Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Kuningan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuningan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juni 2025

Hartono Hadiri Doa Bersama dan Santunan Yatim Piatu DPD AKKI Kuningan, Dorong Penguatan Legalitas Bisnis di Wilayah Ciayumajakuning

KUNINGAN, FC– Tokoh masyarakat dan penggerak dunia usaha, Hartono, menghadiri acara doa bersama dan santunan untuk anak yatim piatu yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (DPD AKKI) Kabupaten Kuningan, Jum'at, 20 Juni 2025. 

Acara ini berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dengan dihadiri para pengurus, anggota AKKI, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Hartono menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPD AKKI Kuningan atas penyelenggaraan kegiatan yang sarat nilai sosial dan spiritual ini. 

Ia menegaskan pentingnya peran pengusaha dan organisasi konstruksi dalam memperkuat sinergi sosial, sekaligus membangun jaringan usaha yang sehat dan legal.

“Momentum seperti ini bukan hanya untuk berbagi, tapi juga mempererat tali persaudaraan dan menyatukan visi kita dalam membangun usaha yang kuat, legal, dan terarah,” ujarnya.

Hartono juga menyampaikan harapannya kepada DPD AKKI di wilayah lain, khususnya Kabupaten Majalengka dan Indramayu, agar segera aktif dan solid dalam melebarkan kiprah organisasinya.

“DPD AKKI Majalengka dan Indramayu harus segera berkibar. Kita butuh sinergi kuat lintas daerah untuk memperkuat legalitas bisnis konstruksi dan usaha lainnya. Sudah saatnya kita semua bersatu bersama tim LPKBH Keris sebagai mitra strategis dalam penguatan aspek hukum dan advokasi,” tambahnya.

Menurut Hartono, kolaborasi antara AKKI dan LPKBH Keris akan menjadi kekuatan baru bagi para pelaku usaha dalam menghadapi tantangan regulasi dan birokrasi di lapangan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan usaha dan keselamatan bangsa, serta penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim piatu yang hadir, sebagai wujud nyata kepedulian dan rasa syukur para anggota AKKI Kuningan. (din)

Jumat, 06 Desember 2024

HIMAPA PIAUD STAI Kuningan Gelar Piknik Keakraban di Woodland, Tingkatkan Solidaritas dan Kebersamaan

KUNINGAN, FC – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HIMAPA) Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU) menggelar kegiatan Piknik Keakraban (PIKRAB) di destinasi wisata alam Woodland, Kuningan pada Kamis, 5 Desember 2024. 

Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, hingga unsur pimpinan kampus, dan berlangsung meriah dengan penuh kehangatan.

Ketua pelaksana, Ayi Hendayani, menjelaskan bahwa PIKRAB dirancang untuk mempererat hubungan antaranggota HIMAPA, terutama mahasiswa baru. 

“Ini lebih dari sekadar rekreasi. PIKRAB menjadi ruang untuk saling mengenal, memperkuat solidaritas, dan menciptakan suasana kekeluargaan dalam organisasi,” ujar Ayi.

Ketua HIMAPA, Rita, menambahkan bahwa PIKRAB telah menjadi tradisi HIMAPA setiap kali menyambut mahasiswa baru. 

“Kami ingin HIMAPA menjadi keluarga kedua bagi seluruh mahasiswa PIAUD. Kegiatan seperti ini membantu menciptakan kenyamanan dan semangat baru dalam perkuliahan,” ungkap Rita.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua IGRA PC Jalaksana, Ai Nunung Nurani, M.Pd., yang menilai PIKRAB sebagai simbol semangat kolaborasi. 

“Kegiatan ini adalah cerminan nyata bagaimana HIMAPA mampu mengintegrasikan nilai akademik dan sosial. Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini,” kata Ai Nunung.

Ketua STAI Kuningan, Dedy Setiawan, ME., juga turut memberikan apresiasi. Menurutnya, PIKRAB bukan hanya sekadar piknik, tetapi menjadi strategi dalam membangun hubungan baik antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan. 

“HIMAPA telah menunjukkan kreativitas yang luar biasa. Semoga kegiatan ini terus menjadi tradisi untuk memperkuat persaudaraan,” ujar Dedy.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Jurusan PIAUD, Mar’atus Salamah, M.Pd. Ia berharap PIKRAB menjadi ruang sinergi positif antara mahasiswa dan dosen. 

