Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 28 April 2025

Wakil Wali Kota Hadiri Rapat Koordinasi Gawe Rancage untuk Wujudkan Jawa Barat Istimewa

CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama para camat, lurah dan kepala perangkat daerah terkait hadir dalam Rapat Koordinasi "Gawe Rancage Pak Kades Jeung Pak Lurah" se-Jawa Barat yang berlangsung di Gedung Pusdai Jawa Barat, Senin (28/4/2025).

 Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari berbagai kementerian, antara lain Menteri Desa dan Pembangunan Tertinggal, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Lingkungan Hidup, serta Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Rapat ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian Visi Jawa Barat Istimewa dan menguatkan sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah. Selain itu, acara ini juga menjadi momentum penting dengan digelarnya Deklarasi Jawa Barat Istimewa yang bertujuan untuk mewujudkan berbagai program pembangunan yang berkelanjutan.

Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah Deklarasi Jawa Barat Istimewa, yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta para Bupati/Walikota se-Jawa Barat, Kepala Daerah, Camat, Kepala Desa dan Lurah. Dalam deklarasi ini, para pemimpin daerah menyatakan komitmennya untuk mewujudkan program-program pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat di desa dan kelurahan. 

Program ini mencakup lima poin utama. Pertama, desa dan kelurahan tidak ada kematian ibu, kematian bayi dan kematian ibu melahirkan, serta zero new stunting (tidak ada stunting baru). Kedua, desa dan kelurahan bebas dari kemiskinan ekstrim, serta turut mensukseskan Sekolah Rakyat. 

Ketiga, desa dan kelurahan yang bebas sampah dan lingkungannya lestari. Keempat, desa dan kelurahan Mandiri, bebas rentenir (bank emok), serta memiliki Koperasi Merah Putih. Kelima, desa dan kelurahan yang sukses dalam pembangunan Keluarga Berencana.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam kesempatan tersebut memberikan pandangan mendalam mengenai pentingnya program Jawa Barat Istimewa. 

"Jika kita ingin menyelesaikan masalah-masalah besar di Indonesia, kita harus mulai dari Jawa Barat. Kemiskinan, stunting, kematian ibu dan anak, serta sampah adalah masalah yang harus diselesaikan di sini. Karena Jawa Barat dengan penduduk hampir 50 juta jiwa, merupakan pintu gerbang bagi solusi Indonesia," ujar Dedi.

Gubernur juga menekankan bahwa setiap desa memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga penting untuk memiliki data yang akurat dan presisi terkait kondisi setiap desa. 

“Bantuan yang diberikan kepada desa harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik yang ada. Saya mengusulkan kepada kementerian untuk memperhatikan hal ini agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan hasil yang maksimal bagi pembangunan desa,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Cirebon menegaskan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam mewujudkan Jawa Barat Istimewa. 

"Kami di Cirebon siap mendukung penuh program-program ini. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah sangat penting agar setiap program yang dijalankan tepat sasaran dan berdampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas kesehatan di desa dan kelurahan," ujarnya.

Wakil Wali Kota juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat yang terpinggirkan, serta mendorong semua sektor untuk turut serta dalam pencapaian tujuan bersama ini. (din)


Bupati Imron Resmi Buka Grand Final Pasanggiri Nok dan Kacung Kabupaten Cirebon 2025

 

KABUPATEN CIREBON — Semangat untuk memajukan pariwisata dan budaya Kabupaten Cirebon terus digelorakan. Hal ini tampak dalam pembukaan Grand Final Pasanggiri Nok dan Kacung 2025 yang berlangsung meriah di Hotel Patra Cirebon, Sabtu malam (26/4/2025).

Acara prestisius ini dibuka langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, di hadapan para finalis, tamu undangan, rektor universitas, kepala sekolah, serta jajaran pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Imron menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memajukan pariwisata dan melestarikan budaya daerah.

“Pasanggiri Nok dan Kacung ini bukan sekadar ajang pemilihan duta pariwisata, melainkan peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, memperdalam pengetahuan tentang daerahnya, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.

Imron menyebut, pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon menggelar ajang ini sebagai upaya regenerasi duta-duta wisata yang memahami pentingnya menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya serta lingkungan.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para pimpinan perguruan tinggi dan kepala sekolah yang terus mendukung ajang tersebut.

