Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 13 Maret 2025

IPM Kabupaten Cirebon Terus Meningkat Dalam 5 Tahun Terakhir

KABUPATEN CIREBON — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir, sebagaimana dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dari tahun 2020 hingga 2024.

Pada tahun 2020, IPM Kabupaten Cirebon yang dihitung berdasarkan Umur Harapan Hidup (UHH) hasil Sensus Penduduk (SP) 2010 tercatat sebesar 68,75.

Angka ini meningkat menjadi 69,12 pada 2021, kemudian naik lagi menjadi 70,06 pada 2022, 70,95 pada 2023, dan mencapai 71,44 pada tahun 2024.

Sementara itu, IPM yang dihitung menggunakan UHH hasil SP 2020 LF juga mengalami kenaikan yang konsisten.

Pada tahun 2020, IPM tercatat sebesar 69,61, kemudian meningkat menjadi 69,99 pada 2021, lalu 70,92 pada 2022, naik lagi menjadi 71,81 pada 2023, dan mencapai 72,30 pada 2024.

Peningkatan IPM Kabupaten Cirebon didukung oleh pertumbuhan positif dalam beberapa komponen utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Umur Harapan Hidup (UHH) menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan SP 2010, UHH meningkat dari 71,99 tahun pada 2020 menjadi 73,04 tahun pada 2024.

Sementara itu, berdasarkan SP 2020 LF, UHH juga mengalami peningkatan dari 73,97 tahun pada 2020 menjadi 74,98 tahun pada 2024. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan dalam sektor kesehatan dan layanan masyarakat.

Di bidang pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) juga mengalami pertumbuhan yang positif.

HLS meningkat dari 12,25 tahun pada 2020 menjadi 12,42 tahun pada 2024. Sementara RLS bertambah dari 6,92 tahun pada 2020 menjadi 7,65 tahun pada 2024.

Angka ini menunjukkan adanya peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih baik, baik dari segi lama pendidikan maupun peluang untuk menempuh pendidikan lebih tinggi.

Selain itu, sektor ekonomi juga mengalami perkembangan dengan meningkatnya pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Cirebon. Pada tahun 2020, pengeluaran per kapita tercatat sebesar Rp10,342 juta per tahun dan terus meningkat menjadi Rp10,368 juta pada 2021.

Kemudian, Rp10,791 juta pada 2022, Rp11,128 juta pada 2023, hingga mencapai Rp11,529 juta pada 2024. Kenaikan ini menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya beli yang semakin membaik.

Tren pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai aspek. Pemkab Cirebon berkomitmen untuk melaksanakan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan agar IPM terus meningkat, dan kesejahteraan masyarakat semakin merata.

Dengan pertumbuhan yang stabil dalam lima tahun terakhir, Kabupaten Cirebon menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang diharapkan akan berdampak positif pada sektor lainnya, seperti ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Pemkab Cirebon terus berupaya meningkatkan IPM, salah satunya di komponen kesehatan. Pemkab telah meluncurkan sekolah untuk warga lanjut usia (lansia). Program sekolah lansia itu salah satu tujuannya untuk meningkatkan UHH.

Kepala Bidang Keluarga Berencana Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Yati Fironike mengatakan, program sekolah lansia bertujuan untuk membuat lansia berdaya dan tidak jadi beban keluarga. (din)


“Supaya lansia paham dan mengerti bagaimana menolong dirinya sendiri dan tetap sehat. Dan, harapan hidup (UHH) di Kabupaten Cirebon tinggi,” jelas Yati belum lama ini.


Sekolah lansia melaksanakan 12 kali pembelajaran dalam satu tahun. Lansia yang mengikuti program ini bakal mendapatkan banyak ilmu, dari mulai agama, sosial hingga kesehatan. (DISKOMINFO)

Pemkab Cirebon Perjuangkan Kejelasan Status 1.737 PPPK

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk memperjuangkan kejelasan status pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024.

Upaya ini dilakukan dengan berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), serta Komisi II DPR RI guna membahas aspirasi tenaga non-ASN yang telah lulus seleksi.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi aspirasi tenaga PPPK.

Pria yang akrab disapa Jigus ini menilai, mereka telah berjuang melewati proses seleksi dan memiliki peran penting dalam pemerintahan daerah.

“Kami sebagai pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat, termasuk tenaga PPPK yang telah berjuang dalam seleksi ini,” ujar Jigus.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dan Senin depan sudah dijadwalkan pertemuan terkait hal ini,” ujarnya usai audiensi dengan Perkumpulan Non-ASN Lulus PPPK Tahun 2024 Kabupaten Cirebon di Ruang Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Kamis (13/3/2025).