“Saya bangga dengan HIMAPA yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembangunan karakter melalui kegiatan sosial seperti ini,” jelas Salamah.


Berbagai aktivitas menarik mewarnai PIKRAB, seperti permainan kelompok, diskusi ringan, hingga penjelajahan alam Woodland. Keindahan alam Kuningan menjadi latar sempurna untuk mempererat kebersamaan antar peserta.

HIMAPA STAIKU berharap keberhasilan PIKRAB 2024 ini menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang. Selain memperkuat solidaritas, acara ini menjadi bukti bahwa HIMAPA berkomitmen membangun ikatan emosional dan rasa kekeluargaan dalam lingkungan kampus. (din)

Minggu, 01 Desember 2024

Yayasan Asy-Syaibariyah Dengan Lembaga Persatuan Umat Islam Ciwedus Bangun Kolaborasi

 

CIREBON, FC - Ketua Yayasan Asy-Syaubariyah Dr. H. Anwar Sanusi, M. Ag menyampaikan bahwa untuk membangun Pondok Pesantren Asy-Syaubariyah  Kampung Ciwedus Desa Timbang Kecamatan Cigadamekar Kabupaten Kuningan Jawa Barat butuh keselaran pemikiran, idea, dan program kerja. 

Untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut tentu dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak. Langkah pertama yang dilakukan pengurus adalah menjalin kerjasama dengan Pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Ciwedus.

PUI memiliki jasa yang sangat besar untuk Ciwedus, karena saat kondisi Ciwedus mengalami masa kevakuman, yakni sepeninggalnya Embah Syaubari, putra-putra beliau dikejar-kejar Belanda dan Belanda membumihanguskan Pondok Pesantren  Ciwedus, para alumni PUI Asromo yang notabene penduduk Timbang dan sekitarnya mengabdi di Ciwedus. 

PUI mengembangkan Lembaga Pendiikan yang dikenal dengan nama Taman Pendidikan Islam (TPI-PUI) tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI-PUI), Madrasah Tsanwaiyah (MTs-PUI) dan Sekolah Menengah  Umum (SMU-PUI) serta pondok pesantren PUI.

Yayasan Asy-Syaubariyah akan bahu membahu dengan pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Ciwedus dalam rangka mengembalikan masa keemasan Pondok Pesantren Ciwedus baik dalam Pendidikan formal maupun Pendidikan non formal.

Atas dasar itulah langkah awal yang dilakukan Pengurus Yayasan Asy-Syaubariyah melakukan kolaboratif dengan pengurus PUI Ciwedus dan ke depan akan dibangun kerjasama dengan pesantren-pesantren lainnya di lingkungan Ciwedus, lingkungan Timbang bahkan pesantren keluarga Banu Syaubari di Bobos, Dukuhpuntang, Sindang Jawa, Al-Ghazali Kumbung serta Asromo Majalengka. 

Selain membangun kolaboratif dengan pesantren keluarga Banu Syaubari, tentu dengan seluruh pesantren di Jawa Barat yang memiliki garis keilmuan dengan KH Syaubari  yakni Cirebon, Ciamis, Garut, Bandung, dan Pangandaran serta Bangkalan Madura.

Sambutan hangat dan positif dari pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Ciwedus disampaikan Bapak Kyai Ohan Jauharuddin sebagai Ketua PUI Ciwedus yakni bentuk kolaborasi yang ditawarkan pihak Pengurus Yayasan akan memotivasi dan mempercepat perkembangan pondok pesantren dan Lembaga pendidikan di lingkungan PUI Ciwedus, sehingga akan mengembalikan nama harumnya KH. Syaubari Ciwedus sebagai Kiblat Sarah Fathul  Muin dan Alfiah Ibnu Aqil 

Lebih lanjut Bapak Kyai Ohan Jauharuddin menjelaskan bahwa kehadiran Yayasan Asy-Syaubariyah akan bisa memberikan kontribusi secara moril maupun materil bagi keluarga maupun khalayak ramai, dengan kata lain satu sama lainn antara yayasan dan lembaga PUI saling melengkapi satu sama lain. 