“Saya hormati para Rektor dan Kepala Sekolah yang hadir. Kehadiran Bapak-Ibu semua membuktikan komitmen kita bersama dalam membangun Kabupaten Cirebon yang lebih baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti fakta bahwa selama ini pariwisata Kabupaten Cirebon masih identik dengan kunjungan religi, seperti ke Makam Sunan Gunung Jati. Namun, menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki banyak potensi lain yang belum tergarap maksimal.

“Kalau orang datang ke Kabupaten Cirebon, umumnya hanya tahu Makam Sunan Gunung Jati, batik trusmi, dan kuliner khas Cirebon. Padahal, banyak potensi wisata lain yang perlu kita kenalkan ke luar daerah,” ungkapnya.

“Melalui para Nok dan Kacung terpilih, saya berharap potensi-potensi ini bisa dipromosikan lebih luas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Imron menyampaikan bahwa para finalis Nok dan Kacung ini diharapkan menjadi agen perubahan, tidak hanya di bidang pariwisata dan budaya, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Ini tugas yang mulia. Kita ingin generasi muda ikut ambil bagian, bergerak bersama membangun Kabupaten Cirebon menjadi lebih maju, lebih dikenal, dan lebih sejahtera,” kata Imron.

Di akhir sambutannya, Imron menyampaikan ucapan selamat kepada 10 pasang finalis Nok dan Kacung yang terpilih.

Ia berharap, para finalis dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan menjadi teladan bagi pemuda-pemudi lainnya.

“Selamat kepada para finalis. Kami berharap, kalian bisa mengembangkan tugas ini dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan Kabupaten Cirebon yang lebih maju, santun, dan berkarakter,” pungkasnya. (Anin)

Wabup Jigus Buka Musrenbang RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026

KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budimana membuka secada resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029, serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Hotel Aston Cirebon, Senin (28/4/2025).

Pria yang akrab disapa Jigus ini menegaskan, Musrenbang menjadi momen penting untuk memastikan seluruh program pembangunan ke depan sejalan dengan visi-misi pemerintah daerah saat ini.

“Yang terpenting adalah bagaimana visi-misi yang telah kami tetapkan bersama masyarakat bisa diwujudkan,” katanya.

Ia menyampaikan, keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya bergantung pada kepala daerah, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita pembangunan yang telah direncanakan.

“Kami tidak bisa sendiri. Semua harus bergotong-royong, termasuk dukungan dari para SKPD untuk mendukung program-program prioritas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jigus juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui program koperasi desa.

Ia menyampaikan, salah satu upaya yang tengah berjalan adalah pengembangan Koperasi Merah Putih, yang diinisiasi untuk memperkuat sektor ekonomi di tingkat desa.

“Secara simbolik sudah ada lima desa yang membentuk Koperasi Merah Putih. Saat ini sudah berkembang di 22 desa,” tutur Jigus.

Program ini, lanjut dia, akan terus dikembangkan hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Cirebon.

“Insyaallah pada 12 Juli nanti, saat peluncuran resmi oleh Bapak Presiden, pembentukan koperasi ini akan dimaksimalkan di seluruh desa,” kata dia.

Selain fokus pada pembentukan, Jigus juga menekankan pentingnya pembangunan dan pengembangan koperasi agar mampu menjadi pilar ekonomi masyarakat.

Ia berharap, melalui kolaborasi semua pihak, pembangunan di Kabupaten Cirebon dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Ara)

Sekda Kabupaten Cirebon Tegaskan Pentingnya Pembinaan Atlit Usia Dini

KABUPATEN CIREBON — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva’i, menegaskan pentingnya pembinaan atlet usia dini sebagai bagian dari investasi jangka panjang daerah dalam bidang sumber daya manusia.

Hal itu disampaikannya saat membuka Kejuaraan Atletik Pelajar se-Kabupaten Cirebon di Stadion Ranggajati Sumber, Senin (28/4/2025).

Dalam sambutannya, Hilmy menyebut bahwa olahraga bukan hanya kegiatan fisik, melainkan bagian dari sistem pembinaan karakter dan kualitas generasi muda.

Menurutnya, pelajar yang dibina lewat jalur olahraga berpotensi besar membawa nama baik daerah, bahkan bangsa, di kancah nasional maupun internasional.

