Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 02 Juni 2024

Utamakan Pelayanan, Kepala Desa Sampiran Selalu Turun Pantau Lingkungan

 

Kuwu Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kiyai Sujito


CIREBON, FC - Kepala Desa Sampiran, Kiyai Sujito menjadi sosok yang berbeda ketika memasuki jam-jam bertugas. Kiyai Sujito kerap turun ke lapangan sebagai bentuk kepedulian dirinya terhadap warga dan lingkungan.

"Sosoknya selalu mobile ketika bekerja. Tujuannya hanya untuk memastikan  kondisi warga dan lingkungan,  harapannya agar desa bisa selalu melayani kebutuhan masyarakat di Desa Sampiran. Ini adalah visi dan misi Kepala desa yang harus terus terealisasi di lapangan," ujar salah satu warga Sampiran yang enggan menyebutkan namanya.

Menurutnya, Desa Sampiran setelah dipimpin Kiyo Sujito sudah banyak perubahan. Baik pada sisi pelayanan administrasi kependudukan maupun dari realisasi program-program desa lainnya.

Namun, katanya, program desa ini harus didukung oleh semua warga Sampiran. Artinya, semua warga harus melibatkan diri pada kepedulian lingkungannya, baik dalam menjaga infrastruktur yang ada maupun dalam menjaga kebersihannya.

Desa dalam hal ini Pak Kuwu pasti akan terus berjuang untuk kesejahteraan warga dan kenyamanan lingkungan. Namun semua itu akan dilihat dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. 

Sebab tidak semua usulan warga harus segera direalisasikan, semua ada tahapannya, seperti juga program-program yang diluncurkan lewat Musrenbang, akan dilakukan skala prioritas dan dalam pelaksanaannya juga akan ada yang dilibatkan dari komunitas warga, termasuk di antaranya LPM, BPD dan lainnya.

"Intinya, semua pembangunan adalah untuk kepentingan warga. Termasuk dalam penataan lingkungan, khususnya bagi perkembangan dan kemajuan perekonomian warga. Inilah satu program yang digulirkan desa dari sekian program yang ada. Jadi ayoo kita bersama ikut serta membangun dan menjaga lingkungan kita," paparnya. (din)

Sabtu, 01 Juni 2024

Ketua DPRD Apresiasi Opini WTP Kota Cirebon Delapan Kali Berturut-turut

 

CIREBON – Pemerintah Daerah Kota Cirebon Kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kedelapan kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat.

WTP itu diserahkan langsung BPK Perwakilan Provinsi Jabar kepada Penjabat Walikota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi di Bandung, Kamis (30/5/2024).

Atas capaian tersebut, Ketua DPRD Kota Cirebon Ruri Tri Lesmana menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya. Menurutnya, hal tersebut merupakan hasil pertanggungjawaban kinerja pemerintah terhadap akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan.

“Alhamdulillah, mendapatkan hasil yang menggembirakan 8 kali berturut-turut. Namun, prinsip saya bukan berarti langsung jumawa, sebab mempertahankan itu lebih sulit, daripada mendapatkan,” ujarnya.

Sebab, menurutnya ada beberapa kriteria untuk mendapatkan opini WTP, di antaranya kesesuaian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan, kepatuhan atas Perundangan-undangan, dan efektivitas pengendalian sistem intern.

“Raihan ini tentu telah melewati sejumlah penilaian, baik dari aspek standar akuntansi pemerintah maupun dari mekanisme penilaiannya,” tuturnya.

Sehingga, dalam upaya mempertahankan capaian WTP tersebut, menurutnya harus diiringi dengan menjalankan rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan BPK Perwakilan Jawa Barat.

Ruri pun menyebut, akan segera menginformasikan laporan tersebut kepada Badan Anggaran dan TAPD agar segera ditindaklanjuti.

“Kami dari DPRD Kota Cirebon, tentu segera menginformasikan laporan tersebut terhadap Banggar dan TAPD untuk menindaklnajuti hasil rekomendasi tersebut,” tuturnya. (Dira)

Mahasiswa BKI Lakukan Observasi Lewat PPL di Rutan Kelas I Cirebon

CIREBON, FC - Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, melaksanakan kegiatan observasi terkait dengan mata kuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Rumah Tahanan (RUTAN) Kelas I Cirebon. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis, 27 dan 30 Mei 2024.

Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., Ketua Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, mengungkapkan bahwa kegiatan observasi PPL ini bertujuan untuk mendampingi warga binaan dalam mengatasi masalah psikologis, terutama mereka yang sedang menjalani proses persidangan di pengadilan. 

“Kegiatan observasi PPL mahasiswa BKI di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon bertujuan untuk mendampingi warga binaan dalam mengatasi masalah psikologis, terutama yang sedang menjalani proses persidangan di pengadilan,” ujar Dr. Jaja.

Selain itu, mahasiswa yang terjun dalam observasi PPL di Rutan juga memberikan layanan bimbingan pribadi, sosial, dan keagamaan kepada warga binaan. “Selama observasi PPL, mahasiswa didampingi oleh Pembimbing Kemasyarakatan Rutan Kelas I Cirebon,” Dr. Jaja menambahkan.

Lailatus Saidah, perwakilan dari salah satu peserta PPL, menceritakan bahwa kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa semester 6 jurusan BKI secara berkelompok. Untuk kelompok BKI 6 F terdiri dari Lailatus Saidah, Putty Hati Imany, Lu’lu’il Makhbuba, Dinar Siti Azzahra, Muhamad Nurhasan, dan Liyan Chanuna. 

“Sasaran warga binaan yang didampingi adalah warga binaan anak dan dewasa,” ungkap Lailatus Saidah.

Fuad Hasan, S.H., M.H., selaku Kasubsi BHPT Rutan Kelas I Cirebon, menyatakan bahwa kegiatan observasi PPL ini juga bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa menjadi pendamping kemasyarakatan dan konselor sosial di Rutan Kelas I Cirebon. 

“Harapan dari kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan informasi dan wawasan terkait program kegiatan yang dilaksanakan di Rutan Kelas I Cirebon dan juga menambah pengalaman di bidang bimbingan dan pendampingan terhadap warga binaan kemasyarakatan,” ujar Fuad Hasan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal praktis dan wawasan luas bagi mahasiswa BKI, sehingga mereka siap berperan sebagai pendamping dan konselor yang kompeten di masa depan. Observasi PPL di Rutan Kelas I Cirebon ini merupakan langkah nyata dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan keterampilan praktis mahasiswanya, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya warga binaan di Rutan. (din)

Civitas Tendik dan Pengelola UIN Siber Cirebon Tingkatkan Kompetensi Digital

CIREBON, FC - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi digital di kalangan tenaga pendidik dan pengelola universitas. 

Dalam upaya menghadapi tantangan digitalisasi, UIN Siber Syekh Nurjati menggelar Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Digital Marketing dan Sosial Media Marketing. Bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Digital Teknologi Informasi Indonesia, kegiatan ini terbagi menjadi dua batch, dengan batch pertama dilaksanakan pada 27-30 Mei 2024.

Peserta batch pertama terdiri dari Ketua Jurusan (Kajur) dan Sekretaris Jurusan (Sekjur) dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 dan S3, Kepala Rumah Moderasi Beragama (RMB), Kepala UPT Pusat Perpustakaan, Kepala UPT PTIPD, Kepala Pusat-pusat, dan Kepala Laboratorium di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 

Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital dalam pemasaran dan pengelolaan media sosial yang semakin penting di era digital saat ini. Senin, (27/05/2024).

Dalam sambutannya, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan pentingnya penguasaan digital marketing dan social media marketing bagi para tenaga pendidik dan pengelola universitas. 

“Di era digital ini, kemampuan untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam memasarkan institusi dan program-program pendidikan sangatlah krusial. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan inovatif, serta mampu mengelola media sosial dengan lebih baik,” ujar Prof. Aan Jaelani.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan informasi dan komunikasi di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

LSP Digital Teknologi Informasi Indonesia sebagai mitra dalam kegiatan ini menghadirkan para instruktur dan fasilitator yang berpengalaman di bidang digital marketing dan social media marketing. 

