Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 10 November 2021

Layanan Cirebon Siaga 112 Raih Terbaik Pertama Pada Ajang IdenTIK 2021

CIREBON – Layanan Cirebon Siaga 112 meraih terbaik pertama dalam ajang Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) 2021 sekaligus akan mewakili Indonesia dalam kompetisi ASEAN ICT Awards (AICTA) 2022.

Di balik penghargaan tersebut, ada peran operator telepon (call taker) yang melayani pengaduan dari masyarakat 24 jam non stop. Mereka siaga menjadi penerima aduan.

Salah seorang call taker Cirebon Siaga 112, Yuli Yanti, S.Pd., menceritakan, dalam sehari ia bisa menerima 3 sampai 5 pengaduan dari masyarakat. Pengaduan yang masuk sebagian besar keluhan terhadap layanan publik dan keadaan darurat.

“Tidak tentu sih jumlahnya. Tapi ada saja yang menelepon layanan Cirebon Siaga 112 setiap harinya,” ungkap Yuli, Rabu (10/11/2021).

Cirebon Siaga 112 Beri Layanan 24 Jam, akan Wakili Indonesia di ASEAN ICT Awards 2022

Setiap pengaduan yang masuk akan diteruskan ke instansi terkait. Yuli memperkirakan, butuh waktu 15 menit untuk instansi merespons setiap pengaduan kedaruratan seperti kecelakaan, kebakaran hingga bencana alam.

“Misalnya kalau kebakaran, kami teruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), kalau pertolongan pertama diteruskan ke Public Safety Center (PSC) 119, kalau ada pohon tumbang dan musibah akibat bencana kami teruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon,” papar Yanti.

Saat pandemi Covid-19, pihaknya menerima pengaduan seputar vaksinasi, dari tempat sampai cara mencetak kartu vaksin. Tak jarang juga, pengaduan datang dari masyarakat yang berada di luar Kota Cirebon.

Cirebon Siaga 112 Beri Layanan 24 Jam, akan Wakili Indonesia di ASEAN ICT Awards 2022

“Kami tetap terima dan jelaskan fungsi dari Cirebon Siaga 112,” kata Yanti yang telah bertugas sejak Cirebon Siaga 112 berdiri.

Dia menilai, layanan Cirebon Siaga 112 sangat efektif menjadi layanan pengaduan masyarakat Kota Cirebon. Terlebih masyarakat tidak memerlukan pulsa untuk menghubungi layanan 112.

“Layanan 112 gratis tanpa dikenakan kuota, bahkan tanpa kartu perdana,” katanya.

Dia tidak menyangka, Cirebon Siaga 112 mendapat penghargaan terbaik pertama dalam ajang Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) 2021. Penghargaan ini menjadi motivasi ke depan agar lebih baik dalam melayani masyarakat Kota Cirebon.

“Tidak menyangka, perjuangan kami diganjar penghargaan. Ini jadi motivasi kami untuk terus berusaha memberikan yang terbaik,” katanya. (din)

Walikota Cirebon Mengapresiasi Atlit Kota Cirebon Mewakili Jabar di PON XX Papua

CIREBON – Wali Kota Cirebon apresiasi atlet berprestasi dari Kota Cirebon yang mewakili  Provinsi Jabar di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., saat penyambutan atlet dan pelatih berprestasi Kota Cirebon pada kontingen Jawa Barat yang berlaga di PON XX 2021 di ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon. 

“Prestasi yang diberikan oleh atlet asal Kota Cirebon tentu sangat membanggakan,” tegas Azis, Rabu (10/11/2021).  

Prestasi yang mereka torehkan selain membawa harum nama Provinsi Jawa Barat juga membawa harum nama Kota Cirebon.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, lanjut Azis, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan memberikan apresiasi kepada mereka. 

“Mereka telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemda Kota Cirebon juga akan memberikan kadeudeuh kepada mereka,” tutur Azis. 

 tersebut  dialokasikan pada tahun anggaran 2022. “Secepatnya. Triwulan pertama kita harapkan sudah dicairkan,” tutur Azis.

