CIREBON, FC - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Cirebon resmi memiliki nahkoda baru. Melalui proses musyawarah yang berlangsung secara aklamasi, Dr. Acep Komara, M.Si. dipercaya memimpin organisasi profesi para ekonom tersebut untuk periode mendatang.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ISEI Cabang Cirebon yang digelar di Gedung A Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (FK UGJ), Kamis (16/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri perwakilan berbagai perguruan tinggi se-wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan), serta Koordinator Wilayah ISEI Tengah, Dr. Lukman Hakim.
Usai terpilih, Acep Komara menegaskan bahwa agenda pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat konsolidasi organisasi melalui pembentukan struktur kepengurusan baru sekaligus memperluas basis keanggotaan ISEI di wilayah Ciayumajakuning.
Menurutnya, potensi organisasi masih sangat besar karena belum seluruh perguruan tinggi di kawasan tersebut terlibat aktif dalam ISEI.
"Langkah pertama adalah melakukan konsolidasi internal, menyusun kepengurusan baru, sekaligus memperluas keanggotaan. Selama ini potensi tersebut belum tergarap secara maksimal karena belum semua perguruan tinggi di Ciayumajakuning bergabung dalam ISEI," ujar Acep.
Selain kalangan akademisi, Acep juga berkomitmen memperluas keanggotaan dengan melibatkan unsur ABG (Academics, Business, Government). Kolaborasi tiga unsur tersebut diyakini akan memperkuat peran ISEI sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.
Ia menjelaskan, pelantikan pengurus baru dijadwalkan berlangsung secara serentak pada 5 Agustus 2026. Prosesi pelantikan akan dilakukan secara daring oleh Pengurus Pusat ISEI bersama seluruh pengurus cabang baru di Indonesia.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Swadaya Gunung Jati itu menilai ISEI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan wadah para pemikir ekonomi yang memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan gagasan, rekomendasi, dan solusi bagi pembangunan. Maka sangat dimungkinkan menjadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
"ISEI merupakan organisasi para pemikir di bidang ekonomi. Karena itu, kami ingin menghadirkan kontribusi nyata melalui kajian ilmiah, rekomendasi kebijakan, dan berbagai program yang dapat membantu pemerintah serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, kepengurusan baru telah menyiapkan sejumlah arah program strategis, antara lain memperkuat riset dan pengembangan ekonomi daerah, menghasilkan kajian yang sesuai dengan kebutuhan wilayah, meningkatkan kapasitas pelaku usaha khususnya UMKM, serta mendorong pemanfaatan potensi ekonomi lokal secara lebih optimal.
Acep Komara juga akan lebih fokus pada pengembangan potensi uggulan Ciayumajakuning.
Menurutnya, wilayah kerja ISEI Cabang Cirebon yang meliputi lima daerah memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan pembangunan yang spesifik.
Karena itu, ISEI akan memetakan sekaligus mengembangkan sektor-sektor unggulan di setiap daerah.
Untuk Kota dan Kabupaten Cirebon, perhatian akan diarahkan pada sektor perdagangan, industri, dan perikanan. Sementara Kabupaten Indramayu akan difokuskan pada penguatan ekonomi pesisir dan sektor perikanan. Adapun Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan akan didorong melalui pengembangan sektor pertanian beserta komoditas unggulan daerah.
Menurutnya, setiap wilayah memiliki keunggulan komparatif yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
"Setiap daerah memiliki potensi dan komoditas unggulan yang berbeda. Tugas ISEI adalah menghadirkan pemikiran, riset, dan kolaborasi agar potensi tersebut berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Acep.
Dengan kepemimpinan baru ini, ISEI Cabang Cirebon diharapkan semakin aktif menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan ekonomi, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan pembangunan yang berbasis riset, inovasi, dan kebutuhan nyata masyarakat di wilayah Ciayumajakuning.