“Pemerintah daerah terus berupaya mendorong tumbuhnya generasi yang sehat, kompetitif, dan berprestasi melalui jalur olahraga. Atlet pelajar harus menjadi bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan yang tertata dan terintegrasi,” ujar Hilmy.

Ia juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk sekolah, dinas pendidikan, dan keluarga, untuk mendukung tumbuhnya prestasi para pelajar di bidang olahraga.

“Olahraga adalah media untuk membangun daya juang, disiplin, dan integritas. Kita ingin pelajar Kabupaten Cirebon bukan hanya unggul di akademik, tapi juga kuat dalam karakter dan fisik,” tegasnya.

Kejuaraan Atletik Pelajar ini diikuti oleh 1.735 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.

Kepala Seksi Bidang Olahraga Dispora Kabupaten Cirebon, Sukawi, menyebut jumlah peserta masing-masing terdiri dari 747 siswa tingkat SD/MI, 639 siswa tingkat SMP/MTs, dan 349 siswa tingkat SMA/SMK/MA.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang penyaringan dan pembinaan atlet potensial yang akan mewakili Kabupaten Cirebon pada kejuaraan tingkat lebih tinggi. (Ara)

Sabtu, 26 April 2025

Pemkot Cirebon dan Baznas Serahkan Bantuan untuk Imam, Marbot, Guru Ngaji hingga Petugas Kebersihan

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon bekerja sama dengan Baznas Kota Cirebon menyerahkan 1.300 paket bantuan kepada para imam masjid, marbot, guru ngaji, lebe, serta petugas pengangkut sampah. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo di Islamic Centre At-Taqwa Cirebon, Sabtu (26/4/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para penerima bantuan, yang disebutnya sebagai “penjaga nilai dan kebersihan lahir-batin Kota Cirebon.”

“Kota Cirebon berdiri bukan hanya karena bangunan dan sistem, tetapi juga karena do’a para imam, kerja senyap para marbot, ketulusan para guru ngaji, kesabaran para lebe, dan pengabdian para petugas pengangkut sampah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa bantuan ini bentuk penghargaan yang tulus atas dedikasi yang sering kali luput dari perhatian.

“Bantuan ini mungkin tidak besar dalam jumlah, tapi besar dalam makna. Ini adalah bentuk perhatian dari negara, dari pemerintah daerah, dari lembaga zakat, kepada orang-orang yang selama ini menghidupkan ruh kota kita, lewat adzan yang dikumandangkan, lewat mushaf yang diajarkan, hingga jalan-jalan kota yang dirapikan setiap pagi,” tambahnya.

Ketua Baznas Kota Cirebon, H Hamdan, mengungkapkan rasa syukur atas partisipasi para muzaki (pemberi zakat) yang telah mempercayakan zakatnya kepada Baznas.

“Terima kasih kepada para muzaki. Mudah-mudahan rezekinya ditambahkan dan dilimpahkan keberkahan,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa Baznas bukan hanya sekadar lembaga pengelola zakat, melainkan jembatan kepedulian antara masyarakat yang memiliki dan yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cirebon dan Baznas berharap semangat gotong royong, saling peduli, dan berbagi akan terus menjadi napas utama kehidupan di kota ini.

L

Cirebon Catat Sejarah: PLTB Pertama di Pulau Jawa Siap Dibangun, Sedong Jadi Pusat Energi Hijau Baru

KABUPATEN CIREBON – Angin segar perubahan kini berembus dari timur. Kabupaten Cirebon akan mencetak sejarah sebagai lokasi berdirinya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Pulau Jawa. 

Proyek ambisius ini bukan hanya menandai langkah besar Jawa Barat dalam transisi menuju energi bersih, tetapi juga mempertegas posisi Cirebon sebagai pionir energi terbarukan di tengah padatnya populasi dan kebutuhan listrik yang terus meningkat.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, usai audiensi bersama pengembang PLTB di Pendopo Bupati Cirebon pada Kamis, 24 April 2025. 

Dengan nada optimis, Imron menyebut proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi, tapi sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih hijau.

“Ini bukan hanya soal energi, ini soal warisan bagi anak cucu kita. PLTB Sedong akan membuka babak baru dalam pembangunan berkelanjutan di Cirebon,” ujar Imron penuh semangat.

