Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 Februari 2024

Prof Dr H Jamali, M.Ag dan Dr Moh Ali Lakukan Monitoring dan Evaluasi kepada Mahasiswa PJJ PAI di Sela-sela AICIS 2024

SEMARANG, FC - Dalam suasana penuh semangat di Expo Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 atau AICIS 2024 di UIN Walisongo Semarang, Prof Dr H Jamali, M.Ag, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, bersama Ketua Jurusan PJJ PAI Dr Moh Ali, MPd, melakukan monitoring dan evaluasi sekaligus memberikan arahan kepada mahasiswa Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI), di Provinsi Jawa Tengah.

Pertemuan tersebut menjadi sarana efektif dalam meningkatkan komunikasi dan pembinaan kepada mahasiswa PJJ PAI. Dr Moh Ali memberikan pemaparan tentang pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) sebagai persiapan menghadapi semester berikutnya. 

“Mahasiswa perlu menjaga kekompakan dalam pembelajaran online dan mematuhi etika komunikasi digital,” ungkap Dr Ali. Ia juga menekankan pentingnya konsultasi kepada prodi atau dekanat jika mahasiswa mengalami kendala atau masalah.

Sementara itu, Prof Dr H Jamali, M.Ag, menyampaikan informasi penting bahwa pada tahun 2024, kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon membuka pintu bagi calon mahasiswa PJJ PAI dengan skema beasiswa LPDP maupun non-beasiswa. 

Hal ini sebagai upaya kampus untuk mendukung akses pendidikan yang lebih luas dan memastikan bahwa potensi mahasiswa PJJ PAI dapat tergali dengan baik.

Arahan dari  pemimpin tersebut bukan hanya mengenai aspek akademis, tetapi juga mencakup aspek kesejahteraan mahasiswa. Prof Jamali menggarisbawahi komitmen kampus untuk memberikan dukungan maksimal kepada mahasiswa, termasuk dalam hal bantuan finansial melalui skema beasiswa yang tersedia.

Mahasiswa PJJ PAI diharapkan dapat mengambil manfaat maksimal dari arahan dan monitoring yang dilakukan oleh pimpinan kampus. Dengan semangat positif dan kerjasama yang baik antara mahasiswa dan pimpinan, diharapkan tahun akademik berikutnya akan menjadi perjalanan pendidikan yang sukses dan bermakna. (din)

Prof Dr H Jamali, M.Ag Warek I IAIN Cirebon: AICIS Komitmen Pada Kedamaian Dunia

SEMARANG, FC - Kehadiran Prof Dr H Jamali, M.Ag, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Cirebon, dalam AICIS 2024 di UIN Walisongo Semarang menjadi Discussant dalam pembahasan paralel diskusi #4 di room 5. Diskusi tersebut memfokuskan perhatian pada dua aspek besar, yakni pendidikan Islam dan penerapan hukum syariah di Indonesia.

Pendidikan Islam menjadi sorotan utama pembahasan, terutama faktor implementasi dan tantangannya dengan budaya lokal. Martin Kustati, seorang peneliti, memberikan perhatian khusus kepada Pembinaan Keluarga Remaja (PKR) di Padang, Sumatera Barat. 

Martin menggarisbawahi pentingnya membina remaja yang rentan terpengaruh oleh budaya negatif kontemporer. Ia menyarankan adanya buku panduan atau modul dalam PKR, dengan tujuan agar pembinaan dapat berjalan sesuai dengan standar dan acuan ajaran Islam.

Prof. Zulfikar, dalam penelitiannya, membahas pembelajaran berbasis instruksi di Islamic Boarding School. Pembahasan ini mendapat sorotan lebih lanjut, dengan saran dari reviuwer untuk mempertegas perbedaan antara Islamic Boarding School dan Pondok Pesantren. Prof. Zulfikar diimbau untuk menekankan peran unsur-unsur khas pondok pesantren seperti kyai, santri, asrama, masjid, dan kitab kuning.

Diskusi juga mengangkat isu penerapan hukum syariah di Aceh. Terdapat permasalahan dalam implementasi hukuman cambuk terhadap pelaku sexual harassment. 

Pemerintah Aceh ingin menerapkan hukum syariah, namun masih terkendala oleh kelembagaan hukum yang masih menggunakan pengadilan negeri dan tinggi. Permasalahan serupa muncul dalam ritual penguburan manusia di Aceh yang memiliki aspek tradisional dan sosial. Prof. Abdul Manan, peneliti, menyoroti fungsi sosial dan potensi konflik dengan ajaran Islam. Reviuwer menyarankan untuk memberikan rekomendasi konstruktif dalam membangun harmoni sosial di Aceh.

Prof Dr H Jamali, dalam kesimpulannya, menyatakan bahwa AICIS 2024 menjadi bentuk komitmen dalam menghadirkan pemikiran dan solusi pada isu-isu global, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dan penerapan hukum syariah. 

Kedamaian dunia, menurutnya, dapat dicapai melalui pemahaman yang mendalam dan dialog yang konstruktif dalam masyarakat yang beragam. (din)

Keragaman Dalam Pendidikan : Eksplorasi Isu-isu Kontemporer dalam Pembelajaran, Ekonomi, dan Keberagamaan

SEMARANG, FC - Hari ini (Sabtu, 3/2/2024) pada perhelatan AICIS 2024 Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon,turut berpartisipasi sebagai Discussant, Parallel Session #4 Panel EX. 0080, tema “Diversity in Education: Exploring Contemporary Issues”.

Ada 4 Panelis yang mempresentasikan artikel; Pertama, Ady Ilham Maulana et al., “Pengaruh Kecerdasan Logis Matematis dan Efikasi Diri terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VII SMP Islam Datuk.” Kedua, Melisa Diah Maharani et al., “Manifestasi Keberagamaan dan Etos Ekonomi Pedagang Muslim Pasar Kliwon di Era Disrupsi Digital”. 

Ketiga, Yopi Kusmiati, “The Meaning of Worship for Religious People in the COVID-19 Pandemic: A Phenomenological Research. Keempat, Afiq Budiawan, “Controversy Over the Prohibition Christmas Celebrations in Merbau Village: Perspective of Religious Moderation Policy”. Prof Aan menuturkan.

Keempat artikel tersebut mendeskripsikan keragaman dalam pendidikan yang mengeksplorasi isu-isu kontemporer. Artikel kecerdasan logis dan efikasi diri yang dihubungkan dengan pemahaman konsep matematis menguatkan konsepsi penting bahwa Matematika dapat dikuasai dengan baik melalui optimalisasi kecerdasan berpikir dan kesungguhan diri melalui lingkungan belajar yang baik. ungkap Prof Aan.

Tulisan bertajuk keberagamaan dan etos ekonomi pedagang Muslim dapat dianalisis dengan teori agama dan etos kerja dari Weber yang mengerucut pada kapitalisme modern. 

