Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 25 Mei 2022

Kegembiraan Wisuda Sarjana Lailatul Itikhoba Dirayakan Bersama 5 Kakak Kandungnya

Badrudin dan Majid, kedua kakak kandung Lailatul Itikhoba, mahasiswa IPS FITK yang ikut senang dan gembira saat mengantar adik kesayangannya di wisuda ke XXIV IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Swiss Belhotel, Rabu, (25/5/2022).


FOKUS CIREBON, (FC) - Walau tanpa disaksikan kedua orang tuanya,
Kegembiraan Mahasiswa IPS, FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Lailatul Itikhoba, terlihat diraut wajah manisnya. Pasalnya, Lima kakak kandungnya setia mengantarkan dan menyaksikan prosesi wisuda kesarjanaan adik tercintanya.  

Badrudin, kakak kandung ke 4 dari Lailatul Itikhoba, kepada fokuscirebon.com menyampaikan, Lailatul Itikhoba merupakan anak ke 6 dari 6 bersaudara. Selain sikapnya yang penurut, Lailatul Itikhoba merupakan adik kesayangan dari kakak-kakaknya.

"Ketidakhadiran kedua orang tuanya, karena keduanya sudah wafat pada tahun 2011. Jadi semua biaya kuliah hingga sarjana, kami kakak-kakaknya saling bergotong royong membantu setiap kebutuhan adiknya. Ya, kami semua sangat senang, karena adik kami sekarang sudah sarjana," kata Badrudin, di Swiss Belhotel, Rabu (25/5/2022).

Hal yang sama juga disampaikan Kakak kandung Lailatul Itikhoba lainnya, Majid, menurut Majid, rasanya hati kami sangat senang bisa mengantarkan wisuda adiknya. 

Baik Majid maupun Badrudin berharap, dengan meraih sarjana ini, mudah-mudahan ilmunya bermanfaat dan bisa langsung kerja. 

"Harapan kami, jadilah diri sendiri dan bangunlah kepercayaan yang tinggi serta gunakan ilmu yang didapat saat kuliah. Demikian juga harapan untuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon, bisa lebih maju dan bisa mencetak sarjana-sarjana yang secara keilmuan bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi lain," ucapnya. (Udin)

Selasa, 24 Mei 2022

SKPD Harus Serius Mengentaskan Program Kemiskinan

CIREBON, FC - SKPD terkait diminta untuk serius menangani program kemiskinan yang sedang gencar dilakukan Pemkab Cirebon. Ini karena, mengentaskan kemiskinan bukan hanya tugas dinas sosial saja, namun tugas semua SKPD yang berhubungan dengan masyarakat. Demikian dikatakan Bupati Cirebon, Imron, Selasa (24/5/2022).

Dalam acara monitoring dan evaluasi program kemiskinan di Kecamatan Sumber, Imron mewanti-wanti semua komponen untuk serius membantu program pengentasan kemiskinan tersebut. Bila semua element masyarakat ikut bergerak, maka perlahan namun pasti kemiskinan di Kabupaten Cirebon bisa ditekan.

"Saya meminta semua pihak, terlebih SKPD terkait untuk serius menjalankan program pengentasan kemiskinan. Setiap bulan harus ada peningkatan progres untuk persoalan ini," ungkap Imron.

Menurut Bupati, saat ini Dinas Sosial sedang melakukan Verval data, supaya bisa mengetahui secara pasti jumlah warga miskin yang ada di Kabupaten Cirebon. Selama ini memang ada ketidaksesuaian data, mulai dari Puskesos dan Dinkes itu sendiri. 

"Verval data sangat diperlukan, karena data akan sinkron. Ini kan, kita mulai dari Puskesos yang ada di desa, lalu naik ke kecamatan dan sinkron dengan data Dinsos," jelasnya.

Hal senada dikatakan Wabup Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih (Ayu). Ayu menyebutkan, monitoring verval data masalah kemiskinan akan terus dilakukan Pemkab Cirebon. Kehadiran Pemkab sangat dibutuhkan, dan harus melakukan intervensi supaya bisa mengambil langkah strategis.

"Pemkab harus melakukan intervensi langsung, supaya kantong-kantong kemiskinan bisa diketahui secara real. Ini supaya kami bisa segera mengambil langkah strategis menyelesaikan persoalan ini," paparnya.

Kembali Ayu menyinggung tentang keinginan Pemkab Cirebon dalam mengentaskan kemiskinan. Pemkab sendiri mempunyai target supaya setiap tahunnya bisa menurunkan angka kemiskinan. Minimal, bisa menekan angka kemiskinan sebanyak satu persen setiap tahunnya. Pasalnya, setiap bulan dipastikan pasti ada perubahan data orang miskin, karena banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi.