Apresiasi diberikan baik kepada atlet maupun pelatih yang berprestasi sesuai dengan porsinya. Dengan apresiasi yang diberikan Azis berharap prestasi yang diraih atlet-atlet asal Kota Cirebon dapat dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan.

Sebanyak 17 atlet asal Kota Cirebon turut serta mewakili Provinsi Jabar di ajang PON XX di Papua. Mereka menyumbangkan 8 medali terdiri dari 2 emas, 3 perak dan 3 perunggu.

Sementara itu Ketua KONI Kota Cirebon, Wati Musilawati, mengaku sangat bersyukur karena atlet dan pelatih yang berlaga di PON XX Papua dapat diterima dengan baik oleh Wali Kota dan perangkat daerah di Kota Cirebon. 

“Ini apresiasi dan kebanggan terhadap atlet kita yang berangkat ke PON,” tutur Wati. 

Wati juga berharap apresiasi yang akan diterima oleh para atlet dapat diterima dengan baik dan menjadi pemicu untuk berprestasi lebih baik lagi. (din)

 

Pemprov Jabar Gelar Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama

Kegiatan Sosialiasi Kerukunan Antar Umat Beragama, Besutan Pemprov Jabar melalui Biro Kesra di salah satu hotel di Cirebon, (10/11/2021).


CIREBON, FC - Pemerintah Daerah  Provinsi Jawa Barat melalui Biro Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama dengan Tema Meneguhkan Jawa Barat Sebagai Rumah Bersama Semua Umat Beragama disalah satu hotel berbintang di kawasan Jalan Siliwangi Kota Cirebon  (10/11). 

Menurut Ketua Panitia H. Mamat Rahmat dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan indeks kerukunan umat beragama, mempublikasikan bahwa Jawa Barat Juara Lahir dan Batin dalam kerukunan hidup beragama, bersilaturahmi dan komunikasi dengan sesama umat dan umat lainnya dengan penuh kerukunan, kedamaian dan persaudaraan, ujar H. Mamat Rahmat yang juga sebagai Kasubag Kelembagaan Biro Kesra Setda Pemprov Jawa Barat.

Menurut H. Mamat Rahmat kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari  sejak tanggal 10 hingga 12 Nopember dan diikuti oleh 120 peserta,  dan  para peserta akan menerima materi dari Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Kapolda Jabar, Pangdam III/SLW,  UIN  SGJ  BDG,  Pemprov Jabar, Praktisi dan Ulama Jabar,  ujarnya.

Sementara itu Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Jawa Barat, Drs. H. Barnas Adjidin saat membuka acara tersebut mengatakan,  bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana Hari Pahlawan  sehingga dapat membangkitkan semangat kita semua sebagai penerus cita cita para pahlawan kusuma bangsa. 

Selain itu juga kegiatan ini sejalan dengan Visi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yakni Jawa Barat Lahir dan Batin, Jabar  lahir dalam pengertian harus sehat, berpendidikan, bekerja, bersosialisasi dan Jabar Batin dalam pengertian agama dan religius dengan hidup rukun dan berdampingan dengan semua agama tentunya dengan toleransi saling menghargai yang kuat sebagai pondasi kebersamaan dan kerukunan  umat beragama di Jawa Barat. 

Hadir dalam acara Pembukaan perwakilan  Kepala Kantor Kemenag Kota/Kab Cirebon, Sekretaris MUI Kota Cirebon, Sekretaris PD DMI Kota Cirebon dan Ormas Islam Kota/Kab. Cirebon lainnya. (Didi)

IAIN Cirebon Menjadi Peserta Perkemahan Wirakarya Nasional di Palembang

PALEMBANG, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama 57 perwakilan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) Se Indonesia mengikuti kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) di Lapangan Utama Jakabaring, Palembang, Rabu (10/11/2021).

Pada kegiatan tersebut, seluruh perwakilan PTKIN disambut dengan Upacara adat pramuka di hari pertama Perkemahan Wirakarya Nasional.

Kegiatan tersebut juga dari lintas agama serta bertepatan dengan Hari Pahlawan, upacara adat tersebut bertema “Bhineka Tunggal Ika”.