Jigus menekankan keberadaan tenaga P3K sangat penting dalam mendukung kinerja pemerintahan daerah. Oleh karena itu, kepastian terkait status mereka harus segera diperjelas, agar mereka dapat bekerja secara optimal dalam mendukung pelayanan publik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Hilmy Riva’i menambahkan, bahwa kalau pihaknya memahami keresahan para tenaga PPPK yang telah melalui proses seleksi ketat.

Dari ribuan pelamar, sebanyak 1.737 orang dinyatakan lulus, namun mereka masih menunggu kejelasan terkait penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP).

“Proses seleksi yang mereka lalui tidak mudah. Mereka bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai daerah, sehingga wajar jika mereka berharap segera mendapatkan kejelasan. Kami memahami harapan mereka untuk segera menerima hak-haknya sebagai tenaga PPPK,” ujar Hilmy.

Lebih lanjut, Hilmy menjelaskan, Pemkab Cirebon sebenarnya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp43 miliar untuk pembayaran gaji tenaga PPPK.

Namun, adanya perubahan kebijakan di tingkat pusat menyebabkan pengunduran jadwal pengangkatan mereka.

Meskipun demikian, Hilmy optimistis keputusan final dari KemenPAN-RB belum ditetapkan. Oleh karena itu, masih ada peluang bagi pemerintah daerah untuk memperjuangkan percepatan pengangkatan tenaga PPPK di Kabupaten Cirebon.

“Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap tenaga PPPK ini. Dari sisi finansial, kami sudah siap,” ungkapnya.

“Yang kami lakukan sekarang adalah memastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan tetap berpihak pada mereka,” katanya.

Pemkab Cirebon bersama perwakilan tenaga PPPK akan terus melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat dan DPR RI guna mencari solusi terbaik. Upaya ini dilakukan agar aspirasi mereka dapat segera ditindaklanjuti.

Hilmy meyakini, perjuangan ini tidak hanya dilakukan secara individu, tetapi bersifat holistik dan komprehensif. Pemkab Cirebon akan memastikan bahwa proses ini berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kami akan terus mengawal proses ini hingga ada keputusan yang jelas. Mudah-mudahan perjuangan yang dilakukan bersama ini dapat membuahkan hasil yang baik bagi tenaga PPPK di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (din)

Disbudpar Kabupaten Cirebon Matangkan Persiapan Edu Heritage PG Karangsuwung

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melakukan audiensi persiapan Edu Heritage Pabrik Gula (PG) Karangsuwung dan Arkeologi Maritim dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat.

Selain Disbudpar, tampak hadir perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan visi dan misi Pelestarian, Pengembangan dan Pemanfaatan Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, audiensi ini bertujuan untuk membahas sinergitas dan kolaborasi dalam rangka mendukung pengembangan kebudayaan yang lebih optimal di Kabupaten Cirebon.

Perlu diketahaui, PG Karangsuwung merupakan pabrik gula tertua di Indonesia. Pabrik gula yang terletak di Desa Karangsuwung Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon ini, didirikan pada tahun 1867 oleh keluarga besar Hubertus Paulus Hoevernaar.

Di sana, sisa mesin-mesin besar masih tersimpan, salah satunya Java Pomp, Machinefabriek Reineveldelfte yang dibuat tahun 1918.

Dan, yang menjadi ciri khas dari pabrik gula ini adalah masih berdiri dengan kokohnya cerobong asap dan dapat terlihat dari kejauhan. (Ara)

Konsulat RI Darwin Buka Jalan Mahasiswa UIN Siber Cirebon Magang Sebagai Asisten Pengajar BIPA di Australia

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU),  bekerja sama dengan Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Darwin, Australia, meluncurkan program magang internasional untuk mahasiswa UIN SSC sebagai Indonesian Language Teacher Assistant dalam program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). 

Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan keterampilan mahasiswa sekaligus memperkuat eksistensi Bahasa Indonesia di tingkat internasional, khususnya di Australia. Jum’at, (13/03/2025).

Minat belajar Bahasa Indonesia di Australia saat ini mengalami penurunan signifikan. Laporan The Australian pada Desember 2024 mencatat bahwa jumlah mahasiswa yang mempelajari Bahasa Indonesia menurun drastis dibandingkan lima dekade lalu, dengan proyeksi bahwa bahasa ini dapat hilang dari universitas-universitas Australia pada tahun 2031. 

Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya motivasi, keyakinan bahwa bahasa Inggris sudah cukup, serta upaya promosi yang tidak konsisten.

Sebagai respons terhadap tantangan ini, UIN SSC mengambil langkah konkret melalui program BIPA yang telah terbukti efektif dalam mengajarkan Bahasa Indonesia kepada mahasiswa internasional. 

