Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 20 Juni 2025

Hartono Hadiri Doa Bersama dan Santunan Yatim Piatu DPD AKKI Kuningan, Dorong Penguatan Legalitas Bisnis di Wilayah Ciayumajakuning

KUNINGAN, FC– Tokoh masyarakat dan penggerak dunia usaha, Hartono, menghadiri acara doa bersama dan santunan untuk anak yatim piatu yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (DPD AKKI) Kabupaten Kuningan, Jum'at, 20 Juni 2025. 

Acara ini berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dengan dihadiri para pengurus, anggota AKKI, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Hartono menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPD AKKI Kuningan atas penyelenggaraan kegiatan yang sarat nilai sosial dan spiritual ini. 

Ia menegaskan pentingnya peran pengusaha dan organisasi konstruksi dalam memperkuat sinergi sosial, sekaligus membangun jaringan usaha yang sehat dan legal.

“Momentum seperti ini bukan hanya untuk berbagi, tapi juga mempererat tali persaudaraan dan menyatukan visi kita dalam membangun usaha yang kuat, legal, dan terarah,” ujarnya.

Hartono juga menyampaikan harapannya kepada DPD AKKI di wilayah lain, khususnya Kabupaten Majalengka dan Indramayu, agar segera aktif dan solid dalam melebarkan kiprah organisasinya.

“DPD AKKI Majalengka dan Indramayu harus segera berkibar. Kita butuh sinergi kuat lintas daerah untuk memperkuat legalitas bisnis konstruksi dan usaha lainnya. Sudah saatnya kita semua bersatu bersama tim LPKBH Keris sebagai mitra strategis dalam penguatan aspek hukum dan advokasi,” tambahnya.

Menurut Hartono, kolaborasi antara AKKI dan LPKBH Keris akan menjadi kekuatan baru bagi para pelaku usaha dalam menghadapi tantangan regulasi dan birokrasi di lapangan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan usaha dan keselamatan bangsa, serta penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim piatu yang hadir, sebagai wujud nyata kepedulian dan rasa syukur para anggota AKKI Kuningan. (din)

Kamis, 19 Juni 2025

UPZ UIN Siber Cirebon Gelar Open Donasi untuk Bantu Adys Amelia Putri Akibat Kecelakaan Lalulintas

CIREBON, FC  — Semangat kepedulian dan solidaritas kembali ditunjukkan oleh sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang dikenal pula sebagai Cyber Islamic University (CIU). 

Melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Syarifah Mudaim, kampus ini menggelar open donasi untuk membantu salah satu mahasiswinya yang tengah tertimpa musibah, Adys Amelia Putri, mahasiswi Semester 4 Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Adys mengalami kecelakaan lalu lintas yang cukup serius dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sumber Waras. 

Mengetahui kondisi tersebut, UPZ Syarifah Mudaim segera bertindak cepat dengan membuka penggalangan dana yang melibatkan para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan elemen kampus lainnya.

Puncak dari aksi kemanusiaan ini terjadi pada Rabu, 18 Juni 2025, saat Wakil Rektor III Prof. Dr. Hajam, M.Ag.,Dekan FEBI Dr. H. Didi Sukardi, SH., MH., dan Dr. Hj. Dewi Fatmasari, M.SI.,  bersama tim UPZ mendatangi RS Sumber Waras untuk menyerahkan langsung hasil donasi kepada keluarga Adys, yang diterima oleh ibu kandungnya Sustini Salim Jaya. 

Suasana haru dan hangat menyelimuti pertemuan tersebut, menjadi bukti nyata bahwa UIN Siber Cirebon tak hanya hadir sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling menguatkan dalam masa-masa sulit.

Rektor UIN Siber Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan pesan penuh empati, bahwa pihak kampus berupaya membantu meringankan beban keluarga Adys yang sedang mengalami cobaan berat. 

"Semoga bantuan yang terkumpul ini bisa sedikit meringankan biaya pengobatan, meskipun tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan," tuturnya.

Prof. Aan juga menegaskan bahwa gerakan solidaritas ini mencerminkan kepedulian kampus terhadap mahasiswanya. Ia pun menyampaikan doa, 

“Semoga keluarga Adys diberi ketabahan, dan Adys lekas pulih serta bisa kembali beraktivitas seperti sediakala. Aamiin,” paparnya.

Sementara itu, Prof. Hajam, perwakilan dari Pimpinan UIN Siber Cirebon, menyampaikan bahwa penggalangan donasi ini merupakan bentuk konkret dari misi kemanusiaan dan solidaritas dalam lingkungan kampus. 

“Kami dari siviatas akademika berupaya mengoordinasikan donasi ini sebagai bentuk empati kami kepada Adys dan keluarganya. Semoga bisa membantu biaya pengobatan dan menjadi penguat di tengah cobaan ini,” ujar Warek III.

Aksi penggalangan dana ini bukan hanya bentuk bantuan materiel, tetapi juga menjadi simbol kekuatan moral dan spiritual yang terus dijaga dalam atmosfer akademik UIN Siber Cirebon. 

Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditanamkan melalui kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus menumbuhkan jiwa kemanusiaan di tengah perkembangan zaman.

“Semoga Adys Amelia Putri segera pulih dan kembali menempuh perkuliahan bersama teman-teman tercinta. Kampus selalu hadir untukmu," tandasnya. (dim)

Wakil Wali Kota Kunjungi Keluarga Korban Longsor Tambang Ilegal di Argasunya

 

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan kunjungan duka ke rumah keluarga korban longsor akibat aktivitas tambang ilegal di kawasan Argasunya, pada Kamis (19/6/2025). 

Kunjungan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian Pemerintah Kota terhadap warga yang terdampak bencana tersebut.

Dalam suasana haru dan penuh keprihatinan, Wakil Wali Kota menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. 

“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kami sangat prihatin dan Pemerintah Kota berkomitmen untuk mengusut tuntas kejadian ini,” ujar Wakil Wali Kota saat berada di lokasi. 

Sebagai wujud empati, Pemerintah Kota memberikan dukungan moril dan bantuan langsung kepada keluarga korban. Bantuan ini mencakup kebutuhan dasar serta pendampingan psikologis bagi keluarga yang mengalami trauma. 

“Pemerintah Kota hadir bukan hanya pada saat kejadian, tapi juga dalam duka masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa warga tidak merasa sendirian,” tegasnya.

Wakil Wali Kota juga menyinggung persoalan tambang ilegal yang selama ini menjadi masalah di kawasan Argasunya. 

Menurutnya, aktivitas penambangan yang dilakukan tanpa izin tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan warga. 

