Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 06 Mei 2025

Pemkab Cirebon Dorong Konsumsi Ikan Lewat Bazar dan Bimtek GEMARIKAN

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar bazar dan bimbingan teknis (bimtek) Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), sebagai upaya meningkatkan angka konsumsi ikan masyarakat sekaligus mencegah kasus stunting dan gizi buruk.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Selasa (6/5/2025), dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Imron, mengatakan tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Cirebon pada 2023 baru mencapai 34,46 kg per kapita per tahun. Angka itu masih berada di bawah rata-rata konsumsi Provinsi Jawa Barat (41,54 kg) maupun nasional (56,48 kg).

“Kegiatan GEMARIKAN ini penting untuk mengedukasi masyarakat akan manfaat ikan sebagai sumber protein yang sangat diperlukan bagi tumbuh kembang anak, sehingga dapat menekan angka stunting dan gizi buruk,” kata Imron.

Ia menyampaikan, bazar produk perikanan juga menjadi strategi Pemkab Cirebon untuk memudahkan akses masyarakat terhadap ikan segar, olahan beku, dan hasil perikanan berkualitas dengan harga terjangkau.

Produk yang dijual merupakan hasil produksi pelaku UMKM dan unit pengolahan ikan yang telah memenuhi standar keamanan pangan.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, menyebutkan antusiasme pelaku usaha cukup tinggi, namun karena keterbatasan lokasi, bazar tahun ini hanya diikuti 25 kelompok pengolah dan pemasar (poklasar) perikanan.

“Kalau ada dukungan dari berbagai pihak, kami ingin kegiatan seperti ini diperluas hingga ke tingkat kecamatan. Kebutuhan utama pelaku usaha adalah pasar, dan bazar ini bisa menjadi jembatan antara mereka dan konsumen,” ujarnya.

Erus menambahkan, pihaknya juga akan membentuk forum peningkatan konsumsi ikan di tiap kecamatan untuk memperkuat pemahaman masyarakat akan pentingnya ikan sebagai sumber gizi.

“Kita berharap, masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan protein yang terjangkau dan berkualitas, demi meningkatkan derajat kesehatan, khususnya untuk anak-anak,” ucapnya.

Tingkatkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Cirebon, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Gelar Bazar dan Pelatihan Produk Perikanan

CIREBON, FC - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon menyelenggarakan bazar dan pelatihan teknis produk perikanan pada Selasa, 6 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di kantor dinas dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kecamatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat sektor usaha perikanan lokal. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, E. Rusmana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk memperluas pasar produk perikanan serta mengenalkan inovasi dalam pengolahan hasil laut.

“Pelatihan ini dirancang untuk membekali pelaku usaha perikanan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Rusmana.

Bazar menampilkan beragam produk olahan perikanan hasil kreasi UMKM lokal, seperti abon ikan, kerupuk kulit ikan, nugget lele, dan berbagai makanan siap saji berbahan dasar hasil laut. 

Stan-stan UMKM ramai dikunjungi warga yang antusias mencoba dan membeli produk-produk unggulan tersebut.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra, termasuk perbankan dan instansi terkait, yang turut memberikan informasi seputar akses permodalan dan strategi pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, sektor perikanan di Kabupaten Cirebon dapat tumbuh secara berkelanjutan dan mandiri, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Cirebon, H. Imron, turut menyampaikan pentingnya konsumsi ikan, terutama bagi anak-anak. 

Ia mengimbau para orang tua untuk membiasakan memberikan ikan sebagai bagian dari bekal anak.

“Anak-anak harus dibiasakan makan ikan, jangan hanya nasi dan lauk seadanya. Kalau bisa, masukkan ikan ke dalam bekal mereka. Protein dari ikan sangat penting bagi pertumbuhan dan kecerdasan,” pesan Imron saat menghadiri acara promosi konsumsi ikan tersebut. (Ara)

Wali Kota Cirebon: UIN Siber Syekh Nurjati adalah Aset Strategis Kota Menuju Pusat Pendidikan Islam Digital

CIREBON, FC – Suasana penuh semangat dan optimisme menyelimuti kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (AL APT) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang berlangsung dari 4 hingga 6 Mei 2025. 