Dengan pendekatan komunikatif dan inovatif, program ini memanfaatkan interaksi langsung dengan penutur asli serta teknologi digital untuk mempercepat pembelajaran. Keberhasilan ini menjadi modal kuat dalam menyusun strategi pengajaran BIPA di Australia.

Kerja sama ini juga didukung penuh oleh Konsulat RI Darwin, yang dipimpin oleh Konsul Bagus Hendraning Kobarsih, serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di Canberra, yang kini dipimpin oleh Prof. Dr. Mukhamad Najib. 

Baik Konsulat RI Darwin dan Atdikbud KBRI di Canberra akan membantu UIN SSC menjalin hubungan dengan Northern Territory Department of Education guna memfasilitasi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). 

MoU ini akan menjadi landasan kerja sama jangka panjang antara UIN SSC, pemerintah federal, dan pemerintah negara bagian di Australia untuk menjalankan program magang ini secara berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa UIN SSC akan dikirim sebagai asisten pengajar BIPA di institusi pendidikan di Darwin dan wilayah lain di Australia. Tidak hanya meningkatkan kemampuan pengajaran lintas budaya, program ini juga memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia di bidang pendidikan dan budaya. 

Langkah ini sejalan dengan strategi diplomasi bahasa dan budaya Indonesia untuk memperkenalkan Bahasa Indonesia ke tingkat internasional.

Jika terealisasi, program ini akan menjadi tonggak penting dalam mempromosikan Bahasa Indonesia di Australia, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan dan budaya di kawasan Asia Pasifik. 

Lebih dari sekadar program akademik, inisiatif ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun jembatan pemahaman, memperkuat identitas bangsa, dan memastikan bahwa Bahasa Indonesia tetap memiliki tempat di panggung global.

Dengan semakin banyaknya generasi muda Australia yang mengenal dan menguasai Bahasa Indonesia, hubungan bilateral kedua negara akan semakin erat, membuka lebih banyak peluang kerja sama di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial. 

Program ini bukan hanya tentang mengajar bahasa, tetapi juga tentang membangun jembatan budaya yang kokoh antara Indonesia dan Australia.

Langkah ini akan menjadi monumental bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam upaya internasionalisasi kampus di kancah global. Melalui soft diplomacy yang dikemas dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), UIN SSC tidak hanya memperkenalkan bahasa, tetapi juga membawa nilai-nilai luhur budaya Indonesia ke dunia internasional. 

Program ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan dapat menjadi alat diplomasi yang kuat untuk membangun jembatan antarbangsa. 

Dengan mengirimkan mahasiswa sebagai duta bahasa dan budaya, UIN SSC menunjukkan komitmennya untuk menjadi pelopor dalam mempromosikan identitas Indonesia di panggung global. 

Semangat ini adalah inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi, melintasi batas-batas geografis, dan membawa nama bangsa ke puncak kejayaan. 

Melalui program ini, UIN SSC tidak hanya mencetak pengajar handal, tetapi juga pemimpin masa depan yang siap menyuarakan keberagaman, toleransi, dan persatuan di tengah dunia yang semakin terhubung. 

"Ini adalah langkah besar menuju visi Indonesia Emas 2045, di mana pendidikan dan budaya menjadi garda terdepan diplomasi internasional,"tandasnya. (din)

Pemkab Cirebon Bersama Polresta Cirebon Menggelar Patroli Sahur, Wujudkan Bentuk Kepedulian

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bersinergi dengan Polresta Cirebon menggelar patroli sahur sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini tidak hanya memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga, tetapi juga menjadi sarana berbagi dengan warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Bupati Cirebon Imron yang turut serta dalam patroli sahur, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan membagikan ratusan paket makanan kepada masyarakat yang ditemui di sepanjang rute patroli.

“Kami bersama jajaran Forkopimda, mengikuti Ibu Kapolresta Cirebon dalam mengadakan sahur keliling. Tadi, kami telah membagikan 300 paket makanan kepada warga yang berada di jalan yang kami lalui. Alhamdulillah, semuanya sudah tersalurkan,” ujar Imron, selasa (10/2/2025) dini hari.

Patroli sahur yang digelar di tiga titik di Kecamatan Sumber dan Weru ini tidak hanya menyusuri jalan-jalan utama, tetapi juga masuk ke kawasan permukiman warga. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap kondusif selama waktu sahur.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menegaskan bahwa selain membagikan makanan, pihaknya juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat.

“Kami juga membagikan paket sembako dan makanan, sekaligus menyampaikan pesan Kamtibmas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi di waktu subuh,” ucap Sumarni.

“Kami berharap, dengan adanya patroli ini, situasi tetap aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan lancer dan menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” ungkapnya.

