Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 15 Mei 2025

Layanan Darurat Siaga 112 Diluncurkan, Pemkab Siapkan Tiga Inovasi Layanan Publik

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon meresmikan layanan darurat Katon Siaga 112 pada Kamis (15/5/2025) sebagai upaya memperkuat sistem tanggap darurat di daerah. 

Layanan ini memungkinkan masyarakat mengakses bantuan dalam berbagai kondisi kegawatdaruratan melalui satu nomor panggilan, yaitu 112.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, yang akrab disapa Jigus, mengatakan layanan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan laporan masyarakat terkait kebakaran, kecelakaan, bencana, hingga evakuasi binatang.

“Tujuan utama dari layanan 112 ini adalah mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kedaruratan. Saat ini, sudah ada delapan perangkat daerah yang terlibat, dengan Diskominfo sebagai penggagas utamanya. Setelah ini, akan kami sosialisasikan lebih luas agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ujar Jigus.

Layanan Siaga Katon 112 merupakan sistem terpadu yang mengintegrasikan berbagai unit layanan kegawatdaruratan dari perangkat daerah dan instansi terkait, termasuk Disdamkarmat, BPBD, Dinsos, Dinkes, Satpol PP, Dishub, serta DPPKBP3A.

Layanan ini direncanakan ke depan aktif selama 24 jam penuh dan dapat diakses tanpa pulsa, bahkan tanpa kartu SIM.

Menurutnya, jenis layanan yang ditangani antara lain kegawatdaruratan medis, kebakaran, kecelakaan, bencana alam, gangguan keamanan, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Jigus mengatakan, pelaksanaan teknis layanan Siaga Katon 112 dikoordinasikan oleh Diskominfo Kabupaten Cirebon, yang bertugas menjamin kelancaran jaringan, mengoordinasikan antarinstansi, serta menyediakan petugas call taker selama 24 jam. 

“Setiap panggilan akan diteruskan ke instansi yang relevan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Dengan hadirnya layanan ini, Wabup Jigus berharap, respons pemerintah terhadap berbagai kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi, sehingga masyarakat merasa lebih aman dan terlindungi.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Fasilitasi Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Agung Setio Utomo, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mengadopsi sistem ini. 

Ia menekankan pentingnya pelibatan unsur pemerintahan hingga tingkat desa untuk keberhasilan layanan.

“Cukup menghapal satu nomor, yaitu 112, masyarakat bisa melaporkan berbagai kondisi darurat. Kami sarankan agar sosialisasi melibatkan kepala desa, camat, hingga instansi vertikal seperti Polres dan Kodim. Ini wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat,” kata Agung.

Agung juga menyebut, layanan 112 merupakan standar internasional untuk panggilan darurat. “Tanpa pulsa pun bisa, bahkan beberapa ponsel tanpa kartu SIM juga bisa mengakses layanan ini,” tambahnya.

“Di luar negeri seperti Amerika, ada 911. Indonesia sedang menuju ke arah single number emergency, dan Kabupaten Cirebon kini menjadi kabupaten ke-164 yang menjalankannya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, menyebut bahwa terdapat dua inovasi lainnya disamping Siaga Katon 112 yang diluncurkan. Meski berbeda, Bambang menegaskan inovasi tersebut sejalan dengan Siaga Katon 112. 

"Kita ada inovasi juga namanya Socakaton dan Simpelpas. Sedikit dijelaskan, Socakaton itu adalah sistem monitoring CCTV aktif mobile Kabupaten Cirebon. Masyarakat nantinya bisa ikut memantau kondisi wilayah Kabupaten Cirebon yang bisa terpantau di 40 titik lokasi strategis," jelas Bambang.

"Sedangkan Simpelpas adalah aplikasi berbasis website sebagai sistem pelayanan pemerlu atensi sosial yang dapat diajukan secara online dan realtime," ucapnya menambahkan.

Di akhir, Bambang berharap, seluruh masyarakat bisa memanfaatkan semua layanan yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon.

"Pemkab Cirebon tentunya terus berkomitmen untuk dapat memberikan layanan maksimal bagi masyarakat dengan berbagai inovasi yang diluncurkan," tutupnya. (din)

UIN Siber Cirebon Menuju Kampus Hijau Islami Kelas Dunia : Pertemuan Perdana dengan UI GreenMetric Bahas Peta Jalan SDGs

CIREBON, FC  — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon atau dikenal secara internasional sebagai Cyber Islamic University (CIU) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjadi pelopor kampus digital Islam berwawasan lingkungan dengan menggelar pertemuan perdana bersama UI GreenMetric. 

Pertemuan ini merupakan langkah awal dari rangkaian Paket Layanan UI GreenMetric dan akan fokus pada pengenalan serta penilaian awal universitas oleh para asesor dari lembaga pemeringkatan kampus hijau kelas dunia tersebut.

Mengusung julukan “Kampus Hijau Islami dan SDGs”, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berambisi menjelma menjadi kampus Islam digital pertama di Indonesia yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam rahmatan lil-‘alamin dengan prinsip keberlanjutan global dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs).

Komitmen Kampus Hijau: Dari Visi Global hingga Aksi Nyata

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa agenda kampus hijau bukanlah sekadar retorika, melainkan bagian tak terpisahkan dari visi besar kampus, yakni: “Menjadi Universitas Islam Siber yang Unggul dan Berkelas Dunia.”

Dalam sambutannya pada pertemuan dengan UI GreenMetric, Prof. Aan menyampaikan empat misi utama kampus yang mencerminkan paduan antara digitalisasi, keislaman, dan keberlanjutan, di antaranya:

1. Menjadi advokat global gerakan Open Islamic Educational Resources (OIER) berbasis tata kelola siber.

2. Menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (PJJ) yang kreatif dan profesional dengan pendekatan multimedia digital.

3. Meningkatkan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi dan inovasi global.

4. Menyempurnakan layanan akademik berbasis teknologi untuk mutu yang berkelanjutan.

Selain itu, Prof. Aan memaparkan 10 program prioritas kampus, dengan salah satunya adalah: Islamic Green Campus dan Pencapaian SDGs.

Agenda Green Campus: Islam, Digitalisasi, dan Ekologi

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak sekadar membicarakan "hijau", tetapi menanamkan nilai-nilai Islam dalam praktik ekologi kampus. Agenda Green Campus dan SDGs mencakup:

Mewujudkan kampus ramah lingkungan, rendah karbon, dan berkelanjutan.

Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh lini kebijakan keberlanjutan.

Menumbuhkan kesadaran etika lingkungan di kalangan sivitas akademika.