Dengan kapasitas 150 megawatt (MW) dari 20 menara turbin, PLTB Sedong akan menjadi penyuplai energi ramah lingkungan ke jaringan PLN, menyokong kebutuhan listrik nasional. Lokasi yang dipilih, yakni Kecamatan Sedong, dinilai sangat ideal berkat topografi perbukitan terbuka dan potensi angin yang konsisten.

Gery Julian, Direktur PT Cirebon Tenaga Bayu, mengungkapkan bahwa keputusan membangun di Cirebon merupakan hasil riset selama dua tahun. Timnya telah memasang alat pengukur kecepatan angin di berbagai titik, dan hasilnya menunjukkan potensi yang luar biasa.

“Cirebon bukan pilihan instan. Ini hasil kerja keras dan riset yang mendalam. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kami targetkan pembangunan dimulai 2026 dan mulai beroperasi 2027,” terang Gery.

Jika proyek ini sukses, maka Cirebon akan menyusul jejak Sidrap dan Jeneponto di Sulawesi Selatan, wilayah yang lebih dulu menikmati manfaat energi angin. Bedanya, kali ini Jawa pulau dengan beban listrik terbesar di Indonesia akan ikut merasakan semilir energi hijau yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar proyek energi, PLTB Sedong diharapkan menjadi simbol harapan baru dan bukti nyata bahwa masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan bisa dimulai dari daerah. (din)

Jumat, 25 April 2025

Jalan Perbatasan Cirebon Kuningan Longsor, Pemkab Cirebon Tanggap Darurat

 

KABUPATEN CIREBON — Aroma tanah basah masih terasa menyengat di udara Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Di tengah sunyinya pagi, suara dentuman alat berat dan deru truk pengangkut bronjong memecah kesenyapan.

Di sinilah, sepanjang 25 meter jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Cirebon dan Kuningan mengalami longsor yang memakan sebagian badan jalan terjadi beberapa hari lalu.

Longsor itu bukan hanya menggerus badan jalan, tapi juga memotong alur vital masyarakat yang menggantungkan mobilitasnya pada jalur ini.

Bencana itu datang tak lama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin dini hari, 21 April 2025. Kepala Desa Belawa, seperti yang diungkapkan oleh Deni Kusuma.

“Daerah ini memang rawan longsor, karena kontur tanahnya yang labil. Kejadian terjadi pagi hari dan langsung kami laporkan,” ujarnya.

Menurutnya, longsor menggerus badan jalan dengan kedalaman sekitar 3 meter dan panjang retakan mencapai 25 meter.

Saat ini, jalan tersebut masih bisa dilalui, namun hanya untuk kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat dilarang melintas, karena kondisi jalan yang sangat berisiko.

“Jalan masih dilintasi oleh masyarakat, tapi hanya motor saja, tidak untuk kendaraan berat,” ucapnya.

Pihak desa telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait. Untuk langkah awal, kami melakukan pemasangan kerucut lalu lintas guna memperingatkan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan,” tambahnya.

Retakan sepanjang 25 meter dengan kedalaman hingga 3 meter telah membuat jalur tersebut nyaris tak bisa dilalui. Kini, hanya sepeda motor dan mobil kendaraan pribadi yang diizinkan melintas.

Di tengah ancaman bahaya, harapan hadir dalam bentuk upaya cepat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon. Dipimpin langsung oleh Kepala DPUTR, Iwan Rizky, penanganan darurat mulai digulirkan.

“Fokus kami saat ini adalah mencegah kerusakan lebih parah. Kami pasang bronjong sebagai penguat tebing sementara,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi, Kamis (24/4/2025).

Ia menjelaskan, bahwa DPUTR telah menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempercepat proses pengadaan dan pemasangan bronjong. “Kami targetkan dalam empat sampai lima hari, penanganan darurat sudah selesai,” tambahnya.

“Kami minta masyarakat bersabar. Yang penting sekarang jalan tetap aman untuk dilalui,” katanya.

Bagi warga Desa Belawa dan pengguna jalur ini, Warsiman (49) mengungkapkan rasa terima kasih atas respon cepat pemerintah daerah yang sigap memperbaiki kondisi jalan meskipun bersifat sementara.

“Kalau enggak diberesin bisa-bisa longsorannya meluas, ya makasih udah perhatian,” jelasnya.