Kapitalisme Islam juga penting didiskusikan sebagai topik yang layak dikembangkan untuk mengkaji etos kerja dan modernisasi bisnis di kalangan pengusaha Muslim. tegas Prof Aan.

Karya bertema makna ibadah bagi para pemeluk agama menggambarkan fenomena unik di tengah pandemi COVID-19 dengan menyajikan perspektif dan keberagaman pemeluk Islam, Kristen, Hindu, dan Budha dalam menyikapi kebijakan larangan berkerumun, termasuk saat pelaksanaan ibadah. 

Hasil riset ini dapat memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk mitigasi dalam pelaksanaan ibadah saat  adanya pandemi atau bencana alam pada masa mendatang. lanjut Prof aan.

Topik penting yang terkait dengan kontroversi perayaan hari Natal yang disebabkan ketiadaan rumah ibadah, sehingga membangun komunikasi antar umat beragama, adanya kebijakan yang mengatur pendirian rumah ibadah, dan juga memerhatikan tradisi lokal sangatlah urgen. 

Pengakuan akan keberadaan umat lain dengan segala perbedaan, tumbuh kembang toleransi, dan rasa persaudaraan sebagai implementasi cara pandang dan  perilaku keagamaan yang moderat. pungkas Prof Aan.

Prof Aan berharap bahwa hasil riset ini dapat memberikan rekomendasi berharga bagi pembuat kebijakan, mengingatkan akan pentingnya toleransi dan persaudaraan sebagai implementasi keagamaan yang moderat. 

“Sukses untuk Para Penulis,” ucapnya, menandai penghargaan atas kontribusi para peneliti dalam mengupas isu-isu penting dalam pendidikan, ekonomi, dan keberagamaan. (din)

Akademisi dan Peneliti lintas Bidang Ilmu Keislaman di Indonesi Apresiasi Kesuksesan AICIS 2024

SEMARANG, FC - Annual International Conference On Islamic Studies (AICIS) 2024 sukses diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisango Semarang, menjadi sorotan utama bagi para akademisi dan peneliti lintas bidang ilmu keislaman di Indonesia. 

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 1 hingga 4 Pebruari 2024, menjadi saksi perkembangan tradisi akademik keislaman di tanah air. Sabtu, (03/02/2024).

Kemeriahan acara terlihat dari partisipasi aktif para akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia yang tergabung di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Mereka hadir untuk mempresentasikan paper berkualitas tinggi di bidang ilmu masing-masing, membuktikan komitmen dalam memajukan pengetahuan keislaman di Indonesia.

Dr. Siti Fatimah, M.Hum, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon beliau, mengungkapkan kekagumannya pada acara tersebut.

“Kegiatan ini merupakan langkah positif untuk meluaskan dan mengembangkan tradisi akademik keislaman di Indonesia. Para ilmuwan di bawah naungan Kementerian Agama RI, bersama-sama dengan bapak rektor, para dekan, dan para dosen dari berbagai Perguruan Tinggi, telah memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam memajukan pemikiran keislaman di tanah air,” ujarnya.

Tidak hanya sebagai presenter, namun bapak rektor, para dekan, dan dosen juga turut berperan sebagai pemateri, reviewer, maupun peserta diskusi. Hal ini menunjukkan bahwa AICIS 2024 bukan hanya sekadar wadah presentasi ilmiah, tetapi juga sebagai forum interaktif untuk berbagi ide dan pemikiran yang dapat meningkatkan pemahaman keislaman di Indonesia.

Keberhasilan AICIS 2024 di Semarang juga mencerminkan konseptualisasi keislaman keindonesiaan yang semakin mengakar dalam tradisi akademik. 

Dr. Siti Fatimah berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sebuah puncak, melainkan dapat terus berkembang di tahun-tahun selanjutnya. 

“Semoga AICIS tahun ini bukan hanya menjadi kegiatan sekali dalam setahun, tetapi dapat menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan akademik keislaman di Indonesia”. tambahnya.

Dengan demikian, AICIS 2024 di Semarang tidak hanya menjadi ajang pertemuan akademisi, tetapi juga menjadi tonggak bersejarah dalam kontekstualisasi keislaman keindonesiaan yang semakin kuat dan relevan. (din)

AICIS Membentuk Sumbangsih Aktualisasi Marwah PTKIN dalam Konteks Negara Hukum

SEMARANG, FC - Ajang International Conference on Islamic Studies (AICIS) terus memperkuat eksistensinya sebagai platform bagi ilmuwan, akademisi, dan praktisi untuk berbagi pengetahuan dalam berbagai aspek studi Islam. 

Salah satu sosok yang menyoroti pentingnya peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam konteks negara hukum adalah Dr. H. Didi Sukardi, MH, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam sesi diskusi yang diadakan di AICIS tahun ini, Dr. Didi Sukardi menekankan pentingnya sumbangsih aktualisasi Marwah PTKIN dalam membangun fondasi negara hukum yang kuat. 

IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sebagai salah satu PTKIN di Indonesia, telah berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan menjembatani antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum, khususnya dalam bidang ekonomi dan bisnis Islam.

“Dalam konteks negara hukum, peran PTKIN tidak hanya sebatas mengajarkan aspek keagamaan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip hukum Islam dan hukum umum. 

Ini menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya berkompeten di bidang keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun masyarakat yang adil dan berkeadilan,” ujar Dr. Didi Sukardi.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon sendiri telah mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis Islam dengan konsep-konsep hukum Islam dan umum. 

Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam konteks praktis, sehingga dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam pembangunan ekonomi dan masyarakat.

AICIS sebagai wadah diskusi lintas disiplin ilmu juga memberikan ruang bagi PTKIN untuk berbagi pengalaman dan best practices dalam mengaktualisasikan peran mereka dalam pembentukan negara hukum. Melalui forum ini, 

Dr. Didi Sukardi berharap dapat terjalin sinergi yang lebih baik antar-PTKIN dalam menyumbangkan ide dan inovasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Semakin aktifnya partisipasi PTKIN dalam ajang seperti AICIS diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang relevan dengan konteks global. 

Melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam berbagai disiplin ilmu, PTKIN diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam membangun negara hukum yang berkembang. (din)

Dr. Andri Azis Putra dan Dr. Anwar Sanusi, Kibarkan Nama Indonesia dalam Teologi Politik di AICIS 2024

SEMARANG, FC - Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) tahun 2024 yang digelar di UIN Walisongo Semarang pada tanggal 1-4 Februari mengambil tema “Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues”. 