“Kami sangat menyesalkan masih adanya aktivitas tambang ilegal di kawasan yang sudah dilarang. Pemerintah akan memperketat pengawasan, dan seluruh akses akan ditutup,” kata dia.

Ia menambahkan, insiden longsor ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa keselamatan warga adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. 

“Ini bukan hanya soal aturan, tapi menyangkut nyawa warga. Jangan sampai ada korban berikutnya akibat kelalaian dan pembiaran terhadap aktivitas yang melanggar hukum,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjut Wakil Wali Kota, akan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum, untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas tambang ilegal di wilayahnya. 

Upaya preventif juga akan digalakkan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya tambang liar dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin menyampaikan bahwa Pemerintah Kota hadir dan bertanggung jawab. Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah tragedi serupa. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tutur Wakil Wali Kota.

Di akhir kunjungannya, Wakil Wali Kota menyerukan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghentikan aktivitas tambang ilegal. “Mari kita hentikan aktivitas tambang ilegal. Lindungi nyawa, jaga lingkungan. Pemkot Cirebon hadir bersama rakyat,” tegasnya. (Aida)



Pemkab Cirebon Komitmen Berantas Sindikasi Rekrutmen Transaksional Tenaga Kerja Perusahaan Dalam Negeri

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus menunjukan langkah konkret dalam upaya pemberantasan premanisme di wilayah.

Salah satunya adalah dengan mempersempit tindakan premanisme yang kerap terjadi di bidang ketenagakerjaan, terutama saat proses rekrutmen di perusahaan.

Dinas Ketenagakerjaan selaku Leading Sector menggencarkan sosialiasi mengenai pola penjaringan pekerja perusahaan, dimana acapkali terjadi tindakan transaksional yang dilakukan oleh oknum eksternal maupun internal perusahaan tersebut.

Tak sendiri, Disnaker Kabupaten Cirebon juga turut menggandeng Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Polresta Cirebon, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Cirebon selaku Sekretaris Satgas Pemberantasan Premanisme Kabupaten Cirebon untuk mengawasi pola rekrutmen yang dilakukan.

Pada kegiatan sosialisasi tersebut dihadirkan beberapa manajemen perusahaan, ketua dan pengurus Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), camat se-Kabupaten Cirebon, serta ketua dan pengurus Bursa Kerja Khusus (BKK) Kabupaten Cirebon sebagai pesertanya.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, menjelaskan bahwa Bupati Cirebon telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang Tata Cara Penyampaian Informasi Lowongan Pekerjaan dan Rekrutmen Tenaga Kerja Dalam Negeri pada perusahaan di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, terdapat sembilan poin yang tertera dalam surat edaran tersebut yang akan dijadikan sebagai pedoman perusahaan.

“Perusahaan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya wajib menyampaikan informasi lowongan pekerjaan, permohonan data pencari kerja dan laporan penempatan tenaga kerja ke Disnaker Kabupaten Cirebon,” ujar Novi.

“Artinya, setiap rekrutmen yang akan dilakukan oleh perusahaan akan melalui Disnaker terlebih dahulu sebagai pintu awal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Novi juga menyampaikan dalam surat edaran tersebut mengatur tentang pencari kerja yang berdomisili di sekitar perusahaan hingga pencari kerja disabilitas yang harus diakomodir oleh perusahaan.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon juga berupaya untuk terus mengentaskan pengangguran dengan berbagai cara. Data pencari kerja ada di kami dan desa, sehingga nanti setiap perusahaan yang membuka lowongan, tentunya harus menyesuaikan dengan data pencaker yang kami dan pihak desa miliki,” terangnya.

Terkait tindakan transaksional dan pekerja titipan oknum dengan bayar membayar, Novi menegaskan, dengan pola yang diberlakukan saat ini maka akan mengeliminasi praktek-praktek tersebut.

Pasalnya, lanjut Novi, setiap orang yang akan mendaftar harus terlebih dahulu terdaftar dalam data pencari kerja.

“Screening awal kami tentu disesuaikan dengan data pencaker untuk klasifikasi jenis lowongan pekerjaan. Setelah itu, proses selanjutnya dilakukan oleh manajemen perusahaan, sehingga akan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kompetensi yang diperlukan,” tambahnya.

Meskipun demikian, ia juga menegaskan, dibutuhkan komitmen bersama oleh semua pihak guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Pemerintah, kata dia, sejauh ini sudah berupaya mengeluarkan beberapa kebijakan guna menghilangkan tindakan negatif yang kerap terjadi dalam proses perekrutan tenaga kerja.

“Pemerintah beserta aparat penegak hukum sudah membuat komitmen untuk pemberantasan premanisme. Tentunya, ini juga harus disambut oleh perusahaan dan seluruh unsur yang terkait dalam rekrutmen tenaga kerja (eksternal & internal) dengan menciptakan pola rekrutmen yang terbuka, bebas, objektif, adil dan setara tanpa diskriminasi,” tutupnya. (Ara)

Ketua DPRD Kota Cirebon: Mall UKM Sebagai Ruang Pengembangan Produk Lokal

CIREBON – Keberadaan Mall UKM dinilai dapat menjadi ruang pengembangan dan peningkatan produk lokal di Kota Cirebon.

Karena itu, Pemerintah Daerah Kota Cirebon harus terus hadir mempromosikan dan mendorong pelakuk usaha mikro, kecil dan menengah untuk terus produktif menciptakan produk-produk lokal.

Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE, menyatakan pentingnya menyediakan ruang promosi yang konsisten bagi pelaku UMKM lokal. Ia mengusulkan agar Mall UKM menjadi lokasi tetap kegiatan Bangga Buatan Cirebon untuk mengenalkan produk-produk lokal ke level yang lebih tinggi.

Menurut Andrie, Cirebon memiliki sejumlah aset potensial mulai dari kuliner, batik, produk elektronik, kerajinan tangan, hingga karya ekonomi kreatif.

“Banyak usaha menengah di Kota Cirebon yang potensial, sehingga harus kita pikirkan bersama branding produk tersebut agar dikenal secara luas,” ujar Andrie.

Di samping itu, Andrie juga menyebut pentingnya Mall UKM sebagai ruang tumbuh bagi produk lokal di Kota Cirebon. Bahkan, bukan hanya sebagai tempat penjualan, tetapi juga sebagai wadah berinovasi.

Ia mencontohkan, Kota Cirebon sudah mampu memproduksi laptop sendiri dengan merk dagang Dari Anak Cirebon (DAC). Sehingga ke depan pemerintah bisa menggelar kegiatan serupa namun mengusung tema khusus, seperti produk-produk elektronik.

