar

 

CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag berharap, arus mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1444 H ini berjalan lancar. Antisipasi dilakukan pemerintah daerah bersama sejumlah pihak untuk memastikan kelancaran momen tersebut.

Imron menyebutkan, dalam upaya memastikan kelancaran saat arus mudik Lebaran 2023, pemerintah daerah mengoperasikan 60 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan 12 rumah sakit di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, lanjut Imron, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) juga mendirikan posko kesehatan yang disebar seluruh jalur mudik Kabupaten Cirebon, mulai dari jalur arteri, jalur wisata, hingga jalur tol.

“Diharapkan, mudik sekarang berjalan dengan baik dan lancar,” kata Imron saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya di Mapolresta Cirebon, Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Senin (17/4/2023).

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman menyebutkan, dalam Operasi Ketupat Lodaya 2023, jumlah personel yang dikerahkan sebanyak 1.661 orang. Ribuan orang itu akan berjaga selama 18 April sampai dengan 1 Mei 2023.

Ditambahkan Arif, Polresta Cirebon mendirikan 16 posko pelayanan yang tersebar di 12 jalur arteri, 3 di jalur tol, dan di Mapolresta Cirebon. Seluruhnya berada di perbatasan Indramayu, Kuningan, Majalengka, hingga Brebes, Jawa Tengah. 

“Personel juga akan melayani warga Kabupaten Cirebon yang mudik saat lebaran, karena ada ribuan warga Kabupaten Cirebon yang berada di luar kota akan pulang ke kampung halamannya," ujar Arif. (din)

Gebyar Ramadan di Desa Kalipasung, Pemkab Cirebon Salurkan CPP kepada 503 Warga

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Gebyar Ramadan sekaligus menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada 503 warga di Desa Kalipasung, Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, Senin (17/4/2023).

Penyaluran CPP sendiri sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada warganya. Dalam acara tersebut, Pemkab Cirebon juga memberikan bantuan rutilahu, permodalan dan bantuan untuk para petani dan sebagainya.

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi ke-541 Kabupaten Cirebon, serta Gebyar Ramadan 1444 Hijriah.

Menurut Ayu--sapaan akrab Wabup, CPP ini salah satunya untuk menekan inflasi yang ada di Kabupaten Cirebon. Pasalnya, sejumlah komoditi mulai mengalami kenaikan.

"Ini kan mendekati Hari Raya Idul Fitri, sehingga kebutuhan pokok, seperti beras, telur, cabai, minyak dan lainnya mengalami kenaikan. Jadi, dengan adanya Gebyar Ramadan dan CPP ini setidaknya pemerintah bisa membantu meringankan beban masyarakat," kata Ayu.

Ia mengungkapkan, pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat. Apalagi dengan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok ini menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Kami membantu masyarakat untuk mendapatkan harga kebutuhan pokok yang tidak terlalu mahal, sehingga kami dari Pemkab Cirebon hadir di tengah masyarakat," ungkap Ayu.

Ayu menjelaskan, pihaknya juga memberikan bibit cabai untuk diberikan kepada Tim Penggerak PKK Desa Kalipasung. Hal tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di masyarakat.

"Setidaknya dengan adanya bantuan bibit cabai ini, mereka bisa menanam di pekarangan rumah, memanfaatkan lahan yang ada. Serta tidak khawatir kalau harga naik, karena sudah memiliki cadangan sendiri dirumahnya dan bisa membantu keuangan keluarga," jelas Ayu.

Di tempat yang sama, Camat Gebang Kabupaten Cirebon, Iman Santoso mengucapkan banyak terimakasih atas dipilihnya Desa Kalipasung sebagai lokasi acara Gebyar Ramadan 1444 Hijriah.

"Selain pemberian bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), ada juga bantuan rutilahu, anak yatim piatu dan bantuan lainya. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, khususnya Desa Kalipasung," singkatnya. (din)

Menjadi Program Prioritas Utama Menteri Agama, Tahun 2023 UINSSI Segera Terwujud

FOKUS CIREBON, FC - Direktur Diktis Kementerian Agama, Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi MAg bersama Rektor IAIN Cirebon, Prof Dr Aan Jaelani MAg  dalam kegiatan FGD Review Grand Design UINSSI 2023, bertempat di salah satu hotel di wilayah Cirebon, Senin, 17 April 2023.

Dalam keterangan pers nya, Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi M.Ag menyatakan, bahwa IAIN Cirebon menjadi perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) yang istimewa.

Karena, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon ini ditunjuk Kementerian Agama menjadi kampus siber pertama dan satu-satunya di lingkungan kementerian setempat.

Kemudian, transformasi lembaga IAIN Cirebon menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Indonesia (UINSSI) segera terwujud di tahun 2023 ini.

Menurut Direktur Diktis Kementerian Agama, Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi MAg ini, UINSSI menjadi program prioritas Menteri Agama.

“IAIN Cirebon ada IAIN yang istimewa karena terpilih sebagai lembaga yang terpilih untuk mengimplementasikan program prioritas Menteri Agama,” kata Zainul kepada wartawan, Senin, 17 April 2023.

Diungkapkan Zainul, ada 2 alasan UINSSI menjadi program prioritas Menteri Agama, Pertama, sebagai bentuk kehadiran negara untuk memberikan pemerataan pendidikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Pasalnya, faktanya hingga kini masih banyak masyarakat yang terkendala faktor geografis dan ekonomi belum mendapat layanan pendidikan yang baik, terutama di luar pulau Jawa.