Menjadikan UIN Siber sebagai role model Islamic Green Campus tingkat nasional dan internasional.

“Melalui pendekatan digital, ekologis, dan partisipatif, kami siap menjadikan UIN Siber sebagai kampus yang unggul secara ilmiah sekaligus spiritual,” tegas Prof. Aan.

Roadmap Menuju UI GreenMetric: Strategi Terukur dan Terintegrasi

Dalam paparannya, Prof. Aan menyampaikan roadmap rinci implementasi Islamic Green Campus, antara lain:

Kurikulum SDGs dan Ekoteologi Islam: Integrasi 5 mata kuliah dengan prinsip keberlanjutan.

Kemitraan Nasional dan Global: 3 MoU dan 2 proyek kolaboratif.

Pengabdian Berbasis SDGs: 5 kegiatan komunitas lintas fakultas.

Energi Terbarukan: Pemasangan panel surya, target pengurangan konsumsi listrik PLN ≥20%.

Pengelolaan Sampah & Urban Farming: 70% sampah terpilah dan pengembangan taman produktif berbasis pesantren.

Penanaman 1.000 Pohon Matoa: Sebagai bagian dari gerakan “Kemenag Hijaukan Indonesia”.

Siap Jawab Enam Kriteria UI GreenMetric

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyatakan siap memenuhi enam kriteria utama UI GreenMetric, yaitu:

1. Setting and Infrastructure: Tersedia 90.006 m² lahan konservasi, 21.191 m² lahan hijau, serta rasio bangunan dengan luas tanah yang ideal (1:1,1).

2. Energy and Climate Change: Pemanfaatan digitalisasi kampus sebagai strategi efisiensi energi dan integrasi ekoteologi Islam dalam manajemen energi.

3. Waste: Pengelolaan limbah organik dan anorganik melalui program Bank Sampah.

4. Water: Sistem irigasi hemat air dan kampanye kesadaran penggunaan air.

5. Transportation: Kebijakan area bebas kendaraan bermotor dan kampus hijau pejalan kaki.

6. Education and Research: Lebih dari 100 publikasi berbasis SDGs dan pengembangan program Green Entrepreneurship mahasiswa.

Menuju Islamic Green Campus Dunia

Kesiapan fisik kampus turut diperkuat oleh data konkret:

Total luas lahan konservasi: 90.006 m²

Gedung ramah lingkungan: Gedung SIBER, FITK, FDKI, FEBI, dan Puslab.

Kawasan utama: Rektorat, Ma’had, Siber, Puslab, Astapada, Cikawung – total lebih dari 150.000 m² area pengembangan hijau.

Melalui sinergi teknologi, spiritualitas Islam, dan prinsip keberlanjutan global, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan diri sebagai pelopor Islamic Green Campus yang tak hanya unggul dalam digitalisasi pendidikan, tapi juga dalam menjaga bumi sebagai amanah Ilahi.

“Kami tidak hanya ingin masuk peringkat GreenMetric, tetapi juga menjadi rujukan dunia dalam praktik kampus hijau berbasis nilai-nilai Islam dan teknologi,” pungkas Prof. Aan Jaelani.

Pertemuan perdana ini menjadi tonggak penting menuju internasionalisasi kampus dan pengakuan global terhadap inisiatif hijau berbasis Islam yang visioner dan berkelanjutan. (din)

Pemkot Cirebon Fokuskan Tiga Strategi Utama dalam Mitigasi Bencana

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo memimpin Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Banjir tingkat Kota Cirebon yang digelar di Lapangan Kebon Pelok, Kamis (15/5/2025). 

Kegiatan ini digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kota Cirebon dan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah kota dalam meneguhkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi risiko bencana.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengingatkan bahwa Kota Cirebon bukanlah wilayah yang bebas dari ancaman bencana. Ia menegaskan bahwa perubahan iklim global telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kejadian bencana di kota ini. 

“Kita tidak bisa lagi menganggap Cirebon sebagai zona aman. Data menunjukkan lonjakan signifikan dalam lima tahun terakhir,” ucapnya.

Tercatat, sepanjang tahun 2024 terjadi 154 kejadian bencana di Kota Cirebon. Angka ini hampir dua kali lipat dari tahun 2020 yang mencatat 88 kejadian. 

Bencana yang tercatat pun beragam, mulai dari banjir, rob, tanah longsor, kekeringan, angin kencang, hingga kebakaran. Lonjakan tertinggi terjadi pada bulan Januari, Februari, dan Desember, periode puncak musim hujan.

Pada Januari 2025 saja, banjir telah merendam 13 kelurahan dan berdampak langsung terhadap lebih dari 58.000 warga. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, tujuh banjir besar tercatat menghantam beberapa titik di kota. 

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Cirebon untuk menetapkan status Siaga Darurat sejak 1 November 2024 hingga 31 Mei 2025.

Sebagai respons konkret, Pemkot Cirebon telah melakukan serangkaian langkah mitigasi. Dari sisi struktural, normalisasi sungai dan saluran drainase di titik-titik rawan, seperti muara Sungai Cipadu dan Sungai Cikalong, dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung dan dinas terkait. Sedangkan mitigasi non-struktural dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat.

“Kita sekarang memiliki 12 Kelurahan Tangguh Bencana yang aktif, serta satu satuan pendidikan aman bencana yang menjadi contoh baik di lingkungan sekolah,” ujar Wali Kota. 

Ia juga menambahkan bahwa papan evakuasi dan titik kumpul darurat telah diperluas hingga ke tingkat RW, sebagai bagian dari membangun budaya siaga di semua lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan tiga pokok arah kebijakan dalam penguatan kesiapsiagaan ke depan. Pertama, memperkuat literasi kebencanaan melalui edukasi dan simulasi di sekolah, puskesmas, dan rumah ibadah. Kedua, meningkatkan sistem deteksi dini dan respons cepat dengan penguatan posko siaga bencana di tiap kecamatan. Ketiga, membangun budaya gotong royong sebagai bentuk ketangguhan sosial.

“Kesiapsiagaan bukan sekadar alat atau peralatan. Ini soal komitmen, kecepatan bertindak, dan rasa empati terhadap sesama,” tuturnya.

Wali Kota juga mengapresiasi kerja sama lintas sektor, dari TNI/Polri, perangkat daerah, komunitas, hingga media serta mengucapkan terima kasih kepada BPBD Provinsi Jawa Barat atas pengakuan terhadap kinerja Kota Cirebon sebagai penyelenggara terbaik Posko Kolaborasi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025 untuk wilayah 3 Ciayumajakuning.

Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB Brigjen. Pol. (Purn) Ary Laksmana Widjaja mengapresiasi terhadap langkah strategis yang dilakukan Kota Cirebon. Menurutnya, Kota Cirebon berada pada posisi yang rentan karena dekat dengan laut dan memiliki aliran sungai yang hulunya berada di wilayah lain. 

“Perlu kesiapsiagaan dan antisipasi yang serius. Saya mengapresiasi pendekatan pentahelix yang dilakukan Pemkot Cirebon, melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. Ini menunjukkan Kota Cirebon siap menghadapi bencana, baik hidrometeorologi basah maupun kering,” ujarnya.

Apel dan gladi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kewaspadaan bersama. Kota Cirebon ingin menegaskan diri sebagai kota yang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga tangguh secara sosial dan peduli terhadap keselamatan warganya. (din)



Jadi Percontohan bagi Desa Lain, Bupati Imron Luncurkan Program Desa Sehat di Bakung Lor

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, secara resmi meluncurkan program Desa Sehat di Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Kamis (15/5/2025).

Program ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya menciptakan lingkungan sehat dan masyarakat yang peduli pada kesehatan.

Bupati Imron menyampaikan apresiasinya kepada warga Desa Bakung Lor yang dinilai memiliki ide-ide kreatif dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Ia menilai, meski Bakung Lor merupakan desa di kawasan perkampungan, semangat warganya untuk hidup sehat patut diacungi jempol.

“Saya sangat senang dan bangga dengan Desa Bakung Lor ini. Walaupun berada di perkampungan, tapi ide-idenya soal kesehatan sangat luar biasa,” ujar Imron.

“Contohnya, stunting di sini sudah berhasil ditangani. Yang lama diperbaiki, yang baru tidak ada. Bahkan tadi saya sempat memberikan hadiah kepada anak-anak yang sudah sembuh dari stunting,” ungkapnya.

Program Desa Sehat bukan hanya sekadar acara simbolis. Ia menegaskan, tujuan utama program ini adalah membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Imron berharap, keberhasilan Desa Bakung Lor dalam mengatasi masalah kesehatan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Cirebon.

“Kami ingin desa-desa lain bisa meniru Bakung Lor. Tidak hanya sekadar nama, tapi betul-betul menjadi desa sehat. Kader-kader di desa juga harus aktif memimpin masyarakat, supaya mereka paham bagaimana hidup sehat. Ini penting sekali agar kualitas hidup warga meningkat,” tegasnya.

Untuk mewujudkan Desa Sehat, Pemerintah Kabupaten Cirebon melibatkan berbagai perangkat daerah terkait. Mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), hingga Dinas Lingkungan Hidup.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, akses sanitasi yang memadai, dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Semua dinas terkait kami libatkan. Masalah kesehatan itu bukan hanya soal pengobatan, tapi juga soal lingkungan, infrastruktur, dan pola hidup. Jadi harus kerja sama, tidak bisa sendiri-sendiri,” kata Imron.

Selain menangani masalah stunting, program Desa Sehat di Bakung Lor juga memperhatikan kebutuhan anak-anak. Salah satu inovasi di desa ini adalah menyediakan fasilitas bermain dan ruang edukasi bagi anak-anak, agar tumbuh kembang mereka tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga mental dan sosial.

“Anak-anak di sini juga diperhatikan, tidak hanya dibiarkan main di sembarang tempat. Ada fasilitas bermain, ada kegiatan edukasi. Jadi, Desa Sehat ini benar-benar mencakup semuanya,” tuturnya.

Imron berharap, program Desa Sehat tidak berhenti di Bakung Lor saja, tapi bisa berkembang menjadi gerakan bersama di seluruh Kabupaten Cirebon.

Ia mengajak masyarakat dan pemerintah desa lainnya untuk saling belajar dan bekerja sama demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkualitas.

“Kalau desa-desa kita sehat, masyarakatnya kuat, otomatis pembangunan juga akan lebih cepat. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakatnya harus aktif,” pungkasnya. (din)

Rabu, 14 Mei 2025

Cirebon dan Guangzhou Bangkitkan Kembali Jejak Sejarah Jalur Sutra Maritim

KABUPATEN CIREBON — Di jantung pesisir utara Pulau Jawa, sebuah kisah agung tentang pertemuan peradaban kembali menggema. Kabupaten Cirebon menjadi tuan rumah Forum Perlindungan Warisan Jalur Sutra Maritim, sebuah agenda prestisius hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Kota Guangzhou, Tiongkok.

Diselenggarakan di Hotel Patra Jasa di Kecamatan Kedawung, forum ini menjadi momen bersejarah dalam menggali kembali akar kejayaan pelayaran dan perdagangan antara dua bangsa yang telah terjalin sejak berabad-abad silam.

Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa kekayaan budaya Cirebon tak bisa dilepaskan dari peran besar para pelaut Tionghoa, khususnya tokoh legendaris Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming.

Sosok pelaut ulung ini bukan hanya membawa rempah dan keramik, tetapi juga menyebarkan pengaruh budaya, ilmu pengetahuan, hingga nilai-nilai toleransi.

“Laksamana Cheng Ho membawa pengaruh besar terhadap perkembangan pelabuhan dan kerajaan di Cirebon. Pelabuhan Muara Jati bahkan dikenal luas hingga mancanegara,” ujar Imron.

“Dari sinilah akulturasi budaya mulai tumbuh dan membentuk identitas Cirebon seperti yang kita kenal hari ini,” ucapnya menambahkan.

Jejak percampuran budaya itu masih hidup dan nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Cirebon. Dari cita rasa kuliner seperti nasi goreng, capcay, moho, bakpao, hingga sayuran kailan dan pakcoy yang kini menghiasi meja makan rumah tangga.

Arsitektur bergaya Tionghoa dan motif batik dengan sentuhan Tiongkok menjadi bukti visual dari harmoni budaya yang telah berlangsung berabad-abad.

Ekspedisi Cheng Ho dan Warisan yang Tenggelam

Bupati Imron juga mengisahkan tentang tujuh ekspedisi besar Cheng Ho yang melibatkan lebih dari 27.000 awak dan ratusan kapal. Salah satunya membawa sang laksamana ke Muara Jati pada sekitar tahun 1415.

Di sana, rombongan Cheng Ho tidak hanya berdagang, tapi juga membangun mercusuar, serta membentuk komunitas Muslim Tionghoa di wilayah seperti Srindil, Talang, dan Gunung Sembung, dipimpin oleh tokoh Qung Wu dari mazhab Hanafi.