Kegiatan penting ini merupakan bagian dari upaya institusional untuk meraih predikat unggul dalam akreditasi perguruan tinggi, sekaligus menjadi momentum strategis yang memperkuat eksistensi UIN Siber Cirebon sebagai perguruan tinggi keagamaan digital pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Menariknya, dukungan terhadap kegiatan ini tidak hanya datang dari sivitas akademika, tetapi juga dari jajaran pemerintahan daerah. Salah satunya adalah Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, S.Pd.I., yang hadir langsung dan memberikan sambutan hangat dalam kegiatan yang dipusatkan di Gedung SBSN Siber UIN SSC tersebut.

“Kami, pemerintah kota dan kabupaten Cirebon, adalah satu kesatuan yang saling melengkapi. Khususnya kami di Pemerintah Kota Cirebon merasa bangga memiliki perguruan tinggi seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Ini bukan hanya institusi akademik, tapi juga aset budaya dan spiritual yang menjadi milik seluruh masyarakat Cirebon,” ungkap Wali Kota Edo dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Edo juga menegaskan bahwa kehadiran UIN Siber bukan sekadar menambah daftar perguruan tinggi di Kota Cirebon, melainkan membawa misi besar sebagai pelopor pendidikan Islam berbasis digital. 

Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi Kota Cirebon yang sedang bertransformasi dari kota wali menjadi kota pendidikan berwawasan global dan spiritual.

“Terima kasih kepada tim asesor dari BAN-PT yang telah hadir di kota wali. Kota ini sarat dengan nilai budaya dan religiusitas. Kami yakin kehadiran UIN Siber akan semakin memperkuat transformasi Kota Cirebon sebagai kota pendidikan ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edo menyampaikan bahwa sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah terjalin erat dalam berbagai bidang. Mulai dari pengabdian kepada masyarakat, pelatihan sumber daya manusia, pemberdayaan pemuda, literasi digital, hingga pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis lokalitas.

“Dengan adanya AL APT ini, kami Pemerintah Kota Cirebon mendukung penuh dan berharap UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meraih predikat unggul. Ini bukan sekadar proses akreditasi, tetapi bentuk validasi terhadap dedikasi dan inovasi kampus ini dalam memajukan dunia pendidikan Islam berbasis teknologi,” tutupnya.

Kegiatan AL APT ini dihadiri oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), serta melibatkan berbagai elemen kampus dan mitra eksternal.

Harapan besar mengemuka bahwa asesmen ini menjadi batu loncatan penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meneguhkan perannya sebagai pusat keunggulan pendidikan tinggi Islam digital di Indonesia. (din)

Bupati Cirebon: UIN Siber Syekh Nurjati adalah Pusat Inovasi dan Kebanggaan Masyarakat Daerah

CIREBON, FC  – Dukungan penuh dari pemerintah daerah mewarnai pelaksanaan Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (AL APT) oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang digelar pada 4–6 Mei 2025 di Gedung SBSN Siber, Kampus UIN SSC.

Dalam momen strategis tersebut, Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag. hadir langsung dan memberikan sambutan penuh apresiasi. 

Ia menegaskan bahwa keberadaan UIN Siber Cirebon sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berbasis digital di Indonesia merupakan kebanggaan besar, tidak hanya untuk Kabupaten Cirebon, tetapi juga bagi dunia pendidikan nasional.

“Kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, merasa bangga memiliki UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai mitra strategis. Ini bukan hanya institusi pendidikan, tapi juga pusat inovasi, transformasi, dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Bupati Imron.

Bupati juga menggarisbawahi kuatnya kolaborasi antara Pemda dan UIN Siber dalam berbagai sektor. Selain aktif di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), kerja sama juga dilakukan dalam ranah pendidikan masyarakat, pengembangan ekonomi keummatan, pelatihan sumber daya manusia, hingga pemberdayaan berbasis digital.

Dalam konteks pelaksanaan AL APT oleh BAN-PT, Bupati Imron menyampaikan dukungan penuh dan harapan besar agar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat meraih hasil terbaik.

“Kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan AL APT ini, dan berharap UIN Siber meraih predikat unggul. Ini akan menjadi validasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh sivitas akademika UIN Siber yang telah membawa warna baru dalam pendidikan tinggi Islam di Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan AL APT ini menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan mutu dan tata kelola institusi, sekaligus mempertegas posisinya sebagai frontier perguruan tinggi digital keislaman di Indonesia. (din)

Senin, 05 Mei 2025

Upaya Entaskan Pengangguran-Kemiskinan, Pemkab Cirebon Gelar Kelas Latihan Bahasa Jepang

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, membuka kelas online atau dalam jaringan (daring) program pelatihan budaya dan bahasa Jepang bagi masyarakat yang tidak mampu dan berprestasi, Senin (5/5/2025).

Pelatihan budaya dan bahasa Jepang ini diikuti 595 orang, baik yang berprestasi maupun yang tidak mampu. Imron berharap, pelatihan budaya dan bahasa Jepang bisa mengikis tingkat kemiskinan, serta mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Kabupaten Cirebon pada 2024 mencapai 11,20% atau 249,18 ribu orang.

Sementara itu, tingkat pengangguran di Kabupaten Cirebon sejatinya mengalami penurunan pada 2024 dibandingkan tahun 2023. Namun, menurut Imron, masih terbilang tinggi.

Menurut BPS, tingkat pengangguran di Kabupaten Cirebon pada tahun 2024 adalah 6,74%. Walaupun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yakni 7,65%, jumlah pengangguran masih relatif tinggi. Pada tahun 2024, terdapat sekitar 84.99 ribu orang yang masih menganggur

“Berbagai upaya kita lakukan. Melalui program latihan budaya dan bahasa Jepang bagi masyarakat yang tidak mampu, dan berprestasi. Program ini punya beberapa alasan, pertama, peluang kerja di Jepang terbuka luas. Tentunya sesuai dengan informasi lowongan kerja di Jepang kurang lebih 300 ribu loker,” ungkap Imron.

Lebih lanjut, Imron menjelaskan alasan lainnya tentang tujuan pelaksanaan pelatihan budaya dan bahasa Jepang. Ia mengatakan, Jepang memberikan gaji yang besar dan perlindungan yang baik bagi tenaga kerja asing.

“Kabupaten Cirebon ini salah satu kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI) sesuai dengan data 2023, yakni 10.550 orang. Kemudian, pada tahun 2024, ada 11.420 orang. Kemudian, peningkatan kompetensi dan keterampilan ini sesuai dengan kebutuhan permintaan kerja di Jepang,” ucap Imron.

Imron menegaskan, pelatihan budaya dan bahasa Jepang merupakan upaya dalam mengentaskan pengangguran terbuka. Utamanya bagi lulusan SMA/SMK yang tidak mampu. Ia berharap, peserta pelatihan bisa ditempatkan kerja di Jepang.

“Daerah memiliki tugas sebagai penyelenggara pendidikan bagi PMI dan bekerja sama dengan lembaga pendidikan, serta pihak lainnya. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Dinas Ketenagakerjaan, dinas terkait lainnya yang berkontribusi mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (Ara)

Antisipasi Banjir, Pemkot Cirebon dan BBWS Normalisasi Sungai Cikalong

CIREBON - Upaya mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama jajaran perangkat daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, meninjau langsung pengerukan Sungai Cikalong pada Senin (5/5/2025). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah cepat penanggulangan masalah sedimentasi dan penyempitan sungai.

Dalam tinjauannya, Wali Kota mengapresiasi kerja cepat dan kolaboratif dari BBWS Cimanuk Cisanggarung. Ia menyebut, sinergi antara pemerintah daerah dan BBWS sangat penting untuk menjawab persoalan klasik banjir yang setiap tahun menghantui sejumlah wilayah di Kota Cirebon.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung yang tanggap dalam merespons kebutuhan di lapangan. Ini bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah kota dan pemerintah pusat demi keselamatan masyarakat," ujarnya.

Wali Kota menekankan bahwa langkah antisipatif ini bukan hanya untuk merespons bencana, tetapi juga sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga infrastruktur lingkungan secara berkelanjutan. Ia berharap masyarakat turut menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan di sungai.

