CIREBON, FC – Kepedulian terhadap keselamatan warga tidak selalu ditunjukkan melalui kata-kata. Bagi Babinsa Desa Sindangjawa, Suwarma, pengabdian justru harus dibuktikan dengan kehadiran dan tindakan nyata ketika masyarakat membutuhkan.
Hal itu kembali terlihat saat kobaran api membakar ilalang kering di sekitar lingkungan Kota Baru Keandra (KBK), Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Mendapat laporan adanya kebakaran, Suwarma bergerak cepat menuju lokasi.
Dengan masih mengenakan pakaian dinas dan perlengkapan tugasnya, Suwarma tidak sekadar datang untuk melihat kondisi. Ia langsung turun ke lapangan dan ikut membantu warga memadamkan api agar kobaran tidak semakin meluas dan mengancam lingkungan sekitar.
Sikap cekatan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari sejumlah warga KBK. Kehadiran Babinsa di tengah situasi seperti itu dinilai memberikan rasa aman, sekaligus menunjukkan bahwa aparat kewilayahan benar-benar hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan lingkungan.
Bagi Suwarma, apa yang dilakukannya itu adalah sebagai tugasnya. "Ini tugas. Masyarakat harus merasa aman dari berbagai persoalan lingkungan. Kita harus selalu waspada, baik saat musim hujan maupun ketika menghadapi musim kemarau panjang," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ilalang dan rumput yang mengering pada musim kemarau perlu menjadi perhatian bersama. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat apabila tidak segera ditangani, terlebih jika berada di sekitar permukiman warga.
Karena itu, kewaspadaan dan kepedulian menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Suwarma pun terus berupaya merespons setiap laporan warga yang berkaitan dengan kondisi wilayah dan potensi gangguan keamanan maupun lingkungan.
Bagi masyarakat Sindangjawa, kehadiran Babinsa bukan hanya tentang seragam dan jabatan. Lebih dari itu, kehadiran seorang prajurit di tengah warga menjadi bentuk nyata kepedulian dan pengabdian.
Suwarma memperlihatkan bahwa seragam yang dikenakan bukan sekadar simbol kebanggaan sebagai prajurit TNI. Seragam tersebut justru menjadi pengingat akan tanggung jawab untuk hadir, membantu, melindungi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Langkah cepat Suwarma saat ikut memadamkan api menjadi gambaran sederhana bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari hal-hal kecil, mendengar laporan warga, datang ke lokasi, dan berani turun langsung ketika dibutuhkan.
Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, sosok aparat kewilayahan seperti Suwarma menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman, peduli dan saling menjaga.
Bukan banyak bicara tentang pengabdian, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan. Itulah cara Suwarma memaknai tugasnya sebagai Babinsa Sindangjawa. (dian)