Bencana memang tak bisa diprediksi, tapi respon cepat dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama. (din)

Kamis, 24 April 2025

BAZNAS Pusat dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar “Cahaya Zakat” untuk Penguatan Beasiswa dan Zakat Perusahaan

CIREBON, FC – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat menggandeng UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang akrab disebut Cyber Islamic University (CIU), menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS sekaligus Penyerahan Zakat Perusahaan PT Mulia Inti Pangan bertajuk “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik”. 

Acara berlangsung di Auditorium lantai 8 Gedung Siber, UIN Siber, dan dihadiri oleh pimpinan universitas, pengurus BAZNAS, serta manajemen PT Mulia Inti Pangan.

Rangkaian Acara dan Hadirinya Para Tokoh

Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Prof. Dr. Hajam, M.Ag., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama

Dr. Naila Farah, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah & Komunikasi Islam

Zaenal Arifin, S.Ag., Kabag Umum & Layanan Akademik

Syifauzakia, M.Pd, Ketua UPZ Syarifah Mudaim

Argo Sayoto, Kepala Divisi Pengumpulan Zakat Perusahaan, BAZNAS RI

H. Hamdan, S.Ag., M.Pd.I, Ketua BAZNAS Kota Cirebon

Ahmad Muzaki, Direktur PT Mulia Inti Pangan

Laporan Zakat Perusahaan dan Dampaknya

Dalam sambutannya, Argo Sayoto melaporkan perkembangan penyaluran zakat perusahaan PT Mulia Inti Pangan:

2023: Total zakat sebesar Rp 250 juta, menyalurkan beasiswa kepada 60 santri untuk studi S1 (27 orang berhasil lolos ke PTKIN dan PTN, sisanya ke perguruan tinggi lain).

2024: Kenaikan menjadi Rp 267 juta dengan 33 penerima manfaat, dominasi mahasiswa UIN Siber Cirebon.

“Setiap penerima manfaat mendapat beasiswa selama dua semester,” jelas Argo, “Semoga sinergi dengan PT Mulia Inti Pangan terus berlanjut.”

Makna “Cahaya Zakat” Menurut Rektor

Prof. Aan Jaelani menyambut hangat kehadiran BAZNAS Pusat, BAZNAS Kota Cirebon, dan PT Mulia Inti Pangan. Ia menekankan bahwa tema “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik” merefleksikan kemuliaan zakat sebagai pilar sosial Islam. 

“Zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan cahaya yang menerangi kehidupan muzaki dan mustahik,” ujarnya. Prof. Aan juga mengajak para mahasiswa penerima beasiswa agar menjadi insan paripurna—unggul secara akademik dan berakhlaq mulia.

Pengalaman Perusahaan di Tengah Pandemi

Ahmad Muzaki, Direktur PT Mulia Inti Pangan, mengungkapkan terima kasih kepada UIN Siber yang telah memfasilitasi acara ini. Ia berbagi kisah perusahaan yang didirikan pada 2020, saat gelombang awal pandemi memaksa lockdown. 

“Banyak keluarga bergantung pada operasional kami,” kata Ahmad. “Kami berinovasi—menggunakan sistem digital dan model ‘recycle’—untuk memastikan kelangsungan usaha dan menjaga karyawan tetap produktif.”

Apresiasi BAZNAS Kota Cirebon

Menutup acara, H. Hamdan, Ketua BAZNAS Kota Cirebon, menyampaikan terima kasih kepada PT Mulia Inti Pangan atas kepercayaannya menyalurkan zakat melalui BAZNAS. “Kepercayaan ini memastikan zakat sampai tepat sasaran, memberikan dampak nyata bagi mustahik,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara lembaga zakat, universitas, dan dunia usaha, kegiatan “Cahaya Zakat” menjadi momentum penting dalam memperkuat program beasiswa dan penyaluran zakat korporasi—mewujudkan keajaiban bagi muzaki dan mustahik di era kebangkitan ekonomi pasca-pandemi.