"Yang paling penting adalah kesadaran kita bersama. Sungai bukan tempat sampah. Kalau kita rawat bersama, kita bisa hindari bencana banjir di masa mendatang," tambahnya.

Pengerukan Sungai Cikalong merupakan tindak lanjut dari kunjungan Pemkot Cirebon ke kantor BBWS beberapa waktu lalu. Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menyampaikan bahwa pengerjaan sudah dimulai dari muara sungai dan kini dilanjutkan ke bagian dalam sungai untuk memastikan aliran air tetap lancar.

"Kami menindaklanjuti hasil koordinasi dengan Pak Wali Kota. Kami mulai normalisasi dari muara sungai sejak pertengahan April, dan sekarang kita masuk ke tubuh sungainya. Ini merupakan lokus yang sedang kami tangani," ujarnya.

BBWS juga menyusun peta penanganan jangka panjang berdasarkan kondisi lapangan. Menurut Dwi, sedimentasi yang terjadi saat ini mencapai 1 hingga 2 meter, ditambah pertumbuhan vegetasi liar seperti rumput yang menghambat aliran sungai.

"Idealnya normalisasi sungai dilakukan lima tahun sekali agar tetap berfungsi maksimal," jelasnya.

Pengerukan sungai ini dijadwalkan berlanjut ke Sungai Kedung Pane, yang juga mengalami kondisi serupa. Selain pengerukan, langkah pemetaan dan identifikasi titik-titik kritis akan dilakukan untuk menentukan strategi penanganan jangka panjang.

Dengan peninjauan ini, Pemerintah Kota Cirebon menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keamanan warganya dari ancaman banjir, sekaligus memperkuat kerja sama lintas instansi untuk pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan.



Dorong Mutu dan Akses Pendidikan, Pemkab Cirebon Luncurkan Sekolah Unggulan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong keberlanjutan sekolah di kalangan pelajar.

Salah satu langkah strategis yang kini tengah digalakkan adalah peluncuran program sekolah unggulan di berbagai wilayah, sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional bahkan global.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi sekolah di daerahnya tergolong tinggi, baik dari jenjang SD ke SMP, maupun dari SMP ke SMA/SMK.

Data terbaru mencatat, dari total 36.000 siswa SD pada tahun 2024, hanya lima siswa yang tidak melanjutkan ke SMP.

“Begitu pula dari tingkat SMP, hanya 47 siswa yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK. Sebagian besar dari mereka berasal dari luar daerah dan kembali ke kampung halaman setelah lulus dari pesantren,” ujar Ronianto, Senin (5/5/2025).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mempersiapkan peluncuran sembilan sekolah unggulan sebagai bentuk penguatan sistem pendidikan.

Terdiri dari enam SD dan tiga SMP, sekolah-sekolah ini dipilih secara selektif berdasarkan kesiapan infrastruktur, tenaga pendidik, dan potensi pengembangan karakter siswa.

“Sekolah unggulan ini akan menjadi model dalam peningkatan mutu pendidikan. Guru-gurunya akan dibekali pelatihan khusus, dan fasilitas sekolah akan ditingkatkan agar mampu mendukung pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan menyenangkan,” jelasnya.

Adapun tiga SMP unggulan tersebut adalah SMPN 1 Lemahabang, SMPN 1 Sumber, dan SMPN 1 Dukupuntang.

Sedangkan enam SD unggulan tersebar di berbagai kecamatan, yakni SDN Tersana Baru (Babakan), SDN 2 Lemahabang, SDN 1 Kalikoa, SDN 4 Kenangan, SDN 2 Sindangmekar, dan SDN 2 Bojongwetan.

Bupati Cirebon, Imron, memberikan dukungan penuh atas inisiatif ini. Ia menilai, pembentukan sekolah unggulan merupakan wujud nyata dari perhatian pemerintah daerah terhadap masa depan pendidikan.

“Pendidikan adalah pondasi pembangunan. Kami ingin setiap anak di Kabupaten Cirebon memiliki akses ke pendidikan berkualitas,” ujar Imron. (din)


“Dengan sekolah unggulan, kami berharap lahir siswa-siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perguruan tinggi,” ucapnya.