Kemudian yang kedua adalah banyak juga warga negara Indonesia yang bekerja di luar yang ada waktu untuk mendapatkan pendidikan setingkat sarjana atau S1.

Maka, Zainul menerangkan, dibuatlah suatu kebijakan untuk menjawab kedua tantangan tersebut melalui konsep universitas siber atau UINSSI ini.

“Infrastruktur di IAIN Cirebon ini sangat memadai. Bahkan menurut sejumlah pakar di bidang pendidikan jarak jauh, infrastruktur di IAIN Cirebon ini sudah sangat memadai, kita telah memiliki 8 studio dengan perangkat yang sangat baik,” katanya.

Tidak hanya itu, transformasi menjadi UINSSI ini pun dibarengi dengan peningkatan kompetensi dosen di IAIN Cirebon. “Sudah ada ratusan dosen yang sudah lulus pelatihan dan telah memiliki kompetensi sebagai tutor di dalam kelas, yaitu memiliki kompetensi menyusun modul digital, konten kreator, itu sudah ada ratusan,” terangnya.


Sementara itu, Rektor IAIN Cirebon, Prof Dr Aan Jaelani MAg mengungkapkan, sebagai rintisan menuju UINSSI ini pihaknya telah membuka sejumlah prodi yang menggelar pendidikan jarak jauh (PJJ).

“Kita sudah memiliki prodi PJJ PAI dan sejumlah prodi PJJ non lainnya. Semoga tahun 2023 ini wujud UINSSI ini semakin riil,” tandasnya. (din/Adv)

Sabtu, 15 April 2023

Kabupaten Cirebon Peringkat ke-2 Terbaik dalam Bubos ke-7 Tingkat Jawa Barat

 

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menghadiri acara puncak Bulan Suci Berbagi on The Street (Bubos) ke-7 tingkat Jawa Barat secara daring di Pendopo Bupati Cirebon, Sabtu (15/4/2023).

Acara puncak Bubos 7 tingkat Jawa Barat ini diikuti oleh kepala daerah di 27 kota/kabupaten. Dan dalam kegiatan ini, Kabupaten Cirebon mendapatkan peringkat ke-2 terbaik dalam pelaksanaannya.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah ikut melaksanakan program Bubos 7 ini. Ia juga mengatakan, bahwa dengan program dari Gubernur Jawa Barat ini, Bubos 7 mengajarkan kita untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Kabupaten Cirebon dinobatkan menduduki peringkat ke-2 pelaksanaan Bubos ke-7, terbanyak tingkat Jawa Barat," kata Imron.

Imron menjelaskan, penobatan peringkat ke-2 ini tidak luput dari peran serta semua pihak. Seperti untuk Rantang ASN sebanyak 15.274, Rantang Forkopimda 3.550, Rantang Komunitas 2.500, Rantang Pramuka 3.100 dan Rantang PKK 21.600.

"Total Rantang Cinta pada program Bubos 7 tingkat Kabupaten Cirebon terkumpul 45.824 yang dibagikan kepada masyarakat," jelas Imron.

Ia berharap, program Bubos ini terus berkelanjutan. “Tidak mesti menunggu bulan puasa, tetapi bisa dilakukan kapan saja,” sambung Imron.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil ini, mengatakan bahwa Bubos 7 ini diinisiasi saat dirinya masih menjabat sebagai Walikota Bandung. Sehingga, ketika menjabat Gubernur Jabar, Kang Emil bersama Ibu Cinta (Atalia Praratya) meneruskan program tersebut.

"Bubos diinisiasi saat kami masih menjabat Walikota Bandung. Hari ini, saya bahagia acara Bubos bisa terlaksana dengan baik," ujar Kang Emil. 

Ia menjelaskan dalam program Bubos 7 ini, Rantang Cinta telah memecahkan Rekor Muri sebanyak 1.442.425 yang telah dibagikan kepada masyarakat yang tersebar di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.

"Dari angka tersebut, terbanyak pertama adalah Kabupaten Subang dan kedua Kabupaten Cirebon. Dan acara Bubos ke-7 ini juga dilakukan oleh komunitas Pasundan dari Lampung, NTB, Jepang dan Australia," ungkap Kang Emil.

Senada dengan Kang Emil, Atalia Praratya, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jabar juga mengatakan, bahwa program ini diharapkan terus dilakukan, tidak hanya di Jawa Barat, namun seluruh wilayah di Indonesia.

Selain itu, kata Atalia, selain memberikan Rantang Cinta atau makanan untuk berbuka puasa, Bubos juga memiliki sejumlah program. "Kami keliling untuk memberikan Rantang Cinta, ada bedah rumah, pengobatan gratis dan juga ada program pendidikan," ujarnya. (Ara)

Kuatkan Moderasi Beragama, Rektor IAIN Prof Aan Jaleni Bakal Buat Kurikulum dan Masuk Pada Mata Kuliah

Stafsus Menteri Agama RI, Dr Muhammad Nuruzzaman saat memberikan materi pada kegiatan Seminar Nasional tentang moderasi beragama dalam menghadapi tantangan globalisasi di era digital.


CIREBON, FC - Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama RI, Dr Muhammad Nuruzzaman, S.Ag, M.Si menjadi pembicara pada seminar nasional tentang moderasi beragama yang digelar di Gedung SBSN, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebo, Lantai 5, kampus setempat, Sabtu, (15/4/2023). 

Dalam seminar ini, Stafsus Nuruzzaman tidak hanya membedah data aktifitas keagamaan di Indonesia tetapi juga bagaimana aktifitas keagamaan di media sosial, hal ini sangat berpengaruh terhadap kondite sosial masyarakat dan kebangsaan dalam keberagamaan di Indonesia.

