CIREBON, FC – Kancah internasional.oembali diwarnai dengan kehadiran seorang akademisi Profesor Hukum dalam penguatan kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia.
Melalui Wakil Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H., hadir sebagai narasumber dalam forum International Conference yang diselenggarakan di Kolej YPJ (UYPJ), Johor, Malaysia, pada Jumat (2/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan delegasi Asosiasi Dosen Nusantara (ASEANAKA) pada hari ketiga di Malaysia. Kedatangan delegasi disambut hangat oleh Rektor Kolej UYPJ Malaysia, Prof. TS. LOG. IS. Dr. Othman bin Ibrahim, FCILT, beserta jajaran pimpinan dan civitas akademika kampus setempat.
Forum internasional yang berlangsung di meeting room gedung pertemuan Kolej UYPJ ini diikuti oleh sekitar 124 peserta dari 24 perguruan tinggi negeri maupun swasta. Peserta terdiri dari unsur pimpinan perguruan tinggi, dosen, guru besar, hingga delegasi mahasiswa Indonesia.
Dalam paparannya yang bertajuk “Penguatan Restorative Justice di Indonesia-Malaysia dalam Penegakan Hukum Pasca KUHP-KUHAP Baru”, Prof. Sugianto menekankan pentingnya pendekatan keadilan restoratif dalam sistem penegakan hukum modern.
Menurutnya, perkembangan hukum saat ini tidak hanya berfokus pada pemberian sanksi atau pidana, tetapi juga bagaimana penyelesaian perkara mampu memulihkan hak korban, memperhatikan kepentingan pelaku, dan melibatkan masyarakat.
"Forum internasional seperti ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan perspektif akademik Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam melihat perkembangan penegakan hukum dan pendekatan restorative justice. Kita dapat saling berbagi pengalaman, membandingkan praktik, sekaligus mencari ruang kolaborasi akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kedua negara," ujar Prof. Sugianto.
Ia juga menambahkan bahwa perubahan regulasi hukum di Indonesia memerlukan kajian akademik yang berkelanjutan agar implementasinya di lapangan berjalan proporsional, memberikan kepastian hukum, serta berorientasi pada pemulihan.
Bagi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, partisipasi aktif dalam forum ASEANAKA ini menjadi langkah nyata dalam memperluas jejaring internasional, meningkatkan kontribusi riset di tingkat regional, serta membuka peluang kerja sama penelitian dan kolaborasi keilmuan antarnegara di kawasan Asia Tenggara. (din)