“Kita harapkan acara ini tidak berhenti di sini, selanjutnya bisa menggelar event besar berskala nasional. Hal ini juga berpotensi meningkatkan PAD hingga angka kunjungan ke Kota Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi menyampaikan, kegiatan Bangga Buatan Cirebon 2025 akan berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 Juni 2025, dengan berbagai agenda yang dirancang untuk mendukung UMKM naik kelas.

Edo juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif mendukung gerakan ini. Yakni dengan menggunakan, dan mempromosikan produk-produk lokal.

Pemerintah juga berkomitmen terus menjadi mitra bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Cirebon.

“Kami hadir untuk memberi dukungan, ruang, dan fasilitasi. Teruslah berinovasi dan menciptakan produk yang membanggakan,” pesannya. (din)

Wali Kota Tinjau Lokasi Longsor di Tambang Galian C Argasunya

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo bersama Forkopimda dan sejumlah pejabat terkait melakukan kunjungan langsung ke lokasi longsor di area tambang galian C, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Rabu (18/6/2025). 

Setibanya di lokasi, Wali Kota memastikan bahwa ada dua korban masih tertimbun di lokasi. Sementara tiga orang lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat. Korban yang tertimbun merupakan warga setempat dari Kedung Jumbleng, Argasunya.

“Kami turut berduka atas insiden yang terjadi. Sebetulnya kami sudah memberikan perhatian khusus tentang aktivitas di area galian C, pemerintah daerah bersama Forkopimda sudah melakukan peninjauan dan melarang aktivitas penambangan di sini karena sangat berbahaya,” jelas Wali Kota.

Wali Kota mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan yang menyebabkan longsor tersebut merupakan tindakan ilegal dan membahayakan keselamatan. “Meskipun sudah ada larangan dan peringatan, masih ada yang melakukan penambangan secara diam-diam,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon saat ini tengah melakukan upaya evakuasi korban tertimbun dengan memperhatikan kondisi tanah agar proses penyelamatan dapat berjalan aman dan efektif. 

“Kami sedang menilai kondisi lokasi apakah memungkinkan menggunakan alat berat untuk evakuasi atau tidak, demi keselamatan tim penyelamat,” terang Wali Kota.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pemerintah daerah berencana menutup seluruh akses menuju tambang galian C di Argasunya. Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah untuk menindak tegas aktivitas penambangan ilegal.

“Penambangan di area ini sudah kami larang secara tegas. Ke depan, akses menuju lokasi akan kami tutup untuk mencegah adanya aktivitas yang membahayakan masyarakat,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Cirebon menghimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama dan menjaga keamanan wilayah. (din)



Rabu, 18 Juni 2025

Farid Wajdi, Tokoh Muda yang Tak Pernah Lelah Membina Milenial untuk Masa Depan Bangsa

BELITUNG, FC — Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, sosok Farid Wajdi hadir sebagai oase bagi generasi muda. Tokoh muda asal Belitung ini terus menunjukkan komitmen dan dedikasi luar biasa dalam membina kaum milenial demi kemajuan bangsa.

Dengan semangat yang tak pernah surut, Farid tak hanya menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan semangat kebangsaan generasi muda. 

Ia dikenal sebagai figur yang konsisten bergerak di lini dakwah intelektual sekaligus aktif membangun jembatan harmoni antar umat, sosial dan kepemudaan di daerahnya.

Lewat berbagai forum keislaman, kegiatan budaya, hingga diskusi kebangsaan, Farid senantiasa menggaungkan pentingnya toleransi serta kolaborasi antar kelompok demi menciptakan masyarakat Belitung yang rukun, damai, dan bersatu dalam keberagaman.

Keterlibatan Farid dalam organisasi kepemudaan Islam seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dan berbagai organisasi lainnya menjadi bukti nyata dedikasinya dalam membina generasi penerus. 

Melalui jalur organisasi dan akademik, ia secara aktif mencetak kader-kader muda yang berdaya saing tinggi, berpikiran terbuka, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

Tak hanya berhenti di ruang-ruang diskusi, Farid juga menggagas berbagai program pelatihan kepemimpinan, kegiatan keagamaan, dan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. 

Ia percaya bahwa generasi muda harus disiapkan secara menyeluruh, baik secara spiritual, intelektual, maupun sosial agar mampu menghadapi realitas dunia yang terus berubah.

“Kaum muda adalah penentu arah bangsa. Jika mereka tidak dibekali dengan nilai-nilai Islam yang moderat serta semangat nasionalisme, kita akan kehilangan pijakan dalam membangun masa depan,” ujar Farid dalam salah satu kegiatan pembinaan pemuda di Belitung.

Kiprah Farid Wajdi tak hanya menjadi inspirasi bagi kalangan muda, tapi benar-benar hadir dan menyatu dengan denyut nadi kehidupan masyarakat.

Di tengah era disrupsi yang seringkali memecah perhatian dan nilai, sosok seperti Farid Wajdi menjadi sangat dibutuhkan bukan hanya sebagai intelektual progresif, tetapi juga sebagai penjaga nilai, dan motor perubahan yang menanamkan harapan di hati generasi masa depan. (din)


Bangga Buatan Cirebon 2025 Dibuka, Produk Lokal Siap Tembus Pasar Lebih Luas

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka kegiatan Bangga Buatan Cirebon 2025 di Area Mall UMKM pada Rabu (18/6/2025). 

Mengangkat semangat “Dari Cirebon untuk Negeri,” acara ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memajukan ekonomi lokal berbasis kreativitas dan kearifan budaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa produk lokal, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, batik, hingga karya kreatif generasi muda, merupakan aset ekonomi yang sangat potensial. 

“Namun potensi sebesar ini tidak akan berkembang dengan sendirinya. Kita harus sediakan ruang, kesempatan, dan dukungan nyata agar produk-produk lokal ini bisa lebih percaya diri dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Kegiatan Bangga Buatan Cirebon 2025 akan berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 Juni 2025, dengan berbagai agenda yang dirancang untuk mendukung UMKM naik kelas. 

“Kegiatan ini bukan sekadar promosi, tapi bentuk nyata dukungan kita terhadap pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Wali Kota.

Wali Kota menyoroti pentingnya Mall UKM sebagai wadah permanen bagi UMKM. Menurutnya, Mall UMKM bukan hanya tempat jualan, tapi laboratorium inovasi. 

"Tempat pelaku usaha bisa belajar, mencoba hal baru, dan memasarkan produk secara langsung maupun digital,” terangnya.