Kyai Ohan Jauharuddin mengibaratkan Ciwedus Bagaikan Daging yang Enak dan harum, jangan sampai salah meramu dan memasaknya, Oleh karna itu, Saran beliau Kembalikan Marwah kepesantrenan Ciwedus Sesuai dengan Harapan pendahulu kita, ya'ni PONPES Asy-Syaubariyah.

Selain Pak Kyai Ohan, hadir juga ustad Mu'minuddin. Sebagai keluarga besar Asy-Syaubariyah juga menjabat sebagai  naib kecamatan Mandirancan. Bentuk kolaboratif antara Yayasan Asy-Syaubariyah dengan pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Ciwedus menjadi sangat penting karena demi membangun Pesantren Ciwedus. 

Bahkan ia menyarankan kerjasama real dengan Pondok Pesantren Huludayeh dan Paleban harus terbangun harmoni. Pengajian rutin di tiga pesantren harus dihidupkan lagi. Kyai dari Huludayeh mengisi di Ciwedsu, begitu juga sebaliknya. 

Kyai dari Paleben juga mengisi pengajian rutin di Ciwedus dan begitu juga sebaliknya. Segitiga emas tiga pesantren yang ada di desa Timbang menjadi filar keindahan dan kebersamaan dalam mewujudkan desa yang agamis dan harmonis

Ust. Ali sebagai kepala desa Desa Timbang juga hadir dalam kesempatan silaturahmi antara pengurus Yayasan Asy-Syaubariyah dengan Pengurus Persatuan Umat Islam. 

Dia juga sebagai pengurus PUI Ciwedus. Bapak Ali sangat berharap kolaborasi ini menjadi momentum indah yang diimpikan selana ini. Karena PUI milik Ciwedus dan Yayasan Asy-Syaubariyah juga milik Ciwedus. Atas dasar itulah beliau memiliki harapan besar akan segera terbangun kembali Pondok Pesantren dan kegiatan-kegiatan majlis ta'lim ibu-ibu di Ciwedus dan bahkan di desa Timbang

Kyai Sholeh dari Pesantren Al-Ghozali Kumbung Rajagaluh Majalengka yang juga pengurus  merasa sangat bangga adanya kolaborasi Yayasan Asy-Syaubariyah dengan PUI di Ciwedus. 

Ia menyarankan Yayasan Asy- Syaubariyah (Ponpes Asy-Syaubaryah) akan menjadi Icon Ciwedus, Bahasa dan kata lain menjadi Rumah Ramah Keluarga besar Banu Syaubari dan muhibbin daei berbagai pelosok tanah air.  Ia menambahkan sudah saatnya untuk mengembalikan kejayaan Ciwedus dengan menjalin hubungan lebih erat lagi pesantren yang memang ada histori dengan Ciwedus.

Pernyataan terakhir disampaikan oleh pak Kyai Otong Sholehuddin pimpinan Yayasan Nurul Huda Huludayeh Timbang yang juga keturunan dari Banu Syaubari. 

Dia menyambut baik kolaborasi Yayasan Asy-Syaubariyah dengan PUI Ciwedus bahkan beliau siap untuk mengisi pengajian di Ciwedus dan juga mempersilahkan keluarga besar Ciwedus untuk mengisi pengajian di Huludayeh. 

Dia juga menggagas untuk pelaksanaan Ijazah Fathul Muin dan Alfiah bias dipersiapkan lebih matang di masa yang akan dating dan sudah masanya Ciwedus sebagai tuan rumah yang mempersiapkan keluarga untuk memberikan Ijazah. (din)

Selasa, 12 Maret 2024

Kajur PIAUD STAI Kuningan Bantu Para Orang Tua Dengan Gagasan 'Smart Parenting di Era Society 5.0'


CIREBON, FC - Para orang tua atau calon orang tua diharapkan bisa mampu merancang pola asuh yang baik, sesuai dengan perkembangan zaman.  Hal itu dikatakan Ketua Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU), Mar'atus Salamah, S.Pd., M.Pd dalam acara webinar yang diselenggarakan oleh STAIKU. Adapun tema webinar yang diselenggarakan yakni 'Smart Parenting di Era Society 5.0'. 

