Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 27 Februari 2025

Sukseskan Temu Inklusi Nasional Ke-6, SIGAB Indonesia Gandeng Pemkab Cirebon February 27, 2025 Government Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon KABUPATEN CIREBON — Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia menggelar rapat koordinasi rencana Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon di ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (27/2/2025). Rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan suksesnya acara Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Durajaya, Kecamatan Greged pada Agustus 2025 nanti. Perlu diketahui, Temu Inklusi Nasional merupakan forum dua tahunan yang dilaksanakan untuk membahas bagaimana permasalahan pembangunan bisa diselenggarakan dengan lebih inklusif, yang melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat difabel. Pemkab Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk turut mensukseskan Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 tersebut. Dalam sambutannya, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi mengatakan, komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan inklusif di Kabupaten Cirebon. “Bentuk dari komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon, yaitu bagaimana menyikapi inklusifitas pembangunan,” ujar Dangi. “Kami telah menyelenggarakan musrenbang khusus difabel, yaitu bagaimana kami mengakomodasi kebutuhan teman-teman difabel untuk bisa masuk ke program-program Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ungkapnya. Dirinya juga mengapresiasi atas terpilihnya Kabupaten Cirebon sebagai tuan rumah Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025. “Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih, bahwa pemerintah daerah diberi kehormatan untuk bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Inklusi Nasional se-Indonesia ke-6 Tahun 2025. Kami ingin buktikan bahwa Kabupaten Cirebon ramah difabel,” jelas Dangi. Sementara itu, Direktur SIGAB Indonesia, M Joni Yulianto mengatakan, tujuan diadakannya Temu Inklusi Nasional tersebut adalah untuk menyebarluaskan kebijakan pembangunan inklusif yang sudah diterapkan di beberapa daerah. “Tujuannya adalah masalah-masalah inklusif itu bisa dipahami semua orang dan apa yang sudah diterapkan di beberapa daerah berkaitan dengan pembangunan inklusif bisa disebarluaskan,” tutur Joni. “Serta nantinya kita memberi rekomendasi kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah tentang bagaimana pembangunan yang lebih inklusif dan menyetarakan,” ucapnya. Dari Temu Inklusi Nasional sebelumnya, sudah banyak rekomendasi yang telah menjadi kebijakan Pemerintah, baik pusat maupun daerah, salah satunya yaitu indikator desa inklusi yang telah diakomodasi melalui Keputusan Menteri Desa. Pada rapat koordinasi tersebut, turut hadir Kepala Bagian (Kabag) Kesra, perwakilan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Desa Durajaya, dan stakeholder pengampu lainnya. (DISKOMINFO) Berita CirebonCirebonDifabelInfo CirebonKabupaten CirebonPemkab CirebonSIGAB IndonesiaTemu Inklusi Nasional Share: Pemkab Cirebon dan Polresta Cirebon Sidak Pasar, Harga Bapokting Masih Stabil Meski Ada Kenaikan Hadiri Panen Raya Jagung, Wabup Jigus Dukung Program Ketahanan Pangan Search … Search Berita Terbaru Bupati Imron Ajak ASN Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon 0 Bupati Imron Ajak ASN Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas Tingkatkan Usia Harapan Hidup, Pemkab Cirebon Luncurkan 42 Sekolah Lansia Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon 0 Tingkatkan Usia Harapan Hidup, Pemkab Cirebon Luncurkan 42 Sekolah Lansia Hadiri Panen Raya Jagung, Wabup Jigus Dukung Program Ketahanan Pangan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon 0 Hadiri Panen Raya Jagung, Wabup Jigus Dukung Program Ketahanan Pangan Kategori Artikel (10) Bupati (235) Ekonomi (32) Government (238) Pendidikan (14) Perangkat Daerah (129) Sekretaris Daerah (41) Sosial & Kesehatan (62) Umum (103) Wakil Bupati (32) Wisata & Budaya (17) Tags BansosBatikBayi kembar SiamBerita CirebonBudayaBupati CirebonCirebonDinas SosialDinsosDisabilitasDiskominfo Kabupaten CirebonDisnakerDisporaDLHDPPKBP3AEkonomiHari IbuHilmy Riva'iIdul AdhaImronInflasiInfo CirebonJawa BaratJigusJobfairJob fairKabupaten CirebonKesehatanKurbanLebaranPemkab CirebonPencakerPilkadaPilkada 2024Pj Bupati CirebonPMIPolresta CirebonRakorSekdaSekretaris DaerahSekretaris Daerah Kabupaten CirebonSeniWahyu MijayaWakil Bupati CirebonWisata



KABUPATEN CIREBON — Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia menggelar rapat koordinasi rencana Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon di ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (27/2/2025).

Rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan suksesnya acara Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 yang akan diselenggarakan di Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Durajaya, Kecamatan Greged pada Agustus 2025 nanti.

Perlu diketahui, Temu Inklusi Nasional merupakan forum dua tahunan yang dilaksanakan untuk membahas bagaimana permasalahan pembangunan bisa diselenggarakan dengan lebih inklusif, yang melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat difabel.

