JAKARTA — Suasana khidmat menyelimuti lingkungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia saat Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Donny Ermawan Taufanto, memimpin prosesi penghormatan dan pelepasan jenazah almarhum Juwono Sudarsono, Minggu (29/3/2026).
Jenazah almarhum disemayamkan di Ruang Hening Kementerian Pertahanan sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdiannya. Kehadiran para pejabat negara, tokoh nasional, serta keluarga besar almarhum menambah nuansa haru dalam prosesi yang berlangsung penuh penghormatan tersebut.
Upacara diawali dengan laporan perwira upacara kepada inspektur upacara, dilanjutkan dengan penghormatan kepada jenazah. Momen sakral terjadi saat penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada pemerintah sebagai simbol penghargaan negara atas dedikasi almarhum. Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan pelepasan jenazah yang diiringi penghormatan militer.
Pada kesempatan tersebut, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, turut hadir dan menyampaikan duka cita mendalam. Ia mengenang almarhum sebagai sosok pemikir cemerlang di bidang pertahanan dan hubungan internasional.
Menurutnya, Juwono Sudarsono memiliki peran besar dalam menjembatani perspektif sipil dan militer, sekaligus berkontribusi dalam modernisasi sistem pertahanan nasional dan penguatan diplomasi Indonesia di kancah global.
Dikenal sebagai tokoh sipil pertama yang menjabat Menteri Pertahanan, almarhum juga merupakan akademisi terkemuka di bidang hubungan internasional. Lahir di Ciamis, Jawa Barat, Juwono menempuh pendidikan di berbagai institusi ternama dunia, di antaranya Universitas Indonesia, University of California Berkeley, hingga London School of Economics.
Sepanjang kariernya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Duta Besar RI untuk Inggris, serta dua kali dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan. Pemikirannya dinilai berperan penting dalam mendorong profesionalisme TNI serta memperkuat supremasi sipil dalam sistem pertahanan Indonesia.
Prosesi pemakaman selanjutnya dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan dipimpin oleh Menteri Pertahanan selaku inspektur upacara.
Upacara pelepasan ini menjadi wujud penghormatan negara atas jasa dan pengabdian almarhum, sekaligus mengiringi kepergian seorang putra terbaik bangsa yang telah meninggalkan jejak penting dalam sejarah pertahanan Indonesia.