Wali Kota mengajak masyarakat untuk terlibat aktif mendukung gerakan ini. “Ayo kita mulai dari diri sendiri, pilih, pakai, dan promosikan produk lokal. Dengan begitu, kita bukan hanya menggerakkan ekonomi, tapi juga mengangkat harga diri kota kita,” serunya.

Pemerintah Kota Cirebon, kata Wali Kota, akan terus berkomitmen menjadi mitra bagi pelaku usaha kecil dan menengah. “Kami hadir untuk memberi dukungan, ruang, dan fasilitasi. Teruslah berinovasi dan menciptakan produk yang membanggakan,” pesannya.

Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan secara rinci berbagai kegiatan yang disiapkan dalam agenda ini.

“Pengunjung bisa menikmati pameran produk lokal unggulan, mengikuti workshop seni seperti melukis topeng, serta terlibat dalam kegiatan market sounding dan business matching yang mempertemukan pengusaha besar dengan koperasi dan UMKM,” ujarnya.

Iing juga menambahkan bahwa ada seminar terkait kebijakan pengadaan barang dan jasa, serta lomba-lomba kreatif untuk anak muda. 

“Kami ingin kegiatan ini punya sisi edukatif, informatif, sekaligus memberi ruang ekspresi bagi pelaku usaha dan masyarakat,” jelasnya. Dekranasda juga turut andil besar dalam merancang area dekorasi dan ruang kreasi, yang memberi sentuhan estetika dan budaya khas Cirebon.

Iing berharap kegiatan ini menjadi jembatan jejaring bisnis yang lebih luas. “Kami ingin para pelaku UMKM bisa bertemu langsung dengan mitra potensial. Business matching ini kami desain agar tidak hanya terjadi transaksi hari ini, tapi kerja sama jangka panjang,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi, “Bangga Buatan Cirebon 2025” diharapkan mampu menginspirasi pelaku usaha dan masyarakat untuk terus mencintai dan mempromosikan produk lokal dari Cirebon, untuk negeri. (din)



Selasa, 17 Juni 2025

Perkuat Informasi di Akar Rumput, Komdigi Luncurkan KIM.ID

 

KABUPATEN CIREBON — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI meluncurkan situs KIM.ID sebagai upaya dalam memaksimalkan digitalisasi dan merangkul masyarakat dalam mengelola informasi.

Peluncuran tersebut dilakukan di Aston Hotel Cirebon, Selasa (17/6/2025). Sekadar diketahui, KIM.ID merupakan jembatan antara pemerintah dan komunitas informasi masyarakat (KIM).

Menurut Sekretaris Dinas Kominfo (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Agi Agung Galuh Purwa, peluncuran KIM.ID merupakan amanat dari Permenkominfo Nomor 4 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Konkuren.

“KIM adalah kelompok masyarakat yang melakukan pengolahan dan diseminasi informasi, dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat secara mandiri dan kreatif, serta memiliki kedudukan yang berlaku,” kata Agung dalam sambutannya.

Agung tak menampik KIM memiliki kedudukan yang kuat dan strategis. Ia mengatakan, esensi dibentuknya KIM adalah sebagai mitra pemerintah di akar rumput.

KIM memiliki asas “Akses Informasi, Diskusi, Implementasi, Networking, Diseminasi Informasi, dan Aspirasi (ADINDA)”.

“Kami di Jabar, pemetaan telah dilakukan oleh Diskominfo Jabar pada April 2024 lalu. Pemetaan yang kami lakukan dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh serta kekuatan KIM di Jabar,” tuturnya.

Dari hasil pemetaan itu, lanjut Agung, Diskominfo Jabar mendapatkan informasi mengenai corak KIM. Di Jabar, KIM bergerak dalam bidang pariwisata, pertanian, desa, hingga pendidikan dan lainnya. Pemprov Jabar terus berupaya untuk merangkul KIM.

“Sejalan dengan itu, pemerintah juga mendapatkan informasi pemetaan yang akurat dan menyeluruh. Sehingga, bersama pemerintah dan pegiat KIM bisa saling memberikan manfaat, dan tumbuh bersama dalam membangun pemerintahan Jabar Istimewa menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Agung.

Sementara itu, Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi, Marroli Jeni Indarto dalam acara Peluncuran Website KIM.ID memaparkan, keberadaan KIM sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam melakukan diseminasi informasi di level akar rumput.

KIM mengedepankan konsep networking, berdiskusi, bertatap muka langsung dalam menyampaikan informasi sekaligus menyerap aspirasi. 

“KIM merupakan salah satu partner (pemerintah) dalam hal terkait, bukan hanya menyampaikan informasi tapi juga melakukan advokasi atas isu-isu di masyarakat,” ujar Marroli.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki budaya tutur yang sudah melekat. KIM ikut melestarikan budaya tutur dengan melakukan pertemuan-pertemuan lintas komunitas.

Meski begitu,  arus informasi sudah bertransformasi lewat media sosial dan media daring. Agar aktivitas KIM tetap relevan, Komdigi memberikan platform digital bagi KIM untuk tetap bisa melakukan diseminasi informasi yang efektif.

Misalnya, lanjut Marroli, membuat konten video-video pendek yang informatif dan edukatif agar mudah dicerna masyarakat. 

“Orang hari ini lebih senang sesuatu yang berbasis video. Kalau KIM mau relevan juga dengan masyarakat, harus menggunakan konten yang bergenre sama. Isinya (konten) bisa tentang program-program desa,” kata Maroli. (din)

DPRD Kembali Ingatkan Dispora Soal Keseriusan Revitalisasi Kawasan Olahraga Bima

CIREBON — Komisi III DPRD Kota Cirebon kembali mengingatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terkait keseriuasan pengambangan kawasan olahraga di Kota Cirebon. Hal itu disampaikan saat rapat kerja Komisi III membahas tentang rencana revitalisasi kawasan Stadion Bima, Selasa (17/6/2025).

Ketua Komisi III DPRD, Yusuf MPd menilai, revitalisasi kawasan Stadion Bima merupakan program yang penting dan strategis bagi pengembangan sektor olahraga dan kepemudaan.

Ia menekankan, DPRD akan terus mengawal agar proses revitalisasi tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, namun juga berdampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

“Revitalisasi Stadion Bima jangan hanya sebatas perbaikan fisik, tapi nantinya harus menjadi pusat aktivitas olahraga dan ruang publik yang inklusif. Sehingga, kami mendorong agar rencana ini betul-betul matang dan melibatkan berbagai elemen, mulai dari komunitas olahraga, pemuda, hingga pelaku UMKM lokal,” ujar Yusuf di Kantor Dispora Kota Cirebon, Jalan Yudasari 2 Kawasan, Kawasan Bima, Kel. Sunyaragi.