Partisipasi 60 Peserta Beasiswa Cendekia

Kegiatan ini diikuti 60 peserta terpilih, berasal dari:

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC)

Institut Teknologi dan Bisnis Cirebon (ITB Cirebon)

Beasiswa UPZ Syarifah Mudaim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Peserta mendapatkan pembinaan intensif, mempersiapkan mereka menjadi insan cendekia yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga berkomitmen pada nilai-nilai keislaman dan sosial. (din)

UIN Siber Cirebon Menggelar Seminar Cahaya Zakat, Kupas Integrasi Raga, Akal, dan Jiwa Sebagai Pondasi Keseimbangan Hidup

Prof, Dr Hajam M.Ag

CIREBON, FC – Dalam rangkaian Pembinaan Peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS dan Penyerahan Zakat Perusahaan PT Mulia Inti Pangan bertajuk “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik”, sesi seminar yang dipandu Fitria HRGA Manager PT Mulia Inti Pangan sukses memikat perhatian 60 peserta di Auditorium lantai 8 Gedung Siber, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Prof. Dr. Hajam, M.Ag., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama UIN Siber Cirebon, didampingi Ilman Faqih dari BAZNAS RI. Prof Hajam menyajikan paparan mendalam tentang “Integrasi Raga, Akal, dan Jiwa sebagai Fondasi Keseimbangan Hidup”.

Poin poin utama materi:

1. Keterkaitan Fisik, Mental, dan Spiritual

o Stres mental bisa menimbulkan masalah kesehatan tubuh.

o Kondisi fisik yang buruk berpotensi merusak kestabilan emosi dan iman.

2. Prinsip Kesehatan Holistik

o Menjaga raga, akal, dan jiwa secara seimbang memaksimalkan kualitas hidup.

o Pendekatan terpadu mencegah penyakit dan memperkuat daya tahan batin.

3. Implementasi Sehari hari

o Latihan fisik teratur, seperti jalan cepat atau yoga, untuk menjaga kebugaran.

o Pengelolaan stres melalui meditasi, doa, dan diskusi positif.

o Pembelajaran terus menerus untuk merangsang kecerdasan dan kreativitas.

“Tidak ada satu elemen pun yang bisa berdiri sendiri,” tegas Prof. Hajam. “Kesehatan holistik menuntut kita merawat tubuh, pikiran, dan jiwa sebagai satu kesatuan utuh.”

Setelah paparan, peserta aktif mengajukan pertanyaan tentang praktik konkretnya—mulai manajemen waktu antara ibadah, studi, dan olahraga, hingga strategi menenangkan pikiran di tengah tekanan akademik. 

Ilman Faqih memberikan contoh program BAZNAS RI yang mendukung kesejahteraan mahasiswa, seperti workshop mindfulness dan kelompok pendukung psikososial.

Seminar ini menegaskan bahwa “keajaiban muzaki dan mustahik” tidak hanya tentang finansial, tetapi juga menyentuh kualitas hidup holistik. 

Para peserta meninggalkan auditorium dengan inspirasi baru—bahwa zakat dan beasiswa BAZNAS tidak hanya mencerahkan rezeki, tetapi juga menguatkan tubuh, pikiran, dan jiwa demi generasi cendekia yang sejahtera. (din)

UIN Siber Cirebon Terima Bantuan Bus Operasional dari BRI, Upaya Mendorong Mobilitas Akademik

CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan akademik dan operasional dengan menerima bantuan kendaraan operasional dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). 

Penyerahan secara simbolis dilakukan pada Rabu, 23 April 2025, bertempat di Gedung Siber UIN Cirebon, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua institusi.

Hadir dalam acara tersebut

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Para Wakil Rektor dan Dekan Fakultas

Ahmad Furkon, Regional Consumer Business Head (RCBH) Kanwil Bandung BRI

Dodi Wahyu Budiarso, Pemimpin Cabang BRI Cirebon Kartini

Eko Fajar Noegraha, Manajer Bisnis Konsumer BRI

Dalam sambutannya, Rektor Aan Jaelani menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bank BRI sebagai mitra strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

 “Bantuan kendaraan operasional jenis Elf ini sangat berarti untuk mendukung mobilitas civitas akademika—mulai dari pengangkutan dosen dan tenaga kependidikan hingga melayani kunjungan mahasiswa di berbagai kampus pembantu di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Furkon menegaskan komitmen Bank BRI dalam mendukung sektor pendidikan nasional. 