Stafsus Nuruzzaman juga menyinggung soal moderasi beragama di lingkungan Perguruan Tinggi. Di mana menurut Nuruzzaman perguruan tinggi harus lebih memanfaatkan media sosial agar bisa membanjiri konten yang moderat.

Sehingga PTKIN, bukan saja mencetak lulusan intelektual Islam yang mumpuni, tetapi juga siap dalam digitalisasi, terutama media sosial. 

"IAIN Syekh Nurjati Cirebon harus mampu mencetak lulusannya menjadi intelektual Islam yang mumpuni dan menguasai media sosial," pinta Stafsus Nuruzzaman.

Apalagi IAIN Cirebon dalam waktu dekat akan menjadi UIN Siber, maka harus tertantang dalam memformula lulusannya karena membawa nama Siber. Sehingga pengaruh digitalisasi terutama media sosial sangat dahsyat terutama bagi perguruan tinggi itu sendiri. 

Demikian juga pengaruh globalisasi digital terhadap moderasi beragama, menurut Stafsus Nuruzzaman, bahwa dewasa ini pola pikir seseorang yang kemudian terimplementasi dipengaruhi oleh apa yang dilihat di media sosial. 

Maraknya paham fundamentalis agama di media sosial dan minimnya konten dan pembahasan moderasi beragama di media sosial membuat paham ini semakin menjamur yang kemudian memberikan dampak buruk terhadap toleransi beragama. 

"Jadi PTKIN harus ikut serta menggaungkan moderasi beragama di media sosial yang dimiliki semaksimal mungkin, karena media sosial efektif digunakan dalam mengikis paham konservatif dan menumbuh kembangkan paham beragama yang moderat," ucapnya.

Stafsus Nuruzzaman juga menjelaskan, bahwa moderasi beragama menjadi program Kementerian Agama Republik Indonesia. Bahkan tidak hanya menjadi  prioritas tetapi juga menjadi program Program Jangka Menengah Nasional (PJMN). 

Terkait moderasi beragama ini, kata Nuruzzaman karena muncul tiga tantangan, pertama kelompok yang klaim kebenaran dan ini berlaku pada semua agama. Yang kedua adalah tantangan pemahaman keagamaan yang tidak selaras dengan konsep kebangsaan, seperti Pancasila, UUD'45 dan lainnya dan mereka menolak bahkan ingin mendirikan NKRI Syariah, atau khilafah islamiyah (negara Islam). Tantangan yang ketiga ekstrimisme beragama, atau beragama berlebihan, seperti misalnya shalat di jalan raya, padahal kita banyak masjid dan mushola atau bisa dilakukan jamak atau qhosor dan masalah-masalah lainnya.

Selain munculnya tantangan, jelas Stafsus Nuruzzaman, harus mengetahui apa itu moderasi beragam dan ini terdapat 4 indikator, pertama orang beragama tapi tidak melanggar konsesus beragama. Kedua toleran, yakni tidak hanya menghargai perbedaan tetapi mau bekerjasama dengan orang yang berbeda atau perbedaan ini. Kerjasama ini bukan yang bersifat prinsip tetapi lebih bersifat sosial. Ketiga tidak melakukan kekerasan dan Keempat menghargai budaya lokal yang tidak bertentangan, Seperti misalnya wayang yang menjadi media keberagamaan saat itu dan saat ini menjadi warisan budaya, kearifan lokal.

Lalu tantangannya apa ?, lanjut Nuruzzaman, tantangan umat Islam saat ini adalah jumlah penduduk Indonesia selama 25 tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 238,5 juta pada tahun 2010 menjadi 268 074,6 juta pada tahun 2019 dan mencapai 305,6 juta pada tahun 2035.

Kemudian presentase penduduk Indonesia yang tinggi di pulau Jawa terus menurun dari sekitar 57,4 persen pada tahun 2010 menjadi 54,7 persen pada tahun 2035.

Inilah komposisi demografi penduduk Indonesia dari aktif ke waktu semakin dinamis, hal ini berpengaruh terhadap komposisi dan karakter bangsa Indonesia.

Selain itu, Nuruzzaman juga menjelaskan, bahwa kita harus menguasai media sosial, karena sekarang saja Twitter memiliki tranding tertinggi, lalu kemudian disusul oleh tiktok. Bahkan kata Nuruzzaman nanti  pengguna smartphone diperkirakan mencapai 89 persen populasi pada 2025. 

Ditegaskan Nurzaman, bahwa aktifitas keagamaan di media sosial, itu moderat 17 Persen, teror 0,6 persen, radikal 40 persen, intoleran 43 persen. Kemudian Teror 1405, radikal 91,312, intoleran 98,231, dan moderat 38,229.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, dalam sambutannya menyatakan, pihaknya dalam moderasi beragama ini, sudah membuat rumah moderasi beragama dan akan membuat kurikulum moderasi beragama serta dimasukan ke dalam mata kuliah, karena moderasi beragama ini menjadi program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia. 

"Kalau kita melihat di dalam QS. Al Baqarah, kata moderasi beragama itu ummatan wasathon dan ini ada tiga, pertama Yaaron, bukan saja persepektif atau cara pandang tetapi perilaku untuk menjadi manusia yang baik atau sempurna. Maka yang kedua wasatho bermakna tengah-tengah atau moderat, yakni antara umat Yahudi, Nasrani dan munculah moderasi islam. Yang ketiga menggunakan kata adl, yakni menjadi manusia yang adil, buat untuk diri kita saja, tetapi adil juga untuk orang lain.

"Terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Muhammad Nuruzzaman, Stafsus Kementerian Agama yang hadir di tengah-tengah kita dan juga atas bersilaturrahmi ini, dan semoga bisa menjadi keberlanjutan untuk membangun akademik dan kampus  kita ke depan," paparnya.

Sementara itu, hadir pada kegiatan ini, Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Agama Republik Indonesia Dr Muhammad Nuruzzaman, S.Ag M.Si, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, Warek 2, Prof Dr H Jamali, M.Ag, Warek 3, Prof Dr Hajam, M.Ag dan Direktur Pascasarjana, Prof Dr H Suteja M.Ag, serta Kepala Kantor Kementerian Agama se-wilayah 3 Cirebon. (din/Adv)



Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Rektor IAIN Cirebon Hadiri FGD di Surakarta

FOKUS CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon beserta jajaranya menghadiri acara Focus Group Discussion dalam rangka memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, kerjasama dan sharing pengalaman yang diselenggarakan di Hotel Sunan Surakarta. (15/04/2023).

FGD forum Pimpinan PTKIN Wilayah se Jawa Tengah Cirebon dan Ponorogo selama tiga hari mulai tgl 13 smp 15 April 2023. Adapun peserta acara FGD diikuti para Rektor, para kepala Biro, para Warek, para dekan,  dan para direktur pasca.

Prof.Dr.Mudhofar, M.Ag Rektor UIN Mas Said Surakarta sebagai ketua forum menyampaikan, Acara FGD tersebut bertujuan untuk saling bekerja sama dan saling sharing berbagi pengalaman dalam rangka memperkuat bidang Tri Dharma Perguruan dan sebagai forum silaturahmi antara pimpinan PTKIN. 

Dalam pertemuan tersebut membicarakan berbagai hal berkenaan dengan Persoalan- persolan aktual dan mencari solusi bersama.

Di samping itu Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag menyampaikan, ada beberapa program prioritas yang akan ditindaklanjuti antara lain penerapan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) bagi program studi, percepatan kenaikan jabatan akademik dosen pasca regulasi Menpan & RB RI No. 1 Tahun 2023, keberlanjutan sistemik Tracer Study bagi alumni, pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa, dan akselerasi program prioritas Cyber Islamic University (CIU) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“FGD Forum PTKIN Jawa Tengah, Cirebon dan Ponorogo ini untuk penguatan bidang akademik, keuangan, dan kelembagaan PTKIN. Forum ini untuk membangun kebersamaan untuk berkolaborasi dalam meningkatkan mutu akademik kampus”, ujarnya.

Acara forum FGD dibagi 3 Komisi, Komisi 1 beranggotakan para warek 1 dan para dekan merumuskan akademik berkenaan dengan kebijakan pelaksanaan MBKM, perkuliahan, penelitian dan pengabdian. Komisi 2 bidang ketenagaan dan keuangan berkenaan dengan PPPK, dosen kontrak, Tenaga kontrak dan UKT. Komisi 3 membahas kemahasiswaan dan kerja sama berkenaan beasiswa, MoU dengan realisasinya komposisi mahasiswa asing.

Untuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang hadir Rektor Prof.Dr.H.Aan Jaelani, warek 1 Prof.Dr.H.Jamali,  Warek 3 Prof.Dr.Hajam dan seluruh Dekan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Adapun yang hadir dari PTKAIN di antaranya Prof.Dr.Imam Taufik Rektor UIN Walisongo Semarang. Prof.Dr.Zakiuddin/ Rektor UIN Salatiga, Prof.Dr.Mudofir Rektor UIN Surakarta, Prof.Dr.Aburahman Kasdi, Lc.M.Si Tektor IAIN KudusP, rof.Dr.Hj.Evi Muafah, M.Ag Rektor IAIN Ponorogo dan Prof.Dr.Zaenal Mustakim, M.Ag Rektor UIN KH.Abdurahman Wahid Pekalongan. (din)

Jumat, 14 April 2023

IAIN Cirebon Diundang Ke Universitas Malaysia

FOKUS CIREBON, FC - IAIN Cirebon melakukan penandatanganan MoU secara virtual dengan Al-Madinah International University (MEDIU), Malaysia. Kedua pimpinan perguruan tinggi tersebut bersepakat kerja sama. Kedua perguruan tinggi sepakat merajut program kolaborasi. Kamis, (13/4/2023).

Usai melakukan penandatanganan MoU secara virtual, IAIN Cirebon mendapat undangan khusus berkunjung ke MEDIU, Kuala Lumpur, Malaysia. Hal itu disampaikan Rektor MEDIU, Prof. Dr. Saad Abdullah Al-Arifi.

Menurutnya, turunan program kerja sama MoU lebih efektif dibahas tatap muka. Untuk itu, pihaknya dengan senang hati jika pimpinan IAIN Cirebon dan jajaran datang langsung ke MEDIU, Malaysia.

"Kami mengundang keluarga besar IAIN Syekh Nurjati yang ada di sini dari Pak Rektor atau wakil rektor untuk melakukan kunjungan ke Universitas Internasional Madinah di Malaysia,” terangnya.

Beliau menambahkan, pihaknya pun berkeinginan mengunjungi IAIN Cirebon. “Kami punya keinginan untuk bisa datang ke kampus kita di IAIN Syekh Nurjati Cirebon”.

