Keragaman Dalam Pendidikan : Eksplorasi Isu-isu Kontemporer dalam Pembelajaran, Ekonomi, dan Keberagamaan

SEMARANG, FC - Hari ini (Sabtu, 3/2/2024) pada perhelatan AICIS 2024 Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon,turut berpartisipasi sebagai Discussant, Parallel Session #4 Panel EX. 0080, tema “Diversity in Education: Exploring Contemporary Issues”.

Ada 4 Panelis yang mempresentasikan artikel; Pertama, Ady Ilham Maulana et al., “Pengaruh Kecerdasan Logis Matematis dan Efikasi Diri terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VII SMP Islam Datuk.” Kedua, Melisa Diah Maharani et al., “Manifestasi Keberagamaan dan Etos Ekonomi Pedagang Muslim Pasar Kliwon di Era Disrupsi Digital”. 

Ketiga, Yopi Kusmiati, “The Meaning of Worship for Religious People in the COVID-19 Pandemic: A Phenomenological Research. Keempat, Afiq Budiawan, “Controversy Over the Prohibition Christmas Celebrations in Merbau Village: Perspective of Religious Moderation Policy”. Prof Aan menuturkan.

Keempat artikel tersebut mendeskripsikan keragaman dalam pendidikan yang mengeksplorasi isu-isu kontemporer. Artikel kecerdasan logis dan efikasi diri yang dihubungkan dengan pemahaman konsep matematis menguatkan konsepsi penting bahwa Matematika dapat dikuasai dengan baik melalui optimalisasi kecerdasan berpikir dan kesungguhan diri melalui lingkungan belajar yang baik. ungkap Prof Aan.

Tulisan bertajuk keberagamaan dan etos ekonomi pedagang Muslim dapat dianalisis dengan teori agama dan etos kerja dari Weber yang mengerucut pada kapitalisme modern. 

Kapitalisme Islam juga penting didiskusikan sebagai topik yang layak dikembangkan untuk mengkaji etos kerja dan modernisasi bisnis di kalangan pengusaha Muslim. tegas Prof Aan.

Karya bertema makna ibadah bagi para pemeluk agama menggambarkan fenomena unik di tengah pandemi COVID-19 dengan menyajikan perspektif dan keberagaman pemeluk Islam, Kristen, Hindu, dan Budha dalam menyikapi kebijakan larangan berkerumun, termasuk saat pelaksanaan ibadah. 

Hasil riset ini dapat memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk mitigasi dalam pelaksanaan ibadah saat  adanya pandemi atau bencana alam pada masa mendatang. lanjut Prof aan.

Topik penting yang terkait dengan kontroversi perayaan hari Natal yang disebabkan ketiadaan rumah ibadah, sehingga membangun komunikasi antar umat beragama, adanya kebijakan yang mengatur pendirian rumah ibadah, dan juga memerhatikan tradisi lokal sangatlah urgen. 

Pengakuan akan keberadaan umat lain dengan segala perbedaan, tumbuh kembang toleransi, dan rasa persaudaraan sebagai implementasi cara pandang dan  perilaku keagamaan yang moderat. pungkas Prof Aan.

Prof Aan berharap bahwa hasil riset ini dapat memberikan rekomendasi berharga bagi pembuat kebijakan, mengingatkan akan pentingnya toleransi dan persaudaraan sebagai implementasi keagamaan yang moderat. 

“Sukses untuk Para Penulis,” ucapnya, menandai penghargaan atas kontribusi para peneliti dalam mengupas isu-isu penting dalam pendidikan, ekonomi, dan keberagamaan. (din)

Terkini