Inisiatif patroli sahur keliling ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya pembagian makanan sahur, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau belum sempat menyiapkan makanan.

“Alhamdulillah, saya kebetulan sedang di luar rumah dan belum sempat makan sahur. Tiba-tiba ada petugas yang membagikan makanan, jadi ini sangat membantu. Semoga kegiatan ini terus ada di Ramadan berikutnya,” ujar Rudi, salah seorang warga yang menerima paket makanan.

Selain memberikan manfaat secara sosial, patroli ini juga diharapkan dapat menekan angka kejahatan yang biasanya meningkat saat dini hari. Dengan kehadiran aparat keamanan yang berpatroli, masyarakat pun merasa lebih aman saat beraktivitas menjelang waktu subuh. (din)

Rabu, 12 Maret 2025

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Program Magang Internasional ke Jepang

 

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Isamic University (CIU),  melalui Pusat International Office & Partnership sukses menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan program magang internasional (international paid internship) yang akan dilaksanakan di kawasan Kanazawa, Jepang, mulai pertengahan tahun ini. Rapat ini berlangsung secara daring melalui platform Google Meet pada hari Rabu, 12 Oktober 2025, pukul 10.00 hingga 10.45 WIB.

 Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ayus Ahmad Yusuf, Kepala Pusat International Office UIN SSC, Lala Bumela, Ph.D, Kepala Pusat International Department dari International Cultural Communication Center Malaysia (ICCCM), Mr Ivan Chabibilah, dan mitra kerja dari ICCCM, Lina Suhairy, yang berbasis di Vancouver, Canada.

Rapat dimulai pukul 10.00 WIB dengan sambutan dan pemaparan dari Kepala Pusat International Office, Lala Bumela, Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa program magang ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi kampus. 

Program magang ini dirancang untuk membuka peluang bagi mahasiswa/i untuk mendapatkan pemahaman langsung tentang budaya kerja di Jepang, memperluas jaringan internasional, dan meningkatkan kemampuan profesional di lingkungan global, dan terutama untuk memenuhi keperluan akreditasi unggul Jurusan.

Ms. Lina Suhairy dari ICCCM kemudian memaparkan secara rinci mengenai mekanisme dan teknis pelaksanaan program magang ini. 

Menurutnya, program ini akan dilaksanakan di Jepang, tepatnya di daerah Kanazawa, yang merupakan daerah pedesaan modern dengan pemandangan alam yang indah serta nilai budaya yang kuat. 

Kanazawa dipilih karena merupakan lokasi yang kondusif bagi mahasiswa/i untuk mempelajari budaya kerja Jepang sekaligus memperkaya pengalaman lintas budaya. Program magang ini akan berlangsung selama satu semester penuh atau sekitar enam bulan dan dapat dikonversi menjadi 20 SKS.

Terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa/i yang ingin mengikuti program ini. Beberapa persyaratan tersebut di antaranya adalah pembuatan paspor, pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan sehat, dan kemampuan berbahasa Inggris pada level intermediate hingga upper-intermediate (B1 – B2). 

Ms. Lina juga menegaskan bahwa program ini merupakan paid internship atau program magang berbayar, di mana setiap peserta akan menerima tunjangan sebesar Rp10 juta per bulan. 

Selain itu, perusahaan yang bersangkutan biasanya menyediakan tempat tinggal berupa asrama untuk peserta magang. Jika perusahaan tidak menyediakan akomodasi, peserta dapat menyewa tempat tinggal dengan biaya sekitar Rp4 – 5 juta per bulan.

Dalam sesi diskusi, Wakil Rektor I UIN SSC, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf,M.Si.,  menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Beliau menekankan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperluas wawasan mahasiswa/i serta memperkuat posisi UIN SSC di tingkat global. 

Dr. Ayus juga menyampaikan kesiapannya untuk meninjau langsung lokasi pelaksanaan program di Kanazawa bersama Kepala Pusat International Office, Lala Bumela, Ph.D., dan mitra dari ICCCM, Ms. Lina Suhairy. Ia berharap program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa/i, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam ke komunitas internasional di Jepang.

Selain itu, ICCCM juga berharap program magang ini dapat dikolaborasikan dengan kegiatan International Community Service. Dengan demikian, diharapkan dari satu program ini dapat muncul peluang kolaborasi lain yang memperkuat posisi UIN SSC dalam kerja sama internasional.