Ia juga menambahkan bahwa Dispora harus segera menyusun Detail Engineering Design (DED) dan maket kawasan sebagai langkah awal yang konkret dalam mewujudkan revitalisasi Stadion Bima.

“Kami minta Dispora segera menyiapkan DED dan maket, agar rencana ini bisa ditindaklanjuti secara lebih serius dan terukur,” tegasnya.

Senada disampaikan Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE, rencana revitalisasi kawasan Stadion Bima harus dilaksanakan secara menyeluruh. Mulai dari taman, jalan, pengelolaan sampah, hingga penataan PKL.

Menurutnya, langkah penting dalam revitalisasi tersebut dimulai dari penataan kawasan terlebih dahulu, baru setelah itu ke pembangunan fisik.

Andrie juga berharap nantinya kawasan Stadion Bima dapat menjadi rumah bagi seluruh cabang olahraga yang ada di Kota Cirebon, baik sekretariat maupun tempat pemusatan latihan.

“Kami sudah melihat rencana ke depan seperti apa, namun dalam revitalisasi ini yang paling utami dibenahi adalah kawasannya dulu, baru setelah itu pembangunan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Cirebon Dr Irawan Wahyono SPd MPd mengatakan, revitalisasi kawasan Stadion Bima akan dirancang secara bertahap.

Fokus utama pada tahap awal meliputi pembenahan PKL hingga penataan area terbuka yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Setelah itu baru masuk ke skala yang lebih besar, seperti penyempurnaan Stadion, lintasan atletik, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Untuk perbaikan kita mulai dari yang kecil dulu, baru setelah itu ke skala yang lebih besar. Rencana revitalisasi, diantaranya stadion berstandar FIFA, kawasan Bima yang tertib teratur, nyaman dan indah. Sehingga nanti betul-betul menciptakan suasana semangat berolahraga di Kota Cirebon,” ujarnya.

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Sarifudin SH, Sekretaris Komisi III DPRD R Endah Arisyanasakanti SH, dan anggota Komisi III DPRD. Yaitu, dr Tresnawaty SpB, Prisilia, Rizki Putri Mentari SH, Leni Rosliani SIP, Stanis Klau, Rinna Suryanti ST, Hendi Nurhudaya SH, dan Indra Kusumah Setiawan AMd.  (Ara)

Pemkab Cirebon Gandeng Forkopimda Sidak Tambang Ilegal di Desa Cipanas

 

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pertambangan galian C di Blok Curug Dengkak, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Selasa (17/6/2025).

Hasilnya, mencengangkan, aktivitas penambangan masih berlangsung meski tanpa izin resmi.

Bupati Cirebon, Imron, yang turut hadir dalam sidak tersebut, menyayangkan masih adanya praktik tambang ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu ketertiban masyarakat.

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan kegiatan penambangan, terutama yang belum mengantongi izin. Ini bukan hanya soal aturan, tapi juga soal menjaga alam dan keselamatan warga,” tegas Imron di lokasi.

Wabup Jigus: Akan Ada Pendampingan dan Pengawasan Tambang

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, atau yang akrab disapa Wabup Jigus, menjelaskan bahwa Forkopimda saat ini tengah mengidentifikasi lokasi-lokasi tambang yang legal dan ilegal di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon.

“Kami akan melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku usaha tambang yang berizin, serta penindakan tegas terhadap tambang yang tidak sesuai aturan. Ini penting, agar kejadian seperti di Gunung Kuda tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Insiden yang disebut Wabup Jigus mengacu pada longsor tambang beberapa waktu lalu yang menelan korban jiwa, akibat lemahnya pengawasan terhadap tambang liar.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menegaskan bahwa sidak kali ini menyasar salah satu lokasi yang dikelola oleh CV Bukit Aden.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa perusahaan tersebut belum mengantongi izin lengkap.

“Perizinannya belum lengkap, jadi perusahaan ini belum boleh melakukan aktivitas penambangan,” jelas Sumarni.

Sebagai langkah tegas, Polresta Cirebon langsung membentangkan garis polisi (police line) di area tambang tersebut, termasuk pada pintu masuk dan alat berat yang digunakan.

“Kami juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Siapa pun yang melanggar aturan, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sidak ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah bersama Forkopimda Kabupaten Cirebon dalam menindak tegas aktivitas tambang ilegal yang kerap menimbulkan kerusakan lingkungan, membahayakan warga, dan merugikan negara secara ekonomi.

Dengan penindakan ini, pemerintah daerah dan Forkopimda berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat lebih sadar akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi.

Selain aspek hukum, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah-langkah pembinaan agar para pelaku usaha tambang bisa beroperasi secara legal dan berkelanjutan. (din)

Kota Cirebon Dipilih UNHAN RI untuk KKDN, Sekda Tegaskan Pentingnya Peran Daerah dalam Ketahanan Bangsa

CIREBON – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, menerima kunjungan peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) dari Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI), Selasa (17/6/2025). 

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Sekda menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kehadiran para peserta di Kota Udang.

Menurut Sekda, kunjungan dari institusi strategis seperti UNHAN RI bukanlah peristiwa biasa. Ia menilai, UNHAN tidak hanya sebagai pusat pendidikan pertahanan, tetapi juga sebagai simbol integrasi antara pembangunan pertahanan dan dinamika masyarakat sipil. 

“Kehadiran para peserta KKDN dari Fakultas Strategi Pertahanan UNHAN adalah suatu kehormatan sekaligus kesempatan langka bagi kami,” ujarnya. 

Sekda menegaskan bahwa KKDN ini lebih dari sekadar kegiatan observasi lapangan.  Ia memandang kegiatan ini sebagai bentuk nyata integrasi antara teori pertahanan dengan realitas pembangunan daerah. 

"Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah Kota Cirebon menyambut kegiatan ini dengan tangan terbuka dan semangat kolaboratif," tambahnya.

Sekda juga menjelaskan bahwa Kota Cirebon memiliki kekayaan konteks yang layak dijadikan ‘living laboratory’ untuk memahami strategi pertahanan berbasis wilayah. Cirebon dinilai sebagai kota yang kompleks secara historis dan strategis. 

“Kota ini adalah pintu masuk sejarah Islam Nusantara, titik temu budaya Sunda dan Jawa, serta simpul logistik antara barat dan tengah Pulau Jawa,” paparnya.