“BRI adalah satu‐satunya bank di dunia yang memiliki satelit sendiri, dengan jaringan ribuan kantor cabang dan layanan digital yang tersebar hingga pelosok Indonesia. Kami bangga dapat bermitra dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan siap terus memfasilitasi kebutuhan operasional kampus serta pelayanan perbankan bagi mahasiswa di mana pun mereka berada,” jelas Ahmad Furkon.

Penyerahan unit Elf operasional ini diharapkan dapat:

1. Meningkatkan efisiensi distribusi dosen dan staf antar-kampus pembantu.

2. Mempermudah mobilitas akademik untuk kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, dan kunjungan kerja.

3. Memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan perbankan dalam pengembangan sumber daya manusia.

Dengan tambahan kendaraan operasional dari BRI, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin siap mewujudkan visi menjadi kampus nasional terdepan dalam layanan siber dan pendidikan terpadu. 

Kerja sama ini pun menjadi bukti nyatanya—bahwa peran dunia perbankan tidak hanya terbatas pada layanan finansial, tetapi juga berkontribusi langsung pada kemajuan sektor pendidikan di Indonesia.

Banjir Jadi Fokus Utama Komisi II, Dorong Percepatan Penanganan

CIREBON – Komisi II DPRD Kota Cirebon terus mendorong percepatan penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan krusial bagi warga.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Kamis (24/4/2025), Komisi II kembali memanggil sejumlah pihak terkait, di antaranya BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Satpol-PP, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon serta LBH Buana Caruban Nagari.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Anton Octavianto SE MM MMTr, menegaskan bahwa pihaknya telah sejak lama mendorong penanganan banjir secara serius dan terencana.

“Kami sudah menyiapkan langkah-langkah agar banjir dapat ditangani dengan segera. Dalam rapat ini, kita meminta kejelasan kembali atas rencana-rencana tersebut,” ujarnya di Griya Sawala DPRD.

Anton menyampaikan, berdasarkan pemaparan BBWS, penanganan fisik akan mulai dilaksanakan pada bulan Mei hingga Desember 2025.

Program tersebut mencakup normalisasi sungai, pengangkatan sedimentasi, pembangunan sandaran, hingga pembuatan tanggul di beberapa titik rawan banjir seperti di Ciremai Giri, Kriyan, Sijarak, Kecapi, dan Kesunean.

Selain itu, dari sisi pemerintah daerah, DPUTR Kota Cirebon telah merencanakan perbaikan drainase di 24 titik serta pembangunan sumur-sumur retensi untuk mempercepat resapan air hujan.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah teknis tersebut, karena banjir ini bukan hanya soal bencana musiman, tapi sudah menyentuh aspek kenyamanan dan kesehatan warga,” imbuh Anton.

Tak hanya itu, Komisi II juga menyoroti pentingnya edukasi dan perubahan perilaku masyarakat. DLH diminta untuk lebih aktif mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mendirikan bangunan liar di sekitar aliran sungai.

“DPRD terus mengawal agar penanganan banjir ini berjalan terarah, tidak hanya reaktif ketika bencana terjadi. Penataan lingkungan dan pembangunan infrastruktur harus berjalan seimbang dengan kesadaran masyarakat,” tegas Anton.

Komisi II DPRD Kota Cirebon memastikan akan terus memantau progres program tersebut, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor agar Kota Cirebon terbebas dari ancaman banjir di masa mendatang.

“Penanganan banjir adalah prioritas lintas sektor. Maka dari itu DPRD akan terus hadir dan memastikan masyarakat mendapatkan solusi nyata akan penanganan banjir,” pungkasnya.

Hadir dalam rapat anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Abdul Wahid Wadinih SSos. (din)

Produksi Perikanan Kabupaten Cirebon Tembus 44 Ribu Ton, Pemkab Genjot Hilirisasi dan Teknologi Ramah Lingkungan

KABUPATEN CIREBON – Sektor perikanan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terus menunjukkan geliat positif sepanjang tahun 2024. Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon mencatat, total produksi perikanan daerah tersebut mencapai angka mencengangkan, yakni 44 ribu ton.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, menjelaskan bahwa sebagian besar produksi tersebut berasal dari subsektor perikanan tangkap sebesar 37.660 ton. Sisanya, sebanyak 7.048 ton, berasal dari subsektor perikanan budidaya dan air tawar.

“Angka ini menjadi bukti nyata potensi besar yang dimiliki Kabupaten Cirebon di sektor perikanan. Ini adalah modal penting untuk mengembangkan industri perikanan bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan,” ujar Erus saat ditemui, Kamis (24/4/2025).