Di lain pihak, Rektor IAIN Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani. M. Ag menuturkan, kunjungan ke MEDIU, Malaysia bakal diagendakan. Tujuannya, membahas program kolaborasi kedua perguruan tinggi. “Kami berharap pertama bisa berkunjung ke Universitas Internasional Madinah di Malaysia dan sebaliknya juga Pak Rektor dan seluruh pimpinan bisa bersilaturahmi ke Indonesia di Cirebon”.

Saat ini, kolaborasi kedua pihak masih baru sebatas kesepakatan secara umum. Belum ada program spesifik sebagai hasil turunan MoU.” Untuk merealisasikan kerja sama terutama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat”.

Sebelumnya, IAIN Cirebon memperbanyak kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Hal itu dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas implementasi Tri Dharma Pergutuan Tinggi. (din)

Mahasiswa IAIN Cirebon Melalui Kolaborator Kebaikan.ID dan Mitra, Tebar Santunan 200 Anak Yatim

FOKUS CIREBON, FC - Momentum ramadhan menjadi ladang pahala dari kebaikan yang kita amalkan, terlebih di akhir bulan suci yang tinggal hitungan hari lagi akan meninggalkan kita semua, maka manfaatkanlah momentum ini dengan menebar berbagai kebaikan kepada sesama. 


Hal tersebut dilakukan oleh komunitas yang memiliki tagline "Semangat Menebar Kebaikan" yakni Kolaborator Kebaikan.ID yang kembali melakukan kegiatan sosial di bulan suci ramadan ini. 

Kali ini, berkolaborasi dengan KBIH-U Badrul Munir, DTPeduli Cirebon dan Nasi Gratis Amanah, dengan menggelar santunan dan buka 0uasa bersama 200 anak yatim dan dhuafa, Jum'at (14/04/2023),  bertempat di Aula Kantor KBIH-U Badrul Munir. 

Kegiatan yang mengusung tema "Berbagi Sepenuh Hati, Bahagia Tanpa Henti" diharapkan menjadi spirit untuk terus melakukan kebaikan. 

Omar Qad Panity, Founder dan CEO Kolaborator Kebaikan.ID menjelaskan bahwa momentum ramadhan di detik-detik akhir ini mestinya dioptimalkan dengan kegiatan yang bermanfaat dan berkah, seperti kegiatan kolaboraksi kita ini.

Perwakilan dari Nasi Gratis Amanah (NGA) berharap, agar kegiatan ini menjadi lembaga yang terus intens memberi santapan berbuka secara gratis kepada mereka yang membutuhkan, dan  suasana kebahagiaan dan kekeluargaan terlihat di kegiatan ini. 

Demikian juga disampaikan oleh Pimpinan Yayasan KBIH-U Badrul Munir, KH.Fatih Zamhuri, pada kegiatan Kultum (kuliah tujuh menit) tentang anak yatim sebagai anak emas, spirit yang dibangun, dan kesempatan yang dibuka untuk belajar agama di pondok, menjelaskan bagaimana cara Rasulullah mencintai anak yatim.

Kegiatan ditutup dengan pemberian santunan kepada 200 anak yatim dan dhuafa dengan santunan yang variatif serta dilanjutkan buka puasa bersama.

Diharapkan melalui kegiatan ini, bisa membantu dan ikut saling membagi kebahagiaan di bulan ramadhan ini.

Ibu Marda, salah satu wali peserta santunan, menuturkan rasa terimakasihnya kepada panitia. Menurutnya, santunan ini membantu anak yatim yang dibinanya dalam menyambut hari lebaran nanti. Sebab ini merupakan kebahagiaan kita semua. (Red)

Kamis, 13 April 2023

Bubos ke-7, Pemkab Cirebon Distribusikan 35 Ribu Rantang Makanan untuk Masyarakat

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Bulan Suci Berbagi on The Street (Bubos) ke-7.  Berbeda dengan gelaran sebelumnya, Bubos kali ini dilakukan untuk menggerakkan masyarakat untuk saling berbagai satu sama lain. 

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si mengatakan, agenda Bubos serentak dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. Sebanyak 35.000 rantang makanan disebar oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk masyarakat yang membutuhkan.

Secara simbolis, Wabup Ayu menyerahkan 221 rantang makanan ke-3 yayasan yang ada di Kecamatan Dukupuntang, yaitu Yayasan Insan Kamil di Desa Sindangjawa, Yayasan Darul Qur'an di Desa Cikalahang, dan Yayasan Al Ishlah di Desa Bobos.

“Momen ini sangat pas untuk berbagi kepada masyarakat Kabupaten Cirebon. Hadirnya pemerintah daerah harus bisa dirasakan,” ujar Ayu seusai menyerahkan rantang makanan di Yayasan Insan Kamil, Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kamis (13/4/2023).

Pengurus Yayasan Insan Kamil, Hariri mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cirebon hingga saat ini memberikan rasa kepeduliannya kepada seluruh santri yang ada di yayasan tersebut.

“Pemerintah ada kepedulian kepada kami, dengan harapan kepedulian yang dilakukan tidak hanya saat Ramadan, tetapi bisa berkelanjutan,” kata Hariri.

Puncak acara Bubos ke-7 Tahun 2023 bakal digelar pada 15 April 2023 di halaman depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. 

Bubos 7 ini juga serentak digelar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, bahkan melibatkan diaspora di negara Australia dan Jepang yang juga akan melakukan kegiatan berbagi. 

Awalnya, kegiatan BUBOS tersebut dinamakan Buka Bersama On The Street. Namun, karena adanya pandemi berubah menjadi Buka Bersama On The Screen, hingga saat ini menjadi Bulan Suci Berbagi On The Street. (Ara)

Pangdam III/Siliwangi Tabur Benih Ikan di Desa Bandengan Cirebon

KABUPATEN CIREBON - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P, melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/4/2023).