“Jejak sejarah ini ingin kita hidupkan kembali. Bahkan kami berencana membangun museum khusus dan menggali data sejarah lebih mendalam,” tutur Imron.

“Para peneliti menyebutkan, masih banyak bangkai kapal karam era Cheng Ho di perairan Cirebon yang belum diungkap. Ini bisa menjadi bukti kuat hubungan historis antara Cirebon dan Tiongkok,” lanjutnya.

Dari Guangzhou untuk Dunia, Cirebon Menjadi Titik Terang Jalur Sutra

Ketua Delegasi Tiongkok, Liu Xiao Ming, menyampaikan apresiasinya terhadap kekayaan sejarah dan peran strategis Cirebon dalam Jalur Sutra Maritim.

Menurutnya, Cirebon adalah contoh hidup dari integrasi budaya lintas bangsa, tempat nilai-nilai Tionghoa, Arab, India, dan Jawa bertemu dan menyatu.

“Cirebon adalah simpul penting dalam jaringan perdagangan kuno Asia Tenggara. Temuan kapal karam Dinasti Song Utara tahun 2005 di laut Cirebon, yang memuat lebih dari 230.000 artefak seperti keramik dan uang logam, adalah bukti otentik kekuatan relasi itu,” ungkap Liu.

Ia juga menyebutkan bahwa sejak 2023, Guangzhou telah menginisiasi program budaya “Ungkapan Bunga Jalan Sutra” di Cirebon.

Puncaknya, pada November 2024, Cirebon resmi menjadi kota pertama di Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Kota Warisan Jalur Sutra Maritim, memperkuat statusnya sebagai kota bertaraf internasional dalam pelestarian sejarah maritim dunia.

Forum ini menjadi lebih istimewa, karena bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok pada tahun 2025.

Kedua belah pihak menyatakan komitmennya untuk terus mempererat kerja sama, terutama dalam bidang budaya, sejarah, dan pariwisata berbasis warisan.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap menciptakan model kolaborasi internasional yang nyata dalam perlindungan dan pengembangan warisan Jalur Sutra Maritim,” tutup Liu. (din)

UIN Siber Cirebon Gagas Langkah Besar Jadi “Islamic Green Campus”

 

CIREBON, FC  – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal secara internasional sebagai Cyber Islamic University (CIU), kembali menunjukkan komitmen kuatnya sebagai pelopor kampus digital Islam yang berwawasan lingkungan. 

Melalui pertemuan perdana secara daring via Zoom Cloud Meeting bersama tim UI GreenMetric, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memulai langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita besar sebagai Islamic Green Campus kelas dunia. Rabu, (14/5).

Pertemuan ini merupakan bagian awal dari rangkaian Paket Layanan UI GreenMetric yang fokus pada pengenalan, penilaian awal, dan pemetaan kesiapan UIN Siber dalam memenuhi enam indikator utama pada pemeringkatan kampus hijau dunia.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Menuju UI Greenmetric merupakan bagian dari komitmen institusi untuk bertransformasi menjadi kampus yang berkelanjutan, hijau, dan ramah lingkungan. 

UI GreenMetric bukan hanya sekadar pemeringkatan universitas berbasis lingkungan, namun merupakan cerminan dari tanggungjawab sebagai bagian dari masyarakat akademik global untuk berkontribusi nyata terhadap pelestarian bumi dan pencapaianSustainable Development Goals (SDGs).

Mengusung Visi "Kampus Hijau Islami dan SDGs"

Dengan tema besar “Kampus Hijau Islami dan SDGs,” UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berambisi menjadi Perguruan Tinggi Islam Negeri berbasis digital pertama di Indonesia yang mengintegrasikan nilai-nilai rahmatan lil-‘alamin dengan prinsip keberlanjutan global berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertemuan ini dipandu oleh Sabrina Hikmah dan dibuka dengan sambutan dari Dr. Junaidi, S.S., M.A., perwakilan UI GreenMetric. Ia menekankan pentingnya sinergi antara nilai keislaman dan keberlanjutan lingkungan dalam membangun ekosistem kampus masa depan. 

“UI GreenMetric menyambut baik langkah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus digital Islam pertama yang serius menjajaki jalur kampus hijau. Pertemuan ini adalah awal penting untuk kolaborasi jangka panjang,” tegas Dr. Junaidi.

Arahan Penuh dari Pimpinan Kampus

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan komitmen penuh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menjalani proses pada pemeringkatan UI GreenMetric. 

“Kami siap mengikuti arahan dan bimbingan dari para asesor GreenMetric. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar UIN Siber sebagai universitas unggul dan berkelas dunia,” ujarnya.

Pemaparan Visi, Strategi dan Implementasi oleh Tim Kampus Hijau sebagai motor penggerak UI GreenMetric UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd. I. memaparkan peta jalan (roadmap) Islamic Green Campus yang mengintegrasikan tiga pilar utama: digitalisasi, nilai keislaman, dan keberlanjutan. 

“Agenda kampus hijau bukan sekadar slogan. Ini adalah bagian integral dari visi kami sebagai kampus Islam Negeri berbasis siber unggul mendunia,” tegas Maulidya.

Empat misi utama kampus yang ia sampaikan meliputi:

1.Mengadvokasi gerakan Open Islamic Educational Resources (OIER).

2.Menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang profesional dan berbasis multimedia.

3.Meningkatkan riset kolaboratif dan pengabdian global.

4.Menyempurnakan layanan akademik berbasis teknologi dan mutu berkelanjutan.

Pengembangan Islamic Green Campus dan pencapaian SDGs merupakan salah satu dari 10 program prioritas kampus, sebagai aksi nyata yang berbasis data Dr. Maulidya membeberkan beberapa langkah konkret yang telah dan akan dilakukan kampus:

•Kurikulum SDGs dan Ekoteologi Islam: Integrasi minimal 5 mata kuliah berbasis keberlanjutan.

•Energi Terbarukan: Target pengurangan konsumsi listrik ≥20% lewat panel surya.

•Pengelolaan Sampah: 70% sampah terpilah dan program urban farming berbasis pesantren.

•Penanaman 1.000 Pohon Matoa: Mendukung program nasional "Kemenag Hijaukan Indonesia".

Siap Penuhi 6 Kriteria UI GreenMetric

UIN Siber menyatakan siap memenuhi enam indikator penilaian UI GreenMetric:

1.Setting & Infrastructure: 90.006 m² lahan konservasi, 21.191 m² ruang hijau dan kebijakan pembangunan kampus berkelanjutan.