Pemkab Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk turut mensukseskan Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025 tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi mengatakan, komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan inklusif di Kabupaten Cirebon.

“Bentuk dari komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon, yaitu bagaimana menyikapi inklusifitas pembangunan,” ujar Dangi

“Kami telah menyelenggarakan musrenbang khusus difabel, yaitu bagaimana kami mengakomodasi kebutuhan teman-teman difabel untuk bisa masuk ke program-program Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Dirinya juga mengapresiasi atas terpilihnya Kabupaten Cirebon sebagai tuan rumah Temu Inklusi Nasional ke-6 Tahun 2025.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih, bahwa pemerintah daerah diberi kehormatan untuk bisa menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Inklusi Nasional se-Indonesia ke-6 Tahun 2025. Kami ingin buktikan bahwa Kabupaten Cirebon ramah difabel,” jelas Dangi.

Sementara itu, Direktur SIGAB Indonesia, M Joni Yulianto mengatakan, tujuan diadakannya Temu Inklusi Nasional tersebut adalah untuk menyebarluaskan kebijakan pembangunan inklusif yang sudah diterapkan di beberapa daerah.

“Tujuannya adalah masalah-masalah inklusif itu bisa dipahami semua orang dan apa yang sudah diterapkan di beberapa daerah berkaitan dengan pembangunan inklusif bisa disebarluaskan,” tutur Joni.

“Serta nantinya kita memberi rekomendasi kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah tentang bagaimana pembangunan yang lebih inklusif dan menyetarakan,” ucapnya.

Dari Temu Inklusi Nasional sebelumnya, sudah banyak rekomendasi yang telah menjadi kebijakan Pemerintah, baik pusat maupun daerah, salah satunya yaitu indikator desa inklusi yang telah diakomodasi melalui Keputusan Menteri Desa.

Pada rapat koordinasi tersebut, turut hadir Kepala Bagian (Kabag) Kesra, perwakilan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Desa Durajaya, dan stakeholder pengampu lainnya. (Ara)

Utamakan Pelayanan, Desa Sampiran Prioritaskan Kepuasan Masyarakat


CIREBON, FC – Pemerintah Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, terus mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat. 

Dengan mengusung motto Kerja Cepat, Kerja Tepat, dan Kerja Bermartabat, Kuwu Sampiran, KH Sujito, menekankan pentingnya pelayanan yang optimal sebagai bentuk tanggung jawab kepada warga.

Menurut Kuwu Sujito, pelayanan yang baik menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. “Kami selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat merasa puas dan dapat bersinergi dengan baik dalam membangun desa ini,” ujarnya.

Pada tahun 2025, Pemerintah Desa Sampiran telah merencanakan berbagai program strategis yang mencakup penataan lingkungan dan infrastruktur, pengembangan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan aspek sosial-keagamaan, hingga pelestarian budaya lokal.

Meski demikian, Kuwu Sujito menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada pemerintah desa saja. Ia mengajak seluruh stakeholder, termasuk tokoh masyarakat, pemuda, dan elemen lainnya, untuk turut serta dalam membangun Desa Sampiran menjadi lebih maju dan sejahtera.

“Kami berharap ada peran aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam setiap program yang dijalankan. Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita bisa membawa Desa Sampiran ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Dengan komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan bermartabat, Desa Sampiran terus berupaya menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mewujudkan pemerintahan yang dekat dengan rakyat. (din)

Rabu, 26 Februari 2025

Program Pascasarjana UIN Cirebon Gelar FGD Revisi KUHAP: Menjawab Tantangan Hukum Pidana Modern

CIREBON, FC– Program Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan nama Cyber Islamic University (CIU), menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Revisi KUHAP: Sejauhmana KUHAP Menjawab Tantangan Hukum Pidana Modern”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Februari 2025, bertempat di Auditorium Pascasarjana lantai III, dengan tujuan untuk memberikan kontribusi pemikiran mengenai Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (R. KUHP) yang sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI.

FGD ini dihadiri oleh sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H., Dr. H. Dudung Hidayat, S.H., M.H., Dr. H. Rusman, S.H., M.H., Dr. H. Hermanto, S.H., M.H., dan Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A. Hadir pula dalam acara tersebut, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, yang menyampaikan sambutan sekaligus menegaskan urgensi FGD ini sebagai upaya kontribusi akademik dalam pembentukan undang-undang.

Menurut Prof. Jamali, kegiatan ini penting dalam rangka urun rembug mengenai pembentukan undang-undang yang sedang dibahas oleh DPR RI, sesuai dengan amanat UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. 

Prof. Jamali menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat, khususnya kalangan akademisi, birokrat, dan aparat penegak hukum (APH), sangat diperlukan agar undang-undang hasil revisi dapat diterima dengan baik oleh publik.