Ia menambahkan, program ini akan dikembangkan secara bertahap dan disertai dengan monitoring serta evaluasi rutin, guna memastikan implementasinya berjalan optimal dan berdampak langsung bagi peningkatan mutu pendidikan daerah. 

Polresta Cirebon Tanamkan Nilai Ketahanan Moral dan Digital pada Santri Lewat Program "Police Goes To School"

CIREBON — Komitmen Polresta Cirebon dalam membina generasi muda kembali ditunjukkan melalui program Police Goes To School. Kali ini, kegiatan menyasar para santri dan santriwati dari dua pondok pesantren ternama di Kabupaten Cirebon: Ponpes Gedongan dan Ponpes Al Khiyaroh Buntet, Jumat (9/5/2025).

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini bertujuan memberikan pembinaan, penyuluhan, dan motivasi kepada para santri agar tumbuh menjadi generasi religius yang juga tangguh dalam menghadapi tantangan zaman, baik di masa kini maupun mendatang.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H, hadir langsung untuk memberikan pembekalan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran santri dalam menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.

"Saya datang jauh-jauh ke sini karena percaya bahwa santri adalah fondasi masa depan bangsa. Tantangan ke depan sangat berat—bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga regional dan global," ujar Kombes Sumarni.

Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi ketidakpastian global: konflik di berbagai belahan dunia, krisis pangan, perubahan iklim, hingga tekanan ekonomi. Semua ini berdampak langsung pada Indonesia.

"Anak-anakku, kalian hidup di masa bonus demografi, saat jumlah penduduk usia produktif sangat tinggi. Ini bisa menjadi kekuatan besar jika dimanfaatkan dengan tepat. Tapi jika tidak disiapkan, justru bisa menjadi beban," lanjutnya.

Kombes Sumarni juga mengingatkan bahaya di balik kemajuan teknologi. Meski membawa banyak kemudahan, teknologi informasi juga membuka ruang bagi penyebaran konten negatif seperti pornografi, radikalisme digital, hoaks, dan kejahatan siber.

"Di era keterbukaan ini, konten baik dan buruk bisa viral dalam hitungan detik. Santri harus punya filter yang kuat. Gunakan teknologi untuk belajar, berdakwah, dan berinovasi. Jangan sampai kalian justru menjadi korban dari kemajuan itu sendiri," tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti maraknya kejahatan lintas negara seperti narkotika, perdagangan orang, dan penyelundupan. Ia menekankan pentingnya keteguhan iman untuk menjauhi narkoba dan segala bentuk penyimpangan moral.

"Jangan pernah mendekati narkoba. Sekali terjerumus, masa depan bisa hancur. Negara kita sedang dalam kondisi darurat narkoba. Kita butuh generasi yang bersih dan kuat secara moral," katanya.

Tak hanya isu global, Kapolresta juga menyoroti persoalan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang masih belum optimal. Ia mengajak para santri untuk turut ambil peran dalam pengelolaan SDA secara adil dan berkelanjutan di masa depan.

Di akhir penyampaiannya, ia menegaskan bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus diberantas karena tidak hanya merugikan negara, tapi juga merusak nilai-nilai moral bangsa. (Ara)

Mengulas Relasi di Seminar Internasional, FUA Soroti Bahasa dan Budaya dalam Rantai Ilmu Islam

CIREBON, FC – Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan seminar internasional bertajuk “Bahasa dan Budaya dalam Rantai Ilmu Islam: Warisan, Transformasi, dan Tantangan Kontemporer” di lantai 3 Gedung Rektorat UINSSC. 

Wakil Dekan Bidang Akademik FUA, Wakhid Nashruddin, PhD, membuka kegiatan dengan apresiasinya terhadap penyelenggaraan seminar internasional ini. 

Ia menyebut bahwa FUA menjadi percontohan dalam pelaksanaan Tridarma perguruan tinggi dilingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya dalam membangun jejaring akademik internasional. (5/5).

Seminar internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri. Prof. Dr. Moqbel Al-Huzali, MA, Guru Besar Ilmu Linguistik di Umm Al-Qura University, Mekkah Al-Mukarramah, Kingdom of Saudi Arabia. 

