SMK Presiden Delta Cirebon Berikan Beasiswa dan Program Unggulan untuk Siswa, Termasuk Magang ke Bali hingga Jepang

 Susanti, S.Pd
Kepsek SMK Presiden Delta Cirebon


CIREBON, FC - SMK Presiden Delta Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas kepada siswanya. 

Hingga tahun keempat berdirinya, sekolah ini tetap memberikan perhatian besar terhadap siswa dari keluarga menengah ke bawah. Sekitar 40% siswa berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah, dan sekolah tetap memberikan beasiswa penuh hingga kelas 3. Beasiswa tersebut mencakup pembebasan biaya SPP, uang kegiatan, dan kebutuhan lainnya.

Salah satu program unggulan yang dijalankan sekolah ini adalah program magang yang terbukti berjalan dengan baik. Tahun ini, sebanyak 22 siswa diberangkatkan magang ke Bali, disusul oleh 31 siswa lainnya yang saat ini juga tengah mengikuti program serupa. 

Program magang ini dirancang agar para siswa belajar langsung mengenai budaya kerja profesional di berbagai sektor.

“Anak-anak kami anggap sebagai karyawan kontrak selama enam bulan. Mereka tinggal di Bali dan menjalani kehidupan sebagai pekerja penuh, bukan sekadar magang biasa,” ujar Susanti, S.Pd Kepala SMK Presiden Delta Cirebon.

Meskipun demikian, kata Susanti, kontrol dari pihak sekolah tetap dilakukan secara berkala, seperti melalui pertemuan virtual (Zoom Meeting) bulanan dan absensi daring.

Selain di dalam negeri, sekolah juga telah memberangkatkan satu angkatan pertama untuk magang ke Jepang. Permintaan dari berbagai perusahaan di Jepang terus berdatangan, sehingga sekolah juga mempersiapkan siswa dengan pelatihan bahasa dan keterampilan kerja untuk dapat bersaing secara global.

Berbeda dengan sekolah lain yang hanya melaksanakan MPLS selama lima hari, MPLS di sekolah ini menjalankan program pelatihan dasar disiplin dan kepemimpinan siswa (DKS) selama satu bulan penuh. 

Para siswa baru tidak langsung mengenakan seragam kebanggaan mereka, melainkan hanya diperbolehkan setelah mengikuti pelantikan resmi sebagai bagian dari penanaman nilai kedisiplinan.

“Ini bukan sekolah taruna, tetapi kami terapkan sistem yang mendidik siswa agar tangguh dan bermental pekerja. Mereka harus menyelesaikan pelatihan satu bulan setengah sebelum masuk masa belajar penuh selama satu setengah tahun,” jelasnya.

Program magang juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan besar seperti Astra. Para siswa tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan upah selama magang, dengan nominal yang bervariasi antara Rp500.000 hingga Rp1.200.000 per bulan, tergantung perusahaan. 

“Yang kami tekankan bukan nominalnya, tetapi bagaimana siswa memahami budaya kerja, membangun kedisiplinan, dan mengenali etos kerja di dunia nyata,” pungkasnya.

Sekolah ini juga menjalin kerja sama magang dengan beberapa kota seperti Madiun, Salatiga, dan Pekalongan. Program ini menjadi jembatan penting bagi siswa untuk siap terjun ke dunia kerja, baik nasional maupun internasional. (Udin)

Terkini