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam III/Siliwangi didampingi oleh Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Dany Rakca, S.A.P, M.Han, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Afriandi Bayu Laksono, S.Sos, M.I.Pol, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si dan sejumlah pejabat lainnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan tabur benih ikan air tawar oleh Pangdam III/Siliwangi di dua tambak. Sebelumnya, lahan tersebut dipergunakan sebagai tambak garam. Tambak ini akan ditanam benih ikan lele dengan menggunakan cairan Bios 44 DC.

Ia mengatakan, bahwa cairan Bios 44 dipercaya dapat memperbaiki kualitas air di perairan tambak. Pasalnya, Bios 44 sendiri adalah cairan bio organisme. Sehingga, jika kualitas air bisa diperbaiki, maka aktivitas budidaya pengembangbiakan ikan dapat lebih produktif.

"Saya disini mencoba melakukan penebaran ikan, tentunya tidak sekedar menebar ikan. Tapi juga mencoba mentreatmen bagaimana tambak itu sendiri menjadi suatu potensi yang integral, antar lingkungan alam, manusia dan teknologi. Ada pendekatan dan cara mentreatmen air tambak, melalui fisika atau mesin, tetapi tentu mahal biayanya. Apalagi menggunakan bahan kimia, itu akan lebih rawan dan bahaya," ungkap Kunto.

Oleh sebab itu, kata Jenderal bintang dua tersebut, pihaknya mencoba menggunakan cara pendekatan biologis, yakni menggunakan mikroba dan bakteri melalui inovasi Bios 44. 

"Bios 44 merupakan teknologi biologi mikroba, sebagai suatu upaya melalui proses penguraian sedimen untuk mengurangi amoniak. Amoniak diurai menghasilkan nitrit, dari nitrit akan menghasilkan oksigen yang baik. Disisi lain, sedimen tanah akan terurai dan berkurang, hal itu menjadikan debit air lebih banyak," jelas Kunto.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si, mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Cirebon mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran Kodam III/Siliwangi atas perhatiannya kepada masyarakat, khususnya di Desa Bandengan. Dimana Desa Bandengan ini mayoritas 80 persen warganya berprofesi sebagai nelayan.

Namun, kata Ayu--sapaan akrab Wabup, dengan kondisi nelayan ini, sebagai wilayah penghasil ikan, seharusnya tidak ada anak-anak di Kabupaten Cirebon yang terkena stunting. 

Di tahun 2021, jumlah anak yang terkena stunting di Kabupaten Cirebon mencapai 15.299 anak, namun kini sudah ada penurunan hampir 1 persen.

"Sehingga, perlu ada edukasi. Karena kalau saya monitoring terkait dengan stunting yang ada di Kabupaten Cirebon ini, semuanya terkait dengan SDM dan pola asuh. Jadi, kita lebih memberikan edukasi kepada ibu-ibu tentang bahaya stunting," kata Ayu.

Pada kunjungan kerja tersebut, Pangdam III/Siliwangi memberikan bantuan sosial sekaligus melakukan buka puasa bersama dengan warga Desa Bandengan, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. (din)

IAIN Cirebon Jalin Kerjasama Tridarma Perguruan Tinggi dengan Universitas Internasional Madinah Masih Malaysia

Kegiatan kerjasana antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Universitas Internasional Madinah Malaysia di bidang Tridarma Perguruan Tinggi.


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama Universitas Internasional Madinah Malaysia melakukan kerjasama di bidang Tridarma Perguruan Tinggi, yakni di bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Hal itu disampaikan langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag sesuai melakukan penandatangan MoU kerjasama dari dua Perguruan Tinggi ini, Kamis, 13 April 2023.  

Rektor Aan menyatakan, bahwa kedua Perguruan Tinggi sudah melakukan kerjasama dan berharap kita dapat berkunjung ke Universitas Intenasional Madinah Malaysia. Demikian juga sebaliknya,  mereka pun bisa bersilaturahmi ke Indonesia, khususnya ke IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk merealisasikan kerjasama Tridarma Pendidikan tinggi, di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

Harapannya, kata Prof Aan, berbagai program yang dikerjasamakan dapat meningkatkan mutu akademik dan kualitas pendidikan perguruan tinggi, baik di IAIN Syekh Nurjati Cirebon maupun Universitas Internasional Madinah Malaysia.

"Kerjasama ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, ini harapan dari kerjasama yang kita bangun di dua perguruan tinggi ini," kata Prof Aan.

Hal yang sama disampaikan Rektor Al-Madinah International University, MEDIU, Prof. Dr. Saad Abdullah Al-Arifi, yang  diterjemahkan oleh H. Rijal Mahdi, Lc., MA (Dosen BSA IAIN Cirebon).

Menurut Rijal Mahdi, Rektor Universitas Madinah Malaysia sangat bersyukur dengan kerjasama ini yang dilaksanakan melalui  penandatangan MoU. 

Diterangkan, Rektor Universitas Internasional Madinah Malaysia mengucapkan terimakasih dan setelah penandatanganan, Rektor Malaysia berharap untuk merealisasikan semua bentuk kerjasama ini dalam bentuk program-program yang jelas, seperti  Tridarma Perguruan Tinggi, baik itu penelitian, pendidikan maupun pengabdian kepada masyarakat. 