Sebagai tindak lanjut dari rapat ini, Ms. Lina Suhairy akan melakukan koordinasi langsung dengan Mr. Matsui, mitra yang berdomisili di Kanazawa, untuk membahas detail teknis pelaksanaan dan kesiapan perusahaan mitra di Jepang. Hasil koordinasi ini akan menjadi dasar untuk finalisasi program dan pendaftaran peserta yang akan dikolaborasikan dengan International Office & Partnership UIN SSC. (din)

Wakil Wali Kota Buka Forum Konsultasi Publik Penyusunan RKPD 2026

CIREBON– Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, membuka Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Cirebon Tahun 2026 di Sekretariat Daerah, Rabu (12/3/2025). 

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi serta sejumlah kepala perangkat daerah. 

Forum ini merupakan bagian dari proses perencanaan tahunan yang penting untuk merumuskan arah pembangunan daerah ke depan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menekankan bahwa penyusunan RKPD merupakan kegiatan rutin yang melibatkan berbagai pendekatan, baik teknokratik, partisipatif, maupun politis. 

"Forum ini bertujuan untuk mengumpulkan aspirasi dari semua pihak terkait, sehingga perencanaan yang dihasilkan dapat mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, forum ini juga menjadi langkah awal untuk menghimpun berbagai harapan dan masukan dari para pemangku kepentingan, guna menentukan prioritas dan sasaran pembangunan Kota Cirebon pada tahun 2026. 

"Kami berharap, melalui forum ini, seluruh elemen masyarakat dapat terlibat dalam proses perencanaan yang lebih transparan dan inklusif," tambahnya.

Untuk diketahui, dalam proses penyusunan RKPD Tahun 2026, terdapat tiga tujuan besar yang akan diutamakan, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa, serta melakukan penataan kota berkelanjutan. 

Ketiga tujuan ini menjadi landasan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cirebon.

Wakil Wali Kota juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk tetap berkomitmen dan semangat dalam menjalankan tugasnya, meskipun di tengah upaya efisiensi dan realokasi anggaran. 

"Penting untuk tetap fokus pada prioritas pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota juga menggarisbawahi beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian khusus, seperti penanggulangan banjir, infrastruktur jalan, ruang kelas belajar, sarana prasarana pendidikan, serta pelayanan kesehatan di Kota Cirebon. 

"Masalah-masalah tersebut harus menjadi prioritas dalam perencanaan agar dapat diatasi dengan efektif," ujarnya.

Wakil Wali Kota menekankan pentingnya keselarasan antara perencanaan di tingkat kecamatan dan kelurahan dengan rencana kerja di tingkat kota. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para Camat dan Lurah yang telah melaksanakan Rembug Warga dan Musrenbang untuk menyusun aspirasi dan kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing," tuturnya. (din)



Wabup Jigus Dorong Optimalisasi Pengumpulan Zakat Fitrah Di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mendorong optimalisasi pengumpulan zakat fitrah di wilayahnya, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan sosialisasi zakat fitrah kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat kecamatan di Ruang Paseban Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (12/3/2025).

“Zakat fitrah memiliki peran penting dalam membersihkan diri dari kesalahan selama Ramadan, serta membantu masyarakat yang kurang mampu,” ujar pria yang akrab Jigus ini.

Jigus berharap, BAZNAS terus bermitra dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban akan zakat fitrah ini.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam memperkuat kegiatan sosial keagamaan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.

Jigus mengatakan, BAZNAS Kabupaten Cirebon sudah menetapkan besaran zakat fitrah pada 1446 Hijriah sebanyak 2,5 kilogram beras atau jika dikonversikan dalam bentuk uang sebesar Rp40 ribu per orang.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Cirebon KH Ahmad Zaeni Dahlan, menyampaikan harapannya agar pengumpulan zakat fitrah tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami berharap setelah sosialisasi ini, pengumpulan zakat fitrah di Kabupaten Cirebon dapat meningkat, sehingga manfaatnya lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan UPZ dari seluruh kecamatan di Kabupaten Cirebon, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan tata kelola zakat fitrah yang lebih baik. (din)

Bupati Cirebon Berikan Perhatian Kepada ABH Untuk Belajar di Ponpes dan Modal Usaha

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak yang bermasalah dengan hukum (ABH) dengan menawarkan mereka kesempatan untuk belajar di pondok pesantren atau mendapatkan modal usaha bagi yang ingin berubah.

Seperti yang disampaikan oleh Imron saat menghadiri kegiatan Pesantren Kilat ABH yang digelar oleh Polresta Cirebon di Masjid Syarif Hidayatullah, Asrama Polisi Kaliwadas, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/3/2025).

“Siapa yang mau mondok, saya berangkatkan ke pondok pesantren. Kalau ada yang mau buka usaha, nanti saya berikan modal, yang penting mau berubah,” ujar Imron di hadapan puluhan peserta pesantren kilat.

