CIREBON, FC — Kebocoran pipa utama milik Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon terjadi di kawasan Plangon pada awal Februari 2026. Insiden tersebut berdampak pada terganggunya distribusi air bersih bagi sekitar 30.000 pelanggan.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam, 4 Februari 2026, di jalur utama wilayah Kecamatan Sumber. Pipa yang mengalami kebocoran merupakan pipa besi tuang (DCIP) berdiameter 600 mm yang telah beroperasi sejak tahun 1978. Usia infrastruktur yang sudah tua, kondisi struktur jalan yang labil, serta beban kendaraan yang melintas diduga menjadi faktor penyebab pecahnya pipa tersebut.
Akibat kebocoran itu, aliran air ke hampir setengah pelanggan PDAM Kota Cirebon sempat terganggu. Selain itu, air yang meluap juga menggenangi ruas jalan di sekitar lokasi, sehingga sempat menghambat aktivitas warga dan pengguna jalan.
Meski demikian, proses perbaikan dilaksanakan secara intensif sejak malam kejadian, dengan estimasi waktu penanganan sekitar satu hari. Setelah perbaikan selesai, distribusi air dilakukan secara bertahap hingga kembali normal dalam kurun waktu 1–2 hari.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat yang terdampak diimbau untuk menampung air secukupnya serta menghemat penggunaan air selama masa perbaikan berlangsung. Imbauan ini disampaikan guna menjaga ketersediaan air di tengah proses pemulihan layanan.
Di sisi lain, PDAM memastikan bahwa layanan pembayaran rekening air tetap berjalan melalui berbagai kanal daring. Meski sempat terjadi penutupan sementara layanan tatap muka di kantor pelayanan pada pertengahan Februari 2026, pelayanan kepada pelanggan tetap diupayakan optimal melalui alternatif digital.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya peremajaan infrastruktur layanan dasar, sekaligus menunjukkan komitmen PDAM dalam merespons cepat setiap gangguan demi menjaga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. (Ara)