Sebagai salah satu even tahunan paling bergengsi di lingkungan Kementerian Agama, AICIS selalu menjadi agenda strategis untuk menjaring ide-ide praktis terkait sumbangsih para Agamawan terhadap isu-isu kemanusiaan. Sabtu, (03/02/2024)

Pada tahun ini, sebagaimana yang dilaporkan oleh panitia kurang lebih 2000 paper telah didaftarkan. Pada akhirnya sebanyak 328 paper dinyatakan layak untuk dipresentasikan dan mendapat kesempatan untuk diterbitkan di jurnal-jurnal terakreditasi, baik Internasional maupun nasional.

Civitas Akademika di Fakultas Ushuluddin dan Adab, IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga turut serta berkontribusi dalam agenda besar ini. Paper yang dipersiapkan oleh Dr. Andri Azis Putra dan Dr. Anwar Sanusi yang berjudul, Eschatological Political Consciousness in the Thought of Mohammad Hatta as the Basis for Implementation of People’s Sovereignty: An Initiation of Political Theology for the World from Indonesia” dinyatakan sebagai salah satu paper yang berhak dipresentasikan.

Pemaparan yang disampaikan oleh kedua dosen FUA ini mendapat sambutan yang sangat positif dari Prof. Moh. Asror Yusuf (Direktur Pascasarjana IAIN Kediri) dan Dr. Aris Bintania (Wakil Ketua 1 STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau) yang bertindak sebagai Discussant atau fasililatator ahli. 

Prof. Asror menyampaikan bahwa paper ini merupakan sebuah kajian yang mendalam dan cukup berat untuk dibahas. Sementara itu Dr. Aris mengungkapkan apresiasinya yang tinggi atas upaya penulisan dan riset yang dipandang bernas ini.

Dalam presentasinya, Dr. Andri Azis menyampaikan beberapa poin penting dalam persoalan teologi politik dan kesadaran eskatologis politis khususnya di Indonesia. Pemahaman yang ideal dalam ajaran politis Islam, perlu disadari dengan baik sebagai sesuatu yang akan berhubungan dengan kehidupan akhirat. 

Dr. Andri menegaskan bahwa umat Islam mesti memahami konsep altruisme politis yaitu rasa peduli atas implikasi politis yang ada pada orang lain. Dengan kata lain, kesadaran politik umat Islam harus bersifat peduli bukan justru menghindar dari dinamika yang ada.

Sebagaimana yang tertulis di tema panel, Islamic Discourse; Perception, Identity, and Philantrophy, Mahdaniyah yang bertindak sebagai moderator memberikan kesimpulan bahwa dalam upaya memajukan diskursus Islam, dibutuhkan pendekatan yang tepat terutama kepasa generasi muda supaya dapat memahami dengan baik sudut pandang ajaran Islam yang sebenarnya.

Dr. Anwar Sanusi yang juga merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, IAIN Cirebon menutup rangkaian diskusi panel AICIS di room 16 ini dengan menitikberatkan bahwa pertikaian mengenai identitas dalam dunia Islam lebih bersifat praktikal bukan konseptual. Pendekatan-pendekatan kesejarahan perlu dilakukan dalam memandang paradigma dan corak pikir umat Islam melalui kebudayaan yang secara gradual terungkap dalam linimasa kehidupan. 

Dr. Anwar juga menekankan perlunya penyesuaian-penyesuaian dalam memandang teknologi dan transformasi model interaksi yang saat ini telah bergeser ke arah digitalisasi.

Dr. Anwar Sanusi dan Dr. Andri Azis Putra, menyampaikan rasa terima kasih yang sangat tinggi kepada Rektor dan segenap pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan kesempatan kepada keduanya untuk mengikuti ajang bergengsi ini. Semoga semangat akademis dan riset di IAIN Cirebon semakin unggul dan mendunia. (din)

Dr. Edy Setiawan Perkenalkan Budaya Hukum Kesultanan Cirebon di Konferensi Internasiona, AICIS 2024l

SEMARANG, FC - Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 di UIN Walisongo Semarang telah resmi dimulai pada tanggal 1 Februari 2024, menjadi sorotan dunia sebagai ajang bergengsi dalam kajian keislaman tingkat global. 

Dengan tema “Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues,” AICIS tahun ini menarik perhatian para akademisi dan pemikir Islam dari berbagai belahan dunia. Sabtu, (03/02/2024).

Salah satu penceramah utama yang menjadi sorotan dalam AICIS 2024 adalah Dr. H. Edy Setiawan, Lc, Dekan Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dr. Edy hadir sebagai Invited Speaker pada Program Short Course Academic Writing-Training Exposure and Publishing, sebuah kesempatan langka yang diikuti oleh 20 jurnal terindeks Scopus dengan melibatkan 80 penulis sebagai Invited Speaker.

Dalam pernyataannya, Dr. Edy Setiawan menyatakan rasa kehormatannya terpilih sebagai Invited Speaker dalam program tersebut. 

“Ini suatu kehormatan bagi saya terpilih menjadi Invited Speaker pada Program Short Course Academic Writing-Training Exposure and Publishing di AICIS 2024. Saya berharap dapat memberikan kontribusi yang bermakna dalam forum ini,” ungkapnya.

Dr. Edy juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan khazanah Budaya Hukum dan Rekam Jejak Peradilan Kesultanan Cirebon melalui Manuskrip Pepakem Jaksa Pepitu. 

Dalam paparannya, ia berbagi wawasan mengenai aspek hukum dan peradilan yang memiliki nilai sejarah tinggi dari Kesultanan Cirebon.

“Saya merasa bangga dapat membagikan pengetahuan mengenai Budaya Hukum Kesultanan Cirebon, khususnya melalui Manuskrip Pepakem Jaksa Pepitu, pada ajang konferensi internasional ini. 

Ini adalah momen bersejarah bagi kita untuk memperluas pemahaman tentang warisan budaya dan sejarah peradilan di Indonesia,” lanjut Dr. Edy.

Pada akhir pernyataannya, Dr. Edy Setiawan menyampaikan rasa terima kasih kepada Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan seluruh pimpinan yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaannya dalam AICIS 2024. 

“Terima kasih disampaikan kepada Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dan segenap pimpinan yang sudah mensupport kegiatan ini. Semoga melalui forum ini, kita dapat terus bersinergi untuk mengembangkan kajian keislaman dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia,” pungkasnya. (din)

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dorong Peran Agama dalam Mengatasi Krisis Kemanusiaan Global di AICIS 2024

CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag berkomitmen untuk mendukung agenda perdamaian yang diusung oleh Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama dalam bingkai acara AICIS ke-23 tahun 2024 melalui berbagai program dan kegiatan di UIN Walisongo Semarang pada 1-4 Februari 2024.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, hadir dalam acara pembukaan AICIS 2024 ini dan menyampaikan bahwa forum yang dibentuk ini merupakan sarana yang strategis untuk membahas peran empiris agama dalam mengatasi krisis kemanusiaan.