Para narasumber memberikan sejumlah rekomendasi penting yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas revisi RUU KUHAP. Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H., dalam paparannya menekankan pentingnya melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, termasuk akademisi, NGO, birokrat, dan aparat penegak hukum (polisi, jaksa, hakim, dan pengacara) dalam pembahasan revisi KUHAP. Hal ini, menurutnya, penting agar setiap perubahan undang-undang dapat diterima oleh masyarakat secara luas.

Sementara itu, Dr. H. Dudung Hidayat, S.H., M.H., dari Universitas Gunung Jati Cirebon, menyarankan agar pengaturan tentang penyelidikan lebih jelas dalam RUU KUHAP, mengingat pentingnya fungsi penyelidikan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang oleh penyidik. 

Selain itu, Dr. H. Rusman, S.H., M.H., mengkritik adanya ketidaksesuaian dalam pasal-pasal tertentu dalam RUU tersebut, seperti ketidaktermasukkannya pengertian penyelidikan, yang sangat esensial dalam mencegah kesewenangan penyidik.

Dr. H. Hermanto, S.H., M.H., mengingatkan bahwa penyelidikan adalah bagian integral dari penyidikan yang harus tetap dipertahankan dalam RUU KUHAP. Ia juga menyoroti potensi masalah dalam pengaturan kewenangan penyitaan barang bukti tanpa izin dalam keadaan mendesak, yang menurutnya perlu diawasi secara ketat.

Selain itu, para narasumber juga mengusulkan agar konsep Restorative Justice dimasukkan dalam RKUHAP. Hal ini akan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus-kasus ringan dengan pendekatan yang lebih mengedepankan pemulihan hubungan sosial daripada sekadar menghukum pelaku.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Sugianto juga menyatakan keprihatinannya terhadap proses revisi RUU KUHAP yang terkesan terburu-buru, mengingat rencana pengesahan yang dijadwalkan pada 21 Maret 2025. 

Ia mengusulkan agar pengesahan ini ditunda sampai revisi tersebut benar-benar dapat diterima oleh publik dan tidak memunculkan masalah di lapangan.

Dengan mengusung tema yang relevan dengan perkembangan hukum pidana modern, FGD ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pembahasan dan penyempurnaan RUU KUHAP yang sedang berlangsung. 

Para akademisi dan praktisi hukum yang terlibat dalam diskusi ini berharap agar hasil dari forum ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi DPR RI dan pemerintah dalam memperbaiki sistem hukum acara pidana di Indonesia.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan masyarakat luas dalam proses pembuatan undang-undang, agar hasilnya benar-benar memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat. 

Revisi KUHAP yang lebih baik diharapkan dapat menciptakan sistem peradilan yang lebih transparan, adil, dan responsif terhadap tantangan hukum pidana modern. (din)

Pakar Hukum dan Praktisi Berdiskusi, Upaya UIN Siber Cirebon Gagas Rekomendasi Revisi KUHAP


CIREBON, FC–  Focus Group Discussion (FGD) menjadi diskusi hangat para praktisi dan pakar hukum tentang “Revisi KUHAP, Sejauh Mana RKUHAP Menjawab Tantangan Hukum Pidana Modern” yang digagas Pascasarjana UIN Siber Cirebon melalui Kegiatan FGD di Lantai 3 gedung Pascasarjana, Rabu, (26/02/2025), dan dibuka langsung oleh Wakil Rektor III, Prof Dr H Jamali, M.Ag.

Diskusi ini menghadirkan pakar hukum, praktisi hukum, akademisi serta Aparat Penegak Hukum (APH), untuk membedah secara mendalam berbagai aspek dari Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP).

Dalam FGD ini ada lima narasumber, di antaranya Guru Besar Hukum, Prof. Dr H Sugianto, SH MH, advokat dan dosen Dr H Hermanto, SH MH, Dr H Dudung SH MH, Dr H Rusman SH MH serta Dekan Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon.

Dr H Hermanto SH MH kepada media menyatakan bahwa Revisi KUHAP ini belum layak untuk disahkan. Sebab pengesahan ini sangat menjadi kebutuhan berkaitan dengan akan berlakunya KUHP baru nanti pada Januari 2026.

"Yang dianggap tidak layak itu adalah rancangan di dalamnya, kenapa karena masih banyak hal yang belum tercover dan disinkronisasikan dengan berbagai pihak terutama dalam hal ini dengan pihak Kepolisian yang dalam hal ini sebagai pintu gerbang daripada keadilan itu di dapat oleh para pihak, kenapa proses penyelidikan itu dihilangkan padahal keberadaannya sangat penting untuk mencari unsur pidana itu ada atau tidak sebelum menentukan adanya tersangka," jelasnya.

Dr Hermanto juga menjelaskan banyak hal terkait RKUHP yang seyogyanya harus ditunda. Seperti juga salah satu fokus utama dalam diskusi ini adalah konsep restorative justice, yang semakin menjadi perhatian dalam sistem hukum pidana modern. 

Para Narasumber FGD juga menyoroti pentingnya pendekatan ini untuk memberikan keadilan yang lebih humanis, terutama dalam kasus-kasus tertentu yang seharusnya dapat diselesaikan di luar jalur peradilan formal.