"Jadi penandatangan ini tidak sekedar hanya selesai di penandatangan MoU tapi lebih pada realisasi. Kemudian yang terakhir pak Rektor juga mengungkapkan ingin mengundang keluarga besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk melakukan kunjungan ke Universitas Internasional di Malaysia dan beliau di sana menyampaikan tentang keinginan mereka untuk bisa datang dan berkunjung ke kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon," jelas H Rijal Mahdi, menirukan ucapan yang disampaikan Rektor Universitas Madinah, Malaysia.

Sementara itu, Wakil Rektor 3, Prof Dr Hajam M.Ag menjelaskan, bahwa kerjasama ini merupakan salah satu program IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Mediu Malaysia dan diakuinya bahwa ini merupakan program Warek 3, di mana Warek 3 memiliki program kerjasama, baik kerjasama perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. 

"Alhamdulillah seratus hari ini kami cita- citanya ingin satu sampai lima untuk bisa bekerjasama dengan luar negeri dalam rangka memperkuat Tridarma Perguruan tinggi, memperkuat pendidikan, penelitian  dan pengabdian masyarakat. Dan mudah-mudahan kerjasama ini bisa ditindaklanjuti," pintanya. 

Selain itu, kata Prof Hajam, kerjasama tersebut juga untuk menyambut dan melaksanakan amanah dari Kementerian Agama yaitu UISSI.

"Tentunya kami dituntut memperbanyak kerjasama di mana perguruan tinggi nasional dan internasional yang memiliki program Siber, sehingga nanti kita bisa kerjasama dalam bidang penelitian, pengabdian dan pengajaran, begitu juga nanti kerjasama tukar menukar dosen dan tukar menukar mahasiswa," jelas Prof Hajam. (din)

Rabu, 12 April 2023

Pemprov Jabar Gelar Operasi Pasar Murah, 5.720 Warga Kabupaten Cirebon Menjadi Prioritas


KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di Desa Windujaya, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/4/2023). 

Kegiatan tersebut dilakukan, karena kondisi ekonomi akhir-akhir ini selalu dinamis. Apalagi dua tahun terakhir, kemampuan daya beli masyarakat cenderung menurun akibat pandemi Covid-19. 

Selain itu, harga-harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, terlebih menjelang hari-hari besar keagamaan, sementara penghasilan masyarakat cenderung menurun.

“Gubernur beserta jajaran pemerintah Jawa Barat hadir untuk memberikan program operasi pasar murah, supaya masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok yang akan memenuhi kebutuhan nanti di hari raya Idul Fitri," ujar Kepala UPTD BPSMB AMDK Cirebon pada Disperindag Provinsi Jawa Barat, Dedi Hermadi ST.

"Diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Cirebon,” sambung Dedi. 

Menurutnya, dalam kegiatan OPM ini, pihaknya mengalokasikan sekitar 5.720 rumah tangga penerima manfaat. Dibanding dengan kabupaten/kota lainnya, Kabupaten Cirebon mendapatkan kuota paling banyak. Hal ini adalah bentuk peran aktif Pemkab Cirebon melalui Disperdagin.

“Jadi, ribuan rumah tangga penerima manfaat itu sudah melalui seleksi, yang memang merupakan pilihan. Mulai dari kepala desa, kemudian dikukuhkan melalui camatnya dan akhirnya diverifikasi oleh mitra kami di Pemkab Cirebon," jelas Dedi.

"Sistemnya, kami (Pemprov Jabar) berikan program diskon hampir 50 persen. Nilai subsidi sekitar Rp450 juta lebih se-Kabupaten Cirebon,” lanjut Dedi.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE,. M.Si mengungkapkan, pada prinsipnya,  pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Cirebon mengapresiasi dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemprov Jabar yang telah memberikan bantuan subsidi hampir 50 persen.

“Mudah-mudahan sasaran rumah tangga penerimanya lebih banyak lagi,” kata Ayu--sapaan akrab Wabup Cirebon.

Selain itu, dirinya juga mengapresiasi kinerja camat dan kuwu, karena sudah mendata warganya dengan valid.

Ayu menjelaskan, bahwa yang menerima bantuan subsidi ini adalah yang belum pernah mendapatkan bantuan, baik dari Kabupaten Cirebon maupun pusat.

 “Kegiatan pasar murah ini, selain diadakan di Kecamatan Sedong juga tersebar di dua kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Lemahabang dan Gebang,” ujar Ayu. 

Harga satu paket dalam OPM itu, kata Ayu, dibanderol Rp165 ribu. Akan tetapi, masyarakat cukup membelinya dengan harga Rp85.000, karena pemerintah telah mensubsidi menjadi Rp80.000. 

“Kami atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi, karena menjelang Idul Fitri, biasanya ada peningkatan harga kebutuhan pokok. Dengan adanya pasar murah ini, mudah-mudahan dapat meringankan masyarakat Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (Anisa)

DPW IAIN Cirebon Bersama UPZ Setempat Adakan Bakti Sosial

FOKUS CIREBON, FC -IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) IAIN Cirebon bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kampus setempat menggelar bakti sosial, Rabu, 12 April 2023.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr Hj Sri Rokhlinasari MSi menjelaskan, bakti sosial ini merupakan serangkaian kegiatan dengan kajian Ramadan DWP IAIN Cirebon.

“Bakti sosial ini adalah rangkaian kegiatan, karena kita juga menyelenggarakan kajian Ramadan yang pesertanya adalah anggota DWP IAIN Cirebon,” jelas Sri Rokhlinasari di sela-sela bakti sosial.