2.Energy & Climate Change: Digitalisasi kampus sebagai strategi efisiensi, kebijakan hemat energi dan pengurangan emisi karbon.

3.Waste: Program daur ulang sampah, pengurangan penggunaan plastik, pengelolaan limbah organik dan anorganik melalui Bank Sampah.

4.Water: Sistem pengguna aan air secara hemat dan kampanye kesadaran.

5.Transportation: Area bebas kendaraan dan jalur pejalan kaki hijau.

6.Education & Research: Mendesain Matakuliah yang berkelanjutan, mendorong penelitian dan pengabdian tentang lingkungan dan sustainability serta mendorong mahasiswa dalam proyek hijau di kampus (Green Entrepreneurship)

Diskusi Interaktif dan Sinergi Lintas Unit

Sesi diskusi yang dipandu Prof. Dr.-Ing. Ir. Dwita Sutjiningsih, Dipl. HE berlangsung interaktif. Perwakilan UIN Siber seperti Dr. Maulidya Ulfah, Afifi Hasbunallah, dan Mohamad Arifin aktif berdialog dan mengeksplorasi peluang sinergi bersama para asesor UI GreenMetric.

Tonggak Internasionalisasi dan Aksi Lingkungan Islam

Pertemuan perdana ini tidak hanya menjadi pintu masuk menuju pemeringkatan UI GreenMetric, akan tetapi juga menjadi tonggak penting dalam internasionalisasi kampus, dengan membawa nilai-nilai Islam sebagai solusi keberlanjutan global.

“Melalui pendekatan digital, ekologis, dan partisipatif, kami ingin menjadikan UIN Siber bukan hanya masuk peringkat UI GreenMetric, tapi menjadi benchmarks dunia untuk kampus hijau berbasis Islam dan teknologi,” pungkas Maulidya. (din)

Disdik Apresiasi, Pentas PAI Tingkat SD se-Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon Sukses Digelar

CIREBON, FC - Kegiatan Pentas PAI (Pendidikan Agama Islam) tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Pekalipan telah sukses diselenggarakan pada hari Rabu, 14 Mei 2025. Dengan tema “Mewujudkan Generasi yang Cerdas, Beriman, dan Bertaqwa sesuai dengan Semangat Islam Rahmatan Lil Alamin”.

Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat keislaman yang moderat serta membina karakter peserta didik sejak usia dini melalui berbagai lomba bernuansa keagamaan, seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), adzan, cerdas cermat Islam, dan kaligrafi.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdis) Kota Cirebon, Sujana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. 

Ia menyatakan bahwa kegiatan Pentas PAI merupakan salah satu bentuk nyata dari sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia.

“Melalui Pentas PAI ini, kita tidak hanya mengasah kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter religius dan sosial mereka. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menghadirkan generasi cerdas yang beriman dan bertaqwa,” ujar Sujana.

Acara berlangsung dengan antusias dan penuh semangat dari para peserta, guru pembimbing, serta para orang tua yang turut hadir memberikan dukungan. 

Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan spiritual dan pengembangan potensi siswa di bidang keagamaan. (din)

Cirebon Siap Jadi Sentra Ikan Nila di Jawa Barat, Inilah Keuanggulannya

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menggenjot potensi sektor perikanan, khususnya dalam budidaya ikan nila, guna menjadikan daerah ini sebagai salah satu sentra produksi ikan nila unggulan di Jawa Barat. 

Salah satu upaya yang tengah digalakkan adalah pengembangan ikan nila sakti, yang digadang-gadang menjadi primadona baru dalam dunia budidaya perikanan.

Ikan nila (Oreochromis niloticus) bukanlah nama asing bagi masyarakat Indonesia. Ikan air tawar ini telah lama menjadi andalan di berbagai restoran dan rumah makan sebagai menu favorit karena cita rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang melimpah.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, ikan nila sakti memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya pilihan utama untuk dibudidayakan.

“Ikan nila memiliki toleransi tinggi terhadap lingkungan, bisa hidup di air tawar maupun payau, pertumbuhannya cepat, dan kandungan proteinnya tinggi. Selain itu, harganya juga cukup bersaing di pasar,” ujarnya.

Berikut sejumlah keunggulan ikan nila yang membuatnya semakin diminati:

Kaya Protein: Menjadi sumber protein hewani berkualitas tinggi, penting untuk pertumbuhan dan regenerasi sel tubuh.

Mengandung Omega-3: Membantu menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak.

Vitamin dan Mineral Lengkap: Termasuk vitamin B12, selenium, fosfor, dan nutrisi penting lainnya untuk kesehatan tulang dan sistem saraf.

Rendah Lemak Jenuh: Menjadikan ikan nila sebagai pilihan sehat bagi konsumen yang peduli akan pola makan.

Pertumbuhan Cepat & Efisien: Ikan nila tumbuh pesat meski dengan pakan yang hemat biaya.

Adaptif Terhadap Lingkungan: Cocok dibudidayakan di kolam, waduk, sawah, hingga kawasan pesisir dengan salinitas tertentu seperti varietas nila Srikandi.

Tingginya permintaan pasar baik lokal maupun ekspor turut mendorong semangat pembudidayaan ikan nila di Cirebon. Tidak hanya diminati untuk konsumsi dalam negeri, ikan nila kini juga menjadi komoditas ekspor unggulan, terutama ke Amerika Serikat dalam bentuk filet (fillet).

Senin, 12 Mei 2025

Hasil Perjuangan Panjang, Prodi Tadris IPS UIN Siber Cirebon Sukses Raih Akreditasi UNGGUL dari LAMDIK

CIREBON — Prestasi gemilang kembali diraih oleh Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Prodi ini berhasil meraih peringkat akreditasi UNGGUL dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) melalui Surat Keputusan Nomor 553/SK/LAMDIK/Ak/S/V/2025 tertanggal 6 Mei 2025, dengan masa berlaku hingga 5 Mei 2030.

Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting dalam transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang sebelumnya berstatus IAIN. 

Akreditasi unggul ini merupakan hasil panjang dari proses peningkatan mutu akademik dan tata kelola kelembagaan, yang dimulai dari konversi peringkat A ke UNGGUL oleh BAN-PT pada 27 Agustus 2024 dan berlaku sampai 22 Desember 2025.

Tak berhenti sampai di sana, Hj. Yetti Nurizzati, M.Si., selaku Ketua Jurusan Tadris IPS menyampaikan bahwa pihaknya terus melanjutkan proses reakreditasi ke LAMDIK untuk menjamin keberlanjutan status unggul di masa mendatang. 