“Bagaimana agama dapat berkontribusi dalam membangun perdamaian dan keadilan di era globalisasi? Sebagai akademisi, saya meyakini bahwa agama dapat menjadi kekuatan positif dalam membangun perdamaian global. AICIS  merupakan momentum penting untuk merumuskan kembali peran agama dalam menangani berbagai tantangan global,” ungkap Prof Aan.

Pada AICIS ke-23 tahun 2024 di UIN Walisongo Semarang pada 1-4 Februari 2024. Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag mengikutsertakan Prof Dr H Jamali, M.Ag (Warek I), Prof Dr H Ilman Nafi’a, M.Ag (Warek II), Prof Dr Hajam, M.Ag (Warek III), Drs. Khoirudin, M.Pd (Kepala Biro AUAK), kemudian Dr H Saifudin, M.Ag (Dekan FITK), Dr H Didi Sukardi,M.H (Dekan FEBI), Dr Anwar Sanusi, M. Ag (Dekan FUA), Dr Siti Fatimah, M.Hum (Dekan FDKI), Prof Dr H Suteja, M.Ag (Direktur Pasasarjana) dan perwakilan guru besar dari masing-masing fakultas yakni, Prof Dr H Adang Djumhur, M.Ag, Prof Dr H Sugianto, MH, Prof Dr Hj Ety, M.Pd, Prof Dr H Didin Nurul Rosyidin, PhD, Prof Dr H Farihin, M.Pd, Prof Dr H Asmuni, MA, Prof Dr Hj Huriyah, M.Pd, Prof Dr Yayat Suryatna, M.Ag, dan Prof Dr Kartimi, M.Pd. Juga tim expo yang dipimpin Dr Moh. Ali, M.Pd.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan harapannya saat sambutan agar AICIS dapat menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengatasi permasalahan kemanusiaan global. Hal tersebut diungkapkannya pada seremoni pembukaan AICIS ke-23 di UIN Walisongo, Semarang pada (1/2/2024) malam.

“AICIS bukan hanya sebagai forum akademik yang eksklusif dan teoretik, tetapi sebagai forum akademik yang sekaligus memberikan tawaran solusi berbagai krisis global,” kata sosok yang akrab disapa Kang Dhani ini.

Harapan tersebut dilatarbelakangi oleh semakin memburuknya kondisi perdamaian dunia di berbagai belahan dunia. Peperangan di kawasan Timur Tengah yang tak kunjung usai dan merenggut puluhan ribu nyawa. Demikian juga kondisi konflik Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda peperangan akan berakhir. Termasuk kondisi memprihatinkan Rohingya yang menimbulkan banyak pengungsi.

“Fenomena di atas menyebabkan krisis kemanusiaan global karena hilangnya moralitas agama yang selama ini menjadi kendali bagi sikap dan tindakan yang dilakukan oleh manusia,” ujarnya.

Dalam konteks inilah, AICIS 2024 yang mengusung tema: Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues menjadi sangat strategis dilaksanakan untuk merespons krisis kemanusiaan global. Didukung dengan kenyataan bahwa AICIS merupakan konferensi keislaman terbesar di Indonesia, bahkan di wilayah Asia Tenggara.

Menurutnya, AICIS dilaksanakan sebagai wadah para pakar dan akademisi untuk berdiskusi secara intensif dengan tidak hanya berbasis pengetahuan akademik semata, namun juga berangkat dari kasus-kasus nyata secara global yang memerlukan sumbangsih pemikiran sebagai solusi bersama.

Dhani mengungkapkan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, AICIS 2024 diselenggarakan dengan empat distingsi (hal yang berbeda).

Pertama, pemilihan Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues sebagai tema utama merupakan respons atas fenomena krisis kemanusiaan global di beberapa belahan dunia, seperti Palestina, Ukraina, dan belahan dunia lain yang sangat mempihatinkan.

Kedua, diselenggarakannya Religious Leaders Summit sebagai bagian dari rangkaian perehelatan AICIS. Religious Leaders Summit merupakan sebuah ajang yang menghadirkan para tokoh agama dari berbagai negara di ASEAN untuk menyampaikan pengalaman dan gagasan peran agama dalam mengatasi krisis global.

Ketiga, penyelenggaraan AICIS 2024 ini juga berkolaborasi dengan 20 Jurnal PTKI terindeks scopus untuk mempublikasikan 80 makalah dan 100 makalah pada Jurnal terindeks SINTA 2. Artinya, terdapat 180 papers yang nantinya akan dipublikasikan di Jurnal terindeks nasional maupun internasional sebagai tindak lanjut setelah dipresentasikan dalam Parallel Session.

Keempat, diselenggarakan setidaknya lima Side Event pada AICIS 2024. Kelima Side Event tersebut, yaitu: Islamic Culture and Civilization Expo; Islamic Higher Education Expo and Journal Clinique; Heritage And Cultural Trip; Declaration of Semarang Charter; Semarang Halal Food Festival yang akan membagikan kepada peserta sebanyak 500 buah durian setiap hari. (din)

Forhumas PTKIN Bersama Kasubtin Humas Pendis Pimpin Rapat Startegi SPAN UM-PTKIN

SEMARANG, FC - Ketua Forum Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Forhumas PTKIN), Hayatul Islam, bersama Kasubtim Humas Pendis Khaerul Umam, memimpin rapat strategis SPAN-UM PTKIN dalam upaya meningkatkan sosialisasi dan brand image PTKIN. Rapat ini berlangsung di sela-sela kegiatan AICIS 2024 di UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, (03/02/2024).

Mohamad Arifin Pranata Humas Ahli Muda IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Arifin menuturkan dalam rapat tersebut, berbagai perwakilan PTKIN turut hadir untuk membahas langkah-langkah strategis guna meningkatkan efektivitas sosialisasi SPAN-UM PTKIN. 

Beberapa poin utama yang dibahas mencakup saran dan masukan strategis dari perwakilan PTKIN:

Pembentukan kanal khusus humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UM, dengan sinergi antara admisi dan humas serta komitmen pimpinan untuk pengembangan kelembagaan.

Rakor teknis SPAN-UM PTKIN dengan bahan dan metode yang siap digunakan, termasuk komunikasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, launching di kabupaten, dan undangan kepada calon mahasiswa.

Rencana bimbingan teknis untuk TIK/Humas sebagai jembatan pendaftaran SPAN-UM PTKIN.

Mendorong kreativitas anak-anak muda di PTKIN dalam menjaring calon mahasiswa.

Menyoroti masalah operator sekolah yang lupa, mengakibatkan pengurangan registrasi.

Kendala sosialisasi karena baru terbentuk Pusat Mutu Akademik. Kendala sosialisasi kepada alumni pondok pesantren karena keterbatasan akses informasi.

Mendorong kerjasama dengan MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling) untuk lebih berorientasi pada prodi umum.