Ia menambahkan, saat ini Cirebon tengah bergerak menjadi bagian penting dari kawasan strategis Rebana Metropolitan. Dalam banyak aspek, Cirebon merupakan gambaran kecil dari kompleksitas Indonesia. 

“Para peserta KKDN akan melihat langsung bagaimana tata kelola wilayah, urbanisasi, keamanan lingkungan, hingga ketahanan ekonomi lokal berkelindan dalam satu lanskap kebijakan,” jelasnya.

Lebih jauh, Sekda menekankan pentingnya peran daerah dalam sistem pertahanan non-militer. Ia berharap para peserta KKDN dapat menggali berbagai inspirasi dan merumuskan gagasan kebijakan yang membumi dari pengalaman di lapangan.

“Dari Cirebon, kami berharap akan lahir gagasan-gagasan segar dan perspektif baru bagi penguatan sistem pertahanan nasional yang berbasis rakyat dan wilayah,” tambahnya. 

Sekda juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, UNHAN, dan pemerintah daerah. “Sinergi ini harus terus diperkuat dalam satu visi besar Indonesia yang tangguh, aman, dan berdaulat dalam segala bidang,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Sekda mengundang para peserta KKDN untuk menikmati kekayaan budaya dan kuliner khas Cirebon. Ia berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan kesan yang mendalam.

“Semoga ini menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara UNHAN RI dan Pemerintah Daerah Kota Cirebon di masa mendatang,” pungkasnya. (din)



Tradisi Mapag Sri Jadi Sarana Lestarikan Budaya dan Semangat Petani


KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, menggelar tradisi Mapag Sri yang dipusatkan di depan balai desa setempat, Selasa (17/6/2025).

Gelaran ini sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan semangat para petani menjelang musim panen.

Tradisi tahunan itu dirangkaikan dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang menyisipkan pesan moral, nilai-nilai agraris, serta edukasi sosial bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon.

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, menyebut Mapag Sri merupakan bentuk nyata pelestarian budaya agraris yang masih terjaga kuat di wilayah pesisir Cirebon.

“Wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari sejarah budaya yang dulu digunakan para wali untuk menyebarkan Islam, khususnya oleh Sunan Kalijaga yang menggagas penyampaian dakwah melalui seni,” kata Amin.

Ia menambahkan, tradisi seperti Mapag Sri perlu terus dilestarikan karena mengandung nilai-nilai luhur, mulai dari rasa syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian hingga pembelajaran etika sosial dan sopan santun bagi generasi muda.

“Sekarang ini di wilayah pesisir juga tengah digalakkan kembali sedekah laut atau nadran, termasuk pentas tari topeng, angklung bungko, wayang golek, hingga ronggeng bugis. Semua ini merupakan upaya bersama untuk merawat budaya Cirebon,” katanya.

Menurut Amin, dukungan pemerintah terhadap kegiatan desa seperti di Guwa Lor merupakan bagian dari upaya revitalisasi budaya daerah agar tidak tergerus zaman.

Sementara itu, Kuwu Guwa Lor, Maksudi, menjelaskan bahwa Mapag Sri merupakan tradisi menjelang panen yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur mereka.

“Alhamdulillah tahun ini kami bisa kembali menyelenggarakan Mapag Sri dengan pementasan wayang kulit. Siang harinya, ceritanya tentang pertanian dan hama. Malamnya, pesan-pesan moral seperti tata krama dan hidup rukun,” ungkapnya.

Ia menuturkan, tradisi ini juga menjadi sarana refleksi dan penyemangat bagi petani yang sebagian besar baru mulai panen meski masa tanam sempat mundur hingga akhir Februari.

“Panen kali ini masih cukup baik meski tidak seoptimal biasanya. Per bau kami dapat 4 sampai 4,5 ton. Biasanya bisa sampai 5–6 ton, tapi alhamdulillah masih lebih tinggi dibanding desa lain,” kata Maksudi.

Menurutnya, keterlambatan tanam menyebabkan munculnya hama seperti walang sangit dan lembing batu yang menyerang buah padi. Tetapi semangat warga tetap tinggi dalam menyambut musim panen.

Ia berharap tradisi Mapag Sri terus dipertahankan, karena mampu memperkuat rasa kebersamaan warga sekaligus menyatukan semangat untuk terus bekerja dan menjaga kearifan lokal.

“Semoga tradisi ini bisa menambah semangat bertani, meningkatkan hasil, dan menguatkan persatuan di tengah masyarakat,” tuturnya. (din)

Senin, 16 Juni 2025

Sinergi Bersama Kontra Radikalisasi, BNPT dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Bedah Buku Seri Tercerahkan dalam Kedamaian

 

CIREBON –Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersinergi dengan civitas akademika Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menggelar acara Bedah Buku Seri Tercerahkan dalam Kedamaian, dalam rangka memperkuat upaya pencegahan terorisme di Indonesia. 

Menurut Direktur Penegakan Hukum BNPT Brigjen Pol Sigit Widodo, S.I.K., kegiatan bedah buku penting dilaksanakan mengingat adanya temuan barang bukti buku bermuatan ekstrem yang disita dari para pelaku saat penangkapan oleh Densus 88. Sejumlah buku yang disita dari pelaku terorisme ini menjadi bukti masih terjadinya  proses radikalisasi melalui literatur dalam membentuk ideologi kekerasan. 

“Fakta empiris, dari proses penegakan hukum  tindak pidana terorisme selalu tidak lepas dan diawali dengan proses radikalisasi. Buku-buku radikal ini ditemukan dalam jumlah besar di lokasi penangkapan. Ini menunjukkan betapa kuatnya peran literatur dalam membentuk ideologi kekerasan,” tegasnya.

Brigjen Polisi Sigit menambahkan, sebagai langkah kontra radikaliasi terhadap buku radikal, BNPT bersama akademisi, peneliti, birokrat, dan mantan napiter, telah melakukan kajian menyeluruh terhadap 15 buku paling berpengaruh di kalangan kelompok teroris. Hasilnya, lahirlah dua buku reflektif dan edukatif: Tercerahkan dalam Kedamaian: Secercah Kisah Mantan dan Tercerahkan dalam Kedamaian: Menggali Akar Radikal Terorisme di Indonesia.

“Jika buku bisa digunakan untuk menyebar kebencian dan kekerasan, maka buku pula yang harus digunakan untuk menyebarkan kedamaian dan pencerahan,” ujarnya.

Melalui kegiatan bedah buku, dirinya berharap seluruh mahasiswa termasuk para dosen UINSSC dapat menjadi bagian dari upaya bersama melawan dan mencegah masuknya paham radikal terorisme di Indonesia. 

