Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 05 Februari 2024

Penyaluran Bantuan Pangan Beras di Kota Cirebon Sudah Mencapai 91 Persen

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, S.P. M.Si.


CIREBON KOTA, FC - Badan Pangan Nasional tengah penyaluran bantuan pangan beras kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Di Kota Cirebon penyaluran bantuan pangan beras sudah mencapai 91 persen. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, S.P. M.Si., menjelaskan, penyaluran bantuan pangan beras dimulai sejak tanggal 27 Januari 2024. 

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK-RI) penerima bantuan pangan beras sebanyak 38.867 KPM. 

“Datanya dari Menko PMK-RI dan beras yang menyediakan Perum Bulog. Jadi semuanya dari pusat,” kata Elmi di kantornya, Senin (5/2/2024). 

Sedangkan untuk penyaluran, Perum Bulog bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Namun banyak pihak kelurahan yang berinisiatif mengambil sendiri bantuan pangan beras tersebut, yang kemudian disalurkan ke KPM. 

“Kami pastikan bantuan pangan beras sampai ke KPM sesuai data dari Kemenko PMK-RI. Karena PT Pos Indonesia dan pihak kelurahan turut membantu penyaluran,” ujarnya. 

Masih kata Elmi, Badan Pangan Nasional menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak enam kali, atau dari bulan Januari hingga Juni 2024. Setiap bulan KPM mendapatkan beras jenis medium seberat 10 kilogram. 

“Yang baru disalurkan untuk bulan Januari 2024, untuk bulan Februari sampai Juni nanti akan kami sampaikan waktunya,” jelas Elmi. 

Bantuan ini untuk masyarakat yang membutuhkan, jika ternyata masyarakat mampu mendapatkan bantuan tersebut bisa mengajukan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM). Nanti penerima bantuan bisa dialihkan ke masyarakat yang membutuhkan. 

“SPTJM ini sifatnya atas kesadaran sendiri penerima. Nanti RT dan RW bisa membantu untuk pengajuan formulir ke PT Pos Indonesia,” paparnya. 

Bantuan pangan beras menurut Elmi untuk mengendalikan harga beras yang tengah mengalami kenaikan di Kota Cirebon. Selain itu, untuk meringankan masyarakat tidak mampu yang terdampak, bencana El-Nino. 

“Pemerintah ingin harga beras tetap terkendali. Pemerintah juga ingin itu membantu masyarakat tidak mampu akibat bencana El-Nino yang terjadi di Indonesia,” ungkap Elmi. (Ara)

Sabtu, 03 Februari 2024

Prof Dr H Jamali, M.Ag dan Dr Moh Ali Lakukan Monitoring dan Evaluasi kepada Mahasiswa PJJ PAI di Sela-sela AICIS 2024

SEMARANG, FC - Dalam suasana penuh semangat di Expo Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 atau AICIS 2024 di UIN Walisongo Semarang, Prof Dr H Jamali, M.Ag, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, bersama Ketua Jurusan PJJ PAI Dr Moh Ali, MPd, melakukan monitoring dan evaluasi sekaligus memberikan arahan kepada mahasiswa Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI), di Provinsi Jawa Tengah.

Pertemuan tersebut menjadi sarana efektif dalam meningkatkan komunikasi dan pembinaan kepada mahasiswa PJJ PAI. Dr Moh Ali memberikan pemaparan tentang pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) sebagai persiapan menghadapi semester berikutnya. 

“Mahasiswa perlu menjaga kekompakan dalam pembelajaran online dan mematuhi etika komunikasi digital,” ungkap Dr Ali. Ia juga menekankan pentingnya konsultasi kepada prodi atau dekanat jika mahasiswa mengalami kendala atau masalah.

Sementara itu, Prof Dr H Jamali, M.Ag, menyampaikan informasi penting bahwa pada tahun 2024, kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon membuka pintu bagi calon mahasiswa PJJ PAI dengan skema beasiswa LPDP maupun non-beasiswa. 

Hal ini sebagai upaya kampus untuk mendukung akses pendidikan yang lebih luas dan memastikan bahwa potensi mahasiswa PJJ PAI dapat tergali dengan baik.

Arahan dari  pemimpin tersebut bukan hanya mengenai aspek akademis, tetapi juga mencakup aspek kesejahteraan mahasiswa. Prof Jamali menggarisbawahi komitmen kampus untuk memberikan dukungan maksimal kepada mahasiswa, termasuk dalam hal bantuan finansial melalui skema beasiswa yang tersedia.