Menekankan bahwa sosialisasi dan branding PTKIN membutuhkan dukungan dari stakeholder dan kolaborasi antar institusi dengan media partner. jelas Arifin.

Sementara itu, Hayatul Islam Ketua Forhumas PTKIN, menekankan beberapa faktor pendukung kesuksesan SPAN-UM PTKIN 2024, antara lain dominannya peran Humas, kerjasama dengan Admisi dan bagian Akademik, mengikuti arahan Pokja SPAN sebagai koordinator, serta fokus pada sosialisasi dan rebranding kampus.

Senada dengan itu, Kasubtim Humas Pendis Khaerul Umam menambahkan strategi, termasuk pembagian ruang untuk mengetahui sasaran yang tepat, dukungan anggaran yang sesuai, penggunaan sumber daya tanpa ego sektoral, dan strategi serempak di lapangan.

Kang Hayat, panggilan akrab Hayatul Islam, menyimpulkan rapat ini sebagai langkah awal strategis dalam meningkatkan efektivitas sosialisasi SPAN-UM PTKIN, dengan harapan dapat menjadikan PTKIN lebih dikenal dan diminati oleh calon mahasiswa. (Ara)

DLH Kota Cirebon Angkut Ribuan Ton Sampah Malam Pergantian Tahun 2024

 

CIREBON, FC - Upaya menjaga Kota Cirebon tetap bersih dan masyarakat nyaman dengan soal lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon mengangkut sampah sebanyak 1.156 ton pada malam pergantian tahun 2024.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, Rezki Prima Barian, Rabu (3/1/2024), menyampaikan bahwa pada malam pergantian tahun 2024, petugas mengangkut sebanyak 1.156 ton sampah se-Kota Cirebon. 

"Sampah paling banyak di angkut dari Alun-alun Kejaksan dengan mengerahkan 2 mobil truk sampah," terang Rezki, Rabu, 3 Januari 2024.

Rezki juga menjelaskan, pada malam pergantian tahun 2024 jumlah sampah meningkat dibandingkan dengan hari biasanya, yakni sebesar 780 ton sampah perhari se-Kota Cirebon. 

"Pada malam pergantian tahun 2024 naik sebesar 373 ton sampah. Kenaikan sampah itu sudah terjadi sejak tanggal 30 Desember 2023 sampai 1 Januari 2024. Sampah pada malam tahun baru 2024 ini juga mengalami kenaikan dibandingkan dengan pada tahun 2022 lalu,” ujarnya.

Untuk antisipasi sampah ini, kata Rezki, pihak DLH Kita Cirebon mengerahkan sebanyak 16 mobil pengangkut sampah. Mobil-mobil truk sampah tersebut tersebar di beberapa titik di Kota Cirebon pada H-2 sampai dengan H+1 pergantian tahun.

Dari 16 mobil truk sampah yang kita  dikerahkan, kata Rezki, itu terbagi menjadi dua shift, Pertama pengangkutan sampah pada pagi hari dan shift kedua dari sore sampai malam hari. 

"Sampah-sampah yang kita angkut  langsung dibuang di TPA Kopiluhur,” tandasnya. (din)

Partisipasi PJJ PAI FITK dalam AICIS 2024: Mendukung Transformasi Menuju UIN SSC di Era Digital

SEMARANG, FC - Dalam rangkaian kegiatan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024 yang berlangsung di UIN Walisongo pada tanggal 1-4 Pebruari, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon memeriahkan acara dengan membuka stand dalam expo. Stand ini diwakili oleh Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI). Sabtu, (03/02/2024).

Dr H Saifudin, M.Ag, Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dengan antusias menyampaikan tentang keberadaan PJJ PAI sebagai implementasi dari transformasi lembaga, yang sebelumnya IAIN kini menjadi UIN SSC. “Kehadiran PJJ PAI ini mencerminkan komitmen kita dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital,” ujar Dr. Saifudin.

PJJ PAI FITK menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi lembaga pendidikan ke arah UIN SSC, menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman. Dalam stand yang dibuka di expo AICIS 2024, tim PJJ PAI memamerkan program-program unggulan serta inovasi dalam pendidikan jarak jauh.

Dr. Saifudin berharap bahwa melalui kehadiran stand ini, masyarakat dapat lebih memahami peran PJJ PAI FITK sebagai bagian integral dari UIN SSC yang siap menjawab kebutuhan pendidikan di era digital. “Kami ingin lebih mensosialisasikan dan memperluas pemahaman tentang keberadaan lembaga kami yang memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini,” tambahnya.

Dengan konsep pameran yang interaktif, pengunjung stand dapat menggali informasi lebih lanjut tentang kurikulum, teknologi pembelajaran, dan manfaat dari pendidikan jarak jauh di bidang PAI. Diharapkan, keberadaan PJJ PAI FITK dapat memberikan kontribusi positif dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital dan mempersiapkan generasi yang tangguh dan berkompeten. (din)

Kamis, 01 Februari 2024

AICIS 2024 Bahas Peran Strategis Indonesia Atasi Konflik Gaza


SEMARANG, FC - Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 akan digelar mulai hari ini, Kamis (1/2/2024) di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Kota Semarang, Jawa Tengah. Ketua Steering Committee (SC) AICIS 2024 Prof Mukhsin Jamil menyampaikan, di forum AICIS 2024 ini, salah satu panelnya akan membahas dan merumuskan solusi atas konflik di Gaza dari berbagai perspektif.

Menurut Mukhsin, konflik antara Israel-Palestina sampai detik ini masih menjadi titik fokus perhatian global. “Isu konflik Israel-Palestina ini akan berlangsung pada Jumat (2/2/2024) dengan tema besar Islamic Diplomacy: Towards Peace and Equality in Israel-Palestine Conflict,” katanya.

Dalam konflik Israel-Palestina yang belum juga usai ini, upaya mencapai perdamaian menjadi isu penting. Ahmad Rahmatullah, dkk, melalui artikelnya berjudul ‘Promoting islamic Teaching in Encouraging Philanthropy during Israel and Palestine Conflict in Digital Era’, menggarisbawahi urgensi meringankan penderitaan di tengah ketegangan agama dan penyebaran informasi digital.

Selain itu, peran Indonesia dalam konflik Hamas-Israel, khususnya pasca 7 Oktober 2023, juga menjadi perhatian dunia internasional. Khaidir Hasram, dalam artikelnya ‘Assertive, Yet Powerless? berusaha mengkaji sekaligus mempertanyakan upaya Indonesia dalam konflik tersebut, apakah dapat menciptakan perdamaian assertif, atau justru menunjukkan kelemahan diplomasi internasional.