"Kami masih berjuang menyusun LKPS dan LED yang diajukan ke LAMDIK pada 20 Desember 2024 sebagai antisipasi berlakunya instrumen akreditasi baru pada tahun 2025," ungkapnya.

Momen visitasi asesor lapangan (AL) pada 18–19 Maret 2025, yang bertepatan dengan 18–19 Ramadhan 1446 H, menjadi titik spiritual sekaligus motivasi besar bagi tim akreditasi. Dengan semangat Ramadan, seluruh tim task force bekerja keras dan cerdas dalam melengkapi dokumen serta menghadirkan kualitas terbaik dari prodi Tadris IPS.

Dr. H. Saifuddin, M.Ag., selaku Dekan FITK, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kombinasi ikhtiar akademik dan spiritual. 

"Ikhtiar ini kami lanjutkan dengan ikhtiar jalur langit. Bersama doa seluruh civitas akademika UIN SSC, akhirnya keluarlah SK akreditasi unggul ini. Semoga membawa berkah bagi kita semua. Aamiin," ujarnya penuh haru.

Dengan nilai akreditasi 367, Prodi Tadris IPS kini resmi menyandang status unggul hingga tahun 2030. Ini menjadi bukti komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pelopor pendidikan Islam berbasis digital di Indonesia yang mampu bersaing secara nasional dan global.

Wali Kota Cirebon Lepas 353 Jamaah Haji Kloter 10 KJT Menuju Tanah Suci

CIREBON – Sebanyak 353 jamaah haji asal Kota Cirebon secara resmi dilepas keberangkatannya menuju Tanah Suci oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, pada Senin (12/5/2025). 

Acara pelepasan berlangsung di Markas Korem 063/SGJ dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, serta jajaran pejabat terkait. 

Para jamaah tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 Embarkasi Kertajati (KJT), yang selanjutnya diberangkatkan menuju Asrama Haji Indramayu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas keberangkatan para tamu Allah tersebut. 

“Izinkan saya mewakili seluruh masyarakat Kota Cirebon mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Dari sekian banyak umat Islam, Bapak dan Ibu adalah yang terpilih, yang mendapat undangan khusus dari Allah SWT,” ujar Wali Kota dengan penuh haru.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Makkah, melainkan juga perjalanan spiritual yang menuntut pengendalian diri dan penguatan akhlak. 

“Menjadi tamu Allah berarti menjaga lisan, hati, dan perilaku. Jaga kebersamaan, saling bantu dan hormat. Karena hakikat ibadah haji mencerminkan kehidupan bersama yang harmonis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh jamaah untuk memperkokoh niat, menguatkan tekad, dan menjaga semangat kebersamaan. Ia menekankan pentingnya membawa serta doa-doa terbaik bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Cirebon. 

“Di tempat-tempat mustajab, mohonkanlah agar daerah kita senantiasa diberkahi dan dijauhkan dari musibah,” ucapnya.

Tak lupa, Wali Kota menyampaikan harapannya agar para jamaah diberi kesehatan dan keselamatan selama menjalani seluruh rangkaian ibadah haji. “Kami semua mendoakan Bapak dan Ibu sekalian kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Ibadah Haji (PPIH) Kota Cirebon, H Asep Fauzy Firmansyah, menjelaskan bahwa jamaah haji tahun ini terdiri dari 190 perempuan dan 163 laki-laki.

 “Kloter 10 KJT juga dilengkapi dengan tujuh petugas, termasuk pemandu, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan petugas haji daerah,” ungkapnya.

Menurut Asep, jamaah termuda dalam kloter ini berusia 18 tahun. Proses persiapan keberangkatan dilakukan secara terorganisir demi memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh jamaah selama berada di asrama.

“Jamaah akan memasuki Bandara Kertajati pada 13 Mei 2025 dan kepulangan jamaah dijadwalkan pada 23 Juni 2025. Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran dan keselamatan selama menunaikan ibadah. Mari kita doakan agar mereka kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan mendapatkan haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkasnya. (din)



Sabtu, 10 Mei 2025

Wali Kota Cirebon Tegaskan Komitmen Kolaborasi dalam Munas APEKSI VII

SURABAYA - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo didampingi Wakil Wali Kota, Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo dan jajaran kepala perangkat daerah mengikuti rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)  di Surabaya, 6-10 Mei 2025. 

Kegiatan Munas APEKSI VII dihadiri oleh 98 Wali Kota dari berbagai penjuru Indonesia. Munas ke-VII APEKSI ini menjadi momen strategis dalam mempererat kerja sama antar kota guna merespons tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, saat membuka kegiatan Munas APEKSI VII yang digelar di Exhibition Hall Grand City, Surabaya.

“Para kepala daerah perlu menjalin hubungan yang selaras demi menjaga stabilitas serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan yang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu, sinergi antara pemimpin daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi hal yang sangat penting,” ujar Bima Arya.

Ia juga menegaskan bahwa Munas APEKSI ini merupakan ajang penting bagi para wali kota untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah.

“Forum ini juga menjadi sarana untuk memperluas cakupan inovasi serta memperkuat komitmen dalam membangun kota yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sebagai mantan Ketua Umum APEKSI, Bima Arya turut menyoroti pentingnya efisiensi anggaran. Menurutnya, efisiensi bukan hanya soal pengurangan biaya, tetapi merupakan langkah investasi jangka panjang untuk membentuk tata kelola keuangan daerah yang lebih sehat. 

"Contohnya, efisiensi dalam perjalanan dinas mampu menurunkan beban anggaran dari Rp44 triliun menjadi Rp34 triliun, sedangkan biaya seremonial turun dari Rp48 triliun menjadi Rp45 triliun,” jelasnya.

Selain sidang pleno, rangkaian kegiatan juga mencakup berbagai forum tematik seperti Forum Komunikasi Digital, Forum Lingkungan Hidup, Forum Kepala Bappeda, program untuk istri wali kota (Ladies Program), pameran Indonesia City Expo, serta karnaval budaya yang menampilkan keragaman tradisi dari seluruh nusantara.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turut menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Munas APEKSI ini dan menekankan peran penting forum tersebut dalam menemukan solusi bersama untuk tantangan pembangunan daerah.

“Munas APEKSI adalah kesempatan berharga untuk memperkuat kolaborasi antar kota. Lewat forum ini, kita dapat bertukar pengalaman, strategi, dan mendorong terobosan pelayanan publik yang lebih baik. Kami di Kota Cirebon selalu terbuka untuk kolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Keterlibatan aktif Kota Cirebon dalam Munas ini mencerminkan komitmen pemerintah kota untuk memperluas jaringan antar daerah serta mendukung transformasi pelayanan publik yang adaptif dan inovatif. 