Sedangkan untuk bakti sosial, Sri Rokhlinasari menerangkan, yaitu berupa pemberian bingkisan sembako untuk satpam, tenaga kontrak, petugas kebersihan, warga sekitar kampus, dan sejumlah pihak lainnya.

“Total penerima bingkisan bakti sosial ini sebanyak 304 orang. Mudah-mudahan bingkisan tersebut bisa bermanfaat dan kegiatan bakti sosial ini bisa terus terselenggara setiap tahunnya,” ujar Sri Rokhlinasari.

Sementara itu, Ketua DWP IAIN Cirebon, Hj Husnul Khotomah mengatakan, bakti sosial ini bertujuan untuk menjalin kebersamaan dan persaudaraan yang bersifat ukhuwah Islamiyah dengan seluruh sivitas akademika IAIN Cirebon dan warga sekitar kampus.

“Bakti sosial ini semoga menjadi perekat untuk membangun sinergisitas dan kebersamaan agar tercipta kerja-kerja positif dan produktif di masa yang akan datang,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Husnul, semangat kebersamaan ini harus terus dibina, salah satunya melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan DWP IAIN Cirebon.

“Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Husnul berharap, bakti sosial ini dapat menjadi penyemangat untuk segenap sivitas akademika IAIN Cirebon agar dapat terus menyelenggarakan kegiatan yang produktif.

“Semoga melalui bakti sosial ini dapat memicu sivitas akademika IAIN Cirebon untuk terus berbagi dan membayar zakat melalui UPZ, sehingga dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan dan disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan,” tandas Husnul. (din)

Selasa, 11 April 2023

Safari Dakwah Nuzulul Qur'an HMJ IQTAF di Masjid Jami' Nurul Mubin Sindanghayu

 

FOKUS CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon belum lama ini menggelar acara Nuzulul Qur'an yang bekerja sama dengan IRMAS Masjid Jami' Nurul Mubin serta DKM Masjid Jami' Nurul Mubin, Sindanghayu, pada Minggu siang, 09 April 2023.

Melalui tema "Safari Dakwah dengan Mengabdi kepada Masyarakat untuk Meningkatkan Ketakwaan di Bulan Suci Ramadhan" acara dibuka oleh Kepala Desa yang diwakili oleh perangkat desa Sindanghayu.

Hafiz Zaki Attala, selaku Ketua Pelaksana dalam sambutannya berharap agar kegiatan Nuzulul Qur'an ini dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Harapan saya dengan mengadakan kegiatan Nuzulul Quran ini supaya kita bisa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala di bulan suci Ramadan ini," ucapnya. 

Ketua Umum HMJ IQTAF, Fachry Maulana Rivaldi mengatakan bahwa setelah pembukaan akan ada tausiyah dari mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.

"Dan setelah ini, mungkin setelah pembukaan, acaranya ada tausiyah dari mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Mohammad Alwi Haddad Maulida," ucapnya.

Ketua IRMAS Masjid Jami' Nurul Mubin, dalam sambutannya yang diwakili oleh pengurus IRMAS mengatakan pentingnya sebagai pemuda untuk mengisi waktu dengan hal-hal yang baik.

"Sebagai pemuda, memang seharusnya harus selalu mengisi waktu dengan hal-hal yang baik yang bisa memberikan Aura positif ke yang lain. Kalau kita tidak bisa memanfaatkan waktu kosong kita maka secara otomatis waktulah yang akan membunuh kita," ucapnya.

Didi Ahdi, selaku Ketua DKM Masjid Jami'Nurul Mubin dalam sambutannya berharap dengan acara ini dapat menjadi dorongan motivasi untuk memakmurkan masjid Jami' Nurul Mubin.

"Mudah-mudahan dengan adanya safari dakwah yang dilaksanakan oleh mahasiswa mahasiswi dari IAIN ini menjadi motivasi bagi kami, karena biasanya kalau ada dorongan motivasi dari luar biasanya lebih cepat bisa terdorong untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif atau yang kaitanya dengan memakmurkan Masjid Jami Nurul Mubin," ucapnya.

Kepala Desa, dalam sambutannya yang diwakili oleh perangkat desa berharap supaya acara berjalan dapat lancar dan dibalas dengan pahala oleh Allah SWT.

"Di sini, mudah-mudahan karena ini mungkin kita dari sekarang sampai nanti, dapat berjalan dengan lancar karena sekali lagi kita di tengah ibadah puasa. Apa yang kita lakukan, apa yang kita laksanakan semuanya mudah-mudahan Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda," ucapnya.

Reyazul Jinan Haikal, selaku demisioner Kadiv Kajian dan Keilmuan HMJ IQTAF Periode 2021-2022 menyampaikan selayang pandang mengenai Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir serta HMJ IQTAF.

Dijelaskan, akreditasi jurusan IAT di IAIN ini yaitu B dimana termasuk cepat karena dari beberapa tahun ke belakang terus mengupgrade program jurusan, sehingga jurusan Tafsir di IAIN tersebut secara kualitas maupun kuantitasnya sudah dapat dipertanggungjawabkan.

"Ketika kuliah tidak hanya pagi berangkat ke kampus, sorenya pulang, tapi nanti dibarengi dengan kegiatan-kegiatan organisasi yang gunanya untuk meneguhkan potensi diri. di semua jurusan di IAIN ada satu organisasi yang dibawahi oleh jurusan atau organisasi yang menjadi badan otonom dari jurusan, seperti ini HMJ IQTAF di mana di samping bergerak di dalam organisasi itu sendiri juga membantu jurusan IAT dalam pengembangan jurusan baik akreditasi nya maupun kurikulum nya," tambahnya. (Red/Wild)