Imron mengaku prihatin dengan masih banyaknya anak-anak di Kabupaten Cirebon yang terseret dalam masalah hukum. Menurutnya, minimnya perhatian orang tua menjadi salah satu penyebab utama anak-anak terlibat dalam perilaku negatif.

“Saya merasa prihatin, karena ternyata masih banyak anak-anak di Kabupaten Cirebon yang kurang perhatian dari orang tua. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kita semua, baik masyarakat maupun orang tua, untuk menjaga mereka agar tidak sampai terlibat kasus hukum sejak dini,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membimbing anak-anak, agar tidak kembali terjerumus dalam kenakalan remaja.

Imron mengapresiasi Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, yang telah menginisiasi program Pesantren Kilat bagi ABH. Menurutnya, pembinaan seperti ini lebih baik daripada anak-anak harus berhadapan dengan proses hukum, yang bisa membuat masa depan mereka semakin sulit.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Kapolresta yang telah membina anak-anak ini. Mereka harus dibina agar tidak mengulangi kesalahan. Kalau sudah masuk proses hukum, masa depan mereka akan lebih sulit. Tapi dengan pembinaan seperti ini, kita berharap mereka bisa berubah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Dengan adanya program pesantren kilat serta tawaran bantuan dari Pemkab Cirebon, diharapkan anak-anak yang pernah bermasalah dengan hukum dapat memperbaiki kehidupannya.

Tidak hanya mendapatkan kesempatan mondok di pesantren, tetapi juga bantuan modal usaha bagi mereka yang ingin berwirausaha.

“Kami ingin anak-anak ini memiliki masa depan yang lebih baik. Mereka harus diberi kesempatan untuk berubah, dan kami siap membantu,” pungkasnya.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menjelaskan bahwa program Pesantren Kilat ABH ini sudah memasuki angkatan ketiga. Tahun ini, sebanyak 51 anak dibina setelah sebelumnya terlibat dalam berbagai pelanggaran, seperti perang sarung, konvoi liar dan kepemilikan senjata tajam.

“Kami berkoordinasi dengan Forkopimda untuk memberikan pembinaan kepada anak-anak ini, agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, kami ingin mereka siap menjadi sumber daya manusia yang unggul di masa depan,” jelas Sumarni.

Dalam pesantren kilat ini, para peserta mendapatkan berbagai materi dari beberapa pihak terkait, di antaranya tasawuf psikoterapi oleh Universitas Muhammadiyah Cirebon, untuk membantu peserta memahami spiritualitas dan kesadaran diri.

Lalu materi kesadaran hukum dan ketertiban lalu lintas oleh Kejaksaan Negeri dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, untuk memberikan wawasan tentang aturan hukum dan dampak pelanggarannya.

Serta pelatihan ekonomi kreatif, untuk membekali peserta dengan keterampilan wirausaha agar mereka bisa mandiri.

Selain itu, turut hadir perwakilan DPRD Kabupaten Cirebon untuk memberikan dukungan terhadap program ini.

“Beberapa peserta yang sudah lulus sekolah juga diarahkan agar bisa melanjutkan pendidikan atau mengikuti pelatihan keterampilan,” imbuh Sumarni. (din)

Kegiatan Visiting Lecturer UIN Jakarta Hadirkan Dosen Filologi Fika Handayani, M.Hum

CIREBON, FC – Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, baru-baru ini mengadakan kegiatan Visiting Lecturer yang menghadirkan Fika Hidayani, M.Hum, dosen Filologi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Rabu, 12 Maret 2025, dalam mata kuliah Naskah-Naskah Islam Nusantara yang diampu oleh Saiful Umam, M.A., Ph.D.

Pada sesi kuliah yang berlangsung dengan penuh antusiasme tersebut, Fika Hidayani membawakan materi tentang pengenalan naskah kuno, paleografi naskah nusantara, serta memberikan contoh-contoh naskah Islam yang ditemukan di Indonesia. 

Dalam penjelasannya, Fika menjelaskan bahwa naskah-naskah ini tidak hanya merupakan warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga memiliki peran penting dalam memahami sejarah dan perkembangan peradaban Islam di Nusantara.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari mahasiswa. Mereka sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab yang dipandu oleh Saiful Umam, M.A., Ph.D. 

Banyak mahasiswa yang aktif bertanya, terutama mengenai cara membaca teks Pegon, teknik untuk meningkatkan keterampilan membaca teks Pegon, serta metode penelitian yang dapat digunakan untuk menganalisis teks-teks tersebut. 

Hal ini menunjukkan betapa tinggi minat mereka untuk mendalami naskah-naskah Islam sebagai bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut dengan mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang naskah-naskah Islam Nusantara. 

"Kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong penelitian lebih lanjut dan pelestarian warisan budaya kita,” ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya pengembangan studi tentang naskah-naskah kuno dalam membangun pemahaman sejarah yang lebih baik.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong penelitian lebih lanjut mengenai naskah-naskah Islam Nusantara. 

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya pelestarian dan penelitian terhadap naskah kuno yang merupakan bagian dari identitas dan sejarah panjang peradaban Islam di Indonesia.

Fakultas Adab dan Humaniora berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan akademik yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya di Indonesia, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian warisan intelektual bangsa. 

Program semacam ini menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas penelitian di bidang filologi, sekaligus memperkaya khasanah ilmiah di dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Perempuan Mengejar Cita ke Empat Benua Menjadii Tema Seminar Online PSGA UIN SIBER Cirebon

CIREBON, FC – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan nama Cyber Islamic University (CIU), kembali menggelar seminar online yang menarik pada Rabu, 12 Maret 2025. 

Tema seminar kali ini adalah bedah buku “Sekolahlah Tinggi-Tinggi: Perjalanan Perempuan Mengejar Cita ke Empat Benua”. 

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 40 peserta, yang terdiri dari tenaga pengajar PTKI di Indonesia, praktisi DPPKBP3A, Motekar Kabupaten Cirebon, dosen UIN SSC, serta peserta umum lainnya.

Acara dibuka oleh Masriah, M.Ag., selaku Kepala PSGA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa kajian semacam ini diadakan secara rutin setiap bulan. 

"Kajian ini biasanya diadakan setiap hari Jumat di awal bulan, namun karena penyesuaian dengan jadwal narasumber yang luar biasa ini, alhamdulillah acara bisa dilaksanakan hari ini," ujar Masriah.

Royani Afriani, M.Pd, bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi dengan kedua narasumber utama. Narasumber pertama, Nor Ismah, Ph.D., salah satu penulis buku tersebut, membagikan kisah inspiratifnya dalam menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. 

Nor Ismah mengungkapkan bahwa ia memulai studi di University at Manoa pada 2012 dan melanjutkan program S3 di Leiden University Institute for Area Studies pada 2023. Dalam sesi penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menemukan "aha moment" atau motivasi yang kuat untuk terus berjuang meraih impian. 

"Buku ini berisi kisah 14 perempuan yang menempuh pendidikan tinggi hingga ke berbagai benua, dan siapapun yang membacanya akan merasakan interaksi intelektual dan spiritual tersendiri," tambahnya.

Narasuumber kedua, Ivo Dinasta Yanuar, M.AppLing, dosen Bahasa Inggris di Program Studi Pariwisata Syariah UIN SSC, berbagi kisah perjuangannya sebagai perempuan yang berani bermimpi besar. 

Ia menceritakan bahwa awalnya ia diterima di ITB tanpa tes, tetapi tidak dapat melanjutkan karena larangan orang tua. 

Setelah melalui negosiasi keluarga dan suami, Ivo akhirnya mendapatkan beasiswa LPDP dan berhasil lolos ke Monash University. Dalam masa studi magisternya, ia juga menghadapi tantangan sebagai ibu yang tetap menjalankan peran akademik. 

"Ketika daycare tutup, saya terpaksa membawa anak saya ke kelas. Artinya, tidak ada yang tidak mungkin bagi wanita," tuturnya.

Sesi tanya jawab berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Salah satu pertanyaan datang dari Ibu Izzah, seorang dosen IAIN Lhokseumawe Aceh, yang menanyakan tentang perdebatan dalam rumah tangga temannya yang terhalang untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Ivo memberikan tanggapan yang bijak.

“Jangan menggurui suami, gunakan bahasa negosiasi, dan jika perdebatan semakin sulit, sebaiknya mengunjungi konselor keluarga untuk solusi terbaik,” ujarnya.

Seminar ini ditutup oleh Masriah, yang mengucapkan terima kasih kepada narasumber dan peserta atas partisipasi aktif mereka. 

“Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi lebih banyak perempuan untuk terus mengejar pendidikan tinggi dan mewujudkan impian mereka,” tutup Masriah.

Acara ini menjadi bukti komitmen PSGA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan memperkuat pentingnya pendidikan tinggi sebagai langkah strategis untuk mencapai kesetaraan dan pemberdayaan di masyarakat. 

Diharapkan, melalui seminar ini, lebih banyak perempuan yang terinspirasi untuk mengejar pendidikan tinggi tanpa batasan. (din)

Selasa, 11 Maret 2025

Perkuat Kerukunan Antar Umat, Wakil Wali Kota Dukung Rapat Kerja PGPI 2025

 

CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri Rapat Kerja Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Wilayah Kota Cirebon Tahun 2025 yang diselenggarakan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kalvari, Selasa (11/3/2025). 