“Mari kita bangun kolaborasi yang tercerahkan dalam keikhlasan. Kita ingin Indonesia maju, damai, dan terbebas dari ideologi kekerasan,” katanya. 

Sementara itu Rektor UINSSC Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag. mendukung kegiatan bedah buku di kampusnya sebagai sinergi upaya pencegahan paham radikal terorisme.

"Kami sangat menyambut gembira kegiatan ini dan tentunya punya irisan dari peran utama kami yaitu dengan melakukan pendidikan dan pembelajaran disamping penelitian dan juga pengabdian kepada masyarakat. Tugas akademisi salah satunya publikasi ilmiah dan jalur yang paling cepat untuk mendoktrin orang itu melalui buku. Dan disinilah pentingnya kita mengkaji buku," katanya. 

Rektor UINSSC juga berharap agar para mahasiswa dapat memahami nilai - nilai lokal yang khas dengan sejarah berdirinya Cirebon yaitu nilai-nilai spritualisme dan multikulturalisme. 

"Nilai - nilai spritual dan multikulturalisme sangat erat dengan Cirebon. Nilai-nilai tersebut dapat dikaji kemudian ditarik kemasa kini untuk memitigasi radikal terorisme," ujarnya. (din)

Minggu, 15 Juni 2025

Siliwangi Aquatic Club Cimahi Raih Juara Umum Kejurnas Finswimming 2025 Di Cirebon

CIREBON, FC - Siliwangi Aquatic Club Cimahi berhasil menjadi Juara Umum Ke 1 Dalam ajang Kejuaraan Nasional Finswimming Nomor Kolam Antar klub se-Indonesia 2025 di Kolam Renang Catherine Surya, Komplek Bima dengan meraih 26 Medali Emas, 11 Perak dan 15 Perunggu. 

Untuk Juara ke 2 diraih oleh Triton Diving Coub Bandung dengan torehan 11 Medali emas, 8 Perak dan 8 Perunggu, sedangkan di posisi ke 3 disabet oleh SDC Finswimming Club Sidoarjo Jatim dengan perolehan 8 Medali emas, 10 Perak dan 15 Perunggu. 

Untuk Tim tuan rumah yang diwakili oleh Sarwajala Club Cirebon bertengger di peringkat ke 12 dari total 36 Club Peserta dengan raihan 3 Medali emas, 7 perak dan 4 perunggu.

Usai pengalungan medali juara Danlanal Citebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr.Opsla., selaku penyelenggara mengaku bangga akan animo dan antusias para peserta kejuaraan Finswimming Tingkat Nasional tersebut.

”Kami bangga sebagai tuan rumah kami telah mensukseskan kejuaraan inj dan banyak bibit - bibit atlet muncul dan hal itu akan menjadi sumber SDM atlet di daerah dan Indonesia kedepannya dan Kota Cirebon sendiri ini dekat dengan air sehingga Pengembangan Olahraga Air harus dioptimalkan dan lagi kan logo kota kita Udang ya harus semangat untuk mengembangkan hal itu,” ujar Danlanal Pada Minggu Malam (15/6/2025) usai penutupan kejuaraan 

Sementara itu Ketua Umum KONI Kota Cirebon Terpilih M Handarujati Kalamullah (Kang Andru) mengapresiasi akan gelaran kejuaraan Finswimming Tahunn2025 di Kota Cirebon.

”Ini ajang Bagus dan hal utu harus terus dioptimalkan dan kami KONI Kota Cirebon akan mendukungnya dengan baik, kita harus melakukan regenerasi atlet di Cabang Olahraga air ini dan kami yakin kedepan akan bisa,” ucap Kang Andru. 

Sementara itu Walikota Cirebon Effendi Edo mengapresiasi Kejuaraan Nasional Finswimming Nomor Kolam Antar klub se-Indonesia 2025 di Kolam Renang Catherine Surya, Komplek Bima yang berlangsung selama 2 hari tersebut.

”Kejuaraan ini juga menjadi salah satu acara dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon serta HUT ke-80 TNI Angkatan Laut dan Ajang ini memperebutkan Piala Wali Kota dan Piala Komandan Lanal (Danlanal) Cirebon, menjadikannya panggung kehormatan sekaligus momentum penting bagi dunia olahraga selam Indonesia," katanya. (Ara)

MTQH ke-39 Jawa Barat Resmi Dibuka, Kota Cirebon Targetkan Masuk 10 Besar

BANDUNG - Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan komitmen dan dukungannya terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dengan menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-39 tingkat Provinsi Jawa Barat di Soreang, Bandung, Minggu (15/6/2025). 

Pembukaan MTQH berlangsung meriah, dimeriahkan oleh pawai taaruf, penampilan paduan suara, hingga berbagai pertunjukan seni Islami dan secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadikan MTQH sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana spiritual untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan moral dan etika sosial.

"MTQH bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sebuah momentum spiritual untuk memperkuat nilai-nilai Qurani dalam kehidupan. Saya berharap, Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kesadaran kolektif masyarakat Jawa Barat dan menjadi pedoman utama dalam bersikap, berperilaku, dan mengambil keputusan, terutama bagi para pemimpin," ujarnya.

MTQH ke-39 diikuti oleh total 1.136 peserta dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 15 hingga 22 Juni 2025 dan mempertandingkan sembilan cabang lomba, di antaranya tilawah, qira’at, tahfidz, tafsir, fahmil quran, syarhil quran, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, serta hafalan hadits Nabi. 

Tema yang diangkat yakni "Cahaya Al-Quran, Spirit Lebih Bedas Menuju Jawa Barat Istimewa," menggambarkan harapan besar agar Al-Qur’an menjadi cahaya penuntun dalam membangun peradaban masyarakat Jawa Barat.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo hadir langsung bersama Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati dan jajaran pejabat terkait dari Pemerintah Kota Cirebon. Kehadiran ini bertujuan memberikan semangat serta dukungan langsung kepada 55 kafilah yang mewakili Kota Cirebon.

Wali Kota turut menyampaikan harapannya kepada para peserta dari Kota Cirebon agar mampu berprestasi dan membawa nama baik daerah. Ia menilai partisipasi dalam MTQH adalah wujud nyata dari pembinaan generasi muda yang berakhlak Qurani dan cinta terhadap ilmu agama.