"Jadi verval data itu harus terus dilakukan, karena perubahan data setiap bulannya, itu pasti. Warga pasti ada yang meninggal. Disamping itu, secara ekonomi juga pasti ada perubahan. Disamping itu, akan ada warga yang pindah. Nah faktor ini kan harus terus dimonitoring," ucap Ayu.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Suhartono menambahkan, banyak program yang sudah dikonsep Bappelitbangda dan tujuannya memang mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Cirebon. Skala besarnya adalah dengan mempercepat perizinan bagi investor yang akan masuk.

"Dengan mempercepat perizinan, otomatis investor bisa cepat berinvestasi. Lalu mereka membangun pabrik dan bisa menyerap tenaga kerja. Otomatis, lapangan kerja di Kabupaten bisa terserap," kata Suhartono. (din)

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Sarjanakan 899 Wisudawan, Ini Pesan Rektor

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta, M.Ag saat memberikan dua pesan penting kepada 899 wisudawan di Swiss Bell Hotel, Selasa, (24/5/2022).


FOKUS CIREBON (FC) - Dalam sambutan Wisudawan ke XXIV Tahun Akademik 2021-2022, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta, M.Ag menekankan dua pesan penting kepada 899 wisudawan dan wisudawati, Selasa, (24/5/2022).

Kegiatan wisuda dengan tema "Meneguhkan Sarjana Muslim yang Toleran dan Berjiwa Ulil Al-Bab" ini berlangsung khidmat di Ballroom Swiss Bell Hotel, Kota Cirebon dan dibuka melalui Rapat Senat Terbuka IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara dua pesan penting yang disampaikan Rektor Sumanta, pertama  wisudawan dan wisudawati harus unggul dalam keilmuan dan kedua berakhlak mulia.

Unggul dalam keilmuan yang dimaksud, kata Rektor Sumanta, adalah kompetensi yang dimiliki atau jurusan yang diambil harus mampu menunjukkan kompetensi tersebut saat memasuki kontestasi dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, sebagai kampus terkemuka, wisudawan dan wisudawati juga harus mampu memperlihatkan keunggulan dan keahliannya kepada masyarakat. 

"Jadi Unggul Terkemuka dan Berakhlak Mulia itu adalah visi yang dibungkus oleh lembaga (IAIN Cirebon). Maka langkah-langkah ke depan para wisudawan dan wisudawati ini harus bisa memberikan kontribusi nyata, melalui kompetensi yang dimiliki serta akhlakul mulia dan kita harus mampu mengembangkan visi dan misi IAIN di masyarakat," terangnya.

Sumanta juga menjelaskan, dalam mewujudkan hal tersebut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengupayakan rekonstruksi paradigma keilmuan yang multidimensional dengan menjadikan agama sebagai basis ilmu pengetahuan.

Tujuannya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon mampu mengembangkan bukan sekedar proses pendidikan searah, tetapi proses pendidikan multidimensi yang mampu menyeimbangkan antara akal dan wahyu sehingga mampu mewujudkan pengembangan spiritual, intelektual, dan sosial dari seluruh sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Oleh karena itu, transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon harus dibarengi dengan semangat pembangunan yang “Unggul Terkemuka dan Berakhlak Mulia“ sebagai tataran aksiologis pendidikan yang mampu mengintegrasikan ajaran yang bersumber dari ayat qauliyah dengan ayat qauniyah secara utuh. 

Sementara itu, pada wisuda ke XXIV tahun akademik 2021-2022, berdasarkan SK Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang dibacakan oleh Wakil Rektor I, Dr H Saefudin Juhri, M.Ag ada sebanyak 899 wisudawan. 

Jumlah 899 yang di wisuda ini, terbagi ke dalam FITK 416 wisudawan, Syari'ah dan Ekonomi Islam 219 wisudawan, Ushuludin, Adab dan Dakwah 182 wisudawan, Pasca Sarjana 77 wisudawan dan Doktor 5 wisudawan.

Kemudian acara dilanjut dengan pembacaan SK Rektor terakait 4 wisudawan terbaik tahun akademik 2021-2022 oleh Dr H Ilman Nafi'a, Wakil Rektor III, ke empat wisudawan terbaik tersebut berasal dari 1 wisudawan dari FITK, 1 wisudawan dari FSEI, 1 wisudawan dari FUAD dan 1 wisudawan Program Magister S2. 