Acara ini diikuti oleh kurang lebih 300 peserta. Mar'atus Salamah mengatakan, tema Smart Parenting Di Era Society 5.0 ini di pilih untuk membantu para orang tua atau calon orang tua agar mereka mampu merancang pola asuh yang baik sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, pola asuh yang baik tentunya dilihat dari bagaimana orang tua mampu memahami apa yang anak butuhkan, bukan hanya melihat apa yang orang tua inginkan. Ia mengatakan, pola asuh yang baik tentunya pola asuh yang di rancang sesuai dengan kebutuhan anak.  

"Seringkali orang tua memberikan pengasuh kepada anak- anaknya dengan berlandaskan apa yang menurut mereka terbaik, bukan kepada apa yang anak mereka butuhkan. Sebab yang di anggap baik menurut orang tua belum tentu itu yang di butuhkan oleh anaknya," katanya. 

Ia menambahkan, faktor pola asuh turun temurun yang orang tua dapatkan dari orang tuanya dulu menjadi faktor utama yang mempengaruhi pola asuh seperti apa yang akan mereka terapkan ke anak- anak mereka. 

Ia mencontohkan pola asuh otoriter, biasanya menjadi pola asuh yang sering kali digunakan oleh orang tua yang dulunya juga mendapat pengasuh yang sama oleh orang tuanya.

"Kebutuhan di sini tentunya berbeda dengan keinginan. Umum sesuatu yang anak utarakan kepada orang tuanya adalah sesuatu yang mereka inginkan bukan mereka butuhkan," katanya.  

Misalnya saja, ketika anak menginginkan memiliki handphone baru, padahal jika dilihat handphone yang sekarang anak gunakan itu masih layak untuk dipakai, sedangkan yang saat ini anak butuhkan adalah mengikuti les atau private untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya.

"Tentunya orang tua yang bijak akan lebih mementingkan kebutuhan anak, bukan keinginan anak," ucapnya.  

Ia juga mengatakan, orang tua yang sering kali memanjakan anaknya adalah mereka yang menerapkan pola asuh permissive indulgent. Dan menurutnya, tentunya pola asuh ini memberikan efek yang kurang baik untuk tumbuh kembang anaknya di masa depan. 

Sementara itu, Ketua STAI Kuningan bapak Dedy Setiawan, ME menyatakan, bahwa terkait dengan alasan mengapa kegiatan webinar kemarin diadakan, alasanya adalah sebagai salah satu program kerjasama yang diselenggarakan bersama Beritrust. 

Kegiatan ini adalah sebagai bentuk implementasi dari adanya MoU dalam bidang webinar nasional dengan mengangkat tema atau isu-isu yang sedang hangat di Indonesia. Salah satunya adalah smart parenting di era Society 5.0 dengan menggandeng dosen-dosen yang memang ahli di bidangnya. 

"Salah satunya adalah ibu Mar'atus Salamah, M.Pd. Beliau merupakan ketua program studi PIAUD STAI Kuningan yang sangat konsen dalam pendidikan anak usia dini," tuturnya.(Nur)

Minggu, 03 Maret 2024

STAI Kuningan Gelar Webinar Nasional: Kenali Gejala Stres pada Gen Z di Era Society 5.0

KUNINGAN, FC – Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU) sukses menginisiasi dan menyelenggarakan Webinar Nasional bertema “Kenali Gejala Stres pada Gen Z di Era Society 5.0”. 

Acara yang digelar pada Minggu, 3 Maret 2024, ini dilaksanakan secara daring dan dipandu oleh Reynaldi Muhammad Yusuf, seorang Content Creator dari Beritrust. 

Hidayatul Faridah, M.A., Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) STAI Kuningan sekaligus Konselor Remaja, diundang sebagai narasumber utama.

Webinar ini berhasil menarik minat banyak peserta, terutama dari kalangan remaja, pendidik, dan praktisi kesehatan mental. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi terkini, di mana generasi Z kerap menghadapi tantangan yang unik di era Society 5.0, termasuk tekanan dari teknologi dan ekspektasi sosial yang tinggi, yang berpotensi memicu stres.

Ketua STAIKU, Dedy Setiawan, M.E., dalam sambutannya menekankan urgensi dari tema webinar ini. Menurutnya, Era Society 5.0 membawa integrasi antara manusia dan teknologi yang semakin erat, namun juga menimbulkan tekanan-tekanan baru bagi generasi Z. 