Prof Moqbel membahas paradigma pembelajaran bahasa asing dan politik bahasa. Sedangkan Prof. Didin Nurul Rosyidin, PhD, Guru Besar Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengulas relasi antara bahasa, budaya, dan konstruksi peradaban manusia.

H. Abdul Jabbar, Lc., MSI, sebagai Direktur Pusat Riset Timur Tengah dan Islam/IMERC) Universitas Indonesia memaparkan peluang riset kolaboratif bidang keislaman, budaya, dan bahasa antara PTKIN dan mitra internasional. 

Sementara itu, H. Rijal Mahdi, Lc., MA, dosen Bahasa dan sastra arab (BSA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan kajian tentang sastra Arab diaspora dengan tema potret nusantara dalam catatan sastrawan Arab periode1927–2024.

Seminar internasional ini dihadiri ratusan peserta dari enam program studi di Fakultas Ushuluddin dan Adab, mencakup mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. 

Antusiasme tinggi dari berbagai elemen akademik mencerminkan dukungan kuat terhadap penguatan kajian bahasa dan budaya Islam, sekaligus menunjukkan semangat kolaboratif dalam mendorong internasionalisasi keilmuan di lingkungan FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam berbagai kesempatan, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan akademik berskala internasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi menjadi fakultas berkelas dunia. 

“Melalui seminar, kolaborasi riset, dan jejaring global, FUA membuka ruang pertukaran keilmuan lintas negara yang berbasis pada nilai-nilai keislaman, bahasa, dan budaya” ungkapnya. 

Komitmen ini sejalan dengan transformasi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika global, serta memperkuat posisi Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) sebagai pusat pengembangan ilmu yang progresif, inklusif, dan relevan di tingkat regional maupun internasional. (din)

Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah, Komisi I Beri Catatan Rekomendasi untuk LKPj Walikota Tahun 2024


CIREBON – Komisi I DPRD Kota Cirebon mengevaluasi progres kinerja perangkat daerah hasil rekomendasi LKPj Walikota tahun 2023. Komisi I pun mencatat masalah dan hambatan kekinian sebagai bahan rekomendasi LKPj Walikota Cirebon tahun 2024.

Rapat bersama SKPD mitra kerja komisi I DPRD dilaksanakan di Griya Sawala, Senin (28/4/2025). Masing-masing perangkat daerah memaparkan uraian permasalahan dan hambatan menjalankan program pemerintahan.

Perangkat daerah yang hadir yaitu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Beberapa persoalan yang mengemuka saat rapat sebagai bahan evaluasi di antaranya, nilai investasi yang meningkat masih belum berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon, pendataan dan pembinaan organisasi masyarakat (ormas) hingga pengentasan tenaga honorer di lingkungan Pemda Kota Cirebon, hingga pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah.

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya S.Fil MSi menjelaskan, dari data yang disampaikan DPMPTSP, nilai investasi Kota Cirebon pada tahun lalu menyentuh hampir Rp2 triliun.

Namun demikian, Imam mempersoalkan peningkatan investasi apakah benar-benar memberikan manfaat kesejahteraan bagi warga Kota Cirebon atau tidak.

“Tantangan kita itu rasio gini masih tinggi. Efek dari semakin meningkatnya investasi di Kota Cirebon itu seharusnya mampu mengurangi angka pengangguran terbuka dan rasio gini kita,” tegas Imam.

Atas dasar itu, salah satu rekomendasi Komisi I kepada pemerintah daerah atas LKPj 2024 yaitu Pemda berkewajiban memberikan dampak manfaat ekonomi kepada warga Kota Cirebon atas peningkatan nilai investasi.

“Apa gunanya investasi besar, tapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Cirebon. Saya minta ada kebijakan agar investor memprioritaskan warga Kota Cirebon sebagai bagian investasi mereka,” ujarnya.

Di samping itu, Komisi I DPRD juga menyoroti tentang pendataan ormas. Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon Agung Supirno SH menyampaikan, jangan sampai keberadaan ormas menjadi penghalang investasi.

Karena itu, Ia menyarankan kepada Kesbangpol untuk melakukan pendataan dan pembinaan kepada ormas yang terdaftar secara resmi.