"Keikutsertaan Kota Cirebon dalam MTQH ke-39 ini bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen kami dalam membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Kami hadir langsung untuk memberikan dukungan penuh kepada seluruh kafilah, dan berharap mereka bisa tampil optimal serta meraih hasil terbaik," ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon menargetkan masuk dalam 10 besar peraih prestasi terbaik dalam MTQH kali ini. Namun lebih dari sekadar capaian kompetisi, partisipasi Kota Cirebon diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai keislaman dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di segala bidang. (din)



Pemkot Cirebon Dukung Pelestarian Budaya Lewat Kirab Haul Pangeran Pulasaren

CIREBON, FC - Pemerintah Kota Cirebon mendukung penuh terhadap pelestarian budaya lokal melalui kegiatan Kirab Seni dan Budaya dalam rangka Haul Pangeran Pulasaren yang dilaksanakan di lingkungan Keraton Kacirebonan, Minggu (15/6).

Kegiatan kirab secara resmi dilepas oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir bersama Sultan Kacirebonan Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio, Ketua Panitia Hari Jadi Kota Cirebon Iing Daiman, tokoh budaya Jajat Sudrajat, serta jajaran pemerintahan Kecamatan Pekalipan dan Kelurahan Pulasaren.

Dalam sambutannya, Wali Kota Effendi Edo menyampaikan bahwa peringatan Haul Pangeran Pulasaren tahun ini terasa istimewa karena bersamaan dengan rangkaian perayaan Hari Jadi ke-598 Kota Cirebon. Ia menegaskan bahwa momen ini dirancang agar tidak hanya bersifat seremoni pemerintahan semata, melainkan melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.

“Saya telah mengarahkan panitia agar perayaan kali ini bersifat lebih terbuka dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dan hari ini, hal itu mulai tampak nyata, khususnya di Kelurahan Pulasaren,” ucap Wali Kota.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang tetap antusias mengikuti kirab meski cuaca cukup menyengat. Wali Kota berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan ke depannya, bahkan menjadi daya tarik budaya yang lebih luas.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari warga, kelurahan, hingga kecamatan yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik. Semoga ke depan, kegiatan ini bisa tumbuh lebih besar dan menarik lebih banyak perhatian,” tambahnya.

Sementara itu, Sultan Kacirebonan Pangeran Raja Abdul Gani Natadiningrat menyampaikan bahwa kirab ini merupakan inisiatif positif dalam menjaga kearifan lokal dan memperkuat spiritualitas masyarakat.

“Kirab Haul Pangeran Pulasaren menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus potensi daya tarik wisata Cirebon. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dan masuk dalam kalender budaya kota,” ungkap Sultan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak keraton, tokoh budaya, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas Cirebon di tingkat nasional dan internasional. 


Wamen P2MI Secara Resmi Luncurkan LPK Berbasis Pesantren Pertama di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Sebuah langkah baru dalam pemberdayaan pesantren dan peningkatan kualitas tenaga kerja migran resmi dimulai di Kabupaten Cirebon.

Launching Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Jepang berbasis pesantren digelar di Pondok Pesantren Gedongan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Minggu (15/6/2025).

LPK ini menjadi yang pertama di Kabupaten Cirebon yang menjalin kerja sama langsung dengan pihak Jepang.

Peresmian LPK tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmadi Tawalla.

Dalam sambutannya, Dzulfikar menekankan pentingnya nilai moral pesantren yang menjadi bekal utama bagi santri yang akan bekerja di luar negeri, terutama di Jepang.

“Pesantren itu punya satu nilai plus, yaitu basis moral yang kuat. Harapan kami, moralitas ini menjadi landasan paling dasar bagi para santri ketika mereka ditempatkan di luar negeri,” ujar Dzulfikar.

Ia menambahkan, para pekerja migran yang berasal dari lingkungan pesantren diharapkan tetap menjaga gaya hidup dan pergaulan yang baik selama berada di negeri orang, serta mampu membawa perubahan positif ketika kembali ke kampung halaman.

Lebih lanjut, Dzulfikar menyampaikan bahwa dengan penempatan kerja di luar negeri, para pekerja bisa meningkatkan keterampilan, menambah jejaring, serta memperluas wawasan.

Hal ini, menurutnya, sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong peningkatan kualitas penempatan dan perlindungan pekerja migran sejak kementeriannya naik kelas dari badan menjadi kementerian.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk kepolisian dan Kemendagri, agar informasi terkait migrasi tenaga kerja dapat tersebar hingga ke tingkat kepala desa,” tuturnya.

Ia juga mendorong agar seluruh akun media sosial Kementerian P2MI aktif 24 jam dan dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan informasi atau pengaduan.

Menurut Dzulfikar, pendekatan digital ini telah berhasil menjangkau berbagai kasus migran yang sebelumnya menjadi sorotan, seperti kasus pekerja di Kamboja dan Myanmar.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyambut baik hadirnya LPK berbasis pesantren ini.

Pria yang akrab disapa Jigus ini menyampaikan apresiasi dan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pelatihan dan perlindungan bagi warga Kabupaten Cirebon yang ingin bekerja ke luar negeri.

“Alhamdulillah, saya mewakili Pak Bupati hadir langsung di acara launching ini. Pak Bupati sangat mengapresiasi Pesantren Gedongan yang telah membantu pemerintah daerah dalam mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas,” ujar Jigus.

Menurutnya, hadirnya LPK berbasis pesantren yang menjalin kerja sama dengan Jepang merupakan yang pertama di Kabupaten Cirebon.

Pemerintah Kabupaten Cirebon sendiri, kata Jigus, terus mendorong peningkatan jumlah pekerja migran yang memiliki skill dan kesiapan moral.

Bahkan, di tahun ini, Pemkab Cirebon telah memberangkatkan sebanyak 130 orang ke Jepang melalui skema yang difasilitasi langsung oleh pemerintah daerah.

“Kita ingin ke depan, tidak ada lagi persoalan-persoalan hukum ataupun perlindungan terhadap tenaga kerja kita. Karena itu, pelatihan, pendampingan hukum, dan kolaborasi dengan pesantren sangat penting,” tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Gedongan, Kyai Ade, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi pelopor pesantren, yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing secara global.

“Ponpes Gedongan ini pernah mewakili Jawa Barat dalam lomba sains bidang kimia tingkat nasional. Kami terus bertransformasi menjadi pesantren enterpreneur yang membekali santri dengan skill dunia kerja, termasuk bahasa asing seperti Jepang,” ujarnya.

Ia menyebut, hadirnya LPK berbasis pesantren ini merupakan bagian dari visi besar Pesantren Gedongan untuk mencetak generasi santri yang mandiri, kompeten, dan siap bersaing di kancah internasional. (din)