Mereka sering kali menghadapi kecemasan berlebih, kelelahan digital, dan gangguan tidur akibat ekspektasi yang tidak realistis.

"Melalui webinar ini, kami berharap dapat memberikan wawasan kepada para peserta untuk mengenali dan mengatasi gejala stres tersebut, sehingga mereka dapat menjaga kesehatan mental dan lebih siap menghadapi dunia yang semakin terhubung secara digital," ujar Dedy.

Hidayatul Faridah, M.A., dalam paparannya menegaskan pentingnya pemahaman tentang gejala stres pada Gen Z. Tekanan dari media sosial, tuntutan untuk selalu produktif, dan ketergantungan pada teknologi adalah beberapa tantangan yang dihadapi oleh Gen Z di era Society 5.0. 

Stres yang tidak terdeteksi dengan baik dapat berdampak serius, mulai dari penurunan prestasi akademik hingga masalah kesehatan mental yang lebih kompleks. 

Oleh karena itu, webinar ini penting untuk membantu kita semua, terutama para pendidik dan orang tua, dalam mengenali gejala-gejala awal stres pada Gen Z. 

Dengan pemahaman ini, kita bisa memberikan dukungan yang tepat dan membangun lingkungan yang lebih sehat," jelas Hidayatul.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam mengenai gejala-gejala stres, tetapi juga menawarkan berbagai strategi praktis untuk mengatasinya, seperti pengelolaan waktu, pembatasan penggunaan media sosial, dan penguatan hubungan sosial yang positif. 

Peserta juga diajak untuk lebih memahami konsep diri dan bagaimana menghadapi tekanan di era digital ini.

Dengan kesuksesan penyelenggaraan webinar ini, Program Studi BKPI STAIKU menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kesehatan mental generasi muda. 

Webinar ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun generasi Z yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Sabtu, 15 Juli 2023

KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menggelar Workhsop Sejarah dan Kebudayaan Di Desa Paniis

KUNINGAN, FC – Kelompok 115 KKN Mandiri Inisiatif IAIN Syekh Nurjati  Cirebon, mengadakan kegiatan seminar & workshop sejarah dan kebudayaan Desa Paniis dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. 

Acara seminar & workshop ini diadakan pada hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2023, bertempat di balai desa Paniis. Program KKN ini diinisiasi oleh mahasiswa dari kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan tahun ini mengangkat tema “Eksplorasi Sejarah dan kebudayaan lokal Desa Paniis” sebagai fokus utama kegiatan.

Pada acara seminar ini, dibuka oleh salah satu jajaran perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakatpun ikut andil hadir dengan antusias.

Kesenian tradisional pada pengenalan ini merupakan salah satu alat musik tradisional asli Kuningan yang terbuat dari bambu dan merupakan salah satu icon Kesenian yang sampai saat ini masih eksis dalam bidang kesenian yaitu alat musik tradisional dan angklung. 

Dalam hal ini perlu adanya dorongan dan pengenalan kembali dalam mengupayakan sejarah serta Kesenian tradisional desa Paniis dalam acara seminar ini.             

Program diadakannya kegiatan  ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengeksplor serta mengembalikan sejarah dan kesenian akan Desa Paniis. 

Karena perlu diketahui bahwa sejarah asli desa Paniis ini minim sekali diketahui oleh masyarakat dalam desanya sendiri, dan alat musik tradisional juga sudah minim diketahui oleh masyarakat dan anak muda. 

Kegiatan workshop dan seminar ini diisi oleh pemangku sejarawan Desa Paniis yaitu bapak Moh. Saap dan kebudayaan lokal bidang seni oleh Aki Otoy.

Dalam materi sejarah, Saap menyampaikan  temua-temuan peninggalan palisan, seperti bebatuan, makam, arca dan juga lainnya. Dan juga menjelaskan asal usul desa Paniis itu sendiri. 

.Sedangkan dalam penyampaian materi kebudayaan lokal yaitu Aki Otoy menyampaikan bahwa asal mulai Kesenian angklung dan calung ini yaitu terbuat dari potongan bambu yang di pukul guna untuk mengusir burung di sawah, dalam hal itu sehingga terinspirasi dan jadilah sebuah alat musik yang bernama angklung dan calung. 