Warna-warni busana adat yang dikenakan peserta menambah semarak kegiatan tersebut. Beraneka macam warna busana tersebut mempresentasikan suku dan asal daerah masing-masing peserta.

Bahkan ketika hujan mengguyur lapangan utama di mana kegiatan berlangsung, peserta tetap khidmat mengikuti seluruh kegiatan sekalipun pakaian mereka basah. Sehingga suasana kebangsaan dan persatuan mereka sangat terlihat kompak.

Berdasarkan laporan yang diterima Fokus Cirebon, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim antar anak bangsa. "Inilah bukti kebangsaan yang mempererat persatuan, tak ada lagi perbedaan dan mereka sangat menjunjung tinggi "Bhineka Tinggal Ika".

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag foto bersama di kegiatan PWN Palembang

Sementara itu, 58 yang menjadi peserta pada kegiatan ini, dan sebagai bentuk informasi, bahwa acara adat ini merupakan ceremony yang menjadi tata nilai dan harus ditaati. Karena, acara tersebut diciptakan oleh satuan pramuka dalam setiap kegiatan. (din)

Sekda Kabupaten Cirebon Meminta Dinsos Segera Benahi Data Kemiskinan


SUMBER, FC - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si bersama Sekda Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si, dan anggota DPRD mengikuti Rakor Kuota Kepesertaan PBI JK APBN Kabupaten Cirebon di Dinas Sosial, Rabu (10/11/2021).

Dalam paparannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Dr. Iis Krisnandar, SH, CN mengatakan, jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Cirebon pada 8 Oktober 2021 mencapai 1.063.563. Bahkan, yang masih aktif mencapai 939.011 orang yang terdiri dari PBI DTKS, Non DTKS. 

"Dari kuota 939.011 ini semuanya PBI Jaminan Kesehatan APBD, dengan PBI DTKS 807.461, Non DTKS 131.540, jadi sisa kuota 119.507 sedangkan yang di Non-aktifkan mencapai 114.850 orang," katanya.

Selain itu, kata Iis, pada tanggal 26 Oktober 2021 ada sedikit perubahan data pada PBI Jaminan Kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. 

"Kuota 945.599 dan Aktif 945.599 terdiri dari PBI DTKS 837.043, PBI Non DTKS 108.555. Sedangkan yang di Non aktif 139.475 itu juga terdiri dari yang meninggal dunia, pindah segmen, ganda, NIK tidak ditemukan, serta tambahan non aktif 25.356 orang," ujarnya. 

Iis mengatakan, pihaknya setiap bulan melakukan verval untuk memastikan jumlah yang benar-benar valid di Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, penetapan dari Kementerian Sosial, jumlah warga miskin di Kabupaten Cirebon mencapai 1,9 juta

"Karena pada saat itu tahun 2020 ada Covid-19 dan juga ada BST, sehingga yang perlu kami padankan ada dua hal yaitu pertama mengenai pemadanan administratif, kedua subtantif. Administratif aja kami belum beres apalagi subtantif, tetapi kami lakukan sambil berjalan. Ke depan kalau ditemukan di administratif maka subtantifnya kami hapus," kata Iis.

Iis menjelaskan, beban anggaran Kabupaten Cirebon untuk PBI yang sesuai dengan DTKS mencapai Rp 5 miliar lebih.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si mengatakan, dirinya kaget saat mendapatkan laporan kalau angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon mencapai 71 persen. Bahkan tidak dipungkiri di era pandemi Covid-19 banyak yang terdampak. 

"Mungkin jumlah UMKM di Kabupaten Cirebon ada 35 ribu, lalu pada era pandemi menjadi bertambah, saya pikir masuk akal juga kalau ada 71 persen angka kemiskinan, karena adanya pandemi," katanya. 

Ayu menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 banyak warga Kabupaten Cirebon yang terdampak, baik dari segi ekonomi dan sosialnya. 

"Saya dapat laporan dari Disnaker, ada 120 ribu orang yang terkena PHK selama pandemi Covid-19, sehingga angka kemiskinan di Kabupaten menjadi naik," kata Ayu.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Cirebon, Drs. H. Rahmat Sutrisno, M.Si mengatakan, pihaknya meminta Dinas Sosial agar melakukan prioritas sebaik mungkin antara data dan fakta. 