Usai pembacaan SK Rektor, acara dilanjut dengan Ikrar Sarjana, Magister dan Doktor, setelah itu kegiatan ditutup dengan penampilan Paduan Suara Mahasiswa (PSM).  (Udin)

Pemkab Cirebon Luncurkan Aplikasi Srikandi

FOKUS CIREBON, (FC) - Pemkab Cirebon meluncurkan aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Aplikasi ini merupakan aplikasi umum bidang kearsipan dinamis, dan merupakan peluncuran aplikasi perdana di Provinsi Jawa Barat. Aturannya sesuai dengan yang diamanatkan Perpres Nomor 95/2018 tentang SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).

"Implementasi SPBE menjadi hal mutlak dilakukan pemerintah. Kita harus terus mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu, SPBE menjadi kontrol kinerja lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia," kata Sekda Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno, dalam acara Launching dan Diseminasi Sistem Srikandi yang Terintegrasi dengan Sertifikat Elektronik Pemerintah Kabupatrn Cirebon, di Hotel Apita, Selasa (24/5/2022).

Menurut Sekda, dengan adanya SPBE, maka seluruh kinerja pemerintah dapat terintegrasi dan transparan. Penerapan SPBE juga mampu memangkas biaya belanja TIK, waktu, serta meminimalisir terjadinya praktik korupsi dalam pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah. Disamping itu juga, dapat mewujudkan proses kerja yang efisien dan efektif.

"Sistem ini juga bisa  meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jadi bisa mengontrol semua kinerja lembaga pemerintah," ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Kominfo Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan mengatakan, aplikasi Srikandi ini dikembangkan oleh ANRI. Mereka bekerja sama dengan Kemenpan RB, Kominfo dan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara). Hal itu, sesuai dengan Kep MENPANRB Nomor 679 Tahun 2020, telah ditetapkan sebagai aplikasi umum bidang kearsipan dinamis dan dimandatkan untuk dapat digunakan sekuruh instansi pusat dan pemerintah daerah. 

"Pemkab Cirebon berkomitmen mendukung penuh penerapan dan pengintegrasian Srikandi dalam sistem pemerintahan. Sehingga tujuan integrasi SPBE dapat tercapai dengan baik," ungkapnya.

Menurut Nanan, diterapkannya aplikasi Srikandi ini, diharapkan dapat meningkatkan indeks nilai SPBE Kabupaten Cirebon. Maka dari itu, dibutuhkan peran serta dan kolaborasi dari seluruh perangkat daerah dan semua stakeholder terkait. 

"Tujuan akhirnya adalah demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," jelas Nanan.

Sedangkan dalam persiapan penerapan aplikasi Srikandi, lanjutnya, telah dilakukan bimbingan teknis kepada para Arsiparis dan Pengelola Arsip perangkat daerah. Mereka nantinya dapat mengenal proses tata kerja aplikasi tersebut. Diharapkan, dapat segera diimplementasikan secara optimal. 

Nanan juga mengucapkan terima kasih kepada lembaga Arsip Nasional RI. Mereka sudah mendukung secara teknis, untuk memperlancar pelaksanaan Srikandi. Dirinya berharap, seluruh pejabat perangkat daerah segera memiliki sertifikat atau tandatangan elektronik, yang merupakan bagian dari aplikasi Srikandi. 

"Saya berharap semua pejabat perangkat daerah segera memiliki sertifikat. Karena ini merupakan bagian dari aplikasi Srikandi," tukasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 71 peserta, terdiri dari 31 orang perwakilan dinas dan badan, serta 40 peserta lainnya adalah Camat. Untuk narasumbernya sendiri berasal dari Pusat Data dan Informasi Arsip Nasional RI. (Yarfa)

Senin, 23 Mei 2022

Hasil Verval Faktual, Bisa Menekan Angka Kemiskinan

FOKUS CIREBON, (FC) - Angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon bisa ditekan, asalkan Verifikasi dan Validasi (Verval) data yang dihasilkan faktual. Untuk itu, saat ini Pemkab Cirebon sedang melakukan Verval pada masing-masing desa. Langkah lainnya, monitoring di setiap kecamatan harus terus dilakukan.  

Demikian dikatakan Wabup Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih (Ayu), saat monitoring dan evaluasi program penanggulangan kemiskinan di Kecamatan Waled, Senin (23/5/2022). 

Ayu mengaku yakin, dengan adanya Verval dan langkah monitoring dari Pemkab Cirebon, akan menghasilkan single database yang valid.

"Saat diskusi tadi, ternyata ada selisih antara data DTKS dan data Puskesos tingkat desa. Ini kan harus segera disinkronkan, supaya datanya benar-benar valid. Kalau data sudah valid, berarti penerima bantuan memang real orang miskin," ungkap Ayu.

Pemkab sendiri lanjutnya, mempunyai target supaya setiap tahunnya bisa menurunkan angka kemiskinan. Setiap tahunnya, minimal bisa menekan angka kemiskinan sebanyak satu persen. Pasalnya, setiap bulan dipastikan pasti ada perubahan data orang miskin, karena banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi.