Perlu di ketahui diadakannya kegiatan ini yaitu memberikan nilai positif dan dukungan dari masyarakat setempat, sehingga dengan kegiatan ini diharapkan ke depannya ada pelatihan dan kelanjutannya sehingga masyarakat khususnya anak muda bisa tau akan sejarah dan alat musik tradisional desa Paniis. (ta)

Rabu, 01 September 2021

Objek Wisata Sisi Sagara Kabupaten Kuningan, Targetkan Jadi Tempat Wisata Favorit di Jawa Barat

FOKUS CIREBON - Sisi Sagara adalah potensi wisata yang digagas sejak tahun 2017, terletak di Desa Cipasung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Sebelumnya lahan tersebut adalah bengkok desa seluar 5 Hektar yang persis berdampingan dengan Waduk Darma

kepala Desa Cipasung, Nanang Nuryadi memaparkan bahwa Desa Cipasung meminta kajian untuk dilakukan survey oleh akademisi Tri Sakti. Selain itu, Pemerinta Desa Cipasung juga menyampaikan ke jajaran Dinas di Kabupaten Kuningan sampai ke Bupati Kuningan.

"Alhamdulillah menurut akademisi Trisakti, ini merupakan potensi wisata yang baik. Karena suasana nya pas untuk sun rise dan sun set nya, juga berdampingan dengan sisi Waduk Darma, ditambah pemandangan sebelah utara nya itu adalah Gunung Ciremai. Jadi kami bersemangat untuk meningkatkan potensi wisatanya, dan menarik para wisatawan datang kesini. Sisi Sagara juga memiliki ikon unik, yaitu ada dermaga selfie ," papar Nanang, (Rabu,01/09).

Nanang menambahkan bahwa, sejak tahun 2018 sampai tahun 2020 sudah mendapatkan repitalisasi pengembangan objek Wisata Sisi Sagara. Pada tahun 2020, wisata Sisi Sagara akan sudah akan mendapatkan penataan, namun karen terjadi pandemi Covid-19, anggaran-anggaran tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19. 

"Tahun sekarang ini kita progresnya sudah menyerap anggaran dari Kabupaten Kuningan sekitar 1,1 Milyar, yang digunakan untuk 6 kegiatan, yaitu ticketing, branding, kios ruko, WC umum, gajebo, dan pemagaran," tambahnya.

Sementara itu Wawan Hermawan, sebagai Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Cipasung mengatakan, proses pembangunan objek wisata Sisi Sagara menjadi lebih bersemangat karena ada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) yang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 05 Mojang Jajaka (MOKA) di Desa Cipasung.

"Mahasiswa-mahasiswa KKM 05 MOKA dari UMC memang sangat mensuport dalam hal objek wisata Sisi Sagara. Harapan kami, mahasiswa KKM bisa jadi melengkapi, memberi saran dan masukan terkait perispan untuk launching objek wisata Sisi Sagara," jelasnya.

Doni Sandria sebagai Ketua KKM UMC Kelompok 05 MOKA berharap, KKM yang dilaksanakan selama 1 bulan dapat menambah wawasan dan pengalaman menarik. 

"Saya harap selama 1 bulan melaksanakan program kegiatan KKM, kami mendapatkan wawasan dan pengalaman menarik yang bisa diterapkan saat setelah lulus kuliah nanti. Tentunya banyak kesan-kesan menarik yang kami peroleh selama masa KKM ini yang akan kami ingat sampai lulus nanti," tukasnya. (Indah) 

Senin, 31 Mei 2021

Menparekraf, Sandiaga Uno : Desa Wisata Simbol Kebangkitan Ekonomi Nasional

Sosialisasi Desa Wisata di Desa Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (31/5/2021).


KUNINGAN, FC - Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 merupakan salah satu program pengembangan kepariwisataan Indonesia yang sedang digalakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dengan mengangkat tema “Indonesia Bangkit”. Program ini diharapkan mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat”. 

Rangkaian Sosialisi acara Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 akan dimulai pada tanggal 22 Mei2021 sampai dengan tanggal 25 Juni 2021.

