![]() |
| Pelantikan MPD ICMI OTDA Kabupaten Cirebon Periode 2026 - 2031 |
CIREBON, FC - Pengurus ICMI Jawa Barat, resmi melantik Majelis Pengurus Daerah (MPD) ICMI ORDA Kabupaten Cirebon masa bakti 2026–2031.
Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran kaum cendekiawan dalam mendorong perubahan dan kemajuan daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Sabtu (29/8/2026) ini dirangkaikan dengan diskusi panel bertema “Arah Kebijakan Daerah Mewujudkan Ketahanan Pangan, Energi Terbarukan dan Lingkungan Hidup yang Teratur, Bersih dan Maju.”
Acara tersebut dihadiri Ketua ICMI Jawa Barat Prof Dr Sutarman, M.Si, Ketua ICMI ORDA Kabupaten Cirebon dr H Asad, Sp.THT-BKL, jajaran dewan pakar, dewan penasihat serta unsur Forkopimda.
Bupati Cirebon, diwakili Staf Ahli, Suhanan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap ICMI dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan menghadirkan program-program yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Cirebon, kami mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus ICMI ORDA Kabupaten Cirebon. Semoga kepengurusan ini dapat membawa nama baik daerah serta membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pengabdian dr H Asad yang telah selama lima tahun berkiprah dan bekerja untuk membesarkan ICMI ORDA Kabupaten Cirebon.
Kepada jajaran pengurus baru, pemerintah berharap amanah lima tahun ke depan dapat dijalankan dengan semangat kolaborasi dan pengabdian.
Sementara itu, Ketua ICMI ORDA Kabupaten Cirebon dr H Asad, Sp.THT-BKL, menegaskan bahwa salah satu agenda besar ICMI adalah mendorong transformasi dalam berbagai sektor kehidupan, yakni transformasi SDM hingga Desa Cendikia.
Transformasi pertama yang menjadi perhatian adalah pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan SDM tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan dan pendidikan, tetapi juga harus dimulai dari kesamaan pola pikir atau mindset yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan peradaban.
“Transformasi SDM harus tumbuh di tengah masyarakat dengan tetap berlandaskan akhlak yang baik. Kemajuan harus berjalan bersama nilai dan moral,” ungkapnya.
Agenda kedua adalah transformasi ekonomi. ICMI memandang perubahan pola ekonomi menjadi penting agar masyarakat tidak terus berada dalam posisi ketergantungan.
Menurutnya, semangat ekonomi kerakyatan sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945 perlu kembali dihidupkan. Cirebon, kata dia, harus membangun kekuatan ekonominya dengan cara-cara yang berakhlak sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Ia juga menyoroti sistem ekonomi yang menyebabkan perputaran uang hanya beredar dalam kelompok-kelompok tertentu. Karena itu, transformasi ekonomi diharapkan mampu membuka akses dan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Transformasi berikutnya adalah bidang politik. Menurutnya, masih banyak persoalan bangsa yang muncul akibat praktik-praktik lama, termasuk budaya politik transaksional yang membuka ruang bagi korupsi.
“Yang terpenting adalah mengajak seluruh komponen politik untuk membangun kehidupan politik yang tidak transaksional dan lebih berorientasi pada kemaslahatan masyarakat,” katanya.
Tak kalah penting, ICMI ORDA Kabupaten Cirebon juga mendorong lahirnya transformasi desa melalui pengembangan konsep desa cendekia. Desa yang mandiri, berdaya saing, memiliki tata kelola yang baik serta terbebas dari praktik-praktik transaksional diharapkan dapat menjadi contoh bagi pembangunan daerah.
“Marilah kita mulai perubahan ini dengan menjalankan kehidupan yang baik. Desa cendekia harus menjadi contoh bagaimana sebuah desa tumbuh menjadi desa yang mandiri dan membawa kemajuan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ICMI juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan seluruh kekuatan yang ada, baik unsur formal maupun informal. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi energi bersama dalam mempercepat perubahan dan kemajuan Kabupaten Cirebon.
Salah satu fokus yang akan dikembangkan adalah ketahanan pangan, termasuk pengembangan pertanian organik di Kabupaten Cirebon.
Ketua ICMI OTDA Jawa Barat, Prof dr Sutarman M.Si berharap pelantikan dan diskusi panel ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang bertemunya gagasan dan langkah nyata untuk menjawab tantangan daerah.
Tantangan tersebut dinilai cukup kompleks. Mulai dari rata-rata lama sekolah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi, PDRB per kapita hingga Gini Ratio menjadi sejumlah indikator yang perlu mendapat perhatian bersama.
Di sektor ketahanan pangan, Kabupaten Cirebon juga masih memiliki pekerjaan rumah. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, pada tahun 2024 Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon berada pada angka 82,77, dengan peringkat nasional 168 dan masuk kategori prioritas 6.
Kondisi inilah yang diharapkan dapat menjadi ruang kontribusi nyata ICMI sebagai organisasi kaum cendekiawan. Melalui pemikiran, kajian, pendampingan dan kolaborasi lintas sektor, ICMI diharapkan mampu membantu pemerintah daerah mengakselerasi berbagai program pembangunan.
Pelantikan kepengurusan ICMI ORDA Kabupaten Cirebon masa bakti 2026–2031 pun menjadi awal dari harapan baru: menghadirkan para cendekiawan yang tidak hanya melahirkan gagasan, tetapi juga turun tangan mengubah gagasan tersebut menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat transformasi SDM, ekonomi, politik dan desa, ICMI ORDA Kabupaten Cirebon kini menatap lima tahun ke depan dengan satu keyakinan, bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kesamaan langkah, akhlak yang baik dan kolaborasi untuk kemajuan bersama.
Di penghujung acara, Ketua Umum ICMI Pusat, Prof Arif Satri mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus ICMI OTDA Kabupaten Cirebon Periode 2026 - 2031 yang hari ini resmi dilantik dan berharap program - program yang digulirkan memiliki muatan mutualisme bagi sebuah perubahan besar di daerah. (din)