"Datanya dibenahi, jangan sampai datanya ada dan faktanya enggak ada yang miskin. Itulah pentingnya verval," katanya.

Selain itu, kata Rahmat, sementara ini belum ada anggaran dari tahun 2020 sampai 2021 ke dinsos untuk melakukan verval. 

"Saya ucapkan banyak terimakasih kepada jajaran Dinsos, meskipun anggaran buat melakukan verval DTKS belum ada, mereka tetap berjalan," ucapnya. (din)

Selasa, 09 November 2021

LP2M Adakan Pelatihan Manajemen Masjid Se Kecamatan Losari Brebes, Jawa Tengah


LOSARI, FC - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas pengurus DKM Se-Kecamatan Losari, Brebes, Jawa Tengah, Selasa (09/11/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al Mabrur, Desa Karangdempel, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes ini, diikuti oleh 42 peserta. Mereka terdiri dari Pengurus Masjid se-Kecamatan Losari.

Sambutan pembukaan oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang disampaikan oleh Sekretaris LP2M, Hj. Ery Khaeriyah, S.Ag, MA menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian Masyarakat. 

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka berbagi pengalaman, dan wawasan terkait dengan manajemen kemasjidan, yakni bagaimana mengelola masjid sehingga fungsi masjid bisa maksimal dan tidak hanya untuk kepentingan ibadah saja, karena pada dasarnya Masjid memiliki potensi ekonomi, sosial, dan budaya sebagaimana zaman Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Dalam pelatihan ini terdiri dari dua sesi materi. Materi yang pertama disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag selaku Ketua DKM At-Taqwa Kota Cirebon sekaligus Pengurus DMI Jawa Barat. 

Dalam pemaparannya, Dr H Ahmad Yani M.Ag pemateri pertama menegaskan bahwa Pengurus DKM Masjid itu merupakan amanah yang sangat mulia, karena kita mengurus rumah Allah, mengurus tempat ibadah.

“Mengurus masjid walaupun bukan seperti institusi atau lembaga layaknya lembaga formal lainnya, tetap harus menggunakan prinsip manajemen yang baik sehingga bisa maksimal, diantaranya langka awal dengan menentukan Visi, Misi, dan tujuan bersama oleh Pengurus DKM tersebut,” papar Yani.

Dari materi dari Kang Yani ini, kemudian  dilanjut dengan unjuk kerja dengan memberikan lembar kerja yang berisi form Visi dan Misi, Tujuan, Strategi kegiatan untuk memakmurkan masjid.

Lembar kerja tersebut dibagikan kepada seluruh peserta yang terdiri dari 11 pengurus DKM yang berkumpul bersama di masing-masing Masjid.


"Setelah dibagikan, peserta diberi waktu sekitar 10 menit untuk berdiskusi kelompok mengisi lembar kerja tersebut dan kemudian dipresentasikan di depan forum," jelasnya.

Sedang pemateri kedua, Drs. H. Usmani Hs, M.HI, juga Sekretaris At-Taqwa Centre menyatakan, masjid sejak zaman Rasulullah SAW menjadi pusat kegiatan masyarakat, tidak hanya menjadi tempat ibadah.

Usmani juga mengawali materinya dengan membedah soal kendala-kendala masjid, di antaranya tidak bisa berkembang atau berdaya. Hal ini diakibatkan kepengurusan yang tidak satu visi.

"Sebagai solusinya adalah dengan menyamakan persepsi jajaran pengurus dalam mengemban amanah. Kemudian  juga lebih memprioritaskan bangunan fisik, tetapi kurang memperhatikan terkait dengan kemakmuran masjid, hal itu bisa dilihat dari sisi kegiatan, jamaah, pengajian, dan sebagainya”, ujar beliau.

Sementara sambutan penutup disampaikan oleh Drs. H. Mahbub Nuryadien, M.Ag. Di mana Nuryadien menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, khususnya tuan rumah DKM Masjid Al Mabrur yang sudah menyediakan tempat untuk kegiatan pelatihan ini.

"Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jajaran pengurus DKM yang sudah ikut hadir bersama untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan wawasan tentang manajemen dan pengelolaan Masjid," terangnya.

Nuryadien menegaskan bahwa kegiatan ini bisa menambah semangat kita dalam berkhidmat mengelola Rumah Allah dan menambah ilmu bermanfaat serta ada tindak lanjutnya. 

“Harapan kami kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bisa berlanjut, melalui pelatihan atau workshop dengan materi lain yang dibutuhkan oleh para pengurus DKM se-Kecamatan Losari”, ungkap beliau," pungkasnya. (din)

Wali Kota Cirebon Raih Penghargaan Sebagai Tokoh Penggerak Inklusi Keuangan 2021

CIREBON – Penghargaan tokoh penggerak inklusi keuangan 2021 yang dinobatkan kepada Wali Kota Cirebon,  menjadi pelecut bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon untuk selalu memberikan terobosan dalam meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat. 

Penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Inklusi Keuangan 2021 diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., Selasa (9/11/2021). 

Penghargaan diberikan atas peran Wali Kota Cirebon dalam berbagai bidang keuangan. Seperti pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) pertama di wilayah 3 Cirebon, penerbitan Surat Edaran (SE) Satu Rekening Satu Pelajar untuk mendorong pelajar di Kota Cirebon memiliki rekening, serta mendukung program TPAKD 2021 melalui kelas inklusi keuangan yang melibatkan total 462 UMKM dari Kota Cirebon untuk mendapatkan peningkatan kapasitas dan pengetahuan keuangan.

“Semoga apresiasi ini dapat menjadi pelecut semangat saya pribadi dan Pemda Kota Cirebon untuk senantiasa memberikan berbagai terobosan  kepada masyarakat,” tutur Azis di kantor OJK Kota Cirebon. 

Khususnya, lanjut Azis, terobosan yang dapat meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat Kota Cirebon. 

Sehingga masyarakat semakin mudah mendapatkan akses ke berbagai lembaga, produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. “Muaranya tentu untuk peningkatan kesejahteraan,” tutur Azis.

Selain membentuk TPAKD dan mendorong pelajar untuk memiliki rekening di perbankan, Pemda Kota Cirebon juga berkomitmen agar masyarakat dengan kapasitas lebih dapat memiliki produk dan layanan keuangan lainnya. seperti asuransi, pembiayaan, program pensiun, dan investasi yang dapat menunjang taraf hidup menjadi lebih baik.

“Di tengah situasi pandemi yang telah memporakporandakan perekonomian masyarakat dilaksanakannya Bulan Inklusi Keuangan (BIK) merupakan jawaban atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” tutur Azis.

 Saat ini banyak masyarakat kesulitan mencari cara cepat untuk mengatasinya, di antaranya dengan meminjam uang dari pinjaman online (pinjol) ilegal. 

Melalui BIK ini diharapkan dapat memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat sebagai bentuk perlawanan nyata terhadap pinjol ilegal. Sekaligus mendekatkan masyarakat terhadap fasilitas jasa keuangan.

Melalui Surat Edaran (SE) Satu Rekening Satu Pelajar, sebanyak 2.241 pelajar di SMA Negeri 7 dan SMP Negeri 6 Kota Cirebon telah memiliki rekening sendiri. 

Melalui upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening bank. Ini dikarenakan rekening atau tabungan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat. 

Sementara itu Kepala OJK Cirebon, Mohammad Fredly Nasution, menjelaskan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021 dilaksanakan satu bulan penuh pada Oktober 2021. 

BIK berhasil melakukan 24 kegiatan dengan total peserta sebanyak 3.900 mencakup kegiatan sosialisasi tatap muka maupun virtual (webinar), kompetisi dan lomba kreatif, pembukaan rekening, penyaluran kredit dan pembiayaan mikro, business matching serta publikasi program literasi dan inklusi keuangan secara masif. 

“BIK mengambil tema inklusi keuangan untuk semua, bangkitkan ekonomi bangsa,” tutur Fredly.

Melalui BIK diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Sehingga dapat mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (din)