Program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menyelenggarakan acara “Sosialisi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021” dengan tema“Indonesia Bangkit” pada Senin, 31 Mei 2021, di Desa Cibuntu, Jl. Balai Desa Cibuntu. Kec. Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Sebuah acara yang menggabungkan kekuatan sosial media dan media mainstream, diisi dengan kegiatan kunjungan menjelajah desa wisatayang sudah berkembang maupun berkelanjutan di daerah regional dan dilaksanakan dengan mengikuti protokol Kesehatan.

Setelah mengunjungi 3 desa wisata sebelumnya yaitu desa wisata Pujon Kidul Kabupaten Malang, desa wisata MAS Ubud Bali dan  desa wisata Tugu Selatan Cisarua Bogor, kali ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke desa wisata yang berada di kaki gunung Ceremai yaitu Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan.

Desa Cibuntu, Kabupaten Kuningan dipilih dalam kegiatan sosialisasi ini karena Desa Cibuntu dikenal sebagai juara di level ASEAN untuk pariwisata. Desa Wisata Cibuntu pernah menyabet sebagai desa wisata terbaik urutan kelima tingkat ASEAN pada 2016 untuk bidang homestay. 

Selain itu, pada 2017, desa ini juga terpilih sebagai desa wisata terbaik peringkat dua di Indonesia dalam perhelatan Community Based Tourism (CBT) Kementerian Pariwisata Indonesia.

Cibuntu juga memiliki daya tarik wisata berupa air terjun, kolam renang, dan camping ground dimana pengunjung bisa menikmati suasana alam yang asri dengan berbagai fasilitas yang lengkap.

Atraksi budaya juga menjadi daya tarik tersendiri yang ditawarkan oleh Desa Cibuntu adalah tarian penyambutan pengunjung. Selain itu daya tarik lainnya berupa suvenir kriya, yaitu produk-produk kesenian yang terbuat dari pemanfaatan limbah kayu. 

Selain itu juga banyak tersedia homestay, sebagai tempat istirahat dan penginapan untuk wisatawan. Dengan gencarnya sosialisasi program desa wisata yang menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini.

Sandiaga Salahuddin Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, karena pandemi maka desa terpaksa harus mencari cara untuk dapat survive dan menghasilkan pendapatan lain yang tidak sekedar berpangku pada pekerjaan mayoritas masyarakatnya saja.

"Dengan mulai mengusung konsep desa wisata sudah tentu akan menambah nilaii tambah desa itu sendiri karena mengadaptasi pendekatan ekonomi kreatif. Untuk itu desa juga harus meningkatkan ketrampilan masyarakatnya terutama untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi yang belum berakhir dengan berinovasi menciptakan konten-konten menarik untuk mengangat wajah dan keunggulan desa yang dapat dijual dalam satu paket wisata yang unik dan menarik," katanya.

Ditambahkan, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ingin memberikan program yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. 

"Jadi harapan Kemenparekraf, kita dapat fokus pada pemulihan ekonomi nasional. Dan program desa wisata ini menjadi simbol munculnya kebangkitan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Sandiaga Salahuddiin Uno juga mengajak desa wisata Cibuntu yang memiliki prestasi pernah menyabet gelar desa wisata terbaik urutan kelima pada tingkat ASEAN tahun 2016 ini untuk menginspirasi desa yang belum menerapkan konsep desa wisata agar meniru kemandirian mereka, juga mengajak desa wisata lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Sementara itu, tujuan kegiatan
adalah untuk mensosialisasikan dan mengkampanyekan program “Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021” agar dari 57.000 desa di seluruh Indonesia yang memiliki daya tarik wisata tergerak untuk mendaftarkan desanya ke dalam program “Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021”. 

Dari agenda 9 desa yang dikunjungi Menparekraf dan Public Figure memiliki tujuan memberikan acuan contoh dan motivasi desa lainnya yang ada diseluruh Indonesia untuk ikut serta mendaftarkan dan berkompetisi untuk menjadikan desa mereka sebagai Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bisa membangun motivasi bagi pengembangan desa dan menjadi penggerak ekonomi tingkat desa melalui desa wisata. 

Calon desa pendaftar juga tidak hanya bagi desa yang baru, melainkan desa wisata rintisan, berkembang dan maju yang belum mendaftarkan desanya juga bisa mengikuti program ini. 