Tak hanya puas dengan angka produksi, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga mulai menatap masa depan industri perikanan dengan merancang strategi jangka panjang yang fokus pada keberlanjutan. Melalui program budidaya berkelanjutan, pemerintah mendorong penerapan teknologi efisien yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kami terus mengenalkan teknologi budidaya perikanan terbaru kepada para pelaku usaha agar hasil produksi meningkat tanpa menurunkan kualitas lingkungan,” jelas Erus.

Pemkab juga membagikan alat tangkap ramah lingkungan kepada para nelayan guna mendukung aktivitas penangkapan ikan yang lebih produktif dan efisien. Sejalan dengan itu, infrastruktur pendukung seperti jalan produksi, cold storage, dan tempat pelelangan ikan (TPI) juga terus diperkuat di wilayah-wilayah sentra perikanan.

Tidak hanya berhenti pada produksi, DKPP Kabupaten Cirebon juga serius mendorong hilirisasi. Diversifikasi produk olahan perikanan menjadi prioritas, termasuk pengembangan makanan siap saji, camilan laut, hingga produk turunan lainnya yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Kami aktif memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada pelaku usaha perikanan agar produk mereka memenuhi standar pasar, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor,” tambahnya.

Dalam rangka memperkuat posisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), DKPP juga memfasilitasi akses permodalan serta membuka ruang kemitraan dengan sektor swasta. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perikanan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Upaya promosi produk-produk perikanan lokal juga terus digencarkan melalui berbagai event, media digital, dan pameran nasional. Pemerintah berharap, branding produk lokal yang kuat akan mendongkrak permintaan dari pasar regional maupun nasional.

“Tujuan besar kami adalah menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai salah satu pusat industri perikanan unggulan di Indonesia—yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya optimis. (din)

Rabu, 23 April 2025

Satpol PP Kabupaten Cirebon Gelar Pelatihan Penanggulangan Rokok Ilegal

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar pelatihan Training of Trainer (ToT) terkait pemberantasan barang kena cukai (BKC) tembakau ilegal tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Apita Cirebon, Rabu (23/4/2025).

Pelatihan tersebut diikuti oleh 25 anggota Satpol PP Kabupaten Cirebon dan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah daerah, kepolisian, TNI, kejaksaan, serta Bea Cukai.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon Imam Ustadi dalam sambutannya menegaskan, pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap legalitas produk tembakau yang dikonsumsi.

“Dalam keseharian, masyarakat selaku konsumen hasil tembakau sering kali tidak memperhatikan apakah rokok yang mereka beli dilekati pita cukai atau tidak. Yang penting bagi mereka adalah rasa dan harga yang terjangkau,” ujar Imam.

Ia menambahkan, bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, cukai merupakan pungutan negara terhadap barang-barang tertentu, termasuk hasil tembakau seperti sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, hingga hasil olahan tembakau lainnya.

Oleh karena itu, lanjut Imam, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Satpol PP akan terus berupaya mencegah peredaran cukai ilegal di wilayahnya.

Upaya ini dilakukan dengan menggelar pengumpulan informasi serta operasi bersama lintas sektor, termasuk dengan Bea Cukai, Polri, TNI, dan Kejaksaan.

“Kami sangat antusias dalam memerangi peredaran cukai palsu, karena hal ini sangat memengaruhi penerimaan negara,” tegas Imam.

“Kami juga terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membeli rokok tanpa pita cukai atau dengan pita cukai palsu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan dan Penyelidikan pada Bidang Penegakkan Perundang-Undangan Daerah Setda Kabupaten Cirebon, Apip Sirojudin menyebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari sub kegiatan penanganan pelanggaran peraturan daerah dan peraturan kepala daerah.

Ia berharap, pelatihan ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta dalam mendukung langkah konkret pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Cirebon.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan sinergi antarinstansi dan kesadaran masyarakat meningkat, sehingga ruang gerak rokok ilegal bisa semakin dipersempit,” kata Apip.

Pelaksanaan ToT ini mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 52/KM.4/2024 tentang Petunjuk Teknis Kegiatan Penegakan Hukum dalam Rangka Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. (Ainin)

Sponsor

test

Featured Posts