Acara ini menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam memperkuat peran PGPI di tengah masyarakat.

Seperti yang diketahui, PGPI sebagai salah satu organisasi keagamaan di Indonesia, memegang peran strategis dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Di Kota Cirebon, PGPI turut memberikan kontribusi besar dalam membina umat Kristiani serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

“PGPI Kota Cirebon memiliki andil besar dalam membina umat Kristiani dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di kota ini. Kami mendukung penuh kegiatan ini, yang tentunya bertujuan untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota dalam sambutannya.

Pemerintah Kota Cirebon menilai bahwa pembangunan bukan hanya terbatas pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga mencakup pembangunan karakter dan moral masyarakat. PGPI, dengan visi dan misinya, memiliki peran penting dalam menciptakan pribadi-pribadi berbudi pekerti luhur, penuh kasih, dan saling menghormati.

Wakil Wali Kota juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembangnya masyarakat yang toleran dan saling menghargai. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan seperti PGPI sangat krusial dalam mencapai tujuan tersebut.

“Program-program yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat, seperti bantuan sosial, pendidikan, dan pelatihan keterampilan, sangat kami harapkan terus diperluas, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga Cirebon,” tambahnya.

PGPI Kota Cirebon, yang telah memberikan kontribusi positif dalam mempererat hubungan antarumat beragama, diharapkan dapat terus melaksanakan program-program yang tidak hanya fokus pada kebutuhan rohani, tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat sekitar.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota berharap PGPI dapat memperkuat peran serta dalam mendukung pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai tantangan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial. 

"Kolaborasi antara pemerintah dan PGPI diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera, damai, dan penuh kasih sayang," ungkapnya.

Pemerintah Kota Cirebon menyadari bahwa keberhasilan pembangunan kota ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti PGPI. Sinergi yang terjalin antara PGPI dan pemerintah sangat dihargai dan diharapkan semakin kuat di masa depan.

“Tantangan pembangunan kota bukan hal yang mudah, namun dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita dapat mewujudkan cita-cita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program-program pemerintah demi kemajuan bersama," ajaknya.

Sebagai penutup, Wakil Wali Kota berharap Rapat Kerja PGPI Tahun 2025 dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya.

“Saya berharap PGPI terus melaksanakan langkah-langkah strategis untuk membina umat dan mempererat hubungan antarumat beragama. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan berkah-Nya dalam setiap langkah kita,” tutupnya. (din)



Patroli Sahur : Pemkab Cirebon Bersama Polresta Cirebon Pastikan Masyarakat Tunaikan Puasa Dengan Aman

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bersinergi dengan Polresta Cirebon menggelar patroli sahur sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini tidak hanya memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga, tetapi juga menjadi sarana berbagi dengan warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Bupati Cirebon Imron yang turut serta dalam patroli sahur, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan membagikan ratusan paket makanan kepada masyarakat yang ditemui di sepanjang rute patroli.

“Kami bersama jajaran Forkopimda, mengikuti Ibu Kapolresta Cirebon dalam mengadakan sahur keliling. Tadi, kami telah membagikan 300 paket makanan kepada warga yang berada di jalan yang kami lalui. Alhamdulillah, semuanya sudah tersalurkan,” ujar Imron, selasa (10/2/2025) dini hari.

Patroli sahur yang digelar di tiga titik di Kecamatan Sumber dan Weru ini tidak hanya menyusuri jalan-jalan utama, tetapi juga masuk ke kawasan permukiman warga. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap kondusif selama waktu sahur.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menegaskan bahwa selain membagikan makanan, pihaknya juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat.

“Kami juga membagikan paket sembako dan makanan, sekaligus menyampaikan pesan Kamtibmas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi di waktu subuh,” ucap Sumarni.

“Kami berharap, dengan adanya patroli ini, situasi tetap aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan lancer dan menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” ungkapnya.

Inisiatif patroli sahur keliling ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya pembagian makanan sahur, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau belum sempat menyiapkan makanan.

“Alhamdulillah, saya kebetulan sedang di luar rumah dan belum sempat makan sahur. Tiba-tiba ada petugas yang membagikan makanan, jadi ini sangat membantu. Semoga kegiatan ini terus ada di Ramadan berikutnya,” ujar Rudi, salah seorang warga yang menerima paket makanan.

Selain memberikan manfaat secara sosial, patroli ini juga diharapkan dapat menekan angka kejahatan yang biasanya meningkat saat dini hari. Dengan kehadiran aparat keamanan yang berpatroli, masyarakat pun merasa lebih aman saat beraktivitas menjelang waktu subuh. (dim)

Sponsor

test

Featured Posts