Mukhsin mengatakan, salah satu bahasan terkait konflik Israel-Palestina ini adalah memotret dari dampak sisi ekonomi. Selain aspek ekonomi, dampak konflik Israel-Palestina pun juga meluas ke ranah digital. Ini seperti akan dipaparkan Wawaysadhaya dalam artikelnya berjudul ‘Navigating Loss and Existential Anguish in Social Media’, di mana platform media sosial berfungsi sebagai arena publik untuk menghadapi penderitaan eksistensial pasca-konflik: kehilangan, perselisihan, dan kesedihan.

Berikut para panelis AICIS pada isu konflik Israel-Palestina, Jumat (2/2/2024):

1. Munawar Ahmad (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

2. Muhamad Bisri Mustofa (UIN Raden Intan Lampung)

3 Muhammad Ash-Shiddiqy (UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri)

4. Mawar Ardiansyah (IAIN Palangka Raya).

Adapun AICIS 2024 akan berlangsung selama 4 hari, pada 1-4 Februari 2024. Selian isu konflik Israel-Palestina, isu besar lainnya yang dibahas di konferensi internasional ini yaitu soal Rohingya, gender, Isu solusi atas krisis kemanusiaan, dan perdamaian global. Forum-forum pertemuan ratusan akademisi internasional ini juga akan disiarkan secara langsung lewat channel youtube Kemenag RI. (din)

Mohamad Arifin Pranata Humas Ahli Muda Ikuti Materi Strategi Humas dari Dirjen Pendis di Rakornas 2024

SEMARANG, FC - Dalam suasana penuh semangat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2024 di UIN Walisongo Semarang, Mohamad Arifin Pranata, Humas Ahli Muda dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mendapatkan wawasan berharga dalam materi yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis), Muhammad Ali Ramdhani. Kamis, (01/02/2024).

Dalam rangkaian menghadiri The 23rd Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024, para perwakilan Humas dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia mengikuti paparan Dirjen Pendis yang membahas strategi dan trik dalam membangun citra positif untuk PTKIN masing-masing.

Salah satu poin menarik yang disampaikan adalah penggunaan trik penjenamaan seperti dalam iklan rokok, yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang untuk beralih merek. Dirjen Pendis menekankan bahwa strategi ini dapat diaplikasikan dalam Humas PTKIN, dengan cara mengenalkan keunggulan-keunggulan dan kekhasan PTKIN melalui narasi yang menarik.

“Bagaimana cara agar masyarakat mengetahui bahwa di PTKIN juga memiliki banyak keunggulan dibanding perguruan tinggi umum lainnya,” ujar M. Ali Ramdhani, menegaskan pentingnya promosi positif untuk memperkuat citra PTKIN di mata masyarakat.

Dirjen Pendis juga menyampaikan bahwa fungsi Humas memiliki peran strategis dalam menunjang program Kementerian Agama, seperti membina hubungan yang harmonis dengan masyarakat, mengidentifikasi opini, persepsi, dan tanggapan masyarakat, serta menciptakan komunikasi timbal balik.

Para peserta Rakornas juga dibekali dengan pemahaman mendalam tentang peran, tugas, dan fungsi Humas, termasuk publication, event, news, community involvement, identity media, lobbying, dan social investment. Dirjen Pendis menekankan pentingnya Humas dalam membangun hubungan baik, memelihara jalur komunikasi, serta mengidentifikasi dan menanggapi opini publik.

Dengan menyajikan materi yang komprehensif, Dirjen Pendis memberikan pedoman kepada Humas PTKIN untuk memaksimalkan peran mereka dalam memperkuat citra PTKIN dan menyosialisasikan AICIS serta SPMB PTKIN di media masing-masing. Tujuannya adalah agar PTKIN bisa semakin dikenal luas dan setara dengan perguruan tinggi di tingkat Asia.

Rabu, 31 Januari 2024

AICIS 2024 dan Potret Sejumlah Inisiatif Membangun Perdamaian

SEMARANG, FC - Konflik dan perselisihan terus saja terjadi dengan beragam sebab dan intensitasnya. Namun, usaha merancang peacebuilding juga tak pernah hilang, bahkan oleh mereka yang saat ini menjadi korban konflik.

Inisiatif publik membangun perdamaian menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024. Forum ini akan berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, 1 – 4 Februari 2024.

Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Ahmad Zainul Hamdi mengatakan AICIS ke-23 ini mengusung tema ‘Redefining The Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues’. Ada tujuh sub tema yang akan dibahas, salah satunya Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial.

Menurut Ahmad Inung, panggilan akrabnya, subtema Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial berfokus pada bagaimana yurisprudensi politik Islam merespons isu-isu perang dan perdamaian pasca-kolonialisme. 

Hal ini masih menjadi isu penting kemanusiaan karena fakta perang dan konflik juga masih terus terjadi.

“Interpretasi fiqh siyasah tentang perang dan perdamaian memang berbeda-beda di antara para sarjana. Perbedaan itu dipengaruhi oleh latar belakang, konteks historis, sosial-politik dan kebudayaan para akademisi di berbagai negara. Karenanya, penting untuk mendiskusikan di ranah akademik,” sebut Ahmad Inung di Semarang, Rabu (31/1/2024).

Sejumlah isu yang akan dibahas antara lain prinsip-prinsip fiqh siyasah merespons problem kedaulatan dan independensi negara bangsa (sovereignty and independence), pertahanan diri kolektif sebuah negara (collective self defense), resistensi terhadap kolonialisme baru (resistance to new colonialism), resolusi konflik dan membangun perdamaian (conflict resolution and peacebuilding), hubungan internasional antar negara (international relation) yang menekankan prinsip keadilan, saling memahami dan menjaga perdamaian antar negara, partisipasi negara-negara muslim dalam organisasi dan perjanjian internasional (international organization), serta isu bagaimana sebuah bangsa seharusnya dikelola (state governance).

Terpisah, Ketua Steering Committee (SC) AICIS 2024 Prof Mukhsin Jamil mengatakan, sejumlah hasil riset akan dipaparkan dan dibahas dalam sesi panel untuk subtema ‘Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial’, salah satunya yang ditulis Asfa Widiyanto dalam Religious Minority and Peaceful Coexistence.

Asfa Widiyanto dalam tulisannya memperlihatkan begitu problematiknya status minoritas yang mereka pikul sambil berjuang untuk hidup berdampingan secara damai di tengah-tengah lanskap sosial yang beragam.

Demikian pula, inisiatif modal sosial dan rekonsiliasi konflik, yang dicontohkan komunitas Syiah Sunni Sampang Madura, yang ditulis Maskuri dalam Social Capital and Conflict Reconciliation for Peace.

Maskuri menggarisbawahi pentingnya jaringan komunal dalam membina perdamaian dan rekonsiliasi sekalipun dirinya sedang berada di bawah bayang-bayang kekerasan agama.