Mahasiswa PJJ PAI diharapkan dapat mengambil manfaat maksimal dari arahan dan monitoring yang dilakukan oleh pimpinan kampus. Dengan semangat positif dan kerjasama yang baik antara mahasiswa dan pimpinan, diharapkan tahun akademik berikutnya akan menjadi perjalanan pendidikan yang sukses dan bermakna. (din)

Prof Dr H Jamali, M.Ag Warek I IAIN Cirebon: AICIS Komitmen Pada Kedamaian Dunia

SEMARANG, FC - Kehadiran Prof Dr H Jamali, M.Ag, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Cirebon, dalam AICIS 2024 di UIN Walisongo Semarang menjadi Discussant dalam pembahasan paralel diskusi #4 di room 5. Diskusi tersebut memfokuskan perhatian pada dua aspek besar, yakni pendidikan Islam dan penerapan hukum syariah di Indonesia.

Pendidikan Islam menjadi sorotan utama pembahasan, terutama faktor implementasi dan tantangannya dengan budaya lokal. Martin Kustati, seorang peneliti, memberikan perhatian khusus kepada Pembinaan Keluarga Remaja (PKR) di Padang, Sumatera Barat. 

Martin menggarisbawahi pentingnya membina remaja yang rentan terpengaruh oleh budaya negatif kontemporer. Ia menyarankan adanya buku panduan atau modul dalam PKR, dengan tujuan agar pembinaan dapat berjalan sesuai dengan standar dan acuan ajaran Islam.

Prof. Zulfikar, dalam penelitiannya, membahas pembelajaran berbasis instruksi di Islamic Boarding School. Pembahasan ini mendapat sorotan lebih lanjut, dengan saran dari reviuwer untuk mempertegas perbedaan antara Islamic Boarding School dan Pondok Pesantren. Prof. Zulfikar diimbau untuk menekankan peran unsur-unsur khas pondok pesantren seperti kyai, santri, asrama, masjid, dan kitab kuning.

Diskusi juga mengangkat isu penerapan hukum syariah di Aceh. Terdapat permasalahan dalam implementasi hukuman cambuk terhadap pelaku sexual harassment. 

Pemerintah Aceh ingin menerapkan hukum syariah, namun masih terkendala oleh kelembagaan hukum yang masih menggunakan pengadilan negeri dan tinggi. Permasalahan serupa muncul dalam ritual penguburan manusia di Aceh yang memiliki aspek tradisional dan sosial. Prof. Abdul Manan, peneliti, menyoroti fungsi sosial dan potensi konflik dengan ajaran Islam. Reviuwer menyarankan untuk memberikan rekomendasi konstruktif dalam membangun harmoni sosial di Aceh.

Prof Dr H Jamali, dalam kesimpulannya, menyatakan bahwa AICIS 2024 menjadi bentuk komitmen dalam menghadirkan pemikiran dan solusi pada isu-isu global, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dan penerapan hukum syariah. 

Kedamaian dunia, menurutnya, dapat dicapai melalui pemahaman yang mendalam dan dialog yang konstruktif dalam masyarakat yang beragam. (din)

Keragaman Dalam Pendidikan : Eksplorasi Isu-isu Kontemporer dalam Pembelajaran, Ekonomi, dan Keberagamaan

SEMARANG, FC - Hari ini (Sabtu, 3/2/2024) pada perhelatan AICIS 2024 Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon,turut berpartisipasi sebagai Discussant, Parallel Session #4 Panel EX. 0080, tema “Diversity in Education: Exploring Contemporary Issues”.

Ada 4 Panelis yang mempresentasikan artikel; Pertama, Ady Ilham Maulana et al., “Pengaruh Kecerdasan Logis Matematis dan Efikasi Diri terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VII SMP Islam Datuk.” Kedua, Melisa Diah Maharani et al., “Manifestasi Keberagamaan dan Etos Ekonomi Pedagang Muslim Pasar Kliwon di Era Disrupsi Digital”. 

Ketiga, Yopi Kusmiati, “The Meaning of Worship for Religious People in the COVID-19 Pandemic: A Phenomenological Research. Keempat, Afiq Budiawan, “Controversy Over the Prohibition Christmas Celebrations in Merbau Village: Perspective of Religious Moderation Policy”. Prof Aan menuturkan.

Keempat artikel tersebut mendeskripsikan keragaman dalam pendidikan yang mengeksplorasi isu-isu kontemporer. Artikel kecerdasan logis dan efikasi diri yang dihubungkan dengan pemahaman konsep matematis menguatkan konsepsi penting bahwa Matematika dapat dikuasai dengan baik melalui optimalisasi kecerdasan berpikir dan kesungguhan diri melalui lingkungan belajar yang baik. ungkap Prof Aan.