“Kaitannya tentang ormas ini sedang menjadi diskusi publik. Mau tidak mau, pemerintah daerah harus mulai melakukan pembinaan, pengaturan dan sejenisnya. Agar tidak ada ormas yang menjadi penghalang investasi di daerah. Itu yang harus dipahami bersama,” ujarnya.

Hadir pula saat rapat kerja bersama perangkat daerah membahas LKPj tahun 2024, Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Syaefurrohman SE MM. (din)

Minggu, 04 Mei 2025

Warga RW 05 Sumber Asri Gelar Kerja Bakti Bersihkan Lapangan Volley

TALUN, CIREBON FC– Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh warga RW 05 Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Pada Minggu pagi, 4 Mei 2025, masyarakat setempat mengadakan kerja bakti bersama untuk membersihkan Lapangan Volley Sumber Asri agar lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan.

Ketua RW 05, Didi Supriadi, kepada media ini menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Warga dengan antusias saling bahu-membahu melakukan pembersihan area sekitar lapangan.

“Tujuannya agar lapangan ini bisa kembali menjadi tempat yang nyaman untuk berolahraga dan berkumpul. Kami menebang pohon-pohon yang mengganggu pandangan serta membersihkan sampah dan rumput liar yang sudah tinggi,” ujar Didi.

Dalam kegiatan tersebut, tampak kebersamaan dan kekompakan warga yang turut membawa alat-alat kebersihan sendiri, mulai dari sabit, cangkul, hingga gerobak dorong. Tak hanya kaum pria, ibu-ibu pun turut serta dalam membersihkan lingkungan sekitar.

Didi berharap, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian warga terhadap fasilitas umum dan lingkungan sekitar.

Lapangan Volley Sumber Asri sendiri merupakan salah satu fasilitas penting bagi warga dalam menjalin silaturahmi serta meningkatkan kebugaran jasmani. Dengan adanya kerja bakti ini, diharapkan lapangan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warga. (din)

Buntut Buang Sampah Sembarangan Di Kesenden, Ketua DPRD Panggil Sejumlah Perangkat Daerah

CIREBON – Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio SE memanggil sejumlah pejabat perangkat daerah imbas viralnya berita aktivitas buang sampah sembarangan di Kampung Samadikun, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, pada Minggu (4/5/2025) lalu.

Tak hanya pejabat dinas terkait, Ketua DPRD juga menghadirkan oknum warga pembuang sampah untuk dimintai penjelasan alasan membuang sampah di kawasan pesisir Kota Cirebon. Pertemuan yang dilangsungkan di ruang Ketua DPRD Kota Cirebon, Senin (5/5/2025) itu, sudah menemukan benang merahnya.

Andrie menjelaskan, alasan warga membuang sampah di kawasan Pesisir Samadikun itu karena kebingungan ketika dilarang membuang ke TPS terdekat. Sebab, petugas TPS tidak menerima sampah selain sampah rumah tangga.

Tumpukan sampah yang diangkut dengan bentor itu merupakan sampah hasil kerja bakti warga RW 02 Syekh Magelung, Kelurahan Kejaksan. Mengingat volume sampah yang menggunung, warga pun merasa tidak ada pilihan ketika tidak dibolehkan membuang ke TPS.

“Warga Kejaksan setelah selesai kerja bakti, sampah-sampahnya dibuang ke Kesenden, lalu saya kumpulkan semua pejabat dari DLH, Satpol PP, Kelurahan Kesenden, Kejaksan dan warga yang bersangkutan,” ujar Andrie usai rapat.

Aktivitas membuang sampah tidak pada tempatnya tersebut direkam warga dan menjadi viral di media sosial. Tak lama kemudian, jajaran Kelurahan Kesenden berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Cirebon untuk mencari pelaku dan dilakukan proses hukum. Alhasil, pelaku dimintai keterangan dan kendaraan bentor pengangkut sampah pun ditahan.

Hasil audiensi dengan berbagai pihak, Andrie menekankan kepada warga bersangkutan untuk tidak mengulang perbuatan serupa. Ia pun meminta kepada pihak DLH agar tidak melarang warganya membuang sampah di TPS, sebab hal itu dapat menjadi masalah baru ke depannya.

“Warga sudah bagus mau kerja bakti, tapi jangan dipersulit membuang sampah ke mana,” tegasnya.