Bhirawa Anoraga dalam Crowdfunding for Inter-Faith Peace juga mengupas munculnya inisiatif perdamaian dari gerakan akar-rumput di berbagai wilayah. Dia mencontohkan kegiatan filantropi yang diinisiasi para pemuda dan LSM di Indonesia. 

Di level akademik, Mardi Lestari dalam Internalizing an Islamic Culture of Inner and Social Peace, mencontohkan bagaimana usaha perdamaian dilakukan di level pendidikan tinggi melalui internalisasi budaya Islam yang mengajarkan kedamaian batin dan sosial.

Sementara Adnan, melalui riset bertajuk Fiqh Siyasah on War And Peace in The Post-Colonial Era, berusaha mengeksplorasi bagaimana perang dan perdamaian di wilayah Sulawesi, menawarkan wawasan regional tentang persinggungan doktrin agama dan realitas politik dalam penyelesaian konflik.

Di level negara ASEAN, Ridwan dalam artikelnya ‘Politics of Interfaith Dialogue in Indonesia’ mencontohkan bahwa politik dialog antaragama, mulai dari Forum Perdamaian Dunia hingga Religion Twenty (R20) menjadi suatu keniscayaan yang harus dirawat untuk mengatasi ketegangan agama dan mendorong dialog sebagai jalan menuju perdamaian.

Beragam studi yang dilakukan para sarjana ini secara kolektif menjelaskan bahwa pembangunan perdamaian yang berasal dari banyak sudut pandang, mulai dari inisiatif akar rumput hingga studi regional dan dialog global, terus dilakukan dan patut dikembangkan. 

Dengan memanfaatkan jaringan komunal, memberdayakan suara-suara marginal, dan mendorong literasi agama, masyarakat dapat membangun jalan menuju perdamaian dan harmoni yang berkelanjutan di dunia yang semakin beragam dan saling terhubung.

Secara lebih mendalam, inisiatif-inisiatif ini akan dipaparkan dan dibahas oleh para panelis dalam AICIS ke-23 di UIN Walisongo Semarang, 1 – 4 Februari 2024.

Pertama di Indonesia, Kabupaten Cirebon Segera Memanfaatkan Teknologi Hologram


KABUPATEN CIREBON -Pemerintah Kabupaten Cirebon berencana memanfaatkan salah satu teknologi terbarukan, yakni teknologi hologram. Dan Kabupaten Cirebon bakal menjadi daerah pertama yang menerapkan teknologi tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hologram adalah sebuah gambar dengan bentuk 3D (tiga dimensi), yang memberi kesan seolah gambar tersebut keluar dari sebuah media datar.

Teknologi canggih ini biasanya bisa bergerak, berputar 360 derajat, serta bisa diisi suara. Ini merupakan suatu inovasi di dunia teknologi fotografi, cara kerjanya cukup rumit, tidak seperti fotografi pada umumnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd menyebutkan, teknologi tersebut nantinya bisa memudahkan perangkat daerah untuk bisa memamerkan profil maupun pembangunan di Kabupaten Cirebon.

“Kabupaten Cirebon akan menjadi yang pertama menerapkan teknologi ini,” kata Hilmy dalam sambutannya di ruang Paseban, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (30/1/2024).

Menurutnya, perangkat daerah di Kabupaten Cirebon yang pantas untuk memanfaatkan teknologi hologram ini, diantaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).

Untuk Bapenda, nantinya bisa menawarkan hologram tersebut kepada pengguna yang biasa memasang iklan melalui papan reklame.

Sementara untuk Disperdagin, bisa dipergunakan untuk mempromosikan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar lebih menarik.

Diharapkan, seluruh perangkat daerah di Kabupaten Cirebon, selalu merespons seluruh tawaran terkait teknologi terbaru. Penerapan teknologi akan lebih memudahkan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap kemajuan teknologi harus direspon dengan baik. Penerapan ini akan digunakan dahulu dalam event besar daerah, salah satunya hari jadi Kabupaten Cirebon,” ujar Hilmy.

Selasa, 30 Januari 2024

Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Kota Cirebon Gandeng Dinas Pendidikan

CIREBON, FC - Masa Reses anggota DPRD Kota Cirebon dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melihat dan menyerap berbagai hal di lapangan. Hal itu juga yang dilakukan anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Gerindra, Fitrah Malik yang menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon saat melakukan Reses. 

Fitrah melihat bahwa permasalahan yang diungkapkan masyarakat memang lebih banyak bersinggungan dengan dunia pendidikan, maka dirinya sengaja menggandeng pihak Dinas Pendidikan.

Seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dengan produknya Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program ini yang banyak ditanyakan masyarakat.

Fitrah juga meluruskan tentang beredarnya informasi bahwa kartu BPJS akan dinonaktifkan, jika masyarakat pemegang kartu tidak melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Ini informasi hoaks, tidak benar. Ini sudah kami sampaikan ke warga, alhamdulillah warga kini menjadi tahu dan tidak was-was lagi,” ujarnya, Selasa, (30/1/2024).

Politisi Partai Gerindra menjelaskan dan memberi pengertian kepada masyarakat, bahwa terkait dengan PIP, Pemerintah Kota Cirebon hanya menampung dan mengusulkan saja, tidak ada kewenangan untuk memutuskan.

“Tidak ada kepastian dapat atau tidaknya, pemkot hanya mengusulkan sesuai prosedur yang ada, itu poinnya. Penentuannya tetap berada di pihak Kementerian Pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, dalam reses di awal tahun 2024 ini, Fitrah sudah menyambangi enam lokasi sebagai tempat pertemuan dengan warga. Dia berharap apa yang sudah dilakukannya tersebut dapat bermanfaat untuk masyarakat. (din)

Senin, 29 Januari 2024

Kepala Biro AUAK IAIN Cirebon Dorong Seluruh Pegawai Ciptakan Budaya Digital UIN SSC

Drs. H. Khoirudin, MM, Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.



CIREBON, FC - Drs. H. Khoirudin, MM, Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, memberikan materi dalam kegiatan pembinaan pegawai di kampus tersebut pada Senin (29/01/2024). Didamping Prof Dr H Ilman Nafi’a, M.Ag Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Drs. Mahmud (Analis Kepegawaian Ahli Madya), dan Mohamad Arifin (Pranata Humas Ahli Muda). 

Dalam materinya yang berjudul “Menciptakan Budaya Digital UIN SSC,” beliau menegaskan pentingnya langkah-langkah konkret menuju visi IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai “Universitas Islam Siber yang Unggul Menuju Universitas Berkelas Dunia untuk Semua Tahun 2030”.

Dalam pemaparan materi, Khoirudin memfokuskan diri pada dua aspek utama yang dianggap kunci dalam mewujudkan budaya digital yang diinginkan. Pertama, tentang komunikasi efektif. 

“Kita perlu memahami visi dan misi bersama, membuka diri terhadap informasi, berbicara antar karyawan dan pimpinan dengan penuh rasa saling menghargai,” ungkapnya.