Kehadiran para wali kota, termasuk dari Cirebon, menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi untuk menciptakan kota yang mandiri, maju, dan berkelanjutan. (din)



Mahasiswa SPI UIN Siber Cirebon Lakukan Studi Lapangan Mata Kuliah Apresiasi Seni Ke Sentra Gerabah Sitiwinangun Cirebon

CIREBON, FC – Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) kelas 6A Fakultas Ushuluddin dan Adab, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan studi lapangan mata kuliah Apresiasi Seni di sentra kerajinan gerabah Desa Sitiwinangun, Kec Jamblang, Kab Cirebon, pada Kamis, 8 Mei 2025. 

Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Yunita Dwi Jayanti, M.Pd.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami nilai-nilai artistik dan sejarah dari kerajinan gerabah, yang telah lama menjadi identitas budaya khas Desa Sitiwinangun. 

Para mahasiswa tidak hanya menyaksikan proses pembuatan gerabah secara teknis, tetapi juga menelusuri sejarah desa tersebut sebagai pusat pengrajin gerabah yang kini berkembang menjadi desa wisata berbasis budaya lokal.

Dalam penjelasannya, dosen pendamping Yunita Dwi Jayanti menekankan pentingnya pembelajaran seni secara langsung di lapangan. “Apresiasi seni tidak cukup hanya dipelajari di ruang kelas. 

Melalui studi lapangan ini, mahasiswa bisa mengalami sendiri bagaimana nilai seni itu hidup dan diwariskan dalam masyarakat,” ujarnya.

Desa Sitiwinangun sendiri merupakan salah satu sentra pengrajin gerabah tertua di Cirebon yang masih aktif hingga kini. Nama desa ini memiliki makna filosofis yang kuat. ‘Siti’ berarti tanah dan ‘winangun’ berarti dibentuk atau dibangun. 

Hal ini mencerminkan kegiatan utama masyarakatnya yang sejak zaman dahulu membentuk tanah menjadi karya seni bernilai tinggi, yaitu gerabah.

Selama kegiatan, mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai proses pembuatan gerabah mulai dari pemilihan tanah liat, teknik pembentukan dengan alat tradisional, pengeringan alami, hingga pembakaran di tungku terbuka. 

Tidak hanya itu, mahasiswa juga diajak berinteraksi langsung dengan pengrajin lokal dan mencoba sendiri membentuk gerabah sederhana, sebuah pengalaman yang membuka wawasan baru tentang proses kreatif seni tradisional.

Salah satu mahasiswa peserta kegiatan, Aisyah Nurul Fadilah, mengungkapkan antusiasmenya, ia melihat langsung dan mencoba membuat gerabah sendiri membuat dirinya lebih memahami bagaimana nilai seni dan budaya itu terbentuk dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Ia menilai bahwa pembelajaran berbasis lapangan seperti ini sangat relevan dengan karakter ilmu humaniora yang menekankan pentingnya interaksi langsung dengan objek budaya.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dosen dan antusiasme mahasiswa dalam kegiatan studi lapangan ini. Ini adalah bentuk nyata dari pendidikan kontekstual yang membumi dan bernilai. Seni dan budaya adalah bagian penting dari peradaban Islam yang perlu terus dikaji dan dilestarikan,” ujar Anwar Sanusi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian seni tradisional sebagai bagian dari khazanah peradaban Islam dan budaya Nusantara. 

Studi lapangan ini juga menjadi refleksi bahwa seni bukan hanya ekspresi estetika, melainkan juga simbol peradaban, identitas, dan kearifan lokal yang perlu dijaga dalam menghadapi era modernisasi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) ke dalam kurikulum, serta mendukung mahasiswa untuk lebih aktif mengenal dan mencintai budaya lokal Indonesia. (din)

Jumat, 09 Mei 2025

Mahasiswa UIN Siber Cirebon Lolos Sertifikasi Nasional Video Editor, Tunjukkan Potensi Kreatif di Ajang VISION Kabupaten Bandung

BANDUNG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Abdul Rofi, mahasiswa semester 8 Program Studi Tadris Biologi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau yang lebih dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU). 

Rofi berhasil lolos dalam Sertifikasi Video Editor bertajuk VISION (Video Editor Certification Program) yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung pada 6–7 Mei 2025 di Gedung Pusat Kreasi Destinasi Pariwisata (PKDP) Kabupaten Bandung.

Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh 24 peserta dari kalangan pelaku ekonomi kreatif yang sebelumnya telah melewati tahap seleksi ketat. 

Tujuannya adalah mendukung dan meningkatkan kompetensi insan kreatif di era digital. Dalam program ini, peserta mendapatkan Bimbingan Teknis pada hari pertama dan menjalani Uji Kompetensi Sertifikasi pada hari kedua.

“VISION adalah ruang tumbuh bagi para editor video lokal karena kreativitas perlu difasilitasi agar mampu memberi dampak yang lebih besar,” ungkap Abdul Rofi dalam sesi wawancaranya.

Sebagai relawan editor aktif di Pusat Inovasi Pembelajaran Digital (PIPD) UIN Siber Cirebon serta pengelola media sosial Ma’had Al-Jami’ah UIN Siber selama hampir dua tahun, Rofi menilai sertifikasi ini sebagai batu loncatan penting menuju dunia profesional. 

Ia menyampaikan terima kasih kepada kampusnya atas dukungan yang terus diberikan terhadap minat dan bakat mahasiswa di bidang videografi.

“Saya sangat berterima kasih kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Sertifikasi ini bukan hanya tentang belajar teknis editing, tapi juga soal menyampaikan gagasan dan cerita yang bermakna,” tambah Rofi.

Sambutan apresiatif datang dari Ir. Gunawan Ramli, M.Kom selaku perwakilan PT. LSP Digital Teknologi, lembaga penyelenggara sertifikasi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penilaian sertifikasi meliputi attitude (sikap), knowledge (pengetahuan), dan skill (kemampuan).

“Kehadiran kami adalah bentuk komitmen untuk mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di sektor kebudayaan dan pariwisata yang kini turut bertransformasi ke arah digital,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Sofiyurahman, S.St.Par, MM, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku ekonomi kreatif.

“Ini adalah peluang emas untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di industri kreatif. Peserta dibekali keahlian serta sertifikat resmi yang diakui secara nasional,” ucapnya.