Berikutnya diharapkan target tahun 2021 dengan adanya “Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021” Kemenparekraf dapat mencatat setidaknya lebih dari 700 desa wisata yang masuk ke dalam data Desa Wisata Indonesia.

"Acara promosi ini dilakukan langsung oleh Bapak Sandiaga Salahuddin Uno, selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Cinta Laura selaku Public Figureserta Ega Noviantika, penyanyi dangdut yang terkenal lewat ajang Dangdut Academy dan berasal dari Kabupaten Kuningan selaku Key Opinion Leader," ujar managamen Sandiaga Uno.

Dalam acara tersebut juga terdapat beberapa tamu undangan diantaranya, Bupati Kab. Kuningan
Wakil Bupati Kab. Kuningan
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.
Sekertaris Daerah Kab.Kuningan
Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan, Ketua DPRD Kab. Kuningan, Kapolres Kab.Kuningan, Dandim 0615 Kab.Kuningan, Camat Pasawahan dan Kepala Desa Cibuntu.


Acara Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 akan mengusung 7 (Tujuh) kategori penilaian bagi desa wisata pendaftar, diantaranya,  CHSE, Desa Digital, Souvenir (Kuliner, Fesyen, Kriya), Daya Tarik Wisata (Alam, Budaya, Buatan), Konten Kreatif, Homestay dan Toilet. 

Dimana kategori tersebut diharapkan mampu mendorong berkembangnya desa wisata menjadi wisata berkelanjutan dan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas yang dapat diikuti oleh semua desa di Indonesia.

Proses Pelaksanaan kegiatan tersebut akan dilaksanakan sebagai berikut : Promosi, 30 April s/d 25 Juni 2021, Registrasi Online: 7 Mei 2021 s/d 26 Juni 2021, (Dimana semua Desa di Indonesia harus melengkapi data-data yang sudah ditentukan), Promosi Regional: 20 Mei 2021 s/d 24 Juni 202, Kurasi: 28Juni 2021s/d 2 Juli 2021, Pembekalan / Workshop: 5 Juli 2021 s/d 16 Juli 2021 (Online). Kegiatan ini dilakukan untuk mempertajam pemahaman mengenai syarat dan ketentuan kategori dan juga sarana edukasi CHSE.

Sedangkan penetuan 50 desa terbaik pada 16 Agustus 2021 s/d 20 Agutus 2021 (Para dewan juri akan menentukan 500 desa sebagai nominasi, dan akan dipilih 50 desa terbaik, yang nantinya akan dilakukan visitasi/verifikasi oleh Menparekraf dan perwakilan dari dewan juri).

Selanjutnya, Visit pada 23 Agustus 2021 s/d 12 November 2021 (Pada saat Visit masing masing dari 50 Desa akan mempresentasikan keunggulan desa masing-maisng sesuai dengan kategori penilaian dan akan di lakulan penilaian langsung oleh Menparekraf dan Perwakilan Juri).
 
Sedangkan penentuan 10 Besar pada 15 November 2021s/d 19 November 2021 (Penentuan 10 besar desa wisata dilakukan berdasarkan skor penilaian yang didapat setelah visitasi/verifikasi).

Selanjutnya, penentuan 4 besar yakni pada 22November s/d 3 Desember 2021 (Dilakukan penilaian kembali oleh dewan juri untuk memilih 4 desa terbaik dan juga voting oleh masyarakat untuk memilih 1 desa terfavorit lewat media sosial).

Sedangkan malam puncak dilakukan pada 7 Desember 2021
(Pengumuman 4 desa terbaik dan 1 desa terfavorit akan diumumkan di acara Malam Puncak Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021).

Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, serta mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata-desa wisata baru di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa.

Juga menjadikan desa wisata sebagai Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat, Terkumpulnya database/update informasi dari desa wisata yang mendaftar dan ikut berpartisipasi dalam acara ini. 

Hal ini dikarenakan pengisian pendaftaran anugerah desa wisata ini akan disinkronisasikan dengan sistem jejaring desa wisata (Jadesta) yang saat ini sedang dikembangkan. 

Selain itu, juga meningkatkan pengembangan desa wisata baru dan memberikan suguhan menarik kepada wisatawan mancanegara ataupun wisatawan domestik melaui desa-desa wisata di Indonesia. (din)

Sponsor

test

Featured Posts