Mereka memberikan materi yang komprehensif mulai dari dasar-dasar pemasaran digital, strategi konten, analisis data, hingga teknik-teknik lanjutan dalam mengelola kampanye media sosial. Dewan Pengarah LSP, Chiska Nova Harsela, MP, menegaskan bahwa pelatihan ini 70% adalah praktikum dan diskusi, sehingga diharapkan interaksi aktif dari para peserta guna memaksimalkan hasil dari pelatihan.

Pelaksanaan batch pertama yang berlangsung selama empat hari disambut antusias oleh para peserta. Mereka mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dan aplikatif, serta berharap dapat segera menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan branding dan promosi institusi.

Batch kedua yang akan segera dilaksanakan juga diharapkan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang sama besar bagi para pesertanya. Dengan adanya program pelatihan dan sertifikasi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin siap menghadapi tantangan digitalisasi dan memanfaatkan teknologi informasi untuk kemajuan institusi.

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi di era digital. 

Dengan demikian, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen untuk menjadi institusi pendidikan yang adaptif dan inovatif di tengah perkembangan teknologi yang pesat. (din)

Jumat, 31 Mei 2024

Pemkab Cirebon Serius Tangani Penurunan Stunting di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON, FC - Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs. H. Wahyu Mijaya, SH., M.Si menghadiri kegiatan penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Cirebon tahun 2024. Kegiatan penilaian tersebut berlangsung di Ruang Suparman, Kantor Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Jumat (31/5/2024).

Dalam sambutannya, Pj Bupati Cirebon menyatakan, penurunan stunting menjadi salah satu “major project” dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 guna mencapai misi “SDM Unggul, Indonesia Maju.”

Menurutnya, permasalahan stunting yang multidimensi ini, membutuhkan sinergi semua pihak.

“Stunting bukan hanya masalah kesehatan saja, tetapi berdampak jangka panjang pada perkembangan kognitif, motorik dan sosial anak. Anak yang mengalami stunting, beresiko lebih tinggi mengalami keterlambatan belajar, mudah sakit, dan memiliki produktifitas yang rendah di masa depan. Sehingga, menjadikan stunting sebagai ancaman terhadap generasi penerus bangsa,” jelas Wahyu.

Dikatakan Wahyu, Kabupaten Cirebon sebagai kabupaten dengan populasi yang besar di Jawa Barat, memiliki tantangan yang besar dalam menangani isu stunting.

Jika merujuk pada hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon meningkat 4,3%, dari sebelumnya 18,6% di tahun 2022, menjadi 22,9% di tahun 2023.

“Meski angka capaian Kabupaten Cirebon meningkat, tetapi kita harus tetap berupaya untuk menurunkan angka stunting sesuai dengan target nasional, yaitu 14% di tahun 2024,” lanjutnya.

Menurutnya, penilaian kinerja pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi, merupakan proses penilaian kemajuan kinerja Kabupaten Cirebon dalam melakukan upaya untuk memperbaiki dan melaksanakan intervensi percepatan penurunan stunting terintegrasi.

“Mulai dari perencanaan, penganggaran, implementasi, pemantauan, dan evaluasi program atau kegiatan,” tambahnya.

Masih dikatakan Wahyu, penilaian sebagaimana dimaksud, dilakukan secara bertahap, mencakup peningkatan cakupan intervensi gizi spesifik dan sensitif pada lokasi fokus penanganan stunting, peningkatan cakupan rumah tangga sasaran yang dapat mengakses intervensi gizi secara terintegrasi.

“Tujuan penilaian 8 aksi konvergensi penurunan stunting di Kabaupaten Cirebon adalah dalam rangka meninjau kemajuan pelaksanaan aksi konvergensi dalam upaya penurunan stunting melalui pendekatan intervensi spesifik dan sensitif, serta sebagai wujud pemberian umpan balik kepada pemerintah Kabupaten Cirebon tentang pelaksanaan aksi konvergensi,” imbuhnya.

Ia meminta kepada para kepala perangkat daerah, untuk melakukan kegiatan percepatan penurunan angka stunting, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, melaksanakan tahapan kegiatan dan melakukan entri data pada aplikasi, serta mengikuti target dan arahan yang ditentukan oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Pemkab Cirebon sangat serius melakukan upaya percepatan penurunan angka stunting sebesar 14% di tahun 2024. Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya SK Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa/kelurahan,” pungkasnya. (din)