Adapun langkah-langkah konkrit yang disarankan Khoirudin antara lain adalah melibatkan media sosial, memberikan pelatihan komunikasi, menjunjung tinggi peran yang konsisten, serta menetapkan ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas. Evaluasi saluran komunikasi juga dianggap penting untuk perbaikan berkelanjutan.

Kedua, Khoirudin membahas analisis sumber daya manusia (SDM) dalam konteks budaya digital. 

“Kita perlu mengidentifikasi keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi karyawan, terus belajar, dan beradaptasi dengan perubahan. Kolaborasi dan kerja tim menjadi kunci dalam menghasilkan prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, memberikan semangat melalui yel-yel UIN Siber “Unggul dan Mendunia”. 

Prof. Ilman menekankan pentingnya berprasangka baik, melihat kelebihan dan kekurangan sebagai satu kesatuan, serta mendorong kerja tim yang saling melengkapi.

Puncak keceriaan terjadi ketika Prof. Ilman mengajak para tendik untuk bermain permainan yang melibatkan penilaian positif terhadap teman sebelahnya. Hal ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan semangat positif di lingkungan kampus.

Dengan pembinaan yang sarat akan nilai-nilai digital dan semangat positif, IAIN Syekh Nurjati Cirebon semakin teguh dalam melangkah menuju transformasi menjadi Universitas Islam Siber yang unggul dan mendunia. (din)

Sejarah Baru, Ratusan Pegawai IAIN Cirebon Semangat Mengikuti Pembinaan Dari Rektor Prof Dr H Aan Jalaeni, M.Ag

CIREBON, FC - Suasana penuh semangat dan antusiasme para pegawai IAIN Cirebon terlihat memenuhi ruang auditorium Rektorat lantai 3 IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada Senin (29/01/2024). 

Acara ini menjadi  momen bersejarah bagi  ratusan pegawai IAIN  untuk mendapatkan pembinaan langsung dari Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

Pembinaan yang dipandu oleh Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, dan didampingi oleh Drs. Khoirudin, MM Kepala Biro AUAK, Drs. Mahmud (Analis Kepegawaian Ahli Madya),menarik perhatian seluruh tenaga kependidikan. 

Narasumber utama, Ade Bani Riyan (Asesor LSP DITEKINDO), menyampaikan materi penting yang menjadi sorotan utama dalam pembinaan ini.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, mengungkapkan beberapa hal krusial terkait transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Proses perubahan tata kelola keuangan dari Satuan Kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi Badan Layanan Umum (BLU) menjadi fokus utama. 

Selain itu, transformasi institusi menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, dengan fokus pada Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) PAI, juga menjadi sorotan.

Prof. Aan menyampaikan rencana pengembangan dengan menambah enam program studi baru untuk PJJ, termasuk lima prodi S1 dan satu prodi S2. “Ini adalah langkah besar dalam menjawab tuntutan zaman,” ungkap Prof. Aan.

Pentingnya pembinaan pegawai terkait basis kinerja ASN dan PPNPN di IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi fokus pembahasan. Semua kegiatan, aktivitas program, dan anggaran diarahkan sesuai dengan Perjanjian Kinerja (PERKIN) antara Rektor dengan Dirjen Perbendaharaan Kemenkue dan Dirjen Pendis Kementerian Agama.

Transformasi ke arah digitalisasi juga ditekankan oleh Prof. Aan.  Katanya, Digitalisasi bukan hanya kebutuhan, tetapi juga jalan menuju lingkungan pendidikan yang adaptif dan inovatif. Transformasi ini diharapkan membawa perubahan signifikan dalam infrastruktur, kurikulum berbasis teknologi, dan paradigma pendidikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Ade Bani Riyan, Asesor LSP DITEKINDO, menyoroti pentingnya literasi digital di lingkungan kampus. “Komitmen TENDIK dalam transformasi digital sangat penting. Semoga TENDIK IAIN dapat berkomitmen dan terlibat lebih dalam mensukseskan transformasi menuju IAIN Siber Syech Nurjati,” tandasnya. (din)

Transformasi menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon bukan hanya visi pribadi rektor, melainkan visi bersama bagi seluruh elemen di lingkungan kampus. Langkah ini diharapkan akan membawa perubahan mendasar bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

Masa Reses, Anggota Fraksi Demokrat, H Yuliarso Dorong Aspirasi Masyarakat Terealisasi di Anggaran 2024

CIREBON, FC - Sejumlah anggota DPRD Kota Cirebon tengah melakukan kegiatan reses I tahun persidangan 2024. Kegiatan tersebut  dilakukan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Cirebon, H Yuliarso di RW 06 Persil, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Senin, 29 Januari 2024.

Pada reses ini, H Yuliarso berupaya merealisasikan aspirasi masyarakat, meski dalam Pemilu 2024 ini, dirinya memilih maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPRD Provinsi Jawa Barat.

Sebagai wakil rakyat dengan masa pengabdian terlama di DPRD Kota Cirebon, yakni selama 15 tahun, H Yuliarso akan terus mendorong aspirasi yang ditampung untuk bisa direalisasikan di anggaran perubahan 2024.

Menjadi wakil rakyat diakuinya dimulai pada tahun 2004 silam, dan sudah tiga priode pemilu Yuliarso terpilih mewakili masyarakat Kecamatan Kesambi dan Pekalipan.

Mantan Ketua DPRD Kota Cirebon pada periode 2013-2014, H Yuliarso saat itu menggantikan Nashrudin Azis yang terpilih sebagai Wakil Wali Kota Cirebon.

“Alhamdulillah, selama 15 tahun pengabdian saya di DPRD Kota Cirebon, aspirasi dari masyarakat di dapil dan sekitarnya, 75 persennya tuntas. Baik itu dalam bentuk infrastruktur maupun program pemberdayaan masyarakat,” ujar Yuliarso, di hadapan konstituennya.

Menurutnya, dari puluhan program dan kegiatan yang difasilitasi dirinya untuk konstituen, ada beberapa yang cukup berkesan.

“Yang paling berkesan, saya bisa memfasilitasi keinginan masyarakat buat pemekaran RW 18 Puri Tamansari (Kelurahan Karyamulya), tadinya nempel ke Harapan Mulya RW 05. Sudah hampir 15 tahun perumahan itu berdiri,” ujarnya.

Untuk itu, pada sisa masa pengabdiannya di DPRD Kota Cirebon ini, dia berupaya untuk masih bisa memfasilitasi aspirasi konstituennya, yang belum sempat terealisasi.

“Insyaallah masih ada waktu. Aspirasi yang sekarang saya tampung di reses kali ini, akan saya dorong untuk bisa direalisasikan di anggaran perubahan 2024,” tandasnya. (din)