Tulisan bertajuk keberagamaan dan etos ekonomi pedagang Muslim dapat dianalisis dengan teori agama dan etos kerja dari Weber yang mengerucut pada kapitalisme modern. 

Kapitalisme Islam juga penting didiskusikan sebagai topik yang layak dikembangkan untuk mengkaji etos kerja dan modernisasi bisnis di kalangan pengusaha Muslim. tegas Prof Aan.

Karya bertema makna ibadah bagi para pemeluk agama menggambarkan fenomena unik di tengah pandemi COVID-19 dengan menyajikan perspektif dan keberagaman pemeluk Islam, Kristen, Hindu, dan Budha dalam menyikapi kebijakan larangan berkerumun, termasuk saat pelaksanaan ibadah. 

Hasil riset ini dapat memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk mitigasi dalam pelaksanaan ibadah saat  adanya pandemi atau bencana alam pada masa mendatang. lanjut Prof aan.

Topik penting yang terkait dengan kontroversi perayaan hari Natal yang disebabkan ketiadaan rumah ibadah, sehingga membangun komunikasi antar umat beragama, adanya kebijakan yang mengatur pendirian rumah ibadah, dan juga memerhatikan tradisi lokal sangatlah urgen. 

Pengakuan akan keberadaan umat lain dengan segala perbedaan, tumbuh kembang toleransi, dan rasa persaudaraan sebagai implementasi cara pandang dan  perilaku keagamaan yang moderat. pungkas Prof Aan.

Prof Aan berharap bahwa hasil riset ini dapat memberikan rekomendasi berharga bagi pembuat kebijakan, mengingatkan akan pentingnya toleransi dan persaudaraan sebagai implementasi keagamaan yang moderat. 

“Sukses untuk Para Penulis,” ucapnya, menandai penghargaan atas kontribusi para peneliti dalam mengupas isu-isu penting dalam pendidikan, ekonomi, dan keberagamaan. (din)

Akademisi dan Peneliti lintas Bidang Ilmu Keislaman di Indonesi Apresiasi Kesuksesan AICIS 2024

SEMARANG, FC - Annual International Conference On Islamic Studies (AICIS) 2024 sukses diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisango Semarang, menjadi sorotan utama bagi para akademisi dan peneliti lintas bidang ilmu keislaman di Indonesia. 

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 1 hingga 4 Pebruari 2024, menjadi saksi perkembangan tradisi akademik keislaman di tanah air. Sabtu, (03/02/2024).

Kemeriahan acara terlihat dari partisipasi aktif para akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia yang tergabung di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Mereka hadir untuk mempresentasikan paper berkualitas tinggi di bidang ilmu masing-masing, membuktikan komitmen dalam memajukan pengetahuan keislaman di Indonesia.

Dr. Siti Fatimah, M.Hum, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon beliau, mengungkapkan kekagumannya pada acara tersebut.

“Kegiatan ini merupakan langkah positif untuk meluaskan dan mengembangkan tradisi akademik keislaman di Indonesia. Para ilmuwan di bawah naungan Kementerian Agama RI, bersama-sama dengan bapak rektor, para dekan, dan para dosen dari berbagai Perguruan Tinggi, telah memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam memajukan pemikiran keislaman di tanah air,” ujarnya.

Tidak hanya sebagai presenter, namun bapak rektor, para dekan, dan dosen juga turut berperan sebagai pemateri, reviewer, maupun peserta diskusi. Hal ini menunjukkan bahwa AICIS 2024 bukan hanya sekadar wadah presentasi ilmiah, tetapi juga sebagai forum interaktif untuk berbagi ide dan pemikiran yang dapat meningkatkan pemahaman keislaman di Indonesia.

Keberhasilan AICIS 2024 di Semarang juga mencerminkan konseptualisasi keislaman keindonesiaan yang semakin mengakar dalam tradisi akademik. 

Dr. Siti Fatimah berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sebuah puncak, melainkan dapat terus berkembang di tahun-tahun selanjutnya. 

“Semoga AICIS tahun ini bukan hanya menjadi kegiatan sekali dalam setahun, tetapi dapat menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan akademik keislaman di Indonesia”. tambahnya.

Dengan demikian, AICIS 2024 di Semarang tidak hanya menjadi ajang pertemuan akademisi, tetapi juga menjadi tonggak bersejarah dalam kontekstualisasi keislaman keindonesiaan yang semakin kuat dan relevan. (din)