Menurutnya, kegiatan warga kerja bakti bersih-bersih sampah pun patut diapresiasi. Karena itu, jangan karena TPS tidak menerima sampah selain berasal dari rumah tangga, lantas membuat warga jadi enggan melakukan kegiatan kerja bakti.

“Akhirnya saya sampaikan jangan sampai masalah ini besar. Jangan sampai ketika masyarakat sudah dikasih surat edaran untuk kerja bakti, mereka jadi kapok, karena sulit buang sampahnya,” katanya.

Sebagai solusinya, Andrie memerintahkan agar DLH tidak boleh melarang membuang sampah di TPS. Serta, mengimbau kepada warga agar sampah hasil kerja bakti ditempatkan di karung terpisah, agar memudahkan petugas memilah.

Ia menjelaskan, kawasan pesisir Kesenden itu sempat dibersihkan secara gotong royong oleh pegiat kebersihan Pandawara, pemerintah daerah dan masyarakat Kota Cirebon.

Kemudian, awal pemerintahan Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi pun sudah membersihkan kembali sampah liar yang berserakan, dan bahkan sudah dipagari untuk tidak membuang sampah di kawasan tersebut.

“Silahkan buang sampah pada tempatnya. Pemkot sudah memfasilitasi TPS. Untuk warga Sukapura silahkan buangnya di TPS sebarang kantor PDAM, Warga Kebonbaru-Kejaksan buangnya di TPS Pamitran atau di Kalibaru/Sukalila. Untuk warga Kesenden bisa di TPS Krucuk,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Kesenden Ruliyanto SSTP menjelaskan, ke depan dari Kelurahan Kesenden terus berkoordinasi dengan RT/RW untuk berkomitmen dari aktivitas buang sampah sembarangan. 

Warga Kesenden tidak menginginkan jika wilayahnya dikotori. Karena itu, jika ditemukan kejadian warga membuang sampah di kawasan pesisir akan ditindak tegas.

“Kami akan menindak tegas, baik warga kami sendiri maupun dari luar Kesenden jika buang sampah sembarangan. Segera lapor, jika ditemukan,” ujarnya. (din)

Pemkab Cirebon Luncurkan Sembilan Sekolah Unggulan Sebagai Startegi Peningkatan mutu Pendidikan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon akan meluncurkan sembilan sekolah unggulan sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan.

Program ini dijadwalkan resmi dimulai pada 6 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menyampaikan sekolah unggulan ini akan menjadi percontohan dalam pengembangan kualitas pembelajaran di daerah.

Dukungan akan difokuskan pada peningkatan sarana, pelatihan guru, serta pencapaian prestasi akademik dan non-akademik.

“Sekolah unggulan ini merupakan langkah konkret mewujudkan tema Hardiknas 2025, yakni Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu bagi Semua,” ujar Ronianto.

“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan kompetitif,” ucapnya usai upacara peringatan Hardiknas di GOR Ranggajati Sumber, Jumat (2/5/2025).

Di samping peluncuran sekolah unggulan, Dinas Pendidikan juga menargetkan capaian zero dropout atau nol putus sekolah untuk jenjang SD dan SMP.

“Tahun lalu hanya lima siswa SD dari 36 ribu yang tidak melanjutkan ke SMP. Tahun ini kami upayakan tidak ada lagi yang putus sekolah,” tegas Ronianto.

Untuk mendukung iklim belajar yang lebih baik, penggunaan telepon genggam oleh siswa di sekolah kini dilarang.

Selain itu, sebanyak 1.750 siswa penghafal juz 30 hasil kerja sama dengan PCNU Kabupaten Cirebon akan diwisuda dalam waktu dekat.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan generasi muda.

Ia juga mendukung pendekatan pembinaan karakter siswa bermasalah melalui pola barak militer, namun menegaskan bahwa program tersebut masih menunggu regulasi dari TNI.

“Didiklah anak-anak dengan sebaik-baiknya. Masa depan Kabupaten Cirebon dan bangsa ini ada di tangan para guru. Kalau anak-anak pintar dan berkarakter, bangsa ini akan maju,” ujar Imron. (din)

Sponsor

test

Featured Posts