Pada sesi Bimbingan Teknis, peserta mendapat materi langsung dari praktisi multimedia nasional, Dr. Sugata Salim, S.TH., M.M., M.Ag., MOS, yang membawakan materi mulai dari dasar scriptwriting, perencanaan produksi, hingga praktik membuat video sesuai standar industri.

Dalam sesi uji kompetensi, Abdul Rofi mempresentasikan karya videonya yang berjudul “TEKO: Teh dan Kopi untuk Semua Cerita”, yang dapat disaksikan melalui tautan Instagram Reel.

“Kegiatan ini mengajarkan saya bahwa membuat video bukan hanya soal visual yang bagus, tapi juga konsep, cerita, dan bagaimana ide dikemas secara profesional,” tutup Rofi.

Keikutsertaan Rofi dalam sertifikasi ini menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tapi juga aktif dalam mengasah keterampilan digital kreatif untuk menyongsong masa depan industri kreatif nasional.

Bukti Transparan dan Akuntabel Dalam Tata Kelola Keuangan, UIN Siber Cirebon Raih Opini WTP Tiga Kali Berturut-Turut

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon


CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan negara. 

Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, kampus yang dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU) ini berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) tahun 2022, 2023, dan 2024.

Opini tertinggi dalam audit keuangan ini diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan, yang secara independen menilai laporan keuangan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Opini WTP menjadi indikator kuat bahwa lembaga ini telah memenuhi standar tertinggi dalam akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika dan jajaran pengelola keuangan yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam membangun tata kelola yang profesional dan terpercaya.

“Opini WTP ini bukan sekadar prestasi administratif. Ini adalah wujud nyata dari budaya kerja yang akuntabel, kolaboratif, dan transparan. Kami bangga dapat menjaga kepercayaan publik dalam pengelolaan dana negara, khususnya di sektor pendidikan tinggi,” ungkap Prof. Aan.

Pencapaian tiga tahun berturut-turut ini semakin menegaskan posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri yang adaptif dan responsif, terutama dalam menghadapi era digitalisasi keuangan dan penguatan peran BLU sebagai lembaga layanan publik yang efisien dan berdaya saing.

Lebih dari sekadar catatan keuangan, keberhasilan ini juga mencerminkan transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terus bergerak maju dalam mendukung reformasi birokrasi dan sistem manajemen berbasis teknologi.

 Dengan konsistensi meraih WTP, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat mutu layanan pendidikan tinggi berbasis keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan, sebagai kontribusi nyata dalam membangun SDM unggul untuk masa depan Indonesia. (din)

Polresta Cirebon Amankan 4.118 Knalpot Tak Sesuai Spesifikasi, Siap Dijadikan Monumen Edukasi

 

CIREBON – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon mengamankan sebanyak 4.118 unit knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis selama periode Januari hingga April 2025. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya penertiban kendaraan dalam rangka mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, mengungkapkan bahwa ribuan knalpot tersebut diamankan hasil razia yang digelar secara rutin oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan Polsek di bawah naungan Polresta Cirebon.

“Hasil pelaksanaan razia yang kami lakukan terkait Kamseltibcarlantas, Polresta Cirebon berhasil mengamankan sebanyak 4.118 knalpot yang tidak sesuai spesifikasi,” ujar Kombes Pol Sumarni dalam keterangan resminya.

Tak hanya sekadar penindakan hukum, Polresta Cirebon juga merencanakan langkah edukatif yang unik. Ribuan knalpot yang disita rencananya akan disulap menjadi sebuah monumen sebagai pengingat dan edukasi bagi masyarakat agar tidak lagi menggunakan knalpot bising yang melanggar aturan.

“Nantinya, sebagian dari knalpot yang diamankan akan kami jadikan tugu atau monumen sebagai simbol edukasi agar masyarakat tidak lagi menggunakan knalpot yang tidak sesuai spek,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Sumarni menegaskan bahwa penggunaan knalpot tidak standar tidak hanya melanggar ketentuan lalu lintas, tetapi juga berpotensi mengganggu ketertiban umum, kenyamanan, bahkan keamanan masyarakat.

Upaya ini menjadi salah satu bentuk komitmen Polresta Cirebon dalam menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman dan tertib serta meningkatkan kesadaran hukum di tengah masyarakat. (din)

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Rutin

 

CIREBON – Ribuan botol minuman keras (miras) hasil dari operasi rutin yang ditingkatkan dimusnahkan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon. Pemusnahan ini digelar usai konferensi pers yang berlangsung di Mapolresta Cirebon pada Kamis (8/5/2025), dan dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Sumarni menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Cirebon dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya menjelang transformasi Kabupaten Cirebon sebagai kawasan industri yang ramah investasi.

"Total miras pabrikan yang kami musnahkan hari ini sebanyak 4.974 botol dengan nilai taksiran mencapai Rp258.440.000. Selain itu, terdapat pula 4.310 botol miras tradisional jenis ciu senilai Rp86.200.000, serta 1.342 liter tuak senilai Rp6.710.000 yang ikut dimusnahkan," ujar Kapolresta.

Barang bukti tersebut merupakan hasil dari operasi rutin malam hari yang dilakukan oleh jajaran Satres Narkoba dan fungsi lainnya di lingkungan Polresta Cirebon sepanjang Mei 2025. 

Selain memusnahkan miras, pihak kepolisian juga memaparkan keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

Kombes Pol Sumarni menegaskan bahwa konsumsi miras tidak hanya merusak kesehatan, namun juga kerap menjadi pemicu berbagai tindakan kriminal di masyarakat. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga keamanan lingkungan dan menjauhi penyalahgunaan barang terlarang.

"Mari kita bersama-sama ciptakan Kabupaten Cirebon yang aman, kondusif, dan ramah bagi investor. Jangan ragu melaporkan tindak kejahatan melalui layanan Call Center 110 atau WhatsApp pengaduan di nomor 08112497497," tegasnya.

Pemusnahan miras ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan instansi dan unsur Forkopimda, antara lain Kasdim 0620 Kab. Cirebon Mayor Arm. Zulhkan, Kasi Pengelolaan Barang Bukti Kejari Cirebon Santoso, SH, MH, Sekdishub Kab. Cirebon Yayan Sunarya, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan. Hadir pula para pejabat Polresta Cirebon seperti Kasat Resnarkoba AKP Heri Nurcahyo, Kasi Propam Iptu Enjay Sonjaya, dan Kasi Humas Ipda Ivan Arief Munandar, serta para Kanit Sat Resnarkoba dan awak media.

Dengan kegiatan ini, Polresta Cirebon berharap kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat dan peredaran miras serta narkotika dapat ditekan secara signifikan di wilayah hukumnya. (din)