"Perubahan data setiap bulannya, itu sangat pasti. Karena pasti ada yang meninggal. Mereka secara ekonomi juga pasti ada perubahan. Di samping itu, pasti ada warga yang pindah. Nah faktor ini kan harus terus dimonitoring," jelasnya.

Ayu menyebutkan, data DTKS tidak bisa dirubah, meskipun pada kenyatannya secara ekonomi sudah berubah. Tapi, ketika menemukan kasus seperti itu, bantuan tersebut tidak bisa diberikan kepada mereka. 

Untuk itu, ada tiga skema menurunkan kemiskinan.  Skema tersebut adalah menurunkan pengeluaran, meningkatkan pendapatan dengan cara membuka lapangan pekerjaan, serta bagaimana intervensi Pemkab pada kantong-kantong kemiskinan. 

"Skema tersebut sedang kita jalankan. Kita akan buka lapangan pekerjaan pada kawasan industri. Kami juga harus intervensi secara intens, supaya bisa mengetahui secara detail, dimana lokasi kantong-kantong kemiskinan itu berada," paparnya. (Indah)

PJJ IAIN Cirebon Buka Program Studi S2

CIREBON, FC - Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon bakal ditambah. Selain Prodi PAI, PJJ juga dibuka untuk Prodi lain yang sudah akreditasi A.

Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, Prodi PJJ diminati banyak orang. Mulai dari guru dalam jabatan, ustad di pondok pesantren hingga tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Hal itu menjadi indikasi kesadaran masyarakat menempuh pendidikan tinggi mulai tumbuh. Pengembangan Prodi PJJ pun terus dilakukan dengan dibukanya 7 Prodi PJJ baru.

“Perlu kerja keras bersama. Banyak sekali masyarakat yang ingin masuk tapi kita masih membatasi program prioritas guru dalam jabatan,” kata Sumanta.

Pada tahun ajaran baru Prodi PJJ di IAIN Cirebon bakal menerima 2000 mahasiswa baru. Jumlah ini terbagi untuk seluruh Prodi PJJ yang sudah diresmikan.

Dirjen Pendis Kemenag, Prof Dr M  Ali Ramdhani  STP MT mengatakan, guna mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap PJJ, maka perlu ada perubahan juknis juklak. Pihaknya mengaku bakal melakukan evaluasi terkait hal itu.

Ali mengatakan, secara umum pelaksanaan PJJ di IAIN Cirebon sudah berjalan baik. Maka tak muluk-muluk jika ada pengembangan Prodi PJJ. Bahkan hingga jenjang S2.

Ali mengatakan, Kemenag masih punya anggaran cukup besar yang dapat digunakan untuk pelaksanaan Prodi PJJ sampai jenjang S2. “Angkanya relatif cukup untuk jumlah yang besar,” kata dia. (din)

Jumat, 20 Mei 2022

Kabupaten Cirebon Kembali Meraih Predikat WTP, Ini Yang Ke 7

CIREBON, FC - Untuk yang ketujuh kalinya, Kabupaten Cirebon berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI. Penyerahan WTP sendiri dilakukan di kantor BPK-RI Perwakilan Jawa Barat, Jumat (20/5/2020). 

Dalam sambutannya, Bupati Cirebon, Imron mengatakan, Pemkab Cirebon menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003. Isinya, tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 beserta perubahannya tentang Pemerintah Daerah. 

"Pemkab Cirebon telah melaksanakan kewajibannya untuk menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2021. Laporan ini, kami sampaikan ke BPK-RI Perwakilan Jabar untuk dilakukan audit," ungkap Imron. 

Menurutnya, BPK Jabar, telah  melakukan audit terhadap laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2021 melalui pemeriksaan interim. Pemeriksaannya sendiri dilakukan selama 25 hari, atau mulai tanggal 2 sampai tanggal 23 Februari 2022.

"Pemeriksaan terincinya dilaksanakan selama 33 hari kalender, mulai tanggal 22 Maret sampai tanggal 23 April 2022. Namun banyak kelemahan kami, sehingga masih ada  temuan-temuan yang harus kami tindaklanjuti demi perbaikan kedepan," papar Imron.

Bupati menyebutkan, dalam menindaklanjuti temuan-temuan, pihaknya telah menyusun rencana aksi (action plan). Nanti dalam implementasinya akan memantau dan memonitor, agar tindak lanjut hasil audit dapat terselesaikan tepat waktu. 

"Selama dalam proses audit, mulai dari entry meeting, exit meeting sampai dengan penyerahan hasil audit. Apabila terdapat tanggapan yang kurang dan menjadikan tidak berkenan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," jelas Imron. (din)