-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Smart Farming, UIN Cirebon Bersama Ponpes Al Bahjah Panen Perdana Padi Pancasona di Tanah Waqaf

Rabu, 20 Mei 2026 | Mei 20, 2026 WIB Last Updated 2026-05-20T10:26:24Z



CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama Pesantren Al-Bahjah mulai memanen padi yang ditanam di lahan wakaf. Dengn konsep Smart Farming, padi yang ditanam di lahan seluas 750 meter persegi itu menghasilkan satu kwintal saat panen perdana pada 7 Mei 2026.


Hadir saat itu, Buya Yahya selaku pengasuh Pesantren Al-Bahjah, tim peneliti, tokoh masyarakat, para petani, dan santri.


“Padi ini ditanam tanpa pupuk kimiawi, hanya menggunakan olahan sampah. Namun ini sudah tumbuh yang kedua kali dan sudah berbuah. Jadi, satu biji bisa panen 3-5 kali,” terang Ketua Tim MoRa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Abdul Aziz, di Cirebon, Rabu (20/5/2026).


Padi ini merupakan hasil penelitian bertajuk Transformasi Pertanian Purba Berbasis Syariah Melalui Smart Farming yang dilaksanakan di lahan wakaf Pondok Pesantren Al-Bahjah, sejak Januari 2026. Penelitian tersebut dilakukan Tim MoRa The Air Funds UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama sejumlah perguruan tinggi. Lokasi penelitian berada di kawasan wakaf pertanian Pondok Pesantren Al-Bahjah Pancalang, Kuningan, binaan Buya Yahya.


Menurut Prof Aziz, di tengah pesatnya modernisasi pertanian yang kerap mengabaikan keseimbangan alam, penelitian ini justru menghadirkan pendekatan berbeda dengan menghidupkan kembali konsep pertanian purba berbasis syariah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Metode pertanian purba mengedepankan keharmonisan dengan alam melalui pemanfaatan pupuk alami dan tanpa penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pestisida sintetis,” ujarnya.


Hal senada disampaikan anggota Tim MoRa sekaligus praktisi pertanian purba, Deden Lesmana. Dia menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan mengembalikan semangat pertanian lestari sebagaimana diwariskan para leluhur.



“Kami ingin menghadirkan kembali semangat pertanian lestari seperti yang dipraktikkan oleh para leluhur kami, yakni pertanian yang tidak merusak alam, sehat bagi manusia, dan berkelanjutan untuk masa depan,” ujarnya.


Meski berbasis metode tradisional, kata Deden, penelitian ini tetap mengadopsi teknologi modern melalui penerapan smart farming untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pertanian. Tim peneliti memanfaatkan sensor digital dan sistem irigasi cerdas guna memantau kondisi tanah, kelembaban, dan kebutuhan air secara real-time. Teknologi tersebut memungkinkan penggunaan air lebih efisien sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.


“Integrasi teknologi dan nilai syariah ini menjadi contoh nyata bahwa inovasi modern dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal dan prinsip keberlanjutan lingkungan,” sebutnya.


Menurut Deden, keberhasilan panen perdana menjadi simbol bahwa kolaborasi antara pesantren, perguruan tinggi, teknologi, dan masyarakat mampu melahirkan inovasi pertanian yang berdampak nyata.



Uji Coba Padi Basmati


Usai panen perdana, penelitian terus dikembangkan melalui pembukaan lahan baru untuk uji coba kedua menggunakan varietas padi basmati. Lahan seluas 4.000 meter persegi tersebut berada di samping area penelitian pertama seluas 750 meter persegi.


“Langkah ini menunjukkan keseriusan tim peneliti dalam memperluas implementasi pertanian purba berbasis syariah dan smart farming,” papar Deden.


Deden berharap, pengembangan ini mampu menjadi model pertanian masa depan yang efisien, sehat, dan berdaya saing tinggi. Penelitian ini juga menjadi harapan baru bagi penguatan ketahanan pangan nasional berbasis keberlanjutan. Melalui pendekatan pertanian alami yang dipadukan dengan teknologi modern, Indonesia diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia.


“Inovasi ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda agar kembali tertarik menekuni sektor pertanian yang selama ini dianggap kurang menjanjikan. Dengan pendekatan modern, digital, dan berbasis nilai syariah, dunia pertanian kini tampil lebih adaptif, inovatif, dan memiliki prospek besar di masa depan,” tandasnya.


Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi https://kemenag.go.id/layanan


Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.


Ikuti juga saluran Kementerian Agama di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb9xP10Fy72KZA2gk81S

×
Berita Terbaru Update