Selain itu, perdebatan juga berkembang mengenai sistem penahanan dalam hukum pidana. Salah satu isu yang mencuat adalah perlunya pembatasan waktu yang lebih ketat dalam proses penyelidikan hingga penyidikan agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan atau kriminalisasi berlarut-larut. 

Sejumlah narasumber menilai bahwa sistem yang ada saat ini masih membuka peluang terjadinya ketidakpastian hukum bagi tersangka.

“KUHAP yang kita gunakan saat ini masih merupakan produk hukum lama yang dibuat dalam konteks sosial-politik yang berbeda. Padahal, hukum seharusnya dinamis dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ujar Dr H Hermanto SH, MH dan Dr H Dudung SH MH, narasumber dalam FGD.

Selain dua isu utama tersebut, diskusi juga membahas berbagai aspek lain dari RKUHAP, termasuk transparansi dalam proses peradilan, hak-hak tersangka dan korban, serta optimalisasi peran lembaga-lembaga pengawas dalam sistem peradilan pidana.

Dengan semakin berkembangnya dinamika sosial dan teknologi, revisi KUHAP dinilai sebagai kebutuhan mendesak untuk memastikan bahwa sistem hukum di Indonesia tetap relevan, adil, dan mampu memberikan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat. FGD ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penting dalam proses penyempurnaan RKUHAP sebelum diimplementasikan dalam sistem peradilan Indonesia. 

Sementara itu, Pakar Hukum sekaligus juga guru besar, Prof Dr H Sugianto SH MH, menyatakan bahwa FGD ini untuk mendapatkan rekomendasi dan rekomendasi itu akan disampaikan ke pihak DPR RI. (din)

Forum Komunikasi Guru Ngaji Kota Cirebon Gelar Silaturahmi Kebangsaan

 

CIREBON, FC – Forum Komunikasi Guru Ngaji (FKGN) Kota Cirebon menggelar acara Silaturahmi Kebangsaan yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. 

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, unsur pemerintah, perbankan, serta tamu undangan lainnya yang berperan dalam menjaga persatuan dan kebhinekaan di Indonesia.

Dalam sambutannya, perwakilan dari Forum Komunikasi Guru Ngaji menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman. 

"Melalui acara ini, kita ingin mengingatkan kembali pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dan kepatuhan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan berbangsa dan bernegara," ujar salah satu panitia.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarumat beragama serta memperkuat peran guru ngaji dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Para tamu undangan yang hadir menyambut baik acara ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, semangat kebhinekaan dan nilai-nilai kebangsaan dapat terus terjaga di tengah masyarakat Kota Cirebon. (Ara)

Meriahnya Munggahan Manara : Pawai Obor, Angklung, dan Barongsai Sambut Ramadhan

KABUPATEN CIREBON - Suasana malam Kota Baru Keandra (KBK) dipenuhi cahaya obor yang menyala-nyala, alunan musik angklung yang syahdu, dan atraksi barongsai yang memukau, membuat acara Munggahan Manara semarak dan  meriah.

Warga Manara, termasuk anak-anak dari Rumah Qur'an Al Muhita Manara di bawah pimpinan Ustaz Ismail, dan anak anak manara lainnya antusias mengikuti kegiatan Munggahan Manara dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Acara yang berlangsung pada Rabu malam (26/2) pukul 19.30 WIB ini dimulai dengan pawai obor yang melintasi jalan utama KBK serta memasuki cluster-cluster perumahan. Kilauan api obor yang dibawa peserta menambah kehangatan suasana, menciptakan pemandangan yang begitu memukau. 

Iringan musik angklung semakin menghidupkan suasana, sementara atraksi barongsai memberikan sentuhan budaya yang unik dan menarik perhatian warga, terutama anak-anak.

Ketua RW 008 Cluster Manara, M. Nurudin, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Acara Munggahan ini bukan hanya bentuk syukur menyambut Ramadhan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga.

Tagline Manara Rukun Guyub Sedulur Kabeh benar-benar terasa malam ini,” ujarnya. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan, terutama dalam momentum keagamaan lainnya.

Selain aspek spiritual dan kebersamaan, M. Nurudin juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. 

“Kita harus tetap kompak, tidak hanya dalam acara seperti ini, tetapi juga dalam menjaga lingkungan, mulai dari infrastruktur, saluran air, penghijauan, hingga aspek sosial, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan di Manara.”

Senada dengan itu, Ustaz Ismail menambahkan bahwa kegiatan Munggahan memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak Manara. “Adanya obor dan angklung ini memberikan kesan yang luar biasa. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujarnya.

Panitia acara, Ucu, Deden dan Ivan juga membagikan cerita di balik persiapan acara ini. Menurut mereka, persiapan sudah dimulai sejak dua hari sebelumnya, termasuk penyediaan bambu, minyak tanah, serta berbagai perlengkapan lainnya. 

“Kami ingin acara ini benar-benar meriah, apalagi dengan adanya angklung dan barongsai. Ini sesuatu yang baru bagi warga, terutama anak-anak generasi Manara,” ujar mereka dengan penuh semangat.

Kemeriahan Munggahan Manara ini menjadi bukti nyata kekompakan dan semangat gotong royong warga. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya dalam menyambut Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.



"Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak, baik donatur maupun warga Manara secara keseluruhan atas partisipasi baik tenaga dan waktunya sehingga kegiatan Munggahan menyambut datangnya bulan suci ramadhan bisa terlaksana dengan sukses dan meriah," ujar Ketua RT 003, Hendri kepada media. (Rafani)

Wisuda Perdana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Menuju Universitas Islam Siber Berkelas Dunia

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar wisuda Perdana di tahun 2025 dengan mengusung visi besar menjadi Universitas Islam Siber yang Unggul dan Berkelas Dunia. Wisuda tersebut digelar di salah satu hotel di bilangan Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon.

Pada wisuda Perdana ini, UIN Siber Cirebon meluluskan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegiruan (FITK) sejumlah 230 wisudawan, Fakultas Syariah (FS) sebanyak 130 wisudawan, Fakultas Ushuludin dan Adab (FUA) sebanyak 123 wisudawan.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Siber, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, menegaskan bahwa universitas ini siap menjadi pelopor dalam pendidikan Islam terbuka berbasis siber yang berkualitas dan berkelanjutan.

"Kami berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan masa depan yang inovatif, inklusif, dan berbasis digital. Dengan tata kelola berbasis siber, UIN Siber siap mencetak lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan global," ujar Prof Aan Rektor UIN Siber Cirebon.

Rektor Aan juga juga menjelaskan tentang misi besar UIN Siner Cirebon yakni Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Digital. Menurutnya sebagai perguruan tinggi berbasis siber, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki misi untuk mengembangkan sistem akademik modern melalui pendidikan jarak jauh berbasis digital, kemudian juga meningkatkan kualitas riset dan pengabdian masyarakat dengan pemikiran global.

Selain itu, kata Rektor Aan, memanfaatkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dan big data untuk mendukung pembelajaran, serta membangun kolaborasi internasional dengan dunia usaha dan organisasi global.

"Dengan fokus pada model pendidikan inklusif, universitas ini bertekad menjadi trendsetter dalam integrasi ilmu pengetahuan berbasis siber," terangnya.

Mengenai Roadmap Transformasi Digital 2023-2027, Rektor Aan menegaskan bahwa untuk mencapai visinya, UIN Siber telah merancang Roadmap Transformasi Digital yang mencakup peningkatan SDM Dosen dan Tenaga Kependidikan.

Selain itu, pengembangan platform e-learning dan produksi konten digital, pembangunan infrastruktur digital berbasis AI dan big data, serta kolaborasi dengan industri, organisasi internasional, serta institusi pendidikan lainnya.

Menurut Rektor Aan, transformasi ini bertujuan menghasilkan lulusan transformatif, berdaya saing global, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.

"Wisuda ini menjadi momentum penting bagi para lulusan dan civitas akademika dalam mewujudkan cita-cita UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai universitas Islam berbasis siber yang unggul dan berkelas dunia," tandasnya. 

Sementara itu, usai kegiatan wisuda, Dekan FUAD, Dr H Anwar Sanusi M.Ag kepada media fokus Cirebon menyatakan bahwa kita berharap dari apa yang dilakukan atau kesuksesan para alumni di 2024 kemarin, kampus kita menjadi penyumbang terbesar karena bisa lolos CPNS dari sebanyak 35 orang.

"Ini tentu tidak mudah, artinya mereka tidak menyia-nyiakan peluang dan kesempatan yang ada. Tantangan ini bisa mereka jawab dengan adanya mata kuliah materi yang disampaikan atau diajarkan dosen dan ternyata itu sesuai dengan tuntutan yang terjadi di lapangan," papar Anwar.

Artinya, bahwa kebutuhan mereka di lapangan itu sudah terpenuhi dengan pengajaran yang diberikan oleh para dosen di lingkungan Fakultas Ushuludin dan Adab.

Anwar juga menegaskan bahwa ada terobosan baru mengenai pasar kita di lapangan, yakni pertama adalah pasar yang ada di Kementerian Agama sendiri yakni penyuluh. 

Mengenai tentang penyuluh ini, kita akan mempersiapkan mata kuliah khusus untuk menjawab bahwa mata kuliah khusus ke penyuluhan, sehingga sehingga setelah lulus mereka sudah siap. Kedua untuk menjadi guru, sejak kebijakan Dirjen Pendis yakni guru guru madrasah baik d PAI baik di SPI kemudian di Akidah Akhlak, di ilmu Al-Qur'an dan Tafsir serta di ILHA, itu semua sudah kita persiapan untuk.menjawab tantangan di luar. 

Artinya, mata kuliah ini adalah milik kita dan jurusan ini bisa menjadi jalan, sehingga lulusan dari alumni kita punya kesempatan besar untuk menjadi guru dan ini hampir menjawab setiap tahunnya kepada semua alumni untuk guru guru madrasah bidang studi yang diambil pada jurusan tersebut.

"Dari jurusan tersebut, peluang kerja di itu sudah ada, tinggal bagaimana teman teman bisa menyikapi bisa punya prestasi tentu dengan peningkatan kualitas," pintanya. (ADV/din)

Wakil Wali Kota Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok dan Harga Terjangkau Menjelang Ramadan

CIREBON, FC - Menjelang Bulan Suci Ramadan, Pemerintah Kota Cirebon giat memastikan kestabilan harga dan ketersediaan stok pangan yang cukup bagi masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, tanpa khawatir akan lonjakan harga atau kekurangan pasokan kebutuhan sehari-hari. 

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati SPdI, melakukan peninjauan langsung ke Pasar Jagasatru pada Selasa (25/2/2025). 

Tujuan utama dari peninjauan ini adalah memastikan bahwa kebutuhan pokok yang biasa dibutuhkan masyarakat selama bulan Ramadan dapat tersedia dengan harga yang wajar dan terjangkau. Dalam peninjauan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memantau kondisi pasar dan menjaga agar inflasi di wilayah Kota Cirebon tetap terkendali. 

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Cirebon untuk menjaga stabilitas ekonomi, khususnya dalam hal harga bahan pokok yang selalu mengalami fluktuasi menjelang Ramadan. 

"Kami ingin agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang, tanpa ada kekhawatiran akan ketersediaan bahan pokok," ujar Wakil Wali Kota.

Menyadari bahwa Ramadan identik dengan lonjakan kebutuhan konsumsi, Wakil Wali Kota juga mengingatkan para pedagang agar tetap mengutamakan pelayanan yang baik kepada pembeli, sekaligus menjaga agar harga tetap stabil. 

"Kebutuhan masyarakat biasanya akan melonjak saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Maka dari itu, kita perlu menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga barang agar tidak ada pihak yang dirugikan," tambahnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota juga memberikan pesan penting kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja selama bulan puasa. Ia mengingatkan agar tidak terbawa nafsu belanja berlebihan. "Mari kita belanja dengan bijak dan sesuai kebutuhan," pesannya.

Dengan berbagai langkah yang telah dan akan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Cirebon, diharapkan Ramadan tahun ini dapat berjalan dengan lancar, penuh kedamaian, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat. 

"Pemerintah Kota Cirebon terus berkomitmen untuk memastikan bahwa harga bahan pokok tetap terjangkau, sehingga ibadah dan aktivitas sehari-hari selama Ramadan dapat berjalan dengan optimal," tuturnya. (Azis)



HUT Ke-67 Perumda Tirta Giri Nata, Wakil Wali Kota Dorong Sinergitas Layanan Air Bersih yang Lebih Baik


CIREBON, FC – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati SPdI, menjadi pembina upacara dalam rangka Peringatan HUT Ke-67 Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Rabu (26/2/2025). 

Perayaan ini menjadi momen yang tidak hanya mengenang perjalanan panjang perusahaan, tetapi juga sebagai refleksi untuk semakin memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa peringatan HUT ke-67 Perumda Air Minum Tirta Giri Nata memiliki makna yang mendalam. Menurutnya, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki peran strategis, Perumda Tirta Giri Nata telah membuktikan eksistensinya dalam menyediakan air bersih berkualitas bagi masyarakat Kota Cirebon.

"Perumda Air Minum Tirta Giri Nata memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan, terutama dalam memastikan tersedianya akses air bersih yang layak bagi warga Kota Cirebon," ujar Wakil Wali Kota.

Visi pembangunan Kota Cirebon yang dicanangkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yaitu Cirebon Setara Berkelanjutan, menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan dan ekonomi. Perumda Tirta Giri Nata, sebagai salah satu BUMD, memainkan peran vital dalam mewujudkan visi ini.

"Salah satu fokus utama kami dalam visi Setara Berkelanjutan adalah meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk penyediaan air bersih. Ini merupakan bagian dari upaya kita semua untuk memastikan bahwa Kota Cirebon berkembang secara berkelanjutan, dengan memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan," tambah Wakil Wali Kota.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menyebutkan bahwa tantangan dalam pengelolaan air bersih akan semakin kompleks seiring dengan pesatnya urbanisasi, perubahan iklim, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Perumda Tirta Giri Nata perlu terus beradaptasi dan mengembangkan strategi yang lebih inovatif.

"Tantangan ke depan akan semakin besar, dan kita perlu memastikan bahwa Perumda Tirta Giri Nata dapat menghadapi tantangan tersebut dengan profesionalisme tinggi. Sinergi antara BUMD, pemerintah daerah, dan sektor swasta akan sangat penting untuk menciptakan layanan yang lebih baik bagi masyarakat," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh karyawan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menjaga kualitas layanan air bersih di Kota Cirebon. 

"Semangat inovasi dan pelayanan prima yang sudah ditunjukkan oleh Perumda Tirta Giri Nata harus terus dipertahankan dan ditingkatkan," ungkapnya.

Wakil Wali Kota mengakhiri sambutannya dengan mengajak semua pihak untuk menjadikan peringatan HUT Ke-67 Perumda Air Minum Tirta Giri Nata ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Cirebon. 

"Mari kita terus bekerja sama dalam mewujudkan Cirebon Setara Berkelanjutan melalui kontribusi nyata BUMD dalam pembangunan daerah," tutupnya. (Azis)



Selasa, 25 Februari 2025

SMSI Kabupaten Cirebon Rayakan HUT ke-8 dengan Bakti Sosial untuk Anak Panti Asuhan

 


KABUPATEN CIREBON  - Kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Cirebon menggelar bakti sosial dengan menyambangi Graha Yatim dan Dhu'afa Yayasan Harapan Robbani, di jalan Kesambi Dalam No. 15/95, Kesambi, Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat, guna memberikan bantuan sembako untuk anak-anak panti.

Aksi bakti sosial ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke- 79 dan Hari Ulang Tahun Serikat Media Siber Indonesia (HUT SMSI) ke-8 pada tanggal 7 Maret 2025.

Penyaluran paket sembako dipimpin langsung oleh Toto M Said, selaku ketua SMSI Kabupaten Cirebon.

Toto mengatakan  bahwa bantuan sembako ini adalah bentuk komitmen dari pengurus SMSI Kabupaten Cirebon untuk mendukung masyarakat, khususnya anak-anak Yatim Piatu.

“Hari ini kebetulan merupakan peringatan hari jadi SMSI yang ke-8, yang dirayakan serentak oleh pengurus SMSI di seluruh tanah air. Sebagai ungkapan rasa syukur, kami mengadakan kegiatan sosial di panti asuhan. Ini adalah manifestasi kepedulian kami terhadap anak-anak di panti. Berbagai rejeki kami bagi kepada mereka. Karena rezeki yang kami peroleh dari Allah, terdapat hak anak-anak ini di dalamnya. Hal ini perlu kami sebarkan kepada orang lain, termasuk kepada anak-anak di panti asuhan ini,” ungkap Toto, Selasa (25/2/2025).

Menurut Toto, program serupa ini telah diadakan beberapa kali sebelumnya dan menjadi bagian dari dedikasi SMSI Kabupaten Cirebon untuk memberikan  manfaat bagi sesama.

"Melalui inisiatif ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih acuh terhadap yang membutuhkan. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai pengingat akan tanggung jawab sosial kita, yang tidak hanya terkait dengan profesi kita sebagai jurnalis, tetapi juga sebagai anggota dari komunitas yang lebih luas," jelasnya.

Toto berharap agar bantuan yang disalurkan kepada anak-anak yatim ini dapat dimanfaatkan dengan baik, membawa kebahagiaan, dan memberikan sedikit keringanan bagi mereka. "Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua sponsor yang telah mendukung dan mensukseskan kegiatan ini," ungkapnya.

Sementara itu, Rika, salah satu pengurus yayasan panti asuhan mengaku bersyukur dengan bantuan sembako yang disalurkan SMSI Kabupaten Cirebon.

“Kami mengucapkan terima kasih pada SMSI Kabupaten Cirebon atas bantuan sembako dan lainnya. Ini yang kami pergunakan untuk menghidupi anak-anak sehari-hari, semoga Allah SWT membalas kebaikannya,' ucapnya. (din)

Dinsos Kabupaten Cirebon Salurkan Alat Bantu Untuk Puluhan Penyandang Disabilitas

KABUPATEN CIREBON — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon menggelontorkan bantuan berupa alat bantu untuk 80 penyandang disabilitas. Penyaluran alat bantu itu dilaksanakan di gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber, Selasa (25/2/2025).

Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus ini, menyerahkan secara simbolis bantuan bagi penyandang disabilitas didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani.

Jigus mengatakan, penyaluran alat bantu disabilitas, seperti tongkat hingga kursi roda itu merupakan implementasi dari undang-undang.

“Pemkab Cirebon wajib memberikan atau memenuhi hak penyandang disabilitas. Jadi, alhamdulillah melalui Dinas Sosial, kita memberikan bantuan kepada para penyandang disabilitas,” ucap Agus.

Jigus menyebut, bahwa Kabupaten Cirebon memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Sehingga, pemerintah berkewajiban memenuhi hak penyandang disabilitas, salah satunya memberikan alat bantu untuk aksesibilitas. Tak hanya itu, Pemkab Cirebon juga terus berupaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja bagi disabilitas.

“Supaya disabilitas mendapatkan haknya sebagai warga negara, ke depan kita akan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah lainnya (penyerapan tenaga kerja disabilitas),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani menjelaskan, penyaluran bantuan berupa alat bantu merupakan upaya mengembalikan fungsi sosial penyandang disabilitas. Sehingga, mereka bisa merasakan kemandirian dalam melakukan hal-hal dasar.

“Sebanyak 80 disabilitas (penerima bantuan) yang tersebar di Kabupaten Cirebon,” ucap Fitri—sapaan akrab Kadinsos.

Fitri menjelaskan, pemenuhan hak bagi disabilitas itu merupakan perwujudan dari implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas. Pemerintah pusat dan daerah harus memberikan pelayanan inklusif dengan memberikan perlindungan hak-hak disabilitas dalam pelayanan sosial. (din)

Senin, 24 Februari 2025

Pejabat Baru UIN Siber Cirebon Dilantik, Perkuat Tata Kelola Akademik dan Kelembagaan Berbasis Digital



CIREBON – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal sebagai Cyber Islamic University (CIU), resmi melaksanakan pelantikan serta pengambilan sumpah dan janji jabatan tertentu di lingkungan universitas untuk periode 2025-2027. 

Acara ini berlangsung di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) lantai 4 dan dipimpin langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

Dalam arahannya, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari puncak transformasi kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang kini semakin berkembang dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Statuta Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola akademik dan kelembagaan universitas dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi berbasis digital.

Pelantikan ini mencakup berbagai posisi strategis, termasuk wakil rektor, dekan fakultas, serta pimpinan Pascasarjana. Berikut adalah daftar pejabat yang dilantik:

Para Wakil Rektor :

Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, S.E., M.Si. – Wakil Rektor Bidang Akademik

Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag. – Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum

Prof. Dr. Hajam, M.Ag. – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama

Para Dekan Fakultas:

Dr. H. Saifuddin, M.Ag. – Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Dr. H. Didi Sukardi, M.H. – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Dr. Naila Farah, M.Ag. – Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Dr. H. Edy Setyawan, Lc., MA. – Dekan Fakultas Syari’ah

Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag. – Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab

Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana:

Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag. – Direktur Pascasarjana

Prof. Dr. H. E. Sugianto, M.H. – Wakil Direktur Pascasarjana

Acara pelantikan ini berlangsung dengan khidmat, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, serta perwakilan mahasiswa. 

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. menekankan pentingnya sinergi antarunit dalam meningkatkan mutu pendidikan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Ia juga berharap agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi serta mampu membawa universitas menuju keunggulan akademik dan institusional.

Dengan adanya pelantikan ini, diharapkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin siap dalam menghadapi tantangan pendidikan berbasis digital serta terus berkontribusi dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing global.

Dan untuk informasi selengkapnya bisa mengunduh link dibawah ini :

332_SK Ketua dan Sekretaris Lembaga 2025

333_SK Ketua dan Sekretaris SPI. 2025

334_SK Ketua dan Sekretaris UPT, Pusat 2025

335_SK Pengelola Lab Fakultas 2025

336_SK Wakil Dekan 2025

337_SK Ketua Rumah Moderasi 2025

331_SK Kajur,Kaprodi, Sekjur, Sekprodi 2025

Wakil Wali Kota Ajak ASN Wujudkan Visi Pembangunan Kota Cirebon

CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati SPdI, memberikan arahan dalam apel pagi yang digelar di halaman Balai Kota Cirebon pada Senin (24/2). 

Apel pagi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr Drs H Agus Mulyadi MSi. Turut hadir dalam kesempatan itu, para Staf Ahli Wali Kota, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, serta seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Cirebon.

Wakil Wali Kota mewakili Wali Kota Cirebon yang sedang mengikuti retreat di Akademi Militer Magelang bersama seluruh Kepala Daerah se-Indonesia, yang berlangsung dari 21 hingga 28 Februari.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Cirebon untuk bersatu dalam satu gerbong pembangunan, demi mewujudkan visi besar Kota Cirebon, yakni "Terwujudnya Kota Cirebon yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan pada tahun 2029" yang dikenal dengan "Setara Berkelanjutan".

"Dalam menjalankan visi ini, kita bukan hanya sekadar menanamkan slogan, namun harus menjadi pedoman hidup dalam setiap langkah pembangunan. Saya ingin mengajak semua ASN untuk berperan aktif dan berkomitmen mewujudkan visi tersebut," ungkap Wakil Wali Kota.

Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan kinerja, inovasi, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas. 

"Dukungan dari semua pihak sangat penting, terutama dari Pak Sekda, Staf Ahli Wali Kota, Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan masyarakat. Kita harus bekerja bersama untuk mencapai target-target pembangunan yang telah ditetapkan," tambahnya.

Menurut Wakil Wali Kota, ASN harus memiliki integritas dan etos kerja tinggi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pelayanan publik. 

"Dengan transformasi digital yang optimal, kita bisa meningkatkan efisiensi dan mempercepat pencapaian pembangunan. Semoga kita bisa menjadikan pekerjaan ini sebagai ladang pengabdian dan amal soleh untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon," tutupnya.



